Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

REDESAIN STRUKTUR GEDUNG 5 LANTAI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS WARMADEWA BERBASIS SISTEM KOMPOSIT Vinantya Laksmi, Ida Ayu Cri
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2026): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i1.9382

Abstract

Perkembangan teknologi konstruksi menuntut sistem struktur yang lebih efisien, kuat, dan ekonomis. Struktur komposit yang menggabungkan elemen baja dan beton merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kinerja struktur dibandingkan sistem beton bertulang konvensional. Gedung G2 Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa yang semula direncanakan menggunakan beton bertulang kemudian dianalisis kembali dengan sistem struktur komposit. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana merencanakan ulang struktur gedung menggunakan sistem komposit serta membandingkan kinerja struktur terhadap simpangan antar lantai dengan struktur beton bertulang eksisting. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data gambar dan data tanah, perencanaan pembebanan sesuai standar SNI, pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak ETABS v.21, serta perencanaan elemen struktur komposit yang meliputi pelat lantai dengan deck baja bergelombang, balok baja IWF, kolom komposit, sambungan, dan pondasi tiang pancang. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur komposit memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan struktur beton bertulang eksisting. Nilai simpangan maksimum struktur komposit sebesar 30,176 mm pada arah X dan 25,334 mm pada arah Y, sedangkan struktur beton bertulang eksisting mencapai 35,649 mm pada arah X dan 32,866 mm pada arah Y. Hal ini menunjukkan bahwa sistem struktur komposit lebih efektif dalam meningkatkan kekakuan dan mengurangi simpangan bangunan.
Perencanaan Desain Geometrik Jalan Pura Sad Kahyangan Luhur Andakasa, Karangasem, Bali Rai Asmani K Anak Agung; I Wayan Jawat; Cri Vinantya Laksmi Ida Ayu
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Luhur Andakasa merupakan salah satu pura Sad Kahyangan di Bali yang terletak di Kabupaten Karangasem, tepatnya di Banjar Pakel, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis. Pura Luhur ini berada 200 meter di atas permukaan laut. Pura ini dicapai dalam jarak 42 km dari Universitas Warmadewa. Dalam perjalanan menuju pura luhur, kondisi jalan yang harus dilalui sangat curam dan sempit. Hal tersebut disebabkan oleh kemiringan jalan yang sangat ekstrim serta lebar jalan yang cukup sempit. Hal tersebut yang kemudian menjadi permasalahan yang dirasakan oleh pengempon pura serta pemedek saat mengendarai kendaraan dan berpapasan dengan kendaraan lainnya mengingat persembahyangan dilakukan dari dari satu titik ke titik lainnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengempon Pura meminta bantuan dari tim PkM untuk menyelesaiakan permasalahan yang terjadi. Adapun solusi terkait permasalahan geometrik jalan yang ditawarkan antara lain: (1) perencanaan desain geometrik jalan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kemiringan jalan, (2) perhitungan galian dan timbunan dalam perencanaan desain geometrik jalan yang baru yang dituangkan dalam RAB. Penyelesaian masalah mitra menggunakan metode survey, pengukuran langsung dilapangan dan tahap FGD dengan pengempon pura langsung untuk membuat dan merencanakan desain perencanaan geomerik jalan. Hasil dari kegiatan PKM akan digunakan oleh pengempon Pura dalam rangka pengembangan dan pembuatan jalan baru menuju Pura Luhur Andakasa.
Penataan Fasilitas Parkir Dan Fasilitas Umum Berbasis Masyarakat (Pengempon Pura) di Pura Sad Kahyangan Luhur Andakasa Rai Asmani K Anak Agung; I Wayan Jawat; Cri Vinantya Laksmi Ida Ayu
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Sad Kahyangan Luhur Andakasa is one of the temples that is a prayer destination for Hindus in Bali. This temple is located in Gegelang Village, Manggis District, Karangasem Regency. This temple is one of the temples visited by many pilgrims. The high level of public interest in praying at Puru Luhur Andakasa needs to be supported by adequate parking for the vehicles used by pilgrims. Apart from that, the existing parking area is also used by traders to sell. Therefore, based on requests from community leaders and the administrators of Pura Luhur Andakasa, the dedication was focused on macro and micro issues raised by local community leaders regarding the arrangement of land for parking plots and kiosks for traders selling around the Pura Luhur Andakasa area. In carrying out this service, a measurement method is used, which will then be expressed as a design for parking lots and selling blocks/kiosks for traders.
PKM Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penataan Beji Pura Dalem Di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten, Gianyar, Bali I Putu Hartawan; Cri Vinantya Laksmi Ida Ayu
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beji sangat berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata karena dipercaya menjadi tempat melukat oleh masyarakat umum untuk membersihkan diri secara rohani dan jasmani. Dalam perkembangannya tempat melukat yang sudah dilengkapi dengan sarana dan fasilitas penunjang banyak didatangi oleh masyarakat sekitar, masyarakat luar desa, dan wisatawan. Desa Lokaserana sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata dengan potensi sumber air yang melimpah. Desa ini dilalui oleh Sungai Pakerisan, sehingga terdapat potensi sumber air yang besar di Desa ini. Pada Desa ini terdapat Beji Pura Dalem dengan potensi sumber mata air yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Berdasarkan observasi awal, kondisi fisik Beji Pura Dalem saat ini terdapat beberapa permasalahan seperti, akses sirkulasi yang kurang layak, tidak terdapat fasilitas penunjang jika dikembangkan menjadi tempat melukat, ruang terbuka hijau di sekitar beji yang belum teratata. Melihat permasahan tersebut maka diperlukan penataan Beji Pura Dalem agar dapat dikembangkan menjadi objek wisata dan juga dapat memberikan kenyamanan bagi warga sekitar yang akan sembahyang ke Beji Pura Dalam. Metode yang dugunakan dalam kegiatan ini yaitu survei bersama mitra, diskusi dengan mitra, dan pembuatan gambar penataan Beji Pura Dalem. Adapun solusi awal yang ditawarkan Tim PKM setelah berdiskudi dengan mitra yaitu, penataan akses dan penambahan fasilitas-fasilitas penunjang seperti ruang untuk melukat, ruang ganti, dan toilet. Hasil pengabdian ini adalah dokumen penataan dan perancangan yang nantinya akan dipakai acuan dalam proses kontruksi dan juga untuk membuat usulan pengajuan dana.
Rekayasa Sosial Partisipasi Masyarakat Dalam Mematuhi Ketertiban Umum di Jalan Akasia Denpasar Mirsa Umiyati; Toto Noerasto; Ida Ayu Cri Vinantya Laksmi
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.1.2021.20-25

