Claim Missing Document
Check
Articles

FARMERS’ SATISFACTION TOWARD ARRANGEMENT AND PERFORMANCE OF SUGARCANE CONTRACT FARMING IN WONOLANGAN SUGAR MILL, PROBOLINGGO, EAST JAVA Mohammad Rondhi; Devyana Dwi Ratnasari; Agus Supriono; Triana Dewi Hapsari; Ebban Bagus Kuntadi; Titin Agustina; Anik Suwandari; Rokhani Rokhani
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 26, No 2 (2020): December, 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v26n2.2020.58-68

Abstract

The sugarcane supply chain needs to be efficient and highly coordinated to ensure quality and quantity. Contract farming is an instrument used to achieve efficiency and high coordination of the sugarcane supply chain. The efficiency of contract farming depends on how the contract's arrangement satisfies the requirements and characteristics of each party involved. This study aimed to analyze the arrangement and farmer's satisfaction toward the implementation of contract farming. This study was conducted at PG Wonolangan in Probolinggo, East Java, on March, April, and September 2018. The samples used in this study consisted of 100 sugarcane contract farmers in PG Wonolangan and seven employees of PG Wonolangan. Descriptive and rank Spearman correlation analyses were employed to analyze the arrangement and farmer's satisfaction toward contract farming. The results of this study showed that there was a change in the contractual arrangement between PG and farmers. Currently, the role of PG changed from acting as farm credit and inputs supplier into a market guarantor for farmers; the changes reduced the risk and capital requirements of PG. In general, farmers were satisfied with the implementation of contract farming. The farmers' satisfaction increased as farm extension, scheduled planting and harvesting times, and the quickest harvest and transport management. However, they have concerns regarding farm inputs provision and profit-sharing mechanism.Keywords: Sugarcane agribusiness, correlation analysis, supply chainAbstrakKEPUASAN PETANI TERHADAP POLA DAN KINERJA KEMITRAAN USAHATANI TEBU DI PABRIK GULA WONOLANGAN, PROBOLINGGO, JAWA TIMURRantai pasok agribisnis tebu perlu efisiensi dan keeratan koordinasi yang tinggi untuk menjaga kualitas dan kuantitas gula yang dihasilkan. Kemitraan adalah salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan koordinasi rantai pasok agribisnis tebu. Efisiensi kemitraan tergantung pada bagaimana pola kemitraan tersebut bisa memuaskan kebutuhan dan karakteristik pihak yang bermitra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kemitraan usahatani tebu dan kepuasan petani terhadap kinerja kemitraan. Penelitian dilakukan pada Pabrik Gula (PG) Wonolongan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada bulan Maret, April, dan September 2018. Responden terdiri dari 100 petani mitra PG Wonolangan dan 7 pegawai PG Wonolangan. Analisis deskriptif dan korelasi rank spearman digunakan untuk menjelaskan pola kemitraan dan kepuasan petani terhadap kemitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola kemitraan antara PG dengan petani. PG berubah peran dari yang sebelumnya sebagai pemberi kredit dan input usahatani menjadi penjamin pasar, perubahan ini menurunkan risiko usaha PG serta modal awal yang harus dikeluarkan PG. Secara umum, petani mitra merasa puas dengan kemitraan yang dijalankan PG Wonolangan. Faktor yang memperkuat kepuasan petani adalah adanya bimbingan teknis dari PG, teraturnya jadwal tanam dan panen, serta cepatnya proses tebang dan angkut. Akan tetapi fasilitas saprodi, sistem bagi hasil dan penentuan rendemen dengan sistem hamparan merupakan faktor yang menjadi perhatian petani.Kata kunci : Agribisnis tebu, analisis korelasi, rantai pasok.
SUMBER PERMODALAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PISANG MAS KIRANA Ariq Dewi Maharani; Anik Suwandari; Djoko Soejono; Dimas Bastara Zahrosa; Ebban Bagus Kuntadi; Agus Supriono
AGRIBIOS Vol 20 No 1 (2022): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i1.1635

