Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Removal of the Most Probable Number of coli from Hospital Wastewater Using Nanofiltration Membranes Ian Kurniawan
Science Journal Get Press Vol 2 No 3 (2025): July, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/science.v2i3.168

Abstract

Hospitals are significant sources of wastewater containing pathogenic microorganisms, particularly enteropathogenic and toxigenic Escherichia coli (E. coli), which pose serious health and environmental risks if left untreated. This study evaluated the effectiveness of nanofiltration (NF) membranes in reducing E. coli concentrations in hospital wastewater using the Most Probable Number (MPN) method. Samples were collected from a type B hospital in Palembang, Indonesia, and treated with NF membranes operated at 60 psi and contact times between 10 and 60 seconds.The NF membrane achieved high removal efficiencies ranging from 99.75% to 100%, with complete elimination of E. coli at retention times of 30 seconds or more. This confirms nanofiltration as an effective tertiary treatment method for improving the microbiological quality of hospital effluent and ensuring compliance with discharge standards. The membrane's performance is attributed to its fine pore size and electrostatic repulsion of bacterial cells.To enhance practical application, future studies should focus on scaling up to full or industrial levels, evaluating long-term performance, fouling behavior, maintenance needs, and economic feasibility. Such efforts are vital to integrating nanofiltration into sustainable hospital wastewater management systems that protect public and environmental health.
Studi Potensi Energi Listrik dari Limbah Jerami Padi di Desa Tegalrejo, OKU Timur Valentine Priscillia; Ian Kurniawan; Irine Kartika Pebrianti
Jurnal Surya Energy Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v10i1.934

Abstract

Desa Tegalrejo, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, merupakan kawasan pertanian dengan dominasi komoditas padi yang menghasilkan limbah jerami padi dalam jumlah besar. Setiap tahun dilakukan tiga kali masa panen, sehingga potensi limbah jerami yang tersedia sangat melimpah. Namun, selama ini pemanfaatannya belum optimal dan sebagian besar hanya dibakar di lahan, yang menyebabkan polusi udara serta kerusakan lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi jerami padi sebagai sumber energi biomassa sekaligus meneliti konversi limbah tersebut menjadi energi listrik melalui teknologi gasifikasi tipe downdraft. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, melalui pengumpulan data primer berupa survei lapangan dan wawancara langsung dengan petani, serta pengumpulan data sekunder berupa data pertanian desa. Berdasarkan hasil penelitian, Desa Tegalrejo menghasilkan sekitar 15 ton jerami padi per tahun dengan nilai kalor 11,8 MJ/kg. Dengan menggunakan teknologi gasifikasi tipe downdraft yang memiliki efisiensi konversi energi sebesar 78,42%, potensi listrik yang dapat dihasilkan diperkirakan sebesar 6,54 MWh per tahun. Potensi listrik tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik desa seperti penerangan jalan, pompa irigasi, serta kebutuhan rumah tangga. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa jerami padi dapat menjadi solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada pengurangan limbah pertanian. Teknologi gasifikasi tipe downdraft dinilai cocok untuk skala desa karena mampu menghasilkan syngas berkualitas rendah tar dengan biaya operasional yang ekonomis. Penelitian ini merekomendasikan dukungan dari pemerintah daerah serta keterlibatan masyarakat untuk optimalisasi pemanfaatan jerami padi sebagai energi terbarukan, sehingga mampu meningkatkan kemandirian energi dan mewujudkan pembangunan pedesaan berkelanjutan.
PEMANFAATAN ABU BOILER (FLY ASH) SEBAGAI KOAGULAN DALAM PENJERNIHAN AIR SUNGAI Jemina Simanjuntak; Ian Kurniawan; Nurlela Nurlela
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6868

