Claim Missing Document
Check
Articles

Kandungan Kadmium (Cd) dalam Air, Sedimen, dan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Trimulyo Semarang Wardani, Ibnu; Ridlo, Ali; Supriyantini, Endang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.978 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i2.25904

Abstract

ABSTRAK : Pertumbuhan kawasan pesisir yang pesat, menyebabkan terjadinya degradasi dari fungsi ekologis lingkungan pesisir terutama pada wilayah perairan. Selama beberapa tahun terakhir pencemaran perairan oleh logam berat telah menjadi masalah di Indonesia. Hal ini disebabkan karena logam berat tidak bisa dihancurkan dan dapat terakumulasi di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Kadmium (Cd) dalam Air, Sedimen, dan Kerang Hijau (Perna viridis) dan status pencemarannya di Perairan Trimulyo Semarang.Sampel diambil pada bulan April 2015 dan Januari 2016 di Perairan Trimulyo Semarang. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling Method. Analisa logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry).Hasil penelitian menunjukan kandungan Kadmium dalam air di perairan Trimulyo Semarang pada bulan April 2015 berkisar antara 0,028-0,054 mg/L, sedangkan pada Januari <0,001 mg/L, sedangkan untuk kandungan Kadmium dalam sedimen di perairan Trimulyo Semarang pada bulan April 2015 berkisar antara 0,176-0,206 mg/kg, sedangkan pada Januari 2016 <0,004 mg/kg. Kandungan Kadmium dalam Kerang Hijau (P. Viridis) nilai sama pada kedua waktu yaitu <0,01 mg/kg. Menurut KepMen LH No.51 Tahun 2004 dan Wiconsin Department of Natural Resources tahun 2003. Status pencemaran Kadmium dalam air pada bulan April 2015 di Perairan Trimulyo Semarang telah melewati standar baku mutu yang ditetapkan. ABSTRACT : The rapid growth of coastal areas, causing degradation of ecological functions of coastal environments, especially in the water area. Over the past few years water pollution by heavy metals has become a problem in Indonesia. This is because heavy metals are not indestructible and can accumulate in the water. Penelitian aims to determine the content of Cadmium (Cd) in Water, Sediment, and green mussels (Perna viridis) and the status of pollution in the waters Trimulyo Semarang.Sampel taken in April 2015 and January 2016 in the waters Trmulyo Semarang. The research method used is descriptive method. Sampling was done by purposive sampling method. Heavy metal analysis using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) The results of the study show the content of Cadmium in the water at the water Trimulyo Semarang in April 2015 ranged from 0.028 to 0.054 mg / L, whereas in January <0.001 mg / L, whereas for the content of Cadmium in sediment in waters Trimulyo Semarang in April 2015 ranged from 0.176 to 0.206 mg / kg, whereas in January 2016 <0,004 mg / kg. The content of Cadmium in Green mussels (P. Viridis) has an average value equal to the second time in the amount of <0.01 mg / kg. According to the decree of 2004 and the LH 51 Wiconsin Department of Natural Resources in 2003. Status of Cadmium contamination in the water in April 2015 in waters Trimulyo Semarang has passed the quality standard set.
Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Ulva sp. dari Pantai Krakal-Yogyakarta Kurniasih, Setia Devi; Pramesti, Rini; Ridlo, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.77 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11423

