Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN PEMANIS ALAMI DAUN STEVIA TERHADAP TOTAL PADATAN TERLARUT, TOTAL ASAM, TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN TINGKAT KESUKAAN COCOGURT Tandrian, Christian; Nurwantoro, Nurwantoro; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.30014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pemanis alami daun stevia terhadap total padatan terlarut (TPT), total asam, total bakteri asama laktat (BAL) dan tingkat kesukaan cocogurt. Materi yang digunakan adalah pemanis alami daun stevia, kelapa sayur tua, air mineral, starter yang mengandung Lactobacillus plantarum, MRS agar, NaOH 0,1 N, alumunium foil, indikator PP 1%, dan aquades. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 4 perlakuan berupa penambahan pemanis alami daun stevia dengan konsentrasi 0%, 0,05%, 0,1% dan 0,15% v/v. Data hasil pengujian total padatan terlarut, total asam dan total bakteri asam laktat dianalisis dengan menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data hasil tingkat kesukaan dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa cocogurt dengan penambahan pemanis alami daun stevia memberikan perbedaan nyata (p<0,05) terhadap nilai total padatan terlarut, total asam, total bakteri asam laktat dan tingkat kesukaan. Penambahan pemanis alami daun stevia mampu meningkatkan total padatan terlarut dan tingkat kesukan cocogurt, namun penambahan pemanis alam daun stevia juga menyebabkan penurunan total asam dan total bakteri asam laktat pada cocogurt. Semua perlakuan penambahan pemanis alami daun stevia pada cocogurt telah sesuai dengan standar SNI yogurt nomor 2981:2009 dan berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan cocogurt sebagai pemanis pengganti gula.
KADAR ALKOHOL, KADAR LEMAK, TOTAL PADATAN TERLARUT, DAN TOTAL MIKROBA KEFIR SUSU KERBAU DENGAN KONSENTRASI STARTER YANG BERBEDA Surya, Karina Rizqy Anggita; Rizqiati, Heni; Nurwantoro, Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.26701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kefir grain terhadap kadar alkohol, kadar lemak, total padatan terlarut dan total mikroba kefir susu kerbau dan untuk mengetahui apakah parameter tersebut sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang diberikan adalah (T1) konsentrasi kefir grain 2,5%, (T2) konsentrasi kefir grain 5%, (T3) konsentrasi kefir grain 7,5%, dan (T4) konsentrasi kefir grain 10%. Parameter yang diamati adalah kadar alkohol, kadar lemak, total padatan terlarut dan total mikroba. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Konsentrasi kefir grain memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar lemak, kadar alkohol, total padatan terlarut dan total mikroba. Semakin banyak konsentrasi kefir grain maka kadar alkohol dan total mikroba semakin meningkat. Semakin banyak konsentrasi kefir grain maka kadar lemak dan total padatan terlarut semakin menurun.The research aims to determine the effect of kefir grain concentration on alcohol content, fat content, total dissolved solids and total buffalo milk kefir microbes and to find out whether these parameters are in accordance with predetermined standards.The study used a Completely Randomized Design (CRD) with treatments given were (T1) kefir grain concentration of 2.5%, (T2) 5% kefir grain concentration, (T3) kefir grain concentration of 7.5%, and (T4) concentration 10% kefir grain. The parameters observed were alcohol content, fat content, total dissolved solids and total microbes. Data from the test results were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test with a significance level of 5% and if there is a difference then proceed with the Duncan test. Kefir grain concentration has a significant effect (p<0,05) on fat content, alcohol content, total dissolved solids and total microbes. The more concentrations of kefir grain, the alcohol content and total microbes increase. The more concentration of kefir grain, the fat content and total dissolved solids decreasesThe research aims to determine the effect of kefir grain concentration on alcohol content, fat content, total dissolved solids and total buffalo milk kefir microbes and to find out whether these parameters are in accordance with predetermined standards.The study used a Completely Randomized Design (CRD) with treatments given were (T1) kefir grain concentration of 2.5%, (T2) 5% kefir grain concentration, (T3) kefir grain concentration of 7.5%, and (T4) concentration 10% kefir grain. The parameters observed were alcohol content, fat content, total dissolved solids and total microbes. Data from the test results were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test with a significance level of 5% and if there is a difference then proceed with the Duncan test. Kefir grain concentration has a significant effect (p<0,05) on fat content, alcohol content, total dissolved solids and total microbes. The more concentrations of kefir grain, the alcohol content and total microbes increase. The more concentration of kefir grain, the fat content and total dissolved solids decreases.
Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Minuman Soygurt Sari Kedelai yang Disubstitusi dengan Sari Kapri Rahimi, Vini; Nurwantoro, Nurwantoro; Setiani, Bhakti Etza
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.26651

