Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH INFUSA BANGLE PADA PROSES PERENDAMAN IKAN BANDENG TERHADAP JUMLAH BAKTERI Escherichia coli Tirtaningrum, Fitria Ayu; Bintari, Siti Harnina; Martuti, Nana Kariada Tri
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai dosis infusa bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) pada proses perendaman ikan bandeng terhadap jumlah bakteri Escherichia coli. Infusa bangle  merupakan hasil dari serbuk bangle yang dilarutkan dalam air. Sampel yang digunakan adalah 14 ekor ikan bandeng yang diperoleh dari tambak Tapak Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan, yaitu ikan bandeng direndam dalam infusa bangle dengan dosis 0%, 12,5%, 15%, 17,5%, 20%, 22,5% dan 25%. Untuk mengetahui pertumbuhan bakteri, sampel ikan bandeng hasil pengenceran 10-5 dan 10-6 ditumbuhkan pada medium Endo Agar. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Anava satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil perhitungan jumlah bakteri pada konsentrasi 25% adalah 1,0 x 106 CFU/ml, konsentrasi 12,5% adalah 2,2 x 107 CFU/ml dan kontrol adalah 2,8 x 108 CFU/ml. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan infusa bangle pada proses perendaman ikan bandeng berpengaruh terhadap penurunan jumlah bakteri Escherichia coli.The goal of this study is know the effect of various doses of infusion Zingiber cassumunar Roxb. on the immersion process milkfish to the number of bacteria Escherichia coli. Infuse Zingiber cassumunar Roxb. is the result of a powder that is dissolved in water. The samples used were 14 ponds milkfish obtained from fishpond in Tapak Tugurejo Semarang. This research is an experimental research with a completely randomized design were divided into 7 treatment groups, that is milkfish marinated in Zingiber cassumunar Roxb.  infusion at a dose of 0%, 12,5%, 15%, 17,5%, 20%, 22,5% and 25%. To determine bacterial growth, dilution of the fish sampled at 10-5 and 10-6 grown on Endo Agar. The data have been obtained were analyzed with one-way ANOVA statistical method with 95% confidence level. The results of the calculation of the number of bacteria at a concentration of 25% is 1,0 x 106 CFU/ml, a concentration of 12.5% ​​is 2.2 x 10 7 CFU/ml and the control was 2.8 x 10 8 CFU/ml. From the results of this study concluded that the use of infusion bangle on milkfish immersion effect on decreasing the number of Escherichia coli bacteria
STRUKTUR KOMUNITAS DAN DISTRIBUSI IKAN DI PERAIRAN SUNGAI JUWANA PATI Purwanto, Hengky; Pribadi, Tyas Agung; Martuti, Nana Kariada Tri
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Juwana merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Kota Pati. Berkembangnya kegiatan penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana dapat mempengaruhi struktur komunitas dan distribusi ikan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survei, dimana penetapan stasiun pengambilan sampel dengan purposive sampling. Penempatan stasiun didasarkan atas perkiraan beban pencemar yang masuk ke sungai dan kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan di sepanjang sungai. Stasiun 1 berada di hulu sumber limbah pertanian, stasiun 2 berada di sumber limbah industri pabrik kacang, stasiun 3 berada di sumber limbah industri peleburan timah, stasiun 4 berada di hilir sumber limbah solar dari kapal nelayan (dekat muara). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali dengan selang waktu 2 minggu. Hasil penelitian ditemukan 17 jenis ikan terdiri dari 13 jenis family. Distribusi spesies ikan di sepanjang Sungai Juwana keanekaragamannya rendah dikarenakan tidak merata distribusi penyebarannya dan cenderung ada spesies yang mendominasi pada setiap stasiun penelitian. Berdasarkan  kriteria tingkat pencemaran menunjukkan bahwa Sungai Juwana berada dalam kondisi tercemar ringan  sampai dengan cukup berat.Juwana River is the largest and longest river in Pati. The activities of the population in Juwana watershed can affect the structure and distribution of fish communities. This study uses an exploration design with survey method, where the determination of sampling stations was purposive sampling. The stations were determined based on the estimated pollutant loads entering the river and fishing activities  along the river. Station 1 was located upstream source of agricultural waste , industrial waste station 2 was the industrial waste and source bean plant, station 3 was source of waste tin smelting industry, station 4 in the downstream diesel fuel sources of waste from fishing boats ( near the liver ). Sampling was done 2 times with an interval of 2 weeks. The research found 17 species of fish consisting of 13 families. Distribution of fish species along Juwana River the lower diversity due uneven distribution tends to spread and there are species that dominate at each research station These valuen were influeced by criteria  based on contamination levels indicate that the river is polluted Juwana in a state of mild to quite severe.