Abstract

Kelompok tani sebagai kekuatan yang mendasar merupakan basis integral dari pembangunan pertanian secara nasional yang bertujuan untuk meningkatkan masyarakat petani. Perwujudan pengembangan kelompok tani dilaksanakan melalui penguatan dan pemantapan aspek finansial. Keberadaan kelompok tani sangat bermanfaat bagi petani. Anggota kelompok dapat memperoleh kredit lunak dari Bank sebagai modal usahatani pisang mas Kirana. Tujuan penelitian mengidentifikasi sumber permodalan dan kelayakan usahatani pisang mas Kirana pada kelompok tani pisang mas Kirana. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Pasrujambe. Metode yang digunakan dalam penelitian lebih mengarah pada metode diskriptif dan analitis. Teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling dan Snowball sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan Analisis kelayakan usaha, dan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumber permodalan usahatani pisang mas Kirana berasal dari permodalan mandiri dan bantuan dari pemerintah. Pendapatan yang dihasilkan pada usahatani pisang mas Kirana menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Marketing Strategy for Pottery Products in Kesilir Village-Wuluhan-Jember Regency Through Digital Marketing Strategies Efforts to Overcome the Impact of the Covid-19 Pandemic Rike Oktarianti; Dwi Setyati; Eva Tyas Utami; Anik Suwandari
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.365 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1677

Abstract

The Covid-19 pandemic that has been going on for more than a year has had a major impact on UMKM (micro, small, and medium enterprises). Most of the business actors experienced a decline in sales and some even had to close their businesses. This impact was also felt by pottery craftsmen in the village of Kesilir-Wuluhan, Jember, one of which was the MSME Lies pottery. These MSMEs have difficulty in marketing their products, so sales have decreased drastically, almost reaching 60%. Therefore, the purpose of this assisted village service program activity is to provide assistance in increasing the sales of pottery products with digital marketing strategy. The implementation of the digital marketing strategy begins with the development of pottery products that are tailored to consumer interests during the pandemic, such as various flower pots, souvenirs, kowi and other types of products. In addition, promotions are also carried out through social media such as Facebook and Instagram. Promotion strategy and online sales through Instagram, Shopee and marketplace on Facebook have a significant impact on increasing pottery sales turnover. The average monthly sales turnover either through shopee, marketplace or instagram and whatsapp in the last 6 months from March to August 2021 can reach around IDR 2,500,000-3,500,000.
Analisis efisiensi biaya dan prospek pengembangan Usaha pembibitan jeruk siam di Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi Nur Amalah; Anik Suwandari; Ebban Bagus Kuntadi
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i1.1250

Abstract

Tanaman jeruk siam merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, dalam pengusahaan bibit jeruk siam yang berkualitas, ketersediaan entres di BPMT berperan penting terhadap keberlangsungan usaha pembibitan jeruk siam dalam memenuhi permintaan konsumen. Tujuan penelitian ini untuk menetukan efisiensi biaya dan prospek pengembangan usaha pembibitan jeruk siam. Penetuan lokasi penelitian dengan menggunakan purposive method. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan analitis. Analisis data menggunakan R/C Ratio, Pendapatan, dan Analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan biaya dalam satu kali produksi pada usaha pembibitan jeruk siam adalah efisien dan pendapatan petani menguntungkan. Berdasarkan analisis SWOT usaha pembibitan jeruk siam berada pada posisi White Area.
Analisis Pendapatan Dan Strategi Pengembangan Usaha Tani Tembakau Rajang Samporis Wiwik Munawaroh; Sugeng Raharto; Anik Suwandari
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i1.1251

Abstract

Tembakau rajang samporis merupakan tembakau dari persilangan sompor dan moris, di daerah Kecamatan Jelbuk yang sudah terjadi persilangan secara alami namun bagian kedinasan perkebunan dan kehutanan menyebutnya dengan tembakau maesan 1 sementara masyarakat tetap menyebutnya dengan sebutan tembakau samporis.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan petani tembakau rajang samporis di Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember; (2) efisiensi biaya usahatani tembakau rajang samporis di Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember; (3) strategi pengembangan usahatani tembakau rajang  samporis di Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis. Metode pengambilan contoh menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 31 petani. Analisis data menggunakan analisis pendapatan, analisis efisiensi biaya dan analisis SWOT . Hasil analisis menunjukkan bahwa:(1) usahatani tembakau samporis di Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember adalah menguntungkan dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 2.089.242/ha/musim. (2) Penggunaan biaya produksi pada usahatani tembakau samporis di desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember adalah efisien dengan nilai sebesar 1,44. (3) Analisis SWOT pada usahatani tembakau samporis di Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember berada pada posisi White Area (Bidang Kuat-Berpeluang).
ANALISIS PERWILAYAHAN DAN KONTRIBUSI KOMODITAS JERUK SIAM TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN BANYUWANGI Rizqa Nurmalia; Soetriono Soetriono; Anik Suwandari
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 16, No 1 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v16i1.28152

