Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Probiotik Rabal pada Pakan dengan Dosis Berbeda terhadap Laju Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Menggunakan Sistem Resirkulasi Kea Parmunita Apriliani; Niken Ayu Pamukas; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh probiotik rabal pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap laju pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) menggunakan sistem resirkulasi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret–April 2023 di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Taraf perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini adalah P0= tanpa penambahan probiotik (kontrol), P1= penambahan probiotik dengan dosis 0,1 mL/g pakan, P2= dosis 0,2 mL/g pakan, P3= dosis 0,3 mL/g pakan, dan P4= dosis 0,4 mL/g pakan. Pada penelitian ini benih ikan baung yang digunakan berukuran 5-7 cm sebanyak 480 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probiotik rabal mampu memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan benih ikan baung. Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 0,3 mL/g, menghasilkan bobot mutlak 9,88 g, panjang mutlak 8,8 cm, laju pertumbuhan spesifik 2,91%, Efisiensi pakan 53,81%, rasio konversi pakan 1,86 %, dan kelulushidupan 92,3%. Kualitas air selama penelitian mendukung untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan baung, yaitu 26,0-29,7 °C, pH 6,5-7,5, DO 4,6-6,5 mg/L, dan amoniak 0,0378-0,1468 mg/L.
Pengaruh Pemberian Enzim Bromelin terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Gabus (Channa striata) Menggunakan Sistem Resirkulasi pada Media Rawa Mega Haz Simatupang; Niken Ayu Pamukas; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Enzim bromelin merupakan salah satu enzim protease yang dapat memecah ikatan peptida menjadi asam amino yang mudah diserap dan dimanfaatkan untuk proses pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dan dosis enzim yang tepat terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus (Channa striata) yang diperlihara menggunakan sistem resirkulasi pada media rawa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s/d April 2023 di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan, yaitu penambahan enzim bromelin ke dalam pakan dengan dosis P0 (Tanpa enzim), P1 (7,5 g/kg), P2 (15 g/kg), P3 (22,5 g/kg), P4 (30 g/kg) dan dipelihara selama 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penambahan enzim terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, dan rasio konversi pakan (p<0,05). Dosis terbaik pada penelitian ini adalah 22,5 g/kg enzim yang menghasilkan bobot mutlak 6,16 g; panjang mutlak 6,2 cm; laju pertumbuhan spesifik 4,10%, efisiensi pakan 65,92%, rasio konversi pakan 1,52% dan kelulushidupan 100%. Kualitas air selama penelitian mendukung untuk pertumbuhan dan kelulushidupan ikan gabus: suhu 27,8-29,7 °C, pH 5,9-7,3, DO 4,5-7,1 mg/L, dan amoniak 0,0287-0,1344 mg/L.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Purwoceng (Pimpinella alpina) dengan Metode Perendaman terhadap Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata) Rara Desfila Sentosa; Usman M Tang; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 3 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan guppy (Poecilia reticulata) merupakan salah satu komoditas ikan hias yang mempunyai nilai ekonomi cukup baik dikelasnya. Ikan guppy banyak diminati terutama ikan guppy jantan karena mempunyai bentuk tubuh yang lebih ramping dengan pola warna tubuh dan sirip yang lebih menarik dibandingkan ikan guppy betina. Salah satu upaya untuk mendapatkan persentase ikan guppy jantan yang lebih tinggi adalah dengan pemberian ekstrak purwoceng untuk maskulinisasi ikan guppy. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2023 di Laboratorium Teknologi Budidaya, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Kadar ekstrak purwoceng yang digunakan adalah P0 (dosis 0 mg/L), P1 (dosis 4 mg/L), P2 (dosis 5 mg/L), P3 (dosis 6 mg/L), dan P4 (dosis 7 mg/L) dengan lama perendaman 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ikan guppy bunting menggunakan ekstrak purwoceng memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap persentase kelamin jantan. Persentase jenis kelamin jantan pada perlakuan kontrol sebesar 30.75%, perlakuan dosis 4 mg/L sebesar 45.55%, perlakuan dosis 5 mg/L sebesar 50.38%, perlakuan dosis 6 mg/L sebesar 68.23%, dan persentase pada dosis 7 mg/L sebesar 58.62%. Kualitas air pada media pemeliharaan berada pada kisaran yang layak untuk budidaya ikan guppy. Perlakuan terbaik diperoleh pada pemberian ekstrak purwoceng dosis 6 mg/L yaitu sebesar 68.23%.
Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) dengan Pemberian Hormon Pertumbuhan Rekombinan (rGH) Lamjaya Sinaga; Niken Ayu Pamukas; Iskandar Putra
