Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analysis Of Bacterial Contamination By Total Plate Number (ALT) Method In Smoked Fish At One Of The Market Traders: Analisis Cemaran Bakteri Metode Angka Lempeng Total (ALT) pada Ikan Asap di Salah Satu Pedagang Pasar Safitri, Yunita Diyah; Widodo, Wimbuh Tri; Azizah, Yunita Dwi Nur
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 6 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v6i2.1723

Abstract

Bacterial contamination can come from the environment as a result of food production processes in the form of biological, chemical and foreign matter contaminants that can interfere with, harm and endanger human health. One of the problems in the processed food sector is the high level of bacterial contamination in the food served on the market. The condition of open food is also the main factor causing food to be contaminated with bacteria. The Total Plate Count (ALT) or total plate count (TPC) is an examination used to determine the number of microorganisms both bacteria and fungi using solid media with the final result being colonies. The aim of the study was to determine bacterial contamination and to determine the total plate number (ALT) of bacterial colonies in smoked fish sold at Ngemplak Market, Tulungagung. This research used a Simple Random Design (RAS) method with four treatments and 3 repetitions. The results showed that for menot fish it was 16.2 x 105 cfu/g, for tuna it was 10.5 x 105 cfu/g, for tuna it was 9.4 x 105 cfu/g, for bader fish it was 16.4 x 105 cfu/g. g, and in whitefish 20.5 x 105 cfu/g. The conclusion is that the bacterial contamination of smoked fish sold at the Ngemplak Market using the ALT method exceeds the normal limit value set by SNI 2725:2013.
Identifikasi Senyawa Flavonoid Daun Jinten (Plectranthus amboinicus) Menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) dan Potensinya sebagai Antikanker Secara In-Vitro Martha, Rahma Diyan; Danar, Danar; Safitri, Yunita Diyah; Parbuntari, Hesty
Sainteks Vol 21, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i1.21171

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan potensi senyawa flavonoid dalam daun jinten (Plectranthus amboinicus) sebagai agen antikanker. Melalui identifikasi menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS), ditemukan delapan senyawa flavonoid, termasuk Kaempferol 3-(5''-feruloylapioside), Kaempferol 3-(6''-caffeoylglucoside), dan Kaempferol 3-glucosyl-(1 2)-galactosyl-(1 2)-glucoside. Senyawa-senyawa ini telah terbukti memiliki potensi antikanker melalui penelitian sebelumnya. Metode LC-MS dipilih untuk identifikasi senyawa karena memberikan data yang informatif, termasuk informasi tentang massa molekul senyawa yang teridentifikasi. Proses penelitian melibatkan beberapa langkah, mulai dari pembuatan simplisia daun jinten, pembuatan ekstrak melalui maserasi, fraksinasi, hingga identifikasi senyawa menggunakan LC-MS. Temuan ini mengindikasikan bahwa daun jinten memiliki potensi sebagai sumber senyawa antikanker yang bernilai, yang dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam memanfaatkannya dalam terapi kanker.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Methanol Gagang dan Bunga Cengkeh (Syzygium Aromaticum) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923: Comparison of Antibacterial Activity of Clove (Syzygium Aromaticum) Handle and Clove Flower Extract against Staphylococcus aureus ATCC 25923 Yunita Diyah Safitri; Novintan Elistya Dyah Purnamawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.354

Abstract

Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman yang terkenal dengan minyak cengkeh yang tinggi dan berpotensi sebagai antibakteri. Kandungan minyak cengkeh tertinggi terdapat pada bagian bunganya (10-20%), selanjutnya gagang cengkeh (5-10%), dan daun cengkeh (1-4%). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antibakteri ekstrak bunga cengkeh yang sudah dikenal memiliki aktivitas antibakteri dengan ekstrak gagang cengkeh yang masih kurang diketahui aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cakram kertas (Kirby Bauer), dengan menguji kemampuan antibakteri ekstrak gagang cengkeh dengan konsentrasi 50% dan ekstrak bunga cengkeh dengan konsentrasi 50%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikansi (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata zona hambat ekstrak gagang cengkeh dan bunga cengkeh konsentrasi 50% yang terbentuk adalah 13.63 mm dan 18.69 mm. Ekstrak gagang cengkeh tergolong cukup sensitif, sedangkan bunga cengkeh sensitif terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga cengkeh memiliki kemampuan antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak gagang cengkeh secara signifikan (p < 0.05). Meskipun demikian, baik ekstrak bunga maupun gagang cengkeh keduanya memiliki potensi sebagai antibakteri yang cukup efektif terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus.
PEMANFAATAN POTENSI LOKAL MELALUI PEMBUATAN PUDING 4 BINTANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TANGGUNGGUNUNG Sari, Tri Anita; Safitri, Yunita Diyah; Valentina, Brigita Nia; Kurniastuti, Elfa; Nisa, Naja Choirun; Khusna, Zaina Putri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.55184

