Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad
Departemen Klinik Reproduksi Dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Nefrolithiasis pada red eared slider (Trachemys scripta elegans) Devi Paramitha; Intan Citraningputri; Deni Noviana; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.116 KB) | DOI: 10.29244/avl.2.3.43-44

Abstract

Kasus nefrolithiasis ini ditemukan pada seekor red eared slider (RES) atau di Indonesia dikenal dengan nama kura-kura Brazil, secara tidak disengaja ketika hewan tersebut diperiksa secara radiografi untuk melihat morfologi normalnya. Kura-kura telah dipelihara selama satu tahun oleh pemilik tanpa ada keluhan apapun. Kura-kura tersebut dipelihara di dalam kolam bersama dengan ikan, pakan yang diberikan pemilik adalah ikan kecil dan sayur. Riwayat kura-kura sebelum dipelihara pemilik tidak diketahui. Radiografi dilakukan melalui 3 standar pandang, yaitu dorsoventral, laterolateral dan craniocaudal. Hasil radiografi dari ketiga standar pandang tersebut menunjukkan adanya massa radiopaque di bagian kanan dan kiri abdomen kura-kura. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dilakukan sebagai diagnosa penunjang. Hasil yang didapat dari pemeriksaan USG ini adalah ditemukan massa hiperekhoik pada ginjal.
Penanganan distokia karena schistosomus reflexus pada sapi friesian holstein Nurul Aeni Ayu Lestari; Dhenok Maria Ulva; . Nsereko; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.063 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.1.9-10

Abstract

Schistosomus reflexus merupakan kelaianan kongenital berupa dorsoflexi tulang belakang sehingga saat palpasi perektal akan teraba kepala dan ekstremitas fetus yang berdekatan. Rongga thoraks dan abdomen fetus gagal menutup sehingga terjadi paparan organ viseral. Tulisan ini melaporkan kasus schistosomus reflexus yang terjadi pada fetus dari seekor induk sapi Friesian Holstein. Keadaan induk sapi sudah 6 jam mengalami perejanan tanpa disertai adanya kelahiran. Pemeriksaan palpasi perektal ditemukan kaki belakang fetus melipat ke kepala fetus di jalan kelahiran. Kantung amnion sudah pecah dan disertai oleh keluarnya intestin fetus. Penanganan dilakukan melalui bedah sesar, namun setelah fetus berhasil dikeluarkan, beberapa organ fetus menempel pada uterus induk. Jaringan dari organ fetus yang sulit untuk dikeluarkan dari uterus dibiarkan dan uterus dijahit. Penjahitan kulit, lemak, dan otot dilakukan sekaligus dengan tipe jahitan interlocking menggunakan benang nilon. Induk sapi kemudian di culling karena persembuhan pascabedah kemungkinan akan sulit bagi induk sapi untuk kembali bereproduksi akibat sisa jaringan fetus yang masih berada dalam uterus.
Kuantifikasi opasitas hasil radiografi mesin radiografi analog Dwi Utari Rahmiati; Gunanti Gunanti; Riki Siswandi; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.2.37-38

Abstract

Citra radiografi suatu objek yang diperoleh dari mesin x-ray analog adalah berupa film yang telah tercetak sebagai suatu gambar dengan gradasi warna hitam, abu dan putih yang disebut sebagai opasitas. Penilaian perubahan opasitas pada film hasil radiografi analog dilakukan dengan bantuan lampu illuminator untuk menampilkan citra dari objek. Identifikasi perubahan opasitas suatu objek dilakukan oleh dokter hewan secara kualitatif dan bersifat sangat subjektif. Tulisan ini menyajikan teknik kuantifikasi sederhana dalam menilai opasitas citra radiografi analog menjadi hasil yang lebih objektif untuk mengurangi subjektifitas. Film radiografi analog yang telah diperoleh selanjutnya diubah menjadi digital secara fotografi menggunakan kamera digital yang ada pada ponsel genggam. Fotografi citra dilakukan di ruangan gelap dengan bantuan lampu illuminator. Foto kemudian dipindahkan ke perangkat komputer untuk diolah dengan perangkat lunak ImageJ. Nilai opasitas suatu area terpilih ditentukan oleh densitas objek berupa gray value pada setiap pixel dalam rentang angka 0-255. Nilai nol untuk citra paling gelap berwarna hitam sebagai radiolucent, sedangkan nilai 255 untuk citra paling terang berwarna putih sebagai radiopaque.
Potensi diagnostik pencitraan ultrasonografi pada otot perineal sebagai sarana diagnosa penunjang kesehatan reproduksi sapi Sari Yanti Hayanti; . Amrozi; . Aryogi; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.2.39-40

