Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT HERBIVORI DAUN Avicennia marina (FORSSK.) VIERH DAN Rhizophora mucronata DI VEGETASI MANGROVE – TIMBULSLOKO, DEMAK Eldita Amalia; Rini Pramesti; Rudhi Pribadi; Wilis Ari Setyati
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.659 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.2.128-135

Abstract

Mangrove merupakan varietas komunitas pantai tropik dan subtropik  yang mampu beradaptasi dengan salinitas tertentu. Jenis Avicennia marina dan Rhizophora mucronata merupakan tegakan alami dan hasil rehabilitasi. Kegiatan konservasi di lokasi ini belum dikelola baik sehingga struktur dan komposisi bervariasi. Hal ini dapat diatasi yang salah satunya dengan herbivori sebagai parameter tingkat kerusakan ekosistem mangrove. Daun merupakan salah satu bagian tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk karena pemangsaan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat herbivori daun A.marina dan R. mucronata berdasarkan perbedaan spesies, umur daun dan ketinggian pohon. Metode deskriptif digunakan dalam penelitin ini dan penentuan lokasi pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Sampel daun diambil dari tiga kategori ketinggian yang berbeda yaitu <1 m, >1-3 m, >3-5 m, masing-masing sebanyak 10 ulangan (pohon) untuk setiap kategori. Daun dipisahkan berdasarkan umur daun (tua atau muda) dan kondisi daun (utuh atau rusak) dan total daun diambil sebanyak 10%. Hasil penelitian menunjukan nilai rerata pada setiap jenis, umur daun dan ketinggian pohon diperoleh tingkat herbivori A. marina yaitu 4,66%  (0,16% - 8,93%) sampai 11,59% (2,14% - 21,97%) sedangkan R. mucronata yaitu 5,23% (0,31% - 9,94%) sampai 12,44% (3,50% - 23,81%).HERBIVORY LEVEL OF MANGROVE LEAVES Avicennia marina (FORSSK.) VIERH AND Rhizophora mucronata IN MANGROVE VEGETATION - TIMBULSLOKO, DEMAK. Mangroves are variety of tropical and subtropical coastal communities that adapt to certain salinity. Avicennia marina and Rhizophora mucronata were found in location. Conservation activities were not managed so the structure and composition varies. This can be overcome one of them with herbivory as a parameter of the level damage to mangrove ecosystems. The leaves are one part of the plant that changes shape due to predation. The purpose of this study was to determine herbivory level of A.marina and R. mucronata leaves based on differences in species, leaf of age and tree of height. Descriptive method is used in this study and the determination of the location sampling with the purposive sampling method. Leaf samples were taken from three different height categories namely <1 m,> 1-3 m,> 3-5 m, each with 10 replications (trees) for each category. The leaves are separated based on the age of the leaves (old or young) and the condition of the leaves (whole or damaged) total leaves taken as much as 10%. The results showed the average value of each species, leaf age and height of the tree obtained A. marina herbivory level of 4.66% range (0.16% - 8.93%) to 11.59% range (2.14% - 21.97%) while R. mucronata is 5.23% range (0.31% - 9.94%) to 12.44% range (3.50% - 23.81%).
PENERAPAN REGRESI LOGISTIK DALAM PENENTUAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH WISATAWAN ECOTOURISM DESA BEDONO Wilis Ari Setyati; Sunaryo Sunaryo; Arya Rezagama; Abel Kristanto Widodo; M Faisal Alfa Yulianto
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.33 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.5.1.11-22

