Claim Missing Document
Check
Articles

Mikroplastik Pada Sedimen di Zona Pemukiman, Zona Perlindungan Bahari dan Zona Pemanfaatan Darat Kepulauan Karimunjawa, Jepara Revo Raprika Kurniawan; Jusup Suprijanto; Ali Ridlo
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 2 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i2.31733

Abstract

Karimunjawa merupakan salah satu kawasan Taman Nasional yang terdapat di Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan terbagi menjadi beberapa zona yang disesuaikan menurut fungsi dan peruntukkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan mikroplastik pada sedimen di zona pemukiman, zona pemanfaatan darat, dan zona perlindungan bahari Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Sampel sedimen diambil dengan menggunakan pipa di 3 lokasi yaitu Pelabuhan Perintis, Legon Lele, dan Cemara Kecil. Sampel dikeringkan kemudian dipisahkan berdasakan ukuran butir menggunakan sieve shaker. Sedimen yang terjebak dalam sieve ukuran 0,3 dan 0,1 mm direndam dalam H2O2 30% selama 24 jam selanjutnya mikroplastik dipisahkan dari sedimen dengan 100 ml ZnCl2 densitas 1,5 g/cm-3 kemudian disaring dengan menggunakan kerta Whatman No. 40. Mikroplastik diamati bentuk, warna, dan jumlah menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 100x dan diidentifikasi secara visual. Jenis mikroplastik ditentukan dengan Uji FT-IR. Hasil menunjukkan kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada lokasi Legon Lele dengan jumlah sebesar 340 partikel/kg, pada Pelabuhan Perintis sebanyak 245 partikel/kg, dan pada Cemara Kecil sebanyak 245 partikel/kg. Bentuk mikroplastik yang ditemukan yaitu fragment, film, dan fiber. Jenis mikroplastik diduga yaitu HDPE, PVC, Polypropylene (PP), Polystrene (PS), ABS, Latex, LDPE, Nitrile, dan Nylon. Karimunjawa is one of the National Park areas in Indonesia which consists of islands and is divided into zones which are adjusted according to their function and purpose. This study aims to determine the type and abundance of microplastics in sediments in residential zones, land use zones, and marine protection zones of the Karimunjawa Islands, Jepara. Sediment samples were taken using pipes in 3 locations, namely Perintis Harbor, Legon Lele, and Cemara Kecil. The sample is dried and then separated based on grain size using a sieve shaker. Sediments trapped in 0.3 and 0.1 mm sieve sizes were soaked in 30% H2O2 for 24 hours and then microplastic was separated from sediments with 100 ml of ZnCl2 density 1.5 g / cm-3 then filtered using Whatman No. kerta 40. Microplastic observed shapes, colors, and quantities using a light microscope with a magnification of 100x and identified visually. Microplastic type was determined by FT-IR Test. The results showed the highest microplastic abundance was found at the Legon Lele location with an abundance of 340 particles / kg, at the Port of Pioneer as much as 245 particles / kg, and at Cemara Kecil as much as 245 particles / kg. Microplastic forms found are fragments, films, and fibers. Microplastic types are suspected namely HDPE, PVC, Polypropylene (PP), Polystrene (PS), ABS, Latex, LDPE, Nitrile, and Nylon.
Optimalisasi Total Lipid Mikroalga Porphyridium cruentum Melalui Pembatasan Nutrien dan Fotoperiod Irwani Irwani; Ali Ridlo; Widianingsih Widianingsih
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 2 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.492 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i2.6932

