Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Serangga Penyerbuk di Perkebunan Sayuran Kelurahan Rurukan Kota Tomohon (Diversity of Pollinator Insects in the Vegetable Plantation of Rurukan, Tomohon City) Masawet, Samuel; Koneri, Roni; Dapas, Farha
JURNAL BIOS LOGOS Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.9.2.2019.25452

Abstract

Keanekaragaman Serangga Penyerbuk di Perkebunan Sayuran Kelurahan Rurukan Kota Tomohon (Diversity of Pollinator Insects in the Vegetable Plantation of Rurukan, Tomohon City) Samuel Masawet, Roni Koneri*), Farha N.J.Dapas Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia*E-mail: ronicaniago@unsrat.ac.id Diterima 5 Juli 2019, diterima untuk dipublikasi 10 Agustus 2019 ABSTRAKKehadiran serangga penyerbuk sangat berperan penting dalam proses penyerbukan. Hal ini disebabkan karena serangga tersebut mentransfer tepungsari dari anther ke stigma yang menyebabkan terjadinya pembuahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman serangga penyerbuk di perkebunan sayuran di Kelurahan Rurukan Kota Tomohon. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga tipe lahan yaitu perkebunan labu siam, wortel, dan pinggir hutan. Pada masing-masing titik pengambilan sampel dibuat tiga plot berukuran 20m x 20m dengan jarak antar plot 20 m. Teknik pengamatan serangga penyerbuk menggunakan metode scan sampling. Hasil penelitian didapatkan 14 famili yang terdiri dari 24 spesies dan 2.185 individu. Ordo yang paling banyak ditemukan adalah Hymenoptera, sedangkan spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi yaitu Apis nigrocincta. Keanekaragaman spesies penyerbuk tertinggi ditemukan pada lahan perkebunan wortel. Keanekaragaman spesies penyerbuk dipengaruhi oleh tipe perbunggaan, warna bunga, bau bunga dan kandungan nektar dari bunga. Kata kunci: Keanekaragaman, serangga penyerbuk, lahan pertanian, Desa Rurukan  ABSTRACTThe presence of insect pollinators plays an important role in pollination processes. This is because the insects transfer the Tepungsari from anther to the stigma that causes the occurrence of fertilization. This research aims to analyse the diversity of insect pollinators in vegetable plantations in the village of Rurukan in Tomohon. Sampling was carried out on three types of land namely pumpkin plantations, carrots, and forest edges. At each sampling point was made three plots measuring 20 m x 20 m with a distance between plot was 20 m. Insect pollinators observation technique using sampling scan method. The results of the study gained 14 families consisting of 24 species and 2,185 individuals. The most widely discovered order was Hymenoptera, while the species which has the highest abundance was Apis nigrocincta. The highest diversity of the pollinator species was found on carrot plantation land. The diversity of pollinator species is influenced by the type of flowering, color of flowers, smell of flowers and the nectar content of flowers. Keywords: Diversity, pollinators Insects, agricultural land, Rurukan village. 
Pendidikan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara Sumarto, Saroyo; Siahaan, Parluhutan; Langoy, Marnix; Koneri, Roni
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 1, No 1 (2019): VIVABIO Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.1.1.2019.24745