Abstract

Ulva sp. merupakan salah satu rumput laut hijau yang belum banyak dimanfaatkan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidanekstrakmetanol dan ekstrak n-heksanUlva sp. yang dinyatakan dalam nilai IC50, sertamenentukan kadarfenolat, klorofil a, klorofil b, dan karotenoid. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Materi yang digunakan adalah rumput laut hijau Ulva sp. dari Pantai Krakal, Gunungkidul-Yogyakarta.Penentuan aktivitas antioksidandilakukan dengan metode penangkapan radikal DPPH(1,1-diphenyl-2-picryhidrazyl) pada λ=517 nm. Kadar fenolatdiuji menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar pada λ=725 nm. Kadar klorofildiukur pada λ=663 nm dan λ=646 nm dan karotenoid diukur pada λ=470 nm.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak n-heksan sebesar 448,659 ppm, sedangkan ekstrak metanol sebesar 515,631 ppm.Kadar fenolat (82,683 mgGAE/g ekstrak), kadar klorofil a (2,674 mg/g), klorofil b (1,978 mg/g) dan karotenoid (1,078 mg/g) pada ekstrak n-heksan lebih tinggi dibanding ekstrak metanol. Senyawa fenolat,klorofil a, klorofil b, dan karotenoid pada ekstrak n-heksan Ulva sp. berpotensi sebagai penyumbang aktivitas antioksidan, dimana tergolong dalam antioksidan sangat lemah (>200 ppm).
INJEKSI KARBON DIOKSIDA (CO2) PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP BIOMASSA DAN KANDUNGAN TOTAL LIPID MIKROALGA Tetraselmis chuii Nurmalitasari, Erma; Ridlo, Ali; Sunaryo, Sunaryo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.061 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6013

Abstract

Mikroalga Tetraselmis chuii dapat berfotosintesis dan mampu tumbuh dengan cepat. Karbon dioksida (CO2) sangat penting peranannya dalam proses fotosintesis. Injeksi CO2 diperlukan untuk digunakan dalam fotosintesis, sehingga diharapkan dapat diperoleh biomassa dan kandungan total lipid T. chuii optimum. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris, menggunakan 4 perlakuan yaitu injeksi CO2 selama 2 menit, 4 menit, 6 menit, 8 menit dan tanpa injeksi CO2 (kontrol) dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan sel tertinggi (1.944.000 sel/mL) dan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 0,626 doubling/hari dicapai pada perlakuan injeksi CO2 selama 4 menit. Kepadatan sel terendah (970.000 sel/mL) dan laju pertumbuhan terendah (0,481 doubling/hari) pada perlakuan dengan injeksi CO2 selama 8 menit. Kandungan total lipid pada perlakuan injeksi CO2 selama 2 menit; 4 menit; 6 menit; 8 menit dan kontrol masing-masing adalah 67,27±2,70; 58,29±2,63; 37,41±2,69; 7,89±2,92dan 70,32±2,49%-dw. Pertumbuhan T. chuii optimum dicapai pada perlakuan injeksi CO2 selama 3 menit, biomassa T. chuii optimum dicapai pada 4,1 menit injeksi CO2, sedangkan kandungan total lipid semakin menurun sebanding dengan lama injeksi CO2 hingga titik optimum terendah pada menit ke 4,5 injeksi CO2, kemudian mengalami peningkatan kembali pada perlakuan injeksi CO2 selama 8 menit.
PENGARUH PERENDAMAN AIR KAPUR TERHADAP KADAR SULFAT DAN KEKUATAN GEL KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii Haris, Radityo; Santosa, Gunawan Widi; Ridlo, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.896 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i2.2344

Abstract

Gel formation is the result of crosslinking between adjacent helical chains, with sulphate groups facing to the outside. The theoretical basic is using alkaline compounds are cheap and easily available to eliminate the sulfate groups on the K-carrageenan, with the water immersion method of Ca(OH)2 to increase the degree of molecular uniformity and gel strength. This study is to determine the effect of Ca(OH)2 water immersion of sulphate content and gel strength. This study its experimental research laboratory with a completely randomized design and variations in treatment where seaweed samples were treated with submersion of Ca(OH)2 at different concentration (1.2 g/L, 0.6 g/L, and 0.3 g/L). The experiments were performed with 3 replications. The first extraction process used 5% KOH, being the second extraction used 1% KCl. Determination was carried out toward powder of carrageenan, its chemical characters (moisture content, ash, and sulphate), physical characters (viscosity, gel strength, and color of thalus) carrageenan had produced. The results showed that seaweed treated with 0.3 g/L Ca(OH)2 very significantly influent (p <0.01), produced the highest gel strength at 516.23 dyne/cm with the lowest sulfate levels at 20.84 %.
Kandungan Total Lipid Chlorella Vulgaris Yang Dikultur Dalam Media Yang Diinjeksi CO2 Jawa, Ivend Umbu; Ridlo, Ali; Djunaedi, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.135 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11418

