Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Isolasi Dan Identifikasi Mikroalga Di Danau Limboto Mahdalena Sy. Pakaya; Hiola, Faramita; Juliyanty Akuba; Hutuba, Ariani H.; Lahay, Astiara
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 2 No. 3 (2025): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v2i3.75

Abstract

Penggunaan antibiotik dengan dosis yang tidak tepat secara terus-menerus menyebabkan bakteri patogen menjadi resisten. Penemuan senyawa antibakteri dapat dilakukan dengan cara isolasi pada bahan alam salah satunya mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroalga pada perairan danau limboto yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi menggunakan teknik mikroskopis, metode difusi cakram serta KLT Bioautografi untuk menguji senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri. Hasil identifikasi didapatkan mikroalga pada titik 2 (MA2 a dan MA2 b) dan titik 3 (MA3 a) termasuk kelompok alga hijau (Chlorophyta). Metode isolasi menggunakan metode pengenceran berseri didapatkan isolat (MA2 a dan MA3 a).
Pembentukan Kader Remaja Peduli Stunting Dalam Upaya Penanggulangan Masalah Gizi Pada Balita amalia, Lia; mokodompis, Yasir; Hiola, Faramita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.22011

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan anak. Prevalensi stunting di Asia Tenggara dan Indonesia masih tinggi, melebihi standar World Health Organization (WHO). Pengabdian masyarakat sebagai pendekatan pencegahan stunting melibatkan seluruh komunitas dan memerlukan partisipasi aktif masyarakat, termasuk remaja. Pembentukan kelompok remaja peduli stunting menjadi kunci penting dalam hal ini, remaja adalah calon orang tua masa depan yang dapat menghindari pernikahan dini dan memahami pentingnya kesehatan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Botumoito dengan metode participatory community service. Hasilnya mencakup pemahaman siswa tentang pencegahan stunting, serta komitmen remaja karang taruna sebagai agen perubahan yang merupakan bagian integral dalam mengurangi angka stunting, meningkatkan kesehatan di Desa dan perkembangan anak-anak di masa depan. Edukasi melalui sistem pendidikan dapat membentuk pola pikir sehat sejak usia dini, kegiatan ini menggambarkan pentingnya melibatkan remaja dalam pencegahan stunting melalui pemahaman dan pelatihan yang sesuai. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Desa Botumoito.
Pembuatan Yogurt Dari Air Buah kelapa (Cocos Nucifera) Sebagai Minuman Kesehatan Rasdianah, Nur; Akuba, Juliyanty; Hiola, Faramita; Mangulu, Anindia
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i2.26

Abstract

Pada umumnya tumbuhan kelapa dapat dimanfaatkan yang paling sering digunakan serta bernilai ekonomis adalah airnya. Kandungan nutrisi air kelapa muda yaitu protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Air kelapa sangat muda dikombinasikan bersama dengan bakteri asam laktat menghasilkan produk yang memiliki manfaat sangat baik bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan membuat dan mengevaluasi yogurt dari air buah kelapa (Cocos nucifera) sebagai minuman kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoriun dengan menggunakan air buah kelapa., dengan 3 variasi, 15% (Air buah kelapa 75 ml), 30% (Air buah kelapa 150 ml), dan 45% (Air buah kelapa 225 ml). Yogurt yang dihasilkan diuji sifat fisik. Hasil uji organoleptik menggunakan 25 panelis semua memberikan respon positif dan sangat menyukai yogurt yang telah di buat baik rasa, warna, tekstur maupun aroma. Hasil uji pH dari 3 variasi yogurt hanya yogurt dengan konsentrasi air kelapa 15% dan 30% yang memenuhu persyaratan pH yogurt yang baik karena keduanya mendapat pH 4,5 sedangakn yogurt dengan konsentrasi 45% air kelapa tidak memenuhi syarat karena hanya memiliki pH 4, sesuai syarat pH sediaan yogurt berkisar antara 4,2-4,6. Hasil uji viskositas dari 3 variasi hanya yogurt dengan konsentrasi air kelapa 15% 9,5 Cps yang memenuhi syarat viskositas yang baik sedangkan yogurt dengan konsentrasi air kelapa 30% 8 Cps dan yogurt dengan konsentrasi air kelapa 45% 5,1 Cps sehingga tidak memenuhi syarat, sesuai syarat viskositas yang baik 8,28-13,00 Cps. Berdasarkan hasil uji evaluasi fisik variasi yang terbaik yaitu yogurt dengan konsentrasi air kelapa 15% karena semua evaluasi yang dilakukan semua telah memenuhi syarat yogurt yang baik.
Pembuatan Yoghurt dengan Penambahan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Sebagai Minuman Kesehatan Hiola, Faramita; Rasdianah, Nur; Puluhulawa, Lisa Efriani; Paputungan, Jihan Utari
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i2.27