Abstract

Otot perineal salah satu bagian tubuh yang dapat terpengaruh oleh perubahan pada organ yang disokongnya seperti ekor, kolon dan saluran reproduksi. Pendekatan diagnostik pada perubahan ini berpotensi sebagai teknik baru dalam penegakan diagnosa yang terukur pada ternak sapi. Pencitraan ultrasonografi otot perineal pada sapi dapat dikembangkan menjadi metode noninvasif dalam memantau perubahan yang terjadi pada saluran reproduksi. Ultrasonografi mode brightness dengan transduser linear berfrekuensi 5 MHz diposisikan pada otot perineal, yaitu otot coccygeus dan levator ani pada sudut pandang longitudinal dan transversal. Citra yang dihasilkan menampilkan variasi ekogenitas pada susunan jaringan kulit dan subkutan, otot coccygeus dan levator ani, dan peritoneum. Ukuran dan ekogenitas jaringan dapat diukur secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak ImageJ.
Penanganan kasus prolaps vagina pada sapi induk tidak bunting Kuntum Rahmawati; Desi Khairunissa Rahayuningtyas; Fatri Alhadi; Yudi Fikri; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.65-66

Abstract

Prolaps vagina umumnya terjadi pada sapi bunting trimester ketiga, namun juga dapat terjadi pada sapi tidak bunting. Tulisan ini melaporkan kasus prolaps vagina pada sapi tidak bunting tiga bulan pasca partus. Sapi mengalami demam, peningkatan frekuensi napas, dan mukosa vagina tampak keluar dari vulva. Sapi ditangani dengan membersihkan mukosa vagina menggunakan air bersih mengalir dan antiseptik selanjutnya direposisi secara manual. Sapi kemudian diberikan antibiotik, antiradang dan multivitamin secara intramuskular
Teknik pengekangan sapi bali dan pola sonogram jaringan untuk pendugaan kualitas karkas hidup secara ultrasonografi Mokhamad Fakhrul Ulum; Dairoh Dairoh; Winni Liani Daulay; Prastya Idihastuti; Amin Wahyudiono; Jakaria Jakaria; Annang Dwijatmiko
ARSHI Veterinary Letters Vol. 5 No. 4 (2021): ARSHI Veterinary Letters - November 2021
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.5.4.79-80

Abstract

Pengekangan merupakan langkah awal dan utama dalam menentukan keberhasilan untuk pemeriksaan hewan, seperti pada pencitraan ultrasonografi. Tulisan ini mendeskripsikan beberapa metode pengekangan sapi bali untuk pencitraan ultrasonografi di kandang penampungan dan pola sonogram yang didapatkan. Sapi bali jantan dewasa sebanyak 101 ekor dilakukan pendugaan kualitas karkas sebelum dipotong. Pengekangan fisik dilakukan dengan pilihan yaitu: mengikat sapi pada kandang komunal, mengikat sapi kandang dengan pembatas dinding, dan menempatkan sapi pada kandang jepit. Proses pengekangan berlangsung ±5-10 menit atau lebih lama tergantung temperamen sapi. Sedangkan proses pencitraan ultrasonografi berlangsung ±30-60 detik pada sudut pandang transversal dan longitudinal. Citra ultrasonografi punggung daerah rusuk 12-13 tampak ekogenitas lapisan jaringan penyusun berupa kulit, lemak subkutan, otot dan tulang punggung yang terbedakan dengan baik. Pola marbling pada sonogram otot longissimus dorsi sudut pandang transversal terlihat seperti ranting, sarang lebah, bercak-bercak, dan tanpa pola. Sedangkan citra pada sudut pandang longitudinal terlihat garis diagonal dan tanpa garis.
Karakteristik Spermatozoa Domba yang Diinkubasi Dalam Medium Fertilisasi dengan Waktu dan Konsentrasi Berbeda Hariono; Mokhamad Fakhrul Ulum; Ekayanti Mulyawati Kaiin; Ni Wayan Kurniani Karja
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.201-210

