Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI AVICENNIA MARINA SEBAGAI FITOREMIDIASI LOGAM CU PADA TAMBAK BANDENG WILAYAH TAPAK SEMARANG TM, Nana Kariada
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5413

Abstract

Mangrove yang tumbuh di ujung sungai besar berperan sebagai penampung terakhir bagi limbah dari industri di perkotaan dan perkampungan hulu yang terbawa aliran sungai. Area hutan mangrove akan menjadi daerah penumpukkan limbah, terutama jika polutan yang masuk ke dalam lingkungan estuari melampaui kemampuan pemurnian alami oleh air. Penelitian dilakukan di pertambakan bandeng pada ekosistem mangrove Wilayah Tapak Kota Semarang. Desain yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif eksploratif. Data yang digunakan berupa: logam Cu pada akar dan daun mangrove, serta air dan sedimen tambak. Dari hasil penelitian dapat diketahui kandungan logam Cu pada air untuk semua setasiun menunjukkan hasil rata-rata 0,06 mg/l, sedangkan pada sedimen berkisar antara 39,32-56,19 mg/kg. Pada akar berkisar antara 7,62-40,59 mg/kg, daun 3,92-17,65 mg/kg. Faktor Konsentrasi pada sedimen dan air tambak pada hari ke 1 dan 30 sebesar 685 dan 821,17. Berdasarkan perhitungan BCF menunjukkan hasil adanya kemampuan akar (0,18-0,52) dan daun (0,15-0,22) dalam mengakumulasi logam Cu dari sedimen lingkungan tempat hidupnya. Daun dan akar A. marina mempunyai TF antara 0,43-0,83. Hal ini dimungkinkan karena daun A. marina mampu mengakumulasi dan menanggulangi toksik logam Cu. Kesimpulan dari penelitian ini ialah mangrove dari jenis A. marina di Wilayah Tapak Kota Semarang dapat berperan sebagai fitoremidiator logam Cu di perairan tambak. Terdapat interaksi logam Cu antara akar A. marina dengan sedimen tambak bandeng di wilayah Tapak Semarang, dengan perhitungan BCF antara akar dan sedimen 0,18-0,52. Terdapat interaksi antara paparan logam Cu di sedimen dengan konsentrasi logam Cu pada daun tanaman mangrove dengan BCF 0,15-0,22.
STIMULASI PUBERTAS PUYUH BETINA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BIJI KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENS) DALAM PAKAN Christijanti, Wulan; Marianti, Aditya; Kariada, Nana
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5527

Abstract

Abstrak. Biji koro benguk banyak dipergunakankan untuk tambahan pakan ternak seperti babi dan unggas dengan memberikan hasil berupa meningkatnya berat badan dan performan tubuh yang baik. Tercapainya pubertas pada puyuh dapat diamati dari performan tubuh, munculnya suara, bertelur dan secara morfologi adalah dengan melihat perkembangan folikel ovariumnya. Senyawa bioaktif dalam biji koro benguk yang diduga berefek fertilitas adalah alkaloid dan L-Dopa melalui pengaruhnya pada sekresi hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung biji koro benguk untuk stumulasi pubertas puyuh. Sampel penelitian adalah 16 ekor puyuh prapubertas yang terbagi menjadi empat, yaitu kelompok 0 %, 10 %, 20 % dan 40 % tepung biji koro benguk. Tepung yang dicampur pakan diberikan 2 kali sehari selama 30 hari. Data berupa berat ovarium dianalisis dengan anava satu jalan pada taraf uji 5 % dan Beda Nyata Terkecil. Struktur morfologi ovarium dianalisis secara deskriptif dengan mengamati folikelnya. Hasil penelitian menunujukkan bahwa ada pengaruh tepung biji koro benguk pada berat ovarium dengan hasil F hitung 3,60 > dari F tabel 3,49 dan terdapat beda nyata antara kelompok yang mendapatkan 0 % dengan 20 % dan 40 %, namun tidak berbeda antara kelompok 0 dengan 10 % dan 20 % dengan 40 %. Struktur morfologi ovarium menunjukkan bahwa ada kecenderungan bertambahnya folikel yang berkembang dengan semakin banyaknya persentase tepung yang diberikan. Simpulan yang diambil adalah bahwa penambahan tepung biji koro benguk mampu mempercepat pubertas puyuh betina yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata berat ovarium antara kelompok Kontrol dan perlakuan serta gambaran folikel ovarium kelompok perlakuan yang berkembang lebih baik dibanding Kontrol.
TINGKAT KUALITAS UDARA DI JALAN PROTOKOL KOTA SEMARANG TM, Nana Kariada
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i2.5532

