Claim Missing Document
Check
Articles

Role of Management Functions in Stunting Coverage among Nutrition Officers in Majalengka Regency Banowati, Lilis; Putri, Megi Melati Dwi; Herawati, Cucu; Hikmat, Rokhmatul; Dani, Awis Hamid; Muslimin, Muslimin
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v7i2.4235

Abstract

Background: Stunting remains a major public health problem in Indonesia, with persistently high prevalence despite ongoing national reduction programs. Primary healthcare centers (Puskesmas) play a frontline role in stunting prevention, yet challenges in management functions such as planning, implementation, and supervision may affect program outcomes. Methods: A cross-sectional study was conducted from July to August 2024 involving all 41 nutrition officers at Puskesmas in Majalengka Regency through total sampling. Data on planning, implementation, and supervision functions were collected using a validated questionnaire, while stunting coverage was obtained from official Puskesmas reports. Variables were categorized into “good” and “poor” based on mean scores. Statistical analysis included Chi-square tests and binary logistic regression to identify factors associated with stunting coverage. Results: More than half of respondents demonstrated poor planning (53.7%), poor implementation (51.2%), and poor supervision (61.0%). Bivariate analysis showed significant associations between all management functions and stunting coverage (p < 0.05). Multivariate logistic regression revealed that planning (OR = 6.9; 95% CI = 1.5–31.7; p = 0.01) and implementation (OR = 5.2; 95% CI = 1.1–23.7; p = 0.03) were significant predictors, with planning emerging as the strongest factor. Conclusion: Planning and implementation functions are critical determinants of stunting program coverage at the Puskesmas level. Weaknesses in technical capacity, human resources, and cross-sectoral collaboration hinder program effectiveness. Strengthening participatory planning, enhancing community engagement, and improving supervision mechanisms are essential strategies to optimize stunting reduction efforts. Further studies with larger and more diverse samples are recommended to validate these findings.
Intervensi Strategi Promkes Pada Penderita TB Paru Melalui Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga Iin Kristanti; Desi Andalasari; Herawati, Cucu; Suzana Indragiri; Supriatin; Nuniek Tri Wahyuni; Laili Nurjannah Yulistiyana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.740

Abstract

Latar belakang: Capaian pelaksanaan PIS-PK indikator TB Paru Puskesmas belum terpenuhi yaitu kurang dari 100%. Program PIS-PK salah satu upaya untuk mendukung terwujudnya standar pelayanan minimal indeks keluarga sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelayanan kesehatan terutama pasien TB Paru. Metode: Kegiatan pengabdian di Puskesmas Pancalang Kabupaten Kuningan. Bentuk pengabdian kepada Masyarakat bersifat terapan dan partisipatif, untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat secara langsung. Sasaran kegiatan pengabdian yaitu penderita TB Paru. Analisis data menggunakan metode USG dengan scoring. Hasil: Tiga indikator dengan cakupan rendah yaitu penderita TB Paru yang berobat sesuai standar (51,12%), penderita hipertensi yang berobat teratur (66,36%), dan penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan (48,53%). Kesimpulan: Masalah utama penderita TB Paru yang berobat sesuai standar masih dibawah target. Intervensi pemecahan masalah dengan melakukan pengawasan minum obat, mengadakan peningkatan pelatihan kader kesehatan, menyediakan media KIE untuk kader, kunjungan rumah, dan advokasi kepada lintas sektor. Kata kunci:  promosi kesehatan, TB Paru, program indonesia sehat, pendekatan keluarga ____________________________________________________________________ Abstract Background: The implementation of the PIS-PK indicator for tuberculosis at the Community Health Center has not been achieved, with less than 100% total coverage. The PIS-PK program is one effort to support the realization of minimum service standards for a healthy family. Objective: To increase public understanding of the importance of health services, especially for Pulmonary TB patients. Method: Community service activities at the Pancalang Community Health Center, Kuningan Regency. The form of community service is applied and participatory, to directly solve real problems in the community. The target of the community service activities is patients with tuberculosis. Data analysis used the USG method with scoring. Result: Three indicators with low coverage are Pulmonary TB patients who received treatment according to standards (51.12%), hypertension patients who received regular treatment (66.36%), and patients with severe mental disorders who were treated and not neglected (48.53%). Conclusion: The main problem of Pulmonary TB patients who received treatment according to standards is still below the target. Problem-solving interventions include monitoring medication intake, conducting increased training for health cadres, providing IEC media for cadres, home visits, and advocacy to cross-sectors. Keywords: health promotion, pulmonary TB, healthy Indonesia program, family approach
Implementasi Pengawasan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) dalam Rangka Penerapan Higiene Sanitasi di Industri Tahu Kedelai Herawati, Cucu; Sutarsih, Cicih; Indragiri, Suzana; Dhani, Awis Hamid; Wahyuni, Nuniek Tri; Supriatin, Supriatin; Abdurakhman, Raden Nur
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i2.283

