Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Study on Several Genus of The Solanaceae Family with Phenetic Approach Methods hamidah, hamidah; Junairiah, Junairiah; Iftitah, Daulah
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 10, No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v10i4.7531

Abstract

 This study aimed to determine the morphological diversity of several genera from the Solanaceae family through a morphological approach, and the morphological characters that influence their grouping. The sampling activity is located in Lumajang district. The plant parts studied consisted of 30 characters including stature, stems, leaves and flowers which were then analyzed descriptively and phenetically. Based on the results of the descriptive analysis, it was found that there was a diversity of morphological characteristics between several genera of the Solanaceae family, namely the Solanum, Capsicum, Physalis, Datura, Nicotiana, and Petunia genera. Based on the analysis used the phenetic method in the SPSS program, a dendrogram was produced showing two groups, namely the genus Nicotiana and Petunia and the other groups Solanum, Capsicum, Datura, and Physalis. Then it grouped again and separated and finally got the species. Based on the results of PCA (Principal Component Analysis), the characters that influence the grouping of several genera from the Solanaceae family include phyllotaxis characters, leaf margins, leaf width, leaf length, leaf texture, anther color, and flower type. The result implications a morphological character can be used for plant identification.
PELATIHAN BUDIDAYA ANGGREK SECARA IN VITRO PADA KELOMPOK TANI ANGGREK “SANDERIANA” Wahyuni, Dwi Kusuma; Utami, Edy Setiti Wida; Hamidah, Hamidah; Purnobasuki, Hery; Junairiah, Junairiah
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v5i1.6924

Abstract

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas mempunyai jenis-jenis anggrek yang melimpah. Pengambilan langsung dari alam membuat banyak jenis anggrek yang masuk dalam daftar CITES (Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna and Flora), Apendiks 1. Salah satu upaya pelestarian anggrek adalah perbanyakan melalui metode kultur jaringan. Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga telah melakukan banyak penelitian tentang budidaya anggrek dengan kultur jaringan. Untuk menyebarluaskan hasil penelitian tersebut agar bermanfaat untuk masyarakat luas, telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan budidaya anggrek untuk kelompok tani anggrek “Sanderiana” di Dadaprejo, Junrejo, Batu, Jawa timur yang berkerjasama dengan DD Orchid dan Taman Husada Graha Famili. Pelatihan difokuskan di Malang karena Malang merupakan sentra kegiatan pertanian anggrek nasional. Pelatihan budidaya nggrek juga difokuskan pada teknik kultur jaringan anggrek untuk anggrek langka sebagai upaya pelestarian dan juga untuk meningkatkan perekonomian petani anggrek. Kegiatan pelatihan dilakukan selama 6 bulan, meliputi tahap persiapan, pelatihan dan workshop, evaluasi 1 dan evalusi 2. Teknik budidaya yang dilakukan adalah budidaya kloning anggrek secara in vitro.
Produksi Nutritan untuk Budidaya Tanaman Hortikultura oleh Kader PKK Pacar Kembang Surabaya Junairiah, Junairiah; Fatimah, Fatimah; Nurhariyati, Tri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7390

Abstract

Di Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, terdapat banyak limbah sayuran yang merupakan limbah rumah tangga. Limbah ini sering kali berakhir di tempat pembuangan sampah serta menciptakan masalah lingkungan dan kesehatan. Sebagai upaya untuk mengatasinya adalah memberdayakan ibu-ibu kader untuk mengolah limbah sayuran menjadi nutrisi tanaman. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah memberdayakan kader melalui pemanfaatan limbah sayuran. Dengan memberikan pelatihan tentang cara mengolah limbah menjadi pupuk organik, tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Metodenya adalah memberikan pendampingan meliputi aspek pengetahuan dan ketrampilan serta manajemen. Aspek pengetahuan dan ketrampilan meliputi praktek mengolah limbah sayuran menjadi nutrisi tanaman (nutritan) yaitu berupa pupuk organik cair dan pupuk kompos serta praktek budidaya tanaman hortikultura yaitu budidaya tanaman cabe, tomat dan terong. Aspek manajemen meliputi pelatihan manajemen keuangan dan digital marketing. Evaluasi terdiri atas pretest dan postest, serta evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rerata nilai pretest adalah 97,35; rerata nilai postest adalah 97,94. Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan ini adalah pengabdian masyarakat sesuai kebutuhan mitra (sangat puas 100%). Pengabdian masyarakat dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan oleh mitra (sangat puas 97%; puas 3%). Pelatihan pembuatan nutritan berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik.
SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TIGA JENIS TABEBUYA (Tabebuia spp.) Irfansyah, Febri Dwi; Fatimah; Junairiah, Junairiah
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.1668

