Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIOKSI DAN RUMPUT LAUT Acanthophora muscoides (Linnaeus) Bory DARI PANTAI KRAKAL GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA Rini Pramesti; Ali Ridlo; Wilis Ari Setyati; Muhammad Zainuddin; Muhamad Rahadian Akbar
Jurnal DISPROTEK Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v8i1.485

Abstract

ABSTRACT Acanthophora muscoides is one of the red seaweed that is potentially used as a natural antioxidant. This study aims to determine the antioxidant activity of methanol and n-hexane extract, and determine the total phenolic content and levels of pigments (chlorophyll and carotenoid) of fresh samples A. muscoides. Antioxidant activity measured using electron transfer method with DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) as free radicals, while the determination of total phenolic content using the Folin-Ciocalteu reagent with gallic acid as standard and determination of pigment content measured by spectrophotometer at a wavelength of 663 nm, 646 nm and 470 nm. The result showed IC50 value of methanol extract was 325.47 ppm and n-hexane extract was 351.27 ppm which means that A. muscoides have very weak antioxidant activity. Total phenolic content in each extract were 22.68 and 46.19 (mg GAE/g extract), chlorophyll a 7.72 and 24.93 (mg/g sample) and carotenoid 28.52 and 68.55 (μ mol/g sample). Keywords: Acanthophora muscoides, antioxidant, free, radical ABSTRAK Acanthophora muscoides merupakan salah satu jenis rumput laut merah dan mempunyai senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan n-heksan, kadar total fenolat serta kadar pigmen (klorofil a & karotenoid) dari sampel segar A. muscoides. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan menggunakan metode transfer elektron dengan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) sebagai radikal bebas. Penentuan kadar total fenolat menggunakan pelarut Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar dan penentuan kandungan pigmen menggunakan prinsip spektofotometri pada λ 663 nm, 646 nm dan 470 nm. Hasil penelitian menunjukkan A. muscoides memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 ekstrak metanol 325,47 ppm dan ekstrak n-heksan 351,27 ppm sedangkan kadar total fenolat pada masing-masing ekstrak 22,68 dan 46,19 (mg GAE/g ekstrak), kadar klorofil a 7,72 dan 24,93 (mg/g sampel), dan kadar karotenoid 28,52 dan 68,55 (µ mol/g sampel). Kata Kunci : Acanthophora muscoides, Antioksidan, Radikal Bebas
Aktivitas Penangkapan Radikal Bebas DPPH dan Daya Reduksi Ekstrak Gracilaria verrucosa Anggi Setiabudi; Delianis Pringgenies; Ali Ridlo
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 4 N0. 2 September 2020: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.042 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v4i2.5761

Abstract

Gracilaria verrucosa adalah salah satu jenis rumput laut merah yang memiliki kandungan bioaktif untuk antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang terkandung di dalam Gracilaria verrucosa dengan menggunakan dua metode berbeda, yaitu penangkapan radikal bebas DPPH dan daya reduksi dengan menggunakan tiga pelarut berbeda (n – heksan, etil asetat dan metanol), mengetahui nilai total fenolat dan pigmen (klorofil a, klorofil b dan karotenoid). Penentuan total fenolat menggunakan asam galat sebagai standar dengan Folin – Ciocalteu sebagai pelarutnya. Penentuan pigmen klorofil a, klorofil b dan karotenoid dilakukan dengan spektrofotometri UV – VIS dengan Panjang gelombang 646 nm, 663 nm dan 470 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Gracilaria verrucosa memiliki aktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 ekstrak etil asetat 1.274 ppm, ekstrak n – heksan 1.304 ppm dan ekstrak metanol 1.381 ppm sedangkan aktivitas antioksidan dengan daya reduksi menunjukkan nilai antioksidan ekstrak etil asetat 15,13 mgAAE/gr sampel; ekstrak n – heksan 8,50 mgAAE/gr sampel dan ekstrak metanol 5,85 mgAAE/gr sampel.
Karakteristik Biofilm Komposit CMC- Gliserol-Alginat dari Sargassum sp pada Perlakuan dengan Kalsium Klorida Ali Ridlo; Sri Sedjati; Endang Supriyantini; Oetari Kusuma Putri
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 2 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i2.13773