Abstract

Upaya higiene sanitasi harus diterapkan di Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) olahan siap saji, sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan berkembang biaknya patogen dalam bahan dan produk pangan yang dapat membahayakan kesehatan. Jumlah TPP yang memenuhi syarat kesehatan atau laik HSP masih jauh di bawah persentase TPP sesuai standar secara nasional, Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk pengawasan TPP dalam rangka penerapan higiene sanitasi di industri tahu kedelai. Pengabdian Kepada Masyarakat bertempat di UPTD Puskesmas Sumber Kabupaten Cirebon. Sasaran intervensi pengawasan TPP dilakukan kepada pemilik serta karyawan pabrik tahu sebanyak 2 pabrik. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat selama 61 hari, yaitu mulai tanggal 12 Agustus sampai 11 Oktober 2024. Metode pengumpulan data dengan observasi ke tempat pengelolaan pangan serta wawancara menggunakan instrumen Inpeksi kesehatan lingkungan (IKL) higiene sanitasi pangan. Bahan yang digunakan untuk kegiatan pengawasan tempat pengelolaan pangan adalah: Formulir IKL, Kit sanitasi, dan Alat tulis. Analisis data dalam menentukan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgenci, Seriousness, Growth). Hasil pengabdian masyarakat, ditemukan prosentase IKL TPP belum mencapai target yaitu 52% dari target 55,2%, intervensi yang dilakukan yaitu pembinaan dan pengawasan terhadap tempat pengelolaan pangan tersebut. Saran hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, perlu dilakukan monitoring berkala sesuai frekuensi inspeksi terhadap TPP dan sebaiknya ada pelatihan kesehatan dan keamanan pangan untuk pemilik dan penjamah TPP.
USE OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) AND EVENTS PHLEBITIS Herawati, Cucu; Andreani, Novi; Kristanti, Iin; Seventina Sirait, Healthy; Indragiri, Suzana; Tri Wahyuni, Nuniek; Nurjannah Yulistiyana, Laili
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i1.1519

Abstract

There are still many incidents of infection phlebitis during the home care process. Sick to patients and staff p This describes quality service. House less pain​. Incident phlebitis is caused by one of the reasons for not using PPE by the standard. Research purposes: To analyze the level of compliance with the use of PPE in nurses who have had incidents of phlebitis in the Hospital. Types of research This analytic design uses a cross-sectional method. Population in the study: There were 108 nurses in the Hospital and 52 samples. The sampling technique uses simple random sampling. Data collection methods are interviews and observations. The cross-tabulation results showed that respondents who complied with the use of PPE were 20 (38.5%), and respondents who did not adhere to the use of PPE were 8 (15.4%). Obtained P value = 0.001, there is a connection between compliance with the use of PPE in nurses and incident Phlebitis in the Hospital. Expected Hospitals carry out socialization about the routine use of PPE and monitor evaluations once a month regarding the implementation of compliance with the use of PPE; health workers should be obedient in using PPE and carry out work per existing standard operational procedures.
PERAN DETERMINAN PERILAKU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PROYEK BIDANG KONSTRUKSI Herawati, Cucu; Asih, Retno Citraning; Kristanti, Iin; Indragiri, Suzana; Sirait, Healthy Seventina; Taswidi, Didi
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2264

