Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Isolasi Dan Karakterisasi Mikroba Simbion Spons Axinella sp. Penghasil Enzim Ekstraseluler Di Kawasan Teluk Tomini Sebagai Antibakteri Pakaya, Mahdalena Sy.; Julyanty Akuba; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita; Pakaya, Meri Isriani
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1, Edisi 1, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v1i1.21

Abstract

Mikroba simbion adalah mikroba yang hidup menetap pada suatu inang, dan biasanya menghasilkan senyawa bioaktif yang sama seperti inangnya serta sebagai sumber enzim ekstraseluler seperti enzim protease yang dapat menghasilkan senyawa peptida yang dapat mengganggu membran bakteri sehingga memiliki efektivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi mikroba, serta menguji aktivitas antibakteri simbion spons penghasil enzim ekstraseluler dari kawasan Teluk Tomini. Metode yang digunakan adalah metode tanam langsung. Karakterisasi mikroba simbion meliputi makroskopik, mikroskopik dan uji aktivitas enzimatik, adapun pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Hasil isolasi mikroba simbion yang didapatkan sebanyak 2 isolat bakteri (BS 1 dan BS 2) dan 1 isolat jamur (JS). Hasil karakterisasi menunjukan karakteristik makroskopik dan mikroskopis yang berbeda dari ketiga isolat. Hasil uji aktivitas enzim ekstraseluler ketiga isolat memiliki nilai Indeks Aktivitas Enzim (IAE) dengan kategori zona hidrolitik kecil sampai besar. Hasil uji aktivitas antibakteri isolat BS 1 dan BS 2 masing-masing memiliki aktivitas penghambatan sebesar 4,09 mm (lemah) dan 13,258 mm (kuat) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Selain itu, isolat BS 1 dan BS 2 masing-masing memiliki aktivitas penghambatan sebesar 4,695 mm (lemah) dan sebesar 3,145 mm (lemah) terhadap bakteri Escherichia coli. Sedangkan isolat JS menunjukan aktivitas penghambatan sebesar 23,27 mm (sangat kuat) terhadap Staphylococcus aureus dan sebesar 18,33 mm (kuat) terhadap Escherichia coli.
Skrining dan Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Pare (Momordica charantia L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis Hasan, Hamsidar; Hiola, Faramita; Akuba, Juliyanty; Makkulawu, Andi; Anggai, Rifka Anggraini; Liputo, Kartika Vany
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i1.91

Abstract

Pare (Momordica charantia L.) merupakan salah satu tanaman yang fungsional. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat karena banyak mengandung senyawa aktif di dalamnya. Salah satu senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman Pare, yaitu flavonoid. Flavonoid diketahui memiliki aktivitas farmakologis seperti antiinflamasi, antidiabetes, antibiotik, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam ekstrak etil asetat daun Pare mengandung senyawa flavonoid dan berapa kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak etil asetat daun Pare. Metode yang digunakan, yaitu ekstraksi menggunakan metode maserasi bertingkat, uji skrining fitokimia dengan uji tabung, uji kromatografi lapis tipis, dan penetapan kadar flavonoid menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun Pare positif mengandung senyawa flavonoid berdasarkan uji KLT menggunakan pereaksi AlCl3 dengan nilai Rf 0,4 dan penetapan kadar flavonoid pada panjang gelombang maksimum 410 nm ekstrak etil asetat daun Pare memiliki kadar rata-rata flavonoid sebesar 135,27 mg QE/g ekstrak.
Uji Aktivitas Antidiare Kombinasi Ekstrak Metanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Dan Daun Sirih (Piper betle) Pada Mencit Jantan( Mus muscullus ) Kahar, Putri Kartika Adhilia; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2736