Abstract

Fly Ash merupakan produk sampingan dari pabrik kelapa sawit yang dihasilkan dari pembakaran kelapa sawit. Berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menangani limbah fly ash, salah satunya dengan menjadikan fly ash sebagai bahan koagulan karena memiliki kandungan aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan koagulan dari abu boiler (fly ash) untuk air baku. Koagulan dibuat melalui proses ekstraksi padat cair dengan menggunakan pelarut H2SO4 dengan variasi konsentrasi 8%, 10%, 12% dan 14% dengan variasi fly ash 0,5, 0,6 dan 0,7 ml dan waktu ekstraksi selama 2 jam. Parameter kualitas air baku yang diuji meliputi pH, TDS, TSS, turbidity, hardness, dan silica. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pelarut dan variasi fly ash sangat berpengaruh signifikan terhadap efektivitas koagulan. Sampel terbaik terdapat pada penggunaan pelarut H2SO4 14% dengan fly ash 0,7 ml, yang mampu menurunkan nilai TSS dari 18 ppm menjadi 1 ppm dan turbidity dari 25 NTU menjadi 2 NTU. Parameter pH meningkat dari 5 menjadi 7,5, mendekati nilai netral dan TDS dari 34 ppm menjadi 492 ppm. Namun, nilai hardness dan silica tidak mengalami perubahan signifikan.
PEMANFAATAN SELULOSA KULIT JAGUNG SEBAGAI ADSORBEN LOGAM MANGAN PADA LIMBAH CAIR PENAMBANGAN BATUBARA Pevilia Sandi; Ian Kurniawan; Aan Sefentry
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6869

Abstract

Limbah cair penambangan batubara mengandung logam berat, seperti mangan (Mn) dan besi (Fe), yang dapat mencemari lingkungan apabila melebihi baku mutu. Salah satu metode pengolahan yang dapat digunakan adalah adsorpsi menggunakan adsorben berbasis biomassa. Kulit jagung memiliki kandungan selulosa dan gugus fungsi aktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi ukuran partikel adsorben kulit jagung terhadap penurunan kadar Mn, Fe, Total Suspended Solid (TSS), dan perubahan pH pada limbah cair penambangan batubara serta menentukan ukuran partikel yang paling efektif. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan adsorben kulit jagung yang diaktivasi dengan larutan NaOH 1 N dan diayak pada ukuran 80 mesh, 100 mesh, dan 120 mesh. Proses adsorpsi dilakukan dengan massa adsorben 1,5 gram, waktu kontak 90 menit, dan kecepatan pengadukan 150 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel memengaruhi efektivitas adsorpsi. Ukuran 100 mesh memberikan hasil terbaik dengan efisiensi penurunan Mn sebesar 56,7% dari 8 mg/L menjadi 3,7 mg/L, Fe sebesar 49,74% dari 14 mg/L menjadi 7 mg/L, dan TSS sebesar 50,7% dari 12 mg/L menjadi 6 mg/L. Selain itu, pH meningkat dari 7,43 menjadi 8,05, sehingga selulosa kulit jagung berpotensi digunakan sebagai adsorben ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair penambangan batubara secara efektif.
Hybrid Paper Membrane Based on Abaca (Musa textilis) Fibers and Rice Husk Ash Silica Using Citric Acid as a Cross-Linking Agent for the Removal of Dyes and Heavy Metals Ian Kurniawan; Adri Huda; Reisya Ichwani; Dina Nasution; Nasrul Rofiah Hidayati; Noor Haida Mohd Kaus
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 9 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v9i1.24288.41-52

Abstract

The pollution from wastewater containing synthetic dyes and heavy metals is a serious environmental issue in Indonesia. The situation is associated with the lack of locally sourced membranes to simultaneously integrate physical filtration and chemical adsorption mechanisms (filtro-adsorption). Therefore, this research aims to develop a hybrid paper membrane based on abaca (Musa textilis) fiber pulp and rice husk ash silica using citric acid as a cross-linking agent for the removal of methylene blue (MB) dye and heavy metal ions (Cu²⁺ and Pb²⁺) from synthetic wastewater. The methodology required silica extraction from rice husk ash through an alkaline method and modification of the product with 3-aminopropyltriethoxysilane (APTES)s. There was also membrane fabrication with different variations of silica (0–20% of dry fiber weight) and citric acid (0–15%) contents, as well as characterization through X-ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), and Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). The results showed that the optimal membrane with 15% silica and 10% citric acid achieved a water flux of 285 L/m²·h·bar and removal efficiencies of >95% for MB (C₀ = 50 mg/L), 78.5 ± 3.2% for Cu²⁺, and 82.3 ± 2.8% for Pb²⁺ (C₀ = 10 mg/L). The two-way analysis of variance (ANOVA) also confirmed that the variations in silica and citric acid content significantly affected the separation performance (p < 0.05). The results showed that the hybrid membrane derived from abundant local agricultural waste had potential as an environmentally friendly wastewater treatment technology.