Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. R Umur 24 Tahun di Puskesmas Wonokerto Kabupaten Pekalongan Isrina Yuliati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of obstetric care from pregnancy, childbirth, puerperium, neonates to decide to use birth control. This is intended as an effort to help monitor and detect possible possibilities The onset of complications that accompany the mother and baby from the time of pregnancy until the mother uses birth control. Midwifery care methods at Wonokerto Community Health Center, Pekalongan Regency and through home visits by providing counseling according to the needs of mothers. The obstetric care given to Mrs.R lasts from pregnancy, childbirth, puerperium, neonates to birth control with a frequency of pregnancy visits 3 times, childbirth 1 time, puerperium 3 times, neonates 3 times, and birth control 1 times. On Mrs.R the process of pregnancy runs physiologically, there are no problems or complications, even though in TM III the mother has back pain. There was no progress during the first stage of labor and the patient was referred to the hospital. Management has been carried out according to 60 APNs. In obstetric care, the puerperium period is normal and smooth.  In providing obstetric care for birth control, mothers have been given counseling and decided to use Implant KB Continuity of care that has been carried out on Mrs.R during pregnancy, childbirth, puerperium, newborns, and family planning obtained examination results within normal limits and no accompanying complications. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will then always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu                  memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Wonokerto Kabupaten Pekalongan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.R berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 3 kali, neonatus 3 kali, serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.R proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi. Proses persalinan mengalami kala I tidak ada kemajuan dan pasien dirujuk ke rumah sakit. Penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar. Asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. R saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di Desa Langensari Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran Desy Nur Kholimah; Salwa Pramudya Putri; Rosadah Nur Hanifah; Rika Dwi Setyaningsih; Anik Agustina; Lynda Ayu Safitri; Wahyu Kristiningrum; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is a critical period for the emergence of problems and diseases, which often raises concerns among parents. An immature immune system makes this period vulnerable to attacks from microorganisms that arise due to inadequately met basic needs. Eating difficulties are a common issue in providing food and nutritional needs that are generally found in children and become a health problem worldwide. Most eating difficulties in infants and children are related to growth and developmental disorders. The target of this activity is toddlers in Langensari Village. The activities include preparation, pre-test, implementation of the activity, demonstrating tuina massage on toddlers using leaflets, evaluation, and conducting a post-test. The preparation for community service regarding Tuina Massage to improve appetite in toddlers started with an analysis through interviews with the village midwife. After conducting the interview and identifying the problem, which is that many children have difficulties eating and the weight of toddlers is not increasing, and there is no increase in every posyandu. Then, a discussion was held on what topics would be presented during the community service, determining the number of respondents, which is 21 toddlers. Information media such as leaflets were created. After that, and refreshments that will be provided during the event. The researcher obtained information in the form of responses from the pre-test and post-test, where the statements have been systematically arranged so that they are easy for the respondents to understand.   Abstrak Balita merupakan masa yang rawan timbulnya permasalahan dan penyakit, yang sering kali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Sistem imunitas yang belum matur sempurna menyebabkan masa ini rentan terkena serangan dari mikroorganisme yang muncul akibat kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi secara adekuat. Kesulitan makan merupakan masalah dalam pemberian makanan maupun kebutuhan gizi yng pada umumnya dijumpai pada anak dan menjadi masalah Kesehatan diseluruh dunia. Sebagian besar kesulitan makan pada bayi dan anak berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan.  