Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Digital Berbasis Google Sites dengan Model ADDIE Pada Materi Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Siti Dhinda Tiarani; Yalvema Miaz; Muhammadi Muhammadi; Ulfia Rahmi
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 9, No 1 (2025): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jippsd.v9i1.135840

Abstract

This study developed a Google Sites–based digital learning medium to enhance Civic Education learning for grade V elementary school students. Preliminary analysis revealed that learning was still dominated by teacher-centred methods, limited media use, and low student engagement, indicating the need for interactive digital resources. The study aimed to produce a valid, practical, and effective learning medium for the topic “Norma dalam Kehidupanku.” Using the ADDIE development model, the research followed a systematic procedure comprising needs analysis, media design, digital content development, expert validation, limited implementation, revision, and final evaluation. Participants included grade V teachers and students from three public elementary schools in Padang. Data were collected through expert validation sheets, practicality questionnaires, and pretest–posttest assessments, and analyzed using percentage scores and N-Gain. Results showed very high validity (93.89%), teacher practicality (99.17%), and student practicality (87.82%). Effectiveness testing demonstrated significant improvement in learning outcomes, with the average score increasing from 78.9 (pretest) to 96.6 (posttest) and an N-Gain of 0.90 (high category). These findings confirm that Google Sites–based media effectively support interactive, accessible, and contextual Civic Education learning in elementary schools.
Pelatihan “Talempong Pacik” untuk Pelestarian Budaya Minangkabau di Sekolah Dasar Ardipal Ardipal; Ahmad Zikri; Muhammadi Muhammadi; Farida Mayar
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i2.1266

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam melestarikan budaya lokal melalui pelatihan alat musik tradisional talempong pacik serta penguatan pendidikan karakter melalui storytelling pencegahan pelecehan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal dan pendidikan karakter ke dalam pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 20–21 Juli 2024 di Kabupaten Padang Pariaman melalui metode penyuluhan, workshop, dan pendampingan intensif yang mengombinasikan teori dan praktik. Guru dilatih memainkan talempong pacik sebagai media pembelajaran seni budaya sekaligus dibekali keterampilan storytelling untuk menanamkan nilai perlindungan diri pada siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru, baik dalam memainkan talempong pacik maupun dalam menyampaikan materi pencegahan pelecehan secara komunikatif. Secara kualitatif, guru menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pembelajaran. Siswa juga memberikan respons positif, terutama dalam meningkatkan kesadaran budaya dan pemahaman tentang perlindungan diri. Program ini memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya lokal serta penguatan karakter siswa, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dasar.
Pelatihan Storytelling bagi Guru untuk Pencegahan Pelecehan pada Siswa Sekolah Dasar Muhammadi Muhammadi; Ahmad Zikri; Rayendra Rayendra
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i2.1267

Abstract

Kasus pelecehan terhadap anak usia sekolah dasar di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, sementara literasi guru dalam upaya pencegahan masih relatif rendah. Guru belum sepenuhnya memahami bentuk pelecehan, tanda-tanda perilaku korban, serta strategi edukasi perlindungan diri yang sesuai dengan karakteristik siswa. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan metode storytelling sebagai strategi preventif pencegahan pelecehan pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Padang Pariaman. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, workshop, dan pendampingan intensif yang dilaksanakan pada 11–13 Agustus 2025 dengan mengintegrasikan penyampaian materi, praktik bercerita, analisis kasus, dan simulasi pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen terstruktur untuk mengukur peningkatan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan cerita edukatif berbasis perlindungan diri. Hasil menunjukkan peningkatan skor pemahaman guru dari 63 menjadi 85 dan keterampilan storytelling dari 65 menjadi 85, yang mencerminkan peningkatan kompetensi pedagogis dan protektif. Siswa juga menunjukkan respons positif melalui peningkatan pemahaman tentang area tubuh pribadi dan kemampuan mengungkapkan ketidaknyamanan. Temuan ini menegaskan bahwa storytelling merupakan pendekatan efektif dan ramah anak untuk pencegahan pelecehan di sekolah dasar.
Implementasi Evaluasi Pembelajaran Berbasis Digital di Sekolah Dasar: Studi Observasi pada Berbagai Sekolah di Sumatera Barat dan DKI Jakarta Muhammadi; Ranti Meizatri; Wina; Kholista Zikhra Amalia; Putri Rahmadani; Rany Puspita
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6735