Abstract

Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Daun Sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman herbal atau obat tradisional yang digunakan untuk mengobati diare atau mencret, disentri dan kolesterol. Komponen aktif yang banyak terdapat pada kedua tanaman ini yang memiliki efek antidiare adalah tanin dan flavonoid dimana flavonoid dapat menghambat pengeluaran asetilkolin dan kontraksi usus, tanin memiliki efek mengurangi peristaltik usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daun jambu biji dan daun sirih terhadap antidiare pada mencit. Daun Jambu Bij dan daun Sirih diekstraksi dengan metode maserasi. Aktifitas antidiare menggunakan metode proteksi yaitu tikus diberi 1 ml oleum ricini secara oral, kemudian didiamkan selama 1 jam. Selanjutnya masing-masing kelompok diberi perlakuan, yaitu kelompok I diberi suspensi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II diberikan suspensi Loperamid HCl sebagai kontrol positif, Kelompok III mencit diberi kombinasi ekstrak metanol daun Jambu Biji : dan daun Sirih 1:1, kelompok IV mencit diberi kombinasi ekstrak metanol daun Jambu Biji : dan daun Sirih 1:2 dan kelompok V mencit diberi kombinasi ekstrak metanol daun Jambu Biji : dan daun Sirih 2:1. Berdasarkan hasil uji statistic One Way Anova diperoleh bahwa ekstrak yang memiliki aktifitas antidiare palin baik yaitu pada kombinasi ekstrak metanol daun Jambu Biji : dan daun Sirih 2:1.
Pencegahan Stunting Melalui Upaya 1000 Hari Pertama Kehidupan Dan Peningkatan Kemandirian Keluarga Di Desa Pilolaheya Hiola, Faramita; Paramata, Nanang Roswita; Mahdang, Putri Ayuningtias
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i1.18453

Abstract

One of the health problems for toddlers that is relatively high in various regions in Indonesia is stunting. Nutrition Study reached 2021 prevalence of stunting in Indonesia was 24.4%. Stunting is a growth and development disorder in the form of chronic malnutrition during a period of growth and development from the beginning of life. Pilolaheya Village is one of the loci for stunting in Bone Bolango Regency. This service aims to provide socialization on the incidence of stunting in Pilolaheya Village. After determining the child's nutritional status, education is carried out in the form of socialization on stunting prevention for pregnant women and mothers with toddlers using lecture and discussion methods and demonstrations of making healthy MPASI using local food ingredients, procurement of billboards as a health promotion tool regarding ODF (Open Defecation Free). The results show that there are still 13 toddlers at risk of stunting. In addition to nutritional factors, environmental health was closely related to the incidence of stunting. In Pilolaheya Village, most people still defecate in the river, as can be seen from the fact that there are still 50 houses that do not have a toilet. Another condition was the habit of the head of the family smoking in any place was dangerous for pregnant women and toddlers. This activity can help provide information and education to the public regarding the importance of the first 1000 days of life for children and increase awareness of the Pilolaheya community about the importance of maintaining a healthy environment to prevent the spread of disease.
Penyuluhan Pencegahan Risiko Stunting 1000 Hari Pertama Kehidupan pada Masyarakat di Desa Huntu Barat Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango Paramata, Nanang Roswita; Mahdang, Putri Ayuningtias; Hiola, Faramita
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i1.18445

Abstract

Stunting or stunted body growth is a form of malnutrition. Stunting describes chronic undernutrition during the growth and development period from the beginning of life. The nutrition program that the current government has carried out has contributed to overcoming existing nutritional problems. Efforts that need to be made in the future are accelerating nutrition improvement with a priority of the First Thousand Days of Life or 1000 HPK. The purpose of this service activity is to prevent stunting and increase knowledge about stunting and PHBS in the community in Huntu Barat Village, Bulango Selatan District. The service is carried out through stunting counseling activities and prevention efforts. This activity is expected to provide information and education to the public regarding the importance of the first 1000 days of life for children as an effort to prevent stunting.Stunting atau terhambatnya pertumbuhan tubuh merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi. Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Program gizi yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini telah memberikan kontribusi terhadap penanggulangan masalah gizi yang ada. Upaya yang perlu dilakukan ke depan adalah percepatan perbaikan gizi dengan prioritas Seribu Hari Pertama Kehidupan atau 1000 HPK. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah upaya pencegah stunting dan meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan PHBS pada masyarakat di Desa Huntu Barat Kecamatan Bulango Selatan. Pengabdian dilakukan melalui kegiatan penyuluhan stunting dan upaya pencegahannya serta PHBS yang diberikan oleh Tim Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat mengenai pentingnya 1000 hari pertama kehidupan bagi anak sebagai upaya untuk mencegah stunting.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT (Mus musculus) Ismail, Ulfatul Magfirah M.; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita; Suleman, Ahmad
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i1.150