Abstract

Pulau Sulawesi memiliki kekayaan hayati dan endemisitas satwa yang sangat unik yang merupakan percampuran antara flora dan fauna khas Asia dan Australia. Beberapa kawasan yang menyimpan kekayaan hayati endemik Sulawesi telah berstatus sebagai kawasan konservasi, antara lain Cagar Alam Dua Sudara, Taman Wisata Alam Batuputih, dan Taman Wisata Alam Batuangus di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Hanya sayangnya, banyak kekayaan hayati di Sulawesi Utara yang sedang menghadapi kepunahan akibat faktor perburuan untuk konsumsi dan perusakan habitat. Oleh karena itu kegiatan pendidikan konservasi bagi anak-anak sekolah dasar menjadi upaya yang sangat penting dan harus dilakukan dengan bekerjasama dengan mitra-mitra potensial. Kegiatan pendidikan konservasi untuk murid sekolah dasar di sekitar kawasan konservasi telah dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2018 di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Peserta sebanyak 26 siswa sekolah dasar kelas 4 sampai dengan kelas 6. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan tentang konservasi sumber daya alam hayati untukmurid-murid sekolah dasar sehingga terjadi perubahan pengetahuan dan sikap dalam menghentikan praktik perburuan dan perusakan habitat sumber daya alam hayati. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah workshop tentang keragaman satwa endemik Sulawesi di Kota Bitung, dan pengenalan terhadap jenis-jenis satwa kunci Sulawesi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pretes dan postes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap aspek konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi. Untuk mengukur sikap digunakan kuesioner dengan skala Likert. Komponen evaluasi mencakup aspek kognitif (pengetahuan/penguasaan materi) dan afektif (penguasaan sikap). Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dari 6,0 menjadi 7,8 sedangkan sikap dari 5,6 menjadi8,0. Dari hasil kegiatan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan konservasi bagi anakanak usia sekolah dasar telah meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi bagi peserta.Kata kunci: pendidikan, usia sekolah dasar, konservasi, Kota Bitung, Sulawesi Utara
Pendidikan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara Saroyo, Saroyo; Siahaan, Parluhutan; Langoy, Marnix; Koneri, Roni
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin No 3 (2019): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.1.3.2019.26743

Abstract

Pulau Sulawesi memiliki kekayaan hayati dan endemisitas satwa yang sangat unik yang merupakan percampuran antara flora dan fauna khas Asia dan Australia. Beberapa kawasan yang menyimpan kekayaan hayati endemik Sulawesi telah berstatus sebagai kawasan konservasi, antara lain Cagar Alam Dua Sudara, Taman Wisata Alam Batuputih, dan Taman Wisata Alam Batuangus di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Hanya sayangnya, banyak kekayaan hayati di Sulawesi Utara yang sedang menghadapi kepunahan akibat faktor perburuan untuk konsumsi dan perusakan habitat. Oleh karena itu kegiatan pendidikan konservasi bagi anak-anak sekolah dasar menjadi upaya yang sangat penting dan harus dilakukan dengan bekerjasama dengan mitra-mitra potensial. Kegiatan pendidikan konservasi untuk murid sekolah dasar di sekitar kawasan konservasi telah dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2018 di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung. Peserta sebanyak 26 siswa sekolah dasar kelas 4 sampai dengan kelas 6. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan tentang konservasi sumber daya alam hayati untuk murid-murid sekolah dasar sehingga terjadi perubahan pengetahuan dan sikap dalam menghentikan praktik perburuan dan perusakan habitat sumber daya alam hayati. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah workshop tentang keragaman satwa endemik Sulawesi di Kota Bitung, dan pengenalan terhadap jenis-jenis satwa kunci Sulawesi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pretes dan postes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap aspek konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi. Untuk mengukur sikap digunakan kuesioner dengan skala Likert. Komponen evaluasi mencakup aspek kognitif (pengetahuan/penguasaan materi) dan afektif (penguasaan sikap). Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dari 6,0 menjadi 7,8 sedangkan sikap dari 5,6 menjadi 8,0. Dari hasil kegiatan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan konservasi bagi anak-anak usia sekolah dasar telah meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi bagi peserta.
Keanekaragaman Serangga Air di Sungai Pajowa Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara Leba, Gladyes V.; Koneri, Roni; Papu, Adelfia
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.1990

