Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad
Departemen Klinik Reproduksi Dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Damaged pen floors reduce pregnancy rates in Garut sheep: A comparative study across ram breeds Ulum , Mokhamad Fakhrul; Alahmad , Ali Omar; Cristovao , Adelaide Jose Pereira; Wijaya , Surya Kusuma
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.59-60

Abstract

Kondisi lantai kandang sangat penting untuk keberhasilan perkawinan alami pada ternak. Penelitian ini membandingkan dampak lantai kandang yang rusak, berlubang dan permukaannya tidak rata, dengan lantai kandang yang tidak rusak dan stabil terhadap tingkat kebuntingan domba Garut (n=89) yang dikawinkan dengan domba jantan dari berbagai ras, seperti Dorper (n=4), Batur (n=1), Garut (n=4), dan persilangan Garut×Batur (JxBat; n=2). Domba jantan ditempatkan bersama 3–16 domba betina selama 45–60 hari, dan kebuntingan dinilai melalui ultrasonografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba betina pada lantai kandang yang tidak rusak memiliki tingkat kebuntingan yang jauh lebih tinggi (100,0%) dibandingkan dengan domba betina pada lantai kandang yang rusak (85,3%). Pada semua ras domba jantan, lantai kandang yang rusak berdampak negatif pada perkawinan dan mengurangi reproduksi. Pemeriksaan dan pemeliharaan lantai kandang secara teratur selama periode perkawinan sangat penting untuk mengoptimalkan kesuburan domba Garut.
Pembelajaran radiografi digital organ reproduksi ayam domestik melalui aplikasi Picture Archiving and Communication System Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 3 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.3.53-54

Abstract

Radiografi adalah alat diagnostik yang umum digunakan dalam praktik kedokteran hewan dan saat ini telah berkembang dengan adanya fitur Picture Archiving and Communication System (PACS). Sistem PAC merupakan sistem komputasi inter-dan intra-institusi yang mengelola akuisisi, transmisi, penyimpanan, distribusi, tampilan, dan interpretasi dari citra medis untuk memudahkan radiologis dalam berdiskusi dalam peneguhan diagnosa berdasarkan citra diagnostik radiografi. Tulisan ini memberikan gambaran sistem PAC dalam pembelajaran pencitraan radiografi digital dengan model organ reproduksi ayam bagi mahasiswa. Mahasiswa melakukan pengambilan gambar organ reproduksi ayam jantan dan betina, selanjutnya citra digital diunggah kedalam sistem PAC dari Instalasi Radiologi di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP). Pembacaan citra radiografi digital selanjutnya dibaca melalui telefon pintar masing-masing di Unit Rehabilitasi Reproduksi yang berlokasi jauh dari RSHP. Citra organ reproduksi ayam jantan dan betina pada sudut pandang lateral tampak berada dicaudo-dorsal dari paru-paru, sisi kranial ginjal dengan sedikit superimposed yang berada didaerah dorsal. Sudut pandang ventro dorsal sulit ditentukan organ reproduksi karena superimposed dengan organ abdominal seperti ampela, hati, dan usus. Opasitas ovarium yang berbentuk bulat maupun testikel yang berbentuk lonjong tampak sebagai siluet masa yang lebih radioopak. Sistem PAC ini memudahkan proses pembelajaran radiologi bagi mahasiswa maupun kolega dokter hewan dalam mendiskusikan citra radiografi.
Pemendekan waktu siklus estrus pada luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) terdeteksi melalui metode ulas vagina Zora, Nelda Fliza; Ulum, Mokhamad Fakhrul; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Maheshwari, Hera; Suprayogi, Agik; Manalu, Wasmen; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.2.35-36

Abstract

Luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan salah satu hewan liar yang dapat dimanfaatkan sebagai penyeleksi biji kopi untuk menghasilkan kopi berkualitas dan bernilai ekonomis tinggi. Pemeliharaan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan reproduksi luwak sehingga penting untuk diketahui sebagai dasar manajemen pemeliharaan dan kesehatan untuk optimalisasi produksi, pencegahan penyakit, dan konservasi luwak. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui panjang waktu total siklus estrus dan waktu dari setiap fase estrus yaitu fase proestrus, estrus, metestrus dan diestrus. Luwak Jawa dari diperoleh dari pasar hewan sebanyak 2 ekor berjenis kelamin betina dengan bobot badan sekitar 4 kg diambil data ulas vagina selama 21 hari pada pagi dan sore hari. Sel epitel vagina diperiksa di bawah mikroskop dan dianalisa secara kuantitatif. Hasil pengamatan menunjukkan pemendekan siklus estrus dengan panjang total siklus estrus yaitu 121,5±7,5 jam (5 hari). Durasi waktu proestrus 12,0±0,0 jam, estrus 22,5±3,0 jam, metestrus 25,5±3,0 jam dan diestrus 61,5±3,0 jam.
Maserasi fetus sebagian pada kambing peranakan etawa Widyastuti, Rini; Setiawan, Rangga; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.13-14

