Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pendampingan Pengembangan Pariwisata Berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability)PadaDayaTarikWisataLungunIndahDesaBunder Kanom Kanom; Randhi Nanang Darmawan; Nurhalimah Nurhalimah
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 3 No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v3i2.1080

Abstract

Daya Tarik Wisata Lungun Indah masih belum popular meski memiliki pesona yang dapat memikat wisatawan untuk berkunjung, pandemi Covid 19 juga minjadi pemicunya disertai dengan masih belum memadainya sumber daya manusia khusunya sector pariwisata untuk mengelola dan mengembangkan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan kegiatan pendampingan pengembangan pariwisata berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability). Pendampngan merupakan langkah ideal dan kongrit dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Bimbingan teknis manajemen tata kelola, sosialisasi, pelatihan public speaking, penyusunan buku pedoman serta pelaksanaan pendampingan pariwisata berbasis CHSE merupakan rangkaian yang berhasil dilaksanakan dengan baik.
EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN PARIWISATA PADA FASILITAS PARIWISATA YANG ADA DI DESA PONDOKNONGKO, KECAMATAN KABAT, KABUPATEN BANYUWANGI M Juniansyah Putra; Ressa Elok Windari; Kanom, Kanom; Suparlan; Yuan Aghtania Salsabila; Resma Wahyu Yudithia; Vivi Silfiyani Anisa Putri; Slamet Ariftoni
Jurnal Pariwisata Prima Vol. 2 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : P2PKM Politeknik Pariwisata Prima Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kebijakan pariwisata di Desa Pondok Nongko dengan fokus pada infrastruktur dan fasilitas pariwisata, serta potensi wisata dan budaya daerahnya. Evaluasi dilakukan untuk memahami peraturan daerah yang telah diterapkan dan dampaknya terhadap pengembangan pariwisata lokal. Melalui penelitian ini, diidentifikasi hambatan implementasi kebijakan pariwisata berdasarkan kebijakan dan praktik lapangan, dengan harapan merancang renovasi yang diperlukan untuk memenuhi tujuan wisata di Desa Pondok Nongko. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan studi kelayakan melalui wawancara dan observasi langsung ke lokasi. Desa Pondoknongko memiliki potensi pariwisata besar, namun evaluasi menunjukkan minimnya fasilitas pariwisata di desa tersebut. Rekomendasi termasuk memberikan edukasi tentang lingkungan, membangun kembali potensi pariwisata, dan mengoptimalkan infrastruktur pariwisata untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan. Evaluasi kebijakan pariwisata di Desa Pondok Nongko penting untuk memahami efektivitas implementasi kebijakan dan merancang strategi yang lebih baik untuk pengembangan pariwisata lokal. Peningkatan infrastruktur dan fasilitas pariwisata di Desa Pondok Nongko diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Community Based Tourism Management at Geger Beach a Tourist Destination in Nusa Dua Bali Marina, Marina; Kanom, Kanom; Sumardani, Rizki; Negara, I Made Weda Satia
Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel
Publisher : Akademi Komunitas MAPINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37484/jmph.080216

Abstract

The purpose of this study was to identify the management of Geger Beach as a Tourism Destination in Nusa Dua, Bali based on local communities and to determine the economic impact of local communities on the management of Geger Beach Tourism Destination in Nusa Dua, Bali. This research uses qualitative research, the research location is on the beach of Geger Nusa Dua Bali. The data sources in the study are primary data sources and secondary data as well as research instruments such as stationery, cellphones, interview guidelines and tools that support this research informants in the study were 1) the management of Geger Beach, 2) local local communities 3) tourists visiting Geger Beach, The number of informants in this study was 10, and the method of collecting data in this study using observation, interviews, documentation, and literature study. The method of data analysis in this study through several stages, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing involves three main steps to process research data. The results survey that Geger Beach Management in Nusa Dua is based on local communities with a focus on community participation development and management of tourist facilities and services responsibly, to balance economic benefits and cultural preservation. This participation includes resource management, cultural promotion, and the organisation of tourist activities. The economic impact is significant for local communities, with increased income through tourism services, culinary and craft businesses, and new employment opportunities. In addition, this participation encourages communities to be active in the conservation and development of tourist destinations.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PARIWISATA RAMAH DIFABEL DI DAYA TARIK WISATA PANTAI MARINA BOOM BANYUWANGI Madinah, Difna Syafa; Kanom, Kanom; Dwi Rahayu, Denahdlya Septy; Mahmudah, Cintia Khulud; Sartika, Evi; Ramadani, Derista Citra; Devi, Yessica Vintania; Rahadi Putra, Bima Novandha; Dewi, Dea Rebeka
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v5i2.691