Abstract

Potensi mikroalgae Indonesia untuk dikembangkan sebagai sumber biodiesel sangat besar. Hal ini didasarkan atas luas wilayah perairan Indonesia yang sangat luas dengan kharakteristik geografis dan ekosistem laut yang beragam. Mikroalgae Porphyridium cruentum memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi biodiesel.  Perlakuan komposisi nutrien fosfat dan nitrat meliputi (a) Nutrien Kontrol merupakan nutrien dengan media Conway;(b) Nutrien A (fosfat dan nitrat 75 % dari nutrien kontrol); (c) Nutrien B (fosfat dan nitrat 50 % dari nutrien kontrol) ; dan (d) Nutrien C (fosfat dan nitrat 25 % dari nutrien kontrol).  Perlakukan Fotoperiod meliputi perlakuan 4 jam terang-20 jam gelap; 8 jam terang- 16 jam gelap; 12 jam terang dan 12 jam gelap serta perlakukan 24 jam terang.  Perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Volume media kultur untuk setiap perlakuan 250 mL dengan sistem aerasi dan pencahayaan (3000 lux) yang kontinyu. Porphyridium cruentum memiliki total lipid yang tinggi pada fotoperiod  24 jam terang (43,6 %-dw) dan pada perlakuan nutrient C (PO42-) sebesar 0,033 gr mol/L dan NO3- sebesar 0,21 gr mol/L) yaitu sebesar  50,05 %-dw. Kata Kunci: Mikroalga, Porphyridium cruentum, Fotoperiod dan Nutrien.
Pertumbuhan, Rasio Konversi Pakan dan Kelulushidupan Udang Litopenaeus vannamei yang Diberi Pakan dengan Suplementasi Prebiotik FOS (Fruktooligosakarida) Ali Ridlo; Subagiyo Subagiyo
Buletin Oseanografi Marina Vol 2, No 4 (2013): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.701 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v2i4.11166

Abstract

Prebiotik fruktooligosakarida (FOS) diketahui berperan penting dalam proses digesti, absorpsi dan metabolisme nutrien dalam organisme. Suplementasi prebiotik telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan, utilisasi nutrien dan resistensi terhadap penyakit, tetapi potensi prebiotik terhadap udang belum banyak diketahui. Suplementasi FOS dalam pakan diamati pengaruhnya terhadap parameter pertumbuhan udang L. vannamei selama 12 hari. FOS disuplementasikan ke dalam pakan udang buatan (protein 38%, lemak 5%, dan serat 3%) dengan konsentrasi 0,5%; 1,0%; dan 2,0% (w/w). Efek prebiotik terhadap parameter pertumbuhan (berat dan panjang), kelulushidupan dan rasio konversi pakan diamati pada hari ke empat, ke delapan dan hari ke dua belas perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai hari ke dua belas suplementasi prebiotik FOS mampu meningkatkan pertumbuhan (berat dan panjang), tetapi tidak berpengaruh terhadap kelulus hidupan dan rasio konversi pakan. Kata kunci : Prebiotik, FOS, L. vannamei
Kajian Pencemaran Perairan Pulau Panjang, Jepara Berdasarkan Indeks Saprobik dan Komposisi Fitoplankton Endang Supriyantini; Munasik Munasik; Sri Sedjati; Sri Yulina Wulandari; Ali Ridlo; Eka Mulya
Buletin Oseanografi Marina Vol 9, No 1 (2020): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v9i1.27276

Abstract

Indeks saprobik adalah indeks yang digunakan untuk mengetahui status pencemaran suatu perairan dengan menggunakan keberadaan organisme seperti fitoplankton. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pencemaran di perairan Pulau Panjang, Jepara berdasarkan indeks saprobik dan komposisi fitoplankton. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif.Sampel fitoplankton diambil dari 12 titik sampling di sekitar perairan Pulau Panjang. Pengambilan sampel ditentukan secara purposive sampling. Sampel plankton diperoleh secara aktif menggunakan plankton net dengan mesh size 37 μm diameter 21 cm. Hasil penelitian menunjukkankomposisi fitoplankton di P. Panjang terdiri dari 32 genus, termasuk ke-dalam 4 kelas yaitu Bacillariophyceae (18 genus), Dinophyceae (12 genus), Cyanophyceae (1 genus),Chlorophyceae (1 genus). Indek keanekaragaman dan keseragamannya  termasuk dalam kriteria sedang dan tidak ada genus yang mendominasi. Nilai indeks saprobik berkisar antara 0.0 s/d 0.5, yaitu dengan tingkat pencemaran ringan (β/α- mesosaprobik) hingga sedang (α/β- mesosaprobik) oleh bahan organik.Berdasarkan hasil tersebut perairan P. Panjang, Jepara termasuk kedalam perairan yang tercemar rendah hingga sedang. A saprobic index is an index used to determine the status of pollution in waters by using the presence of organisms such as phytoplankton. The purpose of this study was to determine the level of pollution in the waters of Island Panjang, Jepara, based on the saprobic index and phytoplankton composition. The method used is descriptive explorative. Phytoplankton samples were taken from 12 sampling points around Panjang Island by a purposive sampling method. Plankton sampling was carried out using the plankton net with a mesh size of 37 μm in diameter of 21 cm. The results showed that there were 4 classes in  Panjang Island, namely Bacillariophyceae (18 genera), Dinophyceae (12 genera), Cyanophyceae (1 genus), Chlorophyceae (1 genus).  The index of diversity and uniformity are moderate and no dominant genus. The saprobic index was ranged from 0.0 to 0.5, which was light (β / α-mesosaprobic) to moderate (α / β-mesosaprobic) pollution levels of organic matter. Based on the results,  Panjang Island waters in Jepara were polluted in low to-moderate category.
Kandungan Klorofil dan Fukosantin serta Pertumbuhan Skeletonema costatum pada Pemberian Spektrum Cahaya Yang Berbeda Rizqi Umi Arifah; Sri Sedjati; Endang Supriyantini; Ali Ridlo
Buletin Oseanografi Marina Vol 8, No 1 (2019): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.166 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v8i1.19986

