Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU FRUTIVEZ PADA PT. SABUSI DENGAN PENDEKATAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) Sasvia Ayu Puzianti; Totok Pujianto; Roni Kastaman
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i1.6243

Abstract

Quality control is a basic thing that needs to be applied by an organization, agency, or company to produce services or products that can meet consumer needs. Defects that may occur in a production can cause gradual losses for the company. 4 of the 5 attributes and variables of fruit strips Frutivez can meet the standards of fruit strips that are desired by consumers, but often the product form received by consumers is not as expected. The deviation of shape was 0.0257 for mango, 0.0257 for pinepaya, and 0.0049 for banana exceeding UCL. The solutions provided to reduce defects in form are improving packaging methods, replacing and maintaining equipment by cleaning tools after production for subsequent production, reducing employee boredom through joint recreation, and reformulating production recipes to increase product moisture content and reduce drying time. The final percentage rate of acceptance of the solution by the company is 78%, which means it is very likely that the solution provided can be implemented. Pengendalian mutu merupakan hal dasar yang perlu diterapkan oleh sebuah organisasi, instansi, maupun perusahaan untuk memproduksi jasa ataupun produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kecacatan yang mungkin terjadi dalam suatu produksi dapat menyebabkan kerugian secara bertahap bagi perusahaan. 4 dari 5 atribut dan variabel fruit strips Frutivez dapat memenuhi standar fruit strips yang diminati oleh konsumen, namun seringkali bentuk produk yang diterima oleh konsumen tidak sesuai yang diharapkan. Penyimpangan bentuk terjadi sebesar 0.0257 untuk mangga, 0.0257 untuk pinepaya, dan 0.0049 untuk pisang melebihi UCL. Solusi yang diberikan untuk mengurangi cacat bentuk adalah perbaikan metode pengemasan, penggantian dan pemeliharaan peralatan dengan cara membersihkan alat setelah produksi untuk produksi selanjutnya, mengurangi kejenuhan karyawan melalui rekreasi bersama, serta mereformulasi resep produksi untuk meningkatkan kadar air produk dan mengurangi waktu pengeringan. Tingkat presentase akhir penerimaan solusi tersebut oleh pihak perusahaan sebesar 78% yang berarti kemungkinan besar solusi yang diberikan dapat diimplementasikan.
PERANCANGAN MODEL BISNIS BANK SAMPAH DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS Salsabila Aliya Nabilah; Dwi Purnomo; Roni Kastaman
Bina Ekonomi Vol. 23 No. 1 (2019): Bina Ekonomi: Majalah Ilmiah Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan
Publisher : Center for Economic Studies Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6405.397 KB) | DOI: 10.26593/be.v23i1.3858.1-12

Abstract

ABSTRACTA waste bank is a place for collecting and sorting dry waste. Waste is saved, weighed, and valued with a sum of money. Trash is sold in factories that worked with the waste bank. The waste bank engages people to sort waste and provide public awareness in managing waste and reducing waste that is transported to landfills. Waste segregation is one of the efforts made in the community to reduce the problem of household waste. Waste sorting is done so that the recycling process can be done more effectively and efficiently. Waste management with a waste bank system is expected to be able to assist the government in handling waste and improving the community's economy. The benefits of the waste bank are to help waste management, make the community aware of a healthy, neat, and clean environment, turning waste into something more useful. The method used to design a waste bank’s business model with a business model canvas. The results obtained by a complete framework regarding the resources, activities, and related parties needed to run a waste bank in Bandung.Keywords: waste bank; waste sorting; business model canvas
Pengembangan Produk Pangan Baru ‘Pasayu’ Bernutrisi, Berbasis Kearifan Lokal sebagai Bahan Baku (Development of New Food Product of Nutritious Pasayu, Based on Local Wisdom as Raw Materials) Marleen Sunyoto; Tati Nurmala; Roni Kastaman; Deddy Muchtadi
JURNAL PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v25i1.305

