Claim Missing Document
Check
Articles

Potential of Heavy Metal Pollution (Cd) in the Kapuas Kecil River Rizki Purnaini; Ochih Saziati
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i1.77-84

Abstract

The Kapuas Kecil River is a river that becomes the lifeblood of the people of Pontianak in supporting their lives. It is raw water source for Municipal Waterworks, industry, fisheries, agriculture, animal husbandry, tourism, and transportation. The variety of activities carried out on the banks of the Kapuas Kecil River contributed to the occurrence of pollution by heavy metals such as Cd. Currently, the Kapuas Kecil River flow is already crowded with industrial shipbuilding activities, which are one of the contributors to Cd metal pollution in the waters. This study aims to identify the source of Cd pollutants and determine the concentration of Cd in the Kapuas Kecil River. Sampling was carried out in October at four sampling points at low tide, then compared with the allowable Cd concentration according to PP 22/2021 which is 0.01 mg/L, and the status of water quality was determined by the pollutant index method. Based on the results of the study, the Cd concentration was still below the quality standard with a value of >0.001 mg/L, and the water quality status met the quality standard.
Planning a Waste Processing Site with the 3r Plus Principle in Kapur Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency Yenni Andriyani; Yulisa Fitrianingsih; Rizki Purnaini
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i3.545-559

Abstract

Kapur Village is located in Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. The existing condition of waste management has not been implemented properly due to the lack of waste management facilities, namely temporary waste disposal and other communal waste containers, so efforts are needed to handle the waste management system, by planning temporary waste disposal 3R plus. The aim of planning is to know, analyse existing condition of management waste, generation size, density, waste composition and planning the 3R temporary waste disposal design. The research method is sampling generation, density and composition of waste according to SNI-19-3964-1994, conducting interviews and questionnaires to obtain selected locations. The resulting waste generation is 0.35 kg/person/day. The density of domestic source waste is 142.09 kg/m3, while the largest density of non-domestic source waste is produced from restaurants at 113.32 kg/m3. The composition of domestic waste is dominated by organic waste with a percentage of 49.3%, while non-domestic waste is dominated by paper waste with a percentage of 30.60%. This 3R plus temporary waste disposal planning requires land of 1,112.3 m2. The planned waste management is is processing organic waste into composting using the hollow brick method, while inorganic waste in the form of plastics and bottles is processed into handicraft products.
Two-Dimensional Modeling of Leachate Distribution in Batu Layang Landfill on Peat Soil using Geoelectric Method Fitriana Meilasari; Hendri Sutrisno; Arifin Arifin; Rizki Purnaini; Irda Dwi Utari
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i3.633-643

Abstract

The open dumping system implemented by the Batu Layang landfill can produce leachate, contaminating groundwater around the landfill. Groundwater contaminated with leachate, if used by the community, can cause health problems. Therefore, management efforts were needed, such as subsurface leachate modeling. This study aims to model the distribution of subsurface leachate in 2 dimensions. The modeling of leachate distribution below the soil surface used the Wenner configuration geoelectric method. The number of geoelectric measurement paths was two paths. The length of each track was 195 m, with a distance of 5 m between the electrodes. Data obtained from resistivity values were analyzed using the Res2Dinv application. The calculation of leachate discharge used the water balance method. Based on the inversion results using the Res2Dinv software, the resistivity value of leachate-contaminated soil in line 1 was 1.19-9.43 Ωm, and track 2 was 0.5-10.2 Ωm. The leachate resistivity value was <10 Ωm because the leachate contains inorganic minerals (metals), so the resistivity value was low. Land contaminated with leachate was estimated to be spread as far as 195 m. The most profound leachate depth was estimated at 39.4 m. Batu Layang Landfill leachate discharge in Zone E averages 4 m3/day.
Analisis Kemampuan Penyediaan Air Bersih PDAM Tirta Raya Untuk Daerah Pelayanan Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya Cahyani, Larasati Dwi; Purnaini, Rizki; Utomo, Kiki Prio
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.69559