Abstract

Skeletonema costatum mengandung klorofil-a, klorofil-c, dan fukosantin yang menyebabkan selnya berwarna hijau kecoklatan. Klorofil dan fukosantin memiliki berbagai manfaat, salah satunya dalam bidang kesehatan sebagai anti-bakteri, anti-oksidan, anti-inflamasi, anti-obesitas, anti-diabetes. Cahaya merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan pigmen pada mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spektrum cahaya yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan, kandungan klorofil dan fukosantin S. costatum. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2018 di Laboratorium Biologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro dan pengujian laboratoris di Laboratorium BPIK Srondol, Semarang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Diatom S. costatum dikultivasi dengan tiga spektrum cahaya yang berbeda yaitu putih, biru, dan merah. Pertumbuhan sel S. costatum diamati sampai 2 x 24 jam kemudian dipanen untuk perhitungan biomassanya. Biomassa kering hasil kultivasi diekstraksi menggunakan metanol. Kadar pigmen ekstrak metanol dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan identifikasi pigmen dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cahaya putih secara signifikan meningkatkan kandungan klorofi- a S. costatum dibandingkan spektrum cahaya merah, namun tidak berbeda nyata terhadap spektrum cahaya biru. Pertumbuhan, kandungan klorofil-c dan fukosantin S. costatum pada pemberian spektrum cahaya yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan nyata. Skeletonema costatum contains chlorophyll-a, chlorophyll-c, and fucoxanthin giving to its cells. Chlorophyll and fucoxanthin have various benefits, e.g. in the medicine field as anti-bacterial, anti-oxidant, anti-inflammatory, anti-obesity, and anti-diabetes. Light is one of the environmental factor that affects the growth and pigment content of microalgae. This study aims to determine the spectrum of light that influences growth, chlorophyll content and fucoxanthin of S. costatum. This research was conducted in January-March 2018 at the Biology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University and laboratory testing at the BPIK Srondol Laboratory, Semarang. The method used was a laboratory experimental method. Diatom S. costatum was cultivated with three different spectrums of light (white, blue, and red). Growth of S. costatum cells was observed up to 2x24 hours and then harvested for biomass calculations. Dry biomass was extracted using methanol. Pigment content of The S. costatum methanol extract was analyzed using UV-Vis spectrophotometer and pigments identification using Thin Layer Chromatography (TLC). The results showed that the chlorophyll content of S. costatum under white light spectrum was significantly higher from the red light spectrum, but not significantly different from blue light spectrum. Growth, chlorophyll-c and fucoxanthin content of S. costatum didn’t show significant differences under different light spectra.
Pengaruh Pencahayaan terhadap Kandungan Pigmen Tetraselmis chuii sebagai Sumber Antioksidan Alami Nada Kristiani Ginting; Sri Sedjati; Endang Supriyantini; Ali Ridlo
Buletin Oseanografi Marina Vol 7, No 2 (2018): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.287 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v7i2.19995

