Claim Missing Document
Check
Articles

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT MELALUI USAHA PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DAN INOVASI MANAJEMEN PEMASARAN BAGI KELOMPOK PENGRAJIN KERIPIK GADUNG DI DESA NYATNYONO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG Indro Sumantri; Kiryanto Kiryanto; Nurwantoro Nurwantoro; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Nyatnyono merupakan salah satu Desa/Kelurahan yang ada di kecamatan Ungaran Barat, kabupaten Semarang , dimana tanah ladang ditanami berbagai jenis tumbuhan, diantaranya ubi gadung. Potensi tanaman ubi gadung di Desa Nyatnyono cukup besar mengingat ladang yang ada cukup luas 27 % dari lahan produktif. Oleh karena itu di Desa Nyatnyono menjadi sentra produksi keripik gadung dengan jumlah pengrajin 10 orang. sedangkan keripik gadung yang dihasilkan masih dalam bentuk barang  setengah  jadi. Tujuan yang disepakati bersama mitra diprioritaskan meliputi: permasalahan kuantitas/kapasitas produk keripik gadung yang masih rendah dan kualitas masih butuh ditingkatkan dalam bentuk ukuran dan rasa dalam kemasan barang siap konsumsi serta pembentukan kelompok pengrajin gadung Tujuan lainnya adalah  meningkat kualitas produk dan membentuk pula  organisasi yang menaungi UKM pengrajin keripik gadung. Target yang ingin dicapai kapasitas produksi pada produk keripik gadung dan  kualitas produksi pada proses pengolahan produk keripik gadung dalam rasa, ukuran, bentuk keripik gadung. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan melakukan analisis identifikasi dan evaluasi awal UKM sasaran, perancangan berbagai peralatan, pembuatan, demosntrasi dan pengaplikasian berbagai paralatan, pengenalan dan pelatihan, pendampingan serta monitoring UKM mitra. Tahapan-tahapan yang telah dilakukan dalam program PKM ini  adalah: desain mesin perajang, mesin oven pengering, pembuatan mesin perajang, mesin pengering dan pengadaan mesin kemasan manual (hand sealer). Kegiatan berikutnya adalah proses uji coba mesin tersebut di bengkel dan  dilakukan uji coba produksi di pengrajin mitra PKM untuk mengetahui proses produksi, dan kualitas produk keripik gadung. Selanjutnya dilakukan pemberian aneka rasa gadung dengan 4 rasa dan desain dan pembuatan kemasannya. Kegiatan tersebut diatas dilakukan bersama antara Tim pelaksana PKM dengan mitra. Harga jual keripik gadung di pengrajin Rp 8.000, sehingga ada nilai keuntungan sebesar 18,75 %. terhadap nilai jualnya. Pengusulan ijin dari kantor Dinkes kabupaten Semarang berupa P-IRT (Pangan-Industri Rumah Tangga), sosialisasi, pemasaran  produk gadung siap saji melalui cara langsung maupun online.Luaran program pengabdian PKM adalah: 1) Produk keripik gadung aneka rasa, 2) Publikasi pada media  3) video kegiatan PKM  dan 4) Artikel ilmiah dipublikasikan  pada jurnal nasional.
Potensi Tepung Umbi Gembili (Dioscorea esculenta L.) pada Yoghurt Sinbiotik terhadap Nilai pH dan Sifat Organoleptik Maulida Rochmayani; Yoyok Budi Pramono; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.661 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23734