Abstract

One of the most significant obstacles in human resource development is stunting in children. One of the prevention is to fulfill nutritional intake properly from the womb until the first 1000 days after birth. Fulfillment of important macro and micronutrients during the growth period can be done by utilizing local potential. Corn, avocado, cow's milk, and carrots are easy to find and contain important nutrients for children. This activity aims to provide education about stunting and how to prevent it, including utilizing local potential and giving training in making 4-star pudding as a healthy snack. This activity was carried out using a lecture method by delivering material about stunting and efforts to prevent it. There was a demonstration of making 4-star pudding with the main ingredients including corn, avocado, cow's milk, and carrots. At the final stage, a quiz was conducted to evaluate the activity's success. This activity was expected to increase public knowledge regarding stunting and how to utilize local potential to prevent stunting. It also provides participants skills in processing local potential into alternative healthy snacks so it can be practiced at home to help children's growth and development to prevent stunting.Salah satu hambatan paling signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia adalah kejadian stunting pada anak. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan memenuhi asupan gizi dengan baik sejak dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kehidupan. Pemenuhan makro dan mikronutrien penting pada masa pertumbuhan dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal. Jagung, alpukat, susu sapi dan wortel merupakan bahan pangan yang mudah ditemukan serta mengandung nutrisi penting untuk anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi tentang stunting dan cara pencegahannya termasuk memanfaatkan potensi lokal serta memberikan pelatihan pembuatan puding 4 bintang sebagai camilan sehat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah melalui penyampaian materi tentang stunting dan upaya pencegahannya. Kemudian dilakukan demonstrasi pembuatan puding 4 bintang dengan bahan utama jagung, alpukat, susu sapi dan wortel. Pada tahap akhir dilakukan kuis untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait stunting dan cara memanfaatkan potensi lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Serta memberikan keterampilan kepada peserta dalam mengolah potensi lokal menjadi alternatif camilan sehat sehingga dapat dipraktikkan di rumah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai upaya pencegahan stunting.
Identification of Antibacterial Compounds in Methanol Extract of Clove Stems (Syzygium aromaticum) using Liquid Chromatography Mass Spectrometry Yunita Diyah Safitri; Rahma Diyan Martha; Mutia Hariani Nurjanah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 2 (2025): In Progress issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i2.897

Abstract

Introduction: Clove is well-known as an herbal plant that is also included in the spice group which is known to have an antibacterial activity spread across the stems, leaves, and flowers. Objectives: The purpose of this study was to identify the antibacterial compounds that are found in the methanol extract of clove stems and the antibacterial activity of clove stem extract against Bacillus cereus. Methods: We used Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LC-MS) method to identify the antibacterial compounds, and used the paper disc method (Kirby Bauer) for antibacterial test with clove stem extract concentrations of 30%, 50%, and 70%, positive control of Amoxicillin at a dose of 0.5 mg/ml, also a negative control of sterile aquadest. Results: The results showed four antibacterial compounds in the extract, namely (+)-Licarin A, 4-O-Caffeoylquinic acid_1, Eckol, and Leucodelphinidin. Methanol extract of clove stems at the concentrations of 30%, 50%, and 70% inhibited the growth of Bacillus cereus significantly (p <0.05). The concentration of 30% was categorized as quite sensitive, meanwhile, both 50% and 70% were categorized as sensitive. Conclusions: In conclusion, four compounds with antibacterial properties were found in the methanol extract of clove stems based on LCMS analysis, and supported by the results of antibacterial tests which showed the formation of an inhibition zone in the clove stem extract against the growth of Bacillus cereus.
Pembuatan Spray Anti Nyamuk dengan Bahan Alami di Desa Tanggunggunung Kumalasari, Nurul Chamidah; Nurjanah, Mutia Hariani; Martha, Rahma Dian; Safitri, Yunita Diyah; Ketzia, Ketzia; Diva, Maya; Sulastri, Sulastri; Wardani, Kartika Arum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17519