Abstract

Kegiatan pariwisata merupakan salah satu sektor vital yang dapat diandalkan oleh masyarakat suatu desa untuk memperoleh pendapatan tambahan. Desa Bedono merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sebagai salah satu desa pesisir, Desa Bedono mengalami tekanan dari aktivitas di darat maupun di lautan. Dampak yang paling terlihat adalah rusaknya infrastruktur akibat banjir rob. Hal ini tentu menghambat wisatawan yang ingin datang berkunjung ke Desa Bedono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi wisatawan untuk datang ke Desa Bedono. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner berisi pertanyaan tertutup dengan jumlah responden sebanyak 100. Pengolahan data menggunakan regresi logistic dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi wisatawan untuk datang ke Desa Bedono ada tiga, yaitu: respon warga desa terhadap banjir rob (X1), prioritas masalah lingkungan (X3) dan jenis wisata yang ditawarkan (X11) dilihat dari nilai significance yang berada di bawah 1% dan 5%. Setelah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi wisatawan untuk datang ke Desa Bedono, diharapkan warga dapat memaksimalkan potensi sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan.APPLICATION OF LOGISTIC REGRESSION IN DETERMINING FACTORS AFFECTING THE NUMBER OF ECOTOURISM ASSESSMENT IN BEDONO VILLAGE. Tourism activities are one of the vital sectors that can be relied upon by the people of a village to obtain additional income. Bedono Village is a coastal village located in Sayung Subdistrict, Demak Regency. As one of the coastal villages, Desa Bedono experiences pressure from activities on land and in the ocean. The most noticeable impact is damage to infrastructure due to tidal flooding. This certainly inhibits tourists who want to come to visit Bedono Village. This study aims to determine the factors that influence tourists to come to the village of Bedono. Data collection was carried out with a questionnaire containing closed questions with 100 respondents. Data processing used logistic regression with the help of SPSS software. The results of this study indicate that there are three factors influencing tourists to come to Bedono Village, namely: villagers' responses to tidal floods (X1), priority environmental problems (X3) and types of tours offered (X11) seen from the significance value at under 1% and 5%. After knowing the factors that influence tourists to come to Bedono Village, it is hoped that residents can maximize their potential so that they can increase the number of tourists.
ZONA HIDROLISIS DAN PERTUMBUHAN BAKTERI PROTEOLITIK DARI SEDIMEN EKOSISTEM MANGROVE Rhizophora mucronata TELUKAWUR – JEPARA Muhammad Zainuddin; Wilis Ari Setyati; Person Pesona Renta
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.782 KB) | DOI: 10.33019/akuatik.v11i2.241

Abstract

Pemberian pakan dalam sistem budidaya udang berpotensi terjadi pencemaran internal. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk isolasi, seleksi dan kajian pertumbuhan bakteri proteolitik dari sedimen ekosistem mangrove Rhizophora mucronata Telikawur - Jepara sebagai kandidat water probiotik untuk membersihkan limbah internal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen laboratoris di Laboratorium Prodi Budidaya Perairan UNISNU - Jepara. Hasil pengamatan data TPC menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri sebesar 282 x 103 cfu/ml. Berdasarkan data purifikasi, didapatkan sebanyak 46 isolat. Data uji proteolitik kualitatin menunjukkan terdapat 89 % isolat tidak aktif, sedangkan 11 % (5 isolat TA.R.14, 16, 22, 31 dan 39) memiliki aktivitas proteolitik. Kelima isolat memiliki ratio hidrolisis berbeda secara signifikan (p < 0,05) secara berurutan sebesar 1,27a; 1,96d; 154b; 169bc dan 1,71c. Aktivitas proteolitik tertinggi pada isolat TA.R.16 memiliki puncak tertumbuhan pada hari ke 30 dengan nilai kepadatan 18,649 ± 0,789ʰ sel/ml, stasioner pada jam ke 30 – 36, dan mengalami kematian pada jam ke-42. Nilai jumlah generasi sebesar 5,213 ± 0,281; waktu generasi sebesar 5,766 ± 0,303 jam dan laju pertumbuhan sebesar 0,120 ± 0,006 jam-1.
Pengaruh Bioaktivator EM4 Terhadap Proses Degradasi Pupuk Organik Cair Cymodocea serrulata Ony Ilham Pradiksa; Wilis Ari Setyati; Widianingsih Widianingsih
Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i2.33771

