Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

- PENGARUH PENDIDIKAN SENI MASA KOLONIALISME PADA KURIKULUM MERDEKA Damayanti, Dwi Yuningtyas; Sabri, Indar; Juwariyah, Anik; Welly Suryandoko
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27122

Abstract

This research aims to analyze the influence of arts education during colonialism on the development of the Independent Curriculum in Indonesia. Art education during the colonial period emphasized teaching Western art and was used as a tool to introduce colonial culture to Indonesian society. Meanwhile, the independent curriculum, which will be introduced in 2022, focuses on flexibility, creativity and developing student character through more open and contextual arts education. Despite changes in the approach and goals of arts education, some aspects of colonial arts education continue to influence this curriculum. This research uses a library approach with methods of collecting library data, reading, taking notes and processing study materials. The results of this research show that although there are significant differences between arts education during the colonial period and the independent curriculum, the influence of colonial arts education is still visible in the approach applied in the independent curriculum. Thus, although colonial art education provides the initial foundation, the independent curriculum offers wider space for the development of art that is more contextual and relevant to current developments.
- PROSES BERFIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM BERKARYA ILUSTRASI MURAL BERTEMA BHINEKA TUNGGAL IKA Ulil Amri, Deva; Sabri, Indar; Juwariyah, Anik
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27124

Abstract

The purpose of this study is to analyze and describe the critical thinking process of junior high school students in creating mural illustrations with the theme of Bhinneka Tunggal Ika. This study describes whether critical thinking occurs in the activities carried out with six indicators, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. The method used in this study is descriptive qualitative. The study employs several worksheets to assist students in carrying out the project activities. The research subjects are limited to seventh-grade students at SMPN 2 Jetis Mojokerto. The results of the study on the mural illustration activity themed “Bhinneka Tunggal Ika” indicate that the project can assist in the critical thinking process. However, the limitations of the study have not quantitatively explained the accurate range of improvement in the critical thinking process, necessitating further follow-up.
Kajian Estetika Kritis Pada Motif Batik Joyo Harjo Karya Muhammad Farizky Afdillah Dengan Pendekatan Teori Theodor W. Adorno Susanti, Nurma; Juwariyah, Anik; Trisakti, Trisakti; Prasetyanti, Retnayu
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i9.6989

Abstract

Batik sebagai warisan budaya Indonesia adalah seni rupa terapan yang bukan hanya indah tetapi juga sarat makna filosofis, simbolik, dan kultural, dengan setiap daerah memiliki motif khas yang menjadi identitas lokal sekaligus medium ekspresi budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk struktur visual motif batik karya Muhammad Farizky Afdillah dalam batik Joyo Harjo Sidoarjo serta menganalisis penerapan pandangan estetika Theodor W. Adorno dalam memahami karya tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan estetika kritis. Data dikumpulkan melalui observasi visual, wawancara dengan perancang batik, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik yang diciptakan oleh Muhammad Farizky Afdillah memiliki struktur visual yang harmonis, menggabungkan elemen geometris dan organik yang sarat makna simbolik lokal. Dalam perspektif estetika Adorno, karya batik ini dapat dipahami sebagai bentuk ekspresi otonom yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya di tengah arus komodifikasi. Meskipun sebagian produksi batik dijadikan seragam, nilai estetika dan kritik sosial tetap dapat ditelusuri melalui pemaknaan simbolik dalam motif-motifnya. Dengan demikian, batik Joyo Harjo dapat dilihat sebagai bentuk seni yang berada dalam dialektika antara tradisi, modernitas, dan industri budaya.
Penanaman Nasionalisme bagi Siswa Sekolah Indonesia Makkah melalui Pelatihan Tari Tradisional Jawa Timur Nurhadi, Didik; Yanuartuti, Setyo; Juwariyah, Anik
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 3 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i3.20990

