Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL USM LAW REVIEW

Urgensi Pengaturan Sanksi Hukum Pasal 157A Undang-Undang Cipta Kerja dalam Perlindungan Pekerja Lukman Lukman; Isnawati Isnawati; Farahwati Farahwati; S. Roy Hendrayanto
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 8 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v8i3.12967

Abstract

This study examines the urgency of regulating legal sanctions under Article 157A of Law Number 6 of 2023 on Job Creation in strengthening worker protection and ensuring legal certainty in employment termination practices. The absence of explicit sanction norms for violations of termination of employment provisions has created a normative gap that weakens enforcement mechanisms and disrupts the balance of protection between employers and workers. This research employs a normative legal method with statutory and conceptual approaches to analyze the coherence of Article 157A within the labor law sanction system. The findings indicate that Article 157A remains general in nature and lacks operational sanctioning power when compared to other provisions in the labor cluster, particularly Articles 185–189, which explicitly regulate administrative and criminal sanctions. Consequently, the provision tends to be non-self-executing and ineffective in preventing arbitrary termination practices. This study contributes conceptually by proposing the reconstruction of more specific and proportional sanction norms, combining administrative sanctions and fines as ultimum remedium, to enhance enforceability, legal certainty, and balanced protection in industrial relations. The research underscores that effective labor protection requires not only substantive rights regulation but also clear and enforceable sanction mechanisms to achieve justice and legal certainty in Indonesia’s employment law system.   Penelitian ini mengkaji urgensi pengaturan sanksi hukum dalam Pasal 157A Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dalam rangka memperkuat perlindungan pekerja dan menjamin kepastian hukum dalam praktik pemutusan hubungan kerja. Ketiadaan norma sanksi yang tegas terhadap pelanggaran ketentuan pemutusan hubungan kerja telah menimbulkan kekosongan normatif yang melemahkan mekanisme penegakan hukum serta mengganggu keseimbangan perlindungan antara pengusaha dan pekerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual untuk menganalisis koherensi Pasal 157A dalam sistem sanksi hukum ketenagakerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 157A masih bersifat umum dan belum memiliki daya operasional sanksi yang efektif jika dibandingkan dengan ketentuan lain dalam klaster ketenagakerjaan, khususnya Pasal 185–189 yang secara eksplisit mengatur sanksi administratif dan pidana. Akibatnya, ketentuan tersebut cenderung tidak bersifat self-executing dan kurang efektif dalam mencegah praktik pemutusan hubungan kerja secara sewenang-wenang. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan mengusulkan rekonstruksi norma sanksi yang lebih spesifik dan proporsional melalui kombinasi sanksi administratif dan denda sebagai ultimum remedium, guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum, kepastian hukum, serta keseimbangan perlindungan dalam hubungan industrial. Studi ini menegaskan bahwa perlindungan ketenagakerjaan yang efektif tidak hanya memerlukan pengaturan hak-hak substantif, tetapi juga mekanisme sanksi yang jelas dan dapat dilaksanakan untuk mewujudkan keadilan dan kepastian hukum dalam sistem hukum ketenagakerjaan di Indonesia.  
Co-Authors Abdullah, Lintang Khairana Abidah Abidah Ahmad Afandi Ajheng Triyuni Hariza Akhmad Gazali Al Misry Alfina Zahwa Animah Animah Annisa Salsabilla Albarad Aoda Rusdanillah Arwin Sanjaya Atim Febry Masula Berliana Oka Kirana Putri Cahyani, Lenny Indah Dalimo, Rahmayolanda Dian Puspitasari Dinik Rokhmatin Durroh Humairoh Eili Supriatin S.W Eka Cahya Prima Eko Budi Lelono Erika Maria Resi Erlix Rakhmad Purnama Erna Rahayu Evie Ratnasari Fadilla Kurniawati Fadya Artha Aristanova Faizin Nawarda Fajrul Falah Faradiba Widiasti Farahwati Farahwati Faris Nur Israri Fasya, Ni'ma Farida Febriati Astuti Fithriana, Dina Fitriari Izzatunnisa Muhaimin Fransiska Wulandari Gunung Setiadi Hanum Wahyuningtias Herlina Fitrihidajati I Gede Kusmayana Surya Aditya Imanuel Ruku Iva Khoirus Sa'idah Kardiman Khoirul Ummah Lisa Lisdiana Lolla Amelia Ainun Lukman Lukman Luqmanulhaqim Luqmanulhaqim M. Musthofa Mubarrok M. Thamrin Hidayat Mahanani Tri Asri Mauliana Mauliana Muhammad Irwan Setiawan Muhammad Sapii Harahap Muhammad Yusuf Muhsinin Muhsinin Mulya, Fajar Adi Nanik Indra Rukmana Nur Aini Anisa Nur Azizah Tohiroh Nur Farida Osi Kusumawati Kusumawati Patria, Sylva Pinkan, Ladyqia Cintana Puspitasari, Yasmine Ragu Harming Kristina Raharjo Raharjo Reni Ambarwati Riandi Riandi Rianti, Noni Rifaldi Rifaldi Rohman, Fatkhur RR. Ella Evrita Hestiandari S. Roy Hendrayanto Safitri, Imilda Saiful Akhyar Lubis Sandra As'ari SARI KUSUMA DEWI Siti Sriyati Sukardin, Sukardin Sulastri Putri Susidamaiyanti Susidamaiyanti Thaibah, Noor Titik Respati Tiy Kusmarabbi Karo Wahyu Utami Wanti Wanti Wediawati, Tuti Widia Widia Yolanda Ayu Pratiwi Yusmani Prayogo Zairin Zairin