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 3 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal Maret - Mei 2021 di Laboratorium Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kolam dan Pembenihan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis perendaman hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) untuk memacu pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus). Ikan baung direndam dengan hormon pertumbuhan rekombinan (rGH) selama 30 menit dan dicampur larutan NaCl 0,9% dan perbedaan dosis rGH (0, 6, 12, dan 18 mg/L). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosis hormon pertumbuhan rekombinan terbaik adalah 12 mg/L karena memiliki bobot tumbuh tertinggi (4,33 g), panjang total pertumbuhan tertinggi (5,17 cm), laju pertumbuhan spesifik tertinggi (3,34%), efisiensi pakan tertinggi (78,25%) dan tingkat kelulushidupan tertinggi (86,67%) dibandingkan dengan dosis lainnya.
Pengaruh Pemberian Probiotik terhadap Laju Pertumbuhan dan Kelulushidupan Belut (Monopterus albus) pada Sistem Bioflok Ardian Putra Firdani; Niken Ayu Pamukas; Usman M Tang
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 2 (2021): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Belut (Monopterus albus) adalah komoditas perikanan air tawar yang bernilai ekonomi cukup tinggi, permintaan pasar yang tinggi namun ketersediaannya di alam mulai sulit ditemukan maka perlu melakukan peningkatan produksinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah intensifikasi budidaya belut dengan sistem bioflok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis probiotik terbaik yang ditambahkan ke media pemeliharaan, dalam meningkatkan volume flok, pertumbuhan dan kelulushidupan belut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2020, bertempat di UPT Kolam Percobaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Hewan uji yang digunakan adalah belut yang berukuran 10-15 cm dengan lama pemeliharaan 40 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari lima taraf perlakuan dengan tiga kali ulangan sehingga diperlukan 15 unit percobaan Taraf perlakuan yang digunakan pada penelitian ini sebagai berikut: P0 (Tanpa diberi probiotik boster sel multi 0 ml/L air), P1 (Dosis probiotik boster sel multi 0,6 mL/L air), P2 (0,9 mL/L air), P3 (1,2 mL/L air) dan P4 (1,5 mL/L air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik pada media pemeliharaan belut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan belut. Dosis 0,9 mL/L memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bobot multak, laju pertumbuhan spesifik, panjang mutlak, tingkat kelulushidupan masing masing sebesar 18,91 g, 3,59%, 15,53 cm, dan 75,55%. Selanjutnya kualitas air selama penelitian masih dapat ditoleransi oleh belut, seperti suhu berkisar antara 26-30oC, pH 5-7, DO 6,0-7,4 mg/L, dan NH3 0,00001-0,0005 mg/L.
Teknologi Budidaya Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) pada Sistem Resirkulasi dengan Pemberian Probiotik Dosis Berbeda Naomy Ega Chatarine Hutasoit; Mulyadi Mulyadi; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 3 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.3.p.457-464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pemberian probiotik dengan dosis berbeda pada media pemeliharaan terhadap pertumbuhan ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan sistem resikulasi menggunakan filter bioball. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – September 2023 di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Wadah yang digunakan adalah akuarium dengan volume 100 L air sebanyak 15-unit dengan padat tebar 36 ekor/wadah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali pengulangan. Taraf perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0 = tanpa pemberian bakteri (Kontrol), P1 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,20 mL/L), P2 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,25 mL/L), P3 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,30 mL/L), P4 = Penambahan Probiotik Mina Pro (0,35m L/L). Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah P3 dengan penambahan dosis probiotik mina pro sebesar 0,30 mL/L air yang menghasilkan bobot mutlak 6,54 g, panjang mutlak 4,17 cm dan tingkat kelulushidupan 87,04% sedangkan konversi pakan terbaik ada pada P0 yaitu sebesar 2,06%.
The Effect of Thyroxine (T4) Hormone Treated by Immersion toward the Growth and Survival of Nilem (Osteochilus hasselti) with Recirculation System Wika Sepriani; Rusliadi Rusliadi; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 5 No. 1 (2024): May
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.5.1.84-91