Abstract

Serangga air merupakan kelompok Arthropoda yang sebagian siklushidupnya berada di perairan. Serangga ini berperan penting dalam rantaimakanan pada suatu ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kelimpahan, kekayaan, keanekaragaman dan kemerataaanspesies serangga air di Sungai Pajowa, Kabupaten Minahasa, SulawesiUtara. Pengambilan sampel menggunakan surber sampler dan handcollection. Jumlah serangga air yang ditemukan sebanyak 22 spesies, 14famili dan 5 ordo. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Gerrisremigis, sedangkan ordo yang memiliki spesies paling banyak adalahEphemeroptera. Kelimpahan dan kekayaan spesies serangga air tertinggiterdapat pada bagian tengah aliran sungai, sedangkan keanekaragamandan kemerataan spesies tertinggi di bagian hulu sungai. Kelimpahan,kekayaaan dan keanekaragaman spesies serangga air berbeda nyataantar stasiun pengamatan, sedangkan kemerataan spesies tidakmenunjukkan perbedaan yang nyata.Arthropods are a group of aquatic insects whose life cycles are partlyin the water. These insects play an important role in the food chain in anaquatic ecosystem. This research is aimed to analyze the abundance,richness, diversity and evenness of species of insects in the river waterPajowa, Minahasa regency, North Sulawesi. Surber sampler and handcollection are used in Sampling. Number of aquatic insects found as manyas 22 species, 14 families and 5 orders. The most commonly foundspecies is Gerris remigis, while orders that have the most species areEphemeroptera. Abundance and species richness of aquatic insects ishighest in the middle of the river, while the highest species diversity andevenness in the upper reaches of the river. Abundance, species richnessand diversity of aquatic insects were significantly different between thestations of observation, whereas species evenness did not showsignificant differences.
Distribusi Dan Diversitas Serangga Tanah Di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa Sulawesi Utara Basna, Mailani; Koneri, Roni; Papu, Adelfia
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16082

Abstract

Serangga tanah merupakan jenis dari serangga yang seluruh atau sebagian hidupnya berada di tanah. Serangga tanah berperan penting dalam ekosistem yaitu membantu proses pelapukan bahan organik dan keberadaan serta aktivitasnya berpengaruh positif terhadap sifat kimia fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distribusi dan diversitas serangga tanah di Gunung Tumpa, Sulawesi Utara. Lokasi pengambilan sampel terdiri dari tiga tipe habitat yaitu, hutan primer, hutan sekunder dan lahan perkebunan. Teknik pengambilan sampel menggunakan perangkap sumuran (Pitfall trap). Hasil penelitian  ditemukan serangga tanah sebanyak 10 ordo, 23 famili, 28 genus, 33 morfospesies dan 21100 individu.  Ordo Hymenoptera didominasi oleh famili Formicidae. Pola distribusi serangga tanah di Gunung Tumpa berkelompok. Indeks diversitas spesies di Gunung Tumpa tergolong sedang (H = 2,62). Kelimpahan spesies dan indeks diversitas spesies serangga tanah tertinggi ditemukan pada hutan primer, sedangkan yang terendah pada lahan perkebunan dan hutan sekunder.Soil Insects is a type of insect that all or part of his life was on the ground. Soil insects plays an important role in the ecosystem that is helping the process of weathering and the presence of organic matter as well as its activities towards the positive effect of physical chemical properties of the soil. This research aims to identify, examine the distribution and diversity of insects land on Mount Tumpa, North Sulawesi. Location of sampling consists of three types of habitat i.e., primary forest, secondary forest and plantations. The technique of sampling using Pitfall trap. Results of the study found as many as 10 soil insect orders, 23 families, 28 genera, 33 morfospesies and 21100 individuals. The order of Hymenoptera is dominated by the Formicidae. The pattern of soil insect distribution in Gunung Tumpa is clumped. Index of species diversity in Mt. Tumpa belongs to moderate (H = 2.62). The highest abudance and diversity index of soil insect species were found in primary forest, while the lowest was on plantation and secondary forest.
Kelimpahan Serangga Air di Sungai Toraut Sulawesi Utara Candra, Yudi; Langoy, Marnix; Koneri, Roni; Singkoh, Marina F. O.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5317