Abstract

Angka kematian karena kecelakaan kerja masih cukup tinggi. APD sangat penting karena tingginya risiko kecelakaan di bidang konstruksi. Determinan perilaku sangat mempengaruhi penggunaan APD sehingga meningkatkan kesadaran dan disiplin karyawan dalam menggunakan APD. Tujuan penelitian untuk menganalisis peran determinan perilaku dengan penggunaan APD. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian seluruh pekerja sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan telaah dokumen terhadap Dokumen Rencana Keselamatan Kontruksi (RKK) dan laporan mingguan pekerjaan. Data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh responden hampir seluruhnya memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 (84.0%), sebagian besar responden menyatakan sarana dan prasarana mendukung sebanyak 21 (52.5%), sebagian besar dukungan kebijakan menyatakan mendukung sebanyak 25  (62.5%), sebagian besar responden menggunakan APD  lengkap yaitu sebanyak 26 (65%), dan hampir setengah responden tidak lengkap menggunakan APD yaitu sebanyak 14 responden (35%). Ada hubungan antara  pengetahuan responden (p=0,004) dengan penggunaan APD, sarana prasarana (p=0,011) dengan penggunaan APD, dan dukungan kebijakan (p=0,004) dengan penggunaan APD pada proyek bidang konstruksi. Sebaiknya Perusahaan adanya upaya pelatihan bagi pekerja dan perlu dilakukan upaya pengawasan terhadap sarana prasarana, serta evaluasi dukungan kebijakan terhadap penggunaan APD. Bagi pekerja sebaiknya rutin mengikuti penyuluhan penggunaan APD dan  menerapkan kebijakan penggunaan APD dengan baik.
Pengawasan Dan Edukasi Jamban Sehat Dalam Rangka Upaya Pencegahan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Cucu Herawati; Eka Nurjanah; Nuniek Tri Wahyuni; Suzana Indragiri; Healthy Seventina Sirait; Laili Nurjannah Yulistiyana; Didi Taswidi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku buang air besar sembarangan merupakan perilaku tidak sehat karena sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat, dengan pengawasan jamban sehat dapat membantu mengurangi buang air besar sembarangan ke sungai dan tempat lainnya. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini pengawasan jamban sehat dalam rangka upaya pencegahan buang air besar sembarangan. Metode yang digunakan yaitu kegiatan pengawasan dan edukasi penyuluhan tentang jamban sehat. Teknik pengumpulan data kegiatan ini melalui observasi dan wawancara dengan menggunakan instrumen inpeksi kesehatan lingkungan rumah sehat. Sasaran intervensi yakni 32 kepala keluarga. Pelaksanaan kegiatan selama 14 hari, yaitu mulai tanggal 13-28 Februari 2023, di UPT Puskesmas Jalan Kembang Kelurahan Sukapura Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon. Hasil pengawasan jamban sehat, didapatkan dari 32 rumah yang dilakukan inpeksi pengawasan terdapat 5 rumah yang belum memiliki jamban dan yang telah memiliki jamban namun tidak dilengkapi septic tank sebanyak 27 rumah. Serta meningkatnya pengetahuan masyaraat tentang jamban sehat dan dampak akibat buang air besar sembarang. Berdasarkan prioritas masalah didapatkan akses sanitasi yang layak (Jamban sehat) belum mencapai target dengan pencapaian 94,01% dari target 100%.
The Role of Religious Leaders in Lessening Stigma Toward Individuals with HIV/AIDS in Islamic Communities of Cirebon City Muslimin, Muslimin; Ladid, Rifki Fata; Hikhmat, Rokhmatul; Herawati, Cucu; Shobihuddin, Syifa Hidayat
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 3 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i3.7860

