Claim Missing Document
Check
Articles

Biodiversitas Biodiversitas Semut di Pohon Mangrove Pesisir Palaes, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara ada Loho, Jesicca; Maabuat, Pience Veralyn; Koneri, Roni
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i1.57670

Abstract

Semut merupakan salah satu jenis serangga yang termasuk ke dalam Ordo Hymenoptera yang memiliki peranan penting sebagai bioindikator kesehatan lingkungan. Data keanekaragaman semut (Formicidae) di pohon mangrove Desa Palaes belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan jenis semut yang ada di pohon mangrove Desa Palaes, Provinsi Sulawesi Utara. Pengambilan sampel secara purposive sampling atau ditentukan dengan sengaja dengan menggunakan perangkap umpan (Bait trap), tangkap tangan (Hand collecting) dan tadahan. Data penunjang yang diukur dalam penelitian ini melibatkan faktor lingkungan seperti suhu udara dan kelembaban udara. Hasil penelitian di dapatkan lima jenis semut yaitu Oecophylla smaragdina, Polyrhachis dives, Camponotus sp., Dolichoderus thoracicus, dan Camponotus festinus. Jenis semut yang didapatkan dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan diperoleh hasil H’≤ 1 yaitu tingkat keanekaragaman rendah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting untuk pemahaman lebih lanjut tentang peran dan Biodiversitas semut (Formicidae) dan bermanfaat dalam pengelolaan ekosistem pohon mangrove di Sulawesi Utara. Kata kunci: Biodiversitas; Semut; Palaes; Formicidae; Mangrove.
Pemberantasan Penyakit Rabies Desa Batuputih Bawah Tangkoko Bitung Sulawesi Utara Dengan Pendekatan One Health Nangoy, Meis; Onibala, Jane; Ransaleleh, Tiltje; Lapian, Hapry; Laatung, Sylvia; Koneri, Roni; Lomboan, Agustinus
The Studies of Social Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v6i2.58754

Abstract

Desa Batuputih Bawah Tangkoko Bitung merupakan salah satu desa destinasi ekowisata di Propinsi Sulawesi Utara. Pada tahun 2024 desa ini telah ditetapkan sebagai salah satu dari 50 (lima puluh) desa wisata terbaik di Indonesia. Di sisi lain kebanyakan masyarakat desa ini mempunyai kebiasaan memelihara anjing secara lepas. Oleh karena itu di desa ini telah dilakukan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat pemberantas penyakit Rabies oleh Tim Universitas Sam Ratulangi agar wisatawan tidak kawatir ketika datang ke desa ini. Pelaksanaan kegiatan ini sebagai implementasi kerja sama Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara serta Centre Global Field Study University of Washington yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Pada awal pelaksanaan kegiatan telah dilakukan penyediaan materi edukasi dan vaksin Rabies. Materi edukasi tersebut terkait Bahaya Rabies, Pencegahan Rabies dan Penanganan Kasus Gigitan Anjing. Selain itu dilakukan juga kegiatan kaderisasi vaksinator Rabies. Sasaran kegiatan ini yaitu peningkatan kapasitas Aparat Desa, Petugas Kesehatan Desa, Masyarakat dalam menangani anjing secara baik dan benar. Tim pelaksana kegiatan terdiri atas 7 orang dosen dan 2 orang mahasiswa Fakultas Peternakan serta 1 orang mahasiswa Darmasiswa dari USA. Adapun hasil kegiatan ini yaitu tereduksikasinya 20 orang Masyarakat, terlatihnya 5 orang masyarakat sebagai vaksinator, dan tervaksinnya sejumlah anjing.
Pelatihan Identifikasi dan Konservasi Mangrove Bagi Kelompok Pemandu Ekowisata di Desa Palaes Minahasa Utara, Sulawesi Utara: (Training on Mangrove Identification and Conservation for Ecotourism Guide Group in Palaes Village, North Minahasa, North Sulawesi) Tilaar, Ribka Mega; Mawuntu, Estalina; Tanjung, Gadis Sabrina; Setiawan, Denny Christian; Gobel, Iga Mawarni; Taarape, Taarape; Ballamu, Larry Lowrend; Pontoh, Citra Julia; Nengsih, Reskiyah; Aisyah, Nur’; Fabiolani, Fidelia Anninda; Koneri, Roni
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i2.57406