Abstract

‘Pasayu’ adalah produk pangan baru pasta fettuccine yang menggunakan  tepung komposit yang terdiri dari tepung limbah ubi kayu, tepung jagung dan tepung kacang hijau. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh formula yang tepat, antara tepung limbah ubi kayu, tepung jagung dan tepung kacang hijau untuk meningkatkan kandungan protein dan serat. Metode eksperimen terdiri dari analisis cluster pada data yang diperoleh dari metode survei, menghasilkan varietas Karikil dengan 0,023 persen kandungan HCN, 11,9 persen pati, serat 7,2 persen serat dan rendemen 16,6 persen, dan Metoda Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 pengulangan. Hasilnya memperlihatkan bahwa Perlakuan B (20 : 80) pada ‘Pasayu’ jagung adalah perlakuan terbaik dengan karakteristik sebagai berikut : 9,2 persen protein, 9,5 persen kandungan uap air, 3,57 persen serat, 62,39 persen pati, 6,84 persen kandungan lemak, 72,8 persen karbonhidrat, 1,6 persen kandungan abu, kekerasan 208,7429 gF dan daya rehidrasi 73,385 gF. Perlakuan terbaik pada ‘Pasayu’ kacang hijau adalah 70 : 30 dengan karakteristik: kandungan protein 12,23 persen, kandungan uap air 8,97 persen, serat 5,23 persen, pati 33,2 persen, lemak 5,03 persen, karbohidrat 69,32 persen dan  kandungan abu 4,45 persen, kekerasan 1543.524 dan daya rehidrasi 149.23 gF.High nutrient’s Pasayu is a new fettucine-type pasta food product with composite flour as the basic material that consisting of cassava waste flour, mixed with corn flour and mungbean flour. The study was aimed to obtain the proper formulation of the ratio of cassava waste flour to corn flour and cassava waste flour to mungbean flour, to increase protein content and Pasayu fiber that exceed commercial pasta products. Experiment method consisted of cluster analysis on the data previously obtained from survey method, giving a Karikil variety with 0.023persen HCN content, 11,9 percent starch, 7,2 percent fiber and 16,6 percent rendemen and a Randomized Block Design (RBD) with 6 treatments and 4 repetitions. Results show that B treatment (20 : 80) of corn Pasayu is the best treatment with the characteristics of: 9,2 percent protein, 9.5 percent water content, 3,57 percent, fiber,  62,39 percent starch, 6,84 percent fat content, 72.8 percent carbohydrates, 1,6 percent ash content, hardness  208,7429 gF and 73,385 of rehydration power. The best treatment of mungbean Pasayu is 70 : 30 with the characteristic: 12.23 percent protein content, 8,97 percent water content, 5,23 percent fiber content, 33,2 percent starch content, 5,03 percent fat, 69,32 percent carbohydrates  and 4,45 percent ash content, hardness is 1543.524 149,23 gF and rehydration power.
PEMETAAN DAN ANALISIS EFEK MULTIPLIER KOMODITAS UNGGULAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT Ahmad Thoriq; Roni Kastaman
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 17, No 1 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v17i1.32160

Abstract

The agricultural sector in Sumedang district is the main source of regionaleconomic growth, thus, the development of the agricultural sector becomes the toppriority in regional development. In the context of regional autonomy, regionaldevelopment is required to prioritize leading sectors by paying attention to regionalcomparative and competitive advantages. This study aims to analyze the leadingcommodities in each sub-district in Sumedang district and the value of the prioritycommodity multiplier effects. Data analysis methods used in this study include (1)Location Quotient (LQ), (2) Differential Shift (DS), and (3) multiplier effect analysis.The results show that paddy is the main leading commodity in 9 sub-districts, followed by cassava commodity in 7 sub-districts. The multiplier effect with the largest cropping pattern of rice is found in the combination of paddy-sweet potato-paddy which is equal to 3.2 with a total farm income of Rp.196,280,606/hectare/year.
Analisis Titik Kritis Halal pada Proses Produksi di Komunitas UKM Aksara Cimahi Menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Belladina Anggun Kinanti; Totok Pujianto; Roni Kastaman
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.04