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang berlebih dan secara terus menerus memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan dapat merusak tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari pemakian pupuk anorganik yaitu menggantinya menggunakan pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian volume bioaktivator EM4 yang berbeda dalam pembuatan pupuk serasah Cymodocea serrulata terhadap kadar C-organik, N,P,K dan rasio C/N. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian RAL (Rancangan Acak Rangkap). Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik cair Cymodocea serrulata memiliki kandungan C-organik berkisar antara 1,51% hingga 2,65% (nilai tertinggi pada kontrol, terendah pada perlakuan 40 ml EM4), N berkisar antara 0,70% hingga 1,54% (nilai tertinggi pada kontrol, terendah pada perlakuan 60 ml EM4), P berkisar antara 0,26% hingga 0,73% (nilai tertinggi pada perlakuan 40 ml EM4, terendah pada kontrol), K berkisar antara 0,41% hingga 0,58% (nilai tertinggi pada perlakuan 40 ml EM4, terendah pada kontrol), serta rasio C/N berkisar antara 1,6 hingga 2,28 (nilai tertinggi pada perlakuan 60 ml EM4, terendah pada kontrol). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian bioaktivator EM4 dapat meningkatkan jumlah bakteri sehingga proses degradasi bahan organik dapat berlangsung lebih cepat dan dapat mempengaruhi hasil akhir nilai C-organik, N, P, K, serta rasio C/N.Cymodocea serrulata; Fermentasi; POC; Unsur Hara  The excessive and continuous use of inorganic fertilizers has a negative impact on the environment and can damage the soil. Efforts that can be made to reduce the negative impact of using inorganic fertilizers are replacing them with organic fertilizers. The study aimed to determine the effect of giving different volumes of EM4 bio activator in the manufacture of Cymodocea serrulata serasah on levels of C-organic, N, P, K, and C/N ratio. The research method used is experimental by using the RAL research design (Duplicate Randomized Design). The results showed that Cymodocea serrulata liquid organic fertilizer had C-organic content ranging from 1.51% to 2.65% (the highest value was in the control, the lowest was in the 40 ml EM4 treatment), N ranging from 0.70% to 1.54%. (highest value in the control, lowest in the 60 ml EM4 treatment), P ranged from 0.26% to 0.73% (the highest value in the 40 ml EM4 treatment), K ranged from 0.41% to 0, 58% (the highest value in the 40 ml EM4 treatment, the lowest in the control), and the C/N ratio ranged from 1.6 to 2.28 (the highest value in the 60 ml EM4 treatment, the lowest in the control). Based on the results of the study, it can be concluded that the administration of EM4 bio activator can increase the number of bacteria so that the degradation process of organic matter can take place more quickly and can affect the final results of C-organic, N, P, K, and C/N ratios.
Pengaruh Fermentasi Gracilaria verrucosa dengan Penambahan Starter Lactobacillus plantarum pada Profil Metabolit dan Aktivitas Biologisnya Pola Risda Aswita Silitonga; Wilis Ari Setyati; AB Susanto; Mada Triandala Sibero
Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i2.33262

Abstract

Gracilaria verrucosa merupakan salah satu spesies penting Rhodophyta yang telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa G. verrucosa memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan, namun laporan mengenai potensi sebagai antibakteri dan antikanker masih sedikit dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi menggunakan L. plantarum terhadap aktivitas antibakteri, toksisitas, dan karakteristik metabolit ekstrak rumput laut G. verrucosa dengan waktu fermentasi yang berbeda. Metode dalam penelitian ini adalah preparasi, fermentasi, ekstraksi, uji antibakteri, uji toksisitas, dan karakterisasi metabolit. Uji aktivitas antibakteri dengan metode agar well diffusion terhadap bakteri foodborne disease sedangkan uji toksisitas dengan metode BSLT. Karakterisasi metabolit dilakukan menggunakan KLT dengan eluent kloroform: etil asetat (9:1), serta visualisasi metabolit dengan reagen Dragendorff, dan Ninhidrin. Hasil analisis KLT menunjukkan ekstrak G. verrucosa yang difermentasi menggunakan L. plantarum menghasilkan senyawa yang diduga senyawa alkaloid dan asam amino bebas. Uji aktivitas antibakteri ekstrak G. verrucosa menunjukkan hasil negatif dan tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri MDR E. coli dan S. typhi. Analisis toksisitas menunjukkan bahwa setiap ekstrak rumput laut dikategorikan toksik terhadap larva A. salina L. dengan nilai LC50 ETA (73,26 μg/mL), EDA (218,09 μg/mL), Fr 24 (316,69 μg/mL), Fr 48 (316,69 μg/mL), dan Fr 72 (316,69 μg/mL). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan L. plantarum tidak dapat meningkatkan aktivitas biologis rumput laut G. verrucosa.   Gracilaria verrucosa is one of the most important Rhodophyta species that has been widely used in various industries. The results of previous studies showed that G. verrucosa has a weak antioxidant activity, however, reports on its potential as antibacterial and anticancer are still under explored. This study aimed to determine the effect of fermentation using L. plantarum in G. verrucosa’s metabolites and biological activities  with different fermentation times. This study consisted of preparation, fermentation, extraction, antibacterial test, toxicity test, and metabolite characterization. The antibacterial activity assay was conducted by agar well diffusion method against foodborne disease bacteria while toxicity test using BSLT method. Metabolite characterization was carried out using TLC with chloroform : ethyl acetate (9:1) as the eluent, spot visualization was conducted by the addition of Dragendorff, and Ninhydrin reagents. The result of TLC analysis showed that G. verrucosa produced alkaloids and amino acids derivative compounds after fermentation. G. verrucosa extracts had no antibacterial activity against MDR  E. coli and S. typhi. Toxicity assay showed that each seaweed extract was categorized as toxic to A. salina L. larvae with an LC50value of  ETA (73.26 ug/mL), EDA (218.09 ug/mL), Fr 24 (316.69 ug/mL), Fr 48 (316.69 ug/mL), and Fr 72 (316.69 ug/mL). Based on the results of the study showed that fermentation using L. plantarum could not elevate the antimicrobial and toxicity of G. verrucosa.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA NYAMUK, KECAMATAN KARIMUNJAWA MELALUI TEKNOLOGI PEMBUATAN GARAM MENGGUNAKAN BAKTERI HALOFILIK DAN TEKNIK ULIR FILTER (TUF) Wilis Ari Setyati; Diah Permata Wijayanti; Dwi Haryanti; Andri Cahyo Kumoro
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14622

