Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad
Department Of Reproductive Clinics And Pathology, Faculty Of Veterinary Medicine, Institut Pertanian Bogor. Jl. Agatis, Dramaga, Bogor 16680, West Java Indonesia

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Sifat bioavailabilitas implan intravaginal berbahan kitosan-PEG-PCL dalam simulasi cairan vagina dan vagina sapi Elma Yuliani Yessa; Ietje Wientarsih; Bambang Purwantara; Amrozi Amrozi; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.57-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi bioavailabilitas implan intravaginal yang terbuat dari poli-ymer kitosan-polietilen glikol (PEG)-polikaprolakton (PCL) yang dapat terbiodegradasi dalam cairan simulasi vagina (SVF) dan vagina sapi. Implan dibuat menggunakan teknik peleburan dan pencetakan dengan 26 formulasi berbeda. Selanjutnya implan direndam dalam 40 mL SVF pada suhu 37,8℃ dan diamati perubahan morfologi implan setiap hari hingga hari ke 5. Implan yang bertahan hingga hari kelima diuji ketersediaannya lebih lanjut pada vagina sapi dan diamati setiap hari selama 2 minggu. Uji perendaman pada hasil SVF menunjukkan bahwa implan dengan kandungan PEG 75-85% lebih cepat meleleh dibandingkan implan dengan kandungan PEG 20-72%. Implan yang mengandung 1-10% PCL terkikis lebih cepat di SVF dibandingkan implan yang mengandung 22-80% PCL. Implan yang mengandung kitosan dapat tetap stabil di SVF lebih lama dibandingkan implan tanpa kitosan. Uji bioavailabilitas pada vagina sapi menunjukkan bahwa implan 21-23 bertahan hingga hari ke 10, sedangkan implan 24-26 dikeluarkan dari vagina sapi selama pengujian. Implan 21-23 merupakan formulasi yang menjanjikan untuk pengembangan implan intravaginal yang dapat terbiodegradasi. Dengan menyesuaikan komposisi kitosan (antara 14-18 berat%), PEG (maksimum 72 berat%), dan PCL (minimal 20 berat%), implan intravaginal mampu meningkatkan ketersediaan hayati cairan vagina dan vagina yang disimulasikan. ternak
Abortus idiopatik superfetasi alami pada sapi Pasundan Rini Widyastuti; Rangga Setiawan; Nena Hilmia; Mokhamad Fakhrul Ulum
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.63-64

Abstract

Abortus pada sapi merupakan kondisi ketidakmampuan fetus untuk bertahan hidup di dalam rahim hingga saat akan dilahirkan. Tulisan ini merupakan laporan pertamakali kasus abortus idiopatik superfetasi dari perkawinan alami yang terjadi pada induk sapi Pasundan primipara. Sapi-sapi awalnya dipelihara dengan sistem kandang koloni dan bercampur antara jantan (n=10) dan betina dara (n=18) selama 2 minggu pascapemindahan sapi dari kandang ternak di Kabupaten Ciamis. Terjadi kebuntingan oleh perkawinan alami pada sapi dara tanpa diketahui usia dan riwayat kebuntingan. Seekor induk sapi teramati menunjukkan gejala perdarahan pervagina, mengejan dan disertai pengeluaran fetus berukuran kecil (panjang ~25 cm, usia fetus ~120 hari) beberapa jam kemudian, sebelumnya sapi telah mengalami abortus dengan ukuran fetus yang besar (panjang ~36 cm, usia fetus ~150 hari). Induk sapi Pasundan primipara yang mengalami abortus kemudian dipisahkan ke kandang individu untuk mengurangi stress dan untuk observasi lebih lanjut. Terapi yang diberikan adalah dengan pemberian antibiotik dan multivitamin.
Electrical impedance tomography for meat marbling prediction Mokhamad Fakhrul Ulum; Adelaide Jose Pereira Cristovao; Surya Kusuma Wijaya; Fitra Aji Pamungkas; Jakaria Jakaria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.19-20