Abstract

Chlorella vulgaris biasa digunakan sebagai pakan alami dalam bidang budidaya. C.vulgaris sebagai produsen primer memerlukan CO2 dalam jumlah besar untuk proses fotosintesanya, sehingga berpotensi besar mampu menyerap dan mensintesis unsur karbon tersebut. CO2­ merupakan variabel pentingyangperludiperhatikan dalam budidayaC.vulgaris. Permasalahan yang timbul adalah CO2 tidak cukup disuplai melalui difusi sederhana dari udara karena konsentrasinya sangat rendah yaitu 0,03%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuikandungan total lipidC.vulgaris yang dikultur dalam media yang di injeksi CO2. Perlakuan yang digunakan adalah injeksi CO2 selama 2 menit, 4 menit, 6 menit, 8 menit dan tanpa injeksi CO2 (kontrol). Kultur C.vulgarismenggunakan wadah erlenmeyer sebanyak 15 buah dengan volume 1 L yang diperkaya dengan pupuk Walne.Biota uji yang digunakan adalah C.vulgaris  yang diperoleh dari koleksi kultur murni laboratorium mikroalga BBPBAP Jepara. Pengamatan yang diukur meliputi kandungan total lipid C.vulgaris, pH, CO2, suhu, salinitas, alkalinitas dan DO. C.vulgaris dipanen hari ke - 9 pada fase eksponensial akhir, selanjutnya dilakukan penimbangan biomassa dan dianalisis total lipidnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa injeksi CO2 berpengaruh nyata (p<0,05)terhadap kadar total lipid C.vulgaris. Kadar total lipid tertinggi dihasilkan perlakuan 6 menit sebesar 63,47 %
Pemanfaatan Mangrove Rhizophora mucronata Sebagai Pewarna Alami Kain Katun Dewi, Lutfianna Fatma; Pringgenies, Delianis; Ridlo, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.945 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i2.25896

