Claim Missing Document
Check
Articles

Preferensi Konsumen terhadap Bakso Analog Tepung Kacang Koro Pedang dengan Penambahan Tepung Maizena sebagai Bahan Pengikat Lisa Harmi Susanti; Yoga Pratama; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.679 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2017.17290

Abstract

AbstrakBakso analog tepung kacang koro pedang merupakan bakso yang terbuat dari bahan nabati yang dibuat menyerupai dengan bakso daging atau ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat organoleptik yang meliputi warna, kekenyalan, kelengketan, aroma dan kesukaan overall dari bakso analog yang terbuat dari bahan tepung serat dan protein kacang koro pedang dengan penambahan tepung maizena sebagai bahan pengikat. Percobaan dalam penelitian ini menggunakan metode Analisis Deskriptif Kuantitatif (Quantitive Descriptive Analysis) yang dianalisa dengan spiderweb dan pengujian hedonik dengan analisa Kruskal-Wallis Test. Perlakuan penelitian adalah T0 =  TKKP 90% dan tepung maizena 10%; T1 = TKKP fraksi protein 75%, fraksi serat 15% dan tepung maizena 10%; T2 =  TKKP fraksi protein 55%, fraksi serat 35% dan tepung maizena 10%; T3 = TKKP fraksi protein 35%, fraksi serat 55% dan tepung maizena 10%; dan T4 = TKKP fraksi protein 15%, fraksi serat 75% dan tepung maizena 10%. Parameter yang diamati adalah warna, kekenyalan, kelengketan, aroma, dan kesukaan overall. Sifat organoleptik dengan deskriptif didapatkan hasil bahwa pada atribut kekenyalan, kelengketan dan aroma sangat dipengaruhi oleh konsentrasi fraksi serat, namun pada atribut warna yang mempengaruhi yaitu fraksi protein. Sifat organoleptik dengan hedonik menunjukkan bahwa formulasi yang ideal yaitu pada T4 dengan konsentrasi fraksi protein 15%, serat 75% dan tepung maizena 10%.
Karakteristik Yoghurt dengan Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu taufiqi bagas ramadhani; nurwantoro nurwantoro; antonius hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.321 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.21631

Abstract

Yoghurt merupakan produk fermentasi susu yang sering dikonsumsi masyarakat karena manfaatnya untuk kesehatan pencernaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah bakteri asam laktat (BAL), total asam, total gula, total serat kasar pada yoghurt dengan penambahan ubi jalar ungu. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 pengulangan. Perlakuan yang dilakukan pada sampel meliputi T0=tanpa penambahan (0%), T1= penambahan tepung ubi jalar ungu 1% (b/v) , T2= penambahan tepung ubi jalar ungu 2% (b/v), T3= penambahan tepung ubi jalar ungu 3% (b/v).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ubi jalar ungu berpengaruh nyata (P<0,05) dalam meningkatkan total bakteri asam laktat, total asam, total padatan terlarut, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap serat kasar pada yoghurt. Kesimpulannya, penambahan tepung ubi jalar ungu berpengaruh dala, meningkatkan total bakteri asam laktat, total asam, total padatan terlarut pada yoghurt, namun tidak berpengaruh terhadap serat kasar.
Optimasi Persentase Penggunaan Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poir) pada Yoghurt Berdasarkan Parameter Aktivitas Antioksidan, Derajat Keasaman, Viskositas dan Mutu Hedonik Farhandhia Devangga; Bambang Dwiloka; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.047 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.21755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar ungu terhadap aktivitas antioksidan, derajat keasaman, viskositas dan mutu hedonik pada yoghurt. Pembuatan yoghurt dengan penambahan tepung ubi jalar ungu (T0: 0 %; T1: 1 %; T2: 2 %; T3: 3 %). Desain penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data derajat keasaman dan viskositas diolah menggunakan metode Analysis of Varian (ANOVA), serta parameter aktivitas antioksidan dianalisis secara deskriptif. Data mutu hedonik dengan parameter warna,tekstur, rasa dan overall dianalisis dengan metode Kruskal Wallis Test dan uji lanjut Mann Whitney U Test. Hasil uji aktivitas antioksidan dan viskositas mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan konsentrasi tepung ubi jalar ungu 4,26 % - 20,61 %. Hasil analisis statistik pada derajat keasaman tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata pH 4,3 - 4,4. Analisis statistik uji viskositas menunjukkan perbedaan nyata antara semua perlakuan dengan nilai viskositas 240 cP – 4180 cP. Penambahan tepung ubi jalar ungu pada yoghurt memberikan perbedaan nyata pada warna antara T0 dan T1 dengan T2 dan T3 dan tekstur antara T0 dengan T1, T2, dan T3. Tetapi tidak memberikan perbedaan nyata (P>0,05) pada rasa dan kesukaan secara keseluruhan. Perlakuan terbaik adalah pada produk yoghurt T3 dengan penambahan tepung ubi jalar ungu sebanyak 3%.
Pengaruh Penggunaan F1 Grain Kefir sebagai Starter terhadap Kadar Alkohol, Total Khamir dan Kesukaan Kefir Optima Azalia Rohmani Surya Sari; Nurwantoro Nurwantoro; Antonius Hintono; Sri Mulyani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.108 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.24477

