Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PASIEN FIBROADENOMA MAMMAE DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2017-2018 I Gusti Bagus Lulut Premana Mulia; I G A Sri Mahendra Dewi; I Wayan Juli Sumadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i4.P12

Abstract

ABSTRAK Fibroadenoma mammae (FAM) yaitu tumor jinakGpadaXpayudaraGyangXberbatasGjelas danXberbentukGbenjolanXyangGdapatXdigerakkan. Penyebab fibroadenomaXyaitu adanya pathogenesis yang berhubungan dengan hipersensitivitas jaringan payudara local terhadap estrogen, factor makanan dan factor riwayat keluarga atau keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik klinikopatologi pasien FAM di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2017 – 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metodeGpenelitian potong lintang. Sebanyak 94 sampel diambil dengan teknik total sampling dan dianalisis univariat. Hasil penelitian karakteristik penderita FAM dengan kelompok usia 12 – 16 tahun 7 orang (7,4%); 17 – 25 tahun 27 orang (28,7%); 26 – 35 tahun 17 orang (18,1%); 36 – 45 tahun 25 orang (26,6%); 46 – 55 tahun 13 orang (13,8%); 56 – 65 tahun 4 orang (4,3%); dan >65 tahun 1 orang (1,1%). Ukuran FAM 1,1 – 2 cm 29 orang (30,9%); 2,1 – 3 cm 27 orang (28,7%); 3,1 – 4cm 22 orang (23,4%); >4cm 16 orang (17,0%). Lateralisasi FAM dibagian sinistra 50 orang (53,2%); dextra 36 orang (38,3%); dan bilateral 8 orang (8,5%). Subtipe histopatologi Common Fibroadenoma 73 orang (77,0%); Complex FibroadenomaX5 orang (5,3%); dan Giant Fibroadenoma 16 orang (17,0%). Peneliti menyarankan untuk dilakukan penelitian analitik lebih lanjut guna mencari factor yang berhubungan dengan fibroadenoma mammae. Kata kunci : Fibroadenoma Mammae, Karakteristik Klinikopatologi, Tumor Payudara, Bali
PROFIL SITOLOGI EFUSI PLEURA MALIGNA DI RSUP SANGLAH TAHUN 2015-2017 M. Arif Perdana Ariyansyah; Luh Putu Iin Indrayani Maker; I Wayan Juli Sumadi; Ni Putu Sriwidyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.461 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P10

Abstract

ABSTRAK Efusi pleura merupakan sebuah kondisi patologis dari pleura. Akumulasi cairan rongga pleura ini dapat memberikan informasi tambahan bagi praktisi klinis untuk menegakkan diagnosis, termasuk adanya keganasan. Pemeriksaan sitologi efusi pleura adalah salah satu pemeriksaan yang mudah dilakukan, tidak membutuhkan biaya besar, dan minim tindakan invasif pada pasien. Di Indonesia, masih sedikit penelitian yang berkaitan dengan profil sitologi efusi pleura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sitologi efusi pleura pada kasus keganasan di RSUP Sanglah. Penelitian ini menerapkan metode penelitian deskriptif cross-sectional. Data penelitian menggunakan data sekunder yang tersimpan di arsip Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah, Denpasar, periode Januari 2015 hingga Desember 2017. Teknik pengumpulan sampel menggunakan metode total sampling. Total sampel pada penelitian ini adalah 628 pasien dengan rerata umur 50,84(±16,78) tahun dan didominasi oleh laki-laki (52,50%). Diagnosis klinis sebagai rujukan untuk dilakukannya pemeriksaan sitologi efusi pleura didominasi oleh curiga keganasan dengan 290 kasus (46,20%). Hasil pemeriksaan positif sebesar 52 kasus (8,30%) dan seluruhnya merupakan kasus keganasan sekunder. Rerata umur keganasan sekunder adalah 58,98(±13,21) tahun dan didominasi perempuan (76,90%). Tipe keganasan sekunder terbanyak adalah karsinoma sebanyak 33 kasus (63,5%) dengan rerata umur 58,30(±11,56) tahun dan malignant, NOS sebanyak 19 kasus (36,50%) dengan rerata umur 60,16(±15,96) tahun. Kedua kasus tersebut didominasi oleh perempuan, 27 kasus (81,80%) pada karsinoma dan 13 kasus (68,40%) pada malignant, NOS. Keganasan sekunder merupakan keganasan efusi pleura yang paling banyak terjadi. Setengah diantaranya bertipe karsinoma dan mayoritas terjadi pada perempuan. Kata Kunci : Sitologi, Efusi Pleura, Maligna, RSUP Sanglah.
KARAKTERISTIK PASIEN KARSINOMA PARU DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2017-2018 I Gusti Bagus Mulia Agung Pradnyaandara; Herman Saputra; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; I Wayan Juli Sumadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i8.P13

