Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Publika Budaya

ISTILAH-ISTILAH PERKEBUNAN PADA MASYARAKAT MADURA DI DESA HARJOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER (SUATU TINJAUAN ETNOLINGUISTIK) Kusnadi, Kusnadi; Akhmad, Sofyan; Andang, Subaharianto
Publika Budaya Vol 2, No 1 (2014): Maret
Publisher : Publika Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.821 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang bentuk-bentuk, penggunaan dan makna istilah bahasa Madura pada bidangperkebunan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancarayang dilengkapi dengan teknik dasar pancing. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik cakap semuka yangdilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan intralingual dan metode padanekstralingual yang dilanjutkan dengan metode deskriptif. Data diklasifikasikan atas beberapa bentuk yaitu:nomina, verba, ajektiva dan frasa. Data berupa nomina terdiri atas nomina dasar, nomina turunan, nominatempat, dan nomina kuantita dan penggolong. Data berupa verba terdiri atas verba asal dan verba turunan.Berdasarkan ada tidaknya nomina yang mendampinginya, data berupa verba terdiri atas verba transitif dan verbaintransitif, sedangkan berdasarkan maknanya, data berupa verba terdiri atas verba kausatif. Secara semantik,data yang dianalisis memiliki makna istilah antara lain berupa makna khusus, makna deskriptif, dan maknareferensial. Berdasarkan penggunaannya, dihasilkan bentuk-bentuk istilah yang secara etnolinguistik hanyadigunakan dan dapat dipahami oleh masyarakat pemilik budaya dan pengguna bahasa tersebut.Kata Kunci: Istilah, Perkebunan, bahasa Madura, Etnolinguistik.
ISTILAH-ISTILAH KOMPONEN PERAHU DAN STRUKTUR PENGURUS NELAYAN DI DESA KILENSARI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO (KAJIAN ETIMOLOGI DAN SEMANTIK) Moh Fajrik; Akhmad Sofyan; Agustina Dewi Setyari
Publika Budaya Vol 6 No 2 (2018): Publika Budaya
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pb.v6i2.8715

Abstract

ABSTRAK Masyarakat nelayan di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo memiliki ciri khas tersendiri dalam hal istilah-istilah kebahasaan yang unik dan menarik untuk diteliti. Salah satu istilah kebahasaan yang ditemukan oleh peneliti adalah penggunaan istilah komponen perahu dan struktur pengurus nelayan. Fokus penelitian istilah-istilah komponen perahu dan struktur pengurus nelayan terletak pada bentuk dan makna dengan perspektif kajian etimologi dan semantik. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial yaitu metode yang digunakan untuk pemahaman makna istilah-istilah dan verifikasi referensi yang dirujuk. Berdasarkan analisis yang dilakukan istilah-istilah yang berupa bentuk dasar banyak ditemukan di bagian komponen perahu sedangkan bentuk turunan lebih banyak ditemukan di bagian struktur pengurus nelayan. Selain itu, istilah-istilah komponen perahu dan struktur pengurus nelayan yang ada di Desa Kilensari secara umum berasal dari bahasa Madura, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa Melayu. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kehidupan masyarakat nelayan setempat masih dipengaruhi oleh bahasa asing dan bahasa serumpun meskipun latar belakang masyarakat nelayan tersebut adalah etnik Madura. Kata kunci: nelayan, istilah, semantik, dan etimologi.
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DI TEMPAT PELELANGAN IKAN KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Ika Anindya Azizah; Akhmad Sofyan; Ali Badrudin
Publika Budaya Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractAs social human, he has roles in society. In every interaction, humans create multiple languages and have a set of codes, which each code fits in a role relationship. In term of choosing the code, code mixing and code switching can be done as the types of choice. Code mixing blends other language fragments into a particular language and code switching is the transition of language from one code to another in conversation. This study aimed to describe the form of code mixing and code switching as well as the factors behind the use of code mixing and code switching occurred in buying and selling fish activities at fish auction Puger sub-district of Jember regency. This research used descriptive qualitative method, which was done based on the research in the field when the researcher observed the conversation on the activities of buying and selling fish. Based on the analysis results obtained, the seller was a multi-linguist who mastered more than one language, while the interlocutor causing code mixing often used Javanese languange. The insertion of other languages in code mixing conversation was in the form of word, phrase, and clause. There were two codes in this research; namely, translation and diversity e.g. Javanese language to the Madurese langauge was ngoko variety; Madurese language to the Javanese language was krama variety, and Madurese language to informal Indonesian language. Furthermore, there were several factors behind the use of code mixing and the code switching. Factors causing code mixing included: social role, limitation, and desire to explain something. While factors causing code switching included: speaker, interlocutor, topic / subject, seller’s annoyance to buyer, buyer's annoyance to seller, presence of third person, evoking sense of humor, easiness, and attracting buyer’s attention.
ISTILAH-ISTILAH PERKEBUNAN PADA MASYARAKAT MADURA DI DESA HARJOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER (SUATU TINJAUAN ETNOLINGUISTIK) Kusnadi Kusnadi; Sofyan Akhmad; Subaharianto Andang
Publika Budaya Vol 2 No 1 (2014): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang bentuk-bentuk, penggunaan dan makna istilah bahasa Madura pada bidangperkebunan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancarayang dilengkapi dengan teknik dasar pancing. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik cakap semuka yangdilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan intralingual dan metode padanekstralingual yang dilanjutkan dengan metode deskriptif. Data diklasifikasikan atas beberapa bentuk yaitu:nomina, verba, ajektiva dan frasa. Data berupa nomina terdiri atas nomina dasar, nomina turunan, nominatempat, dan nomina kuantita dan penggolong. Data berupa verba terdiri atas verba asal dan verba turunan.Berdasarkan ada tidaknya nomina yang mendampinginya, data berupa verba terdiri atas verba transitif dan verbaintransitif, sedangkan berdasarkan maknanya, data berupa verba terdiri atas verba kausatif. Secara semantik,data yang dianalisis memiliki makna istilah antara lain berupa makna khusus, makna deskriptif, dan maknareferensial. Berdasarkan penggunaannya, dihasilkan bentuk-bentuk istilah yang secara etnolinguistik hanyadigunakan dan dapat dipahami oleh masyarakat pemilik budaya dan pengguna bahasa tersebut.Kata Kunci: Istilah, Perkebunan, bahasa Madura, Etnolinguistik.