Abstract

F1 grain kefir merupakan starter induk turunan pertama dalam pembuatan kefir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan starter F1 grain kefir terhadap kadar alkohol, total khamir dan kesukaan pada kefir optima. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, perlakuan yang diberikan yaitu  variasi konsentrasi starter grains kefir (F1), yaitu T0 = F1 grain kefir (tanpa pengenceran); T1 = 1 bagian F1 grain kefir : 6 bagian susu murni ; T2 = 1 bagian F1 grain kefir : 7 bagian susu murni ; T3 = 1 bagian F1 grain kefir : 8 bagian susu murni ; T4 = 1 bagian F1 grain kefir : 9 bagian susu murni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi starter F1 grain kefir memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar alkohol, total khamir dan kesukaan kefir).  Perlakuan penggunaan starter F1 grain kefir yang terbaik adalah perlakuan T3 (1 bagian F1 grain kefir : 8 bagian susu murni) dengan nilai kadar alkohol 0,36%, total khamir 7,86 cfu/ml dan kefir optima disukai panelis. F1 grain kefir is first starter of the mother culture in making kefir. This research aimed to determine the effect of using F1 grain kefir starter on alcohol content, total yeast and preference for kefir optima. This experimental design used Completely Randomized Design (CRD) with 5 time treatment and 4 replications, the treatment which given was a variation of the concentration starter grain kefir (F1), namely T0 = F1 grain kefir (without dilution); T1 = a part T1 grain kefir : 6 parts of pure milk ; T2 = a part of T1 grain kefir: 7 parts of pure milk ; T3 = a part of F1 grain kefir : 8 parts of pure milk ; T4 = a part of F1 grain kefir : 9 parts of pure milk. The results showed that the use of variations in the concentration of starter F1 grain kefir had a significant effect (P <0.05) on alcohol content, total yeast and kefir preferences. The best treatment for used F1 starter kefir was T3 (1: 8) treatment with an alcohol content of 0.36%, total yeast 7.86 cfu/ml and kefir optima preferred by panelist. 
Total Padatan Terlarut, Total Asam, CO2, Total Bakteri Asam Laktat, dan Organoleptik Water Kefir Semangka dengan Konsentrasi Sukrosa yang Berbeda endra fajar pratiwi; heni rizqiati; nurwantoro nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2022.24161