Estimasi Stok Karbon Mangrove di Dukuh Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang Hakim, Muhammad Afif; Martuti, Nana Kariada Tri; Irsadi, Andin
Life Science Vol 5 No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan gas-gas efek rumah kaca sebagai hasil berbagai aktivitas manusia dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Salah satu dampak dari pemanasan global yaitu perubahan iklim. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak tersebut adalah meningkatkan peran mangrove sebagai penyerap karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan stok karbon pada tegakan mangrove dan C-organik pada sedimen mangrove. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling untuk menentukan enam stasiun penelitian, sampel diambil sekali tanpa pengulangan. Analisis C-organik menggunakan metode Spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukan mangrove di Dukuh Tapak memiliki kandungan biomassa sebesar sebesar 1507,91 ton/ha, stok karbon sebesar 708,2 ton C/ha, dan mampu menyerap CO2 sebesar 2598,65 ton/ha. Pola hubungan antara kerapatan dengan biomassa, biomassa dengan stok karbon, dan stok karbon dengan serapan CO2 menunjukkan adanya tiga macam persamaan yang memiliki nilai korelasi (R) yang positif yaitu sebesar 0,67, 1,00, dan 1,00. Jenis sedimen pada penelitian ini yaitu lumpur berpasir dengan rata-rata C-organik sedimen mangrove sebesar 4,4 %. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan stok karbon mangrove di Dukuh Tapak lebih tinggi dari penelitian stok karbon di pulau Kemujan TN. Karimunjawa dan kandungan C-organik sedimen mangrove di Dukuh Tapak termasuk dalam kriteria tinggi. The enhancement of gases greenhouse effects as a result of human activities contribute to global warming. One of the effects of global warming is the climate change. One of the efforts which should be made to reduce these impacts is improve the role of mangroves as carbon sinks. The purpose of this study is to determine the content of carbon stock in mangrove stands and C-organic in mangrove sediments. The sampling method used in this research was purposive sampling method, in order to determine the six research stations, samples were taken once without repetition. C-organic analysis using spectrophotometry method. The results showed that mangrove in Tapak hamlet has a biomass content of at 1507.91 tons/ha, the carbon stock of 708.2 tons C/ha and capable of absorbing CO2 of 2598.65 tons/ha. The pattern of the relationship between the density of the biomass, the biomass carbon stock and carbon stock with CO2 uptake showed three kinds of equations that has a value of correlation (R) were positive in the amount of 0.67, 1.00, and 1.00, respectively. The sediment type in this study is sandy mud with an average C-organic mangrove sediments of 4.4 %. The conclusion of this research is the content of carbon stocks in Tapak hamlet mangrove is igher than the carbon stock research on the Kemujan island TN. Karimunjawa and the content of C-organic mangrove sediments in Tapak hamlet is in the high criteria.
