Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA ANGGREK SECARA IN VITRO PADA KELOMPOK TANI ANGGREK “SANDERIANA” Wahyuni, Dwi Kusuma; Utami, Edy Setiti Wida; Hamidah, Hamidah; Purnobasuki, Hery; Junairiah, Junairiah
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 5 No 1 (2025): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v5i1.6924

Abstract

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas mempunyai jenis-jenis anggrek yang melimpah. Pengambilan langsung dari alam membuat banyak jenis anggrek yang masuk dalam daftar CITES (Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna and Flora), Apendiks 1. Salah satu upaya pelestarian anggrek adalah perbanyakan melalui metode kultur jaringan. Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga telah melakukan banyak penelitian tentang budidaya anggrek dengan kultur jaringan. Untuk menyebarluaskan hasil penelitian tersebut agar bermanfaat untuk masyarakat luas, telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan budidaya anggrek untuk kelompok tani anggrek “Sanderiana” di Dadaprejo, Junrejo, Batu, Jawa timur yang berkerjasama dengan DD Orchid dan Taman Husada Graha Famili. Pelatihan difokuskan di Malang karena Malang merupakan sentra kegiatan pertanian anggrek nasional. Pelatihan budidaya nggrek juga difokuskan pada teknik kultur jaringan anggrek untuk anggrek langka sebagai upaya pelestarian dan juga untuk meningkatkan perekonomian petani anggrek. Kegiatan pelatihan dilakukan selama 6 bulan, meliputi tahap persiapan, pelatihan dan workshop, evaluasi 1 dan evalusi 2. Teknik budidaya yang dilakukan adalah budidaya kloning anggrek secara in vitro.
Antioxidant potential of ethanol, ethyl acetate, n-hexane extracts from leaves, fruits, stems, and roots of red okra (Abelmoschus esculentus) Putri, Salsabilla Wiyana; Hapsari, Lukiteswari Dyah Tri; Junairiah; Wahyuningsih, Sri Puji Astuti
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v12i2.43666

Abstract

Abelmoschus esculentus L. Moench has been known for its abundant and affordable antioxidant potential. This plant has different antioxidant levels regarding the parts of the plant. Red okra is rich in flavonoids and polyphenols, including strong antioxidant as quercetin ad anthocyanin. This research is intended to determine the IC50 value and compare the total content of phenolic and flavonoid from ethanol, ethyl acetate, and n-hexane extract of red okra (A. esculentus) leaves, fruits, stems, and roots. Extraction process was done by gradual maceration method using ethanol, ethyl acetate, and n-hexane. IC50 value interprets the antioxidant activity obtained from DPPH test. The results showed a very strong antioxidant activity from red okra stem extract with IC50 of 25.22 ppm and the lowest from fruit n-hexane extract with 821.55 ppm. From TPC test, the highest content was obtained from stem ethanol extract with 156.01 mg GAE/g and the lowest from stem n-hexane extract with 25.99 mg GAE/. From TFC test, the highest content was obtained from fruits ethanol extract with 108.15 mg QE/g and the lowest from stem ethanol extract with 2.26 mg QE/g. In conclusion, this research showed that red okra (A. esculentus) contains a high level of phenol and flavonoid compound and the highest antioxidant content was shown in ethanol extract.
Utilization of Chitosan Elicitation on Biomass, Total Flavonoids, and Antioxidant Activity of Black Betel Callus (Piper betle L. var Nigra): Utilization of Chitosan Elicitation on Black Betel Callus (Piper betle L. var Nigra) Nurindah Wanti, Yulia Tri; Wida Utami, Edy Setiti; Junairiah
Journal of Tropical Life Science Vol. 15 No. 2
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/3d65dk31