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan tepung umbi gembili terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL), nilai pH, kadar gula reduksi dan sifat organoleptik yoghurt sinbiotik dengan kombinasi tiga bakteri (Streptococcus thermophillus, Lactobacillus bulgaricus dan Lactobacillus acidophillus). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan variasi penambahan tepung umbi gembili yaitu T1 dengan konsentrasi 0%, T2 dengan konsentrasi 2%, T3 dengan konsentrasi 4% dan T4 dengan konsentrasi 6%. Bahan baku yang digunakan berupa susu sapi segar yang dipasteurisasi, tepung umbi gembili, dan starter yoghurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung umbi gembili yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH dan sifat organoleptik yoghurt sinbiotik. Perlakuan penambahan tepung umbi gembili yang ideal adalah konsentrasi tepung umbi gembili 2%, yaitu menghasilkan nilai pH sebesar 3,52 dan memiliki sifat organoleptik agak kental.
Karakteristik Fisik, Kimia dan Organoleptik Teh Celup Daun Tin dengan Penambahan Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) sebagai Pemanis Indri Desy Natalia Siagian; Valentinus Priyo Bintoro; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.792 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.23875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan daun stevia terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik teh celup daun tin serta mengetahui konsentrasi daun stevia untuk menghasilkan teh celup daun tin yang paling disukai. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan variasi penambahan dau stevia yaitu T0 (0%), T1 (5%), T2 (10%), T3 (15%) dan T4 (20%). Bahan baku yang digunakan berupa daun tin segar, bubuk daun stevia dan katung teh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun stevia yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap aktivitas antioksidan, kadar abu, kadar serat kasar, nilai pH, warna dan organoleptik teh daun tin. Perlakuan penambahan daun stevia yanga ideal adalah 15 % yaitu konsentrasi 15% yang mengahsilkan aktivitas antioksidan sebesar 24,99%; kadar abu sebesar  1,15%; kadar serat kasar 13,95%; nilai pH 7,72; warna (lightness sebesar 25,75; redness sebesar -5,50 dan yellowness 30,25); sifat hedonik berupa rasa manis yang cukup dan warna kuning kecoklatan yang disukai panelis pada teh daun tin. 
Analisis Total Padatan Terlarut, Keasaman, Kadar Lemak, dan Tingkat Viskositas pada Kefir Optima dengan Lama Fermentasi yang Berbeda Mohammad Kresna Bayu; Heni Rizqiati; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.54 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2017.17468

Abstract

Kefir Optima merupakan jenis minuman fermentasi yang dibuat dengan menambahkan kefir grains ke dalam susu, selain itu juga menjadi sumber probiotik utama dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap total padatan terlarut, kadar lemak, dan tingkat viskositas kefir optima. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi segar, kefir grains, NaOH 0,1 N, Phenolphtalein (PP) 1%, H2SO4, isoamil alkohol dan aquades.. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi perlakuan yang diberikan adalah (T1) lama fermentasi 12 jam, (T2) lama fermentasi 24 jam, (T3) lama fermentasi 36 jam, dan (T4) lama fermentasi 48 jam. Parameter yang diamati adalah total padatan terlarut, keasaman, kadar lemak, dan tingkat viskositas kefir optima. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Penambahan lama fermentasi memberikan pengaruh nyata terhadap total padatan terlarut, keasaman dan kadar lemak namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat viskositas. Semakin lama waktu fermentasi, total padatan terlarut dan kadar lemak semakin menurun dan keasaman meningkat.
Pengaruh Jenis Pemanis Yang Berbeda Terhadap Viskositas dan Nilai pH Sirup Ekstrak Daun Jahe (Zingiber Officinale) Shindy Raviola Rizka; Siti Susanti; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.262 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23778

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan jenis pemanis yang berbeda terhadap viskositas dan nilai pH sirup ekstrak daun jahe. Bahan yang digunakan adalah ekstrak daun jahe, propilen glikol, CMC, asam sitrat, aquades dan pemanis yang berbeda setiap perawatan. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 4 rancangan dan 5 kali ulangan dengan variasi jenis pemanis yang berbeda yaitu T 1 (sorbitol), T 2 (sukrosa), T 3 (HFS), dan T 4 (madu). Viskositas diterima dengan metode Ostwald dan nilai pH diperoleh dengan pH meter. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%.Hasil analisis menunjukkan bagaimana penggunaan jenis pemanis yang berbeda pada sirup ekstrak daun jahe memberikan nyata (P <0,05) terhadap nilai pH dan viskositas sirup ekstrak daun jahe. Viskositas sirup dan nilai pH sesuai dengan standar.  
Evaluasi Kadar Gula, Kadar Air, Kadar Asam dan pH pada Pembuatan Tablet Effervescent Buah Nangka Yoyok Budi Pramono; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.903 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.20519

