Claim Missing Document
Check
Articles

Sifat Mekanik dan Ketebalan Bioplastik dari Kappaphycus alvarezii Menggunakan Variasi Konsentrasi Amilum dengan Pemlastis Gliserol Kirana Fatika Brilianti; Ali Ridlo; Sri Sedjati
Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i1.34169

Abstract

Plastik merupakan bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi mencemari lingkungan karena plastik tidak dapat diuraikan oleh lingkungan. Penelitian mengenai bioplastik diperlukan untuk bahan alternatif plastik yang mudah terurai. Karagenan dan amilum merupakan polisakarida yang berpotensi sebagai bahan pembuatan bioplastik. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan perbedaan karakteristik (ketebalan, kuat tarik dan elongasi) bioplastik berbahan dasar karagenan dan gliserol terhadap pertambahan konsentrasi amilum. Metode penelitian yang digunakan yaitu Eksperimental Laboratorium. Karagenan diperoleh dari ektraksi K. alvarezii yang berasal dari perairan Jepara, Jawa Tengah. Bioplastik dibuat dengan gelatinasi amilum (1; 2; 3; dan 4 g) dalam 50 ml akuades pada suhu 90ºC selama 15 menit dalam erlenmeyer menggunakan Hot Plate Stirrer. Gliserol 20% ditambahkan dan dihomogenkan selama 5 menit. Suhu diturunkan hingga 70ºC, selanjutnya karagenan 1 g dan akuades ditambahkan hingga volume 150 ml dihomogenkan selama 45 menit. Bioplastik dicetak dan dikeringkan di oven selama 18 jam pada suhu 50ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik bioplastik κ-karagenan dengan penambahan amilum yaitu memiliki kuat tarik 6,42-11,47 MPa, nilai elongasi 7,03-21,88% dan ketebalan 0,13-0,25 mm. Elongasi konsentrasi amilum 1 g telah memenuhi standar SNI. Parameter yang sesuai dengan standar Japanese Industrial Standard yaitu parameter kuat tarik dan ketebalan.   Plastic is a material that is widely used in everyday life, but it pollutes the environment because plastic cannot be decomposed by the environment. Research on bioplastics needs to get alternative materials for plastics that are easily biodegradable. Carrageenan and starch are polysaccharides that have the potential as materials for making bioplastics. This study aimed to determine differences in characteristics (thickness, tensile strength, and elongation) of bioplastics based on carrageenan and glycerol because of increased starch concentration. The research method used is Experimental Laboratory. Carrageenan from the extraction of K. alvarezii from the waters of Jepara, Central Java. Bioplastics were prepared by gelatinization starch (1; 2; 3; and 4 g) in 50 ml of distilled water at 90ºC for 15 minutes in an Erlenmeyer using a Hot Plate Stirrer. Glycerol 20% was added and homogenized for 5 minutes. Lower the temperature to 70ºC, then add 1 g of carrageenan and distilled water until the volume is 150 ml, after that homogenize it for 45 minutes. The bioplastics were molded and dried in the oven for 18 hours at 50ºC. The results showed that the characteristics of κ-carrageenan bioplastic with the addition of starch had a tensile strength of 6.42-11.47 MPa, an elongation value of 7.03-21.88% and a thickness of 0.13-0.25 mm. The elongation of starch concentration of 1 g is in accordance with the SNI standard. Parameters that comply with the Japanese Industrial Standard are the tensile strength and thickness parameters.
Karakteristik Bioplastik Berbahan Karagenan-Alginat-Gliserol dengan Penambahan BaCl2 sebagai Crosslinker Dinda Ayuniar Zanjabila; Ali Ridlo; Endang Supriyantini
Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i1.35245