Abstract

Tetraselmis chuii merupakan alga hijau yang mengandung senyawa bioaktif seperti pigmen klorofil dan karotenoid. Pigmen klorofil dapat menurunkan risiko terkena kanker dan berpotensi sebagai antioksidan. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh  terhadap kandungan pigmen adalah cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna pencahayaan terhadap biomassa, kandungan  pigmen dan aktivitas antioksidan T. chuii. Rancangan penelitian yang digunakan adalah  rancangan acak blok dengan tiga kali pengulangan. Perlakuan pencahayaan yang diberikan adalah putih, merah, dan biru. Perhitungan kepadatan dan pengukuran parameter kualitas air dilakukan setiap hari. Pemanenan dilakukan pada saat fase stasioner hari ke – 4. Kadar pigmen (klorofil a, b dan karotenoid) dilakukan secara spektrofotometri dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan sel tertinggi terdapat pada perlakuan pencahayaan putih sebesar 95.800 sel/ml. Kandungan pigmen klorofil a dan klorofil b total tertinggi terdapat pada  pencahayaan merah (48,28 dan 40,86 μg/ml), serta karotenoid total tertinggi terdapat pada pencahayaan biru (6,70 μg/ml). Perlakuan perbedaan pencahayaan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan pigmen (klorofil a, dan b). Aktivitas antioksidan ekstrak T. chuii  semua perlakuan tergolong sangat lemah ( IC50 lebih dari 200 ppm). Effect of Lighting on Pigments Content Tetraselmis chuii  a Source of Natural Antioxidants Tetraselmis chuii is a green algae which is containing bioactive compounds such as chlorophyll and carotenoid pigments. Chlorophyll may reduce the risk of cancer and potentially as an antioxidant. This research aims to know the effect of light colour  on biomass, pigment and antioxidant activity content of T. chuii. The research design used was a complete randomized design with three repetitions. The light treatments provided are white, red, and blue. Calculation of density and measurement of water quality parameters on daily basis. Harvesting is done during the stasionary phase at fourth day. Pigment levels (chlorophyll a, b and carotenoids) were performed by spectrophotometer and an antioxidant activity test was performed by DPPH (1,1-diphenyl-2-picrilhidrazil). The results showed that different colour lighting treatments had an effect (P <0.05) on pigment content (chlorophyll a, b, and carotenoid).The highest total chlorophyll content of a and chlorophyll b were found in the highest red light (48.28 and 40.86 μg/ ml) and the highest total carotenoids were in blue light (6.70 μg /ml). The highest cell desity in white lighting treatment is 95,800 cell/ml. Potential antioxidant activity of T. chuii extract for all treatments were very low (IC50 more than 200 ppm). 
Aktivitas Anti Oksidan Fikosianin Dari Spirulina Sp. Menggunakan Metode Transfer Elektron Dengan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Ali Ridlo; Sri Sedjati; Endang Supriyantini
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 2 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.356 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i2.515

Abstract

Mikroalga Spirulina sp. Memiliki kandungan fikosianin yang tinggi. Fikosianin berpotensi sebagai pewarna biru alami dan antioksidan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan fikosianin dari ekstrak Spirulina sp.dengan metode transfer elektron dengan DPPH (1,1-diphenyl picrilhydrazil). Spirulinasp. Diekstraksi dengan akuades dan buffer fosfat pH 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fikosianin Spirulina sp. Yang diekstraksi dengan pelarut aquadest adalah 45,16±1,13 mg/g dw dan 60,51±0,11mg/g dw yang diekstraksi dengan pelarut buffer fosfat pH 7. Aktivitas antioksi dan fikosianin yang diekstraksi dengan aquades lebih tinggi (IC 50 = 110,80 ppm) dibandingkan fikosianin yang diekstraksi dengan buffer fosfat pH 7 (IC 50 =186,76 ppm). Keduanya termasuk dalam kategori antioksidan yang lemah.Kata kunci : Spirulina sp., Fikosianin, Aktivitas Antioksidan, IC50 Microalga Spirulina sp. has a high content of phycocyanin. Phycocyanin has potential as a natural blue colorant and antioxidants. The aim ofthis study wasdetermine the antioxidant activity of phycocianin extracted from Spirulina sp by electron transfer method with DPPH (1,1-diphenyl picrilhydrazil). Spirulina sp was extracted by aquadest and phosphat buffer pH 7. The results showed that content of phycocyanin of Spirulina sp. extracted with aquadest was 45.16±1.13 mg/g dw and 60.51±0.11 mg/g dw that extracted with phosphate buffer pH 7. Antioxidant activityof phycocianin extracted with aquadest was higher (IC50=110,80 ppm) than phycocianin extracted with phosphate buffer pH7(IC50=186.76ppm). Both are included in the weak antioxidants category.Keywords : Spirulina sp., Phycocyanin, Antioxidant Activity, IC50
Pemanfaatan Chitosan Dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) sebagai Adsorben Logam Timbal (Pb) Endang Supriyantini; Bambang Yulianto; Ali Ridlo; Sri Sedjati; Amtoni Caesario Nainggolan
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.261 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2399