Abstract

Bioplastics are plastics made from renewable raw materials such as polysaccharides, proteins and lipids. One of the alternative sources of bioplastic raw materials is hydrocolloid from seaweed, which is abundantly available in Indonesia, so that this hydrocolloid-based bioplastic is very prospective to be developed, and can increase the added value of seaweed. The physical and mechanical properties of alginate bioplastics can be improved by combining them with other materials into biocomposite materials that have superior properties and meet specifications. This study aims to determine the effect of calcium chloride (CaCl2) on the physical and mechanical properties of the CMC-Glycerol-Alginate composite bioplastic from Sargassum sp. Bioplastics were made by mixing 0.5 g of alginate flour, added CMC (1.5 g), and 100 ml of distilled water, then stirred with a magnetic stirrer for 10 minutes at 90oC. After that, the temperature was lowered to 40oC and 5 ml of glycerol was added and then homogenized again for 15 minutes. The mixture was filtered and then poured into a glass mold and the surface was leveled using a stainless steel cylinder, then dried in an oven at 80oC for 12 hours. After that the bioplastic is released from the glass plate. In the soaking method, the bioplastic sheets were immersed in a 2% CaCl¬2 solution for 5 minutes, then dried and stored in a desiccator. In the mixing method, 1 gram of CaCl¬2 was put directly into the alginate-CMC-glycerol mixture and homogenized with a magnetic stirrer at 90oC for 15 minutes, then printed on a glass plate, then dried at 100oC for 12 hours. CaCl2 treatment by mixing and soaking decreased elongation, tensile strength, biodegradability and transparency, but increased water resistance and thickness of the alginate-CMC-glycerol composite bioplastic, and changed the surface properties of the bioplastic to be rougher. No new functional groups were formed due to the interaction between alginate, CMC, glycerol, distilled water and CaCl2.  Bioplastik adalah plastik yang dibuat dari bahan baku terbarukan seperti polisakarida, protein dan lipida. Salah satu alternatif sumber bahan baku bioplastik adalah hidrokoloid dari rumput laut yang tersedia melimpah di Indonesia, sehingga bioplastik berbahan hidrokoloid ini sangat prospektif untuk dikembangkan, serta dapat meningkatkan nilai tambah rumput laut.Sifat fisik dan mekanik bioplastik alginat dapat ditingkatkan dengan cara dikombinasi dengan bahan lain menjadi material biokomposit yang memiliki sifat unggul dan memenuhi spesifikasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kalsium klorida (CaCl2) terhadap sifat fisik dan mekanik bioplastik komposit CMC- Gliserol-Alginat dari Sargassum sp.Bioplastik dibuat mdengan mencampurkan tepung alginat sebanyak 0,5 g ditambahkan CMC ( 1,5 g), dan akuades 100 ml, lalu diaduk dengan magnetic stirrer selama 10 menit pada suhu 90oC. Setelah itu, suhu diturunkan sampai 40oC dan ditambahkan gliserol 5 ml lalu dihomogenkan lagi selama 15 menit. Campuran disaring lalu dituang dalam cetakan kaca dan diratakan permukaannya menggunakan silinder stainless steel, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 80oC selama 12 jam. Setelah itu bioplastik dilepaskan dari pelat kaca. Pada metoda soaking lembaran bioplastik direndam dalam larutan CaCl­2 2% selama 5 menit, lalu dikeringkan dan disimpan dalam desikator. Pada metoda mixing, CaCl­2 sebanyak 1 gram dimasukkan langsung ke dalam campuran alginat-CMC-gliserol dan dihomogenkan dengan magnetic stirrer pada suhu 90oC selama 15 menit, lalu dicetak dalam pelat kaca, lalu dikeringkan pada suhu 100oC selama 12 jam. Perlakuan CaCl2 dengan cara mixing dan soaking menurunkan elongasi, kuat tarik, biodegradabilitas dan transparansi, tetapi meningkatkan ketahanan air dan ketebalan bioplastik komposit alginat-CMC-gliserol, serta mengubah sifat permukaan bioplastik menjadi lebih kasar. Tidak terdapat gugus fungsi baru yang terbentuk akibat interaksi antara alginat, CMC, gliserol, akuades dan CaCl2.
