Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN APLIKASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DASAR BERBASIS MULTIMEDIA Winia Waziana; Leni Anggraeni; Nur Laela Sari
Jurnal TAM (Technology Acceptance Model) Vol 7 (2016): Jurnal TAM (Technology Acceptance Model)
Publisher : LPPM STMIK Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.701 KB)

Abstract

The low interest in learning English in primary school, one of which is influenced by learning methods applied by teachers in conventional, it causes the students find it difficult to understand the subject matter of English. Basic English learning method requires the application of the fun that can foster student interest and make it easier to understand the subject matter, one of them with the implementation of interactive multimedia learning media in the form of applications / software-based computer. The scope of the problem in this research is how to create interactive multimedia learning media in the form of applications / software, computer-based, in order to facilitate students in understanding the subject matter of English. The method used is the method of literature, observation, interviews, analysis, project design, testing and implementation. With the interactive multimedia learning media will be useful for students and make it easier to understand basic English language learning materials.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN GURU TERBAIK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE AHP PADA SMK NEGERI 1 TALANGPADANG Ricco Herdiyan Saputra; Dita Novitasari; Winia Waziana; Riki Krisdianto
Naratif (Jurnal Nasional Riset, Aplikasi Dan Teknik Informatika) Vol 1 No 2 (2019): NARATIF (Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi Dan Teknik Informatika)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.603 KB) | DOI: 10.53580/naratif.v1i2.67

Abstract

AbstrakSistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen pengambilan keputusan dan sistem yang berbasis komputer yang mampu memecahkan masalah-masalah yang tidak terstruktur. AHP merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam memecahkan permasalahan yang bersifat multikriteria. Dengan adanya perkembangan teknologi membuat manusia berfikir untuk dapat bekerja lebih efektif dan efisien. Salah satunya yaitu membuat sistem pendukung keputusan menjadi sistem yang terkomputerisasi. Dengan memanfaatkan fasilitas website yang terhubung ke internet. Guru terbaik adalah guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang mencangkup kompetensi padagogik, kepribadian, profesional, sosial dan kehadiran serta secara langsung mendidik peserta didik hingga berprestasi. Permasalahan yang terjadi dalam penentuan keputusan pemilihan guru terbaik pada SMK Negeri 1 Talangpadang pada saat ini diantara beberapa alternatif yang ada tersebut biasanya dalam menentukan keputusan masih menggunakan sifat subjektifitas. Untuk mengurangi sifat subjektifitas tersebut maka perlu dirancang sebuah sistem pendukung keputusan pemilihan guru terbaik dengan menggunakan metode AHP (Analytic Hierarchy Proces) berbasis web Karena metode ini merupakan salah satu keputusan untuk melakukan penilaian setiap alternatif atau kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil dari penilaian ini diperoleh dari hasil peringkat teratas dengan prioritas terdiri dari lima kriteria dan sub kriteria Sehingga terciptanya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang memadai dan dapat membantu sekolah dalam mengambil keputusan yang relevan sehingga dapat meningkatkan kinerja dan prestasi guru yang lainnya.Kata Kunci :Sistem Pendukung Keputusan, Guru, AHP.AbstractDecision Support System is a system aimed at supporting decision-making management and computer-based systems that are able to solve unstructured problems. AHP is the most widely used method in solving multicriteria problems. The development of technology makes people think to be able to work more effectively and efficiently. One of them is making a decision support system into a computerized system by utilizing the facilities of websites that are connected to the internet. The best teachers are teachers who have a performance that exceeds the standards that cover competency in classics, personality, professional, social and attendance and directly educate students to achievement. The problems that occur in determining the decision of the best teacher selection at SMK Negeri 1 Talangpadang at this time among several existing alternatives are usually in determining the decision still using the nature of subjectivity. To reduce the nature of subjectivity it is necessary to design a system to support the decision of the best teacher selection using web-based AHP (Analytic Hierarchy Proces) method because this method is one of the decisions to evaluate each alternative or predetermined criteria. The results of this assessment are obtained from the top ranking results with priority consisting of five criteria and sub criteria so that the creation of an Decision Support System is adequate and can assist the school in making relevant decisions so as to improve the performance and performance of other teachers.Keywords :Decision Support System, Teacher, AHP
ANALYZING THE TYPES OF SPEECH ACTS USED IN TEACHING-LEARNING INTERACTION Widi Andewi Andewi; Winia Waziana; Wirathama Hazera Putra
Journal of English Language Learning Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : English Language Education Department, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jell.v6i1.2345

