Claim Missing Document
Check
Articles

Pengolahan Air Sumur Gali Menggunakan Kombinasi Metode Cascade Aerator dan Filtrasi Sendyvantino, Jepri; Sugeng, Try Kurniadi; Ananta, Bagus Verel; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i3.79018

Abstract

Salah satu sumber air bersih yang secara rutin dibutuhkan oleh banyak individu di Indonesia adalah air tanah yang berasal dari sumur bor dan sumur gali. Sumur gali di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kelurahan Bangka Belitung Darat, Kota Pontianak, memiliki konsentrasi besi (Fe) sebesar 0,6 mg/L. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja cascade aerator dan teknik penyaringan dalam meningkatkan kadar oksigen terlarut (DO), mengurangi kadar parameter Fe, dan memperbaiki warna pada pasokan air sumur gali. Pengambilan sampel air untuk penelitian ini dilakukan melalui teknik grab sampling, sementara pengolahan air dilakukan di Gedung Workshop Laboratorium Outdoor Universitas Tanjungpura, Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan kadar oksigen terlarut (DO) sebesar 61,54% selama 20 menit, 70,59% selama 28 menit, dan 71,43% selama 36 menit. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan penurunan kadar Fe sebesar 26,6% dan penurunan warna sebesar 25%.
Perencanaan Sistem Pengelolaan Limbah Peternakan Ayam di Dusun Nagur Desa Jagur Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas Wadiana, Sorasuh; Purnaini, Rizki; Pramadita, Suci
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i3.79848

Abstract

Usaha peternakan dapat memberikan keuntungan yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan, akan tetapi usaha ini menghasilkan limbah yang berdampak negatif bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kualitas air permukaan di lokasi peternakan ayam yang terdapat di Desa Jagur berdasarkan parameter TSS, BOD, COD, amonia dan pH, mengetahui pengaruh peternakan ayam terhadap kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kandang dan merencanakan sistem pengelolaan limbah peternakan ayam di Desa Jagur untuk pengendalian pencemaran air. Hasil dari penelitian ini yaitu kualitas air permukaan di lokasi peternakan ayam telah melewati baku mutu berdasarkan parameter TSS, BOD, COD, amonia dan pH. Nilai parameter tertinggi berada di titik 2 yang mana titik tersebut dijadikan sebagai tempat aktivitas pencucian dari peternakan. Peternakan ayam berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan masyarakat seperti menimbulkan bau dan menyebabkan gatal pada kulit setelah menggunakan air parit yang tercemar oleh limbah peternakan. Sistem pengelolaan limbah cair yang dapat diterapkan yaitu membuat bak pencucian tersendiri yang langsung dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL yang direncanakan terdiri dari bak pengendap awal, biofilter anaerob dan pengendap akhir. Sistem pengelolaan limbah padat dari kotoran ayam dapat dilakukan dengan membuat wadah penampungan sementara sebelum kotoran dijual kepada pelanggan.
Penambahan Media Kapas Dan Kerikil Pada Multi Tray Aerator Untuk Pengolahan Air Daerah Rususnawa Untan Dalam Mengurangi Kandungan Logam Sebagai Pre-treatment Pada Sistem Membran RO Apriyantine, Apriyantine; Danial, M Meddy; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.81197

Abstract

Rivers are surface water used for public purposes. Rivers are used for water storage, transportation, irrigation, livestock, industry, housing, water availability, fish rearing and recreation. Various activities carried out in the river cause pollution and have an impact on the decline in water quality, such as in Sepakat 2 river water which is used by the surrounding community for daily needs. The purpose of this study was to determine the Fe contained in Sepakat 2 river water and the effectiveness of using multi tray aerators with the addition of cotton and gravel media in reducing iron levels. Processing of Sepakat 2 river water through a pretreatment process using a 5-level multi tray aerator method and 6 perforated trays to drop water to the bottom of the container, then the water that has been aerated is collected in a box and deposited for 1 and 2 hours after which the water is taken and stored using a bottle container to be analyzed by the Pontianak Industrial Standardization and Services Center Laboratory. The results of this study are the quality of river water Sepakat 2 iron levels 6.37 mg / L before processing, after aeration 4.99 mg / L, after settling 1 and 2 hours with the same value of 5.09 mg / L. The efficiency of the multi tray aerator tool to reduce iron parameters from iron by 20.09%, TDS 52.1%, mercury (Hg) 43.08% and salinity is 63.3%.
Pendampingan Pengelolaan Ekowisata Pantai Sungai Belacan di Desa Sububus jumiati, jumiati -; Purnaini, Rizki; Sulastri, Aini; Jati, Dian Rahayu
Jurnal Pengabdi Vol 8, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v8i1.87026

