Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Siswa Melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Reduce, Reuse, Recycle di Kecamatan Bunaken, Sulawesi Utara Roni Koneri; Pience Veralyn Maabuat
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v4i3.902

Abstract

Sampah yang dihasilkan akibat aktivitas manusia berdampak terhadap manusia dan ekosistem sekitar. Pada saat ini banyak tumpukan sampah organik dan anorganik yang dihasilkan oleh aktivitas masyarakat di Kecamatan Bunaken baik yang ada di sekitar pemukiman, sungai dan pesisir pantai. Permasalahan bagi mitra adalah belum memiliki pengetahuan, pemahaman dan keterampilan pengelolaan sampah dengan konsep 3R. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sampah dengan konsep 3R. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melalui ceramah, diskusi, pelatihan, pembinaan, evaluasi, pendampingan dan monitoring. Hasil menunjukkan secara umum kegiatan pelatihan pengelolaan sampah dengan konsep 3R berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan tentang sampah serta kesadaran peserta dalam pengelolaan sampah sebelum dan sesudah kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan benar-benar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SD terhadap pengelolaan sampah melalui konsep 3R.Kata kunci: Bunaken, penyuluhan, siswa SD, manajemen, konsep 3R, sampah
Keanekaragaman Lamun Di Pesisir Pulau Mentahage Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara Celine Rani Kaligis; Pience Veralyn Maabuat; Roni Koneri; Eko Wahyu Handoyo
Jurnal MIPA Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v11i2.38692

Abstract

Padang lamun merupakan ekositem laut dangkal yang memiliki peran ekologis yang penting bagi kawasan ekosistem pesisir. Padang lamun berfungsi sebagai tempat mencari makan, tempat pemijahan, tempat pengasuhan bagi berbagai jenis ikan dan Echinodermata serta berperan sebagai stabilisator perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis keanekaragaman spesies lamun di Pulau Mantehage Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadrat yang dimodifikasi dari metode Seagrass Watch, dengan menarik transek sepanjang 25m ke arah tubir dengan 3 kali ulangan pada 5 lokasi berbeda, dengan menggunakan frame kuadrat ukuran 50cm x 50cm dengan jarak antara kuadrat satu dengan yang lainnya adalah 5 m. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa di Pulau Mantehage pada lima lokasi penelitian ditemukan tujuh spesies lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Thalassodendron ciliatum, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii dan Halophila spinulosa. Indeks keanekaragaman diperoleh bahwa di Desa Tangkasi merupakan lokasi dengan indeks keanekaragaman tertinggi dengan nilai 1.36, dan di Pulau Paniki dengan indeks keanekaragaman terendah dengan nilai 0.67
Struktur dan Komposisi Kupu-Kupu dan Tumbuhan Pakan Imago di Air Terjun Rayow dan Rok-Rok Desa Kembes, Kabupaten Minahasa Suprianus Zega; Hard N. Pollo; Roni Koneri
Silvarum Vol. 1 No. 1 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.742 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i1.41284

Abstract

Alih fungsi lahan disekitar air terjun menimbulkan ancaman yang serius bagi habitat kupu-kupu, yang mengalihfungsikan hutan menjadi lahan perkebunan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis struktur dan komposisi spesies kupu-kupu, menginventarisasi tumbuhan pakan imago dan mengukur faktor abiotik di Air Terjun Rayow dan Rok-Rok. Penelitian menggunakan Metode Transek dan Metode Titik dengan Atraktan. Jalur pengamatan sepanjang 400 m dengan lebar 10 m ke kiri dan ke kanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi spesies kupu-kupu yang diperoleh berjumlah 53 spesies, 43 spesies di Air Terjun Rayow dan 40 spesies di Air Terjun Rok-Rok. Kupu-Kupu yang tertarik dengan Atraktan di Air Terjun Rayow terdapat 6 spesies dan Air Terjun Rok-Rok tidak ditemukan. Faktor abiotik yang diukur yaitu, elevasi, temperatur udara, kelembaban udara, intensitas cahaya, kecepatan angin, temperatur air, lebar sungai, kedalaman air, kecepatan air, dan kekeruhan air. Tumbuhan pakan imago di Air Terjun Rayow terdapat 4 spesies yaitu, Chromolaena odorata, Lantana camara, Stachytarpheta cayennensis dan Melanthera biflora, sedangkan tumbuhan pakan imago di Air Terjun Rok-Rok terdapat 6 spesies yaitu, Mikania cordata, Lantana camara, Stachytarpheta indica, Hyptis capitata, Pueraria phaseoloides dan Melochia umbellata.
Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Inventarisasi dan Konservasi Mangrove Di Desa Palaes, Likupang Barat, Sulawesi Utara Roni Koneri; Pience Maabuat
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v5i1.50446