Abstract

This qualitative study was aimed at analyzing the types of speech acts used in teaching-learning interaction. The participants of this study were one class of 10th grade students of SMAN 1 Bandar Lampung. In collecting the data, observation and audio-visual material were used. Then, descriptive analysis was used to analyze the speech acts used in teaching-learning interaction. The results of this study showed that the speech acts mostly used was directive speech acts. On the other hand, declarations speech acts was not used at all. In conclusion, since the role of the teacher is as an initiator and sustainer of the interaction in the classroom and regarding the opportunities for the full range of human interactions are limited which make the students get more difficulties in acquiring appropriate language use patterns, therefore, directives speech acts is appropriate, used in classroom interaction context to help the students to acquire the target language in the comprehension input and lead them to have positive behavior for learning. Keywords: speech acts, teaching-learning interaction.
Pemanfaatan E-Commerce Shopee Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Ibu-Ibu PKK Pelaku Bisnis Winia Waziana; Ricco Herdiyan Saputra; Noca Yolanda Sari; Kasmi Kasmi; Desta Aulia
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v1i2.433

Abstract

E-Commerce adalah singkatan dari Electronic Commerce yang artinya sistem pemasaran secara atau dengan media elektronik. Marketplace adalah salah satu model E-Commerce yang berfungsi sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Marketplace adalah sebuah wadah pemasaran produk secara elektronik yang mempertemukan banyak penjual dan pembeli untuk saling bertransaksi. Ibu-ibu PKK Pekon Gadingrejo merupakan warga pelaku bisnis yang melakukan transaksi jual beli barang masih secara tradisional yaitu di pasar atau dari rumah-kerumah, sehingga penjualan dan pendapatan hanya berputar di area terdekat. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan untuk pemanfaatan teknologi informasi dibidang marketplace sebagai upaya peningkatan penghasilan ibu-ibu PKK pelaku bisnis di Pekon Gadingrejo. Tujuannya adalah memberikan pelatihan dan meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan teknologi dan sistem informasi kepada ibu-ibu PKK pelaku bisnis Pekon Gadingrejo serta agar dapat memanfaatkan teknologi informasi khususnya pada marketplace Shopee guna mempermudah promosi dan proses transaksi jual beli.
Pendampingan Penginputan Data Keluarga ke Dalam Aplikasi Prodeskel Pekon Sumber Rejo Kabupaten Pringsewu Winia Waziana; Dita Novita Sari; Ida Ayu Putu Anggie S; Ricco Herdiyan Saputra; Danang Kusnadi; Eko Hendrawan
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v2i2.564

Abstract

Pengolahan data kependudukan di kantor-kantor daerah harus tertata dan terpelihara seakurat dan serapi mungkin. Hal ini sangat penting karena pendataan kependudukan yang akurat di Indonesia dimulai dari data desa yang akurat. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di kantor Pekon Sumber Rejo, sistem pendataan kependudukan yang ada saat ini dilakukan secara manual yaitu melalui jurnal. Oleh karena itu, untuk memudahkan layanan dan penyajian informasi kepada masyarakat, maka dirasa perlu melakukan pendampingan penginputan data keluarga melalui aplikasi prodeskel pada Pekon Sumber Rejo Kabupaten Pringsewu. Kegiatan pendampingan ini menggunakan metode pelatihan, yaitu kegiatan yang dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap terakhir evaluasi. Kegiatan pendampingan penginputan data keluarga kedalam Aplikasi prodeskel Pekon Sumber Rejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu dilakukan sebagai bentuk kegiatan tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan di pekon Sumber Rejo Kabupaten Pringsewu. pendampingan ini dibutuhkan oleh aparatur pekon, khususnya untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan pada Pekon Sumber Rejo. Hasil evaluasi memperlihatkan kegiatan berjalan dengan baik sesuai harapan terlihat dari antusiame aparatur pekon selama waktu pendampingan, terbukti dari keaktifan dan tanya jawab yang di lontarkan para audiens.
MENUJU KEUNGGULAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MICROSOFT OFFICE PADA PELAJAR KELAS 5 SEKOLAH DASAR SEBAGAI PENUNJANG ANBK WAZIANA, WINIA; Sari, Dita Novita; Saputra, Ricco Herdiyan; Kusnadi, Danang
Jurnal Dedikasi untuk Negeri Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UML