Abstract

Bioplastik adalah plastik berbahan dasar polimer organik alami (biopolimer), dapat digunakan seperti plastik pada umumnya akan tetapi lebih mudah diuraikan. Penelitian mengenai bioplastik diperlukan untuk mendapatkan plastik yang ramah lingkungan. Karagenan dan alginat adalah polisakarida dari rumput laut yang berpotensi sebagai bahan bioplastik. Resistensi bioplastik karagenan-alginat-gliserol terhadap air dapat ditingkatkan dengan proses crosslink menggunakan logam divalen. Kation divalen akan bereaksi dengan asam guluronat alginat membentuk interaksi yang kuat (egg-box). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan crosslinker BaCl2 terhadap karakteristik (ketebalan, ketahanan air, dan biodegradabilitas) bioplastik karagenan-alginat-gliserol. Karagenan diperoleh dari ekstraksi Kappaphycus alvarezii dan alginat diperoleh dari ekstraksi Sargassum sp yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Bioplastik dibuat dengan 1,5 g karagenan dan 0,5 g alginat yang dicampur dalam 146 mL akuades pada suhu 90ºC selama 45 menit. Gliserol sebanyak 2 mL ditambahkan pada suhu 70ºC selama 15 menit, kemudian dicetak dan dikeringkan dalam oven bersuhu 50ºC selama 18 jam. Bioplastik direndam pada larutan BaCl2 (1%; 2%; 3% dan 4%) selama 5 menit dan dikeringkan pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi crosslinker berpengaruh (p<0,05) terhadap ketebalan, ketahanan air dan biodegradabilitas bioplastik. Peningkatan konsentrasi crosslinker meningkatkan ketahanan air dan biodegradabilitas, namun menurunkan ketebalan. Bioplastik terbaik pada penelitian ini adalah bioplastik dengan perendaman BaCl2 4% karena memenuhi standar ketebalan (0,008 cm), mendekati standar ketahanan air (52,25%) dan biodegradabilitas (25,68%).  Bioplastics are plastics based on natural organic polymers (biopolymers) and are easier to decompose. Research on bioplastics is needed to obtain environmentally friendly plastics. Carrageenan and alginate are polysaccharides from seaweed that have the potential to be bioplastic materials. The resistance of carrageenan-alginate-glycerol bioplastics to water can be improved by a crosslinking process using divalent metals. Divalent cations will react with alginic guluronic acid forming a strong interaction (egg-box). This study aims to determine the effect of the addition of BaCl2 crosslinkers on the characteristics (thickness, water resistance, and biodegradability) of carrageenan-alginate-glycerol bioplastics. Carrageenan was obtained from the extraction of K. alvarezii and alginate was obtained from the extraction of Sargassum sp from Jepara, Central Java. Bioplastics were prepared with 1.5 g of carrageenan and 0.5 g of alginate mixed in 146 mL of aqueous at 90ºC for 45 min. 2 mL of glycerol 2 mL is added at 70ºC for 15 minutes, then molded and dried in a 50ºC oven for 18 hours. Bioplastics were soaked in BaCl2 solution (1%; 2%; 3% and 4%) for 5 minutes and dried at room temperature. The results showed that crosslinker concentrations had an effect (p<0.05) on the thickness, water resistance, and biodegradability of bioplastics. Increased crosslinker concentration increases water resistance and biodegradability, but decreases thickness. The best bioplastics in this study were bioplastics with 4% BaCl2 immersion because they met thickness standards (0.008 cm), close to water resistance standards (52.25%), and biodegradability standards (25.68%). 
Pewarna Alami Limbah Mangrove Dengan Fiksasi Air Kelapa, Asam Jawa Dan Tawas Alfin Anggraeni; Delianis Pringgenies; Ali Ridlo
Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i3.36450