Abstract

Hutan mangrove yang terletak di pesisir Pantai Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara merupakan suatu kawasan memiliki peran yang sangat penting baik dari segi ekologi maupun ekonomi. Kelestarian hutan mangrove pada kawasan ini sangat tergantung kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan mangrove dan beraktivitas di pesisir pantai. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra dalam inventarisasi dan konservasi mangrove. Mengubah perilaku masyarakat terhadap mangrove dan mengelola mangrove dengan baik sehingga memberikan manfaat ekologi dan ekonomi bagi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melalui ceramah, diskusi, pelatihan, pembinaan, evaluasi, pendampingan dan monitoring. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap peserta dalam inventarisasi dan konservasi mangrove. Hasil kegiatan ini diharapkan terjaganya konservasi hutan mangrove di sepanjang Pesisisr Pantai Desa Palaes. Sehingga hutan mangrove pada Kawasan tersebut dapat terjaga fungsi ekologi dan manfaat ekonominya serta dapat dijadikan sebagai destinasi ekowisata
Edukasi Pengendalian Lalat Penyebar Penyakit Pada Peternak Babi Tangkoko Bitung Sulawesi Utara Bitung Provinsi Sulawesi Utara Meis Nangoy; Jane Onibala; Martha Kawatu; Hapry Lapian; Sylvia Laatung; Roni Koneri; Florencia Sompie
The Studies of Social Sciences Vol. 5 No. 1 (2023): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v5i1.50499

Abstract

Pig farmers in Batuputih Tangkoko Village generally raise pigs in cages made of wood or live plants, without a roof, or left loose in the yard. Limited levels of education and knowledge mean that they are unable to handle sanitation management. Therefore, the Sam Ratulangi University Faculty of Animal Husbandry Team, through the cluster 2 community partnership program, carried out educational activities to control flies that spread disease in this village. This activity was carried out for 6 months in Batuputih Tangkoko Village using the Focus group discussion method, lectures and practice. Focus group discussions are conducted to explore the potential of breeders. The lecture was conducted to provide knowledge about fly bioecology. The lecture was held at the village head's house. The practice was carried out at the farm site and divided into two topics, namely the practice of identifying types of flies and controlling flies using fly traps. A total of 10 pig farmers and 10 government officials were given knowledge about fly bioecology and its control using traps and sanitation practices. Regular mentoring activities are needed so that the level of concern for the community in this village in preventing the spread of disease is high and they behave cleanly and live a healthy life.
Pendidikan dan Pelatihan Konservasi Sumbar Daya Alam Bagi Siswa Sekolah Dasar Di Sekitar Tahura Gunung Tumpa, Sulawesi Utara: (Education and Training on Natural Resources Conservation for Elementary School Students Around Tahura Mount Tumpa, North Sulawesi) Roni Koneri; Pience Maabuat
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i1.51738