Abstract

Chitosan is able to be one solution to reducing the pollution of heavy metals in waters, as capable of binding of heavy metal ions by utilizing the amine and hydroxyl groups on chitosan. This research aims to know the adsorption ability of chitosan against heavy metals lead (Pb). Chitosan is made from the waste of a small crab attaching shells were taken from the village of Betahwalang, Demak. The method used is the method with the demineralisasi using 1 N HCl for 1 hour, deproteinasi with 3.5% NaOH for 1 h, and deasetilasi using NaOH 50% for 2 hours. FTIR analysis of the results showed the degree of Deasetilasi Chitosan of 80.30% with 36.84% yield. Solution of Pb of Pb (CH3COO)2 at a concentration of 10 mg/L is used as pollutants, and the concentration of chitosan used in adsorption process i.e. 1, 2, 4, and 8%. Stirring on the process of adsorption using a magnetic stirrer with a speed of 200 rpm for 30 minutes. The metal content of Pb in the chitosan is then analyzed using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometric). The results showed that chitosan obtained from shell small crab attaching has the potential as a bioadsorben metals Pb, the concentration of chitosan 1, 2, 4, 8% & each have an absorbance of 8.31; 35.62; 45.24 & 57.74%.Kitosan mampu menjadi salah satu solusi mengurangi pencemaran logam berat di perairan, karena mampu mengikat ion-ion logam berat dengan memanfaatkan gugus hidroksil dan amina yang terdapat pada chitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi chitosan terhadap logam berat Timbal (Pb). Chitosan dibuat dari limbah cangkang rajungan yang diambil dari desa Betahwalang, Demak. Metode yang digunakan adalah metode kimia dengan demineralisasi menggunakan HCl 1 N selama 1 jam, deproteinasi dengan NaOH 3,5 % selama 1 jam, dan deasetilasi menggunakan NaOH 50 % selama 2 jam. Hasil analisis FTIR menunjukkan Derajat Deasetilasi kitosan sebesar 80,30 % dengan rendemen 36,84 %. Larutan Pb dari Pb(CH3COO)2 pada konsentrasi 10 mg/L digunakan sebagai polutan, dan konsentrasi chitosan yang digunakan pada proses adsorpsi yaitu 1, 2, 4, dan 8 %. Pengadukan pada proses adsorpsi menggunakan magnetic stirrer dengan kecepatan 200 rpm selama 30 menit. Kandungan logam Pb yang ada di dalam chitosan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometric). Hasil penelitian menunjukkan bahwa chitosan yang didapatkan dari cangkang rajungan mempunyai potensi sebagai bioadsorben logam Pb, konsentrasi chitosan 1, 2, 4, & 8 % masing-masing memiliki daya serap sebesar 8,31; 35,62 ; 45,24 & 57,74 %.
Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Senyawa Fenolik Makroalga Coklat Sargassum sp. Sri Sedjati; Suryono Suryono; Adi Santosa; Endang Supriyantini; Ali Ridlo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.632 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1737