Abstract

Mangrove termasuk tumbuhan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, memiliki adaptasi terhadap kadar garam yang cukup tinggi, dan selalu tergenang air. Manfaat mangrove salah satunya digunakan sebagai pewarna alami pada kain. Penerapan pewarna alami dapat mengurangi adanya dampak pencemaran yang disebabkan oleh pewarna sintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan luntur kain terhadap pencucian sabun, kelunturan, perbedaan warna, dan warna yang dihasilkan pada kain dari hasil pengujian beda warna kain sebelum dan sesudah pencucian sabun, pada pewarna limbah propagul dan akar mangrove dengan fiksasi air kelapa, asam jawa dan tawas. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Juli 2022. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen, yang terdiri dari ekstraksi zat warna alam mangrove, pencelupan dan fiksasi, serta pengujian kualitas kain yang  terdiri dari uji tahan luntur warna kain terhadap pencucian sabun, pengujian beda warna kain sebelum dan sesudah dilakukannya pencucian sabun, perhitungan perbedaan warna (ΔE) dan analisis warna dengan color analysis, ibisPaint X dan colorimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tahan luntur pada propagul tergolong baik (4) dan akar tergolong cukup baik (3,9), nilai beda warna kain sebelum dan sesudah pencucian sabun pada akar lebih tinggi daripada propagul, perbedaan warna paling rendah, yaitu air kelapa, dan rata-rata warna propagul lebih gelap dibandingkan akar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, fiksasi yang baik yaitu air kelapa, karena memiliki tingkat kelunturan paling rendah. Mangroves are plants that are affected by tides, have adaptations to high levels of salt, and are always inundated with water. The benefit of one of the mangroves is used as a natural dye on cloth. The application of natural dyes can reduce the impact of pollution caused by the synthesis of dyes. This study aims to determine the resistance of the fabric to washing, fading, color difference, and the color produced on the fabric from the color difference testing before and washing soap, on dyes of propagule waste and mangrove roots with fixation of coconut water, tamarind and alum. The study was conducted in June – July 2022. The method used is the experimental method, which consists of extracting natural mangrove dyes, dyeing and fixation, as well as testing the quality of the fabric which consists of testing the fastness of the fabric to washing soap, testing the color difference before and before execution of washing, calculation of differences (ΔE) and color analysis with color analysis, ibisPaint X and colorimeter. The results showed that the fastness of propagule was good (4) and the roots were quite good (3.9), the difference in the value of the fabric before and washing soap on the roots was higher than that of propagules, the lowest color difference was coconut water, and the average color of the propagules is darker than the roots. Based on the research conducted, a good fixation is coconut water, because it has the lowest level of fastness.
Keberadaan mikroplastik pada kerang darah (Anadara granosa) dari TPI Tambak Lorok, Semarang Arifin, Muhammad Sholeh; Suprijanto, Jusup; Ridlo, Ali
Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i3.36448

Abstract

Keberadaan mikroplastik diperairan dapat terakumulasi dalam tubuh biota melalui insang dan rantai makanan. Kerang darah termasuk organisme sesil yang hidup bergantung pada ketersediaan zooplankton, fitoplankton dan material organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mikroplastik pada kerang darah (Anadara granosa) di TPI Tambak Lorok, Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sampel kerang darah diambil dari hasil tangkapan nelayan TPI Tambak Lorok pada bulan Oktober 2021 dan Januari 2022. Sampel dibedakan dengan perlakuan pencucian dan tanpa pencucian. Sampel didestruksi menggunakan KOH 10% sebanyak 3:1 berat sampel selama 24 jam, apabila terdapat sisa bahan organik maka ditambahkan H2O2 30% sebanyak 5 ml selama 24 jam. Sampel disaring menggunakan filter paper dengan bantuan vacuum pump. Hasil penelitian menunjukan adanya mikroplastik pada kerang darah dari TPI Tambak Lorok, Semarang. Berdasarkan hasil identifikasi visual menggunakan mikroskop binokuler, bentuk mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, film, fragment dan pellet. Proses pencucian mengakibatkan penurunan mikroplastik sebesar 18% (42,8 partikel/individu) pada bulan Oktober 2021 dan 16% (20,8 partikel/individu) pada bulan Januari 2022. Hasil kelimpahan mikroplastik pada sampel tanpa pencucian dan dengan pencucian secara berturut – turut pada bulan Oktober 2021 sebesar 134,2 dan 91,4 partikel/individu dan Januari 2022 sebesar 72,6 dan 51,8 partikel/individu. The presence of microplastics in the waters can accumulate in the body's biota through the gills and the food chain. Blood clams are sessile organisms that live depending on the availability of zooplankton, phytoplankton and organic matter. This study aims to determine microplastics in blood clams (Anadara granosa) at TPI Tambak Lorok, Semarang. The research method used is descriptive qualitative. Samples of blood clams were taken from the catches of TPI Tambak Lorok fishermen in October 2021 and January 2022. The samples were different with washing and non-washing treatment. Samples were destructed using 10% KOH as much as 3:1 sample weight for 24 hours, if there was residual organic matter then 30% H2O2 was added as much as 5 ml for 24 hours. The sample is filtered using filter paper with the help of a vacuum pump. The results showed the presence of microplastics in blood clams from TPI Tambak Lorok, Semarang. Based on visual acquisition using a binocular microscope, the forms of microplastics found were fiber, film, fragments and pellets. The washing process resulted in a reduction of microplastics by 18% (42.8 particles/individual) in October 2021 and 16% (20.8 particles/individual) in January 2022. The results of microplastic retention in samples without washing and with washing respectively in October 2021 it was 134.2 and 91.4 particles/individual and January 2022 it was 72.6 and 51.8 particles/individual.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asosiasi Daun Cymodocea serrulata di Perairan Pulau Panjang, Jepara Setiyorini, Alin; Pringgenies, Delianis; Ridlo, Ali
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.38169