Abstract

The sustainability of natural resources in a forest area is very dependent on the people who live and do activities around the forest area.  The problem around the current partners is that many community activities cause threats to natural resources in the surrounding environment such as the conversion of forest land into plantation land and the collection of timber and animals of economic value in the forest.  This is due to the ignorance of the community about the importance of natural resources for life and how to conserve these natural resources. This activity aims to increase partners' knowledge, understanding, and skills in natural resource conservation. Changing people's behavior towards the destruction of natural resources to provide ecological and economic benefits for the community. The implementation method uses a participatory approach, namely through lectures, discussions, video screenings, training, games, coaching, evaluation, mentoring, and monitoring. The results of the activities obtained increased the knowledge, understanding, and skills of partners about natural resources and conservation techniques. The use of different methods such as discussions, games in the form of chain messages, video screenings, and learning outside the classroom aroused the enthusiasm of partners in participating in the activities. This activity gave positive results for the school, especially the students who were enthusiastic about natural resource conservation. ABSRAK Kelestarian sumber daya alam pada suatu kawasan hutan sangat tergantung kepada masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di sekitar kawasan hutan tersebut.  Permasalahan di sekitar mitra saat ini adalah banyak aktivitas masyarakat yang yang menyebabkan ancaman terhadap sumber daya alam yang ada di lingkunagn sekitarnya seperti alih fungsi lahan hutan menjadi lahan perkebunan dan pengambilan kayu serta satwa bernilai ekonomi yang ada di hutan.  Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat tentang pentingnya sumber daya alam bagi kehidupan dan bagaimana konservasi sumber daya alam tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra dalam konservasi sumberdaya alam dan mengubah perilaku masyarakat terhadap kerusakan sumber daya alam sehingga memberikan manfaat ekologi dan ekonomi bagi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melalui ceramah, diskusi, pemutaran video, pelatihan, permainan, pembinaan, evaluasi, pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan mitra tentang sumber daya alam serta teknik konservasinya. Penggunaan berbagai metode seperti diskusi, permainan berupa pesan berantai, pemutaran video dan pembelajaran di luar kelas membangkitkan semangat mitra dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan ini juga memberikan hasil yang positif bagi sekolah terutama para siswa yang dengan antusias terhadap koservasi sumber daya alam.
Kepadatan Famili Ikan Karang di Perairan Desa Popareng, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Indonesia Putri Tesalonika Rondonuwu; Saroyo Sumarto; Roni Koneri; Eko Handoyo
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 12 No. 1 (2022): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v12i1.39175

Abstract

Bunaken National Park is a conservation development area designated by the government and is located in North Sulawesi Province. One of the conservation partnership areas of Bunaken National Park is located in Popareng Village, Tatapaan District, South Minahasa Regency. Bunaken National Park (TNB) has a diversity of marine life, one of which is coral fish that live in association with coral reefs. However, the condition of many coral reefs has been damaged so that the reef fish that live in the area are much reduced. Threats from community activities that are difficult to monitor are the cause because the location on the South Coast of TNB is far away or difficult to monitor. This study aims to examine the density of reef fish in the waters of Popareng Village, South Minahasa, North Sulawesi. The method used is the Underwater Visual Census (UVC), with data collection techniques using a camera for video and photos of reef fish. This research was conducted in 3 different locations, namely Karang Tinggi, Laikit, and Tanjung Ringgi. The results obtained 22 families, 83 species, 1961 individuals. The highest density of reef fish was at the Laikit location, which was 15,260 Ind/Ha and the dominant family at the three observation sites was Pomacentridae. Keywords: Reef Fish; Density, Popareng; Pomacentridae; BunakenAbstrak Taman Nasional Bunaken merupakan kawasan pengembangan konservasi yang ditunjuk pemerintah dan terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu area kemitraan konservasi Taman Nasional Bunaken terletak di Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Taman Nasional Bunaken (TNB) memiliki keragaman biota laut salah satunya ikan karang yang hidup berasosiasi dengan terumbu karang. Namun kondisi terumbu karang banyak yang telah rusak sehingga ikan karang yang hidup di daerah tersebut jauh berkurang. Ancaman dari aktivitas masyarakat yang sulit terpantau menjadi penyebab karena lokasi di Pesisir Selatan TNB yang jauh atau susah untuk dilakukan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepadatan ikan karang di Perairan Desa Popareng, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah Underwater Visual Census (UVC), dengan teknik pengambilan data menggunakan kamera untuk video dan foto ikan karang. Penelitian ini dilakukan pada 3 lokasi berbeda yaitu Karang Tinggi, Laikit, dan Tanjung Ringgi. Hasil penelitian didapatkan 22 famili, 83 spesies, 1961 individu. Kepadatan ikan karang tertinggi ada pada lokasi Laikit yaitu 15.260 Ind/Ha dan famili yang mendominasi pada ketiga lokasi pengamatan adalah Pomacentridae.Kata Kunci: Ikan Karang; Kepadatan; Popareng; Pomacentridae; Bunaken
Inventarisasi Tumbuhan Paku di Ruang Terbuka Hijau Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara Angelia Elisabeth Andries; Roni Koneri; Pience Veralyn Maabuat
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v12i2.42343