Abstract

Saat ini pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata terus ditingkatkan terutama dalam pemberian fasilitas bagi wisatawan yang berkunjung. Dalam upaya implementasi kebijakan pariwisata ramah difabel menurut UU No. 10 Tahun 2009 pasal 21 yang berisi tentang pemberian fasilitas khusus bagi wisatawan yang memiliki keterbatasan fisik, yang berbunyi “Wisatawan yang memiliki keterbatasan fisik, anak-anak, dan lanjut usia berhak mendapatkan fasilitas khusus sesuai dengan kebutuhannya”, tentunya sebagai pengelola destinasi wisata perlu memperhatikan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas yang disediakan di Pantai Marina Boom Banyuwangi, apakah destinasi wisata di Pantai Marina Boom menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Selanjutnya mengidentifikasi apakah fasilitas yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan para penyandang disabilitas seperti destinasi wisata ramah difabel harus mempertimbangkan lahan parkir kendaraan khusus difabel, memiliki Ramp, Toilet Khusus Difabel dan Loket Tiket. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui observasi dan wawancara serta menggunakan analisis SWOT. Alternatif yang dapat dilakukan adalah kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat sekitar, dan masyarakat difabel. Menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas yang belum tersedia dan mengembangkan yang sudah ada. Pengelola dapat menggunakan media sosial sebagai sarana promosi dan mengadakan event yang dapat mengundang banyak wisatawan untuk datang ke Pantai Marina Boom Banyuwangi, terutama bagi wisatawan penyandang disabilitas.
Pendampingan pada Desa Wisata Tamansari Banyuwangi dalam Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kanom, Kanom; Adi Wijaya, Jemi Cahya; Rusmawan, Putu Ngurah
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2308

Abstract

Pengembangan desa wisata idealnya mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat lokal dengan baik. Desa Tamansari merupakan salah satu desa wisata dengan kategori maju. Keterbatasan sumber daya manusia sektor pariwisata serta tata kelola yang masih lemah sehingga sangat perlu dilakukan pendampingan. Kondisi tersebut menjadi alas an utama untuk dilakukan Pendampingan pada Desa Wisata Tamansari Banyuwangi dalam Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Sasaran utama Pemerintah Desa, Perangkat Desa, Oraganisasi Desa, BumDes, Kelopok Sadar Wisata, serta Masyarakat Desa Tamansari dan pentahelix pariwisata. Pelaksanaan dimulai dari persiapan, survey dan observasi langsung, wawancara mendalam, pemetaan dan analisis, serta pelaksanaan. Capaian dari kegiatan ini diantaranya adalah Perencanaan Pengembangan Daya Tarik Wisata Baru yaitu pada Talang Paras Kalongan., Penambahan Fasilitas di Daya Tarik Wisata Talang Paras Kalongan., dan Pembuatan QR Code / Barcode Deskripsi Tanaman di Daya Tarik Wisata Sendang Seruni Desa Wisata Tamansari Banyuwangi. Hasil capaian tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam penerapan pariwisata berkelanjutan.
Pembuatan Bank Sampah Menggunakan Atap Baja Ringan Rangka Waren dengan Material Penyusun Bangunan Limbah Beton di Dusun Kejoyo, Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi: Making a Waste Bank Using a Light Steel Roof Waren Frame with Concrete Waste Building Materials in Kejoyo Hamlet, Tambong Village, Kabat District, Banyuwangi Hutasoit, Eva Olivia; Khomari, Mohamad Galuh; Rodiyani, Megalita; Kanom, Kanom
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i1.8387