PAJAK DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM MENURUT ABU YUSUF Ali Ridlo
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskriptifkan bagaimana pajak dalam perspektif ekonomi Islam dan perpajakan di Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan studi kepustakaan, dengan metode analisis deskriptif. Kebijakan perpajakan yang paling popular di Indonesia salah satunya adalah tax amnesty. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pajak dan menarik investor untuk menanamkan modalnya di indoensia. Abu Yusuf menyarankan system proportional tax (muqasamah) dibandingkan system fixed tax (misahah). Selain itu, Abu Yusuf juga menolak system qabalah. Karena kedua system fixed tax (misahah) dan system qabalah bertentangan dengan prinsip keadilan. Abu Yusuf juga menyarakan agar ada institusi khusus yang amanah, dan jujur yang ditugaskan untuk mengawasi pejabat pajak agar bekerja dengan baik, dan memberi hukuman apabila terbukti bersalah Kata kunci: Pajak, Ekonomi Islam, Abu Yusuf
DAMPAK COVID-19 TERHADAP UMKM DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN IDE UNTUK MENGHIDUPKAN KEMBALI EKONOMI Ali Ridlo
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absract This paper was created with the aim of evaluating the profound impact of Covid-19 on micro, small and medium enterprises (MSMEs) as well as to illustrate certain effective ideas for reviving the economy. The type of research used by researchers in this study is to use a qualitative descriptive method approach. The time interval for the research study is from January 2020 to November 2020. This research is limited to the Special Region of Yogyakarta. The results of this study are the impact of the Covid-19 pandemic on MSME businesses operating in the Special Region of Yogyakarta, namely the availability of limited raw materials, the price of the main raw materials has increased, production capacity has decreased, business marketing has decreased, sales partners have decided to stop purchasing products, labor laid off, export demand declined, had loans, and had problems repaying loans. Mitigation measures taken by the government to revitalize the economy are government policies on raw materials and marketing of MSMEs. The best innovative ideas to help the MSME industry recover faster include (1) raw materials, namely looking for alternative raw material suppliers, looking for alternative raw materials, looking for alternative raw material suppliers. (2) The production process is making product innovations. (3) marketing, namely looking for alternative marketing partners, optimizing digital marketing. (4) workforce, namely facilitating personal protective equipment so that employees continue to work. Keywords:  Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), Innovation, Industry, Mitigating Measures
Sifat Fisik dan Mekanik Bioplastik Komposit dari Alginat dan Karagenan Khusnul Khotimah; Ali Ridlo; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i3.33865