Abstract

Serangga air merupakan kelompok Arthropoda yang dapat dijumpai hampir pada jenis perairan misalnya pada habitat lentik atau lotik. Seranggan air dalam suatu ekosistem berperan penting dalam rantai makanan selain itu juga serangga air dapat dijadikan sebagai bioindikator terhadap penentuan kualitas suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan serangga air yang terdapat di Sungai Toraut. Lokai penelitian terletak pada Sub DAS dari DAS Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Sungai ini memiliki luas sekitar 249 km2 dan hulunya terletak di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). Penelitian ini menggunakan metode Purposive Random Sampling dengan menggunakan alat surber sampler. Total individu yang didapatkan dari 3 stasiun sebanyak 1497 individu dengan jumlah famili sebanyak 24 yang terdiri dari 27 spesies. Spesies serangga air yang paling banyak ditemukan pada stasiun satu, sedangkan yang sedikit pada stasiun 3. Kelimpahan spesies yang paling banyak ditemukan adalah Hydropsyche sp.Arthropods is a group of aquatic insects that can be found in almost all types of aquatic habitats for example lentic or lotic habitat. In the field of ecology, aquatic insects plays a role in the food chain, moreover the aquatic insects can be used as bioindicator to determine the quality of water. This study aims to analyze the abundance of aquatic insects found in the Toraut River. This study lies in the sub-watershed from the watershed of Dumoga Bolaang Mongondow, North Sulawesi. This river has an area of ​​approximately 249 km2 and its located in the headwaters of Bogani Nani Wartabone  National Park. The method used in this study is purposive random sampling method by using a sampler surber. Total individuals were obtained from 3 stations are 1497 individuals with total 24 families consisting of 27 species. The most commonly species of aquatic insects found at station 1, whereas slightly at station 3. The most commonly species of aquatic insects found is Hydropsyche sp.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Kupu-Kupu Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara Sulawesi Utara Modeong, Adelia S.; Koneri, Roni; Dapas, Farha D.J.
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28893

Abstract

Nymphalidae merupakan famili yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan dengan famili lainnya. Kupu-kupu tersebut dalam suatu ekosistem memiliki peran yang penting yaitu sebagai polinator dalam penyerbukan, dan dapat dijadikan bioindikator lingkungan. Data kelimpahan dan keanekaragaman kupu-kupu Nymphalidae pada kawasan hutan Kuwil pada saat ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman spesies kupu-kupu famili Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek. Penempatan transek pada setiap habitat dilakukan secara Purposive Random Sampling. Tipe habitat pada lokasi penelitian adalah pinggir sungai, hutan dan kebun. Pengambilan sampel dilakukan sepanjang garis transek menggunakan sweepnet. Komposisi spesies Nymphaldae ditemukan sebanyak  21 spesies dan 208 individu. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Parthenos shylvia dan Idea blnchardii. Analisis keanekaragaman didapatkan kelimpahan spesies Nymphalidae pada habitat pinggir sungai sebesar 101 individu, hutan 70 individu,  dan kebun 37 individu. Indeks keanekargaman spesies di pinggir sungai 2,55, hutan 2,41 dan kebun 2,03. Indeks kekayaan spesies pinggir sungai 3,25, hutan 3,06 dan kebun 2,49. Indek kemerataan spesies pinggir sungai memiliki nilai yang sama dengan hutan yaitu sebesar 0,91, sedangkan pada kebun sebesar 0,88. Berdasarkan nilai tersebut didapatkan bahwa kelimpahan, indeks kekayaan dan indeks keanekaragaman spesies kupu-kupu Nymhalidae  tertinggi ditemukan pada habitat pinggir sungaiNymphalidae is a family with the largest number of species compared to other families. This butterfly has an important role as a pollinator for pollination in an ecosystem, and can be used as an environmental bioindicator. Data on abundance and variation of Nymphalidae butterflies in the Kuwil forest area was not avilable. This study aims to analyze the abundance and species of Nymphalidae family butterflies in the Forest of the Northern Minahasa Region. The sampling technique that was used is the transect method. Transect placement in each habitat was done by Purposive Random Sampling. The habitat types at the study site are on the river banks, forests and gardens. Sampling was carried out along the transect line using sweepnet. The composition of the Nymphaldae species  found was 21 species and 208 individuals. The species with have the highest abundance are Parthenos shylvia and Idea blnchardii. Diversity
Keanekaragaman dan Pemanfaatan Tanaman Pekarangan di Desa Taripa, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Tobondo, Vanda Evanglin; Koneri, Roni; Pandiangan, Dingse
JURNAL BIOS LOGOS Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.11.1.2021.32135