Abstract

Maserasi fetus adalah kondisi patologis selama masa kebuntingan ditunjukkan dengan adanya kematian janin diikuti dengan proses pembusukan dan penghancuran jaringan fetus. Maserasi fetus pada laporan kasus kali ini terjadi pada induk kambing peranakan etawa yang menjadi resepien program sinkronisasi birahi dan inseminasi buatan (IB). Hasil pemeriksaan ultrasonografi dan palpasi abdomen pada kambing menunjukkan tanda kebuntingan 3 bulan pasca IB. Namun hingga bulan ke 7 tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kelahiran. Hasil pemeriksaan fisik terlihat pembesaran abdomen dan teraba janin pada palpasi abdominal, akan tetapi pada vulva terdapat leleran darah dan nanah. Terapi dengan penyuntikan hormon PGF2α dilakukan untuk mendilatasi servik dan kontraksi myometrium sehingga janin dapat keluar. Kondisi janin yang keluar tampak abdominal hingga ekstremitas caudal sudah membusuk dan lisis. Induk kambing PE didiagnosa mengalami maserasi sebagian pada fetus. Terapi pada induk dilanjutkan dengan pemberian antibiotik dan multivitamin.
Teknik pencitraan ultrasonografi dan tomografi impedansi listrik pada potongan komersial daging sapi Ulum, Mokhamad Fakhrul; Ghossani, Muhammad Nico; Maryani, Maryani; Pamungkas, Fitra Aji; Jakaria, Jakaria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.2.39-40

Abstract

Prediksi kualitas karkas dapat dilakukan dengan ultrasonografi (USG), tetapi umumnya dilakukan secara langsung setelah ternak disembelih di rumah pemotongan hewan. Pendekatan lain dengan teknologi tomografi impedansi listrik (TIL) secara non-invasif untuk prediksi kualitas karkas sebelum ternak dipotong perlu dikembangkan. Penelitian ini membandingkan teknik pencitraan USG dengan TIL pada potongan komersial daging sapi jenis rendang, has luar dan mata rusuk. Pencitraan USG mode kontras dan TIL menggunakan 4 elektroda dengan konfigurasi Wenner. Hasil pencitraan sonografi menampilkan kadar lemak dalam otot sebagai pola dengan ekogenitas lebih hiperekhoik dibandingkan jaringan otot. Resistivitas daging rendang menunjukkan nilai paling tinggi jika dibandingkan dengan daging has luar dan mata rusuk. Daging mata rusuk menampilkan sifat resistivitas paling rendah dari ketiga jenis daging lainnya.
Abortus idiopatik superfetasi alami pada sapi Pasundan Widyastuti, Rini; Setiawan, Rangga; Hilmia, Nena; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.63-64

Abstract

Abortus pada sapi merupakan kondisi ketidakmampuan fetus untuk bertahan hidup di dalam rahim hingga saat akan dilahirkan. Tulisan ini merupakan laporan pertamakali kasus abortus idiopatik superfetasi dari perkawinan alami yang terjadi pada induk sapi Pasundan primipara. Sapi-sapi awalnya dipelihara dengan sistem kandang koloni dan bercampur antara jantan (n=10) dan betina dara (n=18) selama 2 minggu pascapemindahan sapi dari kandang ternak di Kabupaten Ciamis. Terjadi kebuntingan oleh perkawinan alami pada sapi dara tanpa diketahui usia dan riwayat kebuntingan. Seekor induk sapi teramati menunjukkan gejala perdarahan pervagina, mengejan dan disertai pengeluaran fetus berukuran kecil (panjang ~25 cm, usia fetus ~120 hari) beberapa jam kemudian, sebelumnya sapi telah mengalami abortus dengan ukuran fetus yang besar (panjang ~36 cm, usia fetus ~150 hari). Induk sapi Pasundan primipara yang mengalami abortus kemudian dipisahkan ke kandang individu untuk mengurangi stress dan untuk observasi lebih lanjut. Terapi yang diberikan adalah dengan pemberian antibiotik dan multivitamin.
Electrical impedance tomography for meat marbling prediction Ulum, Mokhamad Fakhrul; Cristovao, Adelaide Jose Pereira; Wijaya, Surya Kusuma; Pamungkas, Fitra Aji; Jakaria, Jakaria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.19-20