Abstract

Siam Oranges in Banyuwangi is spread in nine central districts. Based on production data Siam Oranges in 2013-2017, it can be seen that there is a change in districts that are the highest Siam Oranges productions each year. Based on that conditions, Siam Oranges need to be one of the commodity focuses that require the determination of strategic areas so that can be developed and it can be done by mapping the region. The aim of the study is to explain the districts that are the basis of Siam Oranges, the characteristics of the spread of Siam Oranges, and it contributes to the economy of Banyuwangi. The method used in this study is an analytical method. The data used in the study were secondary data from the Department of Agriculture, Forestry, and Plantation of Banyuwangi. Analysis of data with the LQ method, localization and specialization, and contributions will be done through the proportion formula. LQ analysis is calculated using three indicators, namely land area, production, and revenue. The results of the analysis show that the based on the average LQ value from 2013-2017 which has consistently been the base district of the Siam Oranges based on three different indicators are Bangorejo District, Purwoharjo District, Tegaldlimo District, Cluring District, and Gambiran District. Localization analysis shows that Siam Oranges are not localized in a particular district. Specialization analysis shows that none of the sub-districts of the Siam Oranges base specialize in just the Siam Oranges commodity. Contribution analysis shows that  the contribution of Siam Oranges to the economy of Banyuwangi from 2013-2017 is 0,0019; 0,0041; 0,0102; 0,0050 dan 0,0020. It means low because this percentage is less than the average contribution component of economy Banyuwangi.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PEMBUDIDAYA IKAN LELE DUMBO Marwatin Fika P.W; Anik Suwandari; Rudi Hartadi
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.434

Abstract

Lele merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang memiliki prospek cukup tinggi. Lele dihargai oleh masyarakat karena merupakan makanan bergizi yang mudah untuk dilayani sebagai lauk. permintaan tinggi menyebabkan harga ikan lele meningkat. Ini menjadi insentif bagi petani untuk menanam lele intensif. Jember merupakan salah satu kabupaten yang memiliki populasi ikan lele cukup besar di provinsi Jawa Timur. Pusat budidaya ikan lele di Desa Mojomulyo Kecamatan Puger. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara simple random sampling dengan jumlah sampel adalah 34. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) lele Budidaya di Desa Mojomulyo Puger Jember Kabupaten layak secara finansial usaha dengan NPV positif kriteria investasi 130,113,461.00, Net B / C 2.29, Gross B / C 1.12, PR 3,38, IRR adalah 30,22% dan jangka waktu pengembalian modal (periode ulang) modal 3,65 tahun atau 3 tahun 8 bulan (tingkat bunga 12,3%) 12 hari; (2) Budidaya lele tidak sensitif dengan perubahan yang meningkat harga pakan sebesar 5% dan penurunan produksi ikan patin adalah 5% (3) Kontribusi dari budidaya ikan lele pada petani ikan lele pendapatan rumah tangga di Desa Kecamatan Mojomulyo Puger Jember adalah tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata kontribusi budidaya ikan lele di pendapatan rumah tangga dengan 70,56%.
Branding Stategy of Blacksmith Small and Medium Enterprise in Sukosari Village, Jember Rokhani Rokhani; Nurul Dwi Novikarumsari; Sofia Sofia; Anik Suwandari
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.902 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2493

Abstract

The community services was conducted in Sukosari Village, Jember Regency. This activity was held due to the marketing activities of SMEs in Sukosari Village are still using conventional marketing strategy, with potential markets in the Jember itself and outside cities such as Banyuwangi and Bali. The customers who have often ordered products from these subscription craftsmen, while new customers only get information by other customers. These buyers are collectors and polish craftsmen. Most of the craftsmen produce items such as knives, sickles, and wedung every day. However, there is one craftsman who specializes in producing sharp weapons with special quality as ordered by the buyer. Regarding that background, the community services team from Universitas Jember were formulated program to: Recognition of MSMEs by marking the location of the blacksmith business, which includes marking the location by marking the location on google maps for the Pandebesi MSME area in Sukosari Village, Sukowono District, Jember 2. Related assistance (Branding Development) by way of mentoring and fostering MSMEs related to digital branding Pandebesi in Sukosari Village, Sukowono District, Jember Regency. Keywords: branding, iron craft, SMSE, e-commerce
Pendampingan Penguatan Kelembagaan Pokdarwis dalam Mengelola Rest Area BUMDes Puncak Saung Naga Rokhani Rokhani; Winda Amilia; M. Rondhi; Anik Suwandari; Nurul Dwi Novikarumsari
Janaka, Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): May 2022
Publisher : LP3M STAI Darussalam Krempyang Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/janaka.v4i1.558