Abstract

A mangrove ecosystem is an area that develops in tidal areas with muddy substrates. The existence of mangrove ecosystems in an area functions ecologically, economically, and socially. The beauty of the mangrove landscape provides an attraction that can be used as an ecotourism destination. The problem at this time is still lacking understanding and skills of guides and mangrove ecotourism governance in Palaes Village regarding mangrove identification and conservation. This activity aims to increase the knowledge, understanding, and skills of ecotourism guides and governance groups in identifying and conserving mangrove forests in Palaes Village, North Minahasa, and North Sulawesi. The implementation method uses a participatory approach through lectures, discussions, and training with observation and identification of mangroves in mangrove ecotourism areas, mentoring, and monitoring. The results of the activity indicated an increase in knowledge and understanding and skills of participants in mangrove identification and conservation. The use of various methods such as discussions, and going directly to the mangrove ecosystem aroused the enthusiasm of participants to participating in the activity. This activity also provides positive results for guides and mangrove governance in mangrove identification and conservation. The results of the identification training resulted in the identification of 7 mangrove species in the mangrove ecotourism area of Palaes Village. Keywords: Training; conservation; ecology; identification; Palaes  ABSTRAK Ekosistem mangrove merupakan suatu kawasan yang berkembang pada daerah pasang surut dengan substrat berlumpur. Keberadaan ekosistem mangrove pada suatu kawasan berfungsi secara ekologi, ekonomi dan sosial. Keindahan lanskap mangrove memberikan daya tarik untuk dijadikan destinasi ekowisata. Permasalahan pada saat ini masih kurang pemahaman dan keterampilan pemandu dan tata kelola ekowisata mangrove di Desa Palaes tentang identifikasi dan konservasi mangrove. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kelompok pemandu dan tata kelola ekowisata dalam identifikasi dan konservasi hutan mangrove di Desa Palaes Minahasa Utara,  Sulawesi Utara.  Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melalui ceramah, diskusi, dan pelatihan dengan pengamatan dan identifikasi mangrove di kawasan ekowisata mangrove, pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan peserta dalam identifikasi dan konservasi mangrove. Penggunaan berbagai metode seperti diskusi, dan turun langsung ke ekosistem mangrove membangkitkan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan ini juga memberikan hasil yang positif bagi pemandu dan tata kelola mangrove dalam identifikasi mangrove dan konservasinya. Hasil pelatihan identifikasi didapatkan 7 spesies mangrove pada kawasan ekowisata mangrove Desa Palaes.
Comparative Study of DNA Barcoding and Mini-Barcoding based on COI Gene for Species Identification and Phylogeny of Formicidae Family (Insecta: Hymenoptera) Kolondam, Beivy Jonathan; Tallei, Trina Ekawati; Koneri, Roni; Mamahit, Juliet Merry Eva
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 6 (2025): November 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.6.1626-1642