Abstract

Lamun merupakan jenis tumbuhan berbunga yang mampu hidup terendam di laut dan memiliki banyak manfaat. Lamun memiliki banyak peran penting bagi ekossitem laut salah satu contohnya adalah sebagai sediment trap dan juga pemfiksasi CO2. Lamun juga memiliki fungsi penting lain bagi biota yang hidup di ekosistem lamun, mulai dari tempat berlindung dari predator, spawning dan feeding ground. Spesies Cymodocea sp. merupakan salah satu genus lamun yang dapat ditemukan di Pulau Panjang, Jepara. Lamun memiliki organisme asosiasi, salah satunya bakteri asosiasi yang memegang peranan penting secara biologi dan ekologis antar interaksi tumbuhan lamun dengan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies lamun yang digunakan dan mengetahui adanya bakteri asosiasi pada daun lamun tersebut. spesies lamun diidentifikasi secara morfologi sesuai buku panduan identifikasi LIPI. Bakteri asosiasi lamun diisolasi dari daun lamun dengan menggunakan metode pengenceran berseri. Isolat bakteri tersebut dikarakterisasi secara morfologi untuk mendapatkan isolat bakteri dengan ciri morfologi yang berbeda. Lamun dan bakteri asosiasi dapat menghasilkan senyawa bioaktif yang mirip antara keduanya sehingga dapat dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi dan farmasi laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies lamun yang digunakan adalah jenis Cymodocea serrulata. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 7 isolat bakteri asosiasi daun lamun yang berhasil diisolasi dan memiliki karakteristik morfologi yang berbeda. Keberadaan bakteri asosiasi pada daun lamun ini memberikan informasi tentang terjadinya hubungan interaksi antara bakteri dan tumbuhan lamun.   Seagrass is a type of flowering plant that can live submerged in the sea and has many benefits. Seagrass has many important roles for marine ecosystems, one example is as a sediment trap and also a CO2 fixer. Seagrasses also have other important functions for biota that live in seagrass ecosystems, starting from shelter from predators, spawning and feeding ground. Species Cymodocea sp. is one of the seagrass genera that can be found on Panjang Island, Jepara. Seagrass has associated organisms, one of which is associated bacteria which play an important role biologically and ecologically in the interaction between seagrass plants and their environment. This study aims to determine the species of seagrass used and to determine the presence of associated bacteria in the seagrass leaves. Seagrass species were identified morphologically according to the LIPI identification guide. Seagrass-associated bacteria were isolated from seagrass leaves using serial dilution method. The bacterial isolates were characterized morphologically to obtain bacterial isolates with different morphological characteristics. Seagrasses and associated bacteria can produce bioactive compounds that are similar between the two so that they can be used in marine biotechnology and pharmaceuticals. The results showed that the seagrass species used was Cymodocea serrulata. The results also showed that there were 7 bacterial isolates associated with seagrass leaves which had different morphological characteristics. The presence of associated bacteria on seagrass leaves provides information about the occurrence of an interaction relationship between bacteria and seagrass plants.
Communication and Genealogical System of Mosque Imam: a Study in East Lombok and North Lombok, Indonesia Hakim, M Sabron Sukmanul; Manggola, Alen; Ridlo, Ali; Rifa’i, Akhmad; Masri, Mohammed Sharin Haji
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 8, No 1 (2023): Analisa: Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v8i1.1838