Keanekaragaman Crustacea di Ekosistem Mangrove Wilayah Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang Handayani, Octarina Tri; Ngabekti, Sri; Martuti, Nana Kariada Tri
Life Science Vol 5 No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman Crustacea di ekosistem mangrove wilayah Tapak, Semarang. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan tujuh stasiun pengumpulan sampel. Sampel diambil sebanyak 3 kali pengulangan dengan selang waktu 2 minggu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menemukan 10 spesies Crustacea yaitu Metopograpsus thukuhar, Episesarma versicolor, Varuna yui, Panaeus mergulensis, Scylla serrata, Portunus pelagicus, Thalamita creanata, Uca sp., Uca bellator, Harpiosquills sp. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 0-1,57. Indeks H’ tertinggi berada pada stasiun VI (1,57) disusul oleh stasiun III (1,49), stasiun V (1,32) dan stasiun IV (1,18). Empat stasiun ini memiliki tingkat keanekaragaman dengan kriteria sedang. Stasiun I dan II memiliki H’ 0,95 dan 0,93 tergolong kriteria rendah. Stasiun VII H’-0 karena hanya ditemukan satu spesies. Indeks kemerataan berkisar antara 0 (terendah di stasiun VII) dan 0,81 (tertinggi di stasiun VI). Keanekaragaman Crustacea sangat dipengaruhi oleh parameter salinitas, pH, suhu, substrat, dan O2. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat keanekaragaman Crustacea di ekosistem mangrove Tapak tergolong kriteria rendah sampai sedang. The aims of this study is to determine the diversity of Crustaceans in the mangrove ecosystem Tapak Semarang region. The purposive sampling was used to select seven stations to collect the samples. The samples were taken three times repetition with two weeks interval. Data obtained then analyzed for the diversity index, evenness index, and dominance index. Result find that there were 10 species of Crustaceans that are Metopograpsus thukuhar, Episesarma versicolor, Varuna yui, Panaeus mergulensis, Scylla serrata, Portunus pelagicus, Thalamita creanata, Uca sp., Uca bellator, Harpiosquills sp. The diversity index (H’) ranges from 0-1.57. The highest index H’ was at station VI (1.57) followed by station III (1.49), station V (1.32) and station IV (1.18). These four stations have diversity levels with moderate criteria. The stations I and II have H’ 0.95 and 0.93 are low criteria. Station VII H’-0 because only one species was found. The similarity index ranged from 0 (lowest at station VII) and 0,81 (highest at station VI). Diversity of Crustaceans is strongly influenced by salinity, pH, temperature, substrate and O2 parameters. Based on the research, it can be concluded that the level of Crustaceans diversity in the mangrove ecosystem Tapak classified from low to moderate criteria.
Bioakumulasi Kadmium pada Ikan Bandeng di Tambak Wilayah Tapak Semarang Sanjivanie, Hasti Apri; Martuti, Nana Kariada Tri; Ngabekti, Sri
Life Science Vol 6 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Tapak merupakan muara dari Sungai Tapak yang sebagian besar wilayahnya berupa area pertambakan ikan bandeng. Berkembangnya industri di DAS Tapak telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan Tapak akibat pencemaran limbah yang mengandung logam berat Cd. Hal itu mempengaruhi kualitas ikan bandeng yang dipelihara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Cd dalam air tambak dan ikan bandeng di tambak wilayah Tapak Semarang. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan analisis komparatif, metode purposive random sampling. Metode analisis data menggunakan AAS. Kandungan Cd pada air Sungai Tapak adalah <0,004mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan PPRI No.82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01mg/l. Rerata kandungan Cd pada air tambak Tapak <0,0045mg/l, nilai tersebut telah melebihi ambang batas yang ditetapkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 yaitu sebesar 0,001mg/l. Rerata kandungan Cd pada daging ikan bandeng di ketiga stasiun adalah <0,01mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7287:2009 yakni sebesar 0,1 mg/kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cd pada air tambak Tapak telah melebihi ambang batas. Kandungan Cd pada ikan bandeng masih berada di bawah ambang batas, namun tetap perlu diwaspadai keberadaan logam berat Cd karena logam berat bersifat toksik dan akumulatif. Tapak is the estuary of the Tapak River which is mostly covered in the form of milkfish aquaculture area. Development industry in the Tapak watershed have resulted in a decrease in Tapak water quality due to pollution waste containing heavy metals Cd. It affects the quality of the fish is maintained. This study aims to determine the content of Cd in pond water and fish in the pond area Tapak Semarang. Observational analytic study using a comparative analysis, purposive random sampling method. Methods of data analysis using AAS. Cd content Tapak is <0,004mg / l, the value is still below the threshold set PPRI No.82 year 2001 which was 0,01mg / l. The mean Cd content in the Tapak water pond <0,0045mg/l, the value has exceeded the threshold KepMen LH No.51 year 2004 which was 0,001 mg / l. The mean Cd content in meat fish at all three stations is <0,01mg / l, the value is still below the threshold set ISO 7287:2009 which amounted to 0.1 mg/kg. The conclusion from this study was that the content of cadmium in the Tapak water pond has exceeded the threshold. Cd content in fish is still below the threshold, but still need to be careful because heavy metals are toxic bioaccumulative.