Abstract

Keberhasilan fertilisasi in vitro tidak hanya dipengaruhi oleh oosit tetapi juga kualitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, dan lamanya waktu inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik spermatozoa domba post-thawed yang diinkubasi pada waktu dan konsentrasi yang berbeda dalam medium fertilisasi. Spermatozoa domba berasal dari semen beku domba garut dan ekor gemuk. Konsentrasi spermatozoa yang digunakan adalah 1 dan 5 juta spermatozoa/mL. Setiap kelompok spermatozoa diinkubasi dalam inkubator CO2 5% pada suhu 38,5oC selama 0, 3, dan 6 jam. Setiap akhir masa inkubasi, spermatozoa dievaluasi pola gerak, motilitas, MPU, dan TAU sebanyak tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas total, motilitas progresif, MPU, dan TAU pada kedua bangsa domba dengan konsentrasi 1 dan 5 juta menurun secara signifikan dengan bertambahnya waktu inkubasi. Pola pergerakan spermatozoa kedua bangsa domba pada konsentrasi 1 juta menunjukkan hiperaktivitas pada jam ke 3 inkubasi dengan nilai STR 0,47-0,49% dan nilai LIN 0,33-0,34%, sedangkan pada konsentrasi 5 juta menunjukkan adanya hiperaktivitas pada jam ke 6 inkubasi dengan nilai STR 0,69-0,80% dan nilai LIN 0,52-0,55%. Selama inkubasi, spermatozoa menunjukkan pola renang sedang dengan nilai VCL 50,70-77,85 µ/s. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas spermatozoa setelah inkubasi menurun seiring dengan penambahan waktu inkubasi. Spermatozoa dengan konsentrasi 5 juta menunjukkan nilai motilitas total yang tinggi tetapi nilai progresifnya lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi 1 juta. Hiperaktivitas spermatozoa dengan konsentrasi 1 juta dapat terjadi pada jam ke 3 sedangkan kosentrasi 5 juta dapat terjadi pada jam ke 6 waktu inkubasi.
PEMETAAN POLA SUHU PERMUKAAN TUBUH KUDA MENGGUNAKAN KAMERA TERMAL INFRAMERAH Koekoeh Santoso; Rivangga Yuda Hendika; Mokhamad Fakhrul Ulum; Amrozi .; Ridi Arif; Agik Suprayogi; Kudang Boro Seminar
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.66859

Abstract

Infrared thermal camera is an alternative and non-invasive method used to identify various physiological and pathological process related to body surface temperature changes.  The aim of this research was to study the body surface temperature pattern based on the observed regios. Three horses were randomly selected as animal experiments. Thermal image data was collected at 17.00 – 19.00 WIB for five days. Images were retrieved from seven regios: head, thorax, abdomen, and four lower legs. The result of horse A’s surface temperature in five days on head, thorax, abdomen, front left leg, front right leg, rear left leg, and rear right leg regios were 33.42, 33.49, 33.56, 31.30, 31.48, 31. 33.14, 31.34 °C, respectively. The resulf of horse B’s surface tempereture were 33.55, 33.65, 33.64, 31.45, 31.35, 31.53, 31.48 °C, respectively. The resulf of horse C’s surface tempereture were 33.45, 33.55, 33.60, 31.37, 31.45, 31.34, 31.42 °C, respectively. The result showed that difference on horse A’s rear left leg (p<0.05) because of inflamation. Inflamation recovery process on horse A occured on the fifth day, indicated by a drop in temperature and a change in colors on thermal image. Color noises on some images were color difference between objects and poor color saturation. Color noises on thermal images did not affect the results of temperature interpretation. 
ULTRASONOGRAPHY OF THE EXTERNAL REPRODUCTIVE ORGANS IN TOM Mokhamad Fakhrul Ulum; Anizza Dyah Kartika Maharani; Rizal Eko Kurniawan; Arlita Sariningrum; Dilla Frastantie; Erwin Erwin; Ligaya ITA Tumbelaka; Deni Noviana
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.338 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i3.5700

Abstract

This study aims to delineate the tissue structure of male cat external reproductive organs using ultrasound with different types of consoles and transducers frequencies through indirect method. External organ of 5 tom weighing 2-3 kg was evaluated using ultrasound with stationary console (linear transducer, 10 MHz) and portable console (linear transducer, 6.5 MHz), transcutaneously. The results showed that both console and transducer could not visualize the structure of organs sized less than 10 mm through direct method. However, the indirect method using stationary console with a 10 MHz transducer enable to visualize the organ and depicts clearly the internal organ structure such as penis and its parts, scrotum and its constituent layers, caput and cauda of epididymis, and testicles. Furthermore, portable console with 6.5 MHz transducer was still able to provide an adequate image of those organs. In general, fibrous tissues such as tunica vaginalis, tunica Dartos, funiculusspermaticus, and urethra were visible in ultrasonogram as hyperechoic structures, while soft tissues such as the parts of testicles and penis were visible as hypoechoic structures. Tissue containing fluid such as urethral lumen was visible as anechoic structure. In conclusion, indirect ultrasound imaging method was sufficient to visualize the organs sized less than 10 mm using 3-15 MHz transducer in which was currently widely used in animal health care clinics.
BRIGHTNESS-MODE EKOKARDIOGRAFI DOMBA JAWA JANTAN EKOR TIPIS Mokhamad Fakhrul Ulum; Nur Fitri Utami; Nindya Dwi Utami; Deni Noviana
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.386 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2838