Abstract

ABSTRAK Karsinoma paru adalah keganasan dengan angka mortalitas tertinggi di dunia pada penduduk pria. Karsinoma paru dimulai dari munculnya tumor supressor gen pada genom (onkogen). Inisiator yang mengubah tumor suppressor gen dengan delesi maupun insersi sebagian dari susunan pasangan basanya, adanya gen erbB1 dan atau erbB2 yang memiliki peran anti apoptosis. Sekitar delapan koma dua juta angka kematian pada tahun 2012 diakibatkan oleh karsinoma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien yang mengalami karsinoma paru di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Sampel terpilih adalah populasi yang telah melalui kriteria inklusi maupun eksklusi. Dengan perangkat lunak SPSS versi 22 data ini diolah. Hasil penelitian menunjukkan kasus karsinoma paru tersering pada kelompok usia 46-55 tahun sebesar 31,5% dimana jenis kelamin laki-laki adalah yang terbanyak (61,4%). Sebagian besar pasien karsinoma paru menderita tipe histopatologi dari adenocarcinoma (66,9%). Hal yang paling sering dikeluhkan pasien adalah sesak nafas dengan persentase 40,2%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pasien karsinoma paru terbanyak pada kelompok usia 46 sampai 55 tahun yang didominasi pasien yang berjenis kelamin laki-laki, dengan tipe terbanyak adalah adenocarcinoma dan sesak nafas adalah keluhan yang paling sering ditemukan. Kata Kunci: Karsinoma Paru, Karakteristik, Histopatologi.
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PENDERITA ENDOMETRIOSIS DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2017-2018 Putu Ayu Widya Pramesti; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; I Wayan Juli Sumadi; Ni Putu Sriwidyani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i2.P17

Abstract

Endometriosis merupakan kelainan ginekologi ditandai dengan ditemukannya jaringan mukosa endometrium meliputi kelenjar dan stroma diluar endometrium. Tingkat kejadian endometriosis tinggi secara global, namun di Indonesia belum banyak di dilakukan studi terkait dengan tingkat kejadian dan karakteristik penderita endometriosis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik usia, lokasi, manifestasi klinis, gambaran makroskopis, dan gambaran mikroskopis pasien endometriosis di Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar tahun 2017-2018. Metode penelitian yang digunakan adalah potong lintang deskriptif. Data diperoleh dari arsip data pemeriksaan pasien di Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar tahun 2017-2018 yang memenuhi kriteria. Jumlah data yang diperoleh adalah sebanyak 139 sampel. Hasil penelitian menunjukkan kasus endometriosis memiliki tingkat kejadian tertinggi pada rentang usia 41-50 tahun yaitu pada 52 kasus (37%), pada lokasi ovarium sinistra yaitu sebanyak 51 kasus (37%), dan manifestasi klinis nyeri haid yaitu sebanyak 53 kasus (35%). Secara makroskopis, endometriosis paling banyak terjadi pada ukuran > 3 cm yaitu sebanyak 97 kasus (70%) dengan bentuk unilokular sebanyak 100 kasus (72%). Pada 132 kasus (95%) tidak ditemukan pendarahan makroskopis. Secara mikroskopis, epitel pelapis yang paling banyak ditemukan adalah sel epitel kolumnar yaitu sebanyak 44 kasus (32%). Pada 90 kasus (64,7%) ditemukan adanya kelenjar endometrium dan pada 107 kasus (77,0%) ditemukan adanya stroma endometrium. Pada 105 kasus (76%) tidak ditemukan adanya pendarahan secara mikroskopis. Ditemukan pula adanya sel radang seperti hemosiderofag, limfoplasmasitik, PMN neutrofil, dan eosinofil. Kata kunci : Endometriosis, Karakteristik.
PROFIL GAMBARAN LIMFOMA MALIGNUM NON-HODGKIN MENURUT KLASIFIKASI WHO DAN WORKING FORMULATION DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE TAHUN 2016 – 2018 John Nolan; Herman Saputra; Anak Agung Ayu Ngurah Susraini; I Wayan Juli Sumadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i9.P06