Abstract

Genealogy as a system is generally used to preserve a tradition, culture, thought, science, or power. However, in the Raudhatul Muttaqin Mosque, Kotaraja East Lombok and Al-Bayani Mosque, Gondang, North Lombok, this system is actually used to determine the imam, which in Islam and the government there are no rules regarding the obligatory prayer imam from certain descendants. The purpose of the research is to identify how the descendants of Sheikh H. L. Abdurrahman and Amiq Sahabuddin communicate with the community in implementing the genealogical system of mosque imam in Kotaraja and Gondang. The research method used is a qualitative type of a case study and data were collected through observation, documentation, and interviews with the generations of Shaykh H. L. Abdurrahman and Amiq Sahabuddin as mosque imam, community leaders, and villagers. The study concluded that the main actors of persuasion to the community are the descendants of the imam who are supported by the power of the message, media, argumentation, psychological appeal, credibility, and legitimacy of the community. The persuasion process of the descendants of the imam displays convincing expressions and contains various values, both religious, customary, social, and educational values, so that the community can accept it well.
Analisis Penyelesaian Perkara Koneksitas Dalam Perspektif Pidana Umum Dan Pidana Militer Ridlo, Ali; Pratiwi, Siswantar; Mardani, Mardani
Pagaruyuang Law Journal volume 8 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/plj.v8i1.5701

Abstract

Perkara koneksitas yang dilakukan secara bersama – sama antara Prajurit TNI dengan Warga Sipil yang telah melakukan tindak pidana korupsi dari uang Tabungan Wajib Angkatan Darat, berdasarkan hasil penyidikan dan penuntutan Tim Tetap yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bersama antara Menteri Pertahanan, Jaksa Agung RI dan Panglima TNI. Perubahan kelembagaan  Menhankam Pangab menjadi Menteri Pertahanan dan Panglima TNI serta Menteri Kehakiman yang saat ini tidak ada dan Kewenangan ada di Mahkamah Agung dalam penentuan Perkara Koneksitas serta kewenangan penyidik yang ada di beberapa Kementerian dan Lembaga berpengaruh dalam penyelesaian perkara koneksitas. Dalam penelitian tesis ini permasalahan dirumuskan sebagai berikut: Pertama,  bagaimana mengetahui tolak ukur penentuan kompentensi absolut  penyelesaian perkara koneksitas dalam lingkup peradilan umum dan  peradilan militer? Kedua, Bagaimana kepastian hukum pelaksanaan penetapan tim tetap penyidik terhadap perkara koneksitas?. Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan studi kasus (case study). Sumber dan jenis data penelitian adalah data sekunder. Penyelesaian perkara koneksitas perlu dilakukan terobosan pembaharuan hukum dan kerja sama antar lembaga aparat penegak hukum. Perkara Koneksitas ini diselesaikan dengan persidangan di Peradilan Militer, karena melihat Subyek hukum dan titik berat kerugian yang ditimbulkan terhadap kepentingan militer. Penentuan titik berat kerugian dilaksanakan penelitian secara bersama antara Jaksa dan Oditur Militer. Kedepan untuk menyelesaikan Perkara Koneksitas, perlu dilakukan kerja sama antar aparat penegak hukum yang mempunyai kewenangan sesuai peraturan perundang-undangan.
Jual Beli Tanah Yang Masih Dalam PPJB Perspektif Ekonomi Syariah Ridlo, Ali
Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2024): Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/ulumuddin.v14i1.2348

Abstract

This research aims to describe the practice of buying and selling land carried out by sellers to other parties, even though the land was previously the object of sale and purchase with previous parties in the PPJB. The research methodology employed is qualitative research with a case study approach. The findings of this research indicate that land sale and purchase transactions (mutsman) conducted by the seller (al-ba'i) with buyers (al-Musytari) still within the PPJB with other parties constitute a form of buying and selling that does not align with the pillars and conditions of transactions in Sharia economics. The object of sale and purchase (mutsman) that is resold by the seller (al-ba'i) must be owned outright, or if not owned, permission must be obtained from the rightful owner. The resale of goods (mutsman) previously purchased by another individual is prohibited for the seller (al-ba'i) to the buyer (al-Musytari). Consequently, the sale and purchase are deemed invalid.
Strategy of Analysis of Handling Human Smuggling In The Malacca Strait By Armada 1 Roestiawan, Dwi Bagus; Ridlo, Ali; Zahari, Abdul Kadir Mulku
International Journal of Social and Management Studies Vol. 5 No. 4 (2024): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v5i4.436