Abstract

ABSTRAK Nyamuk sering kali dianggap mengganggu kehidupan manusia. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi populasi nyamuk, termasuk penggunaan obat semprot antinyamuk.semprotan antinyamuk yang biasa digunakan adalah berbahan kimia. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman disekitar mereka seperti serai wangi dan pare, untuk digunakan sebagai obat semprot anti nyamuk. Oleh karena itu dilakukan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat semprot anti nyamuk yang berfokus pada tanaman disekitarnya seperti serai wangi dan pare yang dapat diolah menjadi bahan yang bermanfaat. Melalui sosialisasi ini kami dapat memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat, menyadarkan mereka bahwa serai wangi dan pare tidak hanya perfungsi sebagai bumbu dapur, tetapi juga sebagai bahan pembuatan obat semprot antinyamuk. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat, mengenahi penggunaan dan pembuatan obat semprot anti nyamuk yang berbahan serai wangi dan pare. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat di desa Tanggunggunung menunjukkan antusias yang tinggi dari masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap pengetahuan tentang bahaya nyamuk serta pembuatan dan pemanfaatan bahan alami sebagai antinyamuk spray. Kata Kunci: Spray Antinyamuk, Serai, Pare  ABSTRACT Mosquitoes are often considered to be a nuisance to human life. Various efforts have been made to reduce the mosquito population, including the use of mosquito repellent sprays. The mosquito repellent sprays commonly used are chemical. This is due to the lack of public knowledge about the use of plants around them such as citronella and bitter melon, to be used as mosquito repellent sprays. Therefore, activities were carried out that aimed to increase public understanding about the use of mosquito repellent sprays that focused on plants around them such as citronella and bitter melon which can be processed into useful materials. Through this socialization, we can provide useful information to the public, making them aware that citronella and bitter melon not only function as kitchen spices, but also as ingredients for making mosquito repellent sprays. The method used is socialization and training for the community, regarding the use and manufacture of mosquito repellent sprays made from citronella and bitter melon. This activity consists of the preparation stage and the implementation stage. Based on the results of community service in Tanggunggunung village, it shows high enthusiasm from the community and has a positive impact on knowledge about the dangers of mosquitoes and the manufacture and use of natural ingredients as mosquito repellent sprays.  Keywords: Anti-Mosquito Spray, Cymbopogon Citratus, Momordica Charantia
Screening Hiperkolesterolemia serta Pembuatan Teh Biji Alpukat sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif di Desa Tanggunggunung Safitri, Yunita Diyah; Martha, Rahma Diyan; Nurjanah, Mutia Hariani
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v7i1.5946

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah melebihi nilai normal yakni >200 mg/dL dan dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke dan jantung. Penggunaan obat penurun kolesterol seringkali menimbulkan efek samping pada pasien, sehingga perlu adanya alternatif bahan alam yang dinilai memiliki efek samping yang lebih rendah. Bahan alam yang digunakan pada kegiatan ini adalah biji alpukat yang diambil dari sisa hasil panen alpukat yang tidak terjual. Sebelumnya, sisa hasil panen alpukat yang tidak terjual akan menjadi limbah dan dimusnahkan, padahal biji alpukat memiliki kandungan bahan aktif yang bersifat antikolesterol apabila diolah dan dikonsumsi secara tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan screening hiperkolesterolemia pada masyarakat Desa Tanggunggunung, sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya dan cara penanggulangan hiperkolesterolemia. Metode yang digunakan meliputi tes kolesterol darah melalui pengambilan darah perifer, serta penyuluhan terkait bahaya, pencegahan dan penanganan hiperkolesterolemia. Hasil kegiatan menunjukkan lebih dari 80% peserta memiliki kadar kolesterol diatas nilai normal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah aadanya peningkatan pengetahuan rata – rata sebesar 42% terkait hiperkolesterolemia, dan menambah kemampuan masyarakat dalam mengolah sisa hasil panen alpukat menjadi teh biji alpukat yang bersifat antikolesterol.
Identification of Antibacterial Compounds in Methanol Extract of Clove Stems (Syzygium aromaticum) using Liquid Chromatography Mass Spectrometry Yunita Diyah Safitri; Rahma Diyan Martha; Mutia Hariani Nurjanah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 2 (2025): June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i2.897