Abstract

Dalam bidang pendidikan, pendekatan evaluasi pembelajaran yang menggunakan teknologi digital semakin menjadi hal yang penting karena kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana evaluasi pembelajaran berbasis digital diterapkan di sekolah dasar. Ini mencakup proses perencanaan, pelaksanaan, serta kelebihan dan tantangan yang dihadapi oleh guru dan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan di sepuluh sekolah dasar yang berada di Sumatera Barat dan DKI Jakarta. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan para guru, dan dokumentasi tentang penggunaan media evaluasi yang berbasis digital. Temuan dari penelitian mengungkapkan bahwa guru telah memanfaatkan berbagai platform digital seperti Wordwall, Educaplay, Quizizz, Kahoot, Blooket, dan Google Form di dalam proses evaluasi belajar. Penggunaan media digital terbukti mampu mendorong motivasi, partisipasi, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan evaluasi tersebut. Namun, pelaksanaan evaluasi yang berbasis digital masih mengalami beberapa kendala, termasuk keterbatasan perangkat, masalah jaringan internet, serta kebutuhan dukungan awal bagi siswa yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Oleh karena itu, untuk memastikan evaluasi pembelajaran berbasis digital berjalan efektif, perlu adanya dukungan dari kesiapan guru, akses pada teknologi yang memadai, dan pendekatan pendampingan yang sesuai.
Implementasi Evaluasi Pembelajaran Berbasis Digital di Sekolah Dasar pada Sekolah Dasar Negeri di Sumatera Barat Meisya; Nurul Dwi Rahayu; Tiara Sri Wahyuni; Cindy Aprilia Ningsih; Muhammadi; Ranti Meizatri
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6766

Abstract

Penerapan evaluasi pembelajaran berbasis digital di sekolah dasar masih menunjukkan perbedaan tingkat pemanfaatan dan efektivitas antar satuan pendidikan, sehingga perlu dikaji secara empiris melalui observasi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan efektivitas evaluasi pembelajaran berbasis digital di sekolah dasar serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik pada sembilan sekolah dasar di beberapa kabupaten/kota, sedangkan objek penelitian adalah penggunaan media evaluasi digital seperti Quizizz, Google Form, Kahoot, Wordwall, Educaplay, dan Gimkit. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media evaluasi digital mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik, mempercepat proses penilaian, serta membantu guru dalam pengolahan hasil evaluasi pembelajaran. Namun, kendala masih ditemukan berupa keterbatasan akses internet, kesiapan sarana dan prasarana, serta literasi digital guru dan peserta didik yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran berbasis digital efektif diterapkan di sekolah dasar apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai dan peningkatan kompetensi digital guru secara berkelanjutan.
Pengembangan Media Augmented Reality Berbantuan Assemblr Edu untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Nita Yeni Asmara; Yanti Fitria; Muhammadi Muhammadi; Ulfia Rahmi
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 9, No 1 (2025): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jippsd.v9i1.137507

Abstract

This study aims to develop Augmented Reality learning media assisted by Assemblr Edu and to examine its validity, practicality, and effectiveness in improving the motivation and critical thinking skills of fifth-grade elementary school students in Natural Sciences (IPAS). The low level of students’ motivation and critical thinking skills is mainly caused by the limited use of innovative learning media. This research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The research instruments include validation sheets, teacher and student response questionnaires, and critical thinking tests. Data analysis techniques involve quantitative analysis using descriptive statistics in percentage form to determine the validity and practicality of the media, as well as the N-Gain test to measure the improvement in critical thinking skills, along with qualitative analysis from observations, interviews, and expert feedback. The results show that the developed media achieved a validity score of 96% (very valid), practicality scores of 96.6% from teachers and 96.30% from students (very practical), and an N-Gain score of 0.719 (high effectiveness). These findings indicate that the Augmented Reality media assisted by Assemblr Edu is feasible, practical, and effective in supporting interactive and meaningful learning in elementary schools