Abstract

Kebutuhan air bersih suatu wilayah ditentukan oleh pertambahan penduduk dan urbanisasi. Selain itu, distribusi air yang memadai harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih dan mendapatkan dukungan dari masyarakat umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan air bersih di wilayah pelayanan Desa Kapur., mengetahui kemampuan penyediaan air bersih IPA Kapur Tirta Raya untuk mencukupi kebutuhan air bersih di daerah pelayanan Desa Kapur dan mengetahui perbandingan antara kebutuhan air bersih daerah pelayanan Desa Kapur dengan kemampuan penyediaan air IPA Kapur Tirta Raya. Metode penelitian dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden masyarakat Desa Kapur untuk mengetahui besar kebutuhan atau pemakaian air yang digunakan. Hasil dari penelitian ini yaitu total kebutuhan air bersih di Desa Kapur sebesar 1.521.537 liter/hari, dengan kebutuhan pada jam puncak sebesar 2.191.541 liter/hari. Kapasitas IPA yang ada saat ini sebesar 20 liter/detik tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan air penduduk Desa Kapur. Kebutuhan penduduk di wilayah layanan Desa Kapur bisa terpenuhi dengan adanya IPA baru yang berkapasitas 100 liter/detik. Kapasitas 100 liter/detik dari IPA Kapur memenuhi seluruh kebutuhan air bersih dari 18% populasi desa tersebut, dan pada jam sibuk, kebutuhan air mencapai 25% dari total output. Kapasitas produksi yang tersisa digunakan untuk desa lain yang dilayani.
INOVASI ALAT PENGOLAHAN AIR BERBASIS PORTABLE UNTUK AIR SUMUR GALI MENJADI AIR BERSIH Assamady, Ridho; Az-Zahra, Hafizha Nurazizah; Pratama, Rizky Agung; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.65610

Abstract

Tingginya kebutuhan air dan minimnya sumber air yang disediakan oleh pemerintah (PDAM) tentu membuat sebagian penduduk yang tidak tecapai oleh PDAM mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu alternatif mencari air adalah dengan menggali sumur atau air sumur gali. Air sumur gali merupakan air sumur yang sering dipergunakan bagi masyarakat kecil dan rumah-rumah perorangan. Air sumur gali tentu mempunyai karakteristik tak sebaik air PDAM sehingga sebelum digunakan sebaiknya diolah terlebih dahulu. Jika digunakan tanpa diolah, air dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan manusia. Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini adalah merancang alat portable untuk mengolah air sumur gali menjadi air bersih. Mengetahui efektivitas alat utuk memperbaiki kualitas air seperti kandungan besi (Fe), warna, pH, dan TDS pada air. Hasil uji Parameter pH menggunakan pH meter menunjukkan bahwa ada peningkatan pH pada air dari 6,1 menjadi 6,8 dan besi (Fe) menunjukkan penurunan pada air pada 5,31 mg/l menjadi 0,06 mg/l.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Sederhana Untuk Masyarakat Desa Kuala Behe Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Kuala Behe Marbun, Nency Sesilya; Purnaini, Rizki; Utomo, Kiki Prio
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.68167

Abstract

Desa Kuala Behe memiliki IPA IKK dengan kapasitas pengolahan 10 liter/detik dan melayani 1.630 jiwa dari 3.950 jiwa total keseluruhan penduduk yang ada di Desa Kuala Behe. Perencanaan ini diharapkan mampu menghasilkan sebuah rancangan teknologi yang sederhana, pengolahan air yang akan direncanakan berupa pengolahan sederhana skala komunal untuk 100 Kepala Keluarga (KK) non perpipaan. Perencanaan ini bertujuan untuk menentukan metode rancangan tepat guna yang sesuai dengan luas lahan. Kebutuhan air di Desa Kuala Behe ini sebesar 2,5 liter/detik. Hasil analisis menunjukan parameter-parameter yang tidak memenuhi karakteristik diantaranya adalah E. Coli (26 CFU/100 mL), kadmium (0,0558 mg/L), besi (2,4833 mg/L), timbal (0,0956 mg/L), warna (462 Pt-Co Unit), dan TSS (277,8 mg/L) berdasarkan syarat kualitas air bersih Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 Kelas 1. Instalasi ini direncanakan sesuai dengan SNI 6774:2008, dengan metode pengolahan konvensional lengkap yaitu unit koagulasi menggunakan pengadukan cepat tipe hidrolis yang memanfaatkan gravitasi pada terjunan air, dengan menggunakan koagulan tawas, flokulasi menggunakan vertical baffled channel, sedimentasi menggunakan plate settler, filtrasi menggunakan sistem saringan pasir cepat, desinfeksi menggunakan desinfektan kimia berupa larutan kaporit dan terakhir adalah unit reservoir. Dengan luas lahan yang digunakan 110, 331 m2.
Perancangan Multiple Tray Aerator Sebagai Pretreatment Proses Reverse Osmosis untuk Pengolahan Air Baku Sungai Itik Kabupaten Kubu Raya Abshar, Khairul; Purnaini, Rizki; Danial, Mochammad Meddy
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.65418

