Claim Missing Document
Check
Articles

Jenis Pelarut Metanol Dan N-Heksana Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Gelidium sp. Dari Pantai Drini Gunungkidul – Yogyakarta Wahyu Bagio Leksono; Rini Pramesti; Gunawan Widi Santosa; Wilis Ari Setyati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.447 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2236

Abstract

Gelidium sp. the one of red seaweed which has potential as naturalantioxidant. The researh was to know the activity of methanol extract, n-hexane Gelidium sp., and determined totalphenolic compound of pigments (chlorophyll a and carotenoid). Decriptiveexplorative method was used in this research and it was taken from Drini Beach, Gunungkidul, Yogyakarta. Maseration to this sample was done by methanol as solvent, evaporated by rotary evaporator and partitied by n-hexane solvent with separatoryfunnel. Antioxidant activity was determined by transfer electron method using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) as free radicals. Totalphenolic compound being tested using Folin-Ciocalteu solution with gallic acid as standard and measured at a wavelength of 725 nm, while the chlorophylls were spectrophotometry method and measured at a wavelength of 663 nm and 646 nm as well as carotenoidswere measured at a wavelength of 470 nm. The results showed that IC50 value of methanol extract was 340,10 ppm and n-hexane was 66,25 ppm. IC50 value of methanol extract was categorized as very weak in antioxidant activity, while n-heksan extract was categorized as strong. Total phenolic content in each extract were 46,55 and 135,62 (mg GAE/g extract), chlorophyll a 8,47 and 10,88 (mg/g extract sample) and carotenoids 50,38 and 84,27 (μmol/g extract sample).  Gelidium sp. merupakan salah satu rumput laut merah yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan n-heksan Gelidium sp. (segar), menentukan kadar total fenolat dan pigmen (klorofil a dan karotenoid). Metode deskriptif eksploratif digunakan dalam penelitian ini dan diperoleh diambil dari Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta dibersihkan dengan air tawar, dimaserasi dengan pelarut metanol, diuapkan dengan rotary evaporator dan dipartisi dengan pelarut n-heksan menggunakan corong pemisah (separatory funnel). Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode transfer elektron menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) sebagai radikal bebas. Kadar total fenolat diuji dengan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai larutan standar dan diukur pada panjang gelombang 725 nm. Kadar klorofil a diukur dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 663 nm dan 646 nm sedangkan kadar karotenoid diukur pada panjang gelombang 470 nm. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak metanol sebesar 340,10 ppm dan ekstrak n-heksan 66,25 ppm. Nilai IC50ekstrak metanol termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah sedangkan n-heksana termasuk kategori kuat. Kadar total fenolat pada masing-masing ekstrak 46,55 dan 135,62 (mg GAE/g ekstrak), kadar klorofil a sebesar 8,47 dan 10,88 (mg/g sampel) dan kadar karotenoid sebesar 50,38 dan 84,27 (µ mol/g sampel).Kata kunci: Gelidium sp., Antioksidan, DPPH
Kontaminasi Arsen, Merkuri dan Magnesium pada Air Laut Sedimen dan Anadara inaequivalvis (Mollusca: Bivalvia, Bruguiera, 1792) di Perairan Brebes, Indonesia Chrisna Adhi Suryono; Sugeng Widada; Baskoro Rochaddi; Subagiyo Subagiyo; Wilis Ari Setyati; Endang Sri Susilo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 2 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.698 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i2.3850