Abstract

ABSTRAK : Bagian-bagian pohon dari R. mucronata seperti serasah daun, kulit kayu, maupun limbah propagul diketahui memiliki kandungan pewarna yang ramah lingkungan. Potensi pewarna alami dari tumbuhan ini dapat menjadi alternatif bahan produksi bagi industri batik di Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan di Teluk Awur, Jepara, Jawa Tengah pada bulan Oktober 2015 kemudian dilakukan ekstraksi pewarna, pewarnaan, dan berbagai analisis. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui kualitas pewarna alami dari bagian-bagian pohon R. mucronata sebagai pewarna alami pada kain katun. Sampel R. mucronata yang diambil yaitu kulit kayu, limbah propagul, dan serasah daun. Ekstraksi pewarna dilakukan menggunakan air panas pada suhu 30°C, 50°C, dan 70°C. Pengikatan warna setelah pencelupan menggunakan kain katun mori primissima dengan mordan tawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna cokelat dihasilkan oleh ekstrak R. mucronata. Analisis FTIR dan UV Vis mengindikasikan adanya senyawa tanin terkondensasi. Pengujian Total Phenol Content (TPC) dan Total Flavonoid Content (TFC) menunjukkan hasil positif sebesar 2,4950 mg GAE/g untuk TPC dan 0,6516 mg QE/g untuk TFC. Hasil pindaian dengan Scanning Electron Microscope menunjukkan granula-granula yang pecah pada spesimen. Kualitas pewarnaan pada kain menunjukkan kisaran hasil antara 3 (cukup) hingga 4 (baik) dan telah memenuhi standar SNI. Pewarna dari serasah daun pada ekstraksi 70°C menunjukkan hasil terbaik di antara yang lain. ABSTRACT : The tree parts of R. mucronata such as the leaves litter, bark, and propagule are known for containing dyes that are environmentally friendly. This natural dye potential could be used for the production resource alternative for the batik industry in Indonesia. Sampling was conducted in Teluk Awur, Jepara, Central Java on October 2015 and followed by dye extraction, dying process, and also several analysis. The purpose of this research was to discover the quality of natural dye from R. mucronata on cotton fabric. Samples that were taken from R. mucronata were bark, leaves litter, and propagule litter. Dye extraction used hot water method with variants of temperature: 30°C, 50°C, dan 70°C. The color locking after dyeing used cotton fabric with mori primissima type and alum as the mordant. The obtained result from extract R. mucronata showed brown color. Condensed tannin was indicated from FTIR and UV Vis analysis. Total Phenol Content and Total Flavonoid Content assays showed positive result as follows: 2,4950 mg GAE/g for TPC and 0,6516 mg QE/g for TFC. Scanning result using Scanning Electron Microscope showed that the granules break on the specimen. Color fastness quality showed the range of result from colored fabric from 3 (enough) until 4 (well) and already fulfilled SNI standard. The dye extracted from leaves litter in 70°C showed the best result among the others. 
Pengaruh Suhu Ekstraksi Terhadap Kualitas Natrium Alginat Rumput Laut Sargassum sp. Pamungkas, Tri Aji; Ridlo, Ali; Sunaryo, Sunaryo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.599 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3135

Abstract

Sargassum sp. are the living marine resource that are potential as alginate resources. Sodium alginate is used in the food industry, and non food industry, such as for a coagulant, suspending, stabilizers, film formers, gel formation, and emulsifier. The objective of research was to know the effect of temperature exstraction toward quality of alginate, such as rendement, moisture, ashes content, and viscosity of Sargassum sp. Sampling of Sargassum sp. was done in Krakal Beach Gunung Kidul, Yogyakarta. The research method used experimental method and was design completaly Randomized Design (CRD). Samples were extracted by Na2CO3 7 % solution under diffirencees temperature from 40 ºC - 80 ºC, temperature range 10 °C, each treatment 3 times replicated. Correlation between extraction temperature and sodium alginate qualities were showed positive linier model regression for rendement sodium alginate, negative linier regression model for viscosity and moisture, but not significant for ash content. The result showed the highest rendement of sodium alginate was produced on temperature of 80 ºC, that was 28.31% ± 0.48%. The lowest moisture was produced on temperature of 80 ºC, that was 14.97 ± 1.55%. Highest viscosity was produced on temperature 40 ºC, that was 27.25 ± 0.93 cPs.
Aktivitas Antioksidan Rumput Laut Acanthophora muscoides (Linnaeus) Bory Dari Pantai Krakal Gunung Kidul Yogyakarta Akbar, Muhamad Rahadian; Pramesti, Rini; Ridlo, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.815 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i1.25882