Abstract

Effervescent merupakan sediaan yang menghasilkan gelembung karbondioksida yang merupakan hasil reaksi kimia senyawa asam dan basa dalam larutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan kombinasi formulasi asam sitrat dan natrium bikarbonat terhadap effervescent buah nangka. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi formulasi asam sitrat dan natrium bikarbonat sebesar 30% natrium bikarbonat dan 10% asam sitrat untuk T1, 25% natrium bikarbonat dan 15% asam sitrat untuk T2, 20% natrium bikarbonat dan 20% asam sitrat untuk T3, 15% natrium bikarbonat dan 25% asam sitrat untuk T4 serta 10% natrium bikarbonat 30% asam sitrat untuk T5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perlakuan terhadap kadar air, kadar asam dan pH, namun tidak ada pengaruh perlakuan terhadap kadar gula. Kombinasi 20% natrium karbonat dan 20% asam sitrat menghasilkan nilai pH ideal dan kadar air terendah.
Total Padatan Terlarut, Viskositas, Total Asam, Kadar Alkohol, dan Mutu Hedonik Water Kefir Semangka dengan Lama Fermentasi yang Berbeda ritna ningsih; heni rizqiati; nurwantoro nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.923 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.24151

Abstract

Water kefir semangka merupakan produk pangan hasil fermentasi kefir grain yang dibuat dari bahan baku yaitu sari buah semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi yang berbeda terhadap total padatan terlarut, viskositas, total asam, kadar alkohol dan mutu hedonik yang meliputi rasa, aroma, warna, sensasi soda dan overall kesukaan water kefir semangka. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) monofaktor dengan 4 perlakuan serta 5 kali pengulangan. Variasi perlakuan lama fermentasi yang diberikan yaitu T1 = 12 jam, T2 = 24 jam, T3 = 36 jam dan T4 = 48 jam. Data hasil pengujian total padatan terlarut, viskositas, total asam dan kadar alkohol dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjut Uji Wilayah Ganda Duncan apabila terdapat pengaruh. Data uji hedonik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan apabila ada pengaruh dilanjut uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama fermentasi memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap total padatan terlarut, viskositas, total asam, dan kadar alkohol. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa lama fermentasi yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasa dan overall kesukaan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma, warna dan sensasi soda. Water kefir watermelon is a fermented food product of kefir grain made from watermelon juice. This study aims to determine the effect of different fermentation time on total dissolved solids, viscosity, total acid, alcohol content and hedonic quality which includes taste, aroma, color, soda sensation and overall preferences of watermelon water kefir. The research design used was a monofactor Complete Random Design (CRD) with 4 treatments and 5 repetitions.Variations of fermentation time treatment given are T1 = 12 hours, T2 = 24 hours, T3 = 36 hours and T4 = 48 hours. Data from the results of testing of total dissolved solids, viscosity, total acid and alcohol content were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a significance level of 5% and followed by the Duncan Multiple Range Test if there was influence. The hedonic test data were analyzed using the Kruskal Wallis test with a significance level of 5% and if there was a continuing influence the Mann Whitney test. The results showed that the differences in fermentation time had a significant effect (P <0.05) on total dissolved solids, viscosity, total acid, and alcohol content. Hedonic quality test results showed that different fermentation times significantly affected (P<0.05) taste and overall preference, but did not significantly affect the aroma, color and soda sensation.
Pengaruh Oksidasi Menggunakan Hidrogen Peroksida terhadap Kadar Air Pati Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) Selma Husniah Ramadhiyana Elsadi; Yoga Pratama; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.378 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19646