Abstract

Komunitas Aksara Cimahi adalah komunitas UMKM yang memproduksi olahan makanan ringan yang mayoritasnya telah memiliki sertifikasi halal, namun telah adanya sertifikasi halal tersebut tidak menjamin bahwa UMKM tersebut selalu halal karena berdasarkan hasil penelitian bahwa UMKM tersebut masih rentan terhadap titik kritis halal. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk menganalisis risiko mana yang menjadi prioritas titik kritis halalnya untuk segera diperbaiki, dengan cara menghitung Risk Priority Number (RPN) mana yang paling tinggi. Adapun beberapa risiko yang dapat menyebabkan terjadinya titik kritis halal yaitu, pada risiko perubahan formula yang menghasilkan produk baru (80%), belum adanya pemasok tetap yang tersertifikasi halal (60%), lingkungan kerja yang dekat dengan kontaminasi (50%), dan tidak tercantumnya logo halal pada bahan baku yang digunakan (40%). Masih adanya risiko-risiko yang dapat menjadi titik kritis halal tersebut dapat menyebabkan hilangnya status kehalalan produk.
Penerapan Metode Quality Function Deployment untuk Peningkatan Kepuasan Konsumen dalam Kualitas Produk UKM Sanders Milk Donut Noer Addnina Zahra; Roni Kastaman; Totok Pujianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.25

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi kepuasan konsumen dan memenangkan persaingan pasar, UKM Sanders Milk Donuts  telah melakukan penelitian untuk mengetahui prioritas perbaikan yang perlu dilakukan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Langkah yang dilakukan perusahaan dalam kaitan dengan penelitian tersebut antara lain mengidentifikasi atribut produk yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen Sanders Milk Donuts, tingkat kinerja dan komponen respon teknis yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas produk dari sisi komponen dasar teknologi dan tenaga manusia.  Data yang dikumpulkan diperoleh dari 100 responden. Analisis di dasarkan atas  pengamatan langsung dan brainstroming dengan pihak Sanders Milk Donuts dengan metode QFD (Quality Function Deployment). Hasilnya menunjukkan bahwa ada delapan atribut kebutuhan konsumen yang telah dipenuhi oleh Sanders Milk dan ada empat komponen respon teknis yang perlu diperbaiki dari aspek technoware dan delapan komponen respon teknis yang perlu diperbaiki dari aspek humanware.
Menentukan Kondisi Ketahanan Pangan Jawa Barat Wilayah IV Menggunakan Food Security Quotient (FSQ) Rakha Zahra Raihan; Roni Kastaman; Tensiska Tensiska
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.7

Abstract

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Ketahanan pangan mempunyai 3 indikator penting yaitu ketersediaan pangan, akses pangan serta mutu pangan. Ketersediaan pangan artinya pangan harus tersedia dari sumber alami baik melalui produksi pangan, penggarapan lahan atau peternakan, atau dengan cara lain untuk memperoleh pangan, seperti memancing, berburu atau mengumpulkan makanan. Akses pangan artinya akses ekonomi dan fisik kepada pangan harus dijamin. Aksesibilitas ekonomi berarti harga pangan harus terjangkau. Mutu pangan artinya pangan tersebut harus bergizi dan kondisi masyarakatnya yang dapat menyerap gizi dari pangan itu sendiri. Food security quotient (FSQ) merupakan modifikasi dari metode Location quotient (LQ) yang dapat mentukan komoditas basis agar dapat memilih memilah variabel yang diprioritaskan dan tidak diprioritaskan namun menggunakan variabel yang berpengaruh pada 3 indikator ketahan pangan tersebut. Rata – rata kondisi ketahanan pangan Jawa Barat Wilayah IV berada pada kondisi tahan pangan dengan nilai FSQ 0,951. Daerah dengan kondisi sangat tahan pangan yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sumedang. Daerah dengan kondisi tahan pangan yaitu Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Pangandaran, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar. Namun jika ditilik lebih dalam, masih banyak variabel – variabel dari daerah – daerah tersebut yang masih butuh penanganan dan strategi untuk menunjang ketahanan pangan.
Penerapan Metode Quality Function Deployment (QFD) yang Terintegrasi Metode Servqual untuk Meningkatkan Kepuasan Konsumen dalam Kualitas Pelayanan di Inaka Coffee Nadya Novianti Dwi Putri; Totok Pujianto; Roni Kastaman
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.7

