Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

SERVIS MELOMPAT BOLAVOLI PADA FINAL PROLIGA TAHUN 2015 DI YOGYAKARTA junaidi, slamet
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 1 No 1 (2015): Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v1i1.197

Abstract

Final proliga bolavoli Indonesia tahun 2014/1015, diadakan di GOR Among Rogo,Yogyakarta pada tanggal 19 April 2015, dimana event tertinggi liga bolavoli ini diikuti lima tim putra dan tujuh tim putri. Salah satu tehnik bermain pada permainan bolavoli adalah servis. Tehnik servis melompat dalam permainan bolavoli, sebagai salah satu teknik mengawali permainan bolavoli modern, dengan tujuan langsung menyerang, sebagai salah satu kunci membantu meraih kemenangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa pemain yang sudah menerapkan servis melompat, dan berapa yang tidak melompat dan mengukur kecepatan pemain setelah servis berlari menempatkan diri, siap  dalam posisi bertahan untuk menerima serangan lawan. Pada final perebutan I – IV,  dari pemain di 4 tim putra, ada 22 pemain (59,5%) yang melakukan servis melompat, sedangkan 15 pemain ( 40,5%) memakai servis tidak melompat. Persentase pemain di 4 besar ini, lebih besar dari babak penyisihan, dimana hal ini menandakan pemain juga tim menyadari pentingnya servis melompat bisa membantun untuk  meraih kemenangan dalam pertandingan level Proliga.  Sedangkan untuk tim putri, ada 14 pemain (35,9%) yang memakai servis melompat, sedangkan 25 (64,1%) memakai servis tidak melompat. Kecepatan bergerak  setelah melakukan servis ke tempat bertahan, pada tim putra, yang paling cepat 0,79 detik dan putri 0,89 untuk pemain yang melakukan servis melompat. Sedang yang melakukan servis tidak melompat, waktunya lebih lambat, pemain putra tercepat 1,27 detik, putrid 2,04 detik. Keuntungan servis melompat adalah, serangan lebih tajam , dan kecepatan menuju posisi bertahan juga lebih cepat.
Pelatihan Massage Kebugaran Sebagai Media untuk Menciptakan Peluang Usaha Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek Junaidi, Slamet; Hanief, Yulingga Nanda; Rizky, Muhammad Yanuar; Zawawi, M. Anis; Weda, Weda; Firdaus, Moh; Burstiando, Rizki; Putra, Rendhitya Prima; Yuliawan, Dhedhy; Kurniawan, Wing Prasetyawan; Setyawan, Irwan
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 1 (2017): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.45 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i1.11718

Abstract

Massage adalah salah satu perawatan tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun jari-jari tangan. Dengan massage dapat memberikan manfaat berupa relaksasi, mengurangi nyeri, memperbaiki organ tubuh, dan memelihara kebugaran. Dengan mendapatkan massage/pijat diyakini peredaran darah akan semakin lancar, badan semakin relaks, tubuh lebih bugar dan berpengaruh pada peningkatan kesehatan. Terampil massage dapat membuka usaha baru yang akan memperbaiki kesejahteraan secara materi. Karena keberadaan seorang masseur/masseus sekarang sangat diperlukan, apalagi dalam olahraga. Tidak sedikit setiap klub sepak bola memiliki masseur/masseus yang handal dan para masseur/masseus menerima gaji besar. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan massage sebagai media untuk menciptakan peluan usaha bagi remaja Karang Taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek. Sasaran dalam pelatihan ini ditujukan pada remaja yang tergabung pada Karang Taruna Desa Ngulankulon. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode pemetaan social, sosialisasi, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan program dan monitoring dan evaluasi. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung, diperoleh beberapa hasil positif diantaranya: 1) Peserta menunjukkan antusias yang tinggi. Hal ini disebabkan karena memang selama ini jarang ada kegiatan pelatihan yang berkaitan tentang massage atau pijat, dan 2) Para peserta aktif bertanya dan menceritakan berbagai pengalaman mengalami cedera. Peserta juga kooperatif dalam melakukan praktek massage secara bergantian. Kesimpulan dalam pelatihan ini adalah dengan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada remaja serta menumbuhkan semangat berwirausaha dibidang jasa sebagai pendongkrak tingkat perekonomian masyarakat karang taruna di Desa Ngulankulon Kabupaten Trenggalek.