Abstract

Buah naga merah merupakan buah yang memiliki banyak manfaat kandungan nutrisi pada kulit buah seperti karbohidrat, lemak, protein dan serat pangan, tapi masih jarang dimanfaatkan, hanya dijadikan limbah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, maka dari itu dibuat yoghurt sebagai minuman kesehatan, karena yoghurt juga merupakan minuman yang banyak diminati, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit buah naga merah, membuat yoghurt serta mengevaluasi yoghurt. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoriun dengan menggunakan tiga konsentrasi filtrat kulit buah naga merah yaitu 10%, 15% dan 20%. Selanjutnya dilakukan evaluasi meliputi uji pH, uji viskositas, organoleptik, uji total bakteri asam laktat dan cemaran mikroba. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada ketiga konsentrasi memiliki pH yang sama yaitu 4,5. Hasil uji viskositas, pada konsentrasi 10% (11,0 cP), konsentrasi 15% (10,5 cP) dan konsentrasi 20% (10,0 cP.) Hasil uji organoleptik dari 25 panelis didapatkan pada kategori aroma yang banyak disukai yaitu yoghurt (konsentrasi 15%), pada kategori warna (konsentrasi 20%), kategori tekstur (konsentrasi 20%) dan kategori rasa (konsentrasi 20%). Hasil uji total bakteri asam laktat pada konsentrasi 10% (51,9 x 107 cfu/ml) minggu pertama dan (13,49 x 108 cfu/ml) minggu kedua, konsentrasi 15% (15,04 x 108 cfu/ml) minggu pertama dan (18,50 x 108 cfu/ml) minggu kedua, konsentrasi 20% didapatkan (58,9 x 107 cfu/ml) minggu pertama dan (10,74 x 108 cfu/ml) minggu kedua. Hasil uji cemaran mikroba, yaitu tidak terdapat cemaran mikroba pada konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Kesimpulan dari seluruh evaluasi yang telah dilakukan semuanya memenuhi syarat evaluasi yoghurt.
Formulasi dan Karakterisasi Liposom Kuersetin-ZnSO4 Menggunakan Metode Active Loading Tungadi, Robert; Ramadhani, Fika Nuzul; Hutuba, Ariani H; Hiola, Faramita; Samsi, Khairun nisha
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 3 (2024): Vol 1, No. 3, 2024 : Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i3.77

Abstract

Kuersetin sebagai obat memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga memiliki banyak manfaat bagi tubuh sehingga bisa dikembangkan menjadi sediaan farmasi. Namun, dengan demikian kuersetin memiliki kekurangan karena kuersetin memiliki sifat kelarutannya didalam air buruk oleh karena itu diformulasikan dalam bentuk sistem penghantaran obat nanopartikel yaitu liposom karena liposom memiliki lipid bilayer yang bisa mempertahankan zat aktif yang bersifat hidrofobik maupun hidrofilik dengan menggunakan metode Active Loading dan penambahan ZnSO4 yang digunakan sebagai pengompleks untuk meningkatkan penjerapan kuersetin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penjerapan kuersetin dengan menggunakan metode Active Loading yang ditambahkan dengan ZnSO4 serta untuk mengetahui stabilitas dari formula liposom mengguanakn Dialysis Bag. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan liposom menggunakan metode injeksi pelarut etanol kemudian dilakukan karakterisasi meliputi ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan persen efisiensi penjerapan (%EP). Liposom kuersetin diformulasikan dan dilakukan evaluasi fisik serta uji stabilitas menggunakan Dialysis Bag . Hasil penelitian menunjukkan karakterisasi F1, F2, dan F3 secara berturut-turut yaitu persen efisiensi penjerapan sebesar 28,48%, 31,62%, dan 32,42% dengan ukuran partikel sebesar 151 nm, 130,5 nm, 111 nm serta indeks polidispersitas sebesar 0,19, 0,195, dan 0,155. Ketiga formula liposom memenuhi persyaratan karakterisasi liposom. Hasil uji stabilitas menunjukkan stabil dengan gambar kurva yang stabil tidak naik turun dan hasil pada waktu 2 jam kuersetin yang terdeteksi hanya berkurang 0,0001 mg setiap 2 jam. Terdapat pengaruh metode Active Loading dengan penambahan ZnSO4 pada penjerapan dibandingkan dengan Passive Loading.
Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Totikum Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Hiola, Faramita; Tuloli, Teti Sutriyati; Selong, Siti Ruwaida D.
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1 Edisi 1 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i1.10