Abstract

Inaka Coffee merupakan salah satu coffee shop yang berada di Kota Cimahi. Keberadaan coffee shop ini sedang menjadi tren terbukti dengan tingkat konsumsi kopi di Indonesia yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut pelayanan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen Inaka Coffee, untuk mengetahui kinerja pelayanan yang dimiliki Inaka Coffee dibandingkan dengan pesaing lainnya serta untuk mengetahui atribut pelayanan yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam memenuhi kepuasan konsumen Inaka Coffee. Hal ini dilakukan dengan menerapkan metode Quality Function Deployment (QFD) yang bertujuan untuk melakukan perbaikan kualitas pelayanan pada aspek yang dianggap kurang memenuhi syarat di Inaka Coffee. Metode Quality Function Deployment (QFD) ini terintegrasi oleh SERVQUAL. Untuk mengetahui kebutuhan konsumen dilakukan wawancara terhadap 30 responden mengenai atribut yang diinginkan saat berada di Coffee Shop. Selain itu, penelitian ini melibatkan 120 responden yaitu konsumen coffe shop dalam penilaian mengenai harapan serta kenyataan mengenai kualitas pelayanan. Tidak hanya melibatkan konsumen sebagai responden tapi juga melibatkan para ahli dalam melakukan penilaian mengenai respon teknis yang dibutuhkan serta hubungan keterkaitan antara respon teknis yang diberikan dengan kebutuhan konsumen yang diinginkan. Didapatkan 24 prioritas utama yang perlu dilakukan perbaikan dilihat dari analisis diagram pareto. Respon teknis ini perlu dilakukan agar dapat memperkecil kesenjangan antara nilai kenyataan dan harapan yang berarti dapat meningkatkan kepuasan konsumen dari kualitas pelayanan yang ada.
Perancangan Model Bisnis Kopi Tapanuli Utara Menggunakan Model Bisnis Kanvas pada Startup Trafeeka Coffee Reynaldi Hasian Yehezkiel; Dwi Purnomo; H Roni Kastaman
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.03.11

Abstract

Kopi Tapanuli Utara memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan berdasarkan kapasitas produksi serta kualitas yang dimiliki. Kurangnya publikasi serta pemasaran yang dilakukan terhadap kopi Tapanuli Utara menjadi masalah utama yang dihadapi. Perancangan model bisnis yang dilakukan pada Trafeeka Coffee dilakukan untuk meningkatkan penjualan kopi Tapanuli Utara, meningkatkan publikasinya kepada masyarakat serta melakukan inovasi dan pemasaran terhadap konsumen kopi Trafeeka. Riset ini menggunakan metode penelitian tindakan dengan pendekatan Model Bisnis Kanvas dan tools dari buku Design a Better Business sebagai rujukan yang dievaluasi sebanyak tiga kali. Hasil riset ini menunjukan bahwa rancangan model bisnis yang dihasilkan mampu meningkatkan penjualan kopi Tapanuli Utara pada Trafeeka Coffee, menghadirkan berbagai inovasi produk, meningkatkan kapasitas tenaga kerja, membangun relasi dengan berbagai petani dan rekan kerja lainya serta meningkatkan publikasi dan pemasaran kopi Tapanuli Utara melalui media sosial. 
Karakteristik Brand Equity Yourgood Smoothies Bar di Mata Konsumen Ananda Lalitya Hadiputri; Roni Kastaman
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.04.5