Abstract

Nyamuk Island is located in the west part of the Karimunjawa islands where most of the local people are fishers who depend on fisheries as their main livelihood. Due to limited knowledge and facilities, many fisheries commodities are not utilized optimally. One of the basic needs of the local community is salt. Salt is an essential food ingredient in life. Community service activities through a creative business development program on salt production are offered as a solution to overcome the problem of the lack of salt quality.  Ideally, salt would be produced using Thread Filter Technology (TUF) with the addition of halophilic bacteria to speed the crystallization process. The quality of seawater influences the success of making salt using halophilic bacteria. Old seawater (with a salt content of at least 20° Be) is an ideal material for manufacturing salt using halophilic bacteria. One method for obtaining old water is salt production through the Thread Filter Technology (TUF) method. The project results are the salt demplots that produce high-quality salt and the availability of alternative livelihoods for the locals in Nyamuk Village. In the long term, alternative livelihoods such as salt making and fisheries product diversification will reduce pressure on the environment and prevent fishing from being carried out extensively. The availability of good quality salt for fish processing can extend fish marketing distribution chain quality and create new job opportunities for homemakers/widows so that they are provided an opportunity to have an income. The project results concluded that the Community Leading Commodity Strengthening activity carried out in the Nyamuk Village was beneficial for the community's welfare and the environment. --- Pulau Nyamuk adalah salah satu pulau di kepulauan Karimunjawa dengan sebagian besar masyarakat menjadi nelayan dan memanfaatkan laut sebagai mata pencaharian utama. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan fasilitas banyak hasil tangkap tidak dimanfaatkan secara optimal. Salah satu kebutuhan pokok makanan masyarakat setempat adalah garam. Garam merupakan bahan pokok makanan penting dalam kehidupan, untuk itu perlu upaya pemberdayaan masyarakat tentang pembuatan garam. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program pengembangan usaha kreatif berbasis pembuatan garam ditawarkan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan ketiadaan garam berkualitas di Desa Nyamuk. Pembuatan  garam idealnya dilakukan dengan menggunakan penambahan bakteri halofilik yang bertujuan mempercepat proses kristalisasi garam. Keberhasilan pembuatan garam menggunakan bakteri halofilik dipengaruhi oleh kualitas air laut. Air laut tua (yang memiliki kadar garam minimal sama dengan 20° Be) merupakan bahan yang ideal untuk pembuatan garam dengan memanfaatkan bakteri halofilik. Salah satu metode untuk memperoleh air tua dalam pembuatan garam adalah melalui metode Teknologi Ulir Filter (TUF).  Hasil pengabdian ini merupakan alternatif tersedianya mata pencaharian bagi penduduk Desa Nyamuk. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengurangi tekanan terhadap lingkungan jika terus-menerus dilakukan penangkapan ikan tanpa jeda buka tutup aktivitas penangkapan. Tersedianya garam berkualitas untuk pengolahan ikan diharapkan dapat memperpanjang kualitas ikan maupun rantai distribusi pemasaran ikan. Disamping itu juga tersedianya lapangan kerja baru bagi para ibu rumah tangga/janda sehingga memiliki peluang untuk memiliki penghasilan. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa kegiatan Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat (PKUM) yang dilaksanakan di Desa Nyamuk bermanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.       
Pseudomonas sp., Moraxella sp., Vibrio sp. Dari Sedimen Mangrove Sebagai Antibakteri Terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Salmonella thypi Sylvia Sari Indah Dongoran; Subagiyo Subagiyo; Wilis Ari Setyati
Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i3.35037