Keanekaragaman Jenis Ektoparasit pada Udang Windu di Tambak Desa Langgenharjo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Susilo, Anis; Martuti, Nana Kariada Tri; Setiati, Ning
Life Science Vol 7 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan udang windu dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sehingga banyak petambak yang membudidayakan udang jenis tersebut. Sejalan dengan berkembangnya usaha budidaya udang tersebut, terdapat beberapa masalah yang dapat menghambat perkembangan usaha budidaya salah satunya yaitu adanya ektoparasit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis ektoparasit yang terdapat pada udang windu yang dibudidayakan di tambak Desa Langgenharjo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Populasi penelitian ini adalah seluruh udang windu yang dibudidayakan di tambak Desa Langgenharjo dan sampel penelitian ini adalah 10 ekor udang windu yang diambil di dua tambak yang berbeda. Pemeriksaan ektoparasit udang dilakukan di BKIPM Kelas II Semarang. Berdasarkan hasil identifikasi jenis ektoparasit yang ditemukan adalah 5 jenis ektoparasit yang terdiri dari 4 jenis dari filum protozoa dan 1 jenis dari filum trematoda (monogenea). Hasil total analisis indeks keanekaragaman menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis ektoparasit adalah 1,15. Hal ini menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman jenis dalam keadaan relatif sedang, yaitu ketika komunitas itu disusun oleh sangat sedikit jenis dan hanya sedikit jenis yang dominan. Hasil analisis indeks kemerataan menunjukkan bahwa kemerataan penyebaran individu suatu jenis adalah 0,77. Hal ini menunjukkan keseragaman populasi tinggi berdasarkan kriteria kisaran nilai indeks kemerataan. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa pada tambak I nilai dominansi tertinggi adalah Epistylis sp (38,78%) sedangkan pada Tambak II nilai dominansi tertinggi adalah Zoothamnium sp (38,93%). Demand tiger shrimp from year to year increased so many farmers cultivate this shrimp. Along with the development of shrimp farming, are some of the issue can be inhibiting the development of cultivation,that is ectoparasites.The purpose of this study was to determine the diversity of ectoparasites found in black tiger shrimp farmed in the Langgenharjo pond Margoyoso Pati Distric . The study population was the whole tiger shrimp farmed in ponds Langgenharjo village and the sample is 10 tiger shrimps taken at two different ponds. Examination of ectoparasites shrimp do in BKIPM Class II Semarang. Based on the results of identification of ectoparasites found in tiger shrimp reared in ponds Langgenharjo village, discovered five types of ectoparasites which consists of 4 types of the phylum protozoa and 1 species of phylum trematodes (monogenea). The total yield of diversity index analysis showed that species diversity of ectoparasites in relative moderate. Results A total of diversity index analysis showed that the diversity operating ectoparasites is 1.15. It shows that the index diversity Relatively moderate circumstances, its mean when the community compiled by Little species and Just a Little species that dominant.Results of the analysis showed that the index of evenness deployment of individuals of a kind is 0,77. This shows a high uniformity of the population based on the criteria of equity index value ranges. The data obtained show that in the first pond is the highest dominance value Epistylis sp (38.78%) while the highest dominance value second pond is Zoothamnium sp (38.93%).
Kandungan Timbal, Debu di Udara dan Daun Tanaman Peneduh di Kota Semarang Lilianto, Gandhung Herdha; Dewi, Nur Kusuma; Tri Martuti, Nana Kariada
Life Science Vol 7 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Gas buang kendaraan bermotor merupakan sumber utama timbal yang mencemari udara. Beberapa jalan protokol di Kota Semarang ditanami tanaman peneduh yang berfungsi untuk menjerap polutan yang ada di udara. Akumulasi timbal pada daun tanaman lebih banyak terdapat pada tanaman yang tumbuh di pinggir jalan besar yang padat kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan timbal, debu dan mengetahui struktur mikroanatomi stomata daun tanaman peneduh di Kota Semarang. Pengambilan sampel debu dan penentuan kandungan debu di udara dilakukan berdasarkan SNI 19-7119.3-2005 sedangkan penentuan kandungan timbal di udara dilakukan berdasarkan SNI 6989.8:2009. Sampel daun diambil pada bagian yang sudah tua, menghadap ke jalan raya dan terdapat pada ketinggian 2-5 meter dari permukaan jalan dengan metode random sampling. Menganalisis kandungan timbal di daun dengan menggunakan metode SNI 19-2896-1992. Analisa kandungan debu di daun menggunakan metode pengurangan berat. Penetapan kadar timbal pada tanah dilakukan berdasarkan SNI 06-6992.3-2004. Hasil penelitian menunjukkan hasil, pencemaran udara mempunyai hubungan terhadap akumulasi zat pencemar dalam daun tanaman peneduh. Semakin tinggi kandungan zat pencemar di udara, semakin banyak pula akumulasinya pada daun tanaman peneduh. Semarang city is the capital of Central Java province. Motor vehicle exhaust is a major source of lead that pollute the air. Some of the main streets in the city of Semarang planted shade plant that serves to adsorb the pollutants in the air. Accumulation of lead in plant leaves is more prevalent in plants that grow in large roadside dense motor vehicle. This study aimed to analyze the content of lead, dust and to know the structure of the leaf stomata mikroanatomi shade plant in Semarang. Sampling of dust and determination of dust content in the air is done by SNI 19-7119.3-2005 whereas the determination of the lead content in conducted by ISO 6989.8: 2009. Leaf samples were taken at the old, facing the highway and are at a height of 2-5 meters from the road surface by the method of random sampling. Analyze the lead content in the leaves by using methods SNI 19-2896-1992. Analysis of the dust content in the leaves using the method of weight reduction. Determination of lead content in the soil is done by SNI 06-6992.3-2004. The results showed the result, air pollution has been associated with the accumulation of contaminants in plant leaves shade. The higher the content of pollutants in the air, the more accumulation on plant leaves shade.