Abstract

Callus culture is a suitable method for the production of secondary metabolites. Elicitors can increase the content of secondary metabolites through the elicitation process. This study aims to determine the effect of chitosan elicitation on biomass, total flavonoids, and antioxidant activity of black betel callus. The research method is callus production by growing leaf explants on Murashige and Skoog (MS) medium with the addition of growth regulators Benzyl Amino Purin (BAP) 0.5 mg/L and 2,4-Dichlorophenoxy Acetic Acid (2,4-D) 2.0 mg/L. Furthermore, the callus was sub-cultured on MS medium with chitosan elicitor for four days. The data obtained was callus biomass. Extraction of callus to measure flavonoid content and antioxidant activity. The results showed that chitosan elicitation at 1.5 mg/L showed the most optimal biomass results, 1.22  ± 0.39 g fresh weight and 0.81 ± 0.17 g dry weight. Chitosan elicitation with 1.5 mg/L treatment showed the highest total flavonoid content of 9.52 ± 0.37 µg QE/g. The methanol extract of black betel callus resulting from chitosan elicitation has antioxidant activity. Callus treated with 2 mg/L chitosan showed the most substantial IC50 value of 53.60 ± 14.45 mg/L. Chitosan elicitation can effectively increase biomass, total flavonoids, and antioxidant activity of black betel leaf callus. Chitosan 1.5 mg/L is the optimum concentration for increasing biomass and total flavonoids, and chitosan 2 mg/L is the concentration that has the most effect on the antioxidant activity of black betel leaf callus.
Evaluation of Biofertilizer on Growth and Productivity of Solanum lycopersicum L. Febrionny, Princessa Nandita; Azzahra, Annisa; Salsabila, Syarifah; Agustin, Niken; Tamalia, Aqilla Kalyca; Anjani, Ajeng Distya; Junairiah; Fatimah
Jurnal ILMU DASAR Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jid.v26i2.53696

Abstract

The increasing demand for tomatoes has prompted farmers to use chemical fertilizers, which can lead to soil degradation and reduced fertility. This study aims to determine the appropriate dose and frequency of biofertilizer application to enhance the growth and productivity of tomato plants (Solanum lycopersicum L.). The experiment was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with 11 treatments, including both negative and positive controls. Three variations in biofertilizer doses were tested (5, 10, and 15 ml/plant), along with three different frequencies of application: once at one week after planting (1 WAP), twice (at 1 and 4 WAP), and three times (at 1, 4, and 8 WAP). Measured parameters included soil fertility (microbial population and functional microbial quality), plant growth (plant height, leaf count, stem diameter), and plant productivity (flower count). Quality of functional microbes were analyzed descriptively. Data of microbial population, plant growth and productivity were analyzed using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests with a 5% significance level. The results showed significant differences in soil microbial populations and plant height between treatments, although no significant differences were observed in stem diameter, leaf number, or flower number. The treatment with 15 ml/plant applied three times (B15F3) exhibited the highest Relative Agronomic Efficiency (RAE) compared to other biofertilizer treatments (74.63%), but it was still lower than the control (chemical fertilizer). Therefore, higher doses and/or frequencies may be needed to further evaluate the effectiveness of the biofertilizer under test.
Produksi Nutritan untuk Budidaya Tanaman Hortikultura oleh Kader PKK Pacar Kembang Surabaya Junairiah, Junairiah; Fatimah, Fatimah; Nurhariyati, Tri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7390

Abstract

Di Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, terdapat banyak limbah sayuran yang merupakan limbah rumah tangga. Limbah ini sering kali berakhir di tempat pembuangan sampah serta menciptakan masalah lingkungan dan kesehatan. Sebagai upaya untuk mengatasinya adalah memberdayakan ibu-ibu kader untuk mengolah limbah sayuran menjadi nutrisi tanaman. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah memberdayakan kader melalui pemanfaatan limbah sayuran. Dengan memberikan pelatihan tentang cara mengolah limbah menjadi pupuk organik, tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Metodenya adalah memberikan pendampingan meliputi aspek pengetahuan dan ketrampilan serta manajemen. Aspek pengetahuan dan ketrampilan meliputi praktek mengolah limbah sayuran menjadi nutrisi tanaman (nutritan) yaitu berupa pupuk organik cair dan pupuk kompos serta praktek budidaya tanaman hortikultura yaitu budidaya tanaman cabe, tomat dan terong. Aspek manajemen meliputi pelatihan manajemen keuangan dan digital marketing. Evaluasi terdiri atas pretest dan postest, serta evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rerata nilai pretest adalah 97,35; rerata nilai postest adalah 97,94. Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan ini adalah pengabdian masyarakat sesuai kebutuhan mitra (sangat puas 100%). Pengabdian masyarakat dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan oleh mitra (sangat puas 97%; puas 3%). Pelatihan pembuatan nutritan berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik.
SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TIGA JENIS TABEBUYA (Tabebuia spp.) Irfansyah, Febri Dwi; Fatimah; Junairiah, Junairiah
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.1668