Abstract

Contamination of Arsen, Mercury and Magnesium in the Seawater, Sedimen and Anadara inaequivalvis (Mollusca: Bivalvia, Bruguiera, 1792) in Brebes, Indonesia Brebes coastal areas have been developed into industrial areas and human settlement.  It has been causing effect on coastal environmental.  Heavy metal is one of many source of pollution in coastal environmental.  In order to assess As, Hg and Mg contaminant on the Brebes coast, Central Java, samples of marine water, sediment and Anadara inaequivalvis specimens were collected for analyzed by Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometer (ICPMS).  The result showed that the heavy metal As, Hg and Mg were found in the sea water, sediment, and in the tissue of A. inaequivalvis.  The concentration of Mg was the highest compared to As and Hg in all samples.  Meanwhile As and Hg had the lowest concentration.  We concluded that Brebes coastal areas has been contaminated by heavy metals.  The bio-ability of bivalves to accumulate heavy metals depends on many factors such as geochemical and biological factors. Pesisir Brebes telah berkembang menjadi daerah industri dan tempat tinggal.  Hal tersebut tentunya akan memberi dampak pada lingkungan pesisir.  Logam berat perupakan salah satu penyebap pencemaran di lingkungan pesisir.  Untuk mengetahui kontaminasi As, Hg dan Mg di pesisir Brebes, maka beberapa sampel air laut, sedimen dan kerang A. inaequivalvis dianalisa menggunakan ICPMS.  Hasil penelitian menunjukan bahwa logam berat As, Hg dan Mg ditemukan dalam air laut, sedimen dan kerang A. inaequivalvis.  Konsentrasi Mg menunjukan nilai yang paling tinggi di semua sampel yang dianalisa.  Sedangkan konsentrasi As dan Hg menunjukan nilai yang rendah secara berurutan.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa pesisir Brebes talah terkontaminasi oleh logam berat.  Kemampuan bivalvia unuk mengakumulasi logam tergantung banyak faktor seperti kondisi geokimiawi dan biologis. 
Ekplorasi Bakteri dari Air Laut yang Resisten Terhadap Pestisida Organofospat Khlorpirifos di Perairan Pantai Utara Jawa Tengah Chrisna Adhi Suryono; Agus Indarjo; Baskoro Rochaddi; Wilis Ari Setyati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 1 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i1.13711

Abstract

Chlorpyrifos from agricultural activities eventually will flow to marine waters through rivers. This research was conducted to determine the resistance of bacteria from seawater of 100ppm Chlorpyrifos.  Three of the five bacterial strains was isolated from seawater from Brebes and Pati, Central Java were selected because they were resistant to the pesticide chlorpyrifos. Analysis of 16S rRNA gene sequences showed that the isolates belonged to the genus Virgibacillus spp. (2 strains) and Bacillus sp (1 strains). This bacterial strain has great potential ability to bioremediation of coastal waters of Brebes and Pati, Central Java from chlorpyrifos pesticide residues.  Khlorpifos dari hasil kegiatan pertanian lama kelamaan akan menuju ke perairan laut melalui aliran sungai.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui resistensi baktrei dari air laut yang tahan terhadap 100ppm Khlorpirifos.  Tiga dari lima strain bakteri yang diisolasi dari air laut dari Brebes dan Pati Jawa Tengah dipilih karena resisten terhadap pestisida khlorpirifos.  Analisis sekuens gen 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat termasuk dalam genus Virgibacillus sp. (2 strain) dan Bacillus sp (1 strain). Strain bakteri ini memiliki potensi penggunaan yang besar untuk bioremediasi perairan pesisir Brebes dan Pati Jawa Tengah dari residu pestisida klorpirifos.
Skrining Dan Seleksi Bakteri Simbion Spons Penghasil Enzim Ekstraseluler Sebagai Agen Bioremediasi Bahan Organik Dan Biokontrol Vibriosis Pada Budidaya Udang Wilis Arii Setyati; Ahmad Saddam Habibi; Subagiyo Subagiyo; Ali Ridlo; Nirwani Soenardjo; Rini Pramesti
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 1 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.776 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i1.595

