Kadek Eka Swedarma
Program Studi Ilmu Keperawatan Fak.Kedokteran Universitas Udayana

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 DAN TINGKAT RESILIENSI DALAM MENGHADAPI PANDEMI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Putu Putri Paramitha; Putu Oka Yuli Nurhesti; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p15

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang sangat mudah menular. Pengetahuan tentang COVID-19 diperlukan untuk dapat mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 dan resiliensi diperlukan untuk dapat mengatasi situasi sulit pandemi yang menekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dan tingkat resiliensi dalam menghadapi pandemi pada Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden didapatkan melalui teknik total sampling sebanyak 266 Mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan tentang COVID-19 responden berada dalam kategori baik sebanyak 80%, cukup sebanyak 13,2%, dan kurang sebanyak 4,9%. Hasil tingkat resiliensi responden berada dalam kategori tinggi sebanyak 16,5%, sedang sebanyak 55,6%, dan rendah sebanyak 24,4%. Simpulan hasil penelitian terlihat responden memiliki pengetahuan tentang COVID-19 baik dan tingkat resiliensi sedang dalam menghadapi pandemi. Disarankan kepada mahasiswa agar dapat mempertahankan pengetahuannya pada ketegori baik dengan selalu memperbaharui informasi mengenai COVID-19 agar dapat mencegah penularan dan penyebaran COVID-19. Mahasiswa juga diharapkan dapat meningkatkan resiliensi yang dimiliki dengan meningkatkan kapasitas individu secara positif untuk dapat menghadapi permasalahan yang menekan di era pandemi.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN MENTAL HEALTH PERAWAT DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA DENPASAR Putri, Anindia Annisa; Yanti, Ni Putu Emy Darma; Krisnawati, Komang Menik Sri; Swedarma, Kadek Eka
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p12

Abstract

Perawat mayoritas mengalami beban kerja yang cukup tinggi. Beban kerja yang berlebihan pada perawat dapat mengakibatkan kelelahan secara fisik dan juga dapat memengaruhi mental health seorang perawat tersebut, sehingga berdampak terhadap aktivitas kerja bagi seorang perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan mental health perawat di Puskesmas Wilayah Kota Denpasar. Jenis penelitian ini adalah analitik korelatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan metode total sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 60 responden dari total populasi seluruh perawat di Puskesmas Wilayah Denpasar Utara dan Timur Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini untuk variabel beban kerja yaitu instrumen NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index), sedangkan untuk variabel mental health menggunakan instrumen Self Rating Questionnaire (SRQ) 20. Hasil penelitian ini mayoritas perawat (55%) mengalami beban kerja berat, sedangkan hasil pengukuran mental health mayoritas perawat (80%) masuk ke dalam kategori gangguan mental emosional. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value sebesar 0,002 < 0,05 yang  berarti ada hubungan antara variabel beban kerja dengan mental health perawat, dan diperoleh nilai koefisien korelasi yaitu 0,385 yang bermakna kekuatan korelasi cukup. Beban kerja yang berlebihan pada perawat ini nantinya dapat menyebabkan stres dan burnout, yang pada akhirnya memengaruhi mental health perawat tersebut.
HUBUNGAN TINGKAT KESEPIAN DENGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA DI BANJAR ABIANSOAN, KARANGASEM I Gusti Putu Eka Raditya; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami; Komang Menik Sri Krisnawati; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p08

Abstract

Lansia akan mengalami beberapa perubahan baik secara fisik maupun psikososial. Perubahan yang biasanya dialami pada seorang lansia seperti masalah melemahnya tubuh, berkurangnya sistem imun, ditinggal keluarga, pasangan, dan teman-teman dapat menyebabkan lansia mengalami masalah kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu masalah psikologis yang biasanya dialami oleh lansia adalah kesepian. Masalah psikologis seperti kesepian serta perubahan fisik yang lansia alami dapat menyebabkan lansia malas untuk beraktivitas keluar rumah akibatnya risiko lansia mengalami masalah kesehatan fisik meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kesepian dengan tingkat aktivitas fisik lansia di Banjar Abiansoan Desa Bungaya Kangin Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampling menggunakan teknik aksidental sampling sebanyak 129 orang lansia berusia ≥60 tahun dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengukur tingkat kesepian dan PASE untuk mengukur tingkat aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden tidak merasakan kesepian sebanyak 63 (48,8%) orang lansia dan mayoritas responden memiliki aktivitas fisik sedang hingga berat sebanyak sebanyak 70 (54,3%) orang lansia. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan sig. (2-tailed) < 0,001 sehingga p-value < 0,05 dan r = -0,320, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin rendah tingkat aktivitas fisik lansia. Lansia disarankan tetap melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan fisik dan memperkuat hubungan sosial untuk mencegah masalah psikososial seperti kesepian.
Co-Authors Alit Putra Purnama Astutik, Windu Baiq Elsa Astina Martiana Desak Made Novi Andayani Dewi, Putu Siska Diastuti, Ni Nyoman Parayoni Dina Khania Febrianti Fatimah Dwidasmara Dwidasmara Fransiska Tri Mulyani Hastuti Gusti Ayu Ary Antari Gusti Ayu Sabila Prajaniti I Dewa Gede Anom I Dewa Made Ruspawan I Gede Abdi Sarya Permana I Gede Nova Ariawan I Gede Nova Ariawan I Gusti Ayu Ngurah Feranayanti Wulansari I Gusti Putu Eka Raditya I Kadek Saputra I Kadek Wira Yoga Prasetya I Made Sucitayasa I Nyoman Dharma Wisnawa I Putu Arya Sedana I Wayan Sukarya Ida Ayu Putri Saraswati Ida Bagus Dwidasmara Kadek Cahya Utami Kadek Lia Ari Pramadewi Komang Menik Sri Krisnawati Komang Menik Sri Krisnawati Made Oka Ari Kamayani Made Sukarja Meril Valentine Manangkot Meril Valentine Manangkot Napitupulu, Rico Almando Ni Kadek Diah Widiastiti Kusumayanti Ni Kadek Novi Ariani Ni Kadek Shanti Widya Pertiwi Ni Ketut Ari Cendani Ni Komang Ana Merliantika Ni Komang Ari Sawitri Ni Komang Trisna Prihayanti Ni Luh Putu Ari Sudiani Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Made Candra Yundarini Ni Made Canistiari Dewi Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Listya Dewi Ni Made Putri Rahayu Ni Made Sri Darmayanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Ika Pertiwi Ni Putu Kresnayanti Ni Putu Nariska Rahayuni Ni Putu Nariska Rahayuni Ni Putu Ratih Febriana Dewi Lestari Ni Putu Sri Fatmiwiryastini Nyoman Adi Artha Pande Putu Ayu Erismadewi Prasetya, Ni Putu Ayu Padmanila Putra, I Gede Yudiana Putri, Anindia Annisa Putu Ayu Emmy Savitri Karin Putu Ayu Sani Utami Putu Ayu Sani Utami, Putu Ayu Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Putri Paramitha Putu Sri Febriyanti Putu Sri Febriyanti