Abstract

This study aims to examine the contribution of religious leaders in reducing stigma against PLWHA within Muslim communities in Cirebon City. The research employed a qualitative phenomenological method to capture the lived experiences of religious leaders, PLWHA, and other stakeholders. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation conducted between March and May 2025. In total, 12 religious leaders, 10 PLWHA, three healthcare officers, and representatives from 2 local NGOs participated in the study. Observations were carried out in mosques, religious study groups, and health institutions across Cirebon City to understand the real practices of inclusive preaching and collaboration. The data were analyzed using the Colaizzi phenomenological approach, which involved identifying significant statements, formulating meanings, clustering themes, and validating findings through member checking. The research findings indicate that the presence of religious leaders plays a significant role in shaping a more open public view of PLWHA. Through an inclusive religious approach based on humanitarian values, religious leaders can act as drivers of social change that strengthen solidarity and eliminate the stigma inherent in PLWHA. Therefore, this study recommends the need for skills development and capacity building programs for religious leaders so that they can play an optimal role in efforts to eliminate HIV/AIDS stigma within Muslim communities.
ANALISIS PERILAKU MEROKOK, PENGGUNAAN ANTI NYAMUK BAKAR DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MEMASAK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Cucu Herawati; Hety Sriwaty
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i1.76

Abstract

Menurut WHO dan Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita, bahkan sampai saat ini ISPA masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan laporan Puskesmas Beber tahun 2015 di peroleh data bahwa dari 8700 rumah tangga yang di data terdapat 6.555 rumah yang penghuninya merokok di dalam ruangan, masyarakat banyak mengantisipsi gigitan nyamuk aedes agity dengan menggunakan anti nyamuk bakar, keadaan ekonomi penduduk yang masih rendah akhirnya berdampak pada menurunnya kemampuan menyediakan bahan bakar yang memadai, kebanyakan masyarakat menggunakan kayu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok anggota keluarga, penggunaan anti nyamuk bakar, penggunaan bahan bakar memasak dengan kejadian ISPA pada Balita. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain Cross sectional, populasi adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Beber tahun 2015 sebanyak 2593 balita, jumlah sampel sebanyak 100 balita yang diambil secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner, pengujian hipotesis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA (p=0.00), antara penggunaan bahan bakar memasak dengan kejadian ISPA (p = 0,00),  serta tidak ada hubungan antara penggunaan anti nyamuk bakar dengan kejadian ISPA (p=0,184). Kata kunci : ISPA, perilaku merokok, penggunaan  anti nyamuk bakar, penggunaan bahan bakar  memasak.   ABSTRACTAccording to WHO and the Ministry of Health stated that ARI is one of the leading causes of death in infants, even to date the ISPA is still a public health problem in Indonesia. Based on the Beber Puskesmas report 2015 obtained data that from 8700 households in the data there are 6,555 houses that smokers in the room, many people anticipate the bite of mosquito aedes agity by using anti mosquito fuel, low economic condition of the population finally have an impact on the decrease ability to provide adequate fuel, most people use wood. The purpose of this study to determine the relationship between smoking family members' behavior, the use of anti-mosquito fuel, the use of cooking fuel with the incidence of ARI in Toddlers. The type of descriptive analytic research with cross sectional design, the population is all under five in the work area of Puskesmas Beber in 2015 as many as 2593 children, the number of samples is 100 balita taken by random sampling. The data were collected by interview using questionnaire. hypothesis testing using chi square test.The result of the research showed that there was a significant correlation between the smoking behavior of family members and the incidence of ARI (p = 0.00), between the use of cooking fuel with the incidence of ARI (p = 0,00), and there was no correlation between the use of mosquito repellent with the incidence of ARI p = 0.184).  Keywords: ARI, smoking behavior, use of mosquito repellent, use of cooking fuel.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEKERJA PELABUHAN Cucu Herawati; Anis Yuslichah
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i2.82