Abstract

The Itik River is used by the community as a source of clean water for daily needs such as bathing and washing, the characteristics of the Itik River water do not meet the requirements for water based on PERMENKES No. 32 of 2017. The characteristics of the Itik River water have the parameter Iron (Fe) 1.15 mg/ l which exceeds the quality standard. The design of multiple tray aerators is expected to reduce iron in the Itik River raw water to meet water standard requirements before entering the reverse osmosis process. The method used to reduce iron (Fe) in water is aeration with multiple tray aerators. Initial sample concentration of iron (Fe) 3.22 mg/l, TDS 844 mg/L, pH 7.1 and DO 6.0. The design of multiple tray aerators consists of design calculations, design making, preparation of tools and materials, and the tool building process. The multiple tray aerator is designed to have a capacity of 1000 l/day with 5 tiers of trays. Multiple tray aerator dimensions: length = 1.5 m, width = 1.3 m, height = 4.3 m. The distance between each tray is 60 cm, the number of holes per tray is 1,512, the hole diameter is 4 mm, and the distance between holes is 2 cm. The results of water treatment obtained a decrease in concentration (Fe) of 94.44%, TDS became 838 mg/L, pH became 7.9 and DO 6.9 mg/l. The total RAB needed to build multiple tray aerators made of iron is Rp. 4,380,000.
Pengolahan Air Parit Sungai Jawi dengan Sistem Konvensional Arditya, Muhammad Kevin; Sinaga, Hanna Dewi; Narazarezcova, Brigitta Pamella; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.74546

Abstract

The distribution of clean water that has not been carried out thoroughly in several areas has caused some communities to have no access to clean water supplies. Based on this, we need a water treatment technology that can be done by the community so that the community can obtain clean water by utilizing water sources in the surrounding area. This research aims to design a water treatment tool for the Jawi River ditch into clean water and to know the effectiveness of the device design in reducing the concentration of color, turbidity, and BOD. The method used in this research is quantitative descriptive methods and experiment methods. Meanwhile, the experiment method did by processing the water of the Jawi River ditch into clean water in the field through a water treatment tool made by itself. This research determined that the efficiency of reducing turbidity can reach 46.1%, color reach 61.36%, and BOD can reach 78.9%. However, there are still no parameters that meet the clean water quality standards.
Perencanaan Jaringan Pipa Distribusi Air Minum di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Baringbing, Jefri Alexander; Pramadita, Suci; Purnaini, Rizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i3.78516

Abstract

Kecamatan Segedong yang terletak di Kabupaten Mempawah mengalami pertambahan penduduk seiring perkembangan waktu sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan air minum. Kecamatan Segedong sudah memiliki jaringan distribusi air, namun belum mampu melayani 100% penduduknya sehingga perlu dilakukan perencanaan jaringan distribusi air minum. Perencanaan ini dilakukan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan air minum dengan pelayanan 100% masyarakat Kecamatan Segedong hingga tahun 2035. Perencanaan dilakukan dengan mendapatkan data proyeksi penduduk lalu hasil proyeksi tersebut digunakan untuk menghitung total kebutuhan air menggunakan perbandingan 70% sambungan rumah dan 30% pada hidran umum untuk kebutuhan domestik. Hasil total kebutuhan air digunakan untuk mendesain jaringan pipa distribusi dengan simulasi di EPANET. Kebutuhan jam puncak pada tahun 2035 sebesar 76,05 l/s digunakan sebagai dasar perencanaan. Simulasi EPANET menghasilkan tekanan air yang berada pada rentang 5,17 m hingga 84,84 m pada 169 titik, dan kecepatan aliran air berada pada rentang 0,3 m/s hingga 2,07 m/s. Simulasi EPANET dilakukan dengan   menggunakan jenis pipa HDPE berdiameter 225 mm sepanjang 44 km dan 100 mm sepanjang 83 km. Terdapat dua stasiun booster dan 85 buah hidran umum yang tersebar pada 17 titik di Kecamatan Segedong. Perencanaan ini menghasilkan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 74.407.020.182.
Analisis Kualitas Air Baku dan Kebutuhan Air Bersih Sebagai Dasar Perencanaan Sistem Pengolahan Air Bersih di Desa Sungai Rengas Aminuddin, Aminuddin; Purnaini, Rizki; Utomo, Kiki Prio
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.68674