Abstract

Tomografi Impedansi Listrik (EIT) merupakan teknologi noninvasif yang menjanjikan untuk memprediksi ciri-ciri kualitas daging, seperti marbling pada daging sapi. Marbling, yang dicirikan oleh lemak intramuskular, secara signifikan memengaruhi kualitas daging sapi dengan meningkatkan rasa, kelembutan, dan kesegaran. Tinjauan ini mengevaluasi penerapan EIT dalam pengendalian kualitas daging, menyoroti kemampuannya untuk mengukur perubahan konduktivitas guna menilai marbling dan atribut kualitas lainnya. Mengintegrasikan EIT dengan teknik pembelajaran mesin semakin menyempurnakan kemampuan prediktifnya. Meskipun EIT menyediakan penilaian noninvasif secara real-time dengan biaya yang lebih rendah, tantangan seperti rasio signal-to-noise yang lebih rendah dan persyaratan algoritma yang kompleks tetap ada. Arah masa depan mencakup integrasi EIT dengan sistem pengemasan modern dan alat otomatisasi untuk meningkatkan pemantauan kualitas daging dan efisiensi industri.
Damaged pen floors reduce pregnancy rates in Garut sheep: A comparative study across ram breeds Mokhamad Fakhrul Ulum; Ali Omar Alahmad; Adelaide Jose Pereira Cristovao; Surya Kusuma Wijaya
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.59-60

Abstract

Kondisi lantai kandang sangat penting untuk keberhasilan perkawinan alami pada ternak. Penelitian ini membandingkan dampak lantai kandang yang rusak, berlubang dan permukaannya tidak rata, dengan lantai kandang yang tidak rusak dan stabil terhadap tingkat kebuntingan domba Garut (n=89) yang dikawinkan dengan domba jantan dari berbagai ras, seperti Dorper (n=4), Batur (n=1), Garut (n=4), dan persilangan Garut×Batur (JxBat; n=2). Domba jantan ditempatkan bersama 3–16 domba betina selama 45–60 hari, dan kebuntingan dinilai melalui ultrasonografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba betina pada lantai kandang yang tidak rusak memiliki tingkat kebuntingan yang jauh lebih tinggi (100,0%) dibandingkan dengan domba betina pada lantai kandang yang rusak (85,3%). Pada semua ras domba jantan, lantai kandang yang rusak berdampak negatif pada perkawinan dan mengurangi reproduksi. Pemeriksaan dan pemeliharaan lantai kandang secara teratur selama periode perkawinan sangat penting untuk mengoptimalkan kesuburan domba Garut.
Daytime Period of Indonesian Holstein Physiological Responses Under Various Status of Body Condition Score Purnamasari, Gita Cempaka; Sumantri, Cece; Ulum, Mokhamad Fakhrul; Prabowo, Sigid
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 36 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2026.036.2.2