Abstract

Kebutuhan   wisatawan dari sutau tempat wisata merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi oleh pengelola objek wisata. Konsep wisata alam dan konservasi pada wisata Pantai Sungai Belacan memiliki berbagai tantangan, seperti minimnya dukungan finansial dan sumber pendapatan objek wisata yang hanya bersumber dari penarikan fasilitas parkir. Oleh karena itu, kreativitas pengelolaan objek wisata harus ditingkatkan sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan wisatawan sekaligus memenuhi kebutuhan ekonomi pengelola. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan Pendampingan dan dukungan fisik  terkait upaya peningkatan aspek penunjang yang mampu meningkatkan kualitas objek wisata alam berbasis konservasi penyu. Pengabdian dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembangunan fisik berupa perbaikan atap rumah penangkaran tukik, pembuatan denah objek wisata, perbaikan dan pengecatan simbol konservasi penyu telah dilakukan dengan baik sesuai dengan kebutuhan saat ini. Dampak lainnya dari kegiatan ini memberi pengetahuan dan ide kreatif untuk dikembangkan lebih lanjut oleh para pengelola agar kebermanfaatan ekowisata bagi lingkungan dan manusia berkesinabungan.  
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit "X" Kota Pontianak Cahwariwasya, Wegi; Purnaini, Rizki; Asbanu, Govira Christiadora
Buletin Keslingmas Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12810

Abstract

Lembaga kesehatan seperti rumah sakit wajib mengelola limbah medis padat dengan baik karena limbah tersebut berpotensi mengandung B3. Penanganan yang tepat sangat penting mengingat bahan-bahan ini sering mengandung zat berbahaya yang memerlukan prosedur penanganan dan pembuangan khusus. Ketidaktepatan dalam penanganan residu medis ini dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan jangka panjang serta menimbulkan bahaya kesehatan yang serius bagi masyarakat yang terpapar. Rumah Sakit "X"menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah medis padat. Permasalahan utama berkaitan dengan tenaga medis yang sering mencampurkan limbah medis padat. Masalah tambahan muncul dari petugas kebersihan yang tidak mematuhi protokol penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, sehingga meningkatkan kemungkinan terpapar cairan biologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan sumber daya medis padat di Rumah Sakit "X" serta melakukan perbandingan dengan regulasi yang tercantum dalam Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Evaluasi kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dilakukan melalui analisis data kuantitatif yang diperoleh dari instrumen checklist dengan penilaian menggunakan metode skala Likert untuk mengukur derajat kesesuaian. Berdasarkan temuan penelitian, persentase kepatuhan rumah sakit dalam penerapan pemeliharaan limbah medis mencapai angka sebesar 81,97% yang termasuk dalam kategori baik sekali. Rekomendasi yang diberikan adalah pihak Sanitasi Rumah Sakit "X" sebaiknya melakukan edukasi melalui sosialisasi dan pelatihan rutin kepada seluruh staf rumah sakit tentang pentingnya pemilahan limbah medis yang tepat. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan mendadak untuk memastikan bahwa prosedur telah diikuti oleh seluruh staf rumah sakit.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit "X" Kota Pontianak Cahwariwasya, Wegi; Purnaini, Rizki; Asbanu, Govira Christiadora
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12810