Abstract

Resistensi bakteri merupakan isu global yang sangat penting. Infeksi penyakit disebabkan oleh resistensi bakteri. E. coli, S. aureus dan S. thypi merupakan bakteri patogen yang menyebabkan infeksi. Pengendalian resistensi bakteri dapat dilakukan dengan eksplorasi sumber senyawa baru. Bakteri sedimen mangrove berpotensi sebagai antibakteri terhadap E. coli, S. aureus dan S. thypi. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jenis bakteri sedimen mangrove yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli, S. aureus dan S. thypi. Penelitian terdiri dari beberapa tahapan dimulai dari isolasi, purifikasi, uji aktivitas antibakteri dan uji biokimia. Hasil isolasi yang diperoleh berjumlah 33 isolat, 3 diantaranya memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli, S. aureus dan S. thypi. Berdasarkan hasil yang didapatkan, Aktivitas antibakteri SS.2 ISP tergolong kuat terhadap E. coli dan tergolong sedang terhadap S. aureus dan S. thypi. Aktivitas antibakteri SS.4 ISP tergolong sedang terhadap E. coli, S. aureus dan S. thypi sedangkan SK.1 MA tergolong sedang terhadap E. coli dan S. aureus dan tergolong lemah terhadap S. thypi. Berdasarkan identifikasi biokimia isolat SS.2 ISP, SS.4 ISP dan SK.1 MA teridentifikasi sebagai genus Pseudomonas sp., Moraxella sp. dan Vibrio sp..  Bacterial resistance is a very important global issue. Infectious diseases are caused by bacterial resistance. E. coli, S. aureus and S. thypi are pathogenic bacteria that cause infection. Control of bacterial resistance can be done by exploring new sources of compounds. Mangrove sediment bacteria have the potential as antibacterial against E. coli, S. aureus and S. thypi. The purpose of this study was to obtain types of mangrove sediment bacteria that have antibacterial activity against E. coli, S. aureus and S. thypi. The research consisted of several stages starting from isolation, purification, antibacterial activity test and biochemical test. The isolation results obtained were 33 isolates, 3 of which had antibacterial activity against E. coli, S. aureus and S. thypi. Based on the results obtained, the antibacterial activity of SS.2 ISP was strong against E. coli and moderate against S. aureus and S. thypi. The antibacterial activity of SS.4 ISP was moderate against E. coli, S. aureus and S. thypi, while SK.1 MA was moderate against E. coli and S. aureus and weak against S. thypi. Based on the biochemical identification of isolates SS.2 ISP, SS.4 ISP and SK.1 MA were identified as the genus Pseudomonas sp., Moraxella sp. and Vibrio sp.
Pemanfaatan Nasi Basi Sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) Untuk Pembuatan Pupuk Cair Organik di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Fahmi Arifan; Wilis Ari Setyati; Wisnu Broto; Aprilia Larasati Dewi
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 4 (2020): Nopember 2020
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.839 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2020.9187

