Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Sabit Kick Agility in Pencak Silat Sports Wijaya, Muhammad Riski Adi; Hariono, Awan; Syaifullah, Rony; Nugroho, Haris
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 2 No October (2024): Proceeding of The 1st International Seminar on Public Health and Sports (IS
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/prosidingfkm.v2iOctober.639

Abstract

Background: In the realm of Pencak Silat, the speed of the sabit kick is a critical aspect that distinguishes between an athlete's skill and proficiency. A technical movement must possess an optimal level of effectiveness and efficiency. Pencak Silat is a traditional Indonesian martial art that encompasses a variety of techniques and movements, one of which is the sabit kick. The sabit kick is a crucial technique in Pencak Silat, requiring agility, precision, and strength to be executed effectively. In Pencak Silat competitions, the sabit kick is frequently used to score points or even to defeat an opponent. Therefore, analyzing the agility involved in executing the sabit kick in a competitive context is essential. An athlete’s ability to perform the sabit kick quickly and accurately can be a decisive factor in the outcome of a match. Good agility enables athletes to respond swiftly to their opponent’s movements and to execute techniques at the right moment. Method: This study employs a quantitative descriptive approach. The research subjects consisted of 61 members of Tapak Suci MTS Muhammadiyah Pekalongan City, selected using a total sampling technique. Data collection was carried out through tests and measurements of sabit kick agility. The test procedure involved subjects performing sabit kicks with both the right and left legs, maneuvering over 30 cm high cones within 15 seconds. Subsequently, data analysis was conducted using percentage techniques to understand the frequency distribution of the test results. Result: The results of the sabit kick agility test for Tapak Suci MBS KH. Mas Mansyur athletes revealed that 8.19% or 5 athletes were categorized as sufficient, 44.26% or 27 athletes as poor, and 47.54% or 29 athletes as very poor. Conclusion: to achieve optimal performance, enhancing the agility of the sabit kick must be a top priority in the development of training programs at Tapak Suci MBS KH. Mas Mansyur.
Identification and treatment of elite pencak silat athlete injury: a study of the qualification round of the pon xxi in 2023 Syaifullah, Rony; Nugroho, Haris; Saputro, Deny Pradana
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jope.7.1.%p

Abstract

(Indonesian)Studi ini merupakan sesuatu hal yang penting dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai cedera yang dialami atlet pencak silat kategori tanding pada tataran elit serta bagaimana solusinya untuk menangani cedera. Metode yang digunakan adalah adalah metode deskriptif dengan studi dokumentasi. Teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan data sekunder yaitu data dokumentasi atlet pencak silat yang mengalami cedera yang didapatkan dari tim medis. Berdasarkan pertandingan pencak silat pada kejuaraan elit Pra-Pon Solo yang dilaksanakan pada tanggal 11 - 13 September 2023 dan melibatkan pesilat sebanyak 681 orang, hanya ditemukan 12 atlet berjenis kelamin laki-laki yang mengalami cedera dan semuanya adalah kategori tanding. Studi ini memberikan temuan umum bahwa cedera yang sering terjadi dalam pertandingan pencak silat di tataran elit adalah cedera anggota tubuh bagian atas (7 kasus cedera). Sedangkan anggota tubuh bagian bawah hanya ditemukan lebih sedikit kejadian cedera (4 kasus cedera), 1 kasus cedera patah tulang tidak diketahui lokasinya. Terkait penanganan cedera, perbedaan jenis cedera yang terjadi juga memiliki penanganan lanjutan yang berbeda pula. Berdasarkan temuan yang ada, cedera pada area kepala dan cedera dengan diagnose patah tulang maupun dislokasi, beberapa kasus dilakukan penanganan tambahan dengan mengirim atlet ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut, sedangkan beberapa yang lain terlebih dahulu diberikan treatment obat. Berdasarkan temuan tersebut dapat diberikan kesimpulan bahwa cedera pada atlet pencak silat dapat terjadi pada tubuh bagian atas maupun tubuh bagian bawah dengan tingkat cedera ringan hingga berat yang ditandai tindakan lanjutan terhadap cedera yang dialami atlet pencak silat. (English)This study is important to find out the picture of injuries experienced by elite category pencak silat athletes and how to solve the injuries. The method used is a descriptive method with documentation study. The data collection technique uses secondary data, namely documentation data of pencak silat athletes who have injuries obtained from the medical team. Based on the pencak silat match at the Pra-Pon Solo elite championship held on September 11-13, 2023, and involving 681 athletes, only 12 male athletes were found to have injuries and all of them were in the competing category. This study provides general findings that the injuries that often occur in elite-level pencak silat matches are upper limb injuries (7 cases of injury). While the lower limbs were only found to have fewer injuries (4 cases of injury), and 1 case of fracture injury of unknown location. Regarding injury management, the different types of injuries that occur also have different follow-up treatments. Based on the findings, injuries to the head area, and injuries diagnosed with fractures or dislocations, some cases were treated additionally by sending athletes to the hospital for further action. In contrast, some others were first given drug treatment. Based on these findings, it can be concluded that injuries to pencak silat athletes can occur in the upper body or lower body with mild to severe levels of injury marked by further action on injuries experienced by pencak silat athletes.Copyright © The Author (s) 2024Journal of Sport Education (JOPE) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
KONSTRUKSI SOSIAL MELALUI KOMPETISI SEPAKBOLA WANITA Doewes, Rumi Iqbal; Hidayatullah, M. Furqon; Irawan, Dede; Syaifullah, Rony; Nugroho, Haris
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.346 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.36604