Abstract

Limfoma malignum merupakan suatu neoplasma dengan manifestasi pembesaran kelenjar getah bening dan di luar kelenjar getah bening. Klasifikasi dari limfoma malignum dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai profil gambaran limfoma malignum menurut klasifikasi WHO dan Working Formulation (WF) di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar dalam kurun waktu 2016 – 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong lintang dengan menggunakan metode pengambilan data sekunder dengan cara retrospektif yaitu dengan menggunakan rekam medis pasien. Sampel dipilih dan disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan software SPSS versi 25 menurut karakteristik kasus berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi limfoma, dan hasil diagnosis menurut klasifikasi WHO ataupun WF. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kasus terbanyak terdapat pada usia dibawah 65 tahun dengan jumlah 97 orang (72,4%). Jenis kelamin didominasi oleh laki-laki sejumlah 78 orang (58,2%). Lokasi terbanyak didapatkan pada colli/leher sebanyak 28 orang (20,9%) dan diikuti oleh kavum nasi dengan jumlah sebesar 13 orang (9,7%). Menurut klasifikasi WF, intermediate grade merupakan kasus terbanyak yakni sebesar 92 kasus (68,7%). Diffuse large B-cell lymphoma adalah diagnosis terbanyak pada studi ini menurut klasifikasi WHO yakni sejumlah 86 orang (64,2%). Perlu dilakukan penelitian analitik variabel lebih lanjut untuk mencari hubungan antara berbagai karakteristik.
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI GIANT CELL TUMOR TULANG DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2008 – 2018 I Ketut Bawantika Adi Putra; I Wayan Juli Sumadi; Ni Putu Sriwidyani; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i1.P05

Abstract

Giant cell tumor (GCT) tulang adalah tumor jinak pada tulang yang memiliki sifat lokal agresif dan sering mengalami rekurensi yang ditandai dengan proliferasi sel-sel stroma mononuklear dan sel datia yang menyerupai osteoklas. Oleh karena itu mengetahui karakteristik klinikopatologi tumor ini diperlukan untuk membantu mengarahkan diagnosis dan manajemen terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi GCT tulang di RSUP Sanglah Denpasar Bali dengan rentang tahun 2008-2018. Desain penelitian adalah deskriptif cross-sectional dengan pendekatan retrospektif dengan 45 sampel yang diperoleh dari arsip pemeriksaan histopatologi di Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah. Data karakteristik klinikopatologi yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin, gejala klinis, lokasi anatomi, dan mitosis. Analisis data menunjukkan bahwa pasien GCT tulang ditemukan paling tinggi pada dekade ke-4, cenderung pada perempuan daripada laki-laki dengan perbandingan 2 : 1, lokasi GCT umumnya pada tulang ekstremitas namun juga terjadi pada sakrum dan illium, gejala yang sering dikeluhkan adalah benjolan disertai nyeri dan keterbatasan pada range of motion (ROM), mitosis yang teramati pada rentangan 0–12 per 10 lpb dengan mitosis 3 per 10 lpb paling banyak dijumpai. Kata Kunci : Giant cell tumor, tulang, karakteristik klinikopatologi, Bali
KARAKTERISTIK PASIEN KARSINOMA PARU DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2017-2018 I Gusti Bagus Mulia Agung Pradnyaandara; Herman Saputra; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; I Wayan Juli Sumadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i11.P07

Abstract

ABSTRAKKarsinoma paru adalah keganasan dengan angka mortalitas tertinggi di dunia pada penduduk pria. Karsinoma paru dimulai dari munculnya tumor supressor gen pada genom(onkogen). Inisiator yang mengubah tumor suppressor gen dengan delesi maupun insersisebagian dari susunan pasangan basanya, adanya gen erbB1 dan atau erbB2 yang memilikiperan anti apoptosis. Sekitar delapan koma dua juta angka kematian pada tahun 2012diakibatkan oleh karsinoma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien yangmengalami karsinoma paru di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif cross-sectional. Sampel terpilih adalah populasi yang telah melalui kriteria inklusimaupun eksklusi. Dengan perangkat lunak SPSS versi 22 data ini diolah. Hasil penelitianmenunjukkan kasus karsinoma paru tersering pada kelompok usia 46-55 tahun sebesar 31,5%dimana jenis kelamin laki-laki adalah yang terbanyak (61,4%). Sebagian besar pasienkarsinoma paru menderita tipe histopatologi dari adenocarcinoma (66,9%). Hal yang palingsering dikeluhkan pasien adalah sesak nafas dengan persentase 40,2%. Kesimpulan padapenelitian ini adalah pasien karsinoma paru terbanyak pada kelompok usia 46 sampai 55 tahunyang didominasi pasien yang berjenis kelamin laki-laki, dengan tipe terbanyak adalahadenocarcinoma dan sesak nafas adalah keluhan yang paling sering ditemukan. Kata Kunci: Karsinoma Paru, Karakteristik, Histopatologi.
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI GIANT CELL TUMOR TULANG DI RSUP SANGLAH DENPASAR BALI TAHUN 2008 – 2018 I Ketut Bawantika Adi Putra; I Wayan Juli Sumadi; Ni Putu Sriwidyani; Ni Putu Ekawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i11.P04