Abstract

This study aims to determine the effect and optimal doses of thyroxine on the growth and survival of nilem. The test fish used came from Payakumbuh City, West Sumatra. The research was carried out at the Aquaculture Technology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Affairs, Riau University, Pekanbaru, from April–May 2022. The method used in this study was a completely randomized design (CRD) experimental method. The research treatments were: P0 (without giving thyroxine hormone), P1 (0.7 mg/3L water), P2 (1.1 mg/3L water), P3 (1.5 mg/3 l water), and P4 (1 ,9 mg/3L water). The results showed that the highest growth was found in treatment P4 (1.9 mg/3L water) of 4.84 g, the highest absolute length growth was obtained by P4 of 3.00 cm, the highest daily growth rate was obtained in treatment P4 of 3 .96% survival rate 100%, Feed Efficiency 82.83%, and Feed Conversion Ratio 1.21. The results showed that the addition of thyroxine hormone through immersion showed a very significant effect (P<0.05) on absolute weight, absolute length, specific growth rate, feed efficiency, and feed conversion ratio and had no significant effect (p>0.05). to survival. Water quality parameters during the study were still supportive, namely the temperature ranged from 28.0-29.7˚C, water pH ranged from 6.9-8.0, dissolved oxygen (DO) content ranged from 4.0-5.7 ml/ L and ammonia ranged from 0.00015-0.00050 mg/L.
The Effect of Dosing of Goat Manure sludge and Rice Bran on Several Water Quality Parameters in Daphnia magna culture Media Ahendra Massuhendri; Syafriadiman Syafriadiman; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.2.56-64

Abstract

Green water is one of the growing media which can increase the growth of Daphnia magna. This study aims to determine the effect of green water on the abundance of D. magna. The method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 4 treatment levels and 3 repetitions. Treatment P0 = control, P1 = administration of green water at a dose of 7.5 ml/L, P2 = dose of 8.5 ml/L, P3 = dose of 9.5 ml/L. Green water is made with goat manure and bran. Then the two ingredients are mixed in a jar and water is added. Then let stand for 3-7 days and stirred every 2 times a day. The D. magna seeds used were 6 days old with a stocking density of 10 ind/L. The application of green water soaked in rice bran and goat manure had a significant effect on the abundance of D. magna. The best dose treatment was P3 which produced 2900 ind/l with the highest specific growth rate of 0.710746% with water quality that was still relatively good for the growth of D. magna
Effect of Addition of Probiotics with Different Doses in Commercial Feeds on Growth and Life Passage of Baung Fish (Hemibagrus nemurus) in Aquaponic Recirculation Systems Rijen Rio; Usman M Tang; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 1 (2023): May
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.1.1-11

Abstract

This research was carried out in April 2022 - May 2022 which took place at the Aquaculture Technology Hatchery. The purpose of the study was to determine the best probiotic bioflocculant dose in feed to increase growth and survival of baung fish. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications. The treatment in this study was the addition of probiotic bioflocculants to commercial feed, namely P0 control (without adding probiotics), P1 (5 ml/kg feed), P2 (10 ml/kg feed), P3 (15 ml/kg feed). The results showed that the addition of a probiotic bioflocculant 15 ml/kg of feed was the best result which resulted in an absolute weight growth of 4.04 g, an absolute length growth of 3.17 cm, a specific growth rate of 2.65%, and a survival rate of 97.61%. Water quality parameters during the study were temperature 26-27 0C, pH 6-7 ppm, DO 4.12-5.57 mg/L.
Climbing Perch (Anabas testusdineus) Culture With Aquasimber System Fed With The Addition Of Bromelain Enzyme Nadia Safitri; Iskandar Putra; Niken Ayu Pamukas
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 1 (2023): May
Publisher : Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.1.71-77

Abstract

This study aims to determine the best dose of bromelain enzyme to increasing the growth rate and survival rate of climbing perch reared with aquasimber system. The research was conducted on January 1 to February 10, 2022 at the Aquaculture Hatchery, Faculty of Fisheries and Marine Affairs, Riau University. The research method is a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, five treatments and three repetitions. And the use of a 100 L volume bucket container. The treatment levels applied in this study were P0 (control), P1 5 g/kg feed, P2 10 g/kg feed, P3 15 g/kg feed, P4 20 g/kg feed. The results showed that the difference in bromelain enzyme doses had a significant effect (P<0.05) on the growth and survival of climbing perch. The best treatment was obtained at P3 15 g/kg with temperature (28.2-29.30C), pH 6.4-7.3, DO (6.6-7.9 mg/L) , and level of NH3 (0.0010-0.0045 mg/L), absolute weight growth (3.98 g), absolute length growth (3.53 cm), specific growth rate (1.80%), feed efficiency (41.12%) , feed conversion(2.43%), survival (100%), content ofenzyme bromelain (0.19 IU/mL)
Co-Authors ', Nasrizal ', Riduan ', Slamat Abdul Halim Hanafi Abdul Rahman Siregar Abrar, Wirangga Albab Adelina Adelina Adelina Adelina Adelina, Adelina Adliyana, Aimi Adri Firmansyah Ady Herianto Simanjuntak Ahendra Massuhendri Alfiani, Pipit Dwi Amal Jr, Muchlisul Amriyani, Dessy Andreas Siahaan Andriani, Shindy Anggi Sugito Anggun Pratiwi Apriliani, Kea Parmunita Aras Mulyadi Ardian Putra Firdani Ardian Putra Firdani Aris Tarkus Asto Saputro Aulia, Abdul Hannan Ayuwandra, Septira Dwi B Sianturi, Benny Bayu Kumbara Benny B Sianturi Dayuni, Mezzi Desi Nurcahaya Lumbantoruan Desi Rahmadani Siagian Dessy Yoswati Dessy Yoswaty Dimas Pratama Dimas Satya Parikesit Dwi Wahyuni Edi Yusuf Adiman Eko Prasetyo A.Y Putra Elyza Megawati Fahri Muhammad Febriansyah, Febi Febriyanto, Andi Fer’aini, Nadilla Eka Firdani, Ardani Putra Fuad Muhamad Afandi Halisa, Fitri Nur Hariadi Pratama Heri Anggoro Hutasoit, Naomy Ega Chatarine Iesje Lukistyowati Iesje Lukistyowati Ika Sefriani Ikram, Algi Irsanul Ilham Ikhsanul Putra Indra Suharman Indradewa, Rhian Iskandar Putra Isra, Hidayati Jonathan Erik Hutajulu Jr, Muchlisul Amal Kastari, Dewi Anggun Kea Parmunita Apriliani Lamjaya Sinaga Lamjaya Sinaga Lestari Dwi Ayu Safitri Lubis, Damayanti Lumbanbatu, Pretty A Masjudi, Heri Masril Masril Maulana, Jidar Mega Deswanti Mega Haz Simatupang Mezzi Dayuni Mhd Andry Kurniawan Mifta huljannah Hsb Miliani, Ririn Monalisa Monalisa Muchlisul Amal Jr Muhammad Fadhli Muhammad Fauzi Mukromin Mukromin Mulyadi &#039; Mulyadi , Mulyadi Mulyadi . Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Nadia Safitri Nanda Rahmania Syafitri Naomy Ega Chatarine Hutasoit Nia Junaira Siambaton Nigel, Carlos Ningsih, Kurnia Nirmala &#039; Nopelia Adela Novelin Nanda Nadhita Nurhendra Novreta Ersyi Darfia Nur Addini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurhendra, Novelin Nanda Nadhita Nurul Hayani Telaumbanua Nurul Syafika Pamukas, Nike Ayu Parudan Bunga Ria Barutu Pasaribu, Eva Yulvina Pasaribu, Jeriko Pinta M Hutagalung Pratama, Hariadi Putra, Widodo Putri Mutia Sari Ranny Sirait Rara Desfila Sentosa Rasyadi, M. Amir Rendi Ginanjar Rijen Rio Rio Yusufi Subhan Rio, Rijen Riri Annisa Sukma, Riri Annisa Ririn Alisya Mariska Riska Rahmawati Harahap Rumondang, Anne Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Rusliadi Saberina Hasibuan Safitri, Mardiani Safitri, Nadia Sahnan &#039; Saiful Muda’i Sari, Mira Rahmita Sari, Putri Kembar Satriani, Esti Selviana Niki Fitria Shindy Andriani Simatupang, Mega Haz Sinaga, Lamjaya Siti Aisyah Sukarman Sukarman Supri Ati Syafiadiman &#039; Syafriadiman, Syafriadiman Syamsiar, Syamsiar T. Ersti Yulika Sari Triwahyu Yulianingrum Usman M Tang Usman M Tang Tang Usman Muhammad Tang Vicky Meilia Pangestuti Wardan, Syandika Wika Sepriani Windarti Windarti Windarti Windarti Wirangga Albab Abrar Yesi Yonna Haliza Yudhani Prasetyo Yulia Eka Putri, Yulia Eka Yunisari Yunisari Yunita Yunita Yusman Zega Yusron Al Anshory Harahap Zulkarnaen, Adha