Abstract

Hipertensi juga merupakan penyebab kematian ke-3 di Indonesia pada semua umur dengan proporsi kematian 6,8%. Angka prevalensi hipertensi pada tahun 2014 di Provinsi Jawa Barat berjumlah 1.266.583 kasus dan di Kota Cirebon berjumlah 19.211 kasus. Hipertensi merupakan  silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing  individu  dan hampir  sama dengan gejala penyakit lainnya. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor-faktor risiko hipertensi dengan kejadian hipertensi pada pekerja di Wilayah Kerja Pelabuhan Cirebon  tahun 2017.Jenis penelitian adalah deskriptif  korelasi dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah  semua pekerja di Wilayah Kerja Pelabuhan Cirebon tahun 2017 sebanyak 113 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik  purpossive sampling berjumlah 54 orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner dan pemeriksaan dengan lembar isian.  Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden bukan perokok yaitu 34 orang (63%), aktifitas olah raga kurang yaitu 32 orang (59,3%), BB ideal yaitu 27 orang (50%) dan tidak hipertensi yaitu 29 orang (53,7%). Hasil analisis bivariat didapatkan kebiasaan merokok menunjukan nilai p value = 0,035, aktifitas olah raga nilai p value = 0,020 dan obesitas nilai p value = 0,004 maka Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok, aktifitas olah raga dan obesitas dengan kejadian hipertensi pada pekerja di Wilayah Kerja Pelabuhan Cirebon tahun 2017.Kata Kunci : Faktor Risiko, Hipertensi  ABSTRACTHypertension is the third cause of death in Indonesia at all age groups with the mortality proportion of 6.8% . The prevalence of hypertension in West Java Province in 2014 was 1,266,583 cases and in the city of Cirebon was 19,211 cases .  Hypertension is a silent killer where the symptoms can vary in each individual and almost the same as the symptoms of other illness.  This study aims to determine the relationship between hypertension risk factors and the incidence of hypertension among the workers in the Work Area of Cirebon Port in 2017. The type of this study was descriptive correlation  with cross-sectional design. The populations in this study were all workers in the Work Area of Cirebon Port in 2017 as many as 113 people and the sampling used purposive sampling technique that obtained 54 people. Data collection uses interviews and examinations with questionnaires. Data analysis used univariate and bivariate analysis with Chi-Square test. The results showed that most of the respondents were non-smokers as many as 34 people (63%), 32 people (59.3%) had less sports activities, 27 people (50%) had ideal body weight and 29 people (53.7%) didn’t have hypertension. The results of bivariate analysis showed that smoking habit had p value = 0.035, sport activity had p value = 0.020 and obesity had value p value = 0.004 hence H0 was rejected meaning that there was a significant relationship between smoking habit, sport activity and obesity with hypertension incidence among the workers in the Work Area of Cirebon Port in 2017.Keywords   : Risk Factors, Hypertension
HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA Mei Marisha; Cucu Herawati
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i1.116

