Claim Missing Document
Check
Articles

Ipteks bagi Masyarakat (IbM) pada kelompok tani budidaya jamur konsumsi Subur Makmur Desa Parongpong Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Yoyoh Jubaedah
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.139

Abstract

Permasalahan budidaya jamur konsumsi muncul saat pasca panen, meningkatnya jumlah petani yang melakukan budidaya jamur konsumsi mengakibatkan jumlah jamur konsumsi yang ada di pasaran meningkat, hal ini dapat menurunkan harga jual jamur konsumsi segar. Permasalahan ini merugikan kelompok tani jamur konsumsi karena jamur yang telah dipanen dan tidak segera laku dijual akan busuk dan harganya menjadi turun, bahkan tidak laku dijual. Program IbM yang dilakukan bertujuan memberikan solusi penanganan pasca panen jamur konsumsi melalui pengolahan menjadi berbagai makanan olahan antara lain keripik jamur, bakso jamur, abon jamur, dan dendeng jamur, membuat beberapa mesin yang menunjang pengolahan jamur sehingga produk olahan memenuhi standard SNI dan memperlancar pemasaran hasil olahan. Program IbM dilakukan kepada kelompok tani Subur Makmur Desa Parongpong Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung melalui pelatihan dengan menggunakan berbagai metode, antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pemberian tugas dan partisipatif. Kegiatan yang dilakukan pada program IbM meliputi: 1) Pembekalan materi yang berkaitan dengan IPTEKS bagi Masyarakat, 2) Pembuatan alat produksi, 3) Pelatihan pembuatan aneka produk jamur; sehingga menghasilkan luaran sebagai berikut: (1) Metode dan teknik pengolahan jamur konsumsi terdiri dari pengolahan keripik jamur, bakso jamur, abon jamur, dendeng jamur; (2) Mesin pengering; (3) Mesin penggiling; (4) Mesin pengepres; (5) Produk olahan jamur dalam bentuk kemasan yang tahan lama terdiri dari keripik jamur, bakso jamur, abon jamur dan dendeng jamur. Dari kegiatan ini mitra mengharapkan adanya tindaklanjut pada pengembangan produk usaha baik dari sudut kuantitas maupun kualitas serta jangkauan pemasaran yang lebih luas.
Pelatihan pengelolaan peralatan memasak bagi pendamping rumah tangga (PRT) di Daarut Tauhid Bandung Neni Rohaeni; Yoyoh Jubaedah
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.163

Abstract

Kebutuhan akan pendamping rumah tangga yang tinggi membuat lembaga penyalur pendamping rumah tangga menjamur di mana-mana. Oleh karena itu lembaga penyalur harus dapat menghasilkan para pendamping rumah tangga yang memiliki profesionalitas kerja. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melalui pelatihan yang tepat dalam mengelola pekerjaan rumah tangga. Salah satu pekerjaan rumah tangga itu berkaitan dengan pengelolaan peralatan masak. Untuk itu para pendamping rumah tangga perlu dibekali pengetahuan mengenai karakteristik bahan alat masak, penggunaan alat masak, perawatan alat masak yang sesuai dengan karakteristik bahan, keterampilan untuk menggunakan peralatan masak dengan tepat, merawat peralatan masak sesuai karakteristik bahan alat masak dengan tepat, dan juga sikap untuk mengelola peralatan masak dengan tepat.
Pelatihan variasi olahan bebek pada ibu-ibu kelompok tani Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Neni Rohaeni; Yoyoh Jubaedah
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38815

Abstract

Permasalahan ini timbul karena adanya pencemaran industri yang merugikan kelompok tani karena semakin berkurangnya jumlah lahan subur, produksi yang terus menurun serta keengganan petani bercocok tanam yang berdampak pula pada peningkatan jumlah pengangguran. Program pelatihan ini bertujuan memberikan solusi kepada kelompok tani untuk memanfaatkan tanah sawahnya yang kurang subur untuk membuat kandang bebek, usaha ternak bebek, sehingga bebek yang sudah tidak produktif lagi tidak hanya dijual dalam bentuk bebek hidup tetapi juga diolah menjadi nugget dan abon untuk konsumsi keluarga dan meningkatkan pendapatan petani. Pemanfaatan lahan sawah yang mulai berkurang kesuburannya dan bahkan suatu hari lahan sawah tersebut tidak dapat ditanami lagi, sehingga perlu ada usaha tani lain yaitu usaha ternak bebek bagi kelompok tani. Program pelatihan ini dilakukan kepada kelompok tani Sukamanah II dan Mekar Jaya Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek melalui pelatihan dengan menggunakan berbagai metode, antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pemberian tugas dan partisipatif. Kegiatan program pelatihan ini berkaitan dengan variasi pengolahan daging bebek menjadi nugget dan abon. Dari program pelatihan ini ditargetkan menghasilkan luaran sebagai berikut: (1) ibu-ibu kelompok tani dapat membuat variasi pengolahan daging bebek untuk konsumsi keluarga, (2) dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga.
Empowerment of female farmers through catfish culinary in industrial areas Yoyoh Jubaedah; Asep Maosul; Nenden Rani Rinekasari; Rakhmat Yusuf; Neni Rohaeni; Heni Hernawati
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.308