Abstract

Campus Green Open Space is room which open the area dominated by vegetation good that covers trees, shrubs, grass, and vegetation Closing land. This study aims to make an inventory of fern species found in the Green Open Space, Sam Ratulangi University Manado. Data retrieval techniques using the direct roaming method and documentation. The results showed that 6 families and 17 species of ferns live in green open spaces at the Sam Ratulangi University Campus. The family with the highest number of species found was Pteridaceae, while the lowest were Thelypteridaceae and Cibotiaceae. Drynaria sparsisora and Pyrrosia lanceolata were fern species found in all study sites. The ferns found generally live epifits and some grow above the groundKeywords: Ferns; Inventory; Pteridaceae; Drynaria sparsisoraABSTRAK Ruang terbuka hijau kampus meliputi lahan terbuka yang dimana kawasannya didominasi oleh vegetasi baik itu meliputi pepohonan, semak, rumput, maupun vegetasi penutup tanah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menginventarisasi spesies tumbuhan paku yang terdapat di ruang terbuka hijau Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Teknik pengambilan data menggunakan metode jelajah secara langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan 6 famili dan 17 spesies tumbuhan paku yang hidup di ruang terbuka hijau Kampus Universitas Sam Ratulangi. Famili yang paling banyak ditemukan jumlah spesiesnya adalah Pteridaceae, sedangkan yang terendah Thelypteridaceae dan Cibotiaceae. Drynaria sparsisora dan Pyrrosia lanceolata merupakan spesies tumbuhan paku yang ditemukan pada semua lokasi penelitian. Tumbuhan paku yang ditemukan umumnya hidup secara epifit dan beberapa tumbuh di atas tanah.Kata kunci: Tumbuhan paku; Inventarisasi; Pteridaceae; Drynaria sparsisora
Estimasi Serapan Karbon Pada Vegetasi Mangrove di Pesisir Pantai Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara Friska S. Panjaitan; Roni Koneri; Pience Maabuat
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 3 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i3.53417

Abstract

Abstrak Peningkatan emisi gas rumah kaca menyebabkan pemicu terjadinya pemanasan global yang berdampak terhadap terjadinya perubahan iklim. Berkaitan dengan hal ini, hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting bagi kawasan pesisir sebagai penyerap dan penyimpan karbon dalam upaya mitigasi pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi serapan Karbon pada vegetasi mangrove di Pesisir Pantai Kecamatan Bunaken. Penelitian ini dilakukan pada dua lokasi yang termasuk dalam Kecamatan Bunaken. Metode yang digunakan yaitu non destructive dengan menggunakan persamaan allometrik, dan penenetuan stasiun dilakukan secara purposive sampling dan pembuatan transek dan plot ukuran 10 m x 10 m dan jarak antar plot 10 meter. Hasil penelitian pada dua lokasi didapatkan sebanyak 4 famili, 8 spesies dan 282 individu mangrove. Nilai kandungan biomassa mangrove di Kelurahan Meras sebesar 1892,39 ton/ha, dan nilai serapan karbon sebesar 3246,21 ton/ha. Nilai kandungan biomassa mangrove di Desa Bahowo sebesar 3039,69 ton/ha, dan serapan karbon sebesar 5243,18 ton/ha. Serapan kandungan karbon pada vegetasi mangrove pada lokasi penelitian dipengaruhi oleh kerapatan vegetasi dan diameter batang pohon mangrove.
A Review on Mitochondrial Genome of Ants (Hymenoptera: Formicidae) Kolondam, Beivy Jonathan; Tallei, Trina Ekawati; Koneri, Roni; Abas, Abdul Hawil; Mamahit, Juliet Merry Eva
Heca Journal of Applied Sciences Vol. 1 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : Heca Sentra Analitika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60084/hjas.v1i2.74