Abstract

Lembaga kesehatan seperti rumah sakit wajib mengelola limbah medis padat dengan baik karena limbah tersebut berpotensi mengandung B3. Penanganan yang tepat sangat penting mengingat bahan-bahan ini sering mengandung zat berbahaya yang memerlukan prosedur penanganan dan pembuangan khusus. Ketidaktepatan dalam penanganan residu medis ini dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan jangka panjang serta menimbulkan bahaya kesehatan yang serius bagi masyarakat yang terpapar. Rumah Sakit "X"menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah medis padat. Permasalahan utama berkaitan dengan tenaga medis yang sering mencampurkan limbah medis padat. Masalah tambahan muncul dari petugas kebersihan yang tidak mematuhi protokol penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, sehingga meningkatkan kemungkinan terpapar cairan biologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan sumber daya medis padat di Rumah Sakit "X" serta melakukan perbandingan dengan regulasi yang tercantum dalam Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Evaluasi kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dilakukan melalui analisis data kuantitatif yang diperoleh dari instrumen checklist dengan penilaian menggunakan metode skala Likert untuk mengukur derajat kesesuaian. Berdasarkan temuan penelitian, persentase kepatuhan rumah sakit dalam penerapan pemeliharaan limbah medis mencapai angka sebesar 81,97% yang termasuk dalam kategori baik sekali. Rekomendasi yang diberikan adalah pihak Sanitasi Rumah Sakit "X" sebaiknya melakukan edukasi melalui sosialisasi dan pelatihan rutin kepada seluruh staf rumah sakit tentang pentingnya pemilahan limbah medis yang tepat. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan mendadak untuk memastikan bahwa prosedur telah diikuti oleh seluruh staf rumah sakit.
Status Mutu dan Kualitas Air Sungai Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Mada, Agra Raflesia Putri; Purnaini, Rizki; Saziati, Ochih
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.66272

Abstract

Sungai Kuala Dua sepanjang 15,5 km mempunyai dua hilir dengan hulu yang berada di tengah sungai. Sungai ini berada di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Lokasi pabrik padat penduduk di tepi sungai memberikan pengaruh yang sangat luar biasa terhadap kualitas dan kondisi udara. Tujuan penelitian yakni untuk mengidentifikasi pencemar di sungai; menentukan kualitas air dan status mutu air Sungai Kuala Dua. Metode penelitian yakni survei lokasi; pengukuran parameter kualitas udara; serta menentukan kualitas dan kondisi air sungai dengan metode indeks pencemaran.Hasil penelitian menyatakan sumber pencemar Sungai Kuala Dua berasal dari limbah pasar, gerobak, sekolah, masjid/surau, rumah makan, kafe, binatu, cuci motor mobil, bengkel, serta limpasan perkebunan dan pertanian.
Kombinasi Aerasi-Filtrasi dalam Pengolahan Air Sumur Gali Menjadi Air Bersih Sinurat, Merry Ananda Pratiwi; Dinanti, Bellinda Dara; Widiya, Widiya; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.76659

Abstract

The increasing population growth will lead to an increased demand for clean water. Homewer, in some areas, people still use raw water from dug wells without any prior treatment. This research aims to develop well water treatment technology using a combination of aeration and filtration systems and to evaluate its effectiveness in reducing iron and turbidity levels in well water. The combination of aeration-filtration technology can achieve a 95% reduction in iron content, with the iron parameter value before treatment being 0,791 mg/L and after treatment being 0,062 mg/L. As for turbidity parameter, it has an effectiveness of 97% with an initial value before treatment of 16 NTU and after treatment becoming 0,355 NTU. This combination technology offers an effective solution to improve water quality with a significant reduction in iron and turbidity parameters.
Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Bersih Riski, Andi; Purnaini, Rizki; Kadaria, Ulli
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.65742

Abstract

Ketersediaan dan akses air bersih masih menjadi persoalan di Kalimantan Barat, salah satunya di Ponpes Al-Fatah, Desa Sungai Itik. Keperluan dalam sehari-hari Ponpes Al-Fatah menggunakan sumber air yang berasal dari air hujan dan air sungai untuk keperluan MCK, namun air hujan belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih dari aspek kontinuitas, sedangkan air sungai dari aspek kualitas. Oleh karena itu diperlukan teknologi pengolahan air bersih tepat guna untuk mengolah air sungai menjadi air bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air sungai didepan Ponpes Al-Fatah, dan merancang teknologi pengolahan air tepat guna berdasarkan kualitas air baku yang dimanfaatkan. Metode pengolahan air yang dipilih adalah unit pengolahan lengkap. Hasil Analisis kualitas air baku sungai didepan Ponpes Al-Fatah Desa Sungai Itik, pH 7,18, kekeruhan 6,89 NTU, warna 109 TCU, TDS 603 mg/l, suhu 36℃, dan total coliform 33 APM/100 ml. Pengolahan air dengan unit operasi dan proses yang sudah dirancang mampu mengolah air baku menjadi air bersih, nilai pH 6,8 mg/l, kekeruhan 1,8 NTU, warna 2 TCU, TDS 872 mg/l, suhu 30,6 ℃, dan total coliform sebesar 0 APM/100 ml. Pengolahan air dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas air sungai memenuhi standar Permenkes No.2/MENKES/2023.
Pengolahan Air Sumur Gali Berwarna Dengan Kombinasi Sistem Aerasi, Koagulasi, dan Filtrasi Pramesti, Ardhea; Supriadi, Agus; Zain, Muhammad Zidan; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.65595