Abstract

Pemaknaan suatu individu dalam lingkungannya disebut sebagai konstruksi sosial. Sosial atau masyarakat menganggap bahwa sepakbola adalah olahraga yang hanya dapat dimainkan oleh laki-laki. Wanita memiliki hak yang sama untuk bermain sepakbola
Kontribusi Strategis Fakultas Keolahragaan Untuk Mendorong Sepakbola Wanita Menjadi Gaya Hidup di Kota Surakarta Sapta Kunta Purnama; Doewes, Rumi iqbal; Mohammad Furqon Hidayatullah; Islahuzzaman Nuryadin; Haris Nugroho; Agustiyanta; Slamet Widodo; Waluyo; Hendrig Joko Prasetyo; Fadilah Umar; Dede Irawan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.24 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.49738

Abstract

Bagi wanita, olahraga sepakbola adalah olahraga yang menguji fisik dan psikologis selama kompetisi karena perubahan penerapan tindakan taktik menyerang dan bertahan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengedukasi peraturan permainan sepakbola wanita agar wanita dapat bertanding dengan baik dan terhindar dari pelanggaran. Sosialisasi dan kompetisi dilakukan sebagai metode pengabdian. 50 pemain sepakbola dari klub Putri Surakarta berpartisipasi sebagai mitra pengabdian ini. Evaluasi dilakukan dengan menguji pengetahuan mitra terkait peraturan permainan sepakbola. Instrumen yang digunakan adalah angket pernyataan dengan 40 pernyataan terkait peraturan permainan sepakbola wanita. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum diberikan materi tentang peraturan permainan sepakbola, mitra hanya mampu menjawab benar sebanyak 48.10 % sedangkan 51.90 % menjawab pertanyaan dengan salah. Setelah diberikan materi, pengetahuan mitra mengalami peningkatan sebesar 23 % sehingga 71.10 % telah menjawab dengan jawaban benar dan hanya 28.90 % yang masih menjawab salah. Kesimpulan pengabdian ini adalah pengetahuan mitra pengabdian tentang peraturan permainan sepakbola telah mengalami peningkatan
PELATIHAN VERY HEAVY SLED TRAINING DAN ELASTIC BAND TRAINING BAGI PELATIH UNTUK PENINGKATAN KECEPATAN LARI DAN POWER OTOT TUNGKAI ATLET SEPAKBOLA Sapta Kunta Purnama; Doewes, Rumi Iqbal; Hidayatullah, Mohammad Furqon; Islahuzzaman Nuryadin; Haris Nugroho; Agustiyanta; Slamet Widodo; Waluyo; Hendrig Joko Prasetyo; Fadilah Umar; Dede Irawan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.66393

Abstract

Pemain sepakbola membutuhkan kinerja otot yang dinamis selama pertandingan untuk menunjang performa kecepatan dan power. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada pelatih mengenai very heavy sled training dan elastic band training untuk meningkatkan kecepatan lari dan power otot tungkai atlet sehingga pelatih dapat menerapkan training tersebut dalam program latihannya. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi dan pendampingan. Mitra pengabdian adalah pelatih sepakbola, berjumlah 35 pelatih. Evaluasi dilakukan pada pengetahuan terkait very heavy sled training dan elastic band training. Hasil pengabdian menunjukkan sebelum edukasi, pengetahuan pelatih hanya 26.61%. Setelah edukasi, pengetahuan pelatih mengalami peningkatan menjadi 73.39%. Kesimpulan pengabdian ini adalah pelatih kota Surakarta memiliki pengetahuan terkait very heavy sled training dan elastic band training sehingga dapat menerapkan training tersebut dalam program latihan lari dan power otot tungkai.
Komposisi tubuh dan karakteristik kebugaran fisik atlet pencak silat elit Indonesia Nugroho, Haris; Yudi Gontara, Satria; Jariono, Gatot; Saifullah, Ronny
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 1 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i1.25213