Abstract

Semakin padatnya kendaraan bermotor di jalan-jalan protokol akan berdampak pada semakin tingginya tingkat pencemaran udara di suatu wilayah. Permasalahan yang dihadapi Kota Semarang adalah semakin padatnya kendaraan bermotor yang nantinya berdampak pada menurunnya kualitas udara. Tujuan penelitain ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas udara di jalan-jalan protokol Kota Semarang dan mengetahui kualitas dan kuantitas penghijauan di jalan-jalan protokol Kota Semarang terkait dengan kualitas udara. Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah : kualitas udara yang terdiri dari suhu, kelembaban, pencahayaan, kebisingan, kecepatan angin, arah angin dominan, Kadar NO2, SO2, TSP (debu), Pb, CO, H2S dan NH3 pada masing-masing stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Semarang sudah cukup mengkhawatirkan, hal ini dipandang dari kadar CO yang relatif tinggi. Dari 5 setasiun penelitian, 3 setasiun yaitu: Kalibanteng (20.610), Pemuda (17.175) dan Setyabudi (15.343) menunjukkan kadar CO di atas ambang batas yang sudah ditentukan (15.000). Simpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah, tingkat kualitas udara di jalan protokol Kota Semarang masih berada dibawah ambang batas yang ditentukan, tetapi sudah harus mendapat perhatian yang serius.
THE IMPACT OF ADIWIYATA PROGRAM ON ENVIRONMENTAL CARING CHARACTER Caddafie, Syahrizal Umar; Martuti, Nana Kariada Tri; Rudyatmi, Ely
Journal of Biology Education Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v6i3.21090

Abstract

This study attempted to describe the impact of Adiwiyata on the environmental caring character of the citizen of State Senior High School 14 of Semarang. This research belonged to descriptivequalitative research. The respondents of the study were determined purposively with the criteria of the school citizen who were active in Adiwiyata activities. The data sources included principals, teachers, students and employees. The methods of data collection used interview, observation and documentation. The results showed that State Senior High School 14 of Semarang implemented environmental education (Indonesian: Pendidikan Lingkungan Hidup) (PLH) learning and environmental activities. The PLH learning process was conducted by discussion methods, practicum, direct observation, demonstration, and role play. The learning materials were developed by raising environmental issues. The assessment of learning outcomes included vegetable growing project, making recycled handicrafts, work method and presentation. The environmental activities conducted by students included daily cleaning, clean Friday, environmental extracurricular, environmental action. 3R waste management (reduce, reuse and recycle), electricity and water savings. This study concluded that Adiwiyata impacted on the environmental caring character building of the State Senior High School 14 of Semarang citizen including: the habituation of keeping the classroom and school environment cleanlines, saving electricity and water, managing the school waste and preserving the biodiversity.
The Effectiveness of Project Based Learning Ecosystems Dioramas with Jelajah Alam Sekitar Approach against Students' Critical Thinking Ability and Creativity Kurniyanti, Ratih; Tri Martuti, Nana Kariada; Alimah, Siti
Journal of Biology Education Vol 8 No 3 (2019): December 2019
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v8i3.27141