Abstract

Introduction: Clove is well-known as an herbal plant that is also included in the spice group which is known to have an antibacterial activity spread across the stems, leaves, and flowers. Objectives: The purpose of this study was to identify the antibacterial compounds that are found in the methanol extract of clove stems and the antibacterial activity of clove stem extract against Bacillus cereus. Methods: We used Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LC-MS) method to identify the antibacterial compounds, and used the paper disc method (Kirby Bauer) for antibacterial test with clove stem extract concentrations of 30%, 50%, and 70%, positive control of Amoxicillin at a dose of 0.5 mg/ml, also a negative control of sterile aquadest. Results: The results showed four antibacterial compounds in the extract, namely (+)-Licarin A, 4-O-Caffeoylquinic acid_1, Eckol, and Leucodelphinidin. Methanol extract of clove stems at the concentrations of 30%, 50%, and 70% inhibited the growth of Bacillus cereus significantly (p <0.05). The concentration of 30% was categorized as quite sensitive, meanwhile, both 50% and 70% were categorized as sensitive. Conclusions: In conclusion, four compounds with antibacterial properties were found in the methanol extract of clove stems based on LCMS analysis, and supported by the results of antibacterial tests which showed the formation of an inhibition zone in the clove stem extract against the growth of Bacillus cereus.
Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) Rebusan Gagang Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Bacillus cereus Penyebab Diare Safitri, Yunita Diyah; Azizah, Yunita Dwi Nur; Nurjanah, Mutia Hariani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.21175

Abstract

Bacillus cereus sering menjadi penyebab terjadinya gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut dan diare. Diare yang disebabkan oleh infeksi Bacillus cereus umumnya terjadi melalui kontaminasi makanan, kontaminasi sumber air minum dan kurangnya pola hidup bersih. Cemaran Bacillus cereus pada manusia berkaitan dengan kemampuan bakteri ini dalam membentuk endospora tahan panas, sehingga dapat menghasilkan racun yang dapat mengontaminasi makanan. Beberapa metode penanganan keracunan bakteri yang dilakukan di mayarakat yakni dengan mengonsumsi jamu yang berasal dari bahan alam, salah satunya yakni gagang cengkeh yang menjadi salah satu komposisi pembuatan minuman herbal seperti secang dan wedang uwuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) rebusan gagang cengkeh terhadap pertumbuhan Bacillus cereus dengan metode dilusi cair dan dilanjutkan dengan perhitungan jumlah koloni dengan metode Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi hambat minimal rebusan gagang cengkeh yakni pada konsentrasi 40%, sedangkan konsentrasi bunuh minimum rebusan gagang cengkeh terhadap pertumbuhan Bacillus cereus masih belum ditemukan pada penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rebusan gagang cengkeh memiliki aktivitas antibakteri dengan menghambat pertumbuhan Bacillus cereus penyebab diare.
Edukasi Pencegahan Kecacingan sebagai Upaya Mengatasi Masalah Infeksi Cacing pada Anak Usia Sekolah di SDN 01 Dono Tulungagung Kumalasari, Nurul Chamidah; Nurjanah, Mutia Hariani; Sulastri, Sulastri; Fuzianingsih, Eka Novia; Safitri, Yunita Diyah; Widayanti, Sindi Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1018

Abstract

Worm infections caused by intestinal nematodes are a global health problem, including in Indonesia. Preschool and school children are the most vulnerable groups to infection. Although not fatal, worm infections can lead to chronic infections and various health problems, such as low body weight, anemia, and decreased academic performance. Therefore, education about prevention and treatment, as well as food and environmental sanitation and hygiene, is crucial. The objective of this activity was to educate participants about worm infections and good sanitation and hygiene practices. Increasing knowledge about worm infections was achieved through providing counseling on prevention and treatment methods, as well as the importance of maintaining environmental cleanliness. The results of the education showed a significant increase in knowledge, as demonstrated by improved post-test results, which is expected to have an impact on reducing cases of worm infections.