Sasaran dalam kegiatan ini adalah balita di Desa Langensari. Bentuk kegiatannya meliputi persiapan, pretest, pelaksanaan kegiatan, mendemonstrasikan pijatan tuina pada balita dengan media leaflet, evaluasi dan melakukan post test. Persiapan pengabdian masyarakat tentang Pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan pada balita dimulai dari Analisa dengan wawancara Bidan Desa, setelah melakukan wawancara dan menemukan masalah yaitu banyak anak yang susah makan dan berat badan  balita ada yang tidak naik dan setiap posyandu tidak bertambah. Kemudian melakukan diskusi topik apa yang akan disampaikan pada pengabdian masyarakat, menentukan data jumlah responden, yaitu 21 balita. Membuat media informasi berupa leaflet. Peneliti memperoleh informasi berupa hasil jawaban dari pengisian pre-test dan post-test, dimana sudah disusun secara sistematis pernyataannya sehingga tidak sulit untuk dipahami oleh responden.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Lia Ida Farida; Ari Widyaningsih
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.769 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v12i1.295

Abstract

Persalinana adalah proses membuka dan menipisnya serta turunnya janin ke jalan lahir. Nyeri saat proses persalinan dapat menimbulkan ketakutan, yang dapat mengakibatkan rasa tegang, kepanikan serta menimbulkan sumber stress bagi ibu bersalin. Stress dapat merangsang hormone seperti katekolamin dan hormon adrenalin keluar berlebihan yang mengakibatkan uterus akan menjadi semakin tegang sehingga alirandarah dan oksigen ke dalam otot uterus berkurang karena arteri mengecil dan menyempit akibatnyaa dalah rasa nyeri yang dapat mengurangi pasokan oksigen ke janin. Salah satu metode non farmakologi yang dapat mengurangi nyeri persalinan yaitu teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang Teknik Relaksasi Nafas Dalam. Penelitian ini menggunakan desa indeskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil sebanyak 57 responden. Tehnik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 57 responden. Metode pengumpulan data yaitu kuesioner berupa pernyataan. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil analisis univariat, sebagian dari responden berpengetahuan cukup tentang teknik relaksasi nafas dalam sebanyak 34 responden (59,6%), berpengetahuan baik tentang pengertian teknik relaksasi nafas dalam sebanyak 26 responden (45,6%), berpengetahuan cukup tentang tujuan teknik relaksasi nafas dalam sebanyak 35 responden (61,4%), berpengetahuan cukup tentang manfaat teknik relaksasi nafas dalam sebanyak 39 responden (68,4%), dan berpengetahuan kurang tentang tahapan teknik relaksasi nafas dalam sebanyak 25 responden (43,9%). Sebagian besaribudalampengetahuancukupberdasarkan pengetahuan teknik relaksasi nafas dalam 34 responden (59,6%) sedangkan berpengetahuan kurang berdasarkan tahapan teknik relaksasi nafas dalam. Disarankan untuk tenaga kesehatan di PuskesmasTanjung Lago dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang teknik relaksasi nafas dalam.
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Ari Widyaningsih; Pirawati
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i2.374

Abstract

Masa transisi bayi merupakan masa yang sangat kritis pada bayidalam upaya untuk dapat bertahan hidup. Bayi baru lahir harusberadaptasi dengan kehidupan di luar uterus yang suhunya jauhlebih dingin bila dibandingkan suhu didalam uterus yang relatiflebih hangat sekitar 37ºC. Bayi tidak bisa mengatur suhu tubuhmereka sehingga akan mengalami stres dengan perubahanlingkungan. Kulit dada ibu yang melahirkan 1º C lebih panas dariibu yang tidak melahirkan. Dada ibu menghangatkan bayi dengantepat selama merangkak mencari payudara. Tujuan dari penelitianini untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusui dini dengan suhutubuh bayi baru lahir. Metode penelitian yang digunakan adalahkuantitatif korelasi dengan menggunakan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi barulahir dari bulan Mei-November tahun 2022. Jumlah sampel 60orang teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Hasilnya terdapat hubungan yang signifikan antara inisiasi menyusudini dengan suhu tubuh bayi baru lahir dengan hasil nilai p value0,000 < 0,05. Kesimpulan pada penelitian ini diketahui bahwa bayibaru lahir yang diberikan IMD mayoritas memiliki suhu tubuhnormal yaitu ntara 36,5°C – 37,5°C ada 40 (66,7%).
