Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Community Based Tourism Management at Geger Beach a Tourist Destination in Nusa Dua Bali Marina, Marina; Kanom, Kanom; Sumardani, Rizki; Negara, I Made Weda Satia
Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel
Publisher : Akademi Komunitas MAPINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37484/jmph.080216

Abstract

The purpose of this study was to identify the management of Geger Beach as a Tourism Destination in Nusa Dua, Bali based on local communities and to determine the economic impact of local communities on the management of Geger Beach Tourism Destination in Nusa Dua, Bali. This research uses qualitative research, the research location is on the beach of Geger Nusa Dua Bali. The data sources in the study are primary data sources and secondary data as well as research instruments such as stationery, cellphones, interview guidelines and tools that support this research informants in the study were 1) the management of Geger Beach, 2) local local communities 3) tourists visiting Geger Beach, The number of informants in this study was 10, and the method of collecting data in this study using observation, interviews, documentation, and literature study. The method of data analysis in this study through several stages, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing involves three main steps to process research data. The results survey that Geger Beach Management in Nusa Dua is based on local communities with a focus on community participation development and management of tourist facilities and services responsibly, to balance economic benefits and cultural preservation. This participation includes resource management, cultural promotion, and the organisation of tourist activities. The economic impact is significant for local communities, with increased income through tourism services, culinary and craft businesses, and new employment opportunities. In addition, this participation encourages communities to be active in the conservation and development of tourist destinations.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PARIWISATA RAMAH DIFABEL DI DAYA TARIK WISATA PANTAI MARINA BOOM BANYUWANGI Madinah, Difna Syafa; Kanom, Kanom; Dwi Rahayu, Denahdlya Septy; Mahmudah, Cintia Khulud; Sartika, Evi; Ramadani, Derista Citra; Devi, Yessica Vintania; Rahadi Putra, Bima Novandha; Dewi, Dea Rebeka
Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Accessbility Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pariwisata PaRAMA : Panorama, Recreation, Accomodation, Merchandise, Acces
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/jpp.v5i2.691

Abstract

Saat ini pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata terus ditingkatkan terutama dalam pemberian fasilitas bagi wisatawan yang berkunjung. Dalam upaya implementasi kebijakan pariwisata ramah difabel menurut UU No. 10 Tahun 2009 pasal 21 yang berisi tentang pemberian fasilitas khusus bagi wisatawan yang memiliki keterbatasan fisik, yang berbunyi “Wisatawan yang memiliki keterbatasan fisik, anak-anak, dan lanjut usia berhak mendapatkan fasilitas khusus sesuai dengan kebutuhannya”, tentunya sebagai pengelola destinasi wisata perlu memperhatikan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas yang disediakan di Pantai Marina Boom Banyuwangi, apakah destinasi wisata di Pantai Marina Boom menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Selanjutnya mengidentifikasi apakah fasilitas yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan para penyandang disabilitas seperti destinasi wisata ramah difabel harus mempertimbangkan lahan parkir kendaraan khusus difabel, memiliki Ramp, Toilet Khusus Difabel dan Loket Tiket. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui observasi dan wawancara serta menggunakan analisis SWOT. Alternatif yang dapat dilakukan adalah kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat sekitar, dan masyarakat difabel. Menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas yang belum tersedia dan mengembangkan yang sudah ada. Pengelola dapat menggunakan media sosial sebagai sarana promosi dan mengadakan event yang dapat mengundang banyak wisatawan untuk datang ke Pantai Marina Boom Banyuwangi, terutama bagi wisatawan penyandang disabilitas.
Pendampingan pada Desa Wisata Tamansari Banyuwangi dalam Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kanom, Kanom; Adi Wijaya, Jemi Cahya; Rusmawan, Putu Ngurah
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2308