Abstract

Human smuggling is a form of transnational crime involving individuals or groups to facilitate the movement of illegal immigrants across national borders, either in an organized or unorganized manner. Immigrants who are often victims of armed conflict or war use land and sea routes to seek protection in their destination countries. The Strait of Malacca as one of the most important international shipping lanes in the world is an area that is vulnerable to being used as a route for human smuggling. Koarmada I has a strategic role in maintaining the security of the Strait of Malacca, especially in combating human smuggling. The strategies used include deploying troops at sea, coordinated patrols with neighbouring countries, and Indonesian Navy diplomacy. Obstacles in implementing this strategy include the very large operational area, limited intelligence information, and the absence of special standard operating procedures for handling illegal immigrants at sea. This study uses a qualitative methodology with the Nvivo application with the aim of analysing the strategy for handling human smuggling in the Strait of Malacca implemented by Koarmada I. The results of the study are expected to provide relevant recommendations for the development of more effective strategies in efforts to maintain national security. This approach is also expected to improve cooperation between the Indonesian Navy and relevant stakeholders to face the challenges of human smuggling in the Malacca Strait region.
Preparasi dan Karakterisasi Bioplastik dari Limbah Ekstraksi Karagenan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty ex P. C. Silva, 1966 dengan Pemlastis Gliserol Ridlo, Ali; Sabdono, Agus; Subagiyo, Subagiyo; Ario, Raden; Pratikto, Ibnu; Hartati, Retno
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i3.24061