Abstract

Oksidasi adalah modifikasi secara kimia yang dapat meningkatkan karakteristik dari suatu pati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air pati gadung yang dimodifikasi dengan metode oksidasi menggunakan hidrogen peroksida. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan konsentrasi oksidator yaitu 0; 2; 4; 6 dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh oksidasi terhadap kadar air pati gadung alami dan teroksidasi. Kadar air pati gadung alami adalah 10,12% dan pati gadung yang dioksidasi dengan konsentrasi oksidator yang berbeda (0; 2; 4; 6; dan 8%) secara berturut-turut adalah 10,68%; 10,62%; 10,26% dan 10,52%. Oxidation is chemical modification which alter the properties of starch. This study investigated the effect of oxidation using hydrogen peroxide on moisture content of native and oxidized gadung starch. The difference concentration of oxidant (0; 2; 4; 6 and 8%) were studied.  The extent of oxidation were determined based on moisture content. The result showed that there’s no effect of oxidation  to moisture content. The moisture content in native starch was 10.12% and oxidized starch with different oxidant level (2; 4; 6; and 8%) were 10.68%; 10.62%; 10.26% and 10.52% respectively.
Karakteristik Kimia dan Mutu Hedonik Selai Kolang Kaling dengan Variasi Konsentrasi Modified Cassava Flour (MOCAF) sebagai Alternatif Pengganti Pektin Ingke Endrina; Nurwantoro Nurwantoro; Yoyok Budi Pramono; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.021 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi terbaik dari substitusi pektin dengan MOCAF sebagai bahan pengental dalam pembuatan selai kolang kaling terhadap karakteristik kimia yaitu kadar air, total padatan terlarut dan nilai pH juga mutu hedonik meliputi aroma, warna, rasa, tekstur dan kesukaan overall. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  5 perlakuan konsentrasi pektin : MOCAF dan 4 kali pengulangan yakni sebesar T0 (100%:0%), T1 (80%:20%), T2 (70%:30%), T3 (60%:40%) dan T4 (50%:50%). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi MOCAF akan meningkatkan kadar air, namun menurunkan total padatan terlarut, nilai pH dan kesukaan terhadap tekstur secara signifikan (P<0,05) namun masih sesuai dengan standar mutu selai berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Selai kolang kaling dengan substitusi MOCAF hingga 40% merupakan perlakuan dengan daya terima baik oleh panelis berdasarkan kesukaan overall dengan nilai suka s.d. sangat suka. Dapat disimpulkan bahwa substitusi MOCAF sampai 40% berpotensi sebagai bahan alternatif pengganti pektin dalam pembuatan selai kolang kaling.The aim of this research was to determine the influence and best proportion of pectin substitution with MOCAF as a thickening agent in the manufacture of sugar palm fruit jam to chemical characteristics like moisture content, total soluble solids and pH value as well as overall. The experimental design used was Completely Randomized Design (RAL)  with 5 treatmens concentration pektin : MOCAF and 4 replications. The concentration were used in this research; T0 (100%:0%), T1 (80%:20%), T2 (70%:30%), T3 (60%:40%), and T4 (50%:50%). The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The result showed that the higher concentration of MOCAF would increase water content, but descreased total soluble solid, pH value and texture preference significantly (P<0.05) but still accordance with the standard of jam quality based on Indonesian National Standard (SNI). Sugar palm fruit with MOCAF substitution up to 40% is a treatment with a good acceptance by the panelist based on the overall likeness with the value of likes – very like. It can be conclude that MOCAF has potential as an alternative substitute for pectin in the manufacture of sugar palm fruit jam up to 40% substitution. 