Abstract

Kesadaran masyakat akan gaya hidup sehat memunculkan peluang bisnis. Salah satunya dengan membuat kafe bertema healthy food. Penting bagi suatu merek untuk mengetahui kondisi mereknya di mata konsumen. Hal tersebut dapat diketahui menggunakan brand equity. Ekuitas merek (brand equity) terdiri dari kesadaran merek, loyalitas merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan perilaku pasar. Penelitian dilaksanakan terhadap merek Yourgood pada bulan Mei-Juli 2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sebanyak 113 responden dan dilakukan melalui kuesioner online, Google Form. Analisis data menggunakan beberapa metode, seperti kesadaran merek dan loyalitas merek menggunakan analisis deskripstif, asosiasi merek menggunakan uji Cochran, dan persepsi kualitas menggunakan Importance-Perfomance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan bahwa kesadaran akan merek sudah kuat, loyalitas konsumen terhadap merek belum kuat, dan didapatkan kelebihan maupun kekurangan dari kualitas merek tersebut.
Co-Authors . Sudaryanto A. A. Kalay Abil Fadila Adawiya, Alifiya Dipta Agus S. Somantri - Ahmad Thoriq Ahmad Thoriq Aisyah Hanifah Aldika Karisnoviandi Alfando Putrantyo Wiratama Alifa Putri Anarghya Ananda Lalitya Hadiputri Anas Bunyamin Andri Kristianto Andrianto Trilaksono, Rafli Asep Dedi Sutrisno Awan Mustafa Aji Azhar, Nurul Husna Bambang Nurhadi Belladina Anggun Kinanti Besthari D. A. Pambudi Boy Macklin Pareira Prawiranegara Budi Herdi Nopianto Budy Rahmat Budy Rahmat Bunga Ega Evania Chairunnisa, Ayumi D. Musaddad Danu Setio Wihananto Darkam Musaddad DEDDY MUCHTADI Deddy Muchtadi Desy Nurliasari Desy Nurliasari Suparno Devi Maulida Rahmah Dhiyaginaa Nurayuni Diana Alya Jaelani Dwi Purnomo Dwi Purnomo Dwi Rustam Kendarto Een Sukarminah Efri Mardawati Elsa Ayu Lestari Elsa Ayu Lestari Entang Sastraatmadja Fadjri Ramadhan Faisal Syahmurman Faizal Syahmurman Giat Suryatmana Gifari, Raihan Hanifah, Aisyah Harnesa Putri, Selly Hendri Hermawan Adinugraha Imas Setiasih Imas Setiasih Imas Setiasih Imas Siti Setiasih In-In Hanidah Insy Alimatun Hasanah Irfan Ardiansah Januardi Januardi Januardi, Januardi Khoirunisa Ubaynakum Kurniawan, Koko Iwan Agus Kusumah, Rizal Hadi Mariskasukma Mariskasukma Marleen Sunyoto Marleen Sunyoto Marsetyo - Moehammad Fauzi Muhammad Saukat Nabilla Vynka Fakhira Nadya Novianti Dwi Putri Nina Mardiana (F01108057) Noer Addnina Zahra Nurliasari, Desi Nurliasari, Dessy Nurliasari, Desy Nurlilasari, Puspita Panguji Raja Sinurat Puspita Puspita Putri, Nayla Fathinah Rahmah, Devi M. Rakha Zahra Raihan Rakha Zahra Raihan Reginawati Hindersah Reina Rafa Zakiyah Armasta Reynaldi Hasian Yehezkiel Rifaldi, Amrullah Rahman Rizkiyani Nafisah Rosalinda, s Ryan Ardianto S. Rosalinda, S. Salsabila Aliya Nabilah Sam Herodian Sandhi Nugraha Sarinarulita Rosalinda Sasvia Ayu Puzianti Sasvia Ayu Puzianti Selly Harnesa Putri Shinta A. Permatasari Sigit B. Prayudo Silvia Oktavia Nur Yudiastuti Sonnia Kristin Sophia Dwiratna Nur Perwitasari Sudaryanto Zain Sumirat, Riska Sunarmani - Syahmurman, Faisal Tati Nurmala Tati Nurmala Tensiska, Tensiska Totok Pudjianto Totok Pujiantio Totok Pujianto Totok Pujiyanto Triokto, Albert Yaritsha Nafhan Thyola Yunita Hasnah Devina Yunita Hasnah Devina