Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Pastura

PRODUKTIVITAS PERTANAMAN CAMPURAN RUMPUT UNGGUL DENGAN LEGUM LOKAL PADA LAHAN GALIAN C DI KABUPATEN KARANGASEM Budiasa, I K.M.; I W. Wirawan; I W. Suarna
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 1 (2019): Pastura Vol. 9 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.857 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v09.i01.p12

Abstract

This research to be carried out in the dryland area at Karangasem Regency with the aim of increasing forage productivity quantitavely and in quality and also can be available sustainably. Feed plants are one of the potentials that can be developed on critical land as an effort to increase land productivity so that over land conversion or over exploitation of land that has a negative impact on the enviroment can be minimized. As well as the sand quarry area, which the community mines as wide as posible for reasons of less productive even though the mining doesn’t get permission by the local goverment because it it a protected area and wear absorption. The experiment will use 2 types superior grass, namely Paspalum atratum and Panicum maximum cv Trichogume, and one type of local legume that has been adaptive to the local enviroment, namely Centrocema pubescens. The purpose of research is to get information about Productivity of Paspalum atratum and Panicum maximum Cv Trichoglume Mixed Cropping with Centrocema pubescense, both from the argonomic and nutritional aspect. The experimental design that will be used is block design that consists of 3 groups as replication and 6 treatment, so that there will bw 18 plots (18 research unit). The results of study showed that the growth of grass in the Passpalum atratum monoculturally was better then Panicum maximum grass, as well as the nutrient content. Better growth also occurs in mixed Paspalum maximum grass planting with Centrocema pubescens compare to Panicum atratum with Centrocema pubescens. In the planting of the mixture of both types of grass with legume Centrocema pubescens it was concluded that, the types of grass of Paspalum atratum is more dominant than the Panicum maximum. Keyword: Paspalum atratum, Panicum maximum, Centrocema pubescens, sand quarry, mixed cropping
EKSPLORASI HIJUAN PAKAN BABI DAN CARA PENGGUNAANNYA PADA PETERNAKAN BABI TRADISIONAL DI PROVINSI BALI K. Budaarsa; N. Tirta; A. K. Mangku Budiasa; P.A. Astawa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.225 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis hijauan yang diberikan sebagai pakan ternak babi dan cara penggunaannya di propvinsi Bali. Penelitian dilakukan dengan metode survei di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling, dengan pengelompokan atas dataran rendah dan dataran tinggi di masing-masing kabupaten dan kota. Pada masing-masing kelompok di ambil 2 orang peternak babi tradisional, sehingga ada 4 peternak yang diwawancarai di masing-masing kabupaten dan kota atau 32 peternak di seluruh Bali. Hasil survei menunjukkan bahwa ada perbedaan hijauan yang diberikan oleh peternak di dataran rendah dan dataran tinggi. Jenis hijauan yang diberikan di dataran rendah antara lain: batang pisang (Musa paradisiaceae), kangkung (Ipomaea aquatica), biah-biah (Limnocharis flava), dan eceng gondok (Eichornia crassipes). Sedamgkan di dataran tinggi antara lain: batang pisang (Musa paradisiaceae), ketela rambat (Ipomaea batatas), daunt alas (Colocasia esculenta) daun lamtoro (Leucaena leucocephala) dan dag-dagse (Pisonia alba). Batang pisang dominan (95 %) diberikan di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Pemberian hijauan ada dengan cara direbus ada yang diberikan dalam bentuk segar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat keragaman jenis hijauan pakan babi dan cara pemberiannya antara di dataran rendah dengan dataran tinggi di Bali. Batang pisang merupakan hijauan yang paling banyak digunakan untuk pakan babi pada peternakan babi tradisional, baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi.
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS BIO-URIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT Panicum maximum PADA PEMOTONGAN KETIGA Kusumawati N.N.C.; N.M. Witariadi; I K.M. Budiasa; I G. Suranjaya; N.G.K. Roni
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 2 (2017): Pastura Vol. 6 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.083 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v06.i02.p05