Karakteristik Es Krim Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) Dengan Penambahan Tepung Umbi Gembili (Dioscorea esculenta L.) Sebagai Bahan Penstabil Octani Dwi Siswati; Valentinus Priyo Bintoro; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.792 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tepung umbi gembili paling optimal untuk menghasilkan es krim ubi jalar ungu yang paling disukai panelis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan variasi penambahan tepung umbi gembili yaitu T0 (konsentrasi 0%), T1(konsentrasi 0,15%), T2(konsentrasi 0,3%), T3(konsentrasi 0,45%) dan T4(konsentrasi 0,6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung umbi gembili yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai overrun, kecepatan leleh, total padatan, mutu hedonik es krim ubi jalar ungu. Perlakuan penambahan tepung umbi gembili yang ideal adalah konsentrasi tepung umbi gembili 0,3% yang menghasilkan overrun 29,09%; kecepatan leleh sebesar 19,92 menit ; total padatan sebesar 31,11%; dan memiliki sifat mutu hedonik berupa tekstur yang halus pada es krim ubi jalar ungu.
Co-Authors A M Jannah A M Legowo A Prakoso A Purnomoadi A. Prakoso A. Purnomoadi A.M. Legowo Abdullah, Sabina Fairuz Jinan Agung Purnomoadi Agung Purnomoadi Ahmad Ni&#039;matullah Albaari Ahmad Ni’matullah Al-Baarri Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Anang M Legowo Andi Febrisiantosa Annisya, Shintya Wahyu Antonius Hintono Anum D Ari Wibawa Budi Santosa Arini, Annisa Shafa Putri Arissaputra, Hermawan Asfan, Muhammad Ayu Anesakirani Ayu Ning Jagat Azalia Rohmani Surya Sari Bambang Dwiloka Bambang Sulistiyanto Barlian Rizal Bhakti Etza Setiani Bintoro, V Priyo Bintoro, V. Priyo C Imam Sutrisno Cecilia Ariantika Cicilia Nuryati Claradhita Ayu Shauma Clory Agustin Pienarso Cynthia Faradila Dea Erik Bahtiar Desnandia Radhika Ningsih Devi Yuniar Pristiana Dewandhaka Andaru Dian Handayani Dian Wahyu Harjanti Dina Azalea Handayani Duana Martha Saragih Dwi Ahmadi Dipowaseso Dwi Sunarti E. Widiastuti Edi Prayitno, Edi Eka Intan Kumala Putri El Fayyadh, Muhammad Ariq Ghoniy Elisabet Selly Andriani endra fajar pratiwi Fahmi Arifan Farhandhia Devangga Fariza Amelia Anisa Fauzan Achmad Febryan Taufiq Felia Wahono Forsitawati, Fransiska Martaryza Fransisca Pramiarti Pasca H. I. Wahyuni Hafizh Azzam Hilmy Hanifah Mustika Wahda Heni Rizqiati Heni Rizqiati Hidayatul Munawaroh I. Isroli Indira Putri Negari, Indira Putri Indri Desy Natalia Siagian Indro Sumantri Ingke Endrina Istiyan PM Kafaah Estancia Kardina Enny Dian Kumalasari Kiryanto Kiryanto L D Ambara L.D. Ambara Lisa Harmi Susanti Lorentia Lydia Margareth Lubis, Dina Mariana Uli Luqman Nauval Hakim Luthfiyah Nur Sulistiyani Maulida Rochmayani Melati Citra Anggraeni Mohammad Ihsan Yahya Prayoga Mohammad Kresna Bayu Muttaqin, Izza Wildani Nisa Ishma Savitry Nur Ismawati Nurul Aulia Octani Dwi Siswati Pangestu, Ridho Perdana, Gilang Ade Prasasti, Rahel Nathania Prasasti Prayoga, M. I. Y. Pujiyanto, Risang Putri Setyoningsih Putri, Naluri Amella Rahimi, Vini Rakita Dewi Mega Ramadhaningrum, Ilma Muliasari Rani Widya Pramesthi Rio Sentosa ritna ningsih Rizqiati, H. S Mulyani S. Mulyani S. Sugiharto Sartono, T. A. Selma Husniah Ramadhiyana Elsadi Septiawati, Tria Setya Budi M. Abduh Setya Budi Muhammad Abduh, Setya Budi Muhammad Shindy Raviola Rizka Siti Susanti Siti Susanti, Siti Sri Kusmawati Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Sumarsih Sudjono, Elisabeth Febriane Lovita Sulistiarto, Sigit Surya, Karina Rizqy Anggita SUSANTI, S. Sutaryo Sutaryo Suyadi Suyadi Syavira Aulia Tandrian, Christian taufiqi bagas ramadhani Tisqa Rizky Quna Triana Setyawardani Trisna Fitriana Turrini Yudiarti Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta V P Bintoro V. Priyp Bintoro V.P. Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi Warsono Sarengat Wawan Budi Setyawan Widya Tamimi Wisnu Pangestu Setiaji Wiwid Rizqi Maryati Y B Pramono Yehezkiel Bobby Slamet Yoga Pratama Yoga Pratama Yoga Pratama Yosyfa Astiari Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yudonegoro, Ridho Julio Yulindha Yulindha