Abstract

(Article History: Received January 14, 2021; Revised February 15, 2021; Accepted February 28, 2021) ABSTRAK Pekarangan merupakan sebidang tanah yang di atasnya terdapat bangunan tempat tinggal dan dapat dibudidayakan berbagai spesies tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman dan pemanfaatan tanaman pekarangan di Desa Taripa, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel berdasarkan luas pekarangan yaitu kategori sempit (100-200 m2), sedang (300-400 m2) dan luas (500-600 m2). Pada setiap kategori diambil 10 sampel pekarangan dan dicatat seluruh spesies tanaman yang terdapat pada pekarangan tersebut. Pemanfaatan tanaman ditentukan berdasarkan alasan penanaman dengan wawancara langsung dengan pemilik pekarangan.  Analisis data meliputi kelimpahan, indek kekayaan, indek keanekaragaman dan indek kemerataan spesies tanaman. Hasil didapatkan sebanyak 64 famili yang terdiri dari 155 spesies dan 1265 individu. Famili yang banyak ditemukan jumlah spesiesnya adalah Araceae.  Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi yaitu Garcinia mangostana dan Curcuma longa. Kelimpahan spesies tertinggi pada lahan pekarangan katagori luas. Keanekaragaman dan kekayaan spesies tanaman tertinggi pada lahan pekarangan kategori sempit, sedangkan kemerataan pada lahan kategori sedang. Habitus tanaman yang banyak dimanfaatkan adalah herba. Organ tanaman yang dimanfaatkan umumnya daun, sedangkan pemanfaatan tanaman pekarangan banyak digunakan sebagai sumber pangan. Kata kunci: Keanekaragaman; Garcinia mangostoma; herba; daun. ABSTRACTYard is a plot of land on which there are residential buildings and various plant species can be cultivated. This research aims to analyze the diversity and utilization of garden plants in Taripa Village, East Pamona District, Poso Regency, Central Sulawesi. Sampling was based on the area of the yard, namely the narrow (100-200 m2), medium (300-400 m2) and broad (500-600 m2). In each category, 10 samples of the yard were taken and recorded all plant species found in the yard. The use of plants is determined based on the reasons for planting by direct interviews with the owners of the yards. Data analysis includes abundance, Richness index, diversity index and index evenness of plant species. The results obtained were 64 families consisting of 155 species and 1265 individuals. The family with the most number of species found is Araceae. The species that had the highest abundance were Garcinia mangostana and Curcuma longa. The highest species abundance was in the large yard area. The highest diversity and richness of plant species was in the narrow category land, while evenness was in the medium category. Plant habitus that is widely used is herbaceous. The plant organs that are used are generally leaves, while the use of garden plants is widely used as a food source.  Key words: Diversity; Garcinia mangostoma; herb; leaf.
Keanekaragaman dan Pemanfaatan Tanaman Obat pada Pekarangan di Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara Lestari, Dewi; Koneri, Roni; Maabuat, Pience Veralyn
JURNAL BIOS LOGOS Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.11.2.2021.32017