Abstract

Nyeri merupakan kondisi yang menandakan tubuh sedang mengalami kerusakan jaringan dan peradangan. Nyeri dapat diatasi dengan obat analgesik. Salah satu tanaman yang diduga mempunyai efek analgesik adalah Bunga Telang (Clioria ternatea L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dan dosis efektif dalam meredakan rasa nyeri pada mencit yang diinduksi asam asetat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok I diberikan NaCMC sebagai kontrol negatif, kelompok II diberikan ibuprofen sebagai kontrol positif, serta kelompok III, IV, dan V diberikan ekstrak bunga telang dengan dosis 100 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB. Hewan uji diinduksi dengan asam asetat 1% secara intraperitoneal, kemudian ditunggu 10 menit dan diberikan ekstrak secara oral. Pengamatan dilakukan dengan menghitung respon nyeri yang ditandai dengan geliat selama 60 menit dengan interval waktu 10 menit. Data penelitian diolah secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa dosis ekstrak bunga telang efektif sebagai analgesik pada mencit putih jantan dengan dosis optimal 300 mg/kgBB tetapi tidak melebihi kontrol positif.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitorea Ternatea Linn.) SEBAGAI ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA PADA HEWAN UJI MENCIT (Mus Musculus) Iman, Devansyah; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita; Suleman, Ahmad
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v10i1.153

Abstract

Bunga telang (Clitorea ternatea L.) merupakan salah satu tanaman yang terbukti bisa digunakan sebagai obat alami yang mengandung beberapa senyawa kimia. Kolesterol adalah lemak yang diproduksi secara alami oleh hati dan bisa juga berasal dari makanan hewani. Jika kadar kolesterol melebihi batas normal maka akan timbul suatu kondisi penyakit yang disebut hiperkolesterolemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemerian ekstrak bunga telang untuk menurunkan kadar kolesterol pada mencit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental pre test and post test dengan subjek penelitian mencit jantan (Mus musculus). Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif (Simvastatin 20 mg/KgBB), kelompok ekstrak Bunga Telang dosis 100 mg/Kg BB, 200 mg/Kg BB dan 400 mg/Kg BB. Hasil penelitian ekstrak methanol bunga telang menunjukan bahwa kontrol positif simvastatin 20 mg/kgBB memiliki presentase terbesar untuk menurunkan kadar kolesterol pada mencit dengan hasil 97%, sedangkan untuk kelompok ekstrak yang memiliki presentase terbesar menurunkan kadar kolesterol yaitu ekstrak dengan dosis 400mg/kgBB dengan hasil 47%, dan kelompok esktrak dengan dosis 100mg/kgBB memiliki presentase penurunan paling kecil dengan hasil 37,7%. Kesimpulan dari penelitian didapatkan hasil bahwa ekstrak methanol bunga telang mampu menurunkan kadar kolesterol pada hewan uji mencit (Mus musculus).
Pengaruh SLM_2026 Terhadap Stabilitas Fisik dan Laju Pelepasan Krim Niosom Antosianin Secara In Vitro Tungadi, Robert; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita; Paneo, Mohamad Aprianto; Ayu Maloho, Sity Nur Rahayu Maloho
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 2 (2025): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i2.65