Abstract

Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton setiap tahunnya dan 3,2 juta ton diantaranya dibuang ke laut, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menciptakan plastik yang ramah lingkungan (bioplastik). Alginat dan karagenan merupakan polisakarida yang dihasilkan dari rumput laut yang berpotensi sebagai bahan pembuat bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karagenan terhadap karakteristik bioplastik komposit alginat-karagenan dengan pemlastis gliserol. Alginat diperoleh dari ekstraksi Sargassum sp. dan karagenan diperoleh dari ekstraksi Kappaphycus sp. yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Bioplastik dibuat dengan cara mencampurkan 1 gram alginat dan berbagai konsentrasi karagenan (1,5; 2,0; 2,5; 3,0; 3,5 gram) dalam 100 ml akuades yang diaduk dengan magnetic stirer selama 30 menit pada suhu 90oC. Gliserol sebanyak 10 ml ditambahkan ke dalam campuran dan dihomogenkan kembali selama 15 menit. Bioplastik dicetak dengan pelat kaca dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama 18 jam, kemudian dilepaskan dari cetakan dan dicelupkan ke dalam larutan CaCl2 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi karagenan berpengaruh (p<0,05) terhadap sifat mekanik (kuat tarik dan elongasi) dan sifat fisik (ketebalan, keburaman dan biodegradabilitas), tetapi tidak berpengaruh (p>0,05) pada ketahanan air bioplastik. Konsentrasi karagenan terbaik bioplastik komposit alginat-karagenan adalah 1,5 gram karena memiliki sifat fisik dan mekanik yang telah memenuhi Japanese Industrial Standard dan SNI 7188.7:2016 kecuali pada ketahanan airnya. Plastic waste in Indonesia reaches 64 million tons annually and 3.2 million tons of them are dumped into the sea, so research is needed to create environmentally friendly plastics (bioplastics). Alginate and carrageenan are polysaccharides produced from seaweed that have the potential to be used as bioplastics. This study aims to determine the effect of carrageenan on the bioplastic characteristics of alginate-carrageenan composites with glycerol as a plasticizer. Alginate obtained from the extraction of Sargassum sp. and carrageenan obtained from the extraction of Kappaphycus sp. from Jepara, Central Java. Bioplastics were made by mixing 1 gram of alginate and various concentrations of carrageenan (1.5; 2.0; 2.5; 3.0; 3.5 grams) in 100 ml of distilled water which was stirred with a magnetic stirrer for 30 minutes at 90oC. 10 ml of glycerol was added to the mixture and homogenized again for 15 minutes. The bioplastic was molded on a glass plate and dried in an oven at 50oC for 18 hours, then removed from the mold and immersed in a 2% CaCl2 solution. The results showed that carrageenan concentration had an effect (p<0.05) on mechanical properties (tensile strength and elongation) and physical properties (thickness, opacity and biodegradability), but had no effect (p>0.05) on water resistance of bioplastics. The best carrageenan concentration of alginate-carrageenan composite bioplastic is 1.5 grams because it has physical and mechanical properties that meet the Japanese Industrial Standard and SNI 7188.7:2016 except for its water resistance.
Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. terhadap Variasi Dosis Media Walne Anisah Harahap; Rini Pramesti; Ali Ridlo
Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i3.34265

Abstract

Gacilaria sp. merupakan sumber agar yang sangat laku di pasaran baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk memenuhi permintaan pasar maka stok bibit harus terpenuhi salah satunya dengan menggunakan metode vegetatif. Nutrien merupakan salah satu faktor penting dalam proses metode ini. Jika media tumbuh tidak mencukupi kebutuhan perlu dilakukan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis media Walne pada pertumbuhan Gracilaria sp. dan mengetahui dosis optimal sebagai sumber nutrien. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan 1 kontrol dan 3 ulangan, antara lain perlakuan A (kontrol), B (0,5 ml/L), C (1 ml/L), D (2 ml/L), E (4 ml/L) dan F (8 ml/L). Parameter yang diamati adalah berat eksplan, jumlah tunas, panjang tunas, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kualitas air media. Data dianalisis menggunakan analisis One-Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey dan Games-Howell. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berat, jumlah tunas dan panjang tunas terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Rata-rata pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada perlakuan E (4 ml/L) yaitu 0,07 ± 0,01 g/hari dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada perlakuan E (4 ml/L) 2,24 %/hari. Hal ini diduga nutrien bekerja secara optimal. Hasil pengamatan pH (4 – 7,92), salinitas (23 – 32 ppt) dan suhu (27 – 31 oC). Dosis 4 ml/L merupakan konsentrasi optimal karena pada dosis ini Gracilaria sp. berpengaruh secara signifikan.    Gacilaria sp. is a source of agar which is very salable in the market both domestically and abroad. To meet market demand, the stock of seeds must be met, one of them by using the vegetative method. Nutrients are one of the important factors in the process of this method. If the growing media is not sufficient, fertilization needs to be done. This study aims to determine the effect of variations in the dose of Walne media on the growth of Gracilaria sp. and knowing the optimal dose as a source of nutrients. The method used is a laboratory experimental method with Completely Randomized Design (CRD) using 5 treatments 1 control and 3 replications, including treatment A (control), B (0,5 ml/L), C (1 ml/L), D (2 ml/L), E (4 ml/L) and F (8 ml/L). Parameters observed were explant weight, number of shoots, shoot length, absolute weight growth, specific growth rate and water quality of the media. Data were analyzed using One-Way ANOVA analysis followed by Tukey and Games-Howell tests. The results showed that there were significant differences in the average weight, number of shoots and shoot length (p < 0,05). The highest average absolute weight growth was in treatment E (4 ml/L) which was 0,07 ± 0,01 g/day and the highest specific growth rate was in treatment E (4 ml/L) 2,24%/day. It is suspected that nutrients work optimally. The results were observed for pH (4 – 7,92), salinity (23 – 32 ppt) and temperature (27 – 31 oC). The dose of 4 ml/L is the optimal concentration because at this dose Gracilaria sp. significant effect.
Sewa Menyewa Dalam Perspektif Ekonomi Islam Ali Ridlo
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.62.2924