Keanekaragaman Spesies Mangrove dan Zonasi di Wilayah Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang Tefarani, Rahmadyan; Tri Martuti, Nana Kariada; Ngabekti, Sri
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29989

Abstract

Tugu sub-district has a mangrove ecosystem that is better than the other three sub-districts in Semarang City. The improvement of the mangrove ecosystem in Mangunharjo Village became the main of priority for mangrove rehabilitation This study aimed to determine the level of diversity of mangrove species found in the mangrove ecosystem of Mangunharjo Sub-District, Tugu District, Semarang City based on the zonation. The study was conducted in February-March 2018. Sampling using a combination method, that are systematic sampling with vegetation analysis techniques using quadrat sampling technique. There are three data collection stations determined based on the distance from the coastline to the mainland. Data were analyzed using quantitative descriptive statistics. The results showed that the diversity of mangrove species found in Mangunharjo Village had a low to moderate diversity level (0.72-1.32). The mangrove ecosystem in Mangunharjo is actually artificial ecosystem, with the type and number of mangroves dominated by Rhizophora mucronata and Avicennia marina. There are seven mangrove species found in the open zone, four species in the middle zone and four species in the land zone. Kecamatan Tugu memiliki ekosistem mangrove yang masih baik dibandingkan dengan tiga kecamatan lainnya yang berada di Kota Semarang. Perbaikan ekosistem mangrove di Kelurahan Mangunharjo menjadi prioritas utama rehabilitasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat keanekaragaman spesies mangrove yang terdapat di ekosistem mangrove Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang berdasarkan zonasinya. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–Maret 2018. Pengambilan sampel menggunakan metode kombinasi, yaitu antara systematic sampling dengan teknik analisis vegetasi menggunakan quadrat sampling technique. Terdapat tiga stasiun pengambilan data yang ditentukan berdasarkan jarak dari garis pantai hingga daratan. Data dianalisis secara statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keanekaragaman spesies mangrove yang terdapat di Kelurahan Mangunharjo mempunyai tingkat keanekaragaman rendah hingga sedang (0.72-1.32). Hal ini dikarenakan ekosistem mangrove wilayah Mangunharjo merupakan ekosistem buatan, dengan jenis dan jumlah mangrove yang dominasi oleh Rhizophora mucronata dan Avicennia marina. Terdapat tujuh spesies mangrove yang ditemukan pada zona terbuka, empat spesies pada zona tengah dan empat spesies pada zona daratan.