Abstract

Pekerjaan yang berada di ruang produksi benang dan tambang PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon memiliki intensitas kebisingan yang cukup tinggi. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan dari kebisingan, antara lain stres kerja seperti kurangnya konsentrasi dalam bekerja, sulit mengikuti pembicaraan, susah tidur dan berbicara dengan suara yang cukup keras. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kebisingan dengan stres kerja pada pekerja yang berada di ruang produksi benang dan tambang PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan pengukuran terhadap kebisingan. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja yang berada di ruang produksi benang dan tambang PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon sebanyak 309 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode asidental sampel (accidental sampling) sebanyak 73 responden pada bulan Agustus 2015. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitan didapatkan sebanyak 52,1% responden berada di ruang kerja kategori tidak bising dan kategori stres ringan 54,8%. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p value = 0,015, berarti terdapat hubungan antara kebisingan dengan stres kerja pada pekerja di bagian produksi benang PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon.Kata kunci :  Kebisingan, Stres Kerja, Pekerja  ABSTRACTJobs that were in yarn and mine production room PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon has a high enough intensity noise. One of the negative impacts of noise, among others, job stress as a lack of concentration at work, it's hard to follow the conversation, insomnia and spoke in a voice loud enough. The purpose of this study was to determine the relationship between noise with job stress on employees in yarn and mine production room PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon. This study used a descriptive approach analytic cross sectional study design. The instrument used was a questionnaire. Collecting data with interview techniques and measurements of noise. The population in this study is the employees who are in yarn and mine production room PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon as many as 309 people. The sampling technique uses accidental sampling as many as 73 respondents in August 2015. Data were analyzed using univariate and bivariate with chi-square test. Based on the research results obtained as much as 52.1% of respondents were in the workplace are not noisy category and 54.8% mild stress category. The results of chi-square test obtained p value = 0.015, it means that there is a relationship between noise with job stress on employees in yarn and mine production room PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon.Keyword :  Noise, Job Stress, Employee
Co-Authors A.D.Achmad Abdurakhman, R. Nur Aeni, Heni Fa'riatul Amaliah, Lili Andreani, Novi Anis Yuslichah Asih, Retno Citraning Awis Hamid Dani Awis Hamid Dhani Awis Hamid Dhani Bakhri, Syaeful Charien Rahayu Lestari Dani, Awis Hamid Desi Andalasari Desi Susilawati Dewi Mutiah Dhani, Awis Hamid Didi Taswidi Eka Nurjanah Eka Prilianto Endayani, Heni Eva Lusiana Fajar Ardianing Gofur Faridasari, Ira Guritno, Syah Dewa Putra Hartini, Nonih Sri Hastuti, Messy Healthy Seventina Heni Endayani Heni Fa&#039;riatul Aeni Heni Fa'riatul Aeni Heni Fa'riatul Aeni Herlinawati Herlinawati Herlinawati Herlinawati Herlinawati Herlinawati Herlinawati Hety Sriwaty Hikhmat, Rokhmatul Hikmat, Rokhmatul Iin Kristanti iin kristanti iklimah, putri Indragiri, Suzana Indrini, Putri Kristanti, Iin Kurniasih, Uun Kusumaning Ayu, Ratu Tsamarah Ladid, Rifki Fata Laili Nurjannah Laili Nurjannah Laili Nurjannah Yulistiyana Laili Nurjannah Yulistiyana Lilis Banowati Lilis Banowati Lilis Banowati Mahasih, Teki Mashuri Aji Wijaya Masrifah Masrifah Mei Marisha Mely Selviana Muslimin Muslimin Mutiah, Dewi Nararya Rundamintasih Nuniek Tri Wahyuni Nur Arofah Nur Arofah, Nur Nurjannah Yulistiyana, Laili Nurjannah, Laili Puji Melati Putri Indrini Putri, Megi Melati Dwi Putri, Septya R. Nur Abdurakhman R. Nur Abdurakhman Rohayani, Rohayani Setiawan, Septya Putri Shobihuddin, Syifa Hidayat Sirait, Healthy Seventina Siti Rodatul Jannah Sri Kushartati Sri Lestari Sri Rizki Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sudar Sudar Sudrajat Sudrajat SUPRIATIN Supriatin Supriatin Supriatin Supriatin, Supriatin sutarsih, cicih Suzana Indragiri Taswidi, Didi Thohir Thohir Tri Novita Tri Wahyuni, Nuniek Triyana Widianto Wahyuni, Nuniek Tri Wardah Nuroniyah Widianto, Triyana Wiwiet Indriyani Wulan Puspasari Yasinta Indah Widyaningsih Yoga Rizki Ramadhani Yulistiyana, Laili Nurjannah Yulistiyana, Laili Nurjannah Yusron Adi Utomo