Abstract

The Community Self-Help Group (KSM) Istana Sumber Suci, Tambong Village is a Village Revitalization Movement to help reduce waste through recycling plastic waste, which is overwhelmed because it has to collect waste from each household in Tambong Village. Meanwhile, the plastic waste that is collected has not been sorted and is even mixed with other organic materials. This encourages the provision of a Waste Bank (TPS) using a lightweight steel roof to provide facilities in the form of waste sorting infrastructure that can be used by KSM to manage waste. The manufacture of lightweight steel roofs is a novelty because the material is developing and becoming a material that realizes sustainable construction. The main structure in making a waste bank is lightweight steel with a C-channel profile installed according to the Warren truss system, which is a very popular truss structure system and is easy to identify because its construction is in the form of an equilateral triangle. Warren truss has a structure made of equilateral triangles, famous for its ability to distribute the load evenly across different parts. The wall pair uses concrete waste as a material for making up the fill in the waste bank placement so that it can make the construction of the wall faster. The wall pair uses concrete waste divided based on 3 zonings (3R: reduce, recycle, reuse) given a partition to determine the type of waste categorized as plastic, metal, and paper, while organic waste can be used for fertilizer.
Pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Tunak Sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Kanom Kanom; Randhi Nanang Darmawan
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 25 No 2 (2020): Jurnal ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v25i2.1390

Abstract

Gunung Tunak Natural Tourism Park located at Mertak Village, Pujut, Central Lombok, West Nusa Tenggara. The research aims were identifying and analyzing potency, obstacles, and formulating the strategy and program. Data was analyzed by descriptive qualitative method, and analysis of matrix SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats).Through interpretation with descriptive qualitative analysis and analysis of SWOT are found that, it is very potential to be developing as a sustainable tourism destination with the natural and socio-cultural potencies. There also obstacles became hamper as such; human resources, destination management, the lack of public awareness in preventing of the cleanliness and environmental sustainability, also security and comfort. The development and solution of those obstacles are by applied strategies are as follows; strategy of strength–opportunity (S–O) with development strategy of tourism destination, and development strategy of tourism attraction., strategy of strength–threat (S–T) with improvement strategy of environmental quality and development strategy of sustainable tourism, strategy of weakness–opportunity (W–O) with promotion strategy of tourism destination and improvement strategy of security and comfort, whereas strategy of weakness–threat (W–T) with development strategy of human resources and development strategy of institutional and management of destination.
Analisis Keberlanjutan Wisata Bangsring Underwater Kabupaten Banyuwangi Jemi Cahya Adi Wijaya; Kanom Kanom; Randhi Nanang Darmawan; I Putu Sudhyana Mecha
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 28 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v28i1.1574

Abstract

Bangsring Underwater is a marine tourism area that adopts the concept of ecotourism in Banyuwangi Regency. It has several challenges that must be faced. During the rainy season, the sea water in Bangsring Underwater becomes cloudy, the sea waves are high, and usually there is a lot of garbage in the snorkeling and diving areas. Besides that, the coral reefs are also getting more and more damaged due to accidental visitors while doing snorkeling. The purpose of this study was to evaluate the sustainability status of Bangsring Underwater in terms of ecological dimensions, economic dimensions, socio-cultural dimensions, legal and institutional dimensions as well as infrastructure and technology dimensions. This type of research is descriptive research with a quantitative approach. The analytical method used in this study is Multi Dimensional Scaling (MDS) with rapid appraisal analysis tools. The results of this study indicate that the sustainability status of Bangsring Underwater in Banyuwangi Regency is stated to be quite sustainable with a sustainability status index value of 74.03 in terms of ecological dimensions, economic dimensions, socio-cultural dimensions, legal and institutional dimensions as well as infrastructure and technology dimensions. Keywords: Bangsring Underwater, Banyuwangi Regency, Rapid Appraisal, Ecotourism
PELATIHAN PEMBUATAN ELECTRIC SURFBOARD SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT PESISIR Rulianto, Jangka; Eko, Rochmad; Prasetya, IGNA Satria; Kanom, Kanom; Fiveriati, Anggra; Rohman, Abdul
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.6102