Abstract

Optimizing performance and devising efficient training regimens requires understanding elite athletes' physical profiles. In Indonesian Pencak Silat, BMI and body fat percentage reveal athletes' physical readiness and competitive advantages. Therefore, this study aims to examine the physical condition of Indonesian elite Pencak Silat athletes by assessing their BMI and body fat percentage. This research employed a quantitative descriptive design. A total of 20 elite athletes (12 males and 8 females) were selected through purposive sampling based on their achievements at national and international championships. Data collected included gender, weight class, BMI, and body fat percentage, measured using standardized anthropometric procedures. The data were analyzed using descriptive statistics, partial correlation analysis, and one-way ANOVA to explore relationships and differences based on gender and weight categories. The study found that athletes had a normal BMI of 22.8 kg/m² (SD = 1.9) and a body fat percentage of 16.5% (SD = 4.2%). On average, male athletes had a lower body fat percentage (14.2%) than female athletes (19.8%), a significant difference (p < 0.05). BMI was not significantly different among weight classes. However, partial correlation analysis showed a slight positive association (r = 0.45) between BMI and body fat percentage. In conclusion, Indonesian elite Pencak Silat athletes had ideal body compositions, with gender variances in body fat. These findings underline the need for gender and weight-specific training and dietary programs. This study contributes evidence-based recommendations to support more effective athlete development frameworks for advancing Indonesian Pencak Silat globally.
Socialization and Coaching Science Training at KONI Surakarta Coaches in 2024 Prasetyo, Hendrig Joko; Purnama, Sapta Kunta; Doewes, Rumi Iqbal; Hidayatullah, Mohammad Furqon; Nuryadin, Islahuzzaman; Haris Nugroho; Slamet Widodo; Fadilah Umar
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i2.4630