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Project Based Learning ecosystems dioramas with Jelajah Alam Sekitar approach against students’ critical thinking ability and creativity, and to analyze the relationship between critical thinking ability and students' creativity in Project Based Learning ecosystems dioramas with Jelajah Alam Sekitar approach. This research method is pre-experimental design with pre-test and post-test one group design. The results showed that Project Based Learning ecosystems dioramas with Jelajah Alam Sekitar approach was effective against students' critical thinking ability and creativity. The average of critical thinking ability in post-test is 84.96 and average of creativity in post-test is 84.50. The completeness of classical learning shows "High" criteria, the classical completeness rate in post-test of critical thinking and creativity is same (89.21%). The results of the N-gain mean on the test scores of critical thinking ability and creativity are in the "High" criteria. N-gain of critical thinking ability shows "High" category (66.66%) and N-gain creativity shows "High" category (79.42%). The results of the analysis of the two average difference test (one right side) on the critical thinking ability test has t table of 1.97 < t count of 20.89. The creativity test has t table of 1.97 < t count of 31.80, so it shows a significant difference between the achievements at the pre-test and post-test. Based on these results it can be concluded that the Project Based Learning ecosystems dioramas with Jelajah Alam Sekitar approach are effective against students' critical thinking ability and creativity. The relationship between critical thinking ability and creativity shows the relation of 0.38, has a "Low" criteria, so it can be concluded that the relationship between critical thinking ability and student creativity in Project Based Learning ecosystems dioramas with Jelajah Alam Sekitar approach is low.
OVEN PANGGANG SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN IKAN HIGIENIS DAN RAMAH LINGKUNGAN Martuti, Nana Kariada Tri; Rosidah, Rosidah; Saputro, Danang Dwi
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 12, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v12i1.5581

Abstract

Fish is a perishable food product, so as to be able to maintain the required quality processing. Processing of roasting fish traditionally done by the fishermen and their families in the region Tambakrejo Village Tanjung Mas Semarang. Roasting fish done by grilled over coconut shell charcoal produces less hygienic products. In addition, the resulting smoke spread into the surrounding environment so that the impact on the health of the toaster and the surrounding community. Traditional way of production capacity of 1.5 Kg of fish once baked, so if grilling fish in large numbers takes a long time. Roasting fish with oven roasted made from galvanized plate is advantageous alternative fish processing and environmentally friendly. Oven roast made in the multilevel system (3 level) where each level can accommodate fish from 2 to 2.5 kg of fish slices.
PENERAPAN IPTEK PADA INDUSTRI KECIL PEMBUATAN TERASI DI SEMARANG Sunyoto, Sunyoto; Martuti, Nana Kariada Tri; Margunani, Margunani
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v11i1.10332

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan Iptek pada mitra industri kecil yang memproduksi terasi yang beralamat di Tambak Rejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang. Permasalahan mitra dapat dikelompokkan menjadi dua aspek, yaitu aspek produksi dan manajemen. Berdasarkan permasalahan yang ada, dilakukan kegiatan dengan berbagai metode pelaksanaan, seperti ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan yang termasuk aspek produksi antara lain adalah: Satu unit mesin penggiling terasi daya 16 PK, kapasitas produksi 200 kg/jam; Rak penjemuran yang lebih higienis yang terbuat dari papan kayu ukuran pjg x lbr x tg = 100 x 50 x 10 cm sebanyak 40 buah; Alat cetakan dari bahan yang higienis dan produktivitasnya lebih tinggi; dan Tata letak mesin/peralatan pada mitra lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Hasil kegiatan yang termasuk aspek manajemen antara lain: Pembukuan usaha/keuangan yang lebih baik; Adanya promosi produk lewat media cetak/leaflet, dan mengikuti pameran produk yang diselenggarakan dinas/instansi terkait; Desain kemasan terasi yang lebih menarik; dan mendapatkan izin P-IRT yang dapat dicantumkan dalam kemasan.
KONSEP GREEN ECONOMIC MELALUI PENYEDIAAN PEWARNA ALAMI BATIK DARI TANAMAN MANGROVE Dewi, Nur Kusuma; TM, Nana Kariada; Febriana, Fidia
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 14, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v14i2.8966