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sari kapri terhadap total padatan terlarut, total asam dan viskositas dari soygurt. Soygurt merupakan minuman berbahan dasar sari kedelai yang difermentasi dengan bakteri asam laktat dan memiliki karakteristik seperti yogurt. Penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan menggunakan perlakuan variasi konsentrasi substitusi sari kapri yaitu T0100% sari kedelai, 0% sari kapri; T1sari kedelai 90%, sari kapri 10%; T2sari kedelai 80%, sari kapri 20%; T3sari kedelai 70%, sari kapri 30%; dan T4 sari kedelai 60%, sari kapri 40%. Penelitian ini menggunakan bahan baku kacang kedelai, kacang kapri, susu skim dan starter yogurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi substitusi sari kapri tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada total asam dan viskositas, tetapi berpengaruh nyata (p<0,05) pada total padatan terlarut. Pada uji kesukaan, perbedaan konsentrasi substitusi sari kapri tidak berpengaruh nyata (p<0,05) pada aroma, rasa, dan overall kesukaan, tetapi berpengaruh nyata (p>0,05) pada warna, tekstur, dan aroma langu.AbstractThis study aims to determine the effect of capri extract substitution on total dissolved solids, total acid and viscosity of soygurt. Soygurt is a beverage made from soybean juice fermented with lactic acid bacteria and has characteristics such as yogurt. This research was conducted with 5 treatments and 4 replications using variations in the concentration of capri extract substitution treatment namely T0 100% soybean extract, 0% pea extract; T1 soybean extract 90%, 10% pea extract; T2 soybean extract 80%, pea extract 20%; T3 70% soybean extract, 30% pea extract; and T4 soybean extract 60%, pea extract 40%. This research uses raw materials of soybeans, peas, skim milk and yogurt starter. The results showed that the difference in concentration of capri extract substitution did not have a significant effect (p> 0.05) on total acid and viscosity, but had a significant effect on the total dissolved solids. In the preference test, the difference in concentration of capri extract substitution did not significantly affect the texture, taste, color, curvature, and overall preference, but it did have a significant effect on the aroma.
Kadar Lemak dan Organoleptik Daging Analog Jamur Shitake dengan Perbandingan Tepung Terigu dan Tepung Biji Kecipir Berbeda Septiawati, Tria; Nurwantoro, Nurwantoro; Pramono, Yoyok Budi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.35146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan perbandingan tepung terigu dan tepung biji kecipir terhadap kandungan lemak dan organoleptik daging analog jamur shitake. Materi yang digunakan adalah jamur shitake, biji kecipir, tepung terigu dan bahan tambahan lain untuk membuat daging analog dengan formulasi yang berbeda tiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 replikasi. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 4 perlakuan perbedaan perbandingan tepung biji kecipir, jamur shitake dan tepung terigu dengan perbandingan 0:3:7; 1:3:6; 2:3:5; dan 3:3:4. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Variance (ANOVA) untuk data parametrik dan Uji Kruskal-Wallis untuk data non-parametrik pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa daging analog jamur shitake dengan perbedaan perbandingan tepung terigu dan tepung biji kecipir memberi pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kadar lemak dan organoleptik daging analog jamur shitake. Semakin banyak penggunaan tepung biji kecipir dapat meningkatkan kadar lemak dan meningkatkan kesukaan warna dan tekstur daging analog jamur shitake. Perlakuan dengan perbandingan antara tepung biji kecipir, jamur shitake dan tepung terigu berturut-turut yaitu 2:3:5 (P2) merupakan perlakuan terbaik.The aim of this research was to find out the effect of differences ratio of wheat flour and winged bean seeds flour on fat content, and organoleptic shitake mushroom meat analog. The material used were shitake mushrooms, winged bean, wheat flour, and other additives to make analog meat with different formulations for each treatment. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replication. The research consisted by a formulation which was divided into 4 treatments with the different ratio of winged bean seeds flour, shiitake mushroom and wheat flour with ratio of 0:3:7; 1:3:6; 2:3:5; and 3:3:4.  Data analysis used was Analysis of Variance (ANOVA) for parametric data and Kruskal-Wallis test for non-parametric data at 5% significance level. The result showed that shiitake mushroom analog meat with different ratio of wheat flour dan winged bean seeds flour had a real effect (P<0,05) to fat content and organoleptic.The more use of winged bean seeds flour can increase fat content and preferences color and texture of shiitake mushroom analog meat. The treatment with different ratio of winged bean seeds flour, shiitake mushroom and wheat floor in a row 2:3:5 is the best treatment.
Pengaruh Penambahan Karagenan terhadap Karakteristik Fisik dan Organoleptik pada Fruit Leather Carica Forsitawati, Fransiska Martaryza; Nurwantoro, Nurwantoro; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.28660