Abstract

Hipertensi adalah keadaan seseorang yang mengalami peningkatan tekanan darah yaitu tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Totikum Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah rekam medik pasien hipertensi di Puskesmas Totikum Selatan pada bulan Januari-Desember 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Data pasien yang diperoleh dibuat dalam bentuk tabel. Hasil penelitian frekuensi jenis kelamin untuk laki-laki berjumlah 46 orang dengan jumlah persentasenya 46,9% dan perempuan berjumlah 52 orang dengan jumlah persentasenya 53,1%, frekuensi dari umur pasien yang pada sebagian besar berkisar pada umur 45-50 tahun berjumlah 87 pasien (88,8%), 39-44 tahun berjumlah 8 pasien (8,2%), usia 33-38 berjumlah 2 pasien (2%), 27-32 tahun berjumlah 0 pasien (0%), pada usia 21-26 tahun berjumlah 1 pasien (1%), dan pada pasien usia 15-20 0 pasien (0%). Berdasarkan penggunaan obat pada periode Januari-Desember 2022 bahwa penggunaan obat hipertensi terbanyak yaitu Amlodipine sebanyak 73 kali dengan persentase (75,3%). Berdasarkan kategori tekanan darah pada periode Januari-Desember 2022 bahwa tekanan darah pasien hipertensi terbanyak yaitu kategori hipertensi stage 1 sebanyak 71 kali dengan persentase (72,4%).
Studi Penggunaan Kortikosteroid Pada Pasien Dermatitis Atopik di RSUD Toto Kabila Gorontalo Ismail, Delvita; Hiola, Faramita; Salamanya, Ahmad Hayun; Goni, Latifa
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.1936

Abstract

Dermatitis atopik (DA) adalah peradangan yang terjadi pada kulit bersifat kronik dan residif, dengan gatal yang berhubungan dengan atopi. Penyakit ini selalu berhubungan dengan tingginya serum IgE dan adanya riwayat atopi, rhinitis alergi dan asma pada penderita atau keluarganya, umumnya muncul pada waktu bayi, anak-anak ataupun dewasa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penggunaan kortikosteroid pada pasien dermatitis atopik di RSUD Toto Kabila Provinsi Gorontalo tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode rancangan deskriptif bersifat retrospektif dan total sampling. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien dermatitis atopik di instalasi rawat jalan yang mendapat pengobatan di RSUD Toto Kabila Provinsi Gorontalo pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan kejadian dermatitis atopik di RSUD Toto Kabila Provinsi Gorontalo paling banyak ditemui pada pasien pria dibandingkan dengan pasien wanita, dengan presentasi pasien laki-laki sebanyak 76% dan pasien perempauan sebanyak 24%. Penderita dermatitis atopik paling banyak ditemui pada pasien yang tergolong dalam usia lansia akhir yaitu sebanyak 23%. Penggunaan obat kortikosteroid merupakan obat yang sering digunakan dalam pengobatan dermatitis atopik. Pasien dermatitis atopik di RSUD Toto Kabila untuk pengobatannya sering menggunakan obat golongan kortikosteroid yaitu deksosimetason topikal sebanyak 41%.
PEMANFAATAN JAGUNG SEBAGAI POTENSI LOKAL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Mokodompis, Yasir; Amalia, Lia; Hiola, Faramita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.318-323