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jdn.v3i1.2482

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer. ANBK ditujukan untuk siswa kelas V pada jenjang pendidikan SD/MI, kelas VIII pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan kelas XI pada jenjang SMA/MA/SMK. Ditemukan beberapa masalah atau kendala pada pelaksanaan ANBK disetiap sekolah diantaranya yaitu terbatasnya sarana dan fasilitas yang menunjang kegiatan ANBK tersebut, misalnya seperti kurang ketersediaanya komputer atau laptop, tidak tersedianya jaringan internet pada area sekolah, dan minimnya pengetahuan tentang penggunaan komputer dikarenakan tidak adanya mata pelajaran Teknik Informasi dan Komputer (TIK) . Tujuan Kegiatan ini adalah membantu pihak SDN 2 Gadingrejo untuk mengenalkan ilmu teknologi komputer kepada siswa kelas 5, teknologi yang akan dikenalkan yaitu penggunaan komputer atau laptop, serta software  dari Micosoft Office yaitu Microsoft Office. Acara Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Agustus 2023, dimulai pukul 08.00 WIB s.d selesai. Kegiatan ini dilakukan pada kelas 5A dengan jumlah peserta 24 orang siswa dan berjalan dengan lancar. Pelatihan Keterampilan Microsoft Office untuk Para Pelajar menjadi salah satu langkah  untuk meningkatkan pengetahuan para pelajar tentang pemanfaatan teknologi komputer dijenjang sekolah dasar pada kecamatan Gadingrejo. Dengan adanya pelatihan aplikasi Ms. Office ini siswa bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak mengenai pentingnya teknologi komputer sebagai menunjang dalam pelaksanaan kegiatan ANBK.
PELATIHAN MEMBANGUN EKONOMI KREATIF MENGGUNAKAN DIGITAL MARKETING PADA UMKM SENTRA INDUSTRI TAHU PEKON GADING REJO Waziana, Winia; Sari, Dita Novita; Saputra, Ricco Herdiyan; Hendrawan, Eko
Jurnal Dedikasi untuk Negeri Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UML

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jdn.v2i2.2149

Abstract

Dunia industri di pedesaan biasanya adalah industri di sektor pertanian dan pangan. Pekon Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu adalah salah satu daerah yang memiliki industri dibidang pangan dari kedelai yaitu Tahu. Berbagai tantangan dan permasalahan kerap muncul untuk dapat mengembangkan usaha di era digital. Tantangan yang harus dihadapi adalah kurangnya pengetahuan para pelaku UMKM akan media yang dapat digunakan untuk penyebaran informasi dan promosi, serta pelaku UMKM belum mampu memanfaatkan teknologi Sistem Informasi sebagai media pemasaran produk UMKM. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan teknologi dan sistem informasi kepada pelaku UMKM Pabrik tahu agar dapat memanfaatkan teknologi informasi khususnya menggunakan website sebagai media untuk mempermudah promosi dan proses transaksi jual beli. Kegiatan pelatihan ini termasuk kedalam penelitian kualitatif. Langkah-langkah yang dilakukan adalah pendekatan kepada pihak-pihak terkait agar kegiatan yang dilaksanakan mencapai tujuan dan tepat sasaran. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi digital marketing pada UMKM Pabrik Tahu menjadi langkah strategis bagi pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis sebab dapat memperluas wilayah promosi dan penjualan. UMKM Pabrik Pembuatan Tahu Bu Lis dapat menyusun strategi yang tepat untuk mengatasi tantangan terkait penggunaan teknologi digital dalam konteks pemasarannya. Dengan demikian, pabrik tahu mampu meningkatkan daya saing perusahaan, menjangkau target pasar yang lebih luas, serta meningkatkan kinerja usaha.
SOCIAL MEDIA AS A TOOL FOR LEARNING ENGLISH TO MOTIVATE LEARNING ACTIVITIES IN STUDENTS OF INFORMATION AND COMPUTER TECHNOLOGY FACULTIES Case study: Institut Bakti Nusantara Waziana, Winia; Suningsih, Sri
JLCEdu (Journal of Learning and Character Education) Vol 3, No 1 (2023): JLCEdu (Journal of Learning and Character Education)
Publisher : STMIK Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jlcedu.v3i1.9821