Abstract

Tumbuhan dari famili Bignoniaceaae banyak dgunakan dalam pengobatan tradisional. Salah satu tumbuhan dari familia Bignoniaceae adalah Tabebuia Sejauh ini Tabebuia di Indonesia belum banyak diteliti kandungan fitokimia dan aktivitas biologinya sebagai antioksidan. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian untuk membuktikan kandungan fitokimia dan kemampuan antioksidan ekstrak Tabebuia. Identifikasi fitokimia dilakukan dengan metode skrining fitokimia dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1 difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Ekstrak metanol bunga Tabebuia mengandung fitokimia alkaloid, saponin, dan kumarin sedangkan ekstrak metanol daun Tabebuia mengandung fitokimia flavonoid. Ekstrak metanol daun Tabebuia memiiki nilai IC50 sebesar 10,10–40,53 µg/mL atau AAI 1,23–4,95 yang tergolong sangat kuat hingga kuat, sedangkan ekstrak metanol bunga Tabebuia memiliki nilai nilai IC50 sebesar 41,32–345,11 µg/mL AAI 0,14–1,21 yang tergolong kuat hingga lemah. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun Tabebuia tergolong sangat kuat hingga kuat karena terdapat senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin.
Peningkatan Ekonomi Kreatif Melalui Produk Herbal di Kelurahan Pacar Kembang, Surabaya Junairiah, Junairiah; Fatimah, Fatimah; Hariyanti, Eva
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7683

Abstract

Pemuda Karang Taruna merupakan aset sumberdaya yang sangat penting. Potensi mereka perlu dikembangkan. Berdasarkan hasil pemantauan, setelah lulus dari SMA atau SMK ada yang bisa melanjutkan kuliah tetapi ada pula yang tidak mempunyai kegiatan. Di sisi lain ada pula yang bekerja namun dengan penghasilan yang relatif rendah, sementara di sisi lain mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan pendampingan terkait aspek produksi dan pemasaran. Dalam aspek produksi, akan diberikan pelatihan tentang pembuatan aneka produk herbal misalnya membuat jamu godok, jamu wedang uwuh, salep jamu, jamu kapsul, kripik jamu, salep jamu, dan sebagaiya. Dalam aspek pemasaran akan diberikan pendampingan terkait penggunaan sosial media atau media digital untuk alat pemasaran. Setelah mengikuti kegiatan ini pemuda karang taruna diharapkan mempunyai pendapatan sehingga perekonomian menjadi meningkat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yaitu awal rerata nilai pretest adalah   85,68, setelah diadakan pelatihan terjadi peningkatan yang ditunjukkan dengan nilai postest adalah 92,97. Mitra karang taruna mampu membuat produk herbal. Mitra juga mampu membuat konten digital untuk strategi pemasaran.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Hayati BiomeFert Bagi Masyarakat sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Fatimah, Fatimah; Nimatuzahroh, Nimatuzahroh; Junairiah, Junairiah; Supriyanto, Agus; Nurhariyati, Tri; Salamun, Salamun; Geraldi, Almando; Affandi, Mochammad; Hayati, Alfiah; Winarni, Dwi; Salsabila, Syarifah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7758