Abstract

Giant cell tumor (GCT) tulang adalah tumor jinak pada tulang yang memiliki sifat lokal agresif dan sering mengalami rekurensi yang ditandai dengan proliferasi sel-sel stroma mononuklear dan sel datia yang menyerupai osteoklas. Oleh karena itu mengetahui karakteristik klinikopatologi tumor ini diperlukan untuk membantu mengarahkan diagnosis dan manajemen terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi GCT tulang di RSUP Sanglah Denpasar Bali dengan rentang tahun 2008-2018. Desain penelitian adalah deskriptif cross-sectional dengan pendekatan retrospektif dengan 45 sampel yang diperoleh dari arsip pemeriksaan histopatologi di Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah. Data karakteristik klinikopatologi yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin, gejala klinis, lokasi anatomi, dan mitosis. Analisis data menunjukkan bahwa pasien GCT tulang ditemukan paling tinggi pada dekade ke-4, cenderung pada perempuan daripada laki-laki dengan perbandingan 2 : 1, lokasi GCT umumnya pada tulang ekstremitas namun juga terjadi pada sakrum dan illium, gejala yang sering dikeluhkan adalah benjolan disertai nyeri dan keterbatasan pada range of motion (ROM), mitosis yang teramati pada rentangan 0–12 per 10 lpb dengan mitosis 3 per 10 lpb paling banyak dijumpai. Kata Kunci : Giant cell tumor, tulang, karakteristik klinikopatologi, Bali
KARAKTERISTIK PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH TAHUN 2017 Anak Agung Ngurah Satya Pranata; Ni Nyoman Ayu Dewi; I Wayan Surudarma; I Wayan Juli Sumadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i3.P09

Abstract

ABSTRAK Kanker kolorektal (Colorectal Cancer/CRC) menempati urutan ketiga kanker dengan prevalensi tertinggi. Studi ini bertujuan memahami karakteristik pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif potong lintang. Data yang digunakan diambil dari rekam medis pasien kanker kolorektal yang tersimpan di Instalasi Patologi Anatomi RSUP Sanglah. Kasus CRC yang didapatkan sebanyak 44 kasus; dari 44 kasus tersebut didapatkan data usia termuda yang menderita CRC adalah 23 tahun dan tertua adalah 80 tahun, dengan persentase lebih besar terjadi pada kelompok usia >50 tahun dibandingkan dengan kelompok usia <50 tahun ((n=32 (73%) vs. n=12 (27%)). Penderita CRC lebih banyak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan dengan rasio 25:19. Berdasarkan diferensiasi sel diperoleh 1 sampel (2%) dengan well-differentiated, 29 sampel (66%) dengan moderate-differentiated dan 5 sampel (11%) dengan poorly-differentiated CRC. Lokasi tumor yang paling banyak ditemukan adalah pada rektosigmoid sebanyak 11 sampel (25%) yang diikuti pada rektum sebanyak 9 sampel (20,5%). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap data dasar CRC di Bali. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menganalisis hubungan antara variabel karakteristik dengan respon terapi dan prognosis sehingga dapat membantu dalam manajemen CRC. Kata kunci : Kanker Kolorektal, Usia, Jenis kelamin, Diferensiasi Sel
Efek pemberian ekstrak ethanol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) terhadap ketebalan dan diferensiasi sel epitel vagina tikus betina yang mengalami ovariektomi di Laboratorium Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana periode Oktober-Desember 2017 Jessica Yuwono; Wayan Sugiritama; Gusti Ngurah Mayun; Wayan Juli Sumadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2205.798 KB)