Pemanfaatan Instrumen DASS dan EPDS Guna Deteksi Dini Penyimpangan Psikologis Ibu Bersalin dan Pasca Salin pada Bidan Kabupaten Semarang Moneca Diah Listiyaningsih; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Ari Andayani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4476

Abstract

Postpartum mental disorders are a global health problem with the prevalence of postpartum depression reaching 17.22% globally. The level of knowledge of midwives in Semarang Regency regarding the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instruments is still low, with approximately 65% ​​of midwives not understanding the use of these instruments comprehensively. This Community Service aims to empower midwives in Semarang Regency to utilize and apply the DASS and EPDS instruments for early detection of psychological abnormalities during labor and postpartum. Community Service is carried out by providing health education about the DASS and EPDS Instruments for early detection of psychological abnormalities in mothers during labor and postpartum, involving 34 midwives working at the Delima Midwifery Center (TPMB) in Semarang Regency. The implementation of the activity was carried out in five systematic stages including location surveys, material preparation, pre-tests, socialization and training, and post-test evaluation. The results of the community service show a significant increase in midwives' knowledge from an average pre-test score of 7.97 to 9.59 in the post-test, an increase of 20.3%. The percentage of respondents with good knowledge increased from 38.2% to 94.1%. The analysis showed a highly significant difference (p < 0.001). The Community Service Program significantly improved midwives' competency in using the DASS and EPDS instruments. It is recommended to replicate the program across all TPMB in Semarang Regency and other regions, as well as develop an ongoing monitoring system to ensure program sustainability.   ABSTRAK Gangguan mental pascamelahirkan merupakan permasalahan kesehatan global dengan prevalensi depresi postpartum mencapai 17,22% secara global. Tingkat pengetahuan bidan di Kabupaten Semarang tentang instrumen Depression Anxiety Stress Scales (DASS) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) masih rendah yaitu sekitar 65% bidan belum memahami penggunaan instrumen tersebut secara komprehensif. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan bidan di Kabupaten Semarang dalam memanfaatkan dan menerapkan instrumen DASS dan EPDS untuk deteksi dini penyimpangan psikologis pada masa persalinan dan pascasalin. Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang Instrumen DASS dan EPDS guna deteksi dini penyimpangan psikologis ibu bersalin dan pasca salin dengan melibatkan 34 bidan yang bekerja di TPMB Bidan Delima Kabupaten Semarang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam lima tahap sistematis meliputi survei lokasi, persiapan materi, pretest, sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi posttest. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan bidan yang signifikan dari rata-rata skor pretest 7,97 menjadi 9,59 pada posttest dengan peningkatan 20,3%. Persentase responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 38,2% menjadi 94,1%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,001). Program Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kompetensi bidan dalam menggunakan instrumen DASS dan EPDS secara signifikan. Disarankan untuk melakukan replikasi program ke seluruh TPMB di Kabupaten Semarang dan wilayah lain, serta mengembangkan sistem monitoring berkelanjutan untuk memastikan sustainability program.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny.P Umur 19 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 37 Minggu Fisiologis di Puskesmas Jumo Ristiyanawati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (AKI) and Infant Mortality Rate (AKB) are one of the important indicators in describing the degree of health in society. Based on data from the Ministry  of  Health’s  Maternal  Perinatal  Death Notification (MPDN) system, the maternal mortality rate in 2022 reached 4,005 and in 2023 increased to 4,129.The causes of maternal death include hypertension and postpartum hemorrhage. The infant mortality rate in 2022 is 20,882 and in 2023 is 29,945 with the cause of death due to BBLR, asphyxia and congenital diseases (Mediakom, 2024) Continuity of Care in midwifery is a series of continuous and comprehensive care ranging from pregnancy, childbirth, postpartum to newborn services and family planning services that connect women's health needs, especially in the personal circumstances of each individual. Continuity of care is fundamental in the midwifery practice model to provide holistic care, build sustainable partnerships and provide support, and foster a relationship of mutual trust between midwives and clients (Yulizwati, henni fitria, 2021) Based on Permenkes Number 21 of 2021 concerning the Implementation of Health Services in the Pre-Pregnancy, Pregnancy, Childbirth and Postpartum Period, Contraceptive Services and Sexual Health Services in article 4 states that health services during pregnancy, pre-pregnancy, childbirth, postpartum period, contraceptive services and sexual health services are carried out with a promotive, preventive, curative, and rehabilitative approach that is carried out in a proactive manner comprehensive, integrated and sustainable. These services are carried out by health workers and/or non-health workers, both in government-owned and private health service facilities, as well as outside health facilities. The Continuity of Care approach seeks to address maternal and child health problems from preconception to pregnancy, childbirth, and postpartum as a unit. This study aims to provide obstetric care to 73 Mrs.P aged 19 years G1P0A0 37 weeks pregnant with a normal pregnancy at the Sragi 1 Health Center. The data collection method uses primary data and secondary data. Primary data was obtained from observations, Mrs. P decided to use 3-month injectable birth control, after being given comprehensive obstetric care starting from pregnancy, childbirth, postpartum.   