Abstract

Kelurahan Ampel Surabaya, merupakan kawasan yang potensial untuk dikembangkan dari sektor pariwisata dan budaya. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah pengelolaan kawasan yang kurang asri dan berwawasan lingkungan. Kurangnya pemberdayaan lahan sempit untuk bercocok tanam yang selaras dengan alam juga turut mempengaruhi kondisi lingkungan di kawasan ini.  Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantu mengelola kawasan yang asri dan berwawasan lingkungan.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan ibu-ibu kader PKK di Kelurahan Ampel agar dapat bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah menggunakan pupuk hayati yang ramah lingkungan.  Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan. Aspek pengetahuan meliputi pemberian materi tentang pemanfaatan dan konsep pupuk yang ramah lingkungan. Aspek keterampilan, meliputi bagaimana cara membuat pupuk hayati serta cara mengaplikasikannya ke tanaman budidaya, dalam hal ini tomat, terong, cabe rawit, dan cabe merah. Evaluasi dilakukan melalui pemberian pretest, postest untuk melihat keterserapan materi, serta kuisioner untuk mengevaluasi kegiatan secara keseluruhan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rerata nilai pretest adalah 59; rerata nilai postest adalah 79. Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan ini adalah 100 % sangat puas (pengabdian masyarakat sesuai kebutuhan mitra), dan 95% sangat puas ; 5 % puas (pelatihan pembuatan pupuk hayati dapat meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan, serta kesadaran masyarakat untuk turut menciptakan kawasan asri menggunakan pupuk yang ramah lingkungan (pupuk hayati).
Biodiversity and Relationships in Species Annonaceae Using the Phenetic Method in the Purwodadi Botanical Garden Hamidah; Junairiah; Putri Akustia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10808

Abstract

This study aims to analyze the morphological diversity and phylogenetic relationships of six species from the Annonaceae family at the Purwodadi Botanical Garden using a phenetic approach. The background of this research is based on the importance of character-based identification to support taxonomy, conservation, and plant classification within the Annonaceae family, which is known for its high diversity. The research began with field exploration and specimen identification, followed by morphological characterization focusing on stem, leaf, petiole, and flower traits. Data acquisition was conducted by direct observation and measurement using tools such as calipers, rulers, and color tables. The morphological data were analyzed using Hierarchical Cluster Analysis and Principal Component Analysis (PCA) with SPSS 25.00 software to determine phylogenetic relationships among the species. The results revealed two major clusters: the first includes Mitrephora polyprena, Stelechocarpus burahol, Orophea enneandra, and Polyalthia bullata, with a similarity index of 73.2%, and the second consists of Annona muricata and Miliusa horsfieldii, with 59.3% similarity. PCA results indicated that leaf width, leaf length, petiole length, leaf color, and stem surface were the most influential morphological traits. These findings demonstrate that the phenetic approach is effective for analyzing phylogenetic relationships and can contribute to conservation strategies and biodiversity management.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agus Supriyanto Alfiah Hayati Almando Geraldi Anjani, Ajeng Distya Anjar Tri Wibowo Annisa Azzahra, Annisa Diah Ayu Wulandari Dwi Kusuma Wahyuni Dwi Winarni Edy Setiti Wida Utami Eva Hariyanti Fatimah fatimah Fatimah Febrionny, Princessa Nandita Firli Rahmah Primula Dewi Hamidah Hamidah . Hapsari, Lukiteswari Dyah Tri Hery Purnobasuki Hery Suwito Iftitah, Daulah Intan Ayu Pratiwi, Intan Ayu Irfansyah, Febri Dwi Lilis Sulistyorini Listijani Suhargo, Listijani Manikya Pramudya Mochammad Affandi Muhammad Hilman Fu'adil Amin Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni'matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh Niken Agustin Nimatuzahroh, Nimatuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh Ni’matuzzahroh Ni’matuzahroh Nurindah Wanti, Yulia Tri Nurul Sofi Amalia Oktavia, Gebby Agnessya Esa Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Putri Akustia Putri, Salsabilla Wiyana Rachmah, Artifa Sa'diyah, Muhimmatus Salamun Salamun Shabrina, Afrah Sofiana, Dewi Amelia Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Sri Puji Astuti Surahmaida, Surahmaida Syarifah Salsabila Tamalia, Aqilla Kalyca Tri Nurhariyati Tri Puji Lestari Sudarwati Ulinnuha, Risanda Umarudin, Umarudin Wanti, Yulia Tri Nurindah Wida Utami, Edy Setiti Yosephine Sri Wulan Manuhara Zuraidassanaaz, Nabilah Istighfari