Abstract

Pengolahan water kefir masih terbatas dan belum banyak dikenal masyarakat. Semangka memiliki kadar air dan kandungan gizi yang tinggi, namun dalam pembuatan water kefir semangka diperlukan penambahan sukrosa untuk memenuhi nutrisi bagi pertumbuhan mikroorganisme. Pengolahan water kefir semangka merupakan upaya pengembangan pengolahan water kefir serta untuk meningkatkan nilai fungsional semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda terhadap total BAL, total padatan terlarut, total asam, CO2, dan organoleptik water kefir semangka. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (kontrol, sukrosa 3%, sukrosa 6%, sukrosa 9%, sukrosa 12%) dan 4 ulangan. Data hasil pengujian total padatan terlarut, total asam, CO2, total BAL dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) apabila berpengaruh nyata. Data hasil pengujian sifat sensoris dianalisis dengan Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Mann Whitney U Test apabila berpengaruh nyata. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan sukrosa dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap total BAL, total padatan terlarut, total asam, dan CO2 water kefir semangka. Hasil uji sensoris metode rangking menunjukkan bahwa penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap rasa, warna, dan sensasi soda, namun tidak berpengaruh nyata terhadap atribut aroma. Water kefir semangka dengan perlakuan penambahan sukrosa 9% merupakan perlakuan terbaik untuk parameter yang diuji secara menyeluruh. Water kefir processing is still limited and not yet widely known to the public. Watermelon has a high water content and nutrient content, but in making water kefir watermelon, it is necessary to add sucrose to fulfil the nutrients for the growth of microorganisms. The processing of watermelon water kefir is an effort to develop water kefir processing and to increase the functional value of watermelon.This study aims to determine the effect of adding sucrose with different concentrations of total lactic acid bacteria (LAB), total dissolved solids, total acid, CO2, and organoleptic values of water kefir from watermelon fruit. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments (control, sucrose 3%, sucrose 6%, sucrose 9%, sucrose 12%) and 4 replications. The obtained data from total dissolved solid, total acid, CO2, and total lactic acid bacteria (LAB) were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at the 5% significance level and continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) if it had a significant effect. The obtained data from sensory properties were analyzed using Kruskal Wallis at the 5% significant level and continued with the Mann Whitney U Test if it had a significant effect. The results obtained showed that the addition of sucrose with different concentrations had a significant effect (p <0.05) on total dissolved solids, total acid, CO2 and total LAB water kefir watermelon. The sensory test results of the ranking method showed that the addition of sucrose with different concentrations significantly affected the taste, color, and sensation of soda, but did not significantly affect the aroma of water kefir watermelon. Water kefir watermelon with the treatment of adding sucrose 9% was the best treatment for parameters tested thoroughly.
Karakteristik Kadar Air, Kadar Serat dan Rasa Beras Analog Ubi Jalar Putih dengan Penambahan Tepung Labu Kuning Dian Handayani; Nurwantoro Nurwantoro; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2022.26035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung labu kuning pada proses pembuatan beras analog berbasis ubi jalar putih terhadap kadar air, kadar serat, organoleptik rasa. Data hasil pengujian kandungan kadar air, kadar serat dan organoleptik. Analisis kandungan kadar air dan kadar serat dijelaskan secara Deskriptif. Parameter uji organoleptik dianalisis menggunakan non parametrik Kruskall-Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat pengaruh maka akan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan tepung labu kuning berpengaruh (p<0,05) terhadap meningkatnya kadar air, kadar serat.  Uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan tepung labu kuning berpengaruh terhadap rasa beras analog.This study discusses the pumpkin flour in the process of making white sweet potato analog rice based on air content.fiber content.organoleptic taste.Data from the test results of air content. fiber content and organoleptics. Descriptive. Organoleptic test parameters were analyzed using Kruskall-Wallis non parametric with a significance level of 5% and needed to solve them with the Mann-Whitney test. The results obtained show how to obtain pumpkin flour which has been proven to be significant (p <0.05) on water content.fiber content. Organoleptic tests which showed pumpkin flour proved to be analogous to the taste of analog rice.
The Functional Properties of Rabbit Skin Gelatin Compared to Commercial Gelatin and Its Application in Jelly Candy Nurwantoro Nurwantoro; Antonius Hintono; Anang Mohammad Legowo; Sri Mulyani; Tisqa Rizky Quna; Sutaryo Sutaryo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 17 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2022.017.01.1

Abstract

Rabbit skin can be utilized as an ingredient in gelatin making. Gelatin can be used in jelly candy. The study aims to compare the functional properties of rabbit skin gelatin and commercial gelatin in gel strength, viscosity, and ash content and to determine the different test and hedonic test of jelly candy. This study used the t-test with 2 treatments and 8 replications. The rabbit skin gelatin was prepared using hydrochloric acid solution. The commercial gelatin is gelatin from cowhide (Gelita bronze gelatin). The results showed that P1 (rabbit skin gelatin) and P2 (commercial gelatin) were not different on gel strength, however, there was a difference on viscosity and ash content. The difference test on jelly candy state that there was a significant difference between rabbit skin gelatin jelly candy and commercial gelatin jelly candy. The hedonic test on jelly candy gave no difference on texture, flavor, taste, and overall, except there was a difference on color. The color of jelly candy with rabbit skin gelatin is a cloudy white, while jelly candy with commercial gelatin is a clear white. Both jelly candies can be distinguished and accepted by the panelist.
Physical and chemical characteristics of Chitofudregs nugget in comparison to commercial nugget Siti Susanti; Bhakti Etza Setiani; Nurwantoro Nurwantoro; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 12, No 2: June 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v12.i2.pp188-194