Abstract

English has been introduced and studied from an early age till University because it is still introductory, so students are certainly not proficient in communicating with that language. The problem raised in this study is why is the level of student's English proficiency in FTIKOM semester 2 IBN 2022/2023 academic year low? How to increase student motivation in learning English? And what learning strategies can influence student learning motivation in English courses? In this study, researchers used a descriptive method with a qualitative approach. The conclusions in this study are (1) The low level of understanding and learning motivation of FTIKOM students in semester 2 of IBN for the 2022/2023 academic year is caused by first, English is not a favorite subject. Second, the effect of the Covid 19 pandemic which requires students to study at home, and only online. Online learning in district areas cannot be implemented optimally. Therefore, high school graduates who currently occupy lecture seats in semester 2 have low English skills and lack motivation to study. (2) In this study it was found that the use of YouTube social media can increase the learning motivation of FTIKOM faculty students in semester 2 of IBN for the 2022-2023 academic year. (3) Learning strategies using YouTube social media can affect student learning motivation in English courses because learning content from YouTube has a relatively long duration of explanation compared to English learning content on other social media, as well as students can replay the learning video to understand the material.
ANALYSIS OF THE ROLE OF EDUCATION PERSONNEL IN SCHOOL ADMINISTRATION Waziana, Winia; Andewi, Widi; Suningsih, Sri
JLCEdu (Journal of Learning and Character Education) Vol 2, No 2 (2022): JLCEdu (Journal of Learning and Character Education)
Publisher : STMIK Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jlcedu.v2i2.41

Abstract

Educators and education staff have the same role and task, namely carrying out various activities that lead to the creation of convenience and success for students in learning. The role of educators in facilitating school administration is very important because they have great duties and responsibilities for the smooth running of teaching and learning activities in schools. Every school requires skilled, reliable educators, and understand the job description. The formulation of the problem in this paper is first, what is included in school administration? Second, what is the role of education personnel in school administration? The purpose of this study is to increase understanding of the concept of school administration and the professional ethics of education personnel in school administration. This study uses a qualitative method with a library research approach. Data collection techniques by taking data in the library, reading, taking notes, and processing research material. Based on the results of the data analysis, several conclusions were found as follows regarding matters covered in school administration, namely 1. Curriculum Administration, 2. Student Administration, 3. Infrastructure Administration, 4. Financial Administration and 5. Public Relations Administration. The role of education personnel in school administration is to play an active role in quality service efforts, and the formation of professional human resources in the field of school development and administration. As well as carrying out the educational code of ethics as a form of moral responsibility towards his profession as an educator
IMPLEMENTATION OF MORAL EDUCATION IN SCHOOLS TO FACE THE DEVELOPMENT OF SCIENCE AND TECHNOLOGY AS A FORTRESS OF DEMORALIZATION Waziana, Winia; Saputra, Ricco Herdiyan; Sinthiya, Ida Ayu Putu Anggie
JLCEdu (Journal of Learning and Character Education) Vol 1, No 2 (2021): JLCEdu (Journal of Learning and Character Education)
Publisher : STMIK Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jlcedu.v1i2.18

Abstract

The phenomenon of moral decline has colored the education world. Several students and education graduates show an attitude that is not commendable. Many students and college students are involved in brawls, criminal acts, theft, muggings, sexual deviations, involved in drugs, bullying, and other criminal acts. Even among students, brawls often occur. Demonstrations that protest against policies do not only occur on campuses but also occur among high school students and even elementary school students, which sometimes end in violence. This disgraceful act has disturbed the community. the study will describe how important value education is to improve the morality of students in high school, and will also discuss the causes that might trigger a moral crisis in students, as well as what steps should be taken to rebuild morale. The research is a qualitative study. It includes the process of exploring and understanding the meaning of individual and group behavior, describing social problems or humanitarian problems. The resulting state that moral education is something that must be given to students in schools, from elementary schools to tertiary institutions. Because moral education can shape a person's personality so that he becomes a good human being, a citizen, and a good citizen by the mandate contained in the functions and objectives of national education in the Law on the National Education System. The role of teachers and learning designers in developing moral learning strategies in schools should provide more opportunities for students to take moral roles, both within the family environment, school environment, peer environment, and the wider community environment by providing an example through the process of imitation