Abstract

Tomografi Impedansi Listrik (EIT) merupakan teknologi noninvasif yang menjanjikan untuk memprediksi ciri-ciri kualitas daging, seperti marbling pada daging sapi. Marbling, yang dicirikan oleh lemak intramuskular, secara signifikan memengaruhi kualitas daging sapi dengan meningkatkan rasa, kelembutan, dan kesegaran. Tinjauan ini mengevaluasi penerapan EIT dalam pengendalian kualitas daging, menyoroti kemampuannya untuk mengukur perubahan konduktivitas guna menilai marbling dan atribut kualitas lainnya. Mengintegrasikan EIT dengan teknik pembelajaran mesin semakin menyempurnakan kemampuan prediktifnya. Meskipun EIT menyediakan penilaian noninvasif secara real-time dengan biaya yang lebih rendah, tantangan seperti rasio signal-to-noise yang lebih rendah dan persyaratan algoritma yang kompleks tetap ada. Arah masa depan mencakup integrasi EIT dengan sistem pengemasan modern dan alat otomatisasi untuk meningkatkan pemantauan kualitas daging dan efisiensi industri.
ULTRASONOGRAPHY OF THE EXTERNAL REPRODUCTIVE ORGANS IN TOM Ulum, Mokhamad Fakhrul; Maharani, Anizza Dyah Kartika; Kurniawan, Rizal Eko; Sariningrum, Arlita; Frastantie, Dilla; Erwin, Erwin; Tumbelaka, Ligaya ITA; Noviana, Deni
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i3.5700

Abstract

This study aims to delineate the tissue structure of male cat external reproductive organs using ultrasound with different types of consoles and transducers frequencies through indirect method. External organ of 5 tom weighing 2-3 kg was evaluated using ultrasound with stationary console (linear transducer, 10 MHz) and portable console (linear transducer, 6.5 MHz), transcutaneously. The results showed that both console and transducer could not visualize the structure of organs sized less than 10 mm through direct method. However, the indirect method using stationary console with a 10 MHz transducer enable to visualize the organ and depicts clearly the internal organ structure such as penis and its parts, scrotum and its constituent layers, caput and cauda of epididymis, and testicles. Furthermore, portable console with 6.5 MHz transducer was still able to provide an adequate image of those organs. In general, fibrous tissues such as tunica vaginalis, tunica Dartos, funiculusspermaticus, and urethra were visible in ultrasonogram as hyperechoic structures, while soft tissues such as the parts of testicles and penis were visible as hypoechoic structures. Tissue containing fluid such as urethral lumen was visible as anechoic structure. In conclusion, indirect ultrasound imaging method was sufficient to visualize the organs sized less than 10 mm using 3-15 MHz transducer in which was currently widely used in animal health care clinics.
BRIGHTNESS-MODE EKOKARDIOGRAFI DOMBA JAWA JANTAN EKOR TIPIS Fakhrul Ulum, Mokhamad; Utami, Nur Fitri; Dwi Utami, Nindya; Noviana, Deni
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2838

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencitrakan jantung domba jawa ekor tipis (DET) secara ekokardiografi. Domba ekor tipis jantan sebanyak lima ekor dengan berat 14-16 kg berumur 10-12 bulan digunakan dalam penelitian ini. Domba dipegang dan dibaringkan pada meja khusus tanpa sedasi ataupun pembiusan. Organ jantung domba dicitrakan menggunakan ultrasonografi brightness-mode (B-mode). Transduser cembung dengan frekuensi 2,5-4 MHz digunakan untuk mencitrakan jantung pada posisi right parasternal (RPS) view dan left parasternal (LPS) viewdengan posisi long axis (LAx) dan short axis (SAx). Hasil pencitraan ekokardiografi menunjukkan bahwa bagian-bagian dari organ jantung yang tersusun atas cairan terkesan anechoic, sedangkan bagian yang tersusun atas jaringan lunak terkesan hypoechoic dengan derajat ekogenisitas yang bervariasi. Bagian-bagian struktur jantung dapat dibedakan menurut ruang jantung atrium kanan, ventrikel kanan, atrium kiri dan ventrikel kiri. Bagian-bagian jantung yang dapat dicitrakan seperti septa jantung, otot papilaris, katup jantung semilunaris, katup jantung mitralis, katup jantung trikuspidalis, pembuluh darah vena paru-paru dan aorta. Ekokardiografi B-mode pada organ jantung domba jawa ekor tipis dapat mencitrakan dengan baik struktur ruang, otot, katup dan pembuluh darah besar dengan derajat ekogenisitas yang bervariasi.
PENGARUH IMPLANTASI POROUS TANTALUM BERLAPIS HIDROKSIAPATIT TERHADAP GAMBARAN DARAH MERAH TIKUS SPRAGUE DAWLEY Panjaitan, Budianto; G, Gunanti; Noviana, Deni; Fakhrul Ulum, Mokhamad; Sukmana, Irza
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2650