Abstract

Tanaman mangrove memiliki manfaat secara ekologis sebagai pencegah abrasi dan mampu meningkatkan kualitas lingkungan yang ditandai dengan meningkatnya keanekaragaman hayati.Selain fungsi ekologis, mangrove juga memiliki manfaat secara ekonomi. Salah satu manfaat mangrove adalah untuk proses pewarnaannya, batik memakai bahan dasar tumbuh-tumbuhan.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan cara budidaya membuat pewarna alami batik dari tanaman mangrove kepada para anggota Camar dan Merah Delima dan warga Tambakrejo guna meningkatkan pendapatan.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan, pelatihan dan bantuan alat membuat pewarna alami batik serta alat membatik.Setelah mendapatkan bekal teori yang cukup dan melihat langsung peragaan dari tim pelaksanan kegiatan pengabdian, mulai dilakukan pelatihan/praktek cara-cara melakukan pembuatan pewarna alami batik dari mangrove yang baik dan benar. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan, dapat diambil kesimpulan, bahwa peserta pengabdian telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan pewarna alami untuk batik berbahan baku mangrove yang dilakukan dengan baik dan benar. Peserta pengabdian memiliki pengetahuan tentang membuat pearna batik dari mangrove yang ada di lingkungan tempat tinggalnya di Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang
PENERAPAN IPTEK PADA PENGOLAHAN SAMPAH DI KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG Sudarman, Sudarman; Martuti, Nana Kariada Tri; Sunyoto, Sunyoto
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v12i2.10128