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadi interaksi antara perlakuan jarak tanam dan dosis bio urin pada pemotongan ketiga serta, bagaimana pertumbuhan rumput dan hasil hijauan rumput Panicum maximum pada pemotongan ketiga.Percobaan ini, dirancang dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dua faktor dengan tiga ulangan. Dosis pupuk bio urin yaitu 0, 3.750 l ha-1, 7.500 l ha-1 dan 11.250 l ha-1 adalah faktor pertama, sedangkan jarak tanam 10 cm x 20 cm, 20 cm x 20 cm, 40 cm x 20 cm adalah faktor kedua. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi jarak tanam dan dosis bio urin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan rumput Panicum maximum pada variabel tinggi tanaman dan jumlah anakan. Jarak tanam dan dosis pupuk bio urin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap hasil rumput Panicum maximum pada variabel berat kering stabel, daun, batang, bunga, nisbah daun batang dan berat kering total hijauan. Hasil berat kering hijauan yang paling baik pada jarak tanam J1 (10 cm x 20 cm) dengan dosis bio urin D2 (7.500 l ha-1) pada pemotongan ketiga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Terjadi interaksi antara jarak tanam dengan dosis bio urin terhadap pertumbuhan dan hasil rumput Panicum maximum pada pemotongan ketiga dengan hasil paling baik pada jarak tanam J1 dengan dosis bio urin D2 dengan total hasil hijauan 7,90 ton ha-1 pada pemotongan ketiga. Kata kunci: jarak tanam, bio urin, Panicum maximum
DAYA DUKUNG LAHAN DAN TUMBUHAN PAKAN DALAM PENGEMBANGAN KOMUDITAS UNGGULAN PETERNAKAN DI KABUPATEN GIANYAR W. Suarna; K.M. Budiasa; I W. Wirawan; N.L.G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p12

Abstract

Kabupaten Gianyar di Provinsi Bali memiliki luas 36.800 ha yang terbagi menjadi tujuh kecamatan. Meskipun Kabupaten Gianyar dikenal sebagai kabupaten yang memiliki berbagai jenis kesenian, Gianyar juga menyimpan potensi besar untuk pengembangan tumbuhan pakan mendukung komuditas unggulan peternakan. Komuditas peternakan di Provinsi Bali yang tercakup dalam 40 komuditas unggulan nasional adalah sapi daging, kambing, babi, ayam kampung, dan ayam ras. Analisis LQ telah dilakuan terhadap berbagai komuditas ternak yang ada di Kabupaten Gianyar (data Tahun 2013). Jika dicermati share kecamatan terhadap kabupaten dari berbagai komuditas ternak yang ada di Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa kabupaten Gianyar memiliki keunggulan komparatif yang cukup tinggi dilihat dari sub sektor peternakan. Sapi bali sangat cocok dikembangkan di kecamatan Payangan dan di Kecamatan Tegalalang. Lokus pengembangan ternak tersebut merupakann calon wilayah sentra produksi untuk komuditas ternak sapi di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut juga terkait dengan potensi ketersediaan pakan hijauan dimana kecamatan Tegalalang dan Payangan memiliki potensi besar untuk pengembangan hijauan.
GROWTH AND YIELD OF SETARIA SPLENDIDA STAPF GRASS FERTILIZED WITH VAROUS LEVEL OF COW MANURE AND BIOURIN FERTILIZER M. Nuzulus Sifa'; A. A. A. Sri Trisnadewi; I Ketut Mangku Budiasa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 1 (2020): Pastura Vol 10 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v10.i01.p06