Abstract

Post menopause woman experiencing estrogen hormone deficiency causing vaginal atrophy leading decrease in vaginal epithelial thickness. Hormone replacement therapy (HRT) was the first choice to overcome those problems. Meanwhile, HRT has so much adverse effect in long term use such as increase risk of breast cancer, and cardiovascular disease. Phytoestrogen is an estrogen compound derived from plant particullary in purple yam, containing antosianin that could be an alternative for estrogen replacement therapy. Study design is post-test only control group with animal model using wistar mice divided into four groups intervention. Control group recieving placebo, intervention group 1 (I1) recieving 1 cc of purple yam ethanol extract, I2 and I3 recieving 2cc and 4 cc of yam ethanol extract respectively. Oovorectomy was done before intervention and intervention was done for one months. Histophatological structure of vaginal epithelial and assesment of vaginal epithelial maturation was observed. There are significant difference between the average number of parabasal cell, intermediate cell, and superficial cell in four groups intervention (p=0.000). The highest number of parabasal cell was found in control group (151.63±34.13), the highest number of intermediate cell was found in I3 group, and the highest number of superficial cell was found in I3 group. There are significant different between thickness of epithelial cell layer in four groups intervention (p=0.004) and I3 group with the thickest layer of ephitel (54.24 ± 7.782). The best maturation degree was found in I3 group with much squamous epithelium with thick layer of glicogen on the surface of epithelial layer. Meanwhile, control group was found with poor maturation, superficial epithelial layer undergoes keratinization with predominant of parabasal cell layer and only a few number of superficial squamous epithelial cell was found. Intervention of purple yam ethanol extract enhance epithelial maturation and differentiation, increase epithelial thickness in rats undergoes oovorectomy. Keywords: purple yam extract, vagina epithelial, thickness of epithelial, maturation degree, phytoestrogen.
Co-Authors -, Jerry Agus Eka Darwinata Anak Agung Ayu Ngurah Susraini Anak Agung Gde Oka Anak Agung Ngurah Satya Pranata Anak Agung Ngurah Satya Pranata Andreliano Yosua Rompis Arimbawa, I Wayan Gede Bandem Ariyanta, Kadek Deddy Ayu Dewi Ni Nyoman Ayu Dewi, Ni Nyoman Butarbutar, Christine Rosalina Eka Wiratnaya Elysanti Dwi Martadiani Erawan, I Putu Putra Febrina, Jessica Gunawan, I Wayan Nico Fajar Gusti Ngurah Mayun Herman Saputra Herman Saputra Herman Saputra I Gde Haryo Ganesha I Gde Raka Widiana I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Dewi Ratnayanti I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi I Gusti Bagus Lulut Premana Mulia I Gusti Bagus Mulia Agung Pradnyaandara I Gusti Kamasan Nyoman Arijana I Gusti Ngurah Pratama Yuda Atmaja I Gusti Nyoman Sri Wiryawan I Kadek Adi Purnama Sandhi I Ketut Bawantika Adi Putra I Ketut Mulyadi I Made Gotra I MADE MULIARTA . I Made Wirya Sastra I Nyoman Adi Putra I Putu Gede Putra Darmawan I Wayan Sugiritama I Wayan Surudarma I Wayan Wirata I Wayan, Oka Semara Jaya Ida Ayu Ika Wahyuniari Ida Sri Iswari Ivana Juliarty Sitanggang Jayakusuma, I Putu Prabawa Jessica Harlan Jessica Yuwono Johanes Prasetyo Harjanto John Nolan Ketut Mulyadi Luh Made Sudimantini Luh Made Sudimartini Luh Putu Iin Indrayani Maker Luh Yeni Laksmini M. Arif Perdana Ariyansyah Made Agus Kusumadjaja Made Widhi Asih Maker, Luh Putu Iin Indrayani Mark, Antony Marleen Marleen Meiske Margaretha Ni Luh Gede Yoni Komalasari, Ni Luh Gede Yoni Ni Made Linawati Ni Made Maharini Rahayu Ni Made Mahastuti Ni Made Pramita Widya Suksmarini Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Margiani Ni Putu Ekawati Ni Putu Mariati Ni Putu Sriwidyani Ni Wayan Armerinayanti, Ni Wayan Ni Wayan Winarti Nur Silfiah, Nur Pande Putu Bagus Premana Pranata, I Putu Yogi Putu Agus Aryanda Putra Putu Ayu Widya Pramesti Putu Dessy Wilantari Putu Eka Buana Sari Putu Oka Samirana Putu Yuliawati Saraswati, Ni Ketut Rake Putri Shameni Subramaniam Silvester Kristian Taopan Surudarma, I Wayan Suryaningmara, I Wayan Bagus Tessa Saputri Marmanto Tjokorda Gde Bagus Mahadewa Venosha Gunasekaran Wikaputri, Anak Agung Ayu Mutiara