Abstract

The community services was held in Sumber Gading Village, Sumberwringin District, Bondowoso Regency. The period of service activities is carried out from January 26, 2021 to March 11, 2021. This activity aims to: 1) conduct training on newly formed BUMDes; 2) conduct training to strengthen tourism awareness groups (POKDARWIS) in optimizing their functions as village tourism managers who have advantages and local wisdom; and 3) encourage the active role of SMEs and art actors to synergize with BUMDes, POKDARWIS in order to brand tourism. Based on the implementation of activities and discussions during the training, it can be concluded that there is still a need for continued assistance, because the Pokdarwis management and members have just changed personnel. Regarding the selection of business fields to be worked on by Pokdarwis, it still needs assistance, as well as in tourism branding, Pokdarwis still needs assistance whether to brand the Saung Naga peak rest area in branding tourist villages or village tours.
MITIGASI RISIKO BENCANA BANJIR DI DESA ANDONGSARI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER Galih Wicaksono; Rendy Setiawan; Krisnamurti Krisnamurti; Anik Suwandari
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 3 No. 3 (2023): Batara Wisnu | September - Desember 2023
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v3i3.214

Abstract

This activity program is in partnership with the Andongsari Village Government, which is one of the villages supported by the University of Jember. The main problem in this village is the lack of knowledge and equipment that focuses on reducing the impact of flood risk, which means that flood events cannot be predicted accurately by the community. Based on these problems, the proposing team offered several solutions such as providing grants of equipment related to flood management, guidebooks for dealing with floods, training on early warning systems for flood disasters and efforts to introduce and preserve the environment. The method of implementing this activity is in several stages, which generally include: funding for equipment grants, training and simulation, mentoring, and activity evaluation. With the activities and equipment grants that have been carried out, the Village Government feels helped and has a better understanding of flood disaster risk mitigation, so that in the future it will be better prepared when facing floods
Co-Authors Achlan Bakhtiar Agus Supriono Agustina, Titin Ahmad Fatikhul Khasan Ahmad Zainuddin Amalah, Nur Amam, Amam Anggaraeni, Meirisa Ari Wahyu Diarsa Ariq Dewi Maharani Ayudya, Resi Berilisda Jepatrika Dirga Buana Damascena, Cindera Rosa Devyana Dwi Ratnasari Dian Permata Sari Diar Iswardhani Dimas Bastara Zahrosa Djoko Soejono Dwi Setyati Ebban Bagus Kuntadi Entri Yhonita Entri Yhonita Ermadita Wahyu Erryka Aprilia Putri Erryka Aprilia Putri, Erryka Aprilia Eva Tyas Utami Evita Soliha Hani Fika P.W, Marwatin GALIH WICAKSONO Galih Wicaksono Hapsari, Triana Dewi Haris Cahyono Harwoto, Wahyu Rizki Hasanah, Julita Ibanah, Indah Jani Januar Joni Murti Mulyo Aji Julian Adam Ridjal Kintani Sekarkundi Lahitani Krisnamurti Krisnamurti Luh Putu Indah Budyawati Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Suciati Lutfiyah, Lenny Maharani, Ariq Dewi Marwatin Fika P.W maya eka nurvitasari Mega Puspita Sari Mohammad Rondhi Mohammad Rondhi Muhammad Nazil Dwi Ramadhan mukhamad fakhrur roziq Munawaroh, Wiwik Mutmainah, Laily Nindia Megareta Noerkumala Nineng Puspito Ratih Nur Amalah Nurul Dwi Novikarumsari, Nurul Dwi Prabowo, Rachmat Udhi Prisya Niken Mahardika Putri Puspaningrum, Diah Ratnasari, Devyana Dwi Rena Yunita Rahman, Rena Yunita Rendy Setiawan Resi Ayudya Riza Oktafiyani Rizkia Nailir Rahma Rizqa Nurmalia Rokhani Rokhani Rokhani, Rokhani Rudi Hartadi Rudi Wibowo Rudi Wibowo Soetriono Soetriono Soetriono Soetriono Sofia Sofia Sugeng Raharto Syafira Lailatul Ulfa Marfuah TEGUH PRAYITNO Tiffany Rahma Abdillah Trisna Hariyanti Winda Amilia Wiwik Munawaroh Wulandari, Lilik Dwi Yanuarti, Rizky Yoga Yuniadi Yuli Hariyati Zahrosa, Dimas Bastara