Abstract

Antosianin merupakan salah satu zat aktif yang dapat diformulasikan dalam sediaan krim. Namun antosianin memiliki kestabilan yang sering berubah ubah. Untuk itu antosianin diformulasikan ke dalam bentuk niosom untuk meningkatkan kestabilan antosianin di dalam stratum korneum serta dibuatlah dalam sediaan krim dengan penambahan skin lipid matriks_2026 yang digunakan sebagai basis krim serta memiliki aktivitas sebagai emulgator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Skin lipid matriks_2026 terhadap stabilitas fisik dan laju pelepasan krim niosom antosianin secara in vitro. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan niosom menggunakan metode injeksi pelarut etanol kemudian dilakukan karakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EP). Niosom Antosianin diformulasikan ke dalam bentuk krim dan dilakukan evaluasi fisik serta uji penetrasi menggunakan metode difusi franz. Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 secara berturut-turut yaitu persen efisiensi penjerapan sebesar 67,16%, 93,66%, dan 100% dengan ukuran partikel sebesar 205,5 nm, 157 nm, 257 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,235, 0,195, dan 0,355. Ketiga formula krim memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan krim yang baik. Hasil uji penetrasi menunjukkan jumlah kumulatif antosianin yang terpenetrasi selama 24 jam untuk F1, F2, dan F3 secara berturut-turut adalah 199,835 μg/cm2, 306,0784 μg/cm2, dan 209,2437 μg/cm2. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variasi konsentrasi antosianin yang digunakan dalam formula terhadap penetrasi krim niosom antosianin.
Karakterisasi Senyawa Minyak Atsiri Ekstrak Etil Asetat Bawang Putih (allium sativum l.) Taupik, Muhammad; Andy Suryadi, A. Mu’thi; Hiola, Faramita; Rannu, Jumriani
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 1, No 2 (2021): Mei-Agustus 2021
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v1i2.11767

Abstract

Garlic (Allium sativum L.) is one of tuber vegetable crops that is widely grown in various countries in the word and is often used as food spices and medicines. The purpose of this study was to characterize the volatile oil compound ethyl acetate extract of garlic (Allium sativum L.) using Uv-Vis and IR spectrophotometric metods. Several methods used in this research included extraction, identification of compounds, fractionation, thin layer chromatography, prepative thin layer chromatography, and characterization of compounds using Uv-Vis spectrophotometry and IR spectrophotometry. A total of 3000 grams od garlic was macerated using 70% ethanol, then evaporated and obtained a thick extract of 421.5 grams. The results of thin layer chromatography used an eluent ratio of Methanol : Ethyl Acetate (4:2) obtained stains with an Rf value of 0,55. The optimizion result of maximum wavelength of garlic isolated (Allium sativum L.) is 232 nm wich indicated  the presence of an electron transition  n→σ*.The results of IR  spectrophotometry had fuctional groups at wave numbers 3231.530 cm-1 (N-H), 1637.48 cm-1 (C=O), 1014.65 cm-1(C-N). 
Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Penyerta Di Rumah Sakit Otanaha Kota Gorontalo Rasdianah, Nur; Hiola, Faramita; Andy Suryadi, A. Mu’thi; Gani, Athira Sri Wahyuni
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 1, No 1 (2021): Januari-April 2021
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v1i1.9953

Abstract

As the numbers of cases continue to soar, diabetes mellitus or DM is one the most common disease in Indonesia. The WHO predicts that in 2030, numbers of diabetics in Indonesia will rise up to 21.3 million people, compared to 8.4 million people in 2000. Regarding the treatment, most of diabetes cases are commonly treated with pharmacological therapy. In this regard, polypharmacy and medications-related problems might occur during the treatment to control blood glucose level that is concurrent with the treatment of other diseases. Drug Interaction is a common medication-related problem. The present study is aimed to investigate the cases of drug interaction in patients with type-2 DM with comorbid diseases during the period of January-December 2019 in Otanaha Hospital, Gorontalo. As based on the inclusion criteria, the study involved 92 patients with type-2 DM and comorbid disease involved combination of metformin-glimepiride (47%), insulin (19%), metformin (14%), and glimepiride (9%). Moreover, based on the observation, minor interaction occurred the most (47%), followed by moderat interaction (31%) and major interaction. To sum up, the cases of drug interaction in patients with type-2 DM and comorbid disease in Otanaha Hospital, Gorontalo are relatively high. It is further concluded that the pharmacist's role is influential to supervise and monitor the patients medication intake.