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe how leasing in the perspective of Islamic economics. The research method used is qualitative research with a literature study approach. This research is limited and carried out from January 2021 to November 2021.The results showed that the pelungguh rental in Padukuhan Seneng, Siraman Village, Wonosari District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region Province was carried out by the head of the hamlet as the recipient of the pelungguh who rented out (Mu'jir) and the community as tenants (Mus'ta'jir). While the governor's Regulation number 34 of 2017 concerning the utilization of Village Land, the lease is carried out by the Village Government, the proceeds of which are given to the Village Government and Village Apparatus receiving the pelungguh. Economically, there is income obtained from the rent for the Village Government and Village Apparatus who receive Pelungguh. Meanwhile, according to Imam Syafi'i, renting is the same as buying and selling. The item being rented must be his. Although the pelungguh does not belong to the village apparatus, based on the Governor's Regulation Number 34 of 2017, the leasing of the pelungguh is allowed, and the one who rents it is the Village Government. The rental of pelunguh by the head of the hamlet is a problem that occurs in the Village Government.  Keywords: Rent, Tenants, Renters, Pelungguh, Islamic economics
Kelimpahan Mikroplastik pada berbagai ukuran Kerang Hijau (Perna viridis) dan Kerang Darah (Anadara granosa) yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara, Jawa Tengah Refi Sekarwardhani; Subagiyo Subagiyo; Ali Ridlo
Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i4.32209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelimpahan mikroplastik pada kerang hijau dan kerang darah meliputi jumlah, bentuk, warna serta hubungan ukuran cangkang kerang terhadap jumlah mikroplastik pada kerang yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara. Sampel diambil pada tanggal 6 Februari 2021. Pada penelitian ini dilakukan pemisahan jaringan lunak kerang dengan cangkangnya, 2 – 7 gram jaringan lunak kerang dilarutkan dalam 100 ml KOH 10% dan didiamkan selama 24 jam (untuk menghancurkan bahan organik). Selanjutnya larutan ZnCl2 30% sebanyak 10 ml ditambahkan pada jaringan lunak dan didiamkan selama 24 jam untuk memisahkan natan dan supernatan, kemudian di saring dengan kertas whatman no 42 menggunakan vacum pump dan diamati menggunakan mikroskop pada perbesaran 100X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kerang darah dan kerang hijau telah terkontaminasi mikroplastik. Kerang darah dan kerang hijau yang berasal dari TPI Kedungmalang ditemukan mikroplastik masing-masing sebanyak 11,2 partikel/ind dan 7,6 partikel/ind sedangkan di TPI Bungo ditemukan mikroplastik masing-masing sebanyak 3,8 partikel/ind dan 13,9 partikel/ind. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kerang darah dan kerang hijau yang didaratkan di TPI Bungo, Demak dan TPI Kedungmalang, Jepara  pada waktu penelitian sudah terkontaminasi mikroplastik dan terdapat perbedaan kelimpahan mikroplastik pada ukuran cangkang yeng berbeda.  This study aims to examine the microplastics abundance in shellfish including the number, shape, color and the relationship between shell size and the amount of microplastic in green mussels and blood clams landed at TPI Bungo, Demak and TPI Kedungmalang, Jepara. Clams sampling was carried out on February 6, 2021. In this study, the shells were separated, then 100 ml of 10% KOH solution was added and allowed to stand for 24 hours (to destroy organic matter), then added 30% ZnCl2 solution as much as 10 ml and allowed to stand for 24 hours to separate the natant and supernatant, then filtered with whatman paper no 42 using a vacuum pump and observed using a microscope. The results showed that all samples of blood mussel and green mussels were contaminated with microplastics. Blood mussel and green mussels from TPI Kedungmalang found 11.2 particles/ind and 7.6 particles/ind respectively, while at Bungo TPI found microplastics with 3.8 particles/ind and 13.9 particles respectively. Based on the results of the study, it can be concluded that blood mussel and green mussels landed at Bungo TPI, Demak and Kedungmalang TPI, Jepara at the time of the study were contaminated with microplastics and there were differences in the abundance of microplastics at different shell sizes.
Pengembangan Dan Karakterisasi Bioplastik Karagenan-Alginat-Gliserol Dengan Perlakuan Kalsium Klorida Ali Ridlo; Sri Sedjati; Endang Supriyantini; Dinda Ayuniar Zanjabila
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 1 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i1.48020