Abstract

The rapid cultivation of aquaculture with the application of intensive systems in recent years, has raised problems in the form of a decrease in the carrying capacity of ponds for the life of aquaculture organisms. The further impact caused is the occurrence of a series of diseases and damage to environmental conditions. Anticipatory measures through the application of bioremediation are solutions to prevent more serious damage. In the bioremediation process, enzymes play the role of catalysts that accelerate biochemical reactions in ponds of soil and water. Bacteria associated with sponges have various bioactive compounds that can inhibit the growth of pathogenic bacteria. The purpose of this study is isolation and screening of bacteria associated with sponges that have extracellular enzyme activity (proteolytic, amylolytic, cellulolytic, and lipolytic) and antibacterial activity, as well as knowing the interaction of antagonism properties among the best isolates, and phenotypic identification of bacterial species. This research was conducted in 4 stages: sample collection, isolation, selection, and identification. The results showed that the total sponge symbiotic bacteria obtained were 15 isolates with the potential of 15 proteolytic isolates, 12 amylolytic isolates, 12 lipolytic isolates, and 4 cellulolytic isolates. There were 10 isolates having antibacterial activity against Vibrio harveyi and 2 isolates had antibacterial activity against Vibrio alginolyticus. The best bacterial isolates SP.1.3, SP.5.1, and SP.5.3 have no antagonistic activity between the three. Phenotypic identification of 3 isolates alleged that isolates SP.1.3, SP.5.1, and SP.5.2 were identified as Bacillus sp., Acinetobacter sp., And Pseudomonas sp.Pesatnya kegiatan budidaya perikanan dengan penerapan sistem intensif dalam beberapa tahun terakhir, telah memunculkan permasalahan berupa penurunan daya dukung tambak bagi kehidupan organisme budidaya. Dampak lanjut yang ditimbulkan adalah terjadinya serangkaian penyakit dan kerusakan kondisi lingkungan. Langkah antisipatif melalui penerapan bioremediasi merupakan solusi untuk mencegah kerusakan yang lebih serius. Dalam proses bioremediasi, enzim memainkan peran katalis yang mempercepat reaksi biokimia di kolam tanah dan air. Bakteri yang berasosiasi dengan spons memiliki beragam senyawa bioaktif yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah isolasi dan skrining bakteri yang berasosiasi dengan spons yang memiliki aktivitas enzim ekstraseluler (proteolitik, amilolitik, selulolitik, dan lipolitik) dan aktivitas antibakteri, serta mengetahui interaksi sifat antagonisme antar isolat terbaik, dan identifikasi spesies bakteri secara fenotipik. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap: koleksi sampel, isolasi, seleksi, dan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total bakteri simbion spons yang diperoleh 15 isolat dengan potensi 15 isolat proteolitik, 12 isolat amilolitik, 12 isolat lipolitik, dan 4 isolat selulolitik. Terdapat 10 isolat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Vibrio harveyi dan 2 isolat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Vibrio alginolyticus. Isolat bakteri terbaik SP.1.3, SP.5.1, dan SP.5.3 tidak memiliki aktivitas saling antagonis antar ketiganya. Identifikasi fenotipik dari 3 isolat diduga bahwa isolat SP.1.3, SP.5.1, dan SP.5.2 diidentifikasi sebagai Bacillus sp., Acinetobacter sp., dan Pseudomonas sp.  
Monitoring Bakteri Coliform pada Pasir Pantai dan Air Laut di Wisata Pantai Marina dan Pantai Baruna Wilis Ari Setyati; Delianis Pringgenies; Dony Bayu Putra Pamungkas; Chrisna Adhi Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 1 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i1.13775

Abstract

Marina and Baruna Beach are widely recognized as popular beach tourism destinations in Semarang. Its proximity to the main beach estuary causes them to significantly impact marine tourism quality. In addition, their exposure to waste may be a potential threat to biological pollution. Coliform and Escherichia coli are used as bioindicators to monitor the quality of marine tourism due to their high correlation to faecal contamination and pathogenic microbes. Samples collected were beach sand and seawater from Marina Beach, Baruna Beach and the estuary of Semarang Banjir Kanal Barat. Data were collected following the presumptive and confirmed test, followed by the conversion to MPN Table. Data obtained is combined with Government Regulations No. 22 of 2021 in Appendix VIII, specifically seawater quality standards for marine tourism. The results of this study reveal high contamination of coliform and E. coli in both beaches. Coliform result in the swimming zone at Marina Beach was 2800 MPN/100ml and at Baruna Beach was 16000 MPN/100ml. Meanwhile, Escherichia coli in the swimming zone area at Marina Beach was 400 MPN/100ml and at Baruna Beach was 1700 MPN/100ml. Overall, these results show that the contamination rate from both swimming zones is higher than the recommended seawater quality standard for marine tourism  Wisata Pantai Marina dan Pantai Baruna menjadi kawasan wisata pantai yang populer di Kota Semarang. Lokasinya yang berdekatan dengan muara sungai utama di Kota ini berdampak terhadap kualitas wisata pantai. Paparan limbah berpotensi menyebabkanpencemaran biologis. Monitoring terhadap bakteri coliform dan bakteri Escherichia coli dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas wisata pantai, karena keberadaannya berkorelasi dengan cemaran feses dan mikroba patogen. Sampel berupa pasir pantai dan air laut diambil dari  lokasi Pantai Marina, Pantai Baruna, dan muara Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang. Pengujian sampel dilaksanakan dengan presumtif test dan confirmed test, selanjutnya dikonversi dengan Tabel MPN. Data yang didapatkan akan dipadukan dengan PP Nomor 22 Tahun 2021 pada Lampiran VIII, yaitu baku mutu air laut untuk wisata bahari. Hasil penelitian menunjukkan tingginya kontaminasi bakteri coliform dan bakteri Escherichia coli dikedua pantai. Hasil coliform pada kawasan swimming zone pada Pantai Marina 2800 MPN/100ml dan Pantai Baruna 16000 MPN/100ml, serta hasil Escherichia coli pada kawasan swimming zone pada Pantai Marina 400 MPN/100ml dan Pantai Baruna 1700 MPN/100ml. Kawasan swimming zone pada wisata Pantai Marina dan Pantai Baruna mempunyai hasil yang melebihi baku mutu air laut untuk wisata bahari. 
Potensi Ekosistem Mangrove Sebagai Sumber Bakteri Untuk Produksi Protease, Amilase Dan Selulase Subagiyo Subagiyo; Muhammad Salauddin Ramadhan Djarod; Wilis Ari Setyati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.869 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1703