Abstract

Pelatihan pembuatan electric surfboard ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat pesisir untuk meningkatkan keterampilan teknis dan menciptakan peluang ekonomi kreatif. Electric surfboard merupakan inovasi dalam olahraga air yang memadukan teknologi dan rekreasi, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor pariwisata maritim. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merakit dan mengoperasikan electric surfboard, serta memberikan wawasan tentang peluang usaha di bidang wisata air. Metode pelatihan meliputi teori, praktik langsung, dan bimbingan kewirausahaan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam memahami komponen utama, proses perakitan, serta pengoperasian electric surfboard. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan terkait strategi pemasaran dan pengembangan bisnis. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong munculnya usaha kreatif baru di sektor wisata pesisir, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal.
Implementasi Laboratorium Mini Kitchen Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Teaching Factory di SMK Suarna Wisata Banyuwangi Kanom, Kanom; Ari Perdana, Muhamad; Febrian, Ayu Wanda; Rachma Amalia, Firda
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 4 No 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v4i3.1780

Abstract

Suarna Wisata Blimbingsari Vocational School is a Vocational High School that prioritizes practice rather than theory. To be declared competent to become a waiter and/or demi chef, students are required to be able to understand each function of food and beverage equipment. The existence of a laboratory as a learning medium is considered important, especially in supporting teaching factory-based learning (TEFA). The infrastructure standards for the Catering Skills Study Program for the Catering Services Competency Competency must at least have a food processing practice laboratory and a restaurant service practice laboratory. Each laboratory is equipped with practical equipment in accordance with the needs of students in each study group. The provision of a mini kitchen laboratory was chosen as an effort to present Food and Beverage practicum classes starting from FNB Products, introduction to equipment, table set up, sequence of service, to serving procedures to consumers. It is felt that this will be superior and relevant for tefa-based vocational school learning conditions.
Co-Authors Abdul Rohman Abdul Rohman Abdul Wahid Adetiya Prananda Putra Adetiya Prananda Putra adi wijaya, Jemi Cahya Anggra, Fiveriati Ari Perdana, Muhamad Auda Nuril Zazilah Ayu Wanda Febrian, Ayu Wanda Bagus Alfiyan Pujo Santoso Bagus Bambang Setiawan Chairul Anam Darmawan, Randhi Nanang Devi, Yessica Vintania Dewi, Dea Rebeka Dwi Rahayu, Denahdlya Septy DWI WIJAYANTI Eko, Rochmad Esa Riandy Cardias Eva Olivia Hutasoit Fintari, Mareta Dwi Putri I Putu Sudhyana Mecha I Putu Sudhyana Mecha IGNA Satria Jangka Ruliyanto Jemi Cahya Adi Wijaya Jemi Cahya Adi Wijaya Kamarudin Kamarudin Karina Ega Nirwana Khomari, Mohamad Galuh M Juniansyah Putra Madinah, Difna Syafa Mahmudah, Cintia Khulud Marina Marina Mohamad Firman Effendi Mohamad Galuh Khomari Muhammad Ridla Mukti , Masetya Negara, I Made Weda Satia Ngr. A. Satria Prasetya , I Gst. Niluh Ika Aprilia Ningsih, Dian Tri Agustin Novi Arista Agustin Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Pradiningtyas, Iluh Novi Prasetya, IGNA Satria Rachma Amalia, Firda Rahadi Putra, Bima Novandha Ramadani, Derista Citra Randhi Nanang Darmawan Randhi Nanang Darmawan Randhi Nanang Darmawan Randhi Nanang Darmawan Darmawan Resma Wahyu Yudithia Ressa Elok Windari Rodiyani, Megalita Rofiq, Cintia Rulianto, Jangka Rusmawan, Putu Rusmawan, Putu Ngurah Sanjaya, Aditya Wiralatief Sartika, Evi Sawu, Michael Rudolfus Setianingsih, Tri Sevriton Sevriton Sherly Nur Fitri Dewi Slamet Ariftoni Sumardani, Rizki Suparlan . Toni Ari Wibowo Tri Retno Nugroho Vivi Silfiyani Anisa Putri Wisnu Wardhana, Prabuditya Bhisma Yuan Aghtania Salsabila