Abstract

Material biopolimer tunggal seperti alginat dan karagenan tidak memiliki sifat fisiko-kimia dan mekanik yang mencukupi untuk digunakan sebagai produk spesifik seperti bioplastik, sehingga diperlukan kombinasi agar diperoleh hidrogel yang lebih kuat dan tahan air. Ion Ca2+ berperan sebagai crosslinker polimer bermuatan negative (alginat dan karagenan) serta meningkatkan struktur jaringan, sifat reologi dan hidrofobisitasnya, dengan cara berikatan silang dengan gugus karboksil alginat daan gugus sulfat karagenaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dalam larutan CaCl2 terhadap karakteristik (ketebalan, keburaman, ketahanan air, biodegradabilitas, kuat tarik dan elongasi) bioplastik alginat-karagenan-gliserol. Alginat diperoleh dari ekstraksi Sargassum sp., sedangkan karagenan diperoleh dari ekstraksi rumput laut K. alvarezii yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Bioplastik dibuat dengan cara mencampur 1,5 g karagenan dan 0,5 g alginat dalam 146 mL akuades pada suhu 90℃ selama 45 menit, lalu ditambahkan gliserol 2 mL  pada suhu 70℃ dan dihomogenkan selama 15 menit, kemudian dicetak pada cetakan gelas dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50℃ selama 18 jam. Setelah itu bioplastik dilepas dari cetakannya dan direndam dalam larutan CaCl2 (1%; 2%; 3% dan 4%) selama 5 menit lalu dikeringkan pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan CaCl2 meningkatkan secara signifikan (p < 0,05) kuat tarik, ketahanan air, dan opacity dan menurunkan ketebalan, elongasi, dan biodegradabilitas bioplastik alginat-karagenan-gliserol. Ketebalan dan kuat tarik bioplastik alginat-karagenan-gliserol yang dihasilkan telah memenuhi Japanese Industrial Standard.Single biopolymer materials such as alginate and carrageenan do not have sufficient physico-chemical and mechanical properties to be used as specific products such as bioplastics, so a combination is needed to obtain stronger and water-resistant hydrogels. The Ca2+ ion acts as a crosslinker for negatively charged polymers (alginate and carrageenan) and improves the network structure, rheological properties and hydrophobicity, by cross-linking with the carboxyl group of alginate and the sulfate group of carrageenan. This study aims to determine the effect of immersion in CaCl2 solution on the characteristics (thickness, opacity, water resistance, biodegradability, tensile strength and elongation at break) of alginate-carrageenan-glycerol bioplastic. Alginate was obtained from the extraction of Sargassum sp., while carrageenan was obtained from the extraction of K. alvarezii seaweed from Jepara, Central Java. Bioplastics were made by mixing 1.5 g of carrageenan and 0.5 g of alginate in 146 mL of distilled water at 90℃ for 45 minutes, then adding 2 mL of glycerol at 70℃ and homogenized for 15 minutes, then molded on a glass mold and dried in the oven at 50℃ for 18 hours. after that, the bioplastic was removed from the mold and immersed in a solution of CaCl2 (1%; 2%; 3% and 4%) for 5 minutes and then dried at room temperature. The results showed that immersion in CaCl2 solution significantly increased (p < 0.05) tensile strength, water resistance, and opacity and decreased thickness, elongation, and biodegradability of alginate-carrageenan-glycerol bioplastics. The thickness and tensile strength of the alginate-carrageenan-glycerol bioplastic produced complies with the Japanese Industrial Standard.