Abstract

Tumbuhan dari famili Bignoniaceaae banyak dgunakan dalam pengobatan tradisional. Salah satu tumbuhan dari familia Bignoniaceae adalah Tabebuia Sejauh ini Tabebuia di Indonesia belum banyak diteliti kandungan fitokimia dan aktivitas biologinya sebagai antioksidan. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian untuk membuktikan kandungan fitokimia dan kemampuan antioksidan ekstrak Tabebuia. Identifikasi fitokimia dilakukan dengan metode skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1 difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Ekstrak metanol bunga Tabebuia mengandung fitokimia alkaloid, saponin, dan kumarin sedangkan ekstrak metanol daun Tabebuia mengandung fitokimia flavonoid. Ekstrak metanol daun Tabebuia memiiki nilai IC50 sebesar 10,10–40,53 µg/mL atau AAI 1,23–4,95 yang tergolong sangat kuat hingga kuat, sedangkan ekstrak metanol bunga Tabebuia memiliki nilai nilai IC50 sebesar 41,32–345,11 µg/mL AAI 0,14–1,21 yang tergolong kuat hingga lemah. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun Tabebuia tergolong sangat kuat hingga kuat karena terdapat senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin.
Peningkatan Ekonomi Kreatif Melalui Produk Herbal di Kelurahan Pacar Kembang, Surabaya Junairiah, Junairiah; Fatimah, Fatimah; Hariyanti, Eva
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7683

Abstract

Pemuda Karang Taruna merupakan aset sumberdaya yang sangat penting. Potensi mereka perlu dikembangkan. Berdasarkan hasil pemantauan, setelah lulus dari SMA atau SMK ada yang bisa melanjutkan kuliah tetapi ada pula yang tidak mempunyai kegiatan. Di sisi lain ada pula yang bekerja namun dengan penghasilan yang relatif rendah, sementara di sisi lain mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan pendampingan terkait aspek produksi dan pemasaran. Dalam aspek produksi, akan diberikan pelatihan tentang pembuatan aneka produk herbal misalnya membuat jamu godok, jamu wedang uwuh, salep jamu, jamu kapsul, kripik jamu, salep jamu, dan sebagaiya. Dalam aspek pemasaran akan diberikan pendampingan terkait penggunaan sosial media atau media digital untuk alat pemasaran. Setelah mengikuti kegiatan ini pemuda karang taruna diharapkan mempunyai pendapatan sehingga perekonomian menjadi meningkat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yaitu awal rerata nilai pretest adalah   85,68, setelah diadakan pelatihan terjadi peningkatan yang ditunjukkan dengan nilai postest adalah 92,97. Mitra karang taruna mampu membuat produk herbal. Mitra juga mampu membuat konten digital untuk strategi pemasaran.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Hayati BiomeFert Bagi Masyarakat sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Fatimah, Fatimah; Nimatuzahroh, Nimatuzahroh; Junairiah, Junairiah; Supriyanto, Agus; Nurhariyati, Tri; Salamun, Salamun; Geraldi, Almando; Affandi, Mochammad; Hayati, Alfiah; Winarni, Dwi; Salsabila, Syarifah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7758

Abstract

Kelurahan Ampel Surabaya, merupakan kawasan yang potensial untuk dikembangkan dari sektor pariwisata dan budaya. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah pengelolaan kawasan yang kurang asri dan berwawasan lingkungan. Kurangnya pemberdayaan lahan sempit untuk bercocok tanam yang selaras dengan alam juga turut mempengaruhi kondisi lingkungan di kawasan ini.  Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantu mengelola kawasan yang asri dan berwawasan lingkungan.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan ibu-ibu kader PKK di Kelurahan Ampel agar dapat bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah menggunakan pupuk hayati yang ramah lingkungan.  Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan. Aspek pengetahuan meliputi pemberian materi tentang pemanfaatan dan konsep pupuk yang ramah lingkungan. Aspek keterampilan, meliputi bagaimana cara membuat pupuk hayati serta cara mengaplikasikannya ke tanaman budidaya, dalam hal ini tomat, terong, cabe rawit, dan cabe merah. Evaluasi dilakukan melalui pemberian pretest, postest untuk melihat keterserapan materi, serta kuisioner untuk mengevaluasi kegiatan secara keseluruhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rerata nilai pretest adalah 59; rerata nilai postest adalah 79. Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan ini adalah 100 % sangat puas (pengabdian masyarakat sesuai kebutuhan mitra), dan 95% sangat puas ; 5 % puas (pelatihan pembuatan pupuk hayati dapat meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan, serta kesadaran masyarakat untuk turut menciptakan kawasan asri menggunakan pupuk yang ramah lingkungan (pupuk hayati).