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan memberikan informasi mengenai pertumbuhan dan produksirumput Setaria splendida Stapf yang dipupuk dengan pupuk kotoran sapi dan biourin dengan dosis berbeda.Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayanadi Jalan Raya Sesetan Gang Markisa Denpasar. Penelitian berlangsung selama 10 minggu, menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kotoran sapi dengandosis 0 ton ha-1 (S0), 15 ton ha-1 (S1), 30 ton ha-1 (S2) dan faktor kedua adalah pemberian biourin dengandosis 0 l/ha (U0), 2500 l ha-1 (U1), 5000 l ha-1 (U2), 7500 l ha-1 (U3). Setiap perlakuan diulang sebanyaktiga kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan, produksi dankarakteristik tumbuh rumput. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kotoran sapi pada dosis 15ton ha-1 memberikan pengaruh terbaik pada variabel jumlah daun dan anakan serta hasil rumput Setariasplendida Stapf. Pemberian pupuk biourin tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua variabelpertumbuhan dan hasil rumput. Tidak ada interaksi antara pemberian pupuk kotoran sapi dan biourin.Kesimpulan hasil penelitian adalah rumput Setaria splendida yang diberi pupuk kotoran sapi dengan dosis15 ton ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik, pemberian pupuk biourin sampai dosis 7500 l ha tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil rumput Setaria splendida Stapf. Kata kunci: pertumbuhan, produksi, rumput Setaria splendida Stapf, pupuk kotoran sapi, biourin
POTENSI BIO-SLURRY DALAM PENINGKATAN KARAKTERISTIK TUMBUH DAN PRODUKSI PASTURA CAMPURAN PADA LAHAN KERING DI DESA SEBUDI KARANGASEM BIO-SLURRY DALAM PENINGKATAN KARAKTERISTIK TUMBUH DAN PRODUKSI PASTURA CAMPURAN PADA LAHAN KERING DI DESA SEBUDI KARANGASEM Suarna I W.; I K.M. Budiasa; T.I. Putri; N.P. Mariani; M. Hartawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 2 (2017): Pastura Vol. 6 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.326 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v06.i02.p06

Abstract

Penerapan Biogas kotoran ternak merupakan salah satu upaya mitigasi terhadap perubahan iklim. Di Bali saat in iterdapat 791 unit biogas dengan volume antara 3 sampai 11m3 perunit biogas. Pemerintah Provinsi Bali mengucurkan dana 10 milya rpertahun untuk mendorong pembangunan dan pemanfaatan biogas. Limbah biogas dikenal sebagai slurry yang selanjutnya dikelola sehingga menghasilkan bioslurry. Penelitian pemanfaatan pupuk bioslurry untuk meningkatkan karakteristik tumbuhdan produksi pasture campuran telah dilaksanakan pada lahan kering di Desa Sebudi Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan karakteristik tumbuh tanaman antara lain tinggi tanaman, luas daun spesifik, nisbah daun dengan batang tanaman, serta meningkatnya pemberian pupuk bioslury dapat meningkatkan produksi hijauan total rumput panikum atau paspalum yang ditanam bersama legume. Berat kering oven total hijauan rumput paspalum yang ditanam bersama rumput panikum dan legume Centrocema yang dipupuk dengan pupuk bioslurry yakni masing-masing sebesar 4,75 dan 4,36 tonha-1. Penggunaan pupuk organik akan menghasilkan kualitas hijauan yang semakin baik apabila diterapkan pada kombinasi penanaman rumput panikum, paspalum bersama leguminosa. Kata kunci: pasture campuran, pupuk bioslurry, produksi dan karakteristik tumbuh, lahan kering
GROWTH AND YIELD OF DWARF ELEPHANT GRASS (Pennisetum purpureum cv. Mott) FERTILEZED WITH DRAGON FRUIT WASTE LIQUID FERTILIZER WITH DIFFERENT DOSAGE D. E. Dwipa Prasadana; N. M. Witariadi; I K. Mangku Budiasa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 1 (2021): Pastura Vol. 11 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v11.i01.p12