Co-Authors A. Budi Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto Adi Santosa Agus Sabdono Agus Trianto Ahmad Saddam Habibi Akbar, Muhamad Rahadian Alfin Anggraeni Ali Djunaedi Ambariyanto , Ambariyanto Ambariyanto Amtoni Caesario Nainggolan Anggi Setiabudi Anisah Harahap Anita Dwi Kartika Annisa Afifah Nugroho Anthony D Arnanda Antonius Budi Susanto Arif Maa’ruf Al Ayyub Arifin, Muhammad Sholeh Arvianto Wibowo Azizah, Pramita Bahry, Muhammad Syaifudien Bambang Yulianto Bara Yanwar Hadi Nugroho, Bara Yanwar Beladini, Septi Chrisna Adhi Suryono Christtenson Purba Christtenson Purba Cornelia Widya Seprandita Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Dewi, Lutfianna Fatma Dinda Ayuniar Zanjabila Dion Ragil Saputra Dion Ragil Saputra Dodik S. Wicaksono Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Eka Mulya Eko Sasmaya Eko Sasmaya Endang Supriyantini Endang Supriyantini Erma Nurmalitasari Ervia Yudiati Faishal Islami Faishal Islami, Faishal Faiz Naida Salimah Ghofari, Miftahul Akhyar Gunawan Widi Santosa Gunawan Widi Santosa Hafida Salma Hakim, M Sabron Sukmanul Harahap, Akbar Ibnu Pratikto Ibnu Wardani Iin Putriyani Irwani Irwani Ita Widowati Ivend Umbu Jawa Ivend Umbu Jawa, Ivend Umbu Jelita Rahma Hidayati Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Juwita Lesly Senduk Khusnul Khotimah Kirana Fatika Brilianti Koesoemadji Koesoemadji Laksono, Ollivia Brylliant Langit, Novita Thea Puspita Lilik Maslukah Linggar Dirgantara Prasetyo Lutfianna Fatma Dewi Mahadika Fanindhita Sany Manggola, Alen Mardani Mardani Masri, Mohammed Sharin Haji McCauley, Erin Miftahul Akhyar Ghofari Mohamad Mirza Mohamad Mirza Muhamad Rahadian Akbar Muhamad Rahadian Akbar Muhammad Abdul Zaky Muhammad S. Bahry Muhammad Zainuddin Nada Kristiani Ginting Nadya Oktavia Nerva Sembiring Nirwani Soenardjo Novita Thea Puspita Langit Nur Arif Kurniawan Nur Indah Febriani Nur Indah Febriani Ocky Karna Radjasa Oetari Kusuma Putri Ollivia Brylliant Laksono Pramastuti, Fransisca Ria Pramita Azizah Pratiwi, Siswantar Putri, Dhiya Aflah Luswanto Rachman, Rhima Rismiyati Raden Ario Raditya Ahmad Rifandi Radityo Haris Ratna Ibrahim Refi Sekarwardhani Retno Hartati Revo Raprika Kurniawan Ribka Anindita Br Perangin-angin Rifa’i, Akhmad Rini Pramesti RINI PRAMESTI Rizky Rifatma Jezzi Rizqi Umi Arifah Roestiawan, Dwi Bagus Salma, Hafida Salsabila, Nada Santoso, Gunawan Widi Savitri, Nadiah Humairoh Mufidah Sedjati, Sri Sedjati Septi Beladini Setia Devi Kurniasih Setia Devi Kurniasih, Setia Devi Setiyorini, Alin Sri Sedjati Sri Sedjati Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sulistiana, Zalsabila Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Tri Aji Pamungkas Utomo, Wahyu Laurentius Pria Victorina Yulina Santi Wardani, Ibnu Widianingsih Widianingsih Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Wismayanti, Gita Yohanes Oktaviaris Zaenal Arifin Zahari, Abdul Kadir Mulku Zaky, Muhammad Abdul