Abstract

The study aims to compare the physical characteristics (water holding capacity and cooking loss) and chemical characteristics (moisture, protein, fat, ash, carbohydrate content, and total calories) of Chitofudregs nugget with commercial nuggets. Four categories of nuggets which are Fiesta, So Good, Nugget Curah, and Chitofudregs nugget (FT, SG, NC, and Chitofudregs) were determined as treatments in this study with 5 repetitions for each category. The experimental method of this research was a randomized design complete (RDC). Physically, Chitofudregs had the highest water-holding capacity and the lowest cooking loss among all commercial nuggets (p<0.05) so there were not many nutrient losses during the processing. Chemically, Chitofudregs contained higher water content than one of the commercial-NC nuggets while the protein and ash content was lower than the two types of commercial nuggets (FT and SG) with carbohydrate content which was also lower than the NC commercial nuggets (p<0.05). The fat content and total calories of chitofudreg were the lowest among all commercial nuggets (p<0.05). Chitofudregs are combination nuggets whose physical quality is as good as commercial nuggets with specific chemical characteristics and has potency as a diet product because it is low in fat and calories.
Pengukuran Motivasi Pegawai Penyandang Disabilitas Di PT. Wangta Agung menggunakan Multidimentional Work Motivation Scale Asfan, Muhammad; Nurwantoro, Nurwantoro; Pujiyanto, Risang
FOCUS Vol 5 No 1 (2024): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v5i1.1416

Abstract

Penyandang disabilitas sering kali mengalami putus asa dan kehilangan harapan dalam menjalani hidup karena kondisi yang mereka alami. Namun, banyak juga penyandang disabilitas yang menjadikan kondisi mereka untuk maju dan hidup mandiri. PT.Wangta Agung dipilih sebagai lokasi penelitian karena PT.Wangta Agung mempekerjakan penyandang disabilitas, berupa disabilitas rungu dan grahita. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur motivasi kerja karyawan penyandang disabilitas di PT.Wangta Agung. Responden penelitian ini sebanyak 15 orang karyawan penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode campuran, instrumen kuantitatif dengan menggunakan Multidimentional Work Motivation Scale, dan instrumen kualitatif menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan Analisa data kuantitatif, aspek intrinsic motivation memperoleh score rata-rata tertinggi dengan nilai rata-rata (mean) 4,1533 dan extrinsic regulation–social mempunyai score rata-rata terendah nilai rata-rata (mean) 2,7133. Peran terbesar dalam motivasi kerja karyawan penyandang disabilitas di PT. Wangta Agung adalah aspek Intrinsic Motivation. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian kualitatif dimana karyawan penyandang disabilitas dapat menikmati pekerjaan yang diberikan kepada mereka sehingga mereka merasa bahagia dan lebih termotivasi dalam bekerja.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, KECERAHAN, DAN ORGANOLEPTIK MANISAN KERING BUAH NANAS Putri, Naluri Amella; Nurwantoro, Nurwantoro; Susanti, Siti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 12 No. 3: July 2024
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2024.012.03.6