Abstract

Sumur gali adalah salah satu sumber air yang umum digunakan di daerah pedesaan dan terpencil. Namun, sering kali air sumur gali mengalami masalah pewarnaan yang dapat mempengaruhi kualitas air dan kelayakan konsumsi. Pewarnaan ini dapat disebabkan oleh kandungan zat-zat organik, seperti senyawa besi dan mangan, yang terlarut dalam air sumur. Pengolahan air bertujuan untuk menghasilkan air bersih yang sesuai standar baku mutu yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 tentang Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Sanitary Hygiene, Kolam Renang, Solus per Aqua dan spa umum. Penelitian ini menggunakan pengolahan air sumur gali menggunakan metode aerasi, koagulasi dan filtrasi. Hasil dari peneltian mampu memperbaiki parameter besi dengan efisiensi sebesar 100%, suhu sebesar 9,36% , berbau menjadi tidak berbau, TDS sebesar 20,83%, berwarna menjadi jernih, dan pH sebesar 16,92%.
Co-Authors Abshar, Khairul Agus Supriadi Almutahar, Syarifah Farah Oktavianda Armelia Aminuddin Aminuddin Ananta, Bagus Verel Anriani, Ayuni Apriani, Isna Aprianti, Amalina Apriyantine, Apriyantine Arditya, Muhammad Kevin Arifin Arifin Arifin Arifin Asbanu, Govira Christiadora Assamady, Ridho Atikah, Ummi Az-Zahra, Hafizha Nurazizah Baringbing, Jefri Alexander Cahwariwasya, Wegi Cahyani, Larasati Dwi Danial, M Meddy Danial, Mochammmad Meddy Desmaiani, Herda Dinanti, Bellinda Dara Dini Arub Arisma Elistiawati, Lusia Fitriana Meilasari Fitrianingsih, Yulisa Hariyulia, Gita Fadani Hendri Sutrisno Indah Permata Sari Indri Pontiani Irda Dwi Utari Irmansyah, Fitri Isna Apriani Isna Apriani Jati, Dian Rahayu jumiati, jumiati - Juniarty, Aulia Yahya Kesia Gus Nengsih Kiki Prio Utomo Larasati, Allisha Mada, Agra Raflesia Putri Marbun, Nency Sesilya Mardhatillah, Lady Cleophila Meideristi Eka Suciutami Mochammad Meddy Danial Muhammad, Vira Fadila Nadeak, Raymond Narazarezcova, Brigitta Pamella Nurhayati Nurhayati Nuriyanti, Chofifah Suci Ochi Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Pramadita, Suci Pramesti, Ardhea Pratama, Rizky Agung Putranty Widha Nugraheni Putri, Elga Marlia Ravih Kurniawan Reformasi, Murdiana Erlina Ricka Aprillia Riski, Andi Robby Irsan Saziati, Ochih Sendyvantino, Jepri Septiansyah, Edo Setiawan, Eric Sinaga, Hanna Dewi Sinurat, Merry Ananda Pratiwi Stefanus Barlian Soeryamassoeka Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sugeng, Try Kurniadi Sulastri, Aini Surya Pratama Suryo Purwono Syahrul Khairi Teguh, Rahmat Ulli Kadaria Utomo, Kiki Prio Wadiana, Sorasuh Wahyudi Wahyudi Widiya, Widiya Winardi Winardi Y. Fitrianingsih Yenni Andriyani Yulisa Fitrianingsih Zain, Muhammad Zidan