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak-anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan stunting, termasuk gizi yang tidak mencukupi dan pola makan yang tidak seimbang. Dampak dari stunting sangat serius, termasuk pertumbuhan fisik yang terhambat, keterlambatan dalam perkembangan kognitif, serta peningkatan risiko masalah kesehatan. Maka sangat penting untuk memberikan perhatian khusus pada gizi anak. Gorontalo salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki produksi jagung yang cukup besar termasuk diantaranya adalah Desa Botumoito. Jagung mengandung karbohidrat dan zat gizi lainnya yang dapat mendukung fungsi tubuh. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi lokal sebagai solusi pencegahan stunting, sekaligus memberikan keterampilan dalam mengolah menjadi bubur Jagung. Kegiatan dilakukan dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), terdiri dari sosialisasi, demonstrasi pembuatan bubur jagung dan pembagian leaflet, sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Botumoito khususnya ibu hamil dan menyusui serta ibu-ibu yang memiliki balita. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan meningkatkan pengetahuan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Desa Botumoito.
ANTIOXIDANT ACTIVITY EVALUATION OF CATFISH (CLARIAS SP.) COLLAGEN EXTRACT USING DPPH AND ABTS METHODS Hiola, Faramita; Zuriati Uno, Wiwit; Sy. Pakaya, Mahdalena; Hutuba, Ariani
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 4 No. 04 (2025): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v4i04.1964

Abstract

This study aimed to evaluate the antioxidant activity of collagen extracted from catfish (Clarias sp.) using DPPH and ABTS assays. The research procedures included sample preparation, collagen extraction using an acid-based method, and antioxidant analysis at concentrations ranging from 20–100 ppm. The degree of hydrolysis (DH) was measured to determine the effectiveness of Alkalase in producing bioactive peptides. The results showed that higher enzyme concentrations led to increased DH, with the highest value of 62.42% obtained at 3% Alkalase. Antioxidant activity increased with sample concentration, with maximum inhibition values of 78.57% (DPPH) and 85.00% (ABTS) at 100 ppm. The ABTS assay exhibited higher sensitivity than DPPH. These findings indicate that catfish collagen has strong potential as a safe and natural antioxidant source suitable for further development in food, pharmaceutical, and cosmetic applications.
Pola Penggunaan Obat Pada Anggota Polri Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Polda Gorontalo Tuloli, Teti Sutriyati; Ramadhani, Fika Nuzul; Rasdianah, Nur; Hiola, Faramita; Tudja, Tesalonika
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3, No. 1 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i1.221

Abstract

ABSTRAK Tesalonika Tudja, 2025. Pola Penggunaan Obat Pada Anggota Polri Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Polda Gorontalo. Skripsi. Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Olahraga Dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pembimbing I Dr. Teti Sutriyati Tuloli, M.Si., Apt. Dan Pembimbing II Fika Nuzul Ramadhani, M.Sc., Apt. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan peradangan akut pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi mikroba, bakteri atau virus tanpa atau dengan parenkim paru. Infeksi ini terbagi berdasarkan wilayahnya yaitu ISPA bagian atas dan ISPA bagian bawah. Infeksi bagian atas meliputi common cold, rhinitis, sinusitis, faringitis, laringitis, epiglotitis, tonsillitis dan otitis. Sedangkan, infeksi bagian bawah meliputi bronkhitis akut, bronkhitis kronis, bronkiolitis, dan pneumonia aspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat pada anggota Polri pederita ISPA di Klinik Polda Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 110 pasien dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada anggota Polri dengan diagnosa ISPA di Klinik Polda Gorontalo dominan diderita oleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak (89,09%), dan rentang usia yang paling banyak didiagnosa ISPA pada usia 26-35 tahun sebanyak (41,82%). Penggunaan obat ISPA dengan jenis terapi yang paling banyak digunakan yaitu terapi suportif sebanyak (63,64%), dengan penggunaan golongan obat kombinasi sebanyak (29,41%) dan jenis obat yang banyak diresepkan obat Flukadex sebanyak (18,07%). Penggunaan obat ISPA yang sesuai dengan Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama yaitu tepat obat 97,27%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 100%. Kata kunci :Pola Penggunaan Obat, ISPA, Klinik Polda Gorontalo