Abstract

Carica merupakan salah satu spesies tumbuhan yang mirip dengan pepaya namun berukuran lebih kecil. Fruit leather adalah salah satu makanan berbentuk lembaran, bertekstur plastis, kenampakan seperti kulit, terlihat mengkilat, dan dapat dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap kekerasan (hardness), pH, total padatan terlarut (TPT) dan organoleptik fruit leather carica. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi karagenan yaitu T0=0%, T1=0,25%, T2=0,5%, T3=0,75% dan T4=1%. Bahan baku yang digunakan yaitu carica, karagenan, gula, air, dan asam sitrat. Hasil dari penelitian ini yaitu penambahan konsentrasi karagenan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kekerasan (hardness), pH, TPT, dan organoleptik fruit leather carica. Perlakuan yang optimal adalah penambahan karagenan 0,5% karena menghasilkan kekerasan (hardness) (3951,48gf), pH (5,22), total padatan terlarut (5,45oBrix), nilai warna 3,55 (netral), nilai aroma 3,30 (netral), nilai rasa 3,25 (netral), dan nilai tekstur 3,40 (netral). Carica is one of plants species that similar like papaya but smaller. Fruit leather is a food in sheet form, plastic texture, looks like skin, shiny, and can be consumed directly. This research aims to determine the effect of carrageenan addition on hardness, pH, total solids (TPT), and organoleptic characteristics of carica fruit leather. This research used 5 treatments and 4 replications with variation of carrageenan concentrations are T0=0%, T1=0.25%, T2=0.5%, T3=0.75%, and T4=1%. The materials used are carica, carrageenan, sugar, water, and citric acid. The result shown that different addition of carrageenan concentrations had a significant effect (P<0.05) on hardness, pH, TPT, and organoleptic of carica fruit leather. The optimal treatment is with addition of 0.5% carrageenan because it produces hardness (3951.48gf), pH (5.22), total solid (5.45oBrix), the value of color 3.55 (neutral), the value of flavor 3.30 (neutral), the value of taste 3.25 (neutral), and the value of texture 3.40 (neutral). 
Viskositas, pH, Aktivitas Air, dan Hedonik Sirup Jeruk Sunkist (Citrus sinensis)-Kayu Manis (Cinnamomum verum) dengan Variasi Penambahan Gula El Fayyadh, Muhammad Ariq Ghoniy; Dwiloka, Bambang; Nurwantoro, Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2023.33238