Abstract

Nasionalisme dan sikap cinta pada budaya sendiri sangat penting untuk ditanamkan pada anak-anak Indonesia sebagai generasi muda. Penanaman nasionalisme dan cinta pada budaya bagi anak-anak ini berlaku untuk semua warga negara Indonesia, termasuk warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. Salah satunya adalah anak-anak yang saat ini tinggal di Saudi Arabia, khususnya di sekolah Indonesia di Makkah. Penanaman nasionalisme dan cinta pada budaya dapat dilakukan melalui pengenalan nilai-nilai budaya Indonesia, seperti tari tradisional Jawa Timur. Tujuan pelatihan ini adalah menanamkan rasa nasionalisme siswa Sekolah Indonesia di Makkah melalui pengenalan tari tradisional. Metode kegiatan yang ditawarkan adalah pelatihan atau workshop tari yang disesuaikan dengan kondisi siswa yang belum mengenal seni tari Jawa Timuran. Materi tari yang dipilih adalah tari Kiprah Glipang yang berasal dari Probolinggo, dengan durasi 3 menit. Tari ini dirancang dan disusun dengan tingkat kesulitan yang rendah, agar mudah dipahami dan dilakukan bagi siswa yang awam seni tari. Materi ini juga dikemas dalam bentuk Video Tutorial yang dapat digunakan untuk latihan secara mandiri. Metode yang digunakan pelatihan langsung secara luring dan demonstrasi, serta terbimbing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki respon yang baik terhadap pelatihan, meskipun mereka agak malu. Sebelum diberikan materi Tari Glipang, siswa dikenalkan dengan Jamu tradisional sebagai produk budaya Jawa. Dalam pelatihan peserta dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok laki-laki dan perempuan. Materi Glipang putri siswa putri, senang dan antusias mengikuti pelatihan. Pendidikan seni memang bukan hanya membelajarkan seni untuk seni itu sendiri, namun juga untuk menguatkan rasa bangga terhadap bangsa Indonesia.
Promoting Ethnocultural Traditions Through Sodoran Dance Learning Trisakti, Trisakti; Juwariyah, Anik; abida, Fithriyah inda
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v20i2.4375

Abstract

This research aims to reveal the nature of ethnocultural of Tenggerese people through Sodoran dance learning. Efforts to disseminate dance to students through creation and performance activities will increase their appreciation for the arts and culture of the community. Learning dance is one of the ways to preserve and transmit ethno-cultural traditions. This enhances the interest of the younger generation in gaining a deeper understanding of their culture, as well as the preservation and development of culture. This study used a qualitative method with a pedagogic approach. Sources of research data include: (1) Resource persons or people who are directly or indirectly involved in the dance learning process; (2) The dance learning process includes dance materials, teacher abilities, student behavior, and environmental resources. Data collection techniques are carried out through literature study, observation, and interviews. The result shows that through the learning process of Sodoran dance, students are able to appreciate the message contained within the dance and experience the cultural values that are embodied in Sodoran dance. This activity escalates their awareness to the outlook and culture of Tenggerese people. 
Dramaturgi Emosi dan Identitas Perempuan dalam Film Garis Pilihan: Analisis Front Stage dan Back Stage pada Karakter Mila Paramacitha, Ni Luh N. Jeylita; Handayaningrum, Warih; Rahayu, Eko Wahyuni; Sabri, Indar; Juwariyah, Anik
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.50088

Abstract

The movie Garis Pilihan tells about the journey of Mila, a girl from Sidoarjo who migrates to continue her education at Surabaya State University. Erving Goffman's dramaturgy theory and Wilhelm Wundt's structuralism theory are used to examine Mila's character dualism in the movie Garis Pilihan and real life. The purpose of this research is to see how Mila controls her emotions in the movie and real life. The research of this article uses a descriptive qualitative approach, by collecting data through observation, interviews, and literature review. The closest relatives of Mila's character served as Research informants. The findings show that although Mila is more emotional and expressive when facing various situations in the backstage, she always appears tough and strong on the frontstage. The social roles and emotional frameworks that influence Mila's character can be better understood thanks to this research. In the context of performance and everyday life, this research also presents a new perspective on the relationship between emotional control and social pressure.
BATIK DESA SENDANG DUWUR: KAJIAN FUNGSI, MAKNA, DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER Evanti, Shabrina Amelia; Erika Nur Candra; M. Nabilla Al-Fatah; Juwariyah, Anik
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i1.6017

Abstract

Desa Sendang Duwur merupakan salah satu daerah dengan budaya membatik di Lamongan. Motif batik di Desa Sendang Duwur memiliki nilai-nilai luhur yang selaras dengan nilai pendidikan karakter di Indonesia. Kekayaan nilai filosofis serta belum adanya penelitian yang menghubungkan batik Sendang Duwur dengan nilai pendidikan karakter membuat peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut mengenai batik Sendang Duwur. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan studi literatur atau studi kepustakaan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Metode ini dapat digunakan untuk menghasilkan kesimpulan yang valid dan untuk meneliti kembali sesuai konteksnya.  Teori yang digunakan untuk membedah batik Sendang Duwur adalah teori Semiotika Saussure dan teori fungsi Feldman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur. Terdapat dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana fungsi dari batik Sendang Duwur?; dan (2) Bagaimana makna dan nilai pendidikan karakter pada batik Sendang Duwur?. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mengetahui fungsi dari batik Sendang Duwur; dan (2) untuk mengetahui makna dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam batik Sendang. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat fungsi & makna simbolik. Fungsi batik yakni mempengaruhi perilaku kerja keras dan kreativitas masyarakat. Fungsi fisik batik yakni diterapkan pada seragam dinas, sarung, jarik, dan dekorasi. Makna simbolik pada motif batik Sendang Duwur dibuktikan dengan adanya beberapa motif yang sesuai dengan 18 karakter yakni motif Bandeng Lele, Gapuro Tanjung Kodok, Kepiting, Singo Mengkok, Gedangan, Mondang Liris, Mondag Sungut, dan Patinan.
Representasi Identitas Ribut Santoso Sebagai Tokoh Multi Peran di Kabupaten Lumajang Yuliastutik, Emi; Juwariyah, Anik; Suryandoko , Welly
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i11.7133