Abstract

The mangrove ecosystem is a productive ecosystem. The production and accumulation of organic matter on the floor of the mangrove ecosystem allows this region to be rich in microbials that are potential to be developed as a source of a wide range of extra cellular enzymes. In this research, bacteria were isolated and used as the source of enzyme. The bacteria were isolated from the existing mangrove sediments on the north coast of Semarang, Central Java. The bacterial potential as a source of protease, amylase and cellulase is done semiquantitatively using well diffusion agar method. The results obtained 18 bacteria isolates which were all capable to produce amylase and cellulase, but only 7 isolates were able to produce proteases. Five isolates had amylase activity above 300 mm2 / ml, three isolates with protease activity above 300 mm2 / ml and 2 isolates with cellulase activity of 225.40 and 204.50 mm2 / ml. Seven isolates are capable of producing amylase, protease and cellulase. The results showed that mangrove ecosystem is a potential source of microbes to produce enzymes protaese, amylase and cellulase and also possible for various other extracellular enzymes.  Ekosistem mangrove merupakan ekosistem produktif. Produksi dan akumulasi bahan organik di lantai ekosistem mangrove memungkinkan daerah ini kaya akan mikrobia yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber berbagai macam enzim ekstra seluler. Pada penelitian ini dilakukan isolasi bakteri sebagai sumber enzim. Bakteri  diisolasi dari sedimen mangrove yang ada di pantai Utara Semarang, Jawa Tengah. Pengujian potensi bakteri ini sebagai sumber protease,  amilase dan selulase dilakukan secara semikuantitatif menggunakan metode well diffusion agar. Hasil penelitian mendapatkan 18 isolat bakteri yang seluruhnya mampu memproduksi amylase dan selulase, tetapi hanya 7 isolat yang mampu memproduksi protease. Lima isolat memiliki aktivitas amylase diatas 300 mm2/ml, tiga isolat dengan aktivitas protease diatas 300 mm2/ml dan 2 isolat dengan aktivitas selulase yaitu sebesar 225,40 dan 204,50 mm2/ml. Tujuh isolat  yang mampu menghasilkan amylase, protease dan selulase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove merupakan sumber potensial mikrobia untuk menghasilkan enzim protaese, amylase dan selulase serta juga dimungkinkan untuk berbagai macam ensim ekstraseluler lainnya. 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT Halimeda macroloba DARI PANTAI TELUK AWUR, JEPARA, JAWA TENGAH Ahmad Fadhil Muzaki; Wilis Ari Setyati; Subagiyo Subagiyo; Rini Pramesti
JURNAL ENGGANO Vol 3, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.308 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.3.2.144-155