Abstract

AbstrakDesa Mendongan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Masyarakat Desa Mendongan masih banyak yang belum memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang mempunyai daya guna. Banyak sampah yang menumpuk di pinggir jalan apabila tidak diangkut oleh petugas yang mengangkut sampah. Limbah sisa rumah tangga khususnya nasi basi setiap hari semakin meningkat dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah peningkatan jumlah limbah sisa rumah tangga adalah dengan cara mengolah limbah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi volume limbah tersebut. Salah satunya yang dapat dilakukan adalah dengan mengaplikasikan nasi basi sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). Penelitian ini bertujuan untuk membuat MOL (Mikro Organisme Lokal) yang berasal dari limbah nasi basi sebagai pupuk organik cair. MOL (Mikro Organisme Lokal) yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa MOL berhasil dengan ciri-ciri MOL berwarna putih keruh, memiliki bau seperti tapai yang merupakan indikator terjadinya fermentasi, dan memiliki pH 3 yang berarti asam akibat adanya dekomposisi bahan organik.  
Aktivitas Antijamur dari Bakteri Sedimen Mangrove Terhadap Candida albicans dan Malassezia furfur Wilis Ari Setyati; Ananda Arifidyani; AB Susanto
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 3 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i3.15114

Abstract

Candida albicans and Malassezia furfur are fungal pathogens that can cause skin infections. This disease can be easily transmitted from one individual to another. The use of antibiotic drugs can cause pathogenic fungi to become resistant. Therefore, there is a need for the development of new antifungal substances, one of which comes from mangrove sediment bacteria. This research was conducted with the aim of obtaining bacterial isolats from mangrove sediments that have the ability to fight the fungal pathogens Candida albicans and Malassezia furfur. The method in this research is descriptive exploratory laboratory which includes isolation sampling and isolat purification, morphological characterization, screening, antifungal activity test and biochemical test. The results of this study were obtained 3 bacterial isolats that have antifungal activity against the fungal pathogens Candida albicans and Malassezia furfur. The results of the identification of biochemical tests showed that the isolat S.ISP2 was identified as the genus Pseudomonas; isolat S.ISP4 identified as Genus Moraxella; and isolat KJ.MA1 identified as Genus Vibrio  Candida albicans dan Malassezia furfur merupakan patogen jamur yang dapat menyebabkan penyakit infeksi kulit. Penyakit ini dapat dengan mudah ditularkan dari satu individu ke individu lainnya. Penggunaan obat antibiotik dapat mengakibatkan jamur patogen menjadi resisten. Oleh karena itum eprlunya ada pengembangan zat antijamur baru yang salah satunya berasal dari bakteri sedimen mangrove. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bakteri isolat dari sedimen mangrove yang memiliki kemampuan untuk melawan jamur patogen Candida albicans dan Malassezia furfur. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif eksploratif laboratory yang meliputi sampling isolasi dan purifikasi isolat, karakterisasi morfologi, skrining, uji aktivitas antijamur dan uji biokimia. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan 3 bakteri isolat yang memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur patogen Candida albicans dan Malassezia furfur. Hasil identifikasi uji biokimia menunjukkan bahwa isolat S.ISP2 teridentifikasi sebagai Genus Pseudomonas; isolat S.ISP4 teridentifikasi sebagai Genus Moraxella; dan isolat KJ.MA1 teridentifikasi sebagai Genus Vibrio. 
Potensi dan Strategi Pengembangan Budidaya Rumput Laut di Desa Randusanga Kulon, Brebes Joitry Silvia Sitompul; AB Susanto; Wilis Ari Setyati
Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i4.35261