Abstract

The level of fatty tissue in the body of Holstein cows impacts on the metabolic system, which in turn affects their physiological response. This study aimed to evaluate the involvement of Indonesian Holstein cows' body condition score (BCS) in altered physiological responses. The research samples consisted of 35 lactating Holstein cows raised at a dairy farm in East Jakarta. As part of the physiological responses, variables such as rectal temperature (Tr), skin surface temperature (Ts), body temperature (Tb), respiratory frequency (Rf), and heartbeats (Hb) were assessed. Meanwhile, the BCS was rated from 1 to 5. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, linear regression, and a one-way ANOVA test to examine mean differences. During the daytime period, Indonesian Holstein cows experienced a moderate level of heat stress. Physiological responses were low in the morning, sharply increased by noon, and then gradually rose slightly towards the afternoon. The distinct BCS status did not influence physiological responses throughout the daylight period (p>0.05) in the lowland tropical smallholder farm site. Still, an emergent signal suggests that BCS status contributes to the respiratory frequencies (Rf) and heartbeats (Hb) in the specific score of BCS. In conclusion, the share of BCS status in the shift of physiological responses in the lowland Indonesian Holstein exposed to moderate-level heat stress was not substantial enough, as the paramount factor in heat stress is ambient temperature.
Co-Authors . Aryogi . Nsereko Adelaide Jose Pereira Cristovao Agik Suprayogi Agung S. P. Lumban Tobing Ali Omar Alahmad Amin Wahyudiono Amira Putri Pertiwi Amira Putri Pertiwi Amrozi Andhika Yudha Prawira Andi Baso Lompengeng Ishak ANIK BUDHI DHARMAYANTHI Anizza Dyah Kartika Maharani Anizza Dyah Kartika Maharani Annang Dwijatmiko Arlita Sariningrum Arlita Sariningrum Aryani Satyaningtijas Asep Gunawan Asep Kurnia Bambang Purwantara Bambang Purwantara Bambang Purwantara Bong Ai Yin budianto panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Casmuti Casmuti Cece Sumantri Chairun Nisa’ Dairoh Dairoh Dairoh Dairoh DAIROH DAIROH DAIROH DAIROH Dairoh Dairoh, Dairoh Damiana Rita Ekastuti Dedi Rahmat Dedi Rahmat Setiadi Dedy Duryadi Solihin Deni Noviana Desi Khairunissa Rahayuningtyas Devi Paramitha Devi Paramitha Devi Paramitha DEWI LESTARI Dhenok Maria Ulva DIAN ERMA WARU TIDOLF SIHITE Dian Vidiastuti Didik N Hadi Dilla Frastantie Dwi Utari Rahmiati Edwar Edwar EDWAR EDWAR Ekayanti Mulyawati Kaiin Ekayanti Mulyawati Kaiin Elma Yuliani Yessa Elma Yuliani Yessa Erwin Erwin Erwin Erwin EVA AMALIA PERTIWI FADHIL MUHARRAM Fathan Abdul Aziz Fathul Bari Fatri Alhadi Fitra Aji Pamungkas Fitra Aji Pamungkas Fitra Aji Pamungkas frastantie, Dilla Fuadi Zulkipli Gunanti . Hamdan Ubaidillah Hammada Raudlowi Hariono HERA MAHESHWARI I Gusti Ngurah Sudisma Ietje Wientarsih Ietje Wientarsih Intan Citraningputri Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Isdoni Bustaman Ishak, Andi Baso Lompengeng JAKARIA JAKARIA Jakaria Jakaria JAKARIA JAKARIA Jakaria Jakaria Jakaria koekoeh santoso komariah komariah Kudang Boro Seminar Kuntum Rahmawati Kurniawan, Rizal Eko Laily Purnamasari Lena Indraswari Ligaya I.T.A Tumbelaka Maharani, Anizza Dyah Kartika Maryani Maryani MASKUR MASKUR Muchidin Noordin Muhammad Agil Muhammad Gunawan MUHAMMAD MUHSININ Muhammad Nico Ghossani Muhammad Piter Kombo Muhammad Piter Kombo Muhammad Risman Wahid Muladno - Nelda Fliza Zora Nena Hilmia Nena Hilmia Ni Made Paramita Setyani Ni Wayan Kurniani Karja Niluh Selly Frantika Nindya Dwi Utami Nindya Dwi Utami Nindya Dwi Utami, Nindya Nur Fitri Utami Nur Fitri Utami Nur Fitri Utami Nurul Aeni Ayu Lestari Nurul Aeni Ayu Lestari Nurul Aeni Ayu Lestari Okti Nadia Poetri Prastya Idihastuti Prisetiadi, Alif Pudji Achmadi Purnamasari, Gita Cempaka R. Iis Arifiantini Rangga Setiawan Rangga Setiawan Rani Audona Rantan Krisnan Ridi Arif Riki Siswandi Rini Widyastuti Rini Widyastuti Rivangga Yuda Hendika Rizal Eko Kurniawan Ronald Tarigan Ronny Rachman Noor Rudy Priyanto RVS, Veni SAIFUL ANWAR SAMUEL AKWILA Sari Yanti Hayanti Sariningrum, Arlita Savitri Novelina Sigid Prabowo Siti Sa’diah Siti Zaenab Sri Estuningsih Srihadi Agungpriyono Surya Kusuma Wijaya Sutikno Sutikno SUTIKNO SUTIKNO Syahruddin Said Syifa Khairunnisa Tampubolon, Andre Rymma TAPAUL ROZI Taufiq Purna Nugraha Tobing, Agung S. P. Lumban Veni RVS Vincentia Trisna Yoelinda Wasmen Manalu Winda Rahmania Winni Liani Daulay Yudi Fikri Zhi Yien Tan Zulfi Nur Amrina Rosyada Zultinur Muttaqin