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencitrakan jantung domba jawa ekor tipis (DET) secara ekokardiografi. Domba ekor tipis jantan sebanyak lima ekor dengan berat 14-16 kg berumur 10-12 bulan digunakan dalam penelitian ini. Domba dipegang dan dibaringkan pada meja khusus tanpa sedasi ataupun pembiusan. Organ jantung domba dicitrakan menggunakan ultrasonografi brightness-mode (B-mode). Transduser cembung dengan frekuensi 2,5-4 MHz digunakan untuk mencitrakan jantung pada posisi right parasternal (RPS) view dan left parasternal (LPS) viewdengan posisi long axis (LAx) dan short axis (SAx). Hasil pencitraan ekokardiografi menunjukkan bahwa bagian-bagian dari organ jantung yang tersusun atas cairan terkesan anechoic, sedangkan bagian yang tersusun atas jaringan lunak terkesan hypoechoic dengan derajat ekogenisitas yang bervariasi. Bagian-bagian struktur jantung dapat dibedakan menurut ruang jantung atrium kanan, ventrikel kanan, atrium kiri dan ventrikel kiri. Bagian-bagian jantung yang dapat dicitrakan seperti septa jantung, otot papilaris, katup jantung semilunaris, katup jantung mitralis, katup jantung trikuspidalis, pembuluh darah vena paru-paru dan aorta. Ekokardiografi B-mode pada organ jantung domba jawa ekor tipis dapat mencitrakan dengan baik struktur ruang, otot, katup dan pembuluh darah besar dengan derajat ekogenisitas yang bervariasi.
Co-Authors . Aryogi . Nsereko A.S. Satyaningtijas Agik Suprayogi Agung S. P. Lumban Tobing Alahmad , Ali Omar Amin Wahyudiono Amira Putri Pertiwi Amira Putri Pertiwi Amrozi Andhika Yudha Prawira Andi Baso Lompengeng Ishak Anizza Dyah Kartika Maharani Anizza Dyah Kartika Maharani Annang Dwijatmiko Arlita Sariningrum Arlita Sariningrum Bambang Purwantara Bong Ai Yin Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan budianto panjaitan Cece Sumantri Chairun Nisa’ Cristovao , Adelaide Jose Pereira Cristovao, Adelaide Jose Pereira Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh, Dairoh Damiana Rita Ekastuti Dedi Rahmat Dedi Rahmat Setiadi Deni Noviana Desi Khairunissa Rahayuningtyas Devi Paramitha Devi Paramitha Devi Paramitha Dhenok Maria Ulva Dian Vidiastuti Didik N Hadi Dilla Frastantie Dwi Utari Rahmiati Edwar Edwar EDWAR EDWAR Ekayanti Mulyawati Kaiin Elma Yuliani Yessa Erwin Erwin Erwin Erwin Fathan Abdul Aziz Fathul Bari Fatri Alhadi Fitra Aji Pamungkas frastantie, Dilla Fuadi Zulkipli Ghossani, Muhammad Nico Gunanti . Hamdan Ubaidillah Hammada Raudlowi Hariono HERA MAHESHWARI I Gusti Ngurah Sudisma IETJE WIENTARSIH Ietje Wientarsih Intan Citraningputri Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Isdoni Bustaman Ishak, Andi Baso Lompengeng Jakaria Jakaria koekoeh santoso komariah komariah Kudang Boro Seminar Kuntum Rahmawati Kurniawan, Rizal Eko Laily Purnamasari Lena Indraswari Maharani, Anizza Dyah Kartika Maryani Maryani Muchidin Noordin Muhammad Piter Kombo Muhammad Piter Kombo Muhammad Risman Wahid Nena Hilmia Ni Made Paramita Setyani Ni Wayan Kurniani Karja Niluh Selly Frantika Nindya Dwi Utami Nindya Dwi Utami Nindya Dwi Utami, Nindya Nur Fitri Utami Nur Fitri Utami Nur Fitri Utami Nurul Aeni Ayu Lestari Nurul Aeni Ayu Lestari Nurul Aeni Ayu Lestari Okti Nadia Poetri Prastya Idihastuti Prisetiadi, Alif Pudji Achmadi Rangga Setiawan Rani Audona Rantan Krisnan Ridi Arif Riki Siswandi Rini Widyastuti Rivangga Yuda Hendika Rizal Eko Kurniawan Rudy Priyanto RVS, Veni Sari Yanti Hayanti Sariningrum, Arlita Savitri Novelina Siti Sa’diah Siti Zaenab Sri Estuningsih Srihadi Agungpriyono Surya Kusuma Wijaya Sutikno Sutikno Syifa Khairunnisa Tampubolon, Andre Rymma Tan, Zhi Yien Tarigan, Ronald Tobing, Agung S. P. Lumban Veni RVS Wasmen Manalu Wijaya , Surya Kusuma Winda Rahmania Winni Liani Daulay Yessa, Elma Yuliani Yudi Fikri Zora, Nelda Fliza Zultinur Muttaqin