Abstract

Pengembangan desa wisata idealnya mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat lokal dengan baik. Desa Tamansari merupakan salah satu desa wisata dengan kategori maju. Keterbatasan sumber daya manusia sektor pariwisata serta tata kelola yang masih lemah sehingga sangat perlu dilakukan pendampingan. Kondisi tersebut menjadi alas an utama untuk dilakukan Pendampingan pada Desa Wisata Tamansari Banyuwangi dalam Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Sasaran utama Pemerintah Desa, Perangkat Desa, Oraganisasi Desa, BumDes, Kelopok Sadar Wisata, serta Masyarakat Desa Tamansari dan pentahelix pariwisata. Pelaksanaan dimulai dari persiapan, survey dan observasi langsung, wawancara mendalam, pemetaan dan analisis, serta pelaksanaan. Capaian dari kegiatan ini diantaranya adalah Perencanaan Pengembangan Daya Tarik Wisata Baru yaitu pada Talang Paras Kalongan., Penambahan Fasilitas di Daya Tarik Wisata Talang Paras Kalongan., dan Pembuatan QR Code / Barcode Deskripsi Tanaman di Daya Tarik Wisata Sendang Seruni Desa Wisata Tamansari Banyuwangi. Hasil capaian tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam penerapan pariwisata berkelanjutan.
Pembuatan Bank Sampah Menggunakan Atap Baja Ringan Rangka Waren dengan Material Penyusun Bangunan Limbah Beton di Dusun Kejoyo, Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi: Making a Waste Bank Using a Light Steel Roof Waren Frame with Concrete Waste Building Materials in Kejoyo Hamlet, Tambong Village, Kabat District, Banyuwangi Hutasoit, Eva Olivia; Khomari, Mohamad Galuh; Rodiyani, Megalita; Kanom, Kanom
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i1.8387

Abstract

The Community Self-Help Group (KSM) Istana Sumber Suci, Tambong Village is a Village Revitalization Movement to help reduce waste through recycling plastic waste, which is overwhelmed because it has to collect waste from each household in Tambong Village. Meanwhile, the plastic waste that is collected has not been sorted and is even mixed with other organic materials. This encourages the provision of a Waste Bank (TPS) using a lightweight steel roof to provide facilities in the form of waste sorting infrastructure that can be used by KSM to manage waste. The manufacture of lightweight steel roofs is a novelty because the material is developing and becoming a material that realizes sustainable construction. The main structure in making a waste bank is lightweight steel with a C-channel profile installed according to the Warren truss system, which is a very popular truss structure system and is easy to identify because its construction is in the form of an equilateral triangle. Warren truss has a structure made of equilateral triangles, famous for its ability to distribute the load evenly across different parts. The wall pair uses concrete waste as a material for making up the fill in the waste bank placement so that it can make the construction of the wall faster. The wall pair uses concrete waste divided based on 3 zonings (3R: reduce, recycle, reuse) given a partition to determine the type of waste categorized as plastic, metal, and paper, while organic waste can be used for fertilizer.
PELATIHAN PEMBUATAN ELECTRIC SURFBOARD SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT PESISIR Rulianto, Jangka; Eko, Rochmad; Prasetya, IGNA Satria; Kanom, Kanom; Fiveriati, Anggra; Rohman, Abdul
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.6102

Abstract

Pelatihan pembuatan electric surfboard ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat pesisir untuk meningkatkan keterampilan teknis dan menciptakan peluang ekonomi kreatif. Electric surfboard merupakan inovasi dalam olahraga air yang memadukan teknologi dan rekreasi, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor pariwisata maritim. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merakit dan mengoperasikan electric surfboard, serta memberikan wawasan tentang peluang usaha di bidang wisata air. Metode pelatihan meliputi teori, praktik langsung, dan bimbingan kewirausahaan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam memahami komponen utama, proses perakitan, serta pengoperasian electric surfboard. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan terkait strategi pemasaran dan pengembangan bisnis. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong munculnya usaha kreatif baru di sektor wisata pesisir, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal.
Implementasi Laboratorium Mini Kitchen Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Teaching Factory di SMK Suarna Wisata Banyuwangi Kanom, Kanom; Ari Perdana, Muhamad; Febrian, Ayu Wanda; Rachma Amalia, Firda
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 4 No 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v4i3.1780