Abstract

DNA barcoding and mini-barcoding are widely used to study insect biodiversity, including ants (Hymenoptera: Formicidae). This study evaluated the effectiveness of both approaches for species identification and phylogenetic inference in ants, with particular attention to the performance of universal primers during PCR amplification. Full-length DNA barcode (658 bp) and mini-barcode (127 bp) regions of the mitochondrial cytochrome c oxidase subunit I (COI) gene were retrieved from GenBank, aligned, and analysed with maximum-likelihood phylogenetics (1,000 bootstrap replicates) under the Tamura-Nei model. The universal DNA barcoding primers (Folmer's LCO1490 and HCO2198) showed generally good alignment with ant COI sequences. However, multiple nucleotide mismatches were observed in LCO1490, including one critical mismatch located within the GC clamp region. In contrast, the universal mini-barcoding primers (UniMinibarF1 and UniMinibarR1) showed critical mismatches at their 3′ ends, likely reducing PCR efficiency. Despite limitations associated with primer mismatches, both DNA barcoding and mini-barcoding are reliable for species identification. DNA barcoding and mini barcoding are both capable of distinguishing ants at the species level, regardless of the length of the sequences being compared. The same sequences have also been used for phylogenetic analysis, showing good ability to distinguish ant species based on phylogenetic tree reconstruction. The comparison of DNA barcoding and mini-barcoding in ants showed that longer sequences offered superior resolution for species identification and phylogenetic reconstruction. These findings underscore the need for primer optimisation in ant-specific applications and highlight the utility of both barcoding strategies for taxonomic and evolutionary studies.
NILAI PENTING LAMUN DI PESISIR PULAU MENTEHAGE, KEBUPATEN MINAHASA UTARA Kaligis, Celine Rani; Maabuat, Pience Veralyn; Koneri, Roni
Biofaal Journal Vol 2 No 2 (2021): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.185 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v2i2pp75-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) di Pesisir Pulau Mentehage Kabupaten Minahasa utara. Penelitian ini dilakukan pada bulanNovember 2021. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadrat (tegak lurus pantai) yang dimodifikasi dari metode Seagrass Watch, dengan menarik transek sepanjang 25m kearah tubir dengan 3 kali ulangan pada 5 lokasi berbeda, dengan menggunakan frame kuadrat ukuran 50cm x 50cm dengan jarak antara kuadrat satu dengan yang lainnya adalah 5 m. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa di Pulau Mantehage pada lima lokasi penelitian ditemukan tujuh spesies lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Thalassodendron ciliatum, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii dan Halophila spinulosa. Penelitian ini menunjukan Indeks Nilai Penting tertinggi pada lima lokasi penelitian yaitu E. acoroides dengan total INP sebesar 398.10.
Pemanfaatan Biomassa Limbah Pala sebagai Energi Alternatif untuk Kesejahteraan Petani di Desa Kaasar Jumriadi; Koneri, Roni; Kolibu, Hesky Stevy; Isnian, Sitti Nur
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/j67k1d76

Abstract

Krisis energi yang ditandai dengan menipisnya sumber energi fosil mengharuskan semua pihak yang terlibat untuk mewaspadai kondisi ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan kesadaran, pengetahuan, sikap dan keterampilan petani pala di Desa Kaasar, Kecamatan Kauditan, tentang pemanfaatan limbah pertanian pala sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan (biobriket) dan dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan keluarga dalam meningkatkan mata pencaharian mereka. Pengabdian ini menggunakan tiga metode, yaitu penyuluhan, demonstrasi, dan pelatihan. Hasil dari pengabdian tersebut adalah terbentuknya kesadaran petani untuk peduli terhadap energi terbarukan, mengambil sikap untuk mengolah limbah menjadi bio briket yang akan digunakan untuk bahan bakar rumah tangga sambil melihat peluang untuk dipasarkan, dan petani mampu membuat bio briket. Diharapkan kegiatan ini dapat berperan dalam menyelesaikan krisis energi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Spatial Impact of Nitrogen Fertilizer Residue on the Biotic Environment of Rice Field Irrigation Channels Wantasen, Sofia; Jooudie N. Luntungan; Roni Koneri; Selvie Tumbelaka; Jacqueline Joseph; Junivia Virginia Jermias
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v14i2.22577