Abstract

ABSTRAK : Acanthophora muscoides merupakan salah satu rumput laut merah yang berpotensi sebagai senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan n-heksan, kadar total fenolat serta kadar pigmen (klorofil a & karotenoid) dari sampel segar A. muscoides. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode transfer elektron dengan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) sebagai radikal bebas. Penentuan kadar total fenolat menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar dan penentuan kandungan pigmen menggunakan prinsip spektofotometri pada λ 663 nm, 646 nm dan 470 nm. Hasil penelitian menunjukkan A. muscoides memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 ekstrak metanol 325,47 ppm dan ekstrak n-heksan 351,27 ppm, sedangkan kadar total fenolat pada masing-masing ekstrak 22,68 dan 46,19 (mg GAE/g ekstrak), kadar klorofil a 7,72 dan 24,93 (mg/g sampel), dan kadar karotenoid 28,52 dan 68,55 (µ mol/g sampel).   ABSTRACT : Acanthophora muscoides is one of the red seaweed that is potentially used as a natural antioxidant. This study aims to determine the antioxidant activity of methanol and n-hexane extract, and determine the total phenolic content and levels of pigments (chlorophyll and carotenoid) of fresh samples A. muscoides. Antioxidant activity measured using electron transfer method with DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) as free radicals, while the determination of total phenolic content using the Folin-Ciocalteu reagent with gallic acid as standard and determination of pigment content measured by spectrophotometer at  a wavelength of 663 nm, 646 nm and 470 nm. The result showed IC50 value of methanol extract was 325.47 ppm and n-hexane extract was 351.27 ppm which means that A. muscoides have very weak antioxidant activity. Total phenolic content in each extract were 22.68 and 46.19 (mg GAE/g extract), chlorophyll a 7.72 and 24.93 (mg/g sample) and carotenoid 28.52 and 68.55 (μ mol/g sample).
KANDUNGAN LOGAM BERAT CD PADA AIR, SEDIMEN DAN DAGING KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN TANJUNG MAS SEMARANG UTARA Purba, Christtenson; Ridlo, Ali; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.34 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6000

Abstract

Tingginya aktifitas di sepanjang daerah perairan Tanjung Mas diduga mengalirkan berbagai limbah yang dapat menimbulkan pencemaran. Salah satu bentuk pencemaran tersebut adalah buangan limbah logam berat Cd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Cd dalam air, sedimen dan daging P. viridis dan mengetahui sebaran ukuran cangkang P. viridis. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2013 di tiga wilayah perairan Tanjung Mas yaitu muara, tambak dan pelabuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Analisa logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan logam berat Cd dalam air berkisar  <0,001-0,004  mg/l, sedimen 2,382-7,121 mg/kg, dan P.viridis <0,01 mg/kg. Hasil ini berarti bahwa air dan daging P. viridis di Perairan Tanjung Mas masih sesuai dengan baku mutu KMLH No 51 2004 dan SNI 7387.2009 sedangkan pada sedimen telah tercemar ringan oleh logam berat Cd. Sebaran ukuran panjang cangkang yang paling mendominasi yaitu P. viridis dengan ukuran 37,26-47,25 mm
Pengaruh Suhu Ekstraksi Terhadap Kualitas Alginat Rumput Laut Turbinaria sp. dari Pantai Krakal, Gunung Kidul-Yogyakarta Wibowo, Arvianto; Ridlo, Ali; Sedjati, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.865 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3127