Abstract

Antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh berfungsi sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas memiliki jumlah yang terbatas. Antioksidan eksogen yang aman dan mudah diperoleh adalah antioksidan dari bahan alam seperti Halimeda macroloba yang mengandung senyawa bioaktif meliputi fenol, klorofil a dan b, serta karotenoid. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. H. macroloba diperoleh dari Pantai Teluk Awur - Jepara dicuci bersih dengan air tawar dan diblender. Sampel dimaserasi pada pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksan, serta diuapkan dengan rotary evaporator. Aktivitas antioksidan ditentukan dari nilai IC50. Nilai ini diperoleh dari persamaan kurva regresi linier pada nilai inhibisi yang terdeteksi dari nilai absorbansi DPPH murni terhadap pengaruh ekstrak H. macroloba yang diukur pada panjang gelombang 517 nm. Kadar total fenol diuji menggunakan larutan Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai larutan standar yang diukur pada panjang gelombang 725 nm. Kadar klorofil a, b, dan  karotenoid diukur pada panjang gelombang 663 nm, 646 nm, dan 470 nm. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50ekstrak metanol sebesar 38,57 ppm, etil asetat 1567,27 ppm dan n-heksan 259,34 ppm. Kadar total fenol pada masing-masing  ekstrak adalah 87,10; 140,78 dan 102,24 (mg GAE/g berat basah sampel), kadar klorofil a sebesar 25,56; 28,44 dan 0,41 (mg/g berat basah sampel), kadar klorofil b sebesar 42,10; 41,94 dan 0,61 (mg/g berat basah sampel), dan kadar karotenoid sebesar 97,92; 85,68 dan 2,34 (µ mol/g berat basah sampel). Nilai IC50 dari ekstrak metanol termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat sedangkan ekstrak etil asetat dan n-heksan termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah.
BIOAKTIVITAS ANTIVIBRIOSIS DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA PADA EKSTRAK YEAST DARI SEDIMEN EKOSISTEM MANGROVE KARIMUNJAWA Sabrina Alisha Devi; Wilis Ari Setyati; Dyah Ayu Wulandary; Ega Saputra
JURNAL ENGGANO Vol 3, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.985 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.3.2.156-163

Abstract

Yeast adalah mikroorganisme yang tidak dapat membentuk misellium.. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mengidentifikasi golongan senyawa dari ekstrak yeast. Metode penelitian yang dilakukan antara lain 1). Sampling dan isolasi, 2). Kultur Massal, 3). Uji Bioassay dengan bakteri Vibrio harveyi dan  Vibrio cholerae, (4). Analisis fitokimia, (5). Identifikasi Molekular menunjukkan bahwa isolat KM 3 memiliki kemiripan 99% dengan Candida fermentati. KM 3 memiliki aktivitas antibakteri. Uji fitokimia yang dilakukan mengidentifikasi golongan senyawa saponin, flavonoid, kuinon, tanin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid.
SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA EKSTRAK METANOL JARINGAN LUNAK KERANG DARAH (Anadara granosa) TERHADAP BAKTERI Vibrio harveyi Karina Dewiningsih; Ita Widowati; Wilis Ari Setyati
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.53 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.2.229-238

Abstract

Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu biota laut yang memiliki potensi di bidang farmakologi sebagai antibakteri dan antimikroba. Senyawa bioaktif dari jaringan lunak A. granosa dapat digunakan sebagai bahan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol jaringan lunak kerang A. granosa terhadap bakteri Vibrio harveyi dan untuk menelusuri kandungan senyawa aktif pada jaringan lunak A. granosa dengan analisis fitokimia. Uji aktivitas antibakteri terhadap Vibrio harveyi dilakukan dengan metode difusi. Uji aktivitas antibakteri tersebut menggunakan lima konsentrasi yaitu 1000, 750, 500, 250, 100 ppt dan dua kontrol yaitu kontrol negatif (metanol) dan kontrol positif (enrofloxacin). Analisa aktivitas antibakteri dilakukan dengan mengukur zona hambat menggunakan jangka sorong, hal tersebut untuk mengetahui seberapa kuat ekstrak metanol jaringan lunak A. granosa dalam menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa ekstrak metanol  jaringan lunak A. granosa memiliki aktivitas antibakteri terhadap V. harveyi. Analisa aktivitas antibakteri menggunakan pengukuran dengan jangka sorong menghasilkan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 1000 ppt dan zona hambat terendah pada konsentrasi 100 ppt. Maka, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol jaringan lunak A. granosa mampu menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi dan zona hambat yang dihasilkan tergolong kategori lemah. 
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA NON-POLAR DAN POLAR DARI EKSTRAK MAKROALGA Acanthophora muscoides DARI PANTAI KRAKAL YOGYAKARTA Wilis Ari Setyati; Muhammad Zainuddin; Rini Pramesti
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.676 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.1.68-77