Abstract

Suarna Wisata Blimbingsari Vocational School is a Vocational High School that prioritizes practice rather than theory. To be declared competent to become a waiter and/or demi chef, students are required to be able to understand each function of food and beverage equipment. The existence of a laboratory as a learning medium is considered important, especially in supporting teaching factory-based learning (TEFA). The infrastructure standards for the Catering Skills Study Program for the Catering Services Competency Competency must at least have a food processing practice laboratory and a restaurant service practice laboratory. Each laboratory is equipped with practical equipment in accordance with the needs of students in each study group. The provision of a mini kitchen laboratory was chosen as an effort to present Food and Beverage practicum classes starting from FNB Products, introduction to equipment, table set up, sequence of service, to serving procedures to consumers. It is felt that this will be superior and relevant for tefa-based vocational school learning conditions.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT MELALUI KEARIFAN LOKAL DI DESA PATOMAN, BANYUWANGI Kanom, Kanom; Niluh Ika Aprilia; Esa Riandy Cardias
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 4 No 2 (2023): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v4i2.914

Abstract

Desa Patoman berada di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi. Desa ini mendapatkan julukan “Bali Van Java” atau miniatur Bali di Banyuwangi karena kehidupan sosial budaya masyarakat Bali di Desa Patoman masih tetap seperti orang Bali pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor pendukung dan faktor penghambat serta untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui kearifan lokal di Desa Patoman, Banyuwangi. Metode analisis yang digunakan dalam tahap ini adalah metode Deskriptif Kualitatif dengan teknik analisis SWOT sebagai metode pengambilan data. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan Hasil dari penelitian ini menunjukkan faktor kekuatan paling dominan adalah penerapan sikap toleransi dan gotong royong masyarakat Desa Patoman dan faktor kelemahan yang utama adalah kekayaan kesenian belum secara optimal dimanfaatkan. Sedangkan faktor peluang tertinggi adalah adanya dukungan dari Pemerintah dan faktor ancaman utama adalah terdapat isu SARA (suku, agama dan ras). Berdasarkan analisis SWOT yang dihasilkan terdapat 5 strategi, diantaranya: 1). Strategi Terbentuknya Sanggar Seni Di Desa Patoman; 2). Strategi Meningkatkan Kerjasama Dengan Pihak Pemerintah Desa; 3). Strategi Pembentukan POKDARWIS; 4). Strategi Penyelenggaraan Event Budaya Drama Gong Di Desa Patoman; 5). Strategi Melakukan Pelatihan Dalam Pemasaran Di Sosial Media.
Guidance in Developing Tourism Communication Skills and Character Building for The Mosque Youth Association Rusmawan, Putu Ngurah; Darmawan, Randhi Nanang; Kanom, Kanom; Setianingsih, Tri
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i1.13267

Abstract

This community service aims to help the mosque youth association, which consisted of 20 people as the participants, develop English proficiency in tourism communication and character building. The service method included observation, lectures, participatory approaches, the application of technology, and innovation.  The evaluation of this service was done by monitoring and analyzing activity progress and achievements and written tests and practicing tests of communication skills and character building, given that the team compared the pre-test and the post-test. From the evaluation at the end of the community services by using post test, showed that almost 90% of the mosque youth participants improved their capability in tourism communication as well as character building. The results of this community service activity could improve the mosque youth's ability to use English and prepare them to interact with the global community.
Enhancing English Communication Competence for Tourism Professionals and Students in Banyuwangi: A Phenomenological Study Rusmawan, Putu Ngurah; Kanom, Kanom; Setianingsih, Tri; Kamarudin, Kamarudin
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 3 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i3.15142

Abstract

The study aimed to explore the essential competencies of hospitality professional and the vocational students in communication skills needed to effectively interact with tourists from diverse cultural backgrounds and enhance their overall travel experience. This study used a qualitative phenomenological approach. The data was collected through in-depth interviews, with tourism student, professional industry worker, and practitioner tourism industry in Banyuwangi, participatory observations which conducted across tourist spots and documentation. A comprehensive analysis of relevant educational resources and industry-specific documents were employed in this study. Findings reveal a significant gap between theoretical instruction and practical application in English real tourism industry workforce setting, which affects confidence and communication skills among tourism workers. It emphasizes the necessity of collaborative frameworks between educational institutions and tourism enterprises to align training with dynamic industry demands. These findings provide valuable insights for curriculum improvement and training initiatives to enhance the global competitiveness of tourism professionals, especially in communication skills.
Pendampingan Digital Marketing dan Branding UMKM Petani Madu Desa Sumberarum Banyuwangi sebagai Penunjang Daya Tarik Wisata Rusmawan, Putu; Kanom, Kanom; Mukti , Masetya; Nurhalimah, Nurhalimah
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55701/abdiwisata.v1i1.169