Abstract

Present research was to evaluated the antioxidant activities of extracts from macroalga Sargassum sp.  In this study, seven filtrates from maceration (methanol pa and technical grade, ethanol pa and techinal grade, methanol technical grade 50%,  infused hot water, boiled water) were analyzed for total phenolic compound (TPC) and for antioxidant activities (DPPH method).  The results revealed that the water filtrates possessed more TPC and antioxidant antivity than alcoholic filtrates, and the highest was water filtrate from boiled Sargassum sp. (TPC =1,36±0,01 mgGAE/g  dry weight; % inhibtion DPPH = 81,35±0,42 %). The high positive correlation between TPC and antioxidant activity (r = 0.99 ) suggested that phenolic compound  were the mayor antioxidant components.  The effect of TPC (dependent variable) on DPPH radical inhibition (independent variable) with regression formula y = 55,39 x + 5,18.  Penelitian ini mengevaluasi potensial aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum sp.  Pada kajian ini, 7 filtrat hasil maserasi (metanol pa dan teknis, etanol pa dan teknis, metanol teknis 50%, perendaman air panas/hot infused, dan perebusan dengan air) dianalisis kandungan total fenoliknya (TPC) dan aktivitas antioksidannya (metoda DPPH).  Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa filtrat air memiliki kandungan TPC dan antioksidan yang relatif lebih tinggi dibanding filtrat alkohol dan yang tertinggi adalah filtrat hasil perebusan Sargassum sp. (TPC =1,36±0,01 mgGAE/g  berat  kering;  inhibisi DPPH = 81,35±0,42 %),  Korelasi positif yang tinggi antara TPC dan aktivitas antioksidan (r = 0.99) menunjukkan bahwa  kandungan senyawa fenolik merupakan komponen utama yang menghasilkan  aktivitas  antioksidan.  Pengaruh  TPC (variabel bebas)  terhadap inhibisi radikal DPPH (variabel terikat)  sesuai dengan persamaan regresi  y = 55,39 x + 5,18.  
Kandungan Pigmen, Total Fenolik Dan Aktivitas Antioksidan Sargassum sp. Sri Sedjati; Endang Supriyantini; Ali Ridlo; Nirwani Soenardjo; Victorina Yulina Santi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 2 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.309 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i2.3329