Abstrak Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indicator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) system pencatatan kematian ibu Kementrian Kesehatan , Angka Kematian Ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 dan Tahun 2023 meningkat menjadi 4.129. Penyebab kematian ibu diantaranya hipertensi dan perdarahan pasca salin. Angka Kematian Bayi pada tahun 2022 sebanyak 20.882 dan Tahun 2023 sebesar 29.945 dengan penyebab kematian karena BBLR, asfiksia dan penyakit bawaan (Mediakom, 2024). Continuity of Care dalam kebidanan adalah serangkaian asuhan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dalam keadaan pribadi setiap individu. Continuity of Care merupakan hal yang mendasar dalam model praktik kebidanan untuk memberikan asuhan yang holisttik, membangun kemitraan yang berkelanjutan dan memberikan dukungan, serta membina hubungan saling percaya antara bidan dengan klien (Yulizwati, henni fitria, 2021). Berdasarkan Permenkes Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi dan Pelayanan Kesehatan Seksual dalam pasal 4 menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan masa sebeum hamil, mas hamil, persalinan, masa sesudah melahirkan, pelayanan kontrasepsi dan pelayanan kesehatan seksual diselenggarakan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan tersebut dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan atau tenaga non kesehatan, baik di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta, maupun di luar fasyankes. Pendekatan Continuity of Care diupayakan menangani masalah kesehatan ibu dan anak dari masa pra konsepsi sampai masa kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan sebagai satu kesatuan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memberikan  asuhan kebidanan pada Ny. D umur 20 tahun G1P0A0 hamil 37  minggu dengan kehamilan normal di Puskesmas Jumo. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi, hasil pemeriksaan di buku KIA, Rekam medic dan hasil pemeriksaan lain seperti hasil USG, hasil laboratorium. Pendokumentasian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi secara komprehensif dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir didapatkan data Ny.P umur 19 tahun G1P0A0 hamil 37 minggu dengan kehamilan normal. ANC dilakukan 6 kali kunjungan di Puskesmas Jumo, di Posyandu maupun kunjungan rumah. Persalinan berlangsung secara normal di Poned RS PKU Muhammadiyah Temanggung, bayi baru lahir dalam keadaan sehat dan normal. Kunjungan nifas dilakukan 4 kali , masa nifas dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, tidak ditemukan tanda bahaya nifas, luka jahitan perineum baik. Pada bayi baru lahir, hasil pemeriksaan antropometri normal. Kunjungan neonatal dilakukan 3 kali, bayi dalam keadaan sehat, tidak ada tanda ihterus, tidak ada tanda infeksi, perkembangan berat badan normal dan bayi menyusu secara Eksklusif on demand. Ny. P memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Setelah diberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonates didapatkan asuhan berjalan dengan dengan lancar, ibu dan bayi dalam kondisi baik. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang diberikan sehingga memberi manfaat bagi kesehatan ibu dan bayi, serta meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga tentang kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonates.Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek dalam pemberian Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC)
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. N Umur 32 Tahun di Poned Puskesmas Bancak “Gerakan Goyang Panggul (Pelvic Rocking) sebagai Upaya Mempercepat Proses Persalinan Kala I” Setiyowati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labor is the process of expelling a fetus that occurs during full-term pregnancy (37-42 weeks), born spontaneously with a cephalic presentation that lasts for 18 hours. The mother's response to pain can cause uterine contractions to weaken and result in prolonged labor or even death. Labor is a process that begins with uterine contractions, continues with cervical dilation, birth of the baby, and expulsion of the placenta. One way to relieve pain and accelerate the process of descent of the fetal head is with the pelvic rocking technique, a movement of gently swinging or shaking the pelvis forward, backward, and sideways. This pelvic rocking technique is commonly used to reduce pelvic pain during pregnancy and accelerate the labor process by relaxing the pelvic muscles, increasing flexibility, and helping the baby descend into the birth canal. Research Objectives This study was to determine the effectiveness of the pelvic rocking technique. The research method used