Abstract

AbstrakJeruk Sunkist merupakan buah yang disukai banyak orang karena memiliki rasa yang manis sehingga jeruk Sunkist dapat di olah menjadi sirup yang diawali dengan jeruk Sunkist dipotong dan dimasukkan kedalam plastic vacuum kemudian ditambah gula dan kayu manis dan dipanaskan dengan sousvide dengan suhu 60oC dalam waktu 2 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula dan kayu manis terhadap viskostas kadar pH, aktivitas air dan uji organoleptik dari sirup buah jeruk Sunkist. Bahan pada pembuatan sirup buah Sunkist yaitu jeruk Sunkist, kayu manis, air mineral dan gula. Penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menerapkan 4 perlakuan dengan 5 kali pengulangan dengan perbandingan jeruk Sunkist dan kayu manis 1:25 dengan gula 60% dari volume jeruk, 1:50 dengan gula 60% dari volume jeruk, 1:25 dengan gula 70% dari volume jeruk, dan 1:50 dengan gula 70% dari volume jeruk. Data yang diperoleh dari uji viskositas, pH, aktivitas air dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test. Uji hedonik dianalisis menggunakan uji Kruskall-Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Sirup jeruk Sunkist terbaik yaitu sirup jeruk dengan komposisi jeruk Sunkist dan kayumanis 1:50 dengan penambahan gula 70% menghasilkan sirup jeruk Sunkist dengan viskositas tertinggi, pH tertinggi, aw terendah, dan warna yang paling disukai oleh panelis. Kata kunci: sousvide, jeruk Sunkist, gula. Abstract          Sunkist orange is a fruit that is liked by many people because it has a sweet taste so that Sunkist oranges can be processed into syrup starting with Sunkist oranges cut and put into plastic vacuum then added sugar and cinnamon and heated with sousvide at a temperature of 60 o C for 2 hours. This study aims to determine the effect of adding sugar and cinnamon on the viscosity of pH levels, water activity and organoleptic tests of Sunkist citrus fruit syrup. The ingredients for making Sunkist fruit syrup are Sunkist oranges, cinnamon , mineral water and sugar. Research with a completely randomized design (CRD) applied 4 treatments with 5 repetitions with a ratio of Sunkist oranges and cinnamon 1:25 with sugar 60% of the volume of oranges, 1:50 with sugar 60% of the volume of oranges, 1:25 with sugar 70% of the volume of oranges, and 1:50 with sugar 70% of the volume of oranges. The data obtained from the physical and chemical characteristic tests were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) method with a significance level of 5% and continued with the Duncan Multiple Range Test . The hedonic test was analyzed using the Kruskall-Wallis test with a significance level of 5% and continued with the Mann-Whitney test. The best Sunkist orange syrup is orange syrup with the composition of Sunkist orange and cinnamon 1:50 with the addition of 70% sugar to produce Sunkist orange syrup with the highest viscosity, highest pH, lowest aw, and the most preferred color by the panelists.Keywords : sousvide, Sunkist orange, sugar.
Pengukuran Motivasi Pegawai Penyandang Disabilitas Di PT. Wangta Agung menggunakan Multidimentional Work Motivation Scale Asfan, Muhammad; Nurwantoro, Nurwantoro; Pujiyanto, Risang
FOCUS Vol 5 No 1 (2024): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v5i1.1416

Abstract

Penyandang disabilitas sering kali mengalami putus asa dan kehilangan harapan dalam menjalani hidup karena kondisi yang mereka alami. Namun, banyak juga penyandang disabilitas yang menjadikan kondisi mereka untuk maju dan hidup mandiri. PT.Wangta Agung dipilih sebagai lokasi penelitian karena PT.Wangta Agung mempekerjakan penyandang disabilitas, berupa disabilitas rungu dan grahita. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur motivasi kerja karyawan penyandang disabilitas di PT.Wangta Agung. Responden penelitian ini sebanyak 15 orang karyawan penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode campuran, instrumen kuantitatif dengan menggunakan Multidimentional Work Motivation Scale, dan instrumen kualitatif menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan Analisa data kuantitatif, aspek intrinsic motivation memperoleh score rata-rata tertinggi dengan nilai rata-rata (mean) 4,1533 dan extrinsic regulation–social mempunyai score rata-rata terendah nilai rata-rata (mean) 2,7133. Peran terbesar dalam motivasi kerja karyawan penyandang disabilitas di PT. Wangta Agung adalah aspek Intrinsic Motivation. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian kualitatif dimana karyawan penyandang disabilitas dapat menikmati pekerjaan yang diberikan kepada mereka sehingga mereka merasa bahagia dan lebih termotivasi dalam bekerja.
Determination of The Optimum pH and Enzyme Ratio for Starch Hydrolysis Test and Characterization of Steamed, Baked, and Fried Wheat Doughs Abduh, Setya Budi Muhammad; Bintoro, V. Priyo; Nurwantoro, Nurwantoro; Yunianto, Vitus Dwi; Pramono, Yoyok Budi
Journal of Applied Food Technology Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Dept. Food Technology, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jaft.18727