Abstract

(Article History: Received January 12, 2021; Revised March 8, 2021; Accepted April 7, 2021) ABSTRAKTanaman obat merupakan tanaman yang memiliki komponen aktif dan diyakini oleh masyarakat dapat menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan pemanfaatan tanaman obat pada pekarangan di Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pemilihan responden dilakukan dengan metoda snowball sampling. Hasil penelitian didapatkkan sebanyak 25 famili, yang terdiri dari 46 spesies dan 2691 individu tanaman obat. Famili yang banyak ditemukan jumlah spesies dan individunya adalah Zingeberaceae, merupakan famili yang banyak ditemukan jumlah spesies dan individunya. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Sauropus androgynus, kemudian Zingiber officinale dan Curcuma longa. Indek kekayaan, keanekaragaman dan kemerataan spesies tertinggi pada pekarangan Suku Jawa. Bentuk hidup tanaman obat yang paling banyak ditemukan adalah herba dan perdu. Daun merupakan bagian tanaman yang banyak dimanfaatkan untuk tanaman obat dan proses pengolahan umumnya dengan cara direbus.  Pemanfaatan tanaman obat pekarangan oleh masyarakat dapat digunakan untuk mengobati 18 jenis penyakit.Kata kunci: Tanaman obat; Zingiberaceae, Sauropus androgynus, herba.  ABSTRACTMedicinal plants are plants that have active components and are believed by the community to cure diseases. This study aims to analyze the diversity and utilization of medicinal plants in the yard in North Dumoga, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi. The sampling method used was purposive sampling. The selection of respondents was carried out using the snowball sampling method. The results of the study were 25 families, consisting of 46 species and 2691 individual medicinal plants. The family with the highest number of species and individuals was Zingeberaceae, which was the family with the highest number of species and individuals. The species with the highest abundance were Sauropus androgynus, then Zingiber officinale and Curcuma longa. The highest index of species richness, diversity and evenness was in the Javanese tribe. The most common forms of medicinal plant life are herbs and shrubs. Leaves are part of a plant that is widely used for medicinal plants and in general processing by boiling. The use of yard medicinal plants by the community can be used to treat 18 types of diseases.Key words: Medicinal plants; Zingiberaceae, Sauropus androgynus, herb.
Program Kemitraan Masyarakat Peternak Sapi Desa Batuputih Bitung Provinsi Sulawesi Utara Nangoy, Meis Jacinta; Onibala, Jane; Podung, Albert; Koneri, Roni; Sondakh, E.H.B
The Studies of Social Sciences Vol 3, No 2 (2021): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2021.3.2.36037