Abstract

Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini dilaksanakan dengan tujuan UNTUK menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra yang bergerak dalam penanganan sampah. Terdapat dua mitra kegiatan, yaitu mitra I (Ibu Sri Ismiyati) dengan fokus pengolahan sampah organik maupun anorganik, dan mitra mitra II (Ibu Sri Lestari) dengan fokus pengolahan sampah anorganik. Kedua mitra beralamat di Kecamatan Candisari Kota Semarang. Sebagai tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dalam pelaksanaan dipakai beberapa metode yang saling mendukung, dengan titik berat demonstrasi untuk menyampaikan materi praktek/keterampilan, praktek langsung oleh mitra, dan pendampingan kegiatan. Dalam pembuatan mesin dan peralatan yang akan diterapkan pada mitra, dikerjakan di workshop jurusan Teknik Mesin FT Unnes, dengan melibatkan teknisi dan  mahasiswa. Hasil kegiatan ini antara lain adalah: 1) Satu unit alat penghancur daun/sampah penggerak manual dengan kapasitas produksi 20 kg/jam, 2) Sepuluh buah komposter  yang mampu mengolah sampah organik dengan kapasitas 50 liter, 3) Satu unit mesin penghancur sampah plastik penggerak motor bensin 5,5 PKdengan kapasitas produksi 25 kg/jam, 4) Nilai jual sampah plastik setelah diolah dengan mesin penghancur plastik meningkat dan keuntungannya dua kali lipat dari sebelumnya, dan 5) Sampah organik maupun anorganik yang terdapat di masyarakat dapat ditangani dengan lebih baik sehingga mengurangi berbagai dampak negatif limbah/sampah yang dibuang sembarangan.
REVITALISASI KELEMBAGAAN PETANI SEBAGAI WAHANA ALIH TEKNOLOGI DAN INKUBATOR BISNIS PENDUKUNG AGRO TECHNO-PARK PORWOSARI, SEMARANG Soesilowati, Etty; Martuti, Nana Kariada Tri; Sumastuti, Efriyani; Setiawan, Avi Budi
Jurnal Graha Pengabdian Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Beberapa tahun terakhir Dinas Pertanian berusaha memanfaatkan lahan eks di Kelurahan Purwosari Kecamatan Mijenmenjadi Taman Teknologi Pertanian atau “Agro Techno-Park” (ATP). Tujuannya adalah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis keunggulan lokal dan membangun iklim usaha yang inovatif, kreatif dan kondusif. Permasalahan umum yang dihadapi antara lain ialah lemahnya sistem kelembagaan di tingkat petani, keterbatasan Sumber Daya Manusia pengelola ATP, kurangnya infrastruktur pendukung, belum ada UMKM yang bergerak di bidang jasa & pengolahan, serta belum adanya payung hokum/instrument kebijakan yang mendukung keberadaan ATP. Berdasarkan permasalahan mitra yang ada, maka dilakukan kegiatan pengelolaan dan pengembangan sumberdaya manusia, komoditas, dan sistem kelembagaan petani dan optimalisasi fungsi ATP melalui metode Sekolah Lapang, Agrowisata, Pelatihan dan Inkubasi bisnis, serta membangun Business Partnership hulu hilir Agroindustri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menghasilkan KUB “Sekar Tani” yang beranggotakan Kelompok Wanita Tani, teknologi pengolahan produk olahan buah, Eduwisata, serta pembangunan Pasar Buah. Hasil evaluasi menunjukan bahwa wanita tani mampu menghasilkan sirup buah, selai, manisan, sari buah, tepung buah, keripik, dan kue kering. Teknologi pengolahan menjadikan buah tahan lama, memperpanjang umur simpannya dan meningkatkan pendapatan keluarga petani.Abstract: In the last few years the Department of Agriculture has tried to use the former land in Purwosari Village, Mijen District to become an Agricultural Technology Park or "Agro Techno-Park" (ATP). The aim is to strengthen the people's economy based on local excellence and to build an innovative, creative and conducive business climate. Common problems faced include the weak institutional system at the farmer level, limited Human Resources for ATP managers, lack of supporting infrastructure, no MSMEs engaged in services & processing, and the absence of legal umbrella / policy instruments that support the existence of ATP. Based on the problems of existing partners, management and development activities of human resources, commodities, and farmer institutional systems are carried out and optimization of ATP functions through the Field School method. Agro-tourism, training and business incubation, as well as building a Business Partnership upstream and downstream of Agro-industry. This Community Service activity