Abstract

Digestibility is the most important nutritional functionality of starchy foods. Unfortunately, in Indonesia, this functionality has not been extensively studied due to the relatively challenging methods involving enzymes. This research aims to determine the optimal pH and enzyme ratio of α-amylase (AA) and glucoamylase (GA) for starch hydrolysis tests and apply them to characterize steamed, baked, and fried wheat doughs. For optimization, hydrolysis was carried out at 37 °C with an enzyme-to-substrate ratio (E/S) of 100 mL/g for 120 min. Samples of wheat dough obtained from three major dough producers in Banyumanik, Semarang, Indonesia was then tested for starch hydrolysis, texture, chemical analyses, sensory, and hedonic test. The collected data were analysed using principal component analysis (PCA). Under the determined conditions, the optimal pH and AA/GA ratio were found to be 6.6 and 0.5. Regarding quality of processed doughs, the steamed dough exhibited a cohesive texture, a soft sensory profile with a pleasant aroma, sweet taste, and was most preferred by the panellists. The baked dough was hard in texture, high in ash content, and brown in colour. The fried dough poses high starch hydrolysis, chewy texture, adhesion, solid particles, protein content, and relatively high lipid. The sensory evaluation indicated that the fried dough poses an oily, rancid, foreign aroma, and bitter and salty taste. It can be concluded that at a temperature of 37 °C, an enzyme-to-substrate ratio of 100 mL/g, and a reaction time of 120 min, the optimal starch hydrolysis of processed wheat dough can be achieved at a pH of 6.6 and an AA/GA ratio of 0.5. Furthermore, steaming resulted in a unique property of dough compared to the baked and fried, while the latter two yielded products with similar properties.
The Effect of Fermentation Time on the Physicochemical and Microbiological Qualities of Buffalo Colostrum Kefir Rizqiati, Heni; Nurwantoro, Nurwantoro; Prayitno, Edi; Muttaqin, Izza Wildani; Pangestu, Ridho
Journal of Applied Food Technology Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Dept. Food Technology, Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jaft.20732

Abstract

This research aims to determine the best fermentation time to produce optimal buffalo colostrum kefir. Different fermentation times at 12, 24, 36, and 48 hours were used to measure the physicochemical and microbiological characteristics of buffalo colostrum kefir. To produce buffalo colostrum kefir, fermentation process at room temperature (27˚C±1) was used. Viscosity was measured using Ostwald viscometer and Total Dissolved Solid (TDS) was measured digital refractometer. Titratable acidity was analyzed using titration method and pH value was measured using pH meter. Protein content was analyzed using Kjeldahl method and fat content was analyzed using Soxhlet method. The result shows no significant differences (P>0.05) in viscosity which results in a value of 0.92±0.09 to 0.80±0.04 cP. Meanwhile, it shows significant differences (P<0.05) on TDS (24.02±0.80 to 13.30±0.76 ºBrix), titrable acid (1.96±0.10 to 2.53±0.04%), pH value (3.95±0.03 to 3.37±0.04), protein content (14.41±0.94 to 10.57±0.68%), fat content (20.33±0.88 to 6.89±0.90%), total LAB (2.85x106 to 9.57x106 CFU/ml), total yeast (2.16x105 to 7.76x105 CFU/ml), and total microbes (5.15x106 to 5.21x106 CFU/ml). The best treatment was 36 hours of fermentation with 20% grain concentration (w/v) because it produced the highest total Lactic Acid Bacteria (LAB), total yeast, and total microbes so it is potential to be a probiotic drink. 
PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, KECERAHAN, DAN ORGANOLEPTIK MANISAN KERING BUAH NANAS Putri, Naluri Amella; Nurwantoro, Nurwantoro; Susanti, Siti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 12 No. 3: July 2024
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2024.012.03.6