Abstract

Coaching is a very complex process and coaches are required to do various things such as in-depth training and competition planning, organizational tasks, and mentoring athletes, which goes beyond just teaching skills and tactics. A coach's ability to achieve these key expectations will likely determine their coaching effectiveness. Therefore, this devotion is carried out with the aim of providing knowledge and training regarding coaching science to coaches so that coaches are able to carry out appropriate training for their athletes. The devotion method is carried out with socialization and coaching science training. Devotion partners are KONI Surakarta coaches from 14 sports, totaling 20 coaches aged 29.20 ± 9.66 years and have coaching experience of 3.97 ± 4.87 years. Evaluation is carried out on the coaches' knowledge. The devotion results show that the coaches' knowledge about coaching science has increased, seen from the pretest percentage of 35.00% and posttest 65.00%. So it can be concluded that KONI Surakarta coaches have knowledge in coaching science which can be applied in implementing training.
Pengaruh Plyometric Trainning Terhadap Kemampuan Sprint Pemain Futsal Marfyan Tanda Septyana; Kunta Purnama, Sapta; Nugroho, Haris
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kemampuan motorik yang sangat penting bagi pemain futsal adalah sprint. Plyometric training adalah salah satu jenis latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan sprint. Hal ini merupakan salah satu strategi latihan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik pemain olahraga tim, serta untuk meningkatkan salto, sprint, dan perubahan arah dengan aman dan efektif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh plyometric training terhadap kemampuan sprint pemain futsal pada tim Akademi Futsal Wonogiri. Penelitian ini dilaksanakan di Lapangan Futsal Jaya Sakti Wonogiri. Populasi adalah tim Akademi Futsal Wonogiri. Sampel terdiri dari 40 pemain futsal pria usia 21.65±2.71 tahun dengan tinggi badan 170.53±6.21 cm. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen. Hasil data yang diperoleh berupa data deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan data sprint diukur dengan 20 meter sprint test. Analisis statistik data menggunakan SPSS 24.0. Hasil uji normalitas yang dilakukan pada pre-test dan post-test diperoleh nilai signifikansi = 0.439 dan 0.135. Nilai tersebut lebih besar dari angka batas penolakan pada taraf signifikansi 0.05 (p>0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data sprint pre-test dan post-test termasuk berdistribusi normal. Selanjutnya, dilakukan uji homogenitas untuk menguji kesamaan varian. Dari hasil uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi 0.098 untuk pre-test dan 0.327 untuk post-test, sehingga data tersebut terbukti homogen dikarenakan syarat dari homogen adalah nilai p>0,05 pada signifikansi 5%. Pada uji korelasi antara data pre-test dan post-test dihasilkan bahwa keduanya berkorelasi sangat valid dibuktikan dengan p<0.05 pada taraf signifikansi 5% (0.000 < 0.05), membuktikan bahwa perlakuan plyometric training berkorelasi dan berpengaruh pada sprint. Pemberian latihan plyometric dengan perlakuan selama empat minggu pelatihan dengan frekuensi tiga kali seminggu dapat meningkatkan kecepatan waktu sprint. Metode plyometric training yang dilakukan secara teratur dan terarah dapat meningkatkan performa sprint pemain futsal. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pelatih dan atlet futsal untuk mempertimbangkan penggunaan plyometric training dalam program latihan mereka guna meningkatkan kemampuan sprint
Strategies to Increase Motoric Ability through Circuit Training Methods in Children with Special Needs: Experimental Study at Sukoharjo State Special School Jariono, Gatot; Nurhidayat, N; Sudarmanto, Eko; Yunita, Prita; Nugroho, Haris; Maslikah, Uzizatun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teaching children with physical, emotional, mental, or social problems who also have special potential intellect and gifts falls under the general heading of special education. Technical education services in the form of special education for children with disabilities or children with very high IQs can be offered at the primary and secondary school levels either inclusively or in the form of special education units. Therefore, there is a need for teachers who have the necessary credentials and are familiar with the traits of kids with learning disabilities, especially kids with special needs. The goal of this project is to apply a circuit-based inclusive education technique to aid the motor skill development of children with exceptional needs. In this examination, a broad research and development strategy was employed. using a quantitative strategy and quasi-experimental techniques. 30 students from Sukoharjo SLB were utilized as research participants, and data was collected through observation, interviews, practical tests, and documentation. Data triangulation techniques were then used for analysis. Data gathering, reduction, and verification, as well as data interpretation. Based on the study's findings, it can be said that circuit training helps children with special needs develop their motor abilities. But more study is required on the topics of adaptive learning, conventional games, social environments, psychological, fine motor abilities, physical fitness, and those connected to inclusive learning in children with special needs.
APAKAH KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR DAPAT DITINGKATKAN DENGAN LATIHAN SIRKUIT? Jariono, Gatot; Nurhidayat, N; Sudarmanto, Eko; Indarto, Pungki; Yunita, Prita; Nugroho, Haris
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agar tubuh kita dapat melakukan banyak aktivitas, kita harus memiliki kebugaran jasmani yang mumpuni. Kebugaran jasmani merupakan kemampuan fisik seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa lelah dan tetap memiliki cadangan energi. Hal ini dapat dilakukan Latihan salah satunya melalui Latihan sirkuit. Latihan sirkuit merupakan jenis latihan di mana peserta diminta untuk melakukan suatu kegiatan tertentu, seperti latihan dalam waktu yang singkat, menggunakan beban yang sedang, repitisi yang tinggi, dan waktu istirahat yang singkat. Setelah itu, peserta melanjutkan dengan program latihan sirkuit lainnya. Tujuan program latihan ini adalah untuk memberikan tantangan otot dan sistem kardiovaskular dengan hal-hal baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan seberapa efektif latihan sirkuit untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa sekolah dasar. Program latihan sirkuit terdiri dari tiga sesi setiap minggu, dua belas kali pertemuan, dengan durasi 30 menit setiap sesi. Tes kebugaran termasuk (1) lari 40-meter, (2) tes gantung siku tekuk, (3) baring duduk selama 30 detik, (4) loncat tegak, dan (5) lari 600 meters. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang disebut quasi eksperimen. Penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas atas Madarasah Ibtidayah Muhammadiyah Wonorejo, masing-masing 15 putera dan 15 puteri. Metode purposive sampling digunakan untuk memberikan sampel penelitian ini. Untuk menganalisis data penelitian ini, program SPSS Versi 26 digunakan. Uji beda sampel berpasangan dan independen dilakukan dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar mungkin lebih sehat dengan latihan sirkuit. Karena penelitian ini hanya mencakup satu sekolah, diperlukan penelitian tambahan. Penelitian lebih lanjut harus dilakukan pada berbagai sekolah. Penelitian ini harus melihat bagaimana karakteristik siswa, kondisi psikologis, lingkungan sosial, kondisi fisik, dan latihan yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa.