Claim Missing Document
Check
Articles

Kombinasi Aerasi Venturi-Filtrasi dalam Pengolahan Air Sumur Bor Menjadi Air Bersih Nuriyanti, Chofifah Suci; Sari, Indah Permata; Aprianti, Amalina; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.77529

Abstract

Ketersediaan air bersih sangat penting guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Namun, terdapat beberapa daerah yang belum mendapatkan akses air bersih, sehingga masyarakat umumnya akan menggunakan air sumur bor. Kualitas air sumur bor bergantung pada kondisi lingkungan dan sistem akifer tanah air yang masih belum memenuhi syarat air bersih menurut Permenkes Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017. Air sumur bor ini memiliki kandungan besi (Fe) yang tinggi sehingga air berbau, berwarna keruh, dan pada wadah akan menimbulkan bercak kuning kecoklatan setelah beberapa saat kontak dengan udara. Oleh karena itu dibuatlah alat pengolahan air secara aplikatif dengan sistem kombinasi aerasi venturi dan filtrasi dengan media saringan pasir silika dan zeolit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kemampuan alat dalam memperbaiki kualitas air sumur bor dari segi parameter besi (Fe) menjadi air bersih agar memenuhi syarat yang diperbolehkan. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar besi sebelum pengolahan 0,64 mgL-1 dan sesudah pengolahan 0,13 mgL-1 sehingga presentase penurunan kadar besi (Fe) sebesar 79,69 %.
Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Menggunakan Metode Elektrokoagulasi dan Filtrasi Mardhatillah, Lady Cleophila; Anriani, Ayuni; Juniarty, Aulia Yahya; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.65606

Abstract

Treating peat water with simple technology to meet clean water standards is a viable solution for addressing community water needs. This study combines electrocoagulation and filtration methods to achieve desired results. Electrocoagulation combines electrochemical processes with flocculation-coagulation, while filtration removes suspended solids through a porous medium. The research demonstrates the method's effectiveness in enhancing peat water quality. It reduces iron levels from 0.27 mg/l to 0.04 mg/l, changes water color from brown to clear white, increases pH from 5.0 to 8.2 (within clean water standards of 6.5-8.5), and lowers TDS from 33.1 mg/l to 10.1 mg/l. The design of this peat water treatment device utilizing electrocoagulation and filtration is remarkably simple, allowing for easy implementation by individuals in their regions. The process is uncomplicated, and required filter media are readily available in the market. These findings provide a practical solution to meet clean water needs by effectively treating abundant peat water sources.
Analisis Kualitas Air Baku dan Kualitas Air Hasil Produksi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Mukok PDAM Tirta Pancur Aji Kota Sanggau Atikah, Ummi; Purnaini, Rizki; Asbanu, Govira Christiadora
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.64525

Abstract

The PDAM Tirta Pancur Aji Water Treatment Plant (WTP) Unit Mukok has a capacity of 10 liters/second which serves of the need clean water in the Mukok District. The water produced by the WTP Unit Mukok visually looks cloudy with impurities floating on the surface of the water. The purpose of this research is to whether the raw water rate for the parameters pH, temperature, turbidity, color and total amount of coliform complied with PP No. quality standards. 49/2010 as drinking water. The research method used is sampling and water quality testing. The results showed on the current conditions of the Mukok IPA unit, as a raw water source the Kapuas River has a quality of pH 8, temperature 28 °C, turbidity 34.9 NTU, color 224 PtCo. and a total of 25 MPN. The quality of the produced water is pH 7,3, temperature is 28 ° C, turbidity is 23.52 NTU, color is 4.19 PtCo, and total coliform is 10 MPN. The analysis showed that the raw water fraction does not correspond to class I in terms of turbidity and color parameters water standards PP No. 22 of 2021, the analytical results of the rate of the produced water show the turbidity and coliform parameters do not correspond to the standard of Permenkes No. 492 of 2010.  
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Di Desa Mekar Raya, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang Reformasi, Murdiana Erlina; Fitrianingsih, Yulisa; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.69690

Abstract

Desa Mekar Raya merupakan salah satu Desa di Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, kondisi eksisting pengolahan sampah di Desa Mekar Raya belum terlaksana dengan baik dikarenakan masih kurangnya sarana pengolahan sampah seperti TPS, dan wadah sampah komunal lainnya, sehingga diperlukan suatu upaya untuk menangani sistem pengolahan sampah dengan merencanakan TPS 3R dengan acuan Petunjuk Teknis TPS 3R Tujuan perencanaan yaitu untuk mengetahui dan menganalisis kondisi eksisting pengolahan sampah, mengetahui dan menganalisis besar timbulan, komposisi, densitas sampah dan merencanakan desain TPS 3R yang sesuai dan dapat diterapakan. Perencanaan ini dilakukan dengan melakukan sampling timbulan, densitas dan komposisi sampah sesuai dengan SNI-19-3964 serta wawancara dan kuesioner untuk memperoleh hasil penilaian lokasi terpilih berdasarkan variabel dan indikator yang telah ditentukan. Pengolahan sampah di Desa Mekar Raya menerapakan sistem pengumpulan, pembuangan, pengangkutan dengan wadah tercampur. Timbulan sampah yang dihasilkan 0,22 kg/org/hari, atau 0,0015 m3 /org/hari. Proyeksi timbulan sampah tahun 2032 yaitu 2,68 m3 /hari. Komposisi sampah domestic didominasi oleh sampah organik dengan persentase 53%, sedangkan komposisi sampah non-domestik didominasi oleh sampah kertas dengan persentase 31,01%. Perencanaan TPS 3R ini memerlukan lahan 214 m2 . Pengolahan sampah yang direncanakan yaitu pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan metode boks bata berongga, yang terdiri dari lahan penerima, ruang penyimpanan, ruang pencacahan, ruang pengayakan, pengemasan dan gudang kompos, sedangkan sampah anorganik berupa plastik dan botol akan diolah menjadi produk kerajinan tangan yang terdiri dari ruang pemilahan, penyimpanan, pencucian, dan pengeringan. Rancangan Anggaran Biaya yang diperlukan sebesar Rp. 2.861.734.069.
Effectivity Of Multi Tray Aerator As Pretreatment Process For Reverse Osmosis Membrane To Utilized As Raw Water At Sungai Itik Village Septiansyah, Edo; Purnaini, Rizki; Danial, Mochammad Meddy
Jurnal Teknologi Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.16.1.105-116

Abstract

The community in Sungai Itik Village and its vicinity use river water for their daily needs, such as irrigation for agriculture, fish ponds, washing, bathing, and more. The quality of the river water has an iron (Fe) content of 2,64 mg/L, Total Dissolved Oxygen (TDS) of 347 mg/L, Dissolved Oxygen (DO) of 4,7 mg/L, a temperature of 29°C, and a pH of 5,4. The iron (Fe) content exceeds the standards set by PerMenKes No. 32 of 2017, requiring treatment using a multiple-tray aerator. This study aimed to determine the effective distance and number of trays in treating Sungai Itik's raw water, understand the coefficient of gas transfer (KLa) in the aeration process, and find the optimum aeration time. This study employed a multiple-tray aerator consisting of 5 trays with variations in the tray distances at 30 cm, 40 cm, 50 cm, and 60 cm. Three repetitions were performed for each treatment, both without gravel and with gravel. The results of this study showed that the best reduction in Fe content was achieved by the treatment with gravel at a tray distance of 60 cm using 5 trays, resulting in a 6,64% reduction in Fe from an average value of 1,51 mg/L to 1,41 mg/L. The average pH value was 6,19, and the TDS was 890 mg/L. The highest oxygen transfer rate (KLa) was obtained at a tray distance of 60 cm with gravel, averaging 0,2857/minute, and the optimum aeration time was 10 minutes.
Evaluasi dan Optimalisasi Kinerja IPA VI Selat Panjang Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak Hariyulia, Gita Fadani; Purnaini, Rizki; Kadaria, Ulli
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.83-91.2022

Abstract

The capacity of IPA VI Selat Panjang is 200 L/second but it does not run properly due to the influenfec of peat water. This study aims to determine the quality of raw and production water and the performance of each treatment unit as well as to evaluate and optimize the processing capacity of the IPA VI Selat Panjang. The data were collected in 2020. Here, raw water and production water quality were analysed to evaluate the performance of IPA. Results revealed that, the average of water quality for three days of analysing is out of the standard calss I based on PP No. 22 Tahun 2021 with the value of turbidity 57.32 NTU, pH 6.74, and color 552.4 Pt.Co. According to Permenkes 492 Tahun 2010, the quality of drinking water is below the standard, the color standard is 31.13 Pt.Co. The optimization process of IPA VI by recounting volumetric dose, rearranging the IIB compartment, adding a tube settler to the sedimentation tank, planning the depth of the filter and buffer media, adding 2 filtration tanks, determining the lime dose for the raw and production water. Keywords: IPA, Evaluationi, Optimization, Processing Capacity.A B S T R A KKapasitas dari IPA VI Selat Panjang adalah 200 L/detik tetapi IPA tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dikarenakan pengaruh dari air gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air baku dan air produksi dan mengetahui kinerja masing-masing unit pengolahan, serta untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan kapasitas pengolahan IPA VI Selat Panjang. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata kualitas air baku untuk tiga hari penelitian tidak memenuhi baku mutu air kelas I berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 dengan nilai kekeruhan 57,32 NTU, pH 6,74, dan warna 552,4 Pt.Co. Menurut Permenkes 492 Tahun 2010, kualitas air minum berada di bawah baku mutu yaitu standar warna 31,13 Pt.Co. Proses optimasi IPA VI dengan menghitung kembali dosis volumetrik, menata kembali kompartemen IIB, menambah tabung pengendapan pada tangki sedimentasi, merencanakan kedalaman media filter dan buffer, menambah 2 tangki filtrasi, menentukan dosis kapur untuk air baku dan air produksi. Kata Kunci: IPA, Evaluasi, Optimasi, Kapasitas Pengolahan.
PEMODELAN SEBARAN BOD DAN TSS DI PARIT GUDANG KECAP KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN WASP 7.5 Ananta, Bagus Verel; Purnaini, Rizki; Desmaiani, Herda
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i2.20683

Abstract

Parit Gudang Kecap berlokasi di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Daerah tangkapan parit dimanfaatkan sebagai permukiman penduduk dan pada muara parit terdapat sebuah industri kecap. Kegiatan industri dan domestik yang berlangsung di sekitar parit menyebabkan menurunnya kualitas dari air parit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasikan sumber pencemar parit, memodelkan parameter BOD dan TSS menggunakan model WASP, dan mengetahui DTBP parit. Pengambilan sampel air dilakukan dengan metode grab sampling saat kondisi air parit surut. Hasil Inventarisasi sumber pencemar parit meliputi limbah domestik (non-point source) yang merupakan sumber pencemar dominan yang berasal dari pemukiman dan limbah industri dari pabrik kecap (point source). Pemodelan kualitas air parit untuk parameter BOD dilakukan 5 skenario yaitu pengurangan beban pencemar sebesar 15%, 50%, 75%, 100% dan kombinasi skenario pengurangan beban pencemar. Pemodelan kualitas air parit untuk parameter TSS dilakukan 4 skenario yaitu pengurangan beban pencemar sebesar 75%, penambahan beban pencemar sebesar 10% dan 90%, dan kombinasi skenario pengurangan dan penambahan beban pencemar. DTBP untuk parameter BOD untuk segmen 1-5 secara berurutan sebesar 3,4; 0,96; 4,73; 3,36; 1,12; dan 7,53 kg/hari dan untuk parameter TSS untuk segmen 1-5 secara berurutan sebesar 3,8; 3,47; 11,59; 4,68; 2,24 kg/hari.
Studi Kehilangan Air Pada Sistem Distribusi PDAM Tirta Khatulistiwa Dengan Metode Water Balance Pratama, Surya; Purnaini, Rizki; Kadaria, Ulli
Konstruksia Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Konstruksia Vol 16 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.16.1.11-23

Abstract

Kehilangan air atau non revenue water (NRW) merupakan permasalahan yang sering terjadi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum termasuk di Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa khususnya pada unit pelayanan IPA Parit Mayor,  hal ini menyebabkan kerugian bagi Perumda Air Minum maupun pelanggan karena air yang hilang tidak memiliki nilai guna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perubahan kehilangan air pada jaringan distribusi yang terjadi dari tahun 2019 hingga 2023 dan mengidentifikasi penyebab kehilangan air pada tahun tersebut, serta rencana tindaklanjut untuk menurunkan angka kehilangan air. Penelitian ini menggunakan metode water balance dengan bantuan software WB-EasyCalc dalam menganalisis besarnya kehilangan air yang terjadi. Hasil penelitian kehilangan air tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 47,06% sedangkan kehilangan air terendah terjadi pada tahun 2023 sebesar 42,48%. Kehilangan air disebabkan oleh kehilangan air fisik yang diakibatkan oleh kebocoran pada pipa induk distribusi di dua titik wilayah pelayanan IPA Parit Mayor dengan diameter 500 mm serta kebocoran pada pipa jaringan lainnya dan kehilangan air non fisik yang disebabkan oleh terdapat meter air buram dan macet serta petugas mengalami kesulitan pencatatan meter yang disebabkan oleh meter air digembok dan terbenam sehingga tidak dapat melakukan pencatatan, hal ini yang menyebabkan tingginya angka kehilangan air di IPA Parit Mayor. Rencana tindaklanjut penurunan kehilangan air dapat dilakukan dengan melakukan audit pada jaringan distribusi paling tidak dua tahun sekali, mengganti aksesoris pipa yang sesuai peruntukkannya, melakukan kalibrasi dan penggantian meter air serta melakukan verifikasi data pembacaan meter air pelanggan sehingga didapat hasil distribusi yang maksimal.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur IPA IKK Pemangkat Perumda Air Minum Kabupaten Sambas Wahyudi, Wahyudi; Purnaini, Rizki; Apriani, Isna
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i3.235-250

Abstract

AbstrakPengolahan air minum di IPA IKK Pemangkat menggunakan koagulan berupa tawas, sehingga menghasilkan sisa olahan dalam bentuk lumpur yang bersumber dari unit clarifier dan filtrasi yang akan mencemari sungai jika langsung di buang tanpa proses pengolahan. Tujuan dari perencanaan ini mengetahui debit lumpur yang dihasilkan, merencanakan IPL (Instalasi Pengolahan Lumpur), mengetahui kebutuhan terhadap luas lahan dan menghitung RAB. Berdasarkan hasil laboratorium, lumpur yang dihasilkan dari IPA IKK Pemangkat memiliki kadar TSS sebesar 6.100 mg/l yang melewati batas baku mutu, berdasarkan PerMen LH No.5 Tahun 2014 yang hanya mengizinkan kadar TSS sebesar 200 mg/l. Debit lumpur yang dihasilkan dari pengolahan IPA IKK Pemangkat sebesar 150,96 m3/hari. Unit IPL yang direncanakan masing-masing terdiri 1 unit diantaranya yaitu bak pengumpul, unit gravity thickening, unit belt filter press, bak penampung filtrat, bak tangki supernatan dan bak penampung dry cake. Perencanaan unit IPL ini membutuhkan luas area sebesar 79 m2 dengan rencana anggaran biaya pembangunan sebesar Rp. 3.418.831.142,75. Kata kunci: Lumpur, Rencana Anggaran Biaya, Sungai Pelanjau, Tawas.AbstractDrinking water processing at the IKK Pemangkat WTP uses a coagulant in the form of alum, resulting in residue in the form of sludge originating from the clarifier and filtration units which will pollute the river without processing. This planning aims to find out the mud discharge produced, plan the IPL, find out the area of land needed and calculate the RAB. Based on laboratory results, the sludge produced from the Pemangkat IKK WTP has a TSS level of 6.100 mg/L which exceeds the limit of quality standard, based on Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 which only allows TSS levels of 200 mg/L. The sludge discharge produced from the IKK Pemangkat IPA processing is 150,96 m3/day. The planned IPL units each consist of 1 unit including a collection tank, gravity thickening unit, belt filter press unit, filtrate storage tank, supernatant tank and dry cake storage tank. The planning for this IPL unit requires an area of 79 m2 with a planned construction cost budget of Rp. 3,418,831,142.75. Keywords: Aluminium, Mud, Budget Plan, Pelanjau River.
Modifikasi Multi Tray Aerator Untuk Pre-treatment Besi (Fe) Sebelum Proses Desalinasi Air Laut Putri, Elga Marlia; Danial, M Meddy; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.81185

Abstract

Di Kota Pontianak air sungai dipakai untuk memenuhi keperluan sehari-hari misalnya keperluan sanitasi. Air sungai tersebut merupakan air gambut yang banyak mengandung zat besi(Fe). Dibutuhkan air bersih yang sesuai dengan standar Kemenkes No 22 Tahun 2023 untuk memenuhi keperluan sanitasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan multi tray aerator, air baku dari sungai sepakat 2 di olah dan di uji di laboratorium untuk mengukur pengaruh jarak dan lubang tray terhadap penurunan kadar Fe air baku serta efisiensi penurunan kadar Fe dari proses aerasi air sungai. Metode yang digunakan yaitu eksperimental untuk mengukur efektivitas alat dengan penambahan garam krosok pada air baku dilakukan untuk mendapatkan salinitas seseuai dengan air laut dengan jumlah 5 tingkatan yang berjarak 50 cm antar tingkat, variasi pada lubang tray sebesar 0,4 cm dengan jarak 1 cm antar lubangnya dan penambahan kerikil disetiap nampan. Hasil pengolahan air baku tersebut menunjukan bahwa   efesiensi penurunan kadar besi(Fe) sebesar 25,2% dan nilai Fe semula 6,37 mg/L menjadi   4,76 mg/L dengan standar mutu air bersih sebesar 0,2 mg/L. Pengolahan dengan multi tray aerator ini belum efektif karena hasil pengolahan masih belum sesuai standar Kemenkes No 22 Tahun 2023 Tenrang Kesehatan Lingkungan.
Co-Authors Abshar, Khairul Agus Supriadi Almutahar, Syarifah Farah Oktavianda Armelia Aminuddin Aminuddin Ananta, Bagus Verel Anriani, Ayuni Apriani, Isna Aprianti, Amalina Apriyantine, Apriyantine Arditya, Muhammad Kevin Arifin Arifin Arifin Arifin Asbanu, Govira Christiadora Assamady, Ridho Atikah, Ummi Az-Zahra, Hafizha Nurazizah Baringbing, Jefri Alexander Cahwariwasya, Wegi Cahyani, Larasati Dwi Danial, M Meddy Danial, Mochammmad Meddy Desmaiani, Herda Dinanti, Bellinda Dara Dini Arub Arisma Elistiawati, Lusia Fitriana Meilasari Fitrianingsih, Yulisa Hariyulia, Gita Fadani Hendri Sutrisno Indah Permata Sari Indri Pontiani Irda Dwi Utari Irmansyah, Fitri Isna Apriani Isna Apriani Jati, Dian Rahayu jumiati, jumiati - Juniarty, Aulia Yahya Kesia Gus Nengsih Kiki Prio Utomo Larasati, Allisha Mada, Agra Raflesia Putri Marbun, Nency Sesilya Mardhatillah, Lady Cleophila Meideristi Eka Suciutami Mochammad Meddy Danial Muhammad, Vira Fadila Nadeak, Raymond Narazarezcova, Brigitta Pamella Nurhayati Nurhayati Nuriyanti, Chofifah Suci Ochi Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Pramadita, Suci Pramesti, Ardhea Pratama, Rizky Agung Putranty Widha Nugraheni Putri, Elga Marlia Ravih Kurniawan Reformasi, Murdiana Erlina Ricka Aprillia Riski, Andi Robby Irsan Saziati, Ochih Sendyvantino, Jepri Septiansyah, Edo Setiawan, Eric Sinaga, Hanna Dewi Sinurat, Merry Ananda Pratiwi Stefanus Barlian Soeryamassoeka Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sugeng, Try Kurniadi Sulastri, Aini Surya Pratama Suryo Purwono Syahrul Khairi Teguh, Rahmat Ulli Kadaria Utomo, Kiki Prio Wadiana, Sorasuh Wahyudi Wahyudi Widiya, Widiya Winardi Winardi Y. Fitrianingsih Yenni Andriyani Yulisa Fitrianingsih Zain, Muhammad Zidan