Abstract

Di era digital ini promosi secara gencar telah di lakukan melalui media platform seperti instagram yang berbentuk video promosi. Video promosi merupakan upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik wisatawan untuk berkunjung. Video promosi mencakup metode komunikasi yang digunakan untuk memberikan informasi.. Logo dalam produk UMKM berfungsi sebagai identitas dari produk tersebut yang disertai nomor telephone yang dapat dihubungi sehingga apabila jika diperjual belikan secara bebas, orang-orang dapat memesan dengan mudah sekaligus mengetahui pemilik asli dari usaha UMKM ini. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada produk UMKM beliau dalam segi pemasaran dan promosi. Desa Sumberarum, di area yang sangat luas ini terdapat beberapa titik penting objek wisata, tetapi sangat disayangkan masih minimnya papan penunjuk arah untuk menuju ke objek wisata tersebut sehingga hal ini menjadi salah satu faktor penghambat bagi wisatawan luar yang ingin berkunjung ke tempat ini terlebih juga letaknya yang di area perkebunan membuat wisatawan sulit untuk mendapatkan sinyal jika ingin menggunakan Google Maps.
Co-Authors Abdul Rohman Abdul Rohman Abdul Wahid Adetiya Prananda Putra Adetiya Prananda Putra adi wijaya, Jemi Cahya Anggra, Fiveriati Ari Perdana, Muhamad Auda Nuril Zazilah Ayu Wanda Febrian, Ayu Wanda Bagus Alfiyan Pujo Santoso Bagus Bambang Setiawan Catur Bejo Santoso Chairul Anam Darmawan, Randhi Nanang Devi, Yessica Vintania Dewi, Dea Rebeka Dwi Rahayu, Denahdlya Septy DWI WIJAYANTI Eko, Rochmad Esa Riandy Cardias Eva Olivia Hutasoit Fintari, Mareta Dwi Putri I Putu Sudhyana Mecha I Putu Sudhyana Mecha IGNA Satria Jangka Ruliyanto Jemi Cahya Adi Wijaya Jemi Cahya Adi Wijaya Kamarudin Kamarudin Karina Ega Nirwana Khomari, Mohamad Galuh M Juniansyah Putra Madinah, Difna Syafa Mahmudah, Cintia Khulud Marina Marina Mecha, I Putu Sudhyana Mohamad Firman Effendi Mohamad Galuh Khomari Muhammad Ridla Mukti , Masetya Negara, I Made Weda Satia Ngr. A. Satria Prasetya , I Gst. Niluh Ika Aprilia Ningsih, Dian Tri Agustin Novi Arista Agustin Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Pradiningtyas, Iluh Novi Prasetya, IGNA Satria Rachma Amalia, Firda Rahadi Putra, Bima Novandha Ramadani, Derista Citra Randhi Nanang Darmawan Randhi Nanang Darmawan Randhi Nanang Darmawan Randhi Nanang Darmawan Darmawan Resma Wahyu Yudithia Ressa Elok Windari Rodiyani, Megalita Rofiq, Cintia Rulianto, Jangka Rusmawan, Putu Rusmawan, Putu Ngurah Sanjaya, Aditya Wiralatief Sartika, Evi Sawu, Michael Rudolfus Setianingsih, Tri Sevriton Sevriton Sherly Nur Fitri Dewi Slamet Ariftoni Sumardani, Rizki Suparlan . Toni Ari Wibowo Tri Retno Nugroho Vivi Silfiyani Anisa Putri Wisnu Wardhana, Prabuditya Bhisma Yuan Aghtania Salsabila