Abstract

Ants, which are members of the Formicidae family, have been the subject of considerable scientific scrutiny due to their remarkable diversity and ecological importance. Extensive research endeavors have been directed towards understanding the complex behaviors and ecological responsibilities exhibited by these organisms. The advent of cutting-edge sequencing technology in recent times has sparked a significant breakthrough in the deciphering of mitochondrial genomes in many animals, including ants. The objective of this review paper is to provide an informative summary of the mitochondrial DNA of ants. Exploring the intricate structural aspects, we investigate the genetic diversity that exists in the mitochondrial genomes of ants. The investigation of evolutionary processes provides insight into the complex alterations that have shaped genomes throughout time. The broader ramifications of these genetic differences for the fields of ant biology and conservation are thoroughly considered. An examination is conducted on the structural characteristics, genetic variations, and evolutionary features of ant mitochondrial genomes, along with an investigation into their physiological impacts. As the molecular complexities of ant mitochondrial genomes are revealed, there is an opportunity to further explore their realm, leading to a more comprehensive comprehension of these extraordinary organisms.
Co-Authors Abas, Abdul Hawil Adelfia Papu Aisyah, Nur’ Akbar Arafah Embo, Akbar Arafah Angelia Elisabeth Andries Baideng, Eva Ballamu, Larry Lowrend Basna, Mailani BEIVY JONATHAN KOLONDAM Celine Rani Kaligis Claudius F. Kairupan, Claudius F. DAMAYANTI BUCHORI Dapas, Farha D.J. Debry C Lamatoa Deidy Katili Dewi Lestari DINGSE PANDIANGAN Eka Julianti Eko Handoyo Eko Handoyo Eko Wahyu Handoyo Fabiolani, Fidelia Anninda Farha Dapas, Farha Florencia Sompie Friska S. Panjaitan Gladyes V. Leba Gobel, Iga Mawarni Grasideo V.E. Pelealu Hanny Pontororing Hapry Lapian Hard N. Pollo Hengkengbala, Sabatini Herny E.I. Simbala Hesky Stevy Kolibu Isnian, Sitti Nur Jacqueline Joseph Johanis Pelealu Jooudie N. Luntungan Juliana Mabe -, Juliana Mabe Jumriadi Junivia Virginia Jermias Kaligis, Celine Rani Lapian, Hapry Lino, Juniati Loho, Jesicca Lomboan, Agustinus Mamahit, Juliet Merry Eva Marina F. O. Singkoh Marnix L Langoy Marnix Langoy Martha Kawatu Masawet, Samuel Mawuntu, Estalina Mayor, Troce Meis Nangoy Modeong, Adelia S. Mogan, Yakobus Mylton Mantouw Mylton Mantouw, Mylton Nangoy, Meis Nengsih, Reskiyah Onibala, Jane Parluhutan Siahaan Pelealu, Grasideo V.E. Pelokang, Chrisye Yustitia Pience Maabuat Pience Maabuat Pience Maabuat Pience V Maabuat Pience V Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Podung, Albert Pontoh, Citra Julia Putri Tesalonika Rondonuwu Rana, Dona Cindy Elfira Ratna Siahaan Ratna Siahaan Regina R. Butarbutar Regina Rosita Butarbutar Rifgah Marmita Rooije R.H. Rumende Rooije R.H. Rumende Rudi Tarumingkeng Rumbay, Julia Angel Saroyo Saroyo Selvie Tumbelaka Sendy Rondonuwu, Sendy Setiawan, Denny Christian Sofia Wantasen Suprianus Zega Sylvia Laatung Sylvia Laatung Taarape, Taarape Tangapo, Agustina Monalisa Tanjung, Gadis Sabrina TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Tilaar, Ribka Mega Tiltje Ransaleleh, Tiltje Tobondo, Vanda Evanglin Tri A. Mokodompit Trina E. Tallei, Trina E. Trina Ekawati Tallei TRINA EKAWATI TALLEI Trina Tallei Wakhid Wakhid Wijaya, Pandu Yudi Candra