Abstract

Turbinaria sp. is a type of brown algae that produce alginate. Alginate is widely used in industry, such as for a coagulant, suspending, stabilizers, film formers, gel formation, and emulsifier. The objective of research was to know the effect of temperature exstraction toward quality of alginate such as yield, water content, ashes content, and viscosity of Turbinaria sp. Sampling of Turbinaria sp. was done in Krakal Beach Gunung Kidul, Yogyakarta. The method used was experimental method. Design experiment applied was Complete Randomized Design (CRD) with Na2CO3 7 % by different Temperature treatment from 40 ºC 50 ºC, 60 ºC, 70 ºC, and 80 ºC of concentration triplicate toward alginate quality. The results showed that the higher temperature exstraction caused higher yield, and lower water content, ashes content, and viscosity. The result showed the highest yield was obtained at temperature 80 ºC (27,96 ± 0,34 %). The lowest water content was obtained at temperature 80 ºC (15,92 ± 0,63 %). The lowest ashes content was obtained at temperature 80 ºC (23,28 ± 2,51 %). The highest viscosity content was obtained at temperature 40 ºC (26,81 ± 1,20 cPs). Treatment temperature 50 ºC produce temperature best if seen from the odor of which set standard.
Co-Authors A. Budi Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto Adi Santosa Agus Sabdono Agus Trianto Ahmad Saddam Habibi Akbar, Muhamad Rahadian Alfin Anggraeni Ali Djunaedi Ambariyanto , Ambariyanto Ambariyanto Amtoni Caesario Nainggolan Anggi Setiabudi Anisah Harahap Anita Dwi Kartika Annisa Afifah Nugroho Anthony D Arnanda Antonius Budi Susanto Arif Maa’ruf Al Ayyub Arifin, Muhammad Sholeh Arvianto Wibowo Azizah, Pramita Bahry, Muhammad Syaifudien Bambang Yulianto Bara Yanwar Hadi Nugroho, Bara Yanwar Beladini, Septi Chrisna Adhi Suryono Christtenson Purba Christtenson Purba Cornelia Widya Seprandita Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Dewi, Lutfianna Fatma Dinda Ayuniar Zanjabila Dion Ragil Saputra Dion Ragil Saputra Dodik S. Wicaksono Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Eka Mulya Eko Sasmaya Eko Sasmaya Endang Supriyantini Endang Supriyantini Erma Nurmalitasari Ervia Yudiati Faishal Islami Faishal Islami, Faishal Faiz Naida Salimah Ghofari, Miftahul Akhyar Gunawan Widi Santosa Gunawan Widi Santosa Hafida Salma Hakim, M Sabron Sukmanul Harahap, Akbar Ibnu Pratikto Ibnu Wardani Iin Putriyani Irwani Irwani Ita Widowati Ivend Umbu Jawa Ivend Umbu Jawa, Ivend Umbu Jelita Rahma Hidayati Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Juwita Lesly Senduk Khusnul Khotimah Kirana Fatika Brilianti Koesoemadji Koesoemadji Laksono, Ollivia Brylliant Langit, Novita Thea Puspita Lilik Maslukah Linggar Dirgantara Prasetyo Lutfianna Fatma Dewi Mahadika Fanindhita Sany Manggola, Alen Mardani Mardani Masri, Mohammed Sharin Haji McCauley, Erin Miftahul Akhyar Ghofari Mohamad Mirza Mohamad Mirza Muhamad Rahadian Akbar Muhamad Rahadian Akbar Muhammad Abdul Zaky Muhammad S. Bahry Muhammad Zainuddin Nada Kristiani Ginting Nadya Oktavia Nerva Sembiring Nirwani Soenardjo Novita Thea Puspita Langit Nur Arif Kurniawan Nur Indah Febriani Nur Indah Febriani Ocky Karna Radjasa Oetari Kusuma Putri Ollivia Brylliant Laksono Pramastuti, Fransisca Ria Pramita Azizah Pratiwi, Siswantar Putri, Dhiya Aflah Luswanto Rachman, Rhima Rismiyati Raden Ario Raditya Ahmad Rifandi Radityo Haris Ratna Ibrahim Refi Sekarwardhani Retno Hartati Revo Raprika Kurniawan Ribka Anindita Br Perangin-angin Rifa’i, Akhmad Rini Pramesti RINI PRAMESTI Rizky Rifatma Jezzi Rizqi Umi Arifah Roestiawan, Dwi Bagus Salma, Hafida Salsabila, Nada Santoso, Gunawan Widi Savitri, Nadiah Humairoh Mufidah Sedjati, Sri Sedjati Septi Beladini Setia Devi Kurniasih Setia Devi Kurniasih, Setia Devi Setiyorini, Alin Sri Sedjati Sri Sedjati Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sulistiana, Zalsabila Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Tri Aji Pamungkas Utomo, Wahyu Laurentius Pria Victorina Yulina Santi Wardani, Ibnu Widianingsih Widianingsih Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Wismayanti, Gita Yohanes Oktaviaris Zaenal Arifin Zahari, Abdul Kadir Mulku Zaky, Muhammad Abdul