Abstract

Pigmen content, total phenolic compound and antioxidant activity Sargassum sp.   Sargassum sp. contains secondary metabolites which potentially act as natural source of antioxidant. The purpose of this study was to determine bioactive contents (pigments, total phenolic compounds), and antioxidant activities of Sargassum sp. The method of this research is descriptive-explorative.  Sample was extracted with methanol, while pigments extraction with aseton 80%.  Chlorophyll a, b and carotenoids were carried out with spectrophotometer method. The total phenolic compounds were analyzed by spectrophotometer method using Follin-Ciocalteu reagent, and antioxidant activities were measured using DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhidrazyl) method. The result of this research showed that methanol extract of Sargassum sp. had the presence of chlorophyll a 2.84 mg/g, chlorophyll b 1.15 mg/g, and carotenoids 2.63 μmol/g sample. The total phenolic compounds of methanol extract were 57.97 mg GAE/g sample. Methanol extract of Sargassum sp. was showing a strong antioxidant activity that could be seen in IC50 value (69,27 ppm) in less than 100 ppm concentration. Sargassum sp. mengandung beberapa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji komponen bioaktif (pigmen, total fenolik) dan aktivitas antioksidan dari rumput laut Sargassum sp. Metoda penelitian ini adalah diskriptif eksploratif.  Sampel Sargassum sp. basah diekstraksi dengan cara maserasi dengan pelarut  metanol, sedangkan ekstraksi pigmen menggunakan aseton 80%. Penentuan kadar pigmen (klorofil a, b, karotenoid ), total fenolik dan aktivitas antioksidan berdasarkan metode spektrofotometri. Total fenolik diukur berdasarkan uji Follin-Ciocalteu, dan   aktivitas antioksidan  berdasarkan uji DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhidrazyl). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak metanol Sargassum sp.  mengandung pigmen klorofil a sebesar 2,84 mg/g, klorofil b sebesar 1,15 mg/g, dan karotenoid sebesar 2,63 μmol/g. Kadar total fenolik ekstrak metanol adalah 57,97 mgGAE/g, sementara aktivitas antioksidannya  (IC50) sebesar 69,27 ppm.  Berdasarkan nilai IC50nya, ekstrak metanol Sargassum sp berpotensi sebagai antioksidan kuat (kurang dari 100 ppm).
Co-Authors A. Budi Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto Adi Santosa Agus Sabdono Agus Trianto Ahmad Saddam Habibi Akbar, Muhamad Rahadian Alfin Anggraeni Ali Djunaedi Ambariyanto , Ambariyanto Ambariyanto Amtoni Caesario Nainggolan Anggi Setiabudi Anisah Harahap Anita Dwi Kartika Annisa Afifah Nugroho Anthony D Arnanda Antonius Budi Susanto Arif Maa’ruf Al Ayyub Arifin, Muhammad Sholeh Arvianto Wibowo Azizah, Pramita Bahry, Muhammad Syaifudien Bambang Yulianto Bara Yanwar Hadi Nugroho, Bara Yanwar Beladini, Septi Chrisna Adhi Suryono Christtenson Purba Christtenson Purba Cornelia Widya Seprandita Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Dewi, Lutfianna Fatma Dinda Ayuniar Zanjabila Dion Ragil Saputra Dion Ragil Saputra Dodik S. Wicaksono Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Eka Mulya Eko Sasmaya Eko Sasmaya Endang Supriyantini Endang Supriyantini Erma Nurmalitasari Ervia Yudiati Faishal Islami Faishal Islami, Faishal Faiz Naida Salimah Ghofari, Miftahul Akhyar Gunawan Widi Santosa Gunawan Widi Santosa Hafida Salma Hakim, M Sabron Sukmanul Harahap, Akbar Ibnu Pratikto Ibnu Wardani Iin Putriyani Irwani Irwani Ita Widowati Ivend Umbu Jawa Ivend Umbu Jawa, Ivend Umbu Jelita Rahma Hidayati Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Juwita Lesly Senduk Khusnul Khotimah Kirana Fatika Brilianti Koesoemadji Koesoemadji Laksono, Ollivia Brylliant Langit, Novita Thea Puspita Lilik Maslukah Linggar Dirgantara Prasetyo Lutfianna Fatma Dewi Mahadika Fanindhita Sany Manggola, Alen Mardani Mardani Masri, Mohammed Sharin Haji McCauley, Erin Miftahul Akhyar Ghofari Mohamad Mirza Mohamad Mirza Muhamad Rahadian Akbar Muhamad Rahadian Akbar Muhammad Abdul Zaky Muhammad S. Bahry Muhammad Zainuddin Nada Kristiani Ginting Nadya Oktavia Nerva Sembiring Nirwani Soenardjo Novita Thea Puspita Langit Nur Arif Kurniawan Nur Indah Febriani Nur Indah Febriani Ocky Karna Radjasa Oetari Kusuma Putri Ollivia Brylliant Laksono Pramastuti, Fransisca Ria Pramita Azizah Pratiwi, Siswantar Putri, Dhiya Aflah Luswanto Rachman, Rhima Rismiyati Raden Ario Raditya Ahmad Rifandi Radityo Haris Ratna Ibrahim Refi Sekarwardhani Retno Hartati Revo Raprika Kurniawan Ribka Anindita Br Perangin-angin Rifa’i, Akhmad Rini Pramesti RINI PRAMESTI Rizky Rifatma Jezzi Rizqi Umi Arifah Roestiawan, Dwi Bagus Salma, Hafida Salsabila, Nada Santoso, Gunawan Widi Savitri, Nadiah Humairoh Mufidah Sedjati, Sri Sedjati Septi Beladini Setia Devi Kurniasih Setia Devi Kurniasih, Setia Devi Setiyorini, Alin Sri Sedjati Sri Sedjati Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sulistiana, Zalsabila Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Tri Aji Pamungkas Utomo, Wahyu Laurentius Pria Victorina Yulina Santi Wardani, Ibnu Widianingsih Widianingsih Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Wismayanti, Gita Yohanes Oktaviaris Zaenal Arifin Zahari, Abdul Kadir Mulku Zaky, Muhammad Abdul