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran darah merah pada tikus yang diimplan porous tantalum berlapis hidroksiapatit. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor tikus jantan, galur Sprague Dawley, umur 3 bulan yang dibagi dalam tiga kelompok yaitu kelompok kontrol tanpa implant (K1), kelompok implan porous tantalum (K2), dan kelompok implan porous tantalum berlapis hidroksiapatit (K3). Pengambilan darah dilakukan melalui vena pada ekor di hari ke-0 sebelum pemasangan implan, ke-14, dan ke-30 setelah pemasangan implan. Pengamatan data parameter darah merah meliputi jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin (Hb), dan persentase hematokrit. Hasil perhitungan jumlah sel darah merah, kadar Hb, dan hematokrit menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) pada masing-masing kelompok perlakuan kecuali jumlah sel darah merah pada kelompok tikus yang yang diimplan dengan porous tantalum tanpa lapis meningkat pada hari ke-30 dan menunjukkan perbedaan dibandingkan kelompok lainnya (P
Co-Authors . Aryogi . Nsereko A.S. Satyaningtijas Agik Suprayogi Alahmad , Ali Omar Amin Wahyudiono Amira Putri Pertiwi Amira Putri Pertiwi Amrozi Andhika Yudha Prawira Andi Baso Lompengeng Ishak Anizza Dyah Kartika Maharani Anizza Dyah Kartika Maharani Annang Dwijatmiko Arlita Sariningrum Arlita Sariningrum Bambang Purwantara Bong Ai Yin Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan budianto panjaitan Cece Sumantri Chairun Nisa’ Cristovao , Adelaide Jose Pereira Cristovao, Adelaide Jose Pereira Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh, Dairoh Damiana Rita Ekastuti Dedi Rahmat Dedi Rahmat Setiadi Deni Noviana Desi Khairunissa Rahayuningtyas Devi Paramitha Devi Paramitha Devi Paramitha Dhenok Maria Ulva Dian Vidiastuti Didik N Hadi Dilla Frastantie Dwi Utari Rahmiati EDWAR EDWAR Edwar Edwar Ekayanti Mulyawati Kaiin Elma Yuliani Yessa Erwin Erwin Erwin Erwin Fathan Abdul Aziz Fathul Bari Fatri Alhadi Fitra Aji Pamungkas frastantie, Dilla Fuadi Zulkipli Ghossani, Muhammad Nico Gunanti . Hamdan Ubaidillah Hammada Raudlowi Hariono HERA MAHESHWARI I Gusti Ngurah Sudisma Ietje Wientarsih IETJE WIENTARSIH Intan Citraningputri Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Isdoni Bustaman Ishak, Andi Baso Lompengeng Jakaria Jakaria koekoeh santoso komariah komariah Kudang Boro Seminar Kuntum Rahmawati Kurniawan, Rizal Eko Laily Purnamasari Lena Indraswari Maharani, Anizza Dyah Kartika Maryani Maryani Muchidin Noordin Muhammad Piter Kombo Muhammad Piter Kombo Muhammad Risman Wahid Nena Hilmia Ni Made Paramita Setyani Ni Wayan Kurniani Karja Niluh Selly Frantika Nindya Dwi Utami Nindya Dwi Utami Nindya Dwi Utami, Nindya Nur Fitri Utami Nur Fitri Utami Nur Fitri Utami Nurul Aeni Ayu Lestari Nurul Aeni Ayu Lestari Nurul Aeni Ayu Lestari Okti Nadia Poetri Prastya Idihastuti Prisetiadi, Alif Pudji Achmadi Rangga Setiawan Rani Audona Rantan Krisnan Ridi Arif Riki Siswandi Rini Widyastuti Rivangga Yuda Hendika Rizal Eko Kurniawan Rudy Priyanto RVS, Veni Sari Yanti Hayanti Sariningrum, Arlita Savitri Novelina Siti Sa’diah Siti Zaenab Sri Estuningsih Srihadi Agungpriyono Surya Kusuma Wijaya Sutikno Sutikno Syifa Khairunnisa Tampubolon, Andre Rymma Tan, Zhi Yien Tarigan, Ronald Tobing, Agung S. P. Lumban Wasmen Manalu Wijaya , Surya Kusuma Winda Rahmania Winni Liani Daulay Yessa, Elma Yuliani Yudi Fikri Zora, Nelda Fliza Zultinur Muttaqin