Abstract

Desa Sungai Rengas merupakan desa yang mempunyai potensi untuk berkembang karena wilayahnya yang berdekatan dengan Kota Pontianak. Mayoritas penduduk menggunakan air sungai dan air sumur sebagai sumber utama untuk aktivitas sehari-hari, karena hingga saat ini masyarakat Desa Sungai Rengas masih belum menperoleh akses pelayanan air bersih. Tujuan dari perencanaan ini yaitu mengetahui kualitas air baku, menghitung kebutuhan air bersih yang dapat digunakan pada perencanaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bersih Desa Sungai Rengas. Metode yang digunakan pada perencanaan ini adalah pengumpulan data sekunder yang bersumber dari BPS Kabupaten Kubu Raya dan Bisnis plant PERUMDA Tirta Raya, pengumpulan data primer berdasarkan (SNI) 6989.57.2008 dan (SNI) 8066 : 2015 serta metode Jar Test. Hasil uji kualitas air Sungai Kapuas yang akan digunakan sebagai air baku, menunjukan bahwa parameter Padatan Terlarut Total (TDS), Padatan Tersuspensi Total (TSS), Derajat Keasaman (pH), dan Total Coliform telah memenuhi standar baku mutu air baku. Sedangkan parameter Warna, Kekeruhan, Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (BOD), Oksigen Terlarut (DO) dan Besi (Fe) belum memenuhi standar baku mutu persyaratan air air baku. Berdasarkan hasil perhitungan debit kebutuhan air bersih pada tahun 2035 pada saat harian maksimum sebesar 77,68 L/det dan debit jam puncak sebesar 101,32 L/det.
Co-Authors Abshar, Khairul Agus Supriadi Almutahar, Syarifah Farah Oktavianda Armelia Aminuddin Aminuddin Ananta, Bagus Verel Anriani, Ayuni Apriani, Isna Aprianti, Amalina Apriyantine, Apriyantine Arditya, Muhammad Kevin Arifin Arifin Arifin Arifin Asbanu, Govira Christiadora Assamady, Ridho Atikah, Ummi Az-Zahra, Hafizha Nurazizah Baringbing, Jefri Alexander Cahwariwasya, Wegi Cahyani, Larasati Dwi Danial, M Meddy Danial, Mochammmad Meddy Desmaiani, Herda Dinanti, Bellinda Dara Dini Arub Arisma Elistiawati, Lusia Fitriana Meilasari Fitrianingsih, Yulisa Haq, Rozin Dhiyaul Hariyulia, Gita Fadani Hendri Sutrisno Indah Permata Sari Indri Pontiani Irda Dwi Utari Irmansyah, Fitri Isna Apriani Isna Apriani Jati, Dian Rahayu jumiati, jumiati - Juniarty, Aulia Yahya Kesia Gus Nengsih Kiki Prio Utomo Larasati, Allisha Mada, Agra Raflesia Putri Marbun, Nency Sesilya Mardhatillah, Lady Cleophila Meideristi Eka Suciutami Mochammad Meddy Danial Muhammad, Vira Fadila Nadeak, Raymond Narazarezcova, Brigitta Pamella Nurhayati Nurhayati Nuriyanti, Chofifah Suci Ochi Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Ochih Saziati Pramadita, Suci Pramesti, Ardhea Pramudyaningrum, Retno Pratama, Rizky Agung Putranty Widha Nugraheni Putri, Elga Marlia Ravih Kurniawan Reformasi, Murdiana Erlina Ricka Aprillia Riski, Andi Robby Irsan Saziati, Ochih Sendyvantino, Jepri Septiansyah, Edo Setiawan, Eric Sinaga, Hanna Dewi Sinurat, Merry Ananda Pratiwi Stefanus Barlian Soeryamassoeka Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sudarmadji Sugeng, Try Kurniadi Sulastri, Aini Surya Pratama Suryo Purwono Syahrul Khairi Teguh, Rahmat Ulli Kadaria Utomo, Kiki Prio Wadiana, Sorasuh Wahyudi Wahyudi Widiya, Widiya Winardi Winardi Y. Fitrianingsih Yenni Andriyani Yulisa Fitrianingsih Zain, Muhammad Zidan