in this study was an observational descriptive analytic with a case study approach. The sample of this study was a pregnant woman in the third trimester at 40 weeks of gestation, G2P1A0. This research was conducted at Poned Health Center Bancak. The research instrument used the SOAP documentation method. Data collection techniques used were primary data and secondary data. Primary data is data obtained through interviews both directly and through WhatsApp media, observation, and physical examination, as well as documentation using SOAP documentation. Secondary data is data obtained from the KIA book. The results obtained are that the pelvic rocking technique has been carried out to reduce back pain and accelerate the descent of the fetal head during the labor process. The results obtained are that midwifery care has been carried out on mothers giving birth by applying the pelvic rocking technique to reduce pain and accelerate the descent of the fetal head during the first stage of labor. It is hoped that clients will gain clearer knowledge and understanding of childbirth, newborns, the postpartum period, and neonates in accordance with the midwifery care provided. In addition, clients also gain knowledge about complementary therapies in the midwifery care that has been provided.   Abstrak Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. Respon ibu terhadap nyeri dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama bahkan kematian. Persalinan merupakan proses yang diawali dengan kontraksi rahim, dilanjutkan dengan pembukaan serviks, kelahiran bayi, dan pengeluaran plasenta. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri dan mempercepat proses penurunan kepala janin adalah dengan teknik pelvic rocking, gerakan mengayunkan atau menggoyangkan panggul ke depan, belakang, dan samping secara perlahan. Teknik pelvic rocking ini umum digunakan untuk mengurangi nyeri panggul selama kehamilan dan mempercepat proses persalinan dengan merelaksasi otot-otot panggul, meningkatkan fleksibilitas, dan membantu bayi turun ke jalan lahir. Tujuan Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik pelvic rocking. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus (Case Study). Sampel penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 40 minggu, G2P1A0. Penelitian ini dilakukan di Poned Puskesmas Bancak. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui wawancara baik secara langsung maupun melalui media WhatsApp, observasi, dan pemeriksaan fisik, serta dokumentasi menggunakan dokumentasi SOAP. Data sekunder adalah data yang di dapat dari buku KIA. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan teknik pelvic rocking untuk mengurangi nyeri punggung dan mempercepat penurunan kepala janin pada proses persalinan. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan menerapkan teknik pelvic rocking untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penurunan kepala janin pada persalinan kala I. Diharapkan klien mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan neonatus yang lebih jelas sesuai dengan asuhan kebidanan yang diberikan. Selain itu klien juga mendapatkan pengetahuan tentang terapi komplementer pada asuhan kebidanan yang telah diberikan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. L Umur 27 Tahun G2P1A0 di TPMB Nuryati Nuryati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care (COC) is one of the midwifery care models as an effort to detect complications early. The comprehensive midwifery care model aims to improve continuous care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services. Pregnancy care prioritizes continuity. The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on Mrs. L aged 27 years G2P1A0 at TPMB Nuryati from June to September 2025. The data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Comprehensive midwifery care for pregnant women found that the mother experienced complaints of discomfort in the third trimester of pregnancy and was managed by providing Health Education and prenatal yoga, the mother gave birth by CS at 37 weeks of pregnancy at Banyumnaik 2 Hospital. The newborn was born by CS and did not have IMD. The mother's postpartum was normal and care was carried out according to the standard of care, namely 4 visits. The mother chose to use the 3-monthly injectable contraceptive. Comprehensive midwifery care will improve the health and well-being of both mother and fetus.   Abstrak Asuhan kebidanan komprehensif merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan deteksi dini komplikasi. Model asuhan kebidanan komprehensif mempunyai tujuan untuk meningkatkan asuhan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Manajemen Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny. L umur 27Tahun G2P1A0 di TPMB Nuryati pada bulan Juni sampai September 2025. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif dari Ibu Hamil mengalami keluhan ketidaknyamanan pada kehamilan TM III dengan pemberian Pendidikan Kesehatan dan prenatal yoga, Ibu Bersalin secara SC pada umur kehamilan 37 minggu di RS Banyumnaik 2. Bayi Baru lahir secara SC dan dilakukan tidak IMD. Nifas ibu normal dan dilakukan asuhan sesuai standar asuhan yaitu 4 kali kunjungan. Ibu memilih untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. K Umur 30 Tahun G1P0A0 di Kelurahan Kampung Enam, Tarakan Umi Suci Purnama Sari; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is a midwifery care approach that provides comprehensive and continuous services to women throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. This case study aims to describe the implementation of CoC midwifery care for Mrs. K, 30 years old, in Kampung Empat Village, Tarakan City, who experienced a physiological pregnancy during the first and second trimesters, but in the third trimester was diagnosed with umbilical cord entanglement and meconium-stained amniotic fluid, leading to a Sectio Caesarea (SC) procedure. The study employed a case study method using the seven-step Varney management approach and SOAP documentation. Data were collected through interviews, physical examinations, observations, and document reviews. The results showed that during the first trimester, the mother experienced mild nausea and vomiting that were managed through nutritional education and adequate rest. The second trimester progressed normally, while in the third trimester, signs of fetal distress were identified—specifically, a single umbilical cord loop around the fetal neck and meconium-stained amniotic fluid—prompting an SC procedure to prevent fetal asphyxia. A live male infant was born weighing 2,900 grams, measuring 49 cm in length, with an APGAR score of 8–9. The postpartum period was normal, the surgical wound healed well, breastfeeding was successful, and the mother chose the Copper T-380A IUD as a long-term contraceptive method. The implementation of CoC for Mrs. K highlights the importance of continuous monitoring to enable early detection of complications, enhance maternal readiness, and support the success of postpartum family planning programs.   Abstrak Asuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) merupakan pendekatan pelayanan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh dan berkesinambungan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan CoC pada Ny. K, usia 30 tahun, di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan, yang mengalami kehamilan fisiologis pada trimester I dan II, namun trimester III ditemukan lilitan tali pusat dan ketuban keruh sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi. dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan pada trimester I ibu mengalami mual muntah ringan yang dapat diatasi melalui edukasi gizi dan istirahat. Trimester II berjalan normal, sedangkan trimester III terjadi tanda gawat janin berupa lilitan tali pusat satu kali di leher janin dengan ketuban keruh, sehingga dilakukan SC untuk mencegah asfiksia. Bayi lahir hidup, laki-laki, berat badan 2.900 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8–9. Masa nifas berlangsung normal, luka operasi sembuh baik, ASI eksklusif berjalan lancar, dan ibu memilih kontrasepsi IUD (Copper T-380A). Pelaksanaan CoC pada Ny. K menunjukkan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk deteksi dini komplikasi, meningkatkan kesiapan ibu, serta mendukung keberhasilan program keluarga berencana pasca persalinan.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Pijat Common Cold untuk Meredakan Batuk Pilek pada Anak Balita Eni Tri Sudarman; Ari Widyaningsih; Umi Suci Purnama Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coughs and colds are common in toddlers, as their immune systems are not yet fully developed, making them highly susceptible to viruses. Parents perception that coughs and colds are a normal occurrence in toddlers leads to less prompt and appropriate treatment. Common cold massage therapy can be performed independently by mothers. Many mothers do not know how to massage a baby with a common cold. This community service activity was conducted at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, to increase mothers' knowledge and skills about coughs and colds, which can be treated not only pharmacologically but also non-pharmacologically, namely through common cold therapy. Participants in this activity were 11 mothers with babies/toddlers at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, totaling 11 people. The methods used were lectures, discussions, and demonstrations. The evaluation results showed an increase in mothers knowledge about common cold massage. It is hoped that mothers can practice baby massage when their babies/toddlers experience a common cold. Therefore, it is recommended that mothers with toddlers who are experiencing coughs and colds can provide cough and cold therapy to their children.   Abstrak Masalah batuk pilek pada balita sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita yang masih belum terbentuk sempurna, sehingga sangat rentan terjangkit virus. Persepsi orangtua tentang batuk pilek adalah hal yang wajar terjadi pada balit menyebabkan penanganan kurang cepat dan tepat terhadap batuk pilek. Pijat common cold terapi pijat dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu. Banyak ibu yang tidak mengetahui cara pijat bayi commond cold. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang batuk pilek yang bisa di obati tidak hanya dengan cara farmakologi tetapi juga non farmakologi yaitu dengan cara terapi common cold. Peserta kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai bayi/balita di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah sejumlah 11 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan para ibu tentang pijat common cold Diharapkan ibu dapat mempraktikkan pijat bayi saat bayi/balitanya mengalami common cold. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.