Abstract

Desa Randusanga Kulon adalah daerah pertambakan yang digunakan untuk budidaya rumput laut dengan kondisi tambak yang cukup dangkal dengan substrat yang berlumpur berwarna hitam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lokasi budidaya rumput laut, potensi dan strategi pengembangan budidaya rumput laut di Desa Randusanga Kulon, Brebes. Penelitian merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini menggunakan instrument yaitu kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil identifikasi faktor strategis internal terdapat 5 kekuatan dan 5 kelemahan, factor eksternal terdapat 5 peluang dan 5 ancaman. Nilai IFAS sebesar 3,28 dan nilai EFAS adalah 3,05 dalam matriks IE berada pada sel I, yaitu menggambarkan tumbuh dan berkembang. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh 12 alternatif strategi. Prioritas strategi yang terpilih dengan menggunakan analisis QSPM adalah meningkatkan keterampilan dalam membudidaya dan pengolahan rumput laut (nilai TAS 5,21), memperluas dan mempertahankan jaringan penjualan rumput laut (nilai TAS 5,02) dan menignkatkan pelatihan/ pendampingan kepada petani rumput laut saat budidaya maupun pasca panen (nilai TAS 4,69). Village Randusanga Kulon is area used farm _ for cultivation grass sea with condition enough pond _ shallow with muddy substrate _ colored black. Destination study this is for knowing characteristics location cultivation grass sea, potential and strategy development cultivation grass the sea in the village Randusanga Kulon, Brebes. Study is study descriptive that uses approach quantitative with survey method. Study this using the instrument, namely questionnaire, interview, observation and documentation. Results identification factor internal strategic there are 5 strengths and 5 weaknesses, external factors there are 5 chances and 5 threats. IFAS value is 3.28 and EFAS value is 3.05 in IE matrix is located on cell I, i.e describe grow and growing. Based on SWOT analysis obtained 12 alternatives strategy. Priority chosen strategy with use QSPM analysis is increase Skills in cultivate and processing grass sea (TAS value 5,21), expand and maintain network sale grass sea (TAS value 5.02) and boost training / mentoring to farmer grass sea moment cultivation nor post harvest (TAS value 4.69).
Co-Authors Abel Kristanto Widodo Adi Santoso Adiyoga, Diaz Agus Indardjo Agus Indarjo Ahmad Fadhil Muzaki Ahmad Saddam Habibi Alburhana, Lathifatusy Syifa Aldo Rizqi Arinianzah Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Ridlo Alvi Akhmad Arifin Amri, Fahrizal Dwi Ananda Arifidyani Andri Cahyo Kumoro Anjani, Devi Oktavia Antonius Budi Susanto Aprilia Larasati Dewi Arief, Atthariq Fachri Ramadhan Arifin, Alvi Akhmad Arrico Fathur Yudha Bramasta Arya Rezagama Atika Siti Nuraisyah Baskoro Rochaddi Bolu, Wa Ode Rima Alam Sari Bramasta, Arrico Fathur Yudha Cannavaro, Syahrial Varrel Chrisna Adhi Suryono Christy, Yonanda Alodea Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Dewi, Septiyani Kusuma Diah Permata Wijayanti Diaz Adiyoga Dony Bayu Putra Pamungkas Dwi Haryanti Dwicahyo Setiyo Wibowo Dyah Ayu Wulandary Ega Saputra Eldita Amalia Endang Sri Susilo Erni - Martani Erni Martani Fadila Wahyu Putri Arimbi Fahmi Arifan Fahrizal Dwi Amri Feri Setiawan Firdaus, Syifa Shafira Gunawan Widi Santosa Hadi Endrawati Hafizh Prihindrasto Hanif, Marwa Irfan Irwani Irwani Ita Riniatsih Ita Widowati Jan Ericson Wismar Joitry Silvia Sitompul Karina Dewiningsih Laraswati, Yuli Limbong, Maria Fransiska Lumban Gaol, Josua Gabriel M Faisal Alfa Yulianto Ma'ruf, Widodo Farid Mada Triandala Sibero Maya Puspita Monika, Rika Muhammad - Zainuddin Muhammad Salauddin Ramadhan Djarod Muhammad Taufiqur Rahman Muhammad Taufiqur Rahman, Muhammad Taufiqur Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Munasik Munasik Ni Nyoman Widya Triyaningsih Nirwani Soenardjo Novie Susanto Ony Ilham Pradiksa Patrea Nurcholis Afitri Person Pesona Renta Pola Risda Aswita Silitonga Prasetyana Ajeng Refamurty Putri, Angela Salsalina Rahma, Sayyidatur Rahmawati, Tiara Retno Hartati Ria Azizah Tri Nuraini Ria Azizazh Tri Nuraeni Rico Adi Setyanto Rini Pramesti Risandhi, Danendra Aquila Azfa Rudhi Pribadi Sabrina Alisha Devi Sari, Intan Swastika Sean Dewa Ramadhan Sebastian Margino Sebastian Margino Septiyani Kusuma Dewi Sibero, Mada Triandala Siti Rudiyanti Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Sedjati Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sugeng Widada Sunaryo Sunaryo Suryani, Askiya Intan Suryono Suryono Syahrial Varrel Cannavaro Sylvia Sari Indah Dongoran Titis Buana Triyaningsih, Ni Nyoman Widya Triyanto - - Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Wa Ode Rima Alam Sari Bolu Wahyu Bagio Leksono Widayat, Barra Muzaffar Widianingsih Widianingsih Winda Ariesta Nur Fadilla Wisnu Broto Yonanda Alodea Christy Yuli Laraswati