resulted in the KUB "Sekar Tani" which consists of the Women Farmers Group, technology for processing fruit processed products, education, and the construction of a Fruit Market. The results of the evaluation showed that female farmers were able to produce fruit syrup, jam, sweets, fruit juice, fruit flour, chips, and pastries. Processing technology makes the fruit durable, extends its shelf life and increases the income of family farmers. as well as the development of the Fruit Market. The results of the evaluation showed that female farmers were able to produce fruit syrup, jam, sweets, fruit juice, fruit flour, chips, and pastries. Processing technology makes the fruit durable, extends its shelf life and increases the income of family farmers. as well as the development of the Fruit Market. The results of the evaluation showed that female farmers were able to produce fruit syrup, jam, sweets, fruit juice, fruit flour, chips, and pastries. Processing technology makes the fruit durable, extends its shelf life and increases the income of family farmers.
Co-Authors - Sunyoto Abdul Jabbar Aditya Marianti Affandi, Erry Kariada Tri Alfirdani, Khoirunisa Amidi Amidi Ananto Aji, Ananto Andin Irsadi Arif Rahman Hikam Arifin, Moch. Samsul Arifin, Mochamad Samsul Ariyani, Sinta Wiwik Arkianti, Nisa Arza, Alfira Avi Budi Setiawan Bambang Priyono Bambang Sugiantoro Bambang Yulianto Budi Widianarko Caddafie, Syahrizal Umar Damayanti, Meilinda Dewi Larasati, Dewi Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Liesnoor, Dewi Dhenok Wendraningrum, Dhenok Dhita Prasisca Mutiatari Ditha Prasisca Mutiatari Efriyani Sumastuti Elsa Zahara, Nurwilis Ely Rudyatmi, Ely Enni Suwarsi Rahayu Erlin Winarni, Erlin ES, Sri Mulyani Etty Soesilowati F. Putut Martin Herry Bodijanto F. Putut Martin Herry Bodijanto, F. Putut Martin Herry Falisah, Dwi Fiska Febriyanto, Mahendra Noor Fidia Febriana, Fidia Fidia Fibriana Fina, Ika Nura Fitriani, Kasih Fitriani, Kasih Fulia Aji Gustaman, Fulia Aji Gilang Wahyu Rahmadhani Hakim, Muhammad Afif Handayani, Octarina Tri Haris, Amnan Haryanti, Endang Tris Heriyanti, Andhina Putri Irmasari, Eliyan Isti Hidayah Jabar, Muhammad Abdul Khair, Amar Sharaf Eldin Khasanah, Khuswatun Khasanah, Khuswatun Khoiriyah, Laelatul Kukuh Santosa Kurniyanti, Ratih Laela Noor Fa’izah Lilianto, Gandhung Herdha Lina Herlina Lutfia Nur Hadiyanti, Lutfia Nur Lutfian Nazar Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Margunani, Margunani Melati, Inaya Sari Muh Fakhrihun Na&#039;am Muhamad Soleh Muhammad Abdullah Muhammad Adam Khatamy Mutiatari, Dhita Pracisca Mutiatari, Dhita Prasisca Na'imah, Nuning Nadrotun Na:am, Muh Fakhrihun Nayam, Nasir Ning Setiati Ning Setiati Norma Eralita Nur Kusuma Dewi Nur Kusuma Dewi Nur Rahayu Utami Nurdian Susilowati Octavianti Paramita Pawit Dwi Istiaroh Pawit Dwi Istiaroh, Pawit Dwi Prabawati, Desi Ayu Prabawati, Desi Ayu Pradipta, Aruna Pratama, Fiqih Ramadhan Priyantini Widiyaningrum Purwanto, Hengky R Benny Riyanto Rahayu, Rr. Sri Ratna Ratna Dewi Kusumaningtyas Retno - Istifarini, Retno - Retno Sri Iswari Retno Wulandari Riawan, Awinda Sari Riyanto, R Benny Rochmah, Aulia Afia Rosidah Rosidah Rossi Prabowo Sanjivanie, Hasti Apri Satya Budi Nugraha Septiana Anggraini Septiana Anggraini, Septiana Shidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Simbolon, Andri Kariada Tri Sinaga, Na Dame Maulibulung Siti Alimah Siti Aminah Siti Aminah Siti Harnina Bintari Soleha, Iro Datus Solichin Solichin Somantri, Dadang Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Endang Sri Mulyani ES, Sri Mulyani Sri Ngabekti Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sudarman Sudarman Suhardono, Sapta Sunyoto Sunyoto Susilo, Anis Syamsul, Muh Arif Tefarani, Rahmadyan Tiffany, Tiffany Tiffany, Tiffany Tika Yuliati Tirtaningrum, Fitria Ayu Tjaturahono Budi Sanjoto Tri Nurhidayah, Tri Trida Ridho Fariz Tsabit Azinar Ahmad Tyas Agung Pribadi, Tyas Agung Tzabit Azinar Ahmad Utis Sutisna Wahid Akhsin Budi Wahid Akhsin Budi Nur Shidiq Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur widowati widowati Widya Aryadi Wiji Eni Yuli Rofiqoh, Wiji Eni Yuli Wiwi Isnaeni Wulan Christijanti Yoan Eko Cahyono, Yoan Eko Yoga Wika Forestyanto Yoris Adi Maretta Yustinus Ulung Anggraito Zaka, M. Nurul Huda Fadli