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureumcv. Mott) yang dipupuk dengan pupuk cair limbah buah naga dengan dosis berbeda. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian berlangsung selama 8 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam level dosis dan lima ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas dosis pupuk cair limbah buah naga yang terdiri atas: 0 l ha-1, 2.500 l ha-1, 5.000 l ha-1, 7.500 l ha-1, 10.000 l ha-1, dan 12.500 l ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair limbah buah naga pada dosis 7.500 l ha-1 dapat meningkatkan jumlah daun, sedangkan pada tinggi tanaman dan jumlah anakan menunjukkan hasil yang sama. Pemberian pupuk cair limbah buah naga juga meningkatkan hasil berat kering daun, berat kering batang, dan berat kering total hijauan, namun pada berat kering akar menunjukkan hasil sama. Karakteristik tumbuh tanaman memberikan hasil sama pada variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun per pot. Dapat disimpulkan bahwa rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang dipupuk dengan pupuk cair limbah buah naga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil rumput dan dosis 7.500 l ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) paling baik. Kata kunci: hasil, Pennisetum purpureum cv. Mott, pertumbuhan, pupuk cair limbah buah naga
POTENSI DAN ADAPTASI TUMBUHAN PAKAN Alysicarpus vaginalis DI PROVINSI BALI I Wayan Suarna; Ni Nyoman Suryani; K.M Budiasa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 1 (2018): Pastura Vol. 8 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.132 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v08.i01.p03

Abstract

Climate change that has hit the world requires to make adaptation efforts so that agricultural productivity can be maintained. Alysicarpus vaginalis is one of the local variety forage that can grow in a various of environmental conditions. In this regard, a survey research has been carried out to study various types of local forages throughout Bali. The aim of the research is to obtain forages that have superior properties and can be developed in various regions in Bali. The survey sampling location refers to a map prepared specifically for that by overlaying a map of soil types, land use maps, and climate maps. Based on the results of the survey, several species of local forages that have superior characteristics have been found. One of them is Alysicarpus vaginalis plant as a forage superior, Alysicarpus vaginalis forage production as much as 46,302 kg DM ha-1 with 0.21% botanical composition. Keywords: Alysicarpus vaginalis, superior legumes, tropical forage
KARAKTERISTIK TUMBUH Asystasia gangetica PADA BERBAGAI ARAS PEMUPUKAN UREA I W. Suarna; N. N. Suryani; K.M. Budiasa; I M. Saka Wijaya
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 1 (2019): Pastura Vol. 9 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.285 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v09.i01.p06

Abstract

Asystasia gangetica is a native plant that has the potential as a superior forage. The potential superiority of A. gangetica is not widely known by farmers in Bali. A study has been carried out with the aim to determine the growth and growth characteristics of A. gangetica as a forage. A completely randomized design with 5 levels of urea fertilizer treatment and 4 replications was carried out at Sesetan Denpasar research station. The results showed that the plant growth indicated by the variable number of branches, number of leaves, and shoot root ratio gave the highest yield on the level of urea fertilizer 50 kg ha-1. Variable characteristics of plant growth such as Leaf Area Ratio, Leaf stem ratio, and plant length, have the same tendency, although they do not show significant differences. Observing the growth and growth characteristics of plants, it can be concluded that the use of urea fertilizer as much as 50 kg ha-1 provides the best growth and application of urea fertilizer exceeding 50 kg ha-1 will adversely affect the growth of A. gangetica. Keywords: A. gangetica, urea, growth, growth characteristics
PHASEY BEAN (Macroptilium lathyroides (L.) Urb.) LEGUM LOKAL POTENSIAL SEBAGAI PAKAN TERNAK I Wayan Suarna; Ni Nyoman Suryani; I Ketut Mangku Budiasa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 2 (2019): Pastura Vol. 8 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.068 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v08.i02.p06

Abstract

Provision of animal feed in accordance with quality standards and adequate quantities has become a strategic need to increase livestock productivity and accelerate the availability and fulfillment of foodstuffs from livestock. In this regard, a survey research has been designed to study some of the local fodder plants that have superior potential as animal feed. Fodder plants are classified as superior feed varieties if they have properties: easy to breed, high productivity as a producer of forage and / or seeds, has a fast regrowth, is resistant to defoliation, resistant to grazing, resistant to environmental stresses, and palatable for livestock. Based on the results of the survey, several species of local animal feed plants that have superior characteristics have been found. One of them is a phasey bean plant (Macroptilium lathyroides (L.) Urb.). Phasey bean as a superior animal feed plant (TPT) besides being suitable for the above characteristics also has grown naturally in an area in Bali so it needs to be tested for its feasibility to be distributed throughout Bali. Keywords: phasey bean, superior legumes, tropical forage