Abstract

Manisan kering buah nanas (MKBN) merupakan salah satu produk olahan nanas yang berdaya simpan lama. Tahap pengeringan dalam proses produksinya menimbulkan reaksi pencoklatan yang berdampak pada karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat (AS) terhadap kadar air, nilai pH, kecerahan, serta organoleptik MKBN. AS dengan 4 variasi konsentrasi 0; 0,3; 0,6; dan 0,9% (b/b) ditambahkan pada proses pembuatan MKBN (n=5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AS yang ditambahkan pada konsentrasi tertentu secara signifikan mempengaruhi kadar air, pH, kecerahan, dan sifat organoleptik MKBN. Semakin tinggi konsentrasi AS yang ditambahkan pada pembuatan MKBN semakin meningkatkan kadar air, kecerahan, warna kuning, aroma, dan kesukaan, namun menurunkan pH produk (p<0.05). Konsentrasi optimum AS untuk menghasilkan MKBN berkualitas dengan warna kuning cerah dan disukai dicapai pada 0.6%. AS berpotensi sebagai bahan pencerah untuk produksi MKBN berkualitas.
Co-Authors A M Jannah A M Legowo A Prakoso A Purnomoadi A. Prakoso A. Purnomoadi A.M. Legowo Abdullah, Sabina Fairuz Jinan Agung Purnomoadi Agung Purnomoadi Ahmad Ni&#039;matullah Albaari Ahmad Ni’matullah Al-Baarri Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Anang M Legowo Andi Febrisiantosa Annisya, Shintya Wahyu Antonius Hintono Anum D Ari Wibawa Budi Santosa Arini, Annisa Shafa Putri Arissaputra, Hermawan Asfan, Muhammad Ayu Anesakirani Ayu Ning Jagat Azalia Rohmani Surya Sari Bambang Dwiloka Bambang Sulistiyanto Barlian Rizal Bhakti Etza Setiani Bintoro, V Priyo Bintoro, V. Priyo C Imam Sutrisno Cecilia Ariantika Cicilia Nuryati Claradhita Ayu Shauma Clory Agustin Pienarso Cynthia Faradila Dea Erik Bahtiar Desnandia Radhika Ningsih Devi Yuniar Pristiana Dewandhaka Andaru Dian Handayani Dian Wahyu Harjanti Dina Azalea Handayani Duana Martha Saragih Dwi Ahmadi Dipowaseso Dwi Sunarti E. Widiastuti Edi Prayitno, Edi Eka Intan Kumala Putri El Fayyadh, Muhammad Ariq Ghoniy Elisabet Selly Andriani endra fajar pratiwi Fahmi Arifan Farhandhia Devangga Fariza Amelia Anisa Fauzan Achmad Febryan Taufiq Felia Wahono Forsitawati, Fransiska Martaryza Fransisca Pramiarti Pasca H. I. Wahyuni Hafizh Azzam Hilmy Hanifah Mustika Wahda Heni Rizqiati Heni Rizqiati Hidayatul Munawaroh I. Isroli Indira Putri Negari, Indira Putri Indri Desy Natalia Siagian Indro Sumantri Ingke Endrina Istiyan PM Kafaah Estancia Kardina Enny Dian Kumalasari Kiryanto Kiryanto L D Ambara L.D. Ambara Lisa Harmi Susanti Lorentia Lydia Margareth Lubis, Dina Mariana Uli Luqman Nauval Hakim Luthfiyah Nur Sulistiyani Maulida Rochmayani Melati Citra Anggraeni Mohammad Ihsan Yahya Prayoga Mohammad Kresna Bayu Muttaqin, Izza Wildani Nisa Ishma Savitry Nur Ismawati Nurul Aulia Octani Dwi Siswati Pangestu, Ridho Perdana, Gilang Ade Prasasti, Rahel Nathania Prasasti Prayoga, M. I. Y. Pujiyanto, Risang Putri Setyoningsih Putri, Naluri Amella Rahimi, Vini Rakita Dewi Mega Ramadhaningrum, Ilma Muliasari Rani Widya Pramesthi Rio Sentosa ritna ningsih Rizqiati, H. S Mulyani S. Mulyani S. Sugiharto Sartono, T. A. Selma Husniah Ramadhiyana Elsadi Septiawati, Tria Setya Budi M. Abduh Setya Budi Muhammad Abduh, Setya Budi Muhammad Shindy Raviola Rizka Siti Susanti Siti Susanti, Siti Sri Kusmawati Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Sumarsih Sudjono, Elisabeth Febriane Lovita Sulistiarto, Sigit Surya, Karina Rizqy Anggita SUSANTI, S. Sutaryo Sutaryo Suyadi Suyadi Syavira Aulia Tandrian, Christian taufiqi bagas ramadhani Tisqa Rizky Quna Triana Setyawardani Trisna Fitriana Turrini Yudiarti Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta V P Bintoro V. Priyp Bintoro V.P. Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi Warsono Sarengat Wawan Budi Setyawan Widya Tamimi Wisnu Pangestu Setiaji Wiwid Rizqi Maryati Y B Pramono Yehezkiel Bobby Slamet Yoga Pratama Yoga Pratama Yoga Pratama Yosyfa Astiari Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yoyok Budi Pramono Yudonegoro, Ridho Julio Yulindha Yulindha