Abstract

Perkembangan kawasan pemukiman disekitar Jalan Akasia berdampak pada terjadinya kemacetan dan kepadatan jalan. Perilaku parkir sembarangan, penggunaan bahu jalan sebagai parkir, serta pemanfaatan bahu jalan untuk berjualan menyebabkan timbulnya hambatan yang berdampak pada terjadinya kemacetan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan bentuk studi kasus dan analisis kualitatif-deskriptif. Pemilihan metode ini didasarkan atas data dilokasi yang tidak berupa angka numeris.Metode perolehan data dengan melakukan wawancara dan sosialisasi. Hasil wawancara dan sosialisasi awal yang dilakukan pada masyarakat sekitar Jalan Akasia, menunjukkan bahwa peran masyarakat dalam upaya ikut menjaga ketertiban umum khususnya berlalulintas masih kurang. Masyarakat masih berasumsi bahwa upaya ketertiban umum berlalulintas adalah tugas dari aparat desa dan keamanan. Masyrakat belum memahami tentang penggunaan badan jalan yang dilarang ataupun diperbolehkan. Hasil dari sosialisasi dan FGD adalah masyarakat sekitar Jalan Akasia bersedia mengikuti ketentuan hukum mengenai batas sempadan jalan serta aturan pemasangan reklame. Hal ini merupakan hasil yang positif sebagai bukti adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam ikut menjaga ketertiban umum dan mematuhi peraturan yang berlaku. Sosialisasi yang dilakukan dengan para pemilik toko/warung menghasilkan kesepakatan bahwa dalam proses berjualan agar parkir pengunjung ditata sehingga tidak menimbulkan hambatan jalan yang dapat berdampak pada timbulnya kemacetan.