Abstract

The traditional cattle rearing system is the permanent host for various zoonotic diseases that are transmitted through insects. Flies and ticks are insects that harm farmers because they decrease productivity and spread disease from livestock to livestock and to humans. The community partnership program for cattle breeders in Batuputih Bitung village is a community education activity that aims to increase the understanding of nuisance insects and their potential problems, identify the types of nuisance insects and their potential control. This activity was conducted from April to September 2021 and involved a group of cattle breeders and the Sam Ratulangi University Faculty of Animal Husbandry team (lecturers and students). The method of implementing this activity was carried out in 3 stages, namely discussions and interviews, surveys of nuisance insects on cattle, and the practice of introducing insects and their control. The cattle farmers in Batuputih Village have understood the livestock pest insects and their potential problems. The types of nuisance insects identified were: Haematobia exigua, Stomoxys sp., Musca sp., Tabanus sp. and ticks and some of the traditional methods of controlling them. It is necessary to monitor the effectiveness of insect population control so that the potential for zoonoses that spread through insects can be prevented early.Keywords: insect; vector; disease; cattle; Surra AbstrakSistem pemeliharaan ternak sapi yang bersifat tradisional dapat merupakan induk semang tetap berbagai penyakit zoonosis yang ditularkan melalui serangga. Lalat dan caplak merupakan serangga yang merugikan peternak karena menurun produktivitas dan menyebar penyakit dari ternak ke ternak dan ke manusia. Program kemitraan masyarakat peternak sapi desa Batuputih Bitung merupakan kegiatan edukasi masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman akan serangga pengganggu dan potensi permasalahannya. Kegiatan ini melibatkan kelompok peternak sapi dan tim Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (dosen dan mahasiswa) dan dilaksanakan pada bulan April hingga September 2021. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 3 tahap yaitu diskusi dan wawancara, survey serangga pengganggu pada ternak sapi, dan praktek pengenalan serangga dan pengendaliannya. Peternak sapi Desa Batuputih telah memahami serangga pengganggu ternak (Haematobia exigua, Stomoxys sp., Musca sp., Tabanus sp. dan caplak) dan beberapa cara pengendaliannya secara tradisional. Diperlukan kegiatan pemantauan efektivitas pengendalian populasi serangga agar potensi zoonosis yang menyebaran melalui serangga dapat dicegah secara dini. Kata kunci: serangga; vektor; penyakit; sapi; Surra
Co-Authors Abas, Abdul Hawil Adelfia Papu Aisyah, Nur’ Akbar Arafah Embo, Akbar Arafah Angelia Elisabeth Andries Baideng, Eva Ballamu, Larry Lowrend Basna, Mailani BEIVY JONATHAN KOLONDAM Celine Rani Kaligis Claudius F. Kairupan, Claudius F. DAMAYANTI BUCHORI Dapas, Farha D.J. Debry C Lamatoa Deidy Katili Dewi Lestari DINGSE PANDIANGAN Eka Julianti Eko Handoyo Eko Handoyo Eko Wahyu Handoyo Fabiolani, Fidelia Anninda Farha Dapas, Farha Florencia Sompie Friska S. Panjaitan Gladyes V. Leba Gobel, Iga Mawarni Grasideo V.E. Pelealu Hanny Pontororing Hapry Lapian Hard N. Pollo Hengkengbala, Sabatini Herny E.I. Simbala Hesky Stevy Kolibu Isnian, Sitti Nur Jacqueline Joseph Johanis Pelealu Jooudie N. Luntungan Juliana Mabe -, Juliana Mabe Jumriadi Junivia Virginia Jermias Kaligis, Celine Rani Lapian, Hapry Lino, Juniati Loho, Jesicca Lomboan, Agustinus Mamahit, Juliet Merry Eva Marina F. O. Singkoh Marnix L Langoy Marnix Langoy Martha Kawatu Masawet, Samuel Mawuntu, Estalina Mayor, Troce Meis Nangoy Modeong, Adelia S. Mogan, Yakobus Mylton Mantouw Mylton Mantouw, Mylton Nangoy, Meis Nengsih, Reskiyah Onibala, Jane Parluhutan Siahaan Pelealu, Grasideo V.E. Pelokang, Chrisye Yustitia Pience Maabuat Pience Maabuat Pience Maabuat Pience V Maabuat Pience V Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Podung, Albert Pontoh, Citra Julia Putri Tesalonika Rondonuwu Rana, Dona Cindy Elfira Ratna Siahaan Ratna Siahaan Regina R. Butarbutar Regina Rosita Butarbutar Rifgah Marmita Rooije R.H. Rumende Rooije R.H. Rumende Rudi Tarumingkeng Rumbay, Julia Angel Saroyo Saroyo Selvie Tumbelaka Sendy Rondonuwu, Sendy Setiawan, Denny Christian Sofia Wantasen Suprianus Zega Sylvia Laatung Sylvia Laatung Taarape, Taarape Tangapo, Agustina Monalisa Tanjung, Gadis Sabrina TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Tilaar, Ribka Mega Tiltje Ransaleleh, Tiltje Tiranda, Desi Tobondo, Vanda Evanglin Tri A. Mokodompit Trina E. Tallei, Trina E. Trina Ekawati Tallei TRINA EKAWATI TALLEI Trina Tallei Wakhid Wakhid Wijaya, Pandu Yudi Candra