Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Reaktor

AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH Laeli Kurniasari; Mohammad Djaeni; Aprilina Purbasari
Reaktor Volume 13, Nomor 3, Juni 2011
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.321 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.3.178-184

Abstract

ACTIVATION OF NATURAL ZEOLITE AS AN ADSORBENT FOR LOW TEMPERATURE DRYING SYSTEM. Drying is one process which is used in many industries, especially in food product. The process usually still has low energy efficiency and can make food deterioration because of the usage of high temperature. One alternative in drying technology is the use of zeolite as a water vapor adsorbent. This kind of drying method make it possible to operate in lower temperature, hence it will be suitable for heat sensitive product. Natural zeolit can be one promising adsorbent since it is spreadly abundant in Indonesia. Natural zeolite must be activated first before used, in order to get zeolite with high adsorption capacity. Activation process in natural zeolite will change the Si/Al ratio, polarity, and affinity of zeolite toward water vapor and also increase the porosity. Activation of natural zeolite can be done with two methods, chemical activation use NaOH and physical activation use heat. In the activation using NaOH, natural zeolite is immersed with NaOH solution 0.5-2N in 2 hour with temperature range 60-900C. The process is continued with the drying of zeolite in oven with 1100C for 4 hours. While in heat treatment, zeolit is heated into 200-5000C in furnace for 2-5 hours. SEM analysis is used to compare the change in zeolite morphology before and after each treatment, while to know the adsorption capacity of zeolite, the analyses were done in many temperature and relative humidity. Result gives the best condition in NaOH activation is NaOH 1N and temperature 700C, with water vapor loading is 0.171 gr/gr adsorbent. In heat treatment, the best condition is 3000C and 3 hours with loading 0.137 gr water vapor/gr adsorbent.  Pengeringan merupakan salah satu proses yang banyak digunakan pada produk pangan. Proses ini umumnya menyebabkan kerusakan pada bahan pangan, disamping masih rendahnya efisiensi energi. Salah satu alternatif pada proses pengeringan yaitu penggunaan zeolit sebagai adsorben uap air. Proses pengeringan dengan menggunakan zeolit sebagai adsorben ini memungkinkan operasi pengeringan dilakukan pada suhu rendah sehingga sesuai untuk bahan yang tidak tahan panas. Zeolit alam merupakan salah satu alternatif bahan adsorben. Akan tetapi zeolit ini harus diaktivasi terlebih dahulu untuk mendapatkan zeolit dengan kemampuan adsorpsi yang tinggi. Proses aktivasi pada zeolit akan merubah rasio Si/Al zeolit, polaritas serta afinitas zeolit terhadap air dan meningkatkan pori-pori zeolit Adsorpsi zeolit alam dilakukan dengan dua cara yaitu dengan NaOH dan dengan panas. Pada aktivasi dengan NaOH, zeolit dicampur dengan NaOH 0,5-2N selama 2 jam pada suhu 60-900C. Sementara pada aktivasi fisis, zeolit dipanaskan pada 200-5000C selama 2-5 jam. Untuk mengetahui perubahan struktur pori zeolit maka dilakukan analisa SEM dan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi zeolit maka dilakukan analisa daya adsorpsi zeolit terhadap uap air pada berbagai suhu dan berbagai kelembaban relatif. Hasil menujukkan bahwa pada aktivasi dengan NaOH diperoleh kondisi aktivasi terbaik adalah NaOH 1N pada pemanasan 700C dengan daya adsorpsi 0,171 gr uap air/gr adsorben. Sementara untuk aktivasi dengan panas, kondisi aktivasi terbaik adalah pemanasan 3000C selama 3 jam dengan daya adsorpsi 0,137 gr uap air/gr adsorben.
UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI PROSES PENGERINGAN JAGUNG DENGAN MIXED-ADSORPTION DRYER Luqman Buchori; Mohamad Djaeni; Laeli Kurniasari
Reaktor Volume 14, No. 3, APRIL 2013
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.285 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.14.3.193-198