Abstract

The carrageenan production process from Kappaphycus alvarezii seaweed produces solid waste of 60%-70% w/w, primarily composed of cellulose, which can be used for bioplastic films. This research aims to determine the effect of glycerol plasticizer addition on the characteristics of K. alvarezii waste-based bioplastics. Bioplastics were made by mixing 50 g of wet waste with 90 mL of distilled water, homogenized at 70°C for 30 minutes. Glycerol (0%, 1%, 2%, 3%, 4%) was added, with water to a total volume of 150 mL, and homogenized again for 30 minutes. The solution was poured into a polypropylene mold and dried at 60°C for 24 hours. Results showed glycerol increased transparency and elongation but reduced tensile strength and water resistance. The addition of 1% glycerol produced bioplastics with the best characteristics, meeting Japanese Industrial Standards. FTIR and SEM showed similar bioplastic properties across treatments. This research indicates that K. alvarezii carrageenan extraction waste is promising for packaging material and bioplastic production.  Proses produksi karagenan dari rumput laut Kappaphycus alvarezii menghasilkan limbah padat sebesar 60%-70% w/w, terutama terdiri dari selulosa yang dapat digunakan untuk film bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan plastisizer gliserol terhadap karakteristik bioplastik limbah K. alvarezii. Bioplastik dibuat dengan mencampurkan 50 g limbah basah dengan 90 mL akuades, dihomogenkan pada suhu 70°C selama 30 menit. Gliserol (0%, 1%, 2%, 3%, 4%) ditambahkan hingga volume 150 mL, dihomogenkan kembali selama 30 menit. Larutan dituang dalam cetakan polipropilena dan dikeringkan pada suhu 60°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan gliserol meningkatkan transparansi dan elongasi, tetapi mengurangi kuat tarik dan ketahanan air. Penambahan 1% gliserol menghasilkan bioplastik dengan karakteristik terbaik, memenuhi Japanese Industrial Standard. FTIR dan SEM menunjukkan sifat bioplastik yang serupa pada semua perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah ekstraksi karagenan K. alvarezii menjanjikan sebagai bahan kemasan dan produksi bioplastik.
Co-Authors A. Budi Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto Adi Santosa Agus Sabdono Agus Trianto Agustin, Nurul Ahmad Saddam Habibi Ainul Fithriyah Akbar, Muhamad Rahadian Alfin Anggraeni Ali Djunaedi Ambariyanto , Ambariyanto Ambariyanto Amtoni Caesario Nainggolan Anggi Setiabudi Anisah Harahap Anita Dwi Kartika Annisa Afifah Nugroho Anthony D Arnanda Antonius Budi Susanto Arahmad, Yulianto Puguh Arif Maa’ruf Al Ayyub Arifah, Dewi Arifin, Muhammad Sholeh Arvianto Wibowo Azhar, Nuril Azizah, Pramita Bahry, Muhammad Syaifudien Bambang Yulianto Bara Yanwar Hadi Nugroho, Bara Yanwar Beladini, Septi Chrisna Adhi Suryono Christtenson Purba Christtenson Purba Clara Vania Cornelia Widya Seprandita Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Dewi Kartika Sari Dewi, Lutfianna Fatma Dinda Ayuniar Zanjabila Dion Ragil Saputra Dion Ragil Saputra Dodik S. Wicaksono Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Efendi, Muhammad Luthfi Eka Mulya Eko Sasmaya Eko Sasmaya Endang Supriyantini Endang Supriyantini Erma Nurmalitasari Ervia Yudiati Esayani Rosadi Faishal Islami Faishal Islami, Faishal Faiz Naida Salimah Ghofari, Miftahul Akhyar Gunawan Widi Santosa Gunawan Widi Santosa Gunawan Widi Santoso Hafida Salma Hakim, M Sabron Sukmanul Harahap, Akbar Ibnu Pratikto Ibnu Wardani Iin Putriyani Irwani Irwani Ita Widowati Ivend Umbu Jawa Ivend Umbu Jawa, Ivend Umbu Jelita Rahma Hidayati Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Juwita Lesly Senduk Khusnul Khotimah Kirana Fatika Brilianti Koesoemadji Koesoemadji Laksono, Ollivia Brylliant Langit, Novita Thea Puspita Lilik Maslukah Linggar Dirgantara Prasetyo Luluk Abdatur Rosyidah Hanum Lutfianna Fatma Dewi Mahadika Fanindhita Sany Manggola, Alen Mardani Mardani Masri, Mohammed Sharin Haji McCauley, Erin Miftahul Akhyar Ghofari Mohamad Mirza Mohamad Mirza Muhamad Rahadian Akbar Muhamad Rahadian Akbar Muhammad Abdul Zaky Muhammad S. Bahry Muhammad Zainuddin Nada Kristiani Ginting Nada Salsabila Nadiah Humairoh Mufidah Savitri Nadya Oktavia Nerva Sembiring Nirwani Soenardjo Novita Thea Puspita Langit Nur Arif Kurniawan Nur Indah Febriani Nur Indah Febriani Nurul Agustin Ocky Karna Radjasa Oetari Kusuma Putri Ollivia Brylliant Laksono Pramastuti, Fransisca Ria Pramita Azizah Pratiwi, Siswantar Putri, Dhiya Aflah Luswanto Rachman, Rhima Rismiyati Raden Ario Raditya Ahmad Rifandi Radityo Haris Rahmadika, Reza Ratna Ibrahim Refi Sekarwardhani Retno Hartati Revo Raprika Kurniawan Rhima Rismiyati Rachman Ribka Anindita Br Perangin-angin Rifa’i, Akhmad Rini Pramesti RINI PRAMESTI Rizky Rifatma Jezzi Rizqi Umi Arifah Roestiawan, Dwi Bagus Salma, Hafida Salsabila, Nada Santoso, Gunawan Widi Savitri, Nadiah Humairoh Mufidah Sedjati, Sri Sedjati Septi Beladini Setia Devi Kurniasih Setia Devi Kurniasih, Setia Devi Setiyorini, Alin Sri Sedjati Sri Sedjati Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sulistiana, Zalsabila Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Syafaatul Laili Syamsu Dluha Tri Aji Pamungkas Utomo, Wahyu Laurentius Pria Victorina Yulina Santi Wahyu Laurentius Pria Utomo Wardani, Ibnu Widianingsih Widianingsih Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Wismayanti, Gita Yohanes Oktaviaris Zaenal Arifin Zahari, Abdul Kadir Mulku Zaky, Muhammad Abdul Zalsabila Sulistiana