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Ikan di Sungai Lamat Kabupaten Magelang Arkianti, Nisa; Dewi, Nur Kusuma; Tri Martuti, Nana Kariada
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29998

Abstract

Lead (Pb) is a heavy metal that is toxic to humans found in nature, including in the waters of the Lamat River. Fish is one bioindicator of the level of heavy metal pollution that occurs in the waters. This study aims (1) to determine the concentration of Pb in water in the Lamat River and (2) to determine the accumulation of Pb heavy metals in fish on the Lamat River in Magelang Regency. This study is an observational analytic study with a qualitative approach. The sampling technique is purposive sampling. The environmental parameters measured are temperature, pH, DO, BOD, COD, and current. The lead content (Pb) in water and fish was measured using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that temperature, pH, DO, BOD, COD, and currents were still within the proper range for fish life. The level of heavy metal lead (Pb) contained in the water at the three stations was not detected. While the Pb content in fish on the River between 0.3807-0.7268 µg/g. Conclusion; water in Sungai Lamat does not exceed the SNI quality standard of 0, 01 mg/L, while the Pb concentration in fish in Sungai Lamat has exceeded the SNI quality standard, which is 0.3 µg/g. That way, it is not recommended to consume fish that are on the Lamat River. Timbal (Pb) merupakan logam berat yang bersifat toksik bagi manusia yang terdapat di alam, termasuk di perairan Sungai Lamat. Ikan merupakan satu satu bioindikator tingkat pencemaran logam berat yang terjadi di dalam perairan. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui konsentrasi Pb pada air di Sungai Lamat dan (2) mengetahui akumulasi logam berat Pb pada ikan di Sungai Lamat Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Parameter lingkungan yang diukur adalah suhu, pH, DO, BOD, COD dan arus. Kandungan timbal (Pb) pada air dan ikan diukur menggunakan Atomyc Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, pH, DO, BOD, COD dan arus masih berada dalam kisaran yang layak bagi kehidupan ikan. Kadar logam berat timbal (Pb) yang terkandung dalam air pada ketiga stasiun tidak terdeteksi alat. Sedangkan kandungan Pb pada ikan di Sungai antara 0,3807-0,7268 µg/g. Kesimpulan; air di Sungai Lamat tidak melebihi baku mutu SNI yang sebesar 0, 01 mg/L, sedangkan konsentrasi Pb pada ikan di Sungai Lamat telah melebihi baku mutu SNI yaitu 0,3 µg/g. Dengan begitu, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi ikan yang berada di Sungai Lamat.
Komposisi Jenis Burung Pengunjung Ficus spp. di Kawasan Gunung Ungaran Jawa Tengah Febriyanto, Mahendra Noor; Abdullah, Muhammad; Tri Martuti, Nana Kariada; Priyono, Bambang
Life Science Vol 9 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i1.47136

Abstract

Ficus is a genus of woody plants belonged to the family Moraceae. There are about 72 species of Ficus on the Java island. Ficus has many benefits to the ecosystem, which one is the fruit of Ficus is a source of food for many animals (frugivores), especially birds. The purpose of this study was to determine the composition of bird species that visited several species of Ficus in the mount Ungaran. The method used in this research is the observation method. From the results of the preliminary survey, determined 6 species of fig as a sample tree to be observed. Observations were made at 06:00 - 10:00 and 15:00 - 17:00. Based on the results of the study, we found 28 species of birds from 16 families who visited fig. The observations showed four different bird activities, namely only perching, eating fruit, eating insects and eating both fruit and insects. The number of bird species of fig visitors consist of 7 species of birds only perching, 8 species eating insects, 11 species eating fruit and 2 species eating both fruit and insects Ficus merupakan salah satu genus dari tumbuhan berkayu yang termasuk dalam famili Moraceae. Terdapat sekitar 72 jenis Ficus di pulau Jawa. Ficus memiliki banyak manfaat terhadap ekosistem, salah satunya adalah buah dari Ficus merupakan sumber pakan bagi banyak satwa (frugivora) terutama burung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis burung yang mengunjungi beberapa jenis Ficus di kawasan gunung Ungaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan. Dari hasil survei pendahuluan, ditentukan 6 jenis Ficus sebagai pohon sampel untuk diamati. Pengamatan dilakukan pada pukul 06.00 – 10.00 dan 15.00 – 17.00. Berdasarkan hasil penelitian dijumpai 28 jenis burung dari 16 famili yang mengunjungi Ficus. Hasil pengamatan menunjukkan empat aktivitas burung yang berbeda, yaitu hanya bertengger, memakan buah, memakan serangga, serta memakan buah dan serangga. Jumlah jenis burung pengunjung Ficus terdiri atas 7 jenis burung hanya bertengger, 8 jenis memakan serangga, 11 jenis memakan buah, serta 2 jenis memakan buah dan serangga.