Abstract

THE EFFORT OF EFFICIENCY AND QUALITY IMPROVEMENT ON CORN DRYING PROCESS USING MIXED-ADSORPTION DRYER. The main problem in corn drying process is the low of energy efficiency (50%) and quality products. Consequently, operating costs in large for fuel consumption and the short shelf life of corn. Zeolite adsorption dryers have the potential to overcome this problem. This research aims to study composition of corn-zeolite and the effect of temperature on drying speed and protein and fat content in corn. Research variables are the ratio of corn and zeolite (1:0, 1:3, 1:1, 3:1) and intake air temperature (room temperature, 30oC, 40oC, 50oC). Sampling for moisture testing performed every 15 minutes. For energy purposes also calculated the energy efficiency (h) based on the amount of heat used to evaporate water from the corn (Qevap) divided by the total heat requirement to regenerate the zeolite and raising the air temperature (Qintr). Profiles of temperature and water in the mixed adsorption dryer are also studied. The results showed that the greater number of zeolite used, the water content of the final outcome a little more drying, protein and fat content of the final result of drying is relatively constant. The larger intake air temperature, the water content of the less drying results, protein content decreases, and the fat content does not change/relatively constant. The best variable was a ratio of corn: zeolite is 1:3 and air temperature was 50oC. While the variables that are suitable and in accordance with ISO standards for dry foods (14%) are air temperature of between 40oC and 50oC with a ratio of corn:zeolite is 1:3. The energy efficiency of 81.23% is obtained. Modeling done with FEMLAB (COMSOL) can describe the moisture content and temperature profiles in the corn and zeolite. Keywords: corn; drying; energy efficiency; mixed adsorption dryer; zeolite Abstrak Masalah utama proses pengeringan jagung adalah rendahnya efisiensi energi (50%) dan mutu produk sehingga beban biaya operasi besar untuk konsumsi bahan bakar. Pengering adsorpsi dengan zeolite berpotensi untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi jagung-zeolite dan suhu terhadap kecepatan pengeringan dan kandungan protein dan lemak di dalam jagung. Penelitian dilakukan dengan variabel berubah yaitu rasio antara jagung dan zeolit (1:0, 1:3, 1:1, 3:1) dan suhu udara masuk (suhu kamar, 30oC, 40oC, 50oC). Pengambilan sampel untuk pengujian kadar air dilakukan setiap 15 menit. Untuk keperluan energi dihitung pula efisiensi energi (h) berdasarkan jumlah panas yang digunakan untuk menguapkan air dari jagung (Qevap) dibagi dengan kebutuhan panas total untuk meregenerasi zeolit dan menaikkan suhu udara (Qintr). Profil temperatur dan air di dalam mixed adsorption dryer juga dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah zeolit yang digunakan, kadar air hasil akhir pengeringan makin sedikit, kadar protein dan lemak hasil akhir pengeringan relatif konstan. Semakin besar suhu udara masuk pengering, kadar air hasil pengeringan makin sedikit, kadar protein semakin menurun, dan kadar lemak tidak berubah/relatif konstan. Variabel yang terbaik adalah variabel dengan rasio jagung:zeolit yaitu 1:3 dan menggunakan suhu udara pengering 50oC. Sedangkan variabel yang cocok dan sesuai dengan standar SNI untuk makanan kering (14%) adalah variabel dengan menggunakan suhu udara pengering antara 40oC dan 50oC dengan rasio berat jagung : zeolit adalah 1:3. Efisiensi energi diperoleh sebesar 81,23%. Pemodelan yang dilakukan dengan Femlab (COMSOL) dapat menggambarkan profil kandungan air dan suhu di dalam jagung dan zeolit. Kata kunci : jagung; pengeringan; efisiensi energi; mixed adsorption dryer; zeolit
Co-Authors ., Salsabila Ahadta Anindya Rahmah Ajeng Ajeng Ajeng Wijareni Alin, Tanzil Aliyatul Farida Amaranti, Ratna Bernika Andri Cahyo Kumoro Aniq, Nur Aprianto Aprianto Aprilina Purbasari Aqnes Budiarti Ardianto, Sandi Dimas Arif Andrianto Asmanto Asmanto Cahyana, Iga Cahyanto, Yodhi Chandra Pribadi Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dien Iffa Hidayatin Dyah Puspa Arum Erma Sulistyaningsih Ernawati Budi Astuti F Widhi Mahatmanti Faizin, Safaah Nur Faria, Rani Aish Farikha Maharani Fatnawati Nur Hidayah Fifi Kurniasari H. Purwanto Hasan, Hasan Hayani, Alfitra I Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Riwayati Imam Sujarwo Imam Syafaat Indah Hartati Indah Nurdiani Indarwati, Dewi Irma Sulistyo Ismiyatul Kholisoh Ismiyatun Ismiyatun Jati, Isnanto Prasetyo Khornia Dwi Lestari Lailatul Firdaus Kun Ma'adella Nafisawati Laksono, F. W. Lukman Eka Prasaja Luqman Buchori M. Djaeni M. E. Yulianto M. E. Yulianto Maulana, Yafi S. Mauluddin, M. Subchan Mey Sulistiyaningsih Mia Dinnis A Moh Djaeni Muhamad Farid Aminudin Muhammad Dzulfikar Muhammad Farid Aminudin Muhammad Ivan Nurohman Nanik Andar Miningsih Nayyifatus Sa’diyah Ninik Indah Hartati Ninik Indah Hartati Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nugroho, Ardi Tio Ageng Nurhayani, Mira Nurrijal, Kolul Nurul Fatkhiyah Prasetyo Jati, Isnanto Prianto, Riska Putri Prihastuti Renan Subantoro Revy Andar Raesta Rita Dwi Ratnani Rita Dwi Ratnani Rohmawati, Alfi Rudi Firyanto Safaah Nurfaizin Saiful Huda Saiful Huda Sari, N. L. S. Setia Budi Sasongko Setia Budi Sasongko Setiyanto Setiyanto Sinta Ariyani Siti Indana Isdiyanti Siti Indana Isdiyanti Siti Iqlima Layudha Siti Sudarmiseh Sri Mulyo Bondan Respati Sumayah Sumayah Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Tabah Priangkoso Titin Titin Tristiyanti, Alvia Sefie Tsaniyatul Fitriyah Via Utami Putri Vivi Nurin Shofiyana Wulan Budi Astuti Yance Anas Yuni Susanti, Devi Yuni Wulandari