Abstract

Manisan kering buah nanas (MKBN) merupakan salah satu produk olahan nanas yang berdaya simpan lama. Tahap pengeringan dalam proses produksinya menimbulkan reaksi pencoklatan yang berdampak pada karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat (AS) terhadap kadar air, nilai pH, kecerahan, serta organoleptik MKBN. AS dengan 4 variasi konsentrasi 0; 0,3; 0,6; dan 0,9% (b/b) ditambahkan pada proses pembuatan MKBN (n=5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AS yang ditambahkan pada konsentrasi tertentu secara signifikan mempengaruhi kadar air, pH, kecerahan, dan sifat organoleptik MKBN. Semakin tinggi konsentrasi AS yang ditambahkan pada pembuatan MKBN semakin meningkatkan kadar air, kecerahan, warna kuning, aroma, dan kesukaan, namun menurunkan pH produk (p<0.05). Konsentrasi optimum AS untuk menghasilkan MKBN berkualitas dengan warna kuning cerah dan disukai dicapai pada 0.6%. AS berpotensi sebagai bahan pencerah untuk produksi MKBN berkualitas.
Co-Authors A M Jannah A M Legowo A Prakoso A Purnomoadi A. Prakoso A. Purnomoadi A.M. Legowo Adetya, Nais Pinta Agung Purnomoadi Agung Purnomoadi Ahmad Ni&#039;matullah Albaari Ahmad Ni’matullah Al-Baarri Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Anang M Legowo Andi Febrisiantosa Annisa Shafa Putri Arini Annisya, Shintya Wahyu Antonius Hintono Anum D Ari Wibawa Budi Santosa Arissaputra, Hermawan Asfan, Muhammad Ayu Anesakirani Ayu Ning Jagat Azalia Rohmani Surya Sari Bambang Dwiloka Bambang Sulistiyanto Barlian Rizal Bhakti Etza Setiani Bintoro, V Priyo C Imam Sutrisno Cecilia Ariantika Christian Tandrian Cicilia Nuryati Claradhita Ayu Shauma Clory Agustin Pienarso Cynthia Faradila Dea Erik Bahtiar Desnandia Radhika Ningsih Devi Yuniar Pristiana Dewandhaka Andaru Dian Handayani Dian Wahyu Harjanti Dina Azalea Handayani Duana Martha Saragih Dwi Ahmadi Dipowaseso Dwi Asna Kartika Dwi Sunarti E. Widiastuti Eka Intan Kumala Putri Elisabet Selly Andriani Elisabeth Febriane Lovita Sudjono Emiliana Anggriyani endra fajar pratiwi Fahmi Arifan Farhandhia Devangga Fariza Amelia Anisa Fauzan Achmad Febryan Taufiq Felia Wahono Fransisca Pramiarti Pasca Fransiska Martaryza Forsitawati H. I. Wahyuni Hafizh Azzam Hilmy Hanifah Mustika Wahda Heni Rizqiati Hidayatul Munawaroh I. Isroli Ilma Muliasari Ramadhaningrum Indira Putri Negari, Indira Putri Indri Desy Natalia Siagian Indro Sumantri Ingke Endrina Istiyan PM Kafaah Estancia Kardina Enny Dian Kumalasari Karina Rizqy Anggita Surya Kiryanto Kiryanto L D Ambara L.D. Ambara Laili Rachmawati Lisa Harmi Susanti Lorentia Lydia Margareth Lubis, Dina Mariana Uli Luqman Nauval Hakim Luthfiyah Nur Sulistiyani Maulida Rochmayani Melati Citra Anggraeni Mohammad Ihsan Yahya Prayoga Mohammad Kresna Bayu Nisa Ishma Savitry Nur Ismawati Nurul Aulia Octani Dwi Siswati Perdana, Gilang Ade Prasasti, Rahel Nathania Prasasti Prayoga, M. I. Y. Pujiyanto, Risang Putri Setyoningsih Putri, Naluri Amella Rakita Dewi Mega Rani Widya Pramesthi Rio Sentosa ritna ningsih Rizqiati, H. S Mulyani S. Mulyani S. Sugiharto Sartono, T. A. Selma Husniah Ramadhiyana Elsadi Setya Budi M. Abduh Setya Budi Muhammad Abduh, Setya Budi Muhammad Shindy Raviola Rizka Siti Susanti Siti Susanti, Siti Sri Kusmawati Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Sumarsih Sulistiarto, Sigit SUSANTI, S. Sutaryo Sutaryo Suyadi Suyadi Syavira Aulia taufiqi bagas ramadhani Tisqa Rizky Quna Tria Septiawati Triana Setyawardani Trisna Fitriana Turrini Yudiarti Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta V P Bintoro V. Priyp Bintoro V.P. Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vini Rahimi Warsono Sarengat Wawan Budi Setyawan Widya Tamimi Wisnu Pangestu Setiaji Wiwid Rizqi Maryati Y B Pramono Yehezkiel Bobby Slamet Yoga Pratama Yoga Pratama Yoga Pratama Yosyfa Astiari Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yudonegoro, Ridho Julio Yulindha Yulindha