Co-Authors - Sunyoto Abdul Jabbar Aditya Marianti Affandi, Erry Kariada Tri Alfirdani, Khoirunisa Amidi Amidi Ananto Aji, Ananto Andin Irsadi Arif Rahman Hikam Arifin, Moch. Samsul Arifin, Mochamad Samsul Ariyani, Sinta Wiwik Arkianti, Nisa Arza, Alfira Avi Budi Setiawan Bambang Priyono Bambang Sugiantoro Bambang Yulianto Budi Widianarko Caddafie, Syahrizal Umar Damayanti, Meilinda Dewi Larasati, Dewi Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Liesnoor, Dewi Dhenok Wendraningrum, Dhenok Dhita Prasisca Mutiatari Ditha Prasisca Mutiatari Efriyani Sumastuti Elsa Zahara, Nurwilis Ely Rudyatmi, Ely Enni Suwarsi Rahayu Erlin Winarni, Erlin ES, Sri Mulyani Etty Soesilowati F. Putut Martin Herry Bodijanto F. Putut Martin Herry Bodijanto, F. Putut Martin Herry Falisah, Dwi Fiska Febriyanto, Mahendra Noor Fidia Febriana, Fidia Fidia Fibriana Fina, Ika Nura Fitriani, Kasih Fitriani, Kasih Fulia Aji Gustaman, Fulia Aji Gilang Wahyu Rahmadhani Hakim, Muhammad Afif Handayani, Octarina Tri Haris, Amnan Haryanti, Endang Tris Heriyanti, Andhina Putri Irmasari, Eliyan Isti Hidayah Jabar, Muhammad Abdul Khair, Amar Sharaf Eldin Khasanah, Khuswatun Khasanah, Khuswatun Khoiriyah, Laelatul Kukuh Santosa Kurniyanti, Ratih Laela Noor Fa’izah Lilianto, Gandhung Herdha Lina Herlina Lutfia Nur Hadiyanti, Lutfia Nur Lutfian Nazar Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Margunani, Margunani Melati, Inaya Sari Muh Fakhrihun Na&#039;am Muhamad Soleh Muhammad Abdullah Muhammad Adam Khatamy Mutiatari, Dhita Pracisca Mutiatari, Dhita Prasisca Na'imah, Nuning Nadrotun Na:am, Muh Fakhrihun Nayam, Nasir Ning Setiati Ning Setiati Norma Eralita Nur Kusuma Dewi Nur Kusuma Dewi Nur Rahayu Utami Nurdian Susilowati Octavianti Paramita Pawit Dwi Istiaroh Pawit Dwi Istiaroh, Pawit Dwi Prabawati, Desi Ayu Prabawati, Desi Ayu Pradipta, Aruna Pratama, Fiqih Ramadhan Priyantini Widiyaningrum Purwanto, Hengky R Benny Riyanto Rahayu, Rr. Sri Ratna Ratna Dewi Kusumaningtyas Retno - Istifarini, Retno - Retno Sri Iswari Retno Wulandari Riawan, Awinda Sari Riyanto, R Benny Rochmah, Aulia Afia Rosidah Rosidah Rossi Prabowo Sanjivanie, Hasti Apri Satya Budi Nugraha Septiana Anggraini Septiana Anggraini, Septiana Shidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Simbolon, Andri Kariada Tri Sinaga, Na Dame Maulibulung Siti Alimah Siti Aminah Siti Aminah Siti Harnina Bintari Soleha, Iro Datus Solichin Solichin Somantri, Dadang Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Endang Sri Mulyani ES, Sri Mulyani Sri Ngabekti Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sudarman Sudarman Suhardono, Sapta Sunyoto Sunyoto Susilo, Anis Syamsul, Muh Arif Tefarani, Rahmadyan Tiffany, Tiffany Tiffany, Tiffany Tika Yuliati Tirtaningrum, Fitria Ayu Tjaturahono Budi Sanjoto Tri Nurhidayah, Tri Trida Ridho Fariz Tsabit Azinar Ahmad Tyas Agung Pribadi, Tyas Agung Tzabit Azinar Ahmad Utis Sutisna Wahid Akhsin Budi Wahid Akhsin Budi Nur Shidiq Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur widowati widowati Widya Aryadi Wiji Eni Yuli Rofiqoh, Wiji Eni Yuli Wiwi Isnaeni Wulan Christijanti Yoan Eko Cahyono, Yoan Eko Yoga Wika Forestyanto Yoris Adi Maretta Yustinus Ulung Anggraito Zaka, M. Nurul Huda Fadli