Abstract

This study aims to analyze the spatial distribution of the impact of nitrogen residue/diversification on the diversity of aquatic biota and contribute to the management of aquatic ecosystems as a source of life. Water quality sampling was carried out by grab sampling with water quality parameters measured including total nitrogen (TN), ammonia (NH₃), nitrate (NO₃⁻), and nitrite (NO₂⁻). TN analysis was carried out using the Total Kjeldahl Nitrogen (TKN), nitrate, and nitrite calculation methods. NH₃ was measured using the Flow Injection Analysis method, while NO₃⁻ was analyzed using the Cadmium Reduction Method and NO₂⁻ with the colorimetric method.Plankton sampling was done by filtering 20 liters of water from the surface layer using a 2-liter bucket. The plankton species diversity index was calculated using the Shannon-Wiener Index method. The effect of environmental factors on nitrogen chemical fertilizer residues in each research location was analyzed using the Principal Component Analysis (PCA). The results showed an increase in ammonia and nitrite residues followed by a decrease in total nitrogen and nitrate concentrations. Seven classes and 22 plankton species were identified, consisting of 18 phytoplankton species and four zooplankton species. The dominant plankton came from Cyanophyceae, Bacillariophyceae, and Chlorophyceae. The highest plankton species diversity index was recorded in Irrigation IX and VII. Based on the study results, plankton diversity at the research location is included in the moderate category. The main environmental factors that influence the presence of plankton in irrigation channels are the concentration of nitrate and nitrogen in the water.
Co-Authors Abas, Abdul Hawil Adelfia Papu Aisyah, Nur’ Akbar Arafah Embo, Akbar Arafah Angelia Elisabeth Andries Baideng, Eva Ballamu, Larry Lowrend Basna, Mailani BEIVY JONATHAN KOLONDAM Celine Rani Kaligis Claudius F. Kairupan, Claudius F. DAMAYANTI BUCHORI Dapas, Farha D.J. Debry C Lamatoa Deidy Katili Dewi Lestari DINGSE PANDIANGAN Eka Julianti Eko Handoyo Eko Handoyo Eko Wahyu Handoyo Fabiolani, Fidelia Anninda Farha Dapas, Farha Florencia Sompie Friska S. Panjaitan Gladyes V. Leba Gobel, Iga Mawarni Grasideo V.E. Pelealu Hanny Pontororing Hapry Lapian Hard N. Pollo Hengkengbala, Sabatini Herny E.I. Simbala Hesky Stevy Kolibu Isnian, Sitti Nur Jacqueline Joseph Johanis Pelealu Jooudie N. Luntungan Juliana Mabe -, Juliana Mabe Jumriadi Junivia Virginia Jermias Kaligis, Celine Rani Lapian, Hapry Lino, Juniati Loho, Jesicca Lomboan, Agustinus Mamahit, Juliet Merry Eva Marina F. O. Singkoh Marnix L Langoy Marnix Langoy Martha Kawatu Masawet, Samuel Mawuntu, Estalina Mayor, Troce Meis Nangoy Modeong, Adelia S. Mogan, Yakobus Mylton Mantouw Mylton Mantouw, Mylton Nangoy, Meis Nengsih, Reskiyah Onibala, Jane Parluhutan Siahaan Pelealu, Grasideo V.E. Pelokang, Chrisye Yustitia Pience Maabuat Pience Maabuat Pience Maabuat Pience V Maabuat Pience V Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Pience Veralyn Maabuat Podung, Albert Pontoh, Citra Julia Putri Tesalonika Rondonuwu Rana, Dona Cindy Elfira Ratna Siahaan Ratna Siahaan Regina R. Butarbutar Regina Rosita Butarbutar Rifgah Marmita Rooije R.H. Rumende Rooije R.H. Rumende Rudi Tarumingkeng Rumbay, Julia Angel Saroyo Saroyo Selvie Tumbelaka Sendy Rondonuwu, Sendy Setiawan, Denny Christian Sofia Wantasen Suprianus Zega Sylvia Laatung Sylvia Laatung Taarape, Taarape Tangapo, Agustina Monalisa Tanjung, Gadis Sabrina TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Tilaar, Ribka Mega Tiltje Ransaleleh, Tiltje Tobondo, Vanda Evanglin Tri A. Mokodompit Trina E. Tallei, Trina E. Trina Ekawati Tallei TRINA EKAWATI TALLEI Trina Tallei Wakhid Wakhid Wijaya, Pandu Yudi Candra