Abstract

Catfish farmers face marketing challenges, resulting in delayed harvests and significant price declines. This program aims to improve the economic capacity of women's farmer groups through catfish-based culinary training in Sukamanah Village, Rancaekek District, an area impacted by industrial waste. The method used was a participatory, learning-by-doing model and a Training-of-Trainers (ToT) approach. The program was implemented over six months, encompassing needs analysis, training, mentoring, and evaluation. Results showed significant improvements in participants' knowledge, food processing skills, and product innovation capabilities. The resulting products, such as siomay (siomay), tofu meatballs, and fried catfish dumplings, have a high level of acceptance and have the potential to become household-based micro-enterprises. This program also contributes to women's empowerment by increasing productivity and family income. Furthermore, the digital-based mentoring approach and the role of PKK (Family Welfare Movement) cadres as local agents have proven to support the program's sustainability. Thus, culinary training based on local potential can be an effective strategy for improving family welfare in areas affected by industrial pollution.   Abstrak Para peternak ikan lele mengalami kesulitan dalam pemasaran, sehingga ikan terlambat dipanen dan harga jual menurun secara signifikan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi wanita kelompok tani melalui pelatihan kuliner berbasis ikan lele di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, yang merupakan wilayah terdampak limbah industri. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis model learning by doing dan pendekatan Training-of-Trainers (ToT). Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan pengolahan pangan, serta kemampuan inovasi produk peserta. Produk yang dihasilkan berupa siomay, baso tahu, dan pangsit goreng ikan lele memiliki tingkat penerimaan yang tinggi dan berpotensi menjadi usaha mikro berbasis rumah tangga. Program ini juga berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan keluarga. Selain itu, pendekatan pendampingan berbasis digital dan peran kader PKK sebagai agen lokal terbukti mendukung keberlanjutan program. Demikian, pelatihan kuliner berbasis potensi lokal dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di wilayah yang terdampak oleh pencemaran industri. Kata Kunci: diversifikasi produk pangan; ikan lele; kesejahteraan keluarga; pemberdayaan wanita tani
Digital Assessment Model of Industrial Practice On-the-job Performance of Social Workers at a Family Learning Center Jubaedah, Yoyoh; Rinekasari, Nenden Rani; Rohaeni, Neni; Yusuf, Shofa Fithriturrohmi
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2023): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v16i1.67734

Abstract

The industrial practice assessment tool that can objectively measure the competency achievements of students of the Family Welfare Education Study Program during Industrial Practice at the Family Learning Center (PUSPAGA) is essential. The research objectiveis to produce a digital assessment model for Industrial Practices on the job performance of the social worker. The study used a qualitative descriptive method through expert judgment and the limited availability of exams and responses. Participants are industry practitioners, PUSPAGA external consultants, and a team of government agency experts. Researchers collect data Research results show that a digital assessment model on the job performance of social workers is very feasible to implement and achieve student performancein the implementation of Industrial Practices at PUSPAGA; all of them are declared competent.External Mentors on Industry Practice as a digital assessment user t responds strongly agree thatthe digital assessment model on the job performance of socialworkers is the application: (a) which makes it easier to assess student performance objectively online; (b) more practical, systematic, and efficient in assessing practicum performance; (c) who helps and provides user satisfaction in providing an objective assessment of practicum performance.
Co-Authors -, Tati Abas, Tati Abas, Tati Abas, Tati Afifah Azzahra Agustina, Yosi Aljuando Fijar Mahendra Mahendra Ana Ana Ana Anissa Gusmiyanti Aprilia, Lu'luwatin Rosdiana Arlianty, Lia Shafira Asep Maosul Boonsong, Sutthiporn Boriboon, Gumpanat Candralaela, Fitriyani Devi Eliza Dinar Nur Inten Elih Sudiapermana, Elih Elly Lasmanawati Elvira Elvira Fahliani, Ihfa Siti Firly, Jessy Fitri A, Afifah Nur Fitri Jamilah, Anis Fitriandini, Siska Fujiastuti, Cici Haifa, Nuri Hardika, Mutia Hasanah, Viena Rusmiati Hassa Yanura Khairina Heni Hernawati Heni Hernawati Hoerunisa, Sabrina Hana I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Indri Ayu Lestari, Indri Ayu Isma Widiaty Jati, Indra Sukma Khaerani, Meiliya Dini Khasanah, Lipur Amaliyatul Kusdamayanti, Popy Kusdamayanti, Popy Kusumawati, Puspasari Lailatissilmi, Lailatissilmi Lia Shafira Arlianty Lia Shafira Arlianty Mally Maeliah Marlia, Della Marlitiana, Alieta Nadia Melly Sri Sulastri, Melly Sri Mirna Purnama Ningsih Mirna Purnama Ningsih, Mirna Purnama Mu’jizatin, Nur Mughni, Aulia Mutiara, Nur Endah Nenden Rani Rinekasari Nenden Rani Rinekasari Neni Rohaeni Nikita Nindya Prathevi Nudiati, Dety Nunu Heryanto, Nunu Nurfatimah, Rosita Nurhamiddiyanti, Siti Indah Nurhermawati, Fenny Puspita, Hani Rachman, Chandra Wardana Rahmadyani, Desti Fauzia Rahmah, Audina Adila Rani Renakasari, Nenden Rezkia Anjani Firstian Rifa’i, Melly Sri Sulastri Rinekasari, Nenden R. Rizka Latifah Rohmah, Iis Salsabila, Salsabila Sani, Resna Amalia Sardin Seni Agustina Shofa Fithriturrohmi Yusuf Sipayung, Ester Elisabeth Sofyan Zanuansyah Solihah, Agni Nur Sumiati, Nelis Tamara, Vanya Nikki Hadiarti Tati Tati Tati Tati Wahyuni, Fitri Ayu Winona Khoerunnisa Wulandari, Hodijah Yani Achdiani Yusuf, Rakhmat Yusuf, Shofa Fithriturrohmi Yusup, Ayu Khairunnissa Zanella, Selly