Abstract

Pantai Krakal Yogyakarta memiliki keanekaragaman rumput laut tinggi. Memiliki tipe ekologi berbatu karang yang cocok untuk habitat rumput laut jenis Acanthophora muscoides. Pemanfaatan rumput laut Pantai Krakal dalam bidang kesehatan belum optimal. Rumput laut mengandung senyawa bioaktif (polifenol) dan biopigmen (klorofil dan karotenoid) yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini melakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut Acanthophora muscoides. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen laboratoris di Laboratorium Prodi Budidaya Perairan UNISNU - Jepara. Hasil esktraksi pelarut n-hexsana memiliki berat 0,471a gram dan rendemen 0,373a %, sedangkan berat ekstrak metanol 0,667b gram dan rendemen 0,529b % (p < 0,05). Nilai IC50 perlakuan ekstrak n-heksan, metanol dan vitamin c berbeda signifikan (p < 0,05) yaitu sebesar 312 ppm, 415 ppm dan 13 ppm, ketiganya tergolong antioksidan sangat kuat. Ekstrak n-heksan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dari pada ekstrak metanol, hal ini dikarenakan ekstrak n-heksan memiliki nilai total fenol = 45,284 mg GAE/g, klorofil a = 23,299 mg/g, karotenoid = 64,065 µg/g, yang lebih tinggi dari pada ekstrak metanol yaitu total fenol = 22,235 mg GAE/g, klorofil a = 7,215 mg/g, karotenoid = 26,654 µg/g.
Co-Authors Abel Kristanto Widodo Adi Santoso Adiyoga, Diaz Agus Indardjo Agus Indarjo Ahmad Fadhil Muzaki Ahmad Saddam Habibi Alburhana, Lathifatusy Syifa Aldo Rizqi Arinianzah Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Ridlo Alvi Akhmad Arifin Amri, Fahrizal Dwi Ananda Arifidyani Andri Cahyo Kumoro Anjani, Devi Oktavia Antonius Budi Susanto Aprilia Larasati Dewi Arief, Atthariq Fachri Ramadhan Arifin, Alvi Akhmad Arrico Fathur Yudha Bramasta Arya Rezagama Atika Siti Nuraisyah Baskoro Rochaddi Bolu, Wa Ode Rima Alam Sari Bramasta, Arrico Fathur Yudha Cannavaro, Syahrial Varrel Chrisna Adhi Suryono Christy, Yonanda Alodea Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Dewi, Septiyani Kusuma Diah Permata Wijayanti Diaz Adiyoga Dony Bayu Putra Pamungkas Dwi Haryanti Dwicahyo Setiyo Wibowo Dyah Ayu Wulandary Ega Saputra Eldita Amalia Endang Sri Susilo Erni - Martani Erni Martani Fadila Wahyu Putri Arimbi Fahmi Arifan Fahrizal Dwi Amri Feri Setiawan Firdaus, Syifa Shafira Gunawan Widi Santosa Hadi Endrawati Hafizh Prihindrasto Hanif, Marwa Irfan Irwani Irwani Ita Riniatsih Ita Widowati Jan Ericson Wismar Joitry Silvia Sitompul Karina Dewiningsih Laraswati, Yuli Limbong, Maria Fransiska Lumban Gaol, Josua Gabriel M Faisal Alfa Yulianto Ma'ruf, Widodo Farid Mada Triandala Sibero Maya Puspita Monika, Rika Muhammad - Zainuddin Muhammad Salauddin Ramadhan Djarod Muhammad Taufiqur Rahman Muhammad Taufiqur Rahman, Muhammad Taufiqur Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Munasik Munasik Ni Nyoman Widya Triyaningsih Nirwani Soenardjo Novie Susanto Ony Ilham Pradiksa Patrea Nurcholis Afitri Person Pesona Renta Pola Risda Aswita Silitonga Prasetyana Ajeng Refamurty Putri, Angela Salsalina Rahma, Sayyidatur Rahmawati, Tiara Retno Hartati Ria Azizah Tri Nuraini Ria Azizazh Tri Nuraeni Rico Adi Setyanto Rini Pramesti Risandhi, Danendra Aquila Azfa Rudhi Pribadi Sabrina Alisha Devi Sari, Intan Swastika Sean Dewa Ramadhan Sebastian Margino Sebastian Margino Septiyani Kusuma Dewi Sibero, Mada Triandala Siti Rudiyanti Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Sedjati Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sugeng Widada Sunaryo Sunaryo Suryani, Askiya Intan Suryono Suryono Syahrial Varrel Cannavaro Sylvia Sari Indah Dongoran Titis Buana Triyaningsih, Ni Nyoman Widya Triyanto - - Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Wa Ode Rima Alam Sari Bolu Wahyu Bagio Leksono Widayat, Barra Muzaffar Widianingsih Widianingsih Winda Ariesta Nur Fadilla Wisnu Broto Yonanda Alodea Christy Yuli Laraswati