Abstract

Lumajang Regency, East Java, is rich in cultural heritage that has produced several local figures with significant contributions to education and the arts. One of them is Ribut Santoso, a teacher, choreographer, and dance studio owner known for his dedication to developing local art and cultural values. This research aims to analyze how Ribut Santoso's identity is constructed through his various roles and how this process contributes to the formation of his public image in society. This study uses a qualitative approach with an intrinsic case study design, focusing on a single subject with distinctive characteristics. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, then analyzed using Pierre Bourdieu's theory (cultural, social, and symbolic capital) and Erving Goffman's concept of self-presentation. The findings of the study revealed that the representation of Ribut Santoso's identity emerged from the synergy between self-identification and social recognition. As a teacher, he demonstrated dedication and exemplary behavior; As a choreographer, he demonstrates creativity and originality rooted in local values; and as a studio owner, he plays the role of manager and leader of the cultural community. The study highlights the strategic role of multipurpose local figures in preserving cultural heritage and building symbolic capital in society, showing how personal identity can be a source of social and cultural strength in the modern era.
PENGUATAN KOMPETISI SENI DAERAH BANYUWANGI: MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGEMBANGAN SENI LOKAL MELALUI WORKSHOP MANAJEMEN EVENT Hidajad, Arif; Rahayu, Eko Wahyuni; Trisakti, Trisakti; Juwariyah, Anik; Mariasa, I Nengah; Sekti, Retnayu Prasetyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52002

Abstract

Program Penguatan Kompetisi Seni Daerah Banyuwangi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas pelaku seni lokal melalui penyelenggaraan workshop manajemen event. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan dan pemberdayaan komunitas seni di daerah agar mampu mengelola kegiatan seni secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep dasar manajemen event, strategi promosi, hingga evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan seni yang bernilai ekonomis serta berdaya saing. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya jejaring kolaboratif antarpelaku seni, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekosistem seni dan pelestarian budaya lokal di Banyuwangi.
ESTETIKA GERAK TARI GREGET SAWUNGGALING Sujarwati, Ani; Trisakti, Trisakti; Yanuartuti, Setyo; Juwariyah, Anik
Joged Vol 24, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v24i2.17921

Abstract

ABSTRAKTari tradisional Greget Sawunggaling yang berasal dari Kota Surabaya menyajikan gaya gerak khas pahlawan lokal, Sawunggaling. Penelitian ini bertujuan menganalisis keindahan gerak dalam tari ini dengan menggunakan teori estetika Djelantik yang terdiri atas tiga unsur pokok yaitu wiraga (bentuk gerakan), wiranga (irama), dan wirasa (ekspresi). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data lewat obeservasi langsung, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Data tersebut kemudian diinterpretasikan untuk mengungkap makna simbolis dan filsafat di balik tiap gerak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tari Greget Sawunggaling tak cuma menawarkan keindahan visual melainkan penuh dengan nilai-nilai budaya Jawa seperti keberanian, kehormatan, serta ketekunan. Gerakan dalam tari ini merefleksikan keselarasan antara teknik, irama, dan ekspresi yang berfungsi menyampaikan pesan moral dan budaya yang dalam. Bagaimana masing-masing elemen dalam tari, baik bentuk gerak maupun ungkapan penari, mengandung makna filosofis yang mewakili semangat perjuangan serta menjadi simbol identitas budaya Kota Surabaya. Penelitian ini memperkaya kajian estetika gerak tari serta memberi pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara seni pertunjukan dengan nilai-nilai budaya masyarakat pendukungnya.ABSTRACTGreget Sawunggaling traditional dance originating from Surabaya City presents the distinctive movement style of the local hero, Sawunggaling. This study aims to analyze the beauty of movement in this dance using Djelantik's aesthetic theory which consists of three main elements, namely wiraga (form of movement), wiranga (rhythm), and wirasa (expression). The method used is descriptive qualitative by collecting data through direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. The data is then interpreted to reveal the symbolic meaning and philosophy behind each movement. The results revealed that Greget Sawunggaling Dance not only offers visual beauty but is full of Javanese cultural values such as courage, honor, and perseverance. The movements in this dance reflect the harmony between technique, rhythm, and expression that serves to convey deep moral and cultural messages. How each element in the dance, both the form of movement and the expression of the dancer, contains philosophical meanings that represent the spirit of struggle and symbolize the cultural identity of the city of Surabaya. This research enriches the study of dance aesthetics and provides a deeper understanding of the relationship between performing arts and the cultural values of the supporting community..