Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN HUNIAN VERTIKAL (STUDY KASUS: RUMAH SUSUN PENGGILINGAN TOWER E, JAKARTA TIMUR) Annisa Aulia Suwandi; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 2 (2021): Purwarupa Vol 5 No 2 September 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hunian vertikal dengan konsep arsitektur perilaku diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul pada masyarakat berpenghasilan rendah dengan menghadirkan hunian yang mewadahi karakteristik pola perilaku, kebiasaan, tradisi, budaya, maupun system kemasyarakatan lainnya, baik secara individu maupun kelompok masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Hunian Vertikal serta mengetahui bagaimana hubungan antara perilaku dengan setting ruang yang terjadi pada bangunan Hunian Vertikal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa data primer dan data sekunder yang dianalis menggunakan teori tingkat kebutuhan (Hirarchy Level of Needs) dari Abraham Maslow (1998) Dengan metode berupa pengamatan setting ruang serta pemetaan perilaku menggunakan metode behavioral mapping yang difokuskan pada unit hunian dan ruang komunal bangunan, serta setting ruang yang berhubungan dengan perilaku pengguna. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan arsitektur perilaku pada bangunan hunian vertikal (rumah susun) dapat terlihat dari keterkaitan antara kebutuhan akan perilaku pengguna rumah susun dengan bentuk dan kondisi unit serta sarana dan prasarana yang ada.
KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR ERGONOMI PADA BANGUNAN PENDIDIKAN BERASRAMA (STUDI KASUS: SMKN 61 JAKARTA) Angga Sukmanika; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu peran penting dalam visi perkembangan teknologi di era digital, siswa tidak hanya perlu menguasai perangkat digital, tetapi juga menguasai soft skill yang mumpuni dalam kegiatan belajar di sekolah. Untuk mencapai hal tersebut, semua aspek kenyamanan pengguna, efisiensi dari segi waktu dan jarak, serta keamanan harus diperhatikan dalam kegiatan belajar mengajar. Dari semua standar tersebut, konsep yang paling mendekati adalah Arsitektur Ergonomi. Ergonomi adalah cabang ilmu yang secara sistematis memanfaatkan informasi tentang kenyamanan manusia di lingkungan, selanjutnya ergonomi bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan saat melakukan aktivitas di lingkungan, serta untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Oleh karena itu, konsep bangunan ergonomis diperlukan dan menjanjikan untuk meningkatkan dan menciptakan keseimbangan dalam berbagai aspek teknis, ekonomi dan budaya dari setiap sistem kegiatan yang dilakukan, sehingga menciptakan pembelajaran dan kualitas hidup yang tinggi bagi pengguna bangunan.Kata Kunci: Pendidikan, Arsitektur Ergonomi, Bangunan. 
Penyuluhan Arsitektur Ramah Usia bagi Komunitas Ibu Hebat Anisa Anisa; Yeptadian Sari; Ratna Dewi Nur'aini; Wafirul Aqli; Jundi Jundullah Afgani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.1.43-48

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh tim dari Jurusan Arsitektur bekerjasama dengan sebuah Komunitas yang membahas tentang Arsitektur Ramah Usia. Arsitektur merupakan sebuah wadah bagi manusia untuk berkegiatan. Arsitektur digunakan oleh manusia selama hidupnya mulau dari bayi hingga lansia. Karena itulah penting arsitektur bisa ramah terhadap semua rentang usia. Permasalahannya adalah seringkali arsitektur hanya fokus mewadahi kenyamanan rentang usia tertentu seperti usia anak-anak hingga dewasa. Padahal dari bayi hingga lansia semuanya membutuhkan kenyamanan yang sama dalam berkegiatan. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan secara daring. Penyuluhan daring membutuhkan teknologi dan metode penyampaian yang berbeda dengan luring, karena itulah tim pengmas melakukan beberapa tahap dalam pengabdian masyarakat ini. Secara umum ada 4 tahapan yang dilakukan yaitu mulai dari persiapan, publikasi dan pendaftaran, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah tercapainya pemahaman mengenai arsitektur yang ramah usia kepada para peserta, dalam rangka desain yang lebih baik dan lebih nyaman untuk semua penggunanya. Kata kunci: arsitektur, ramah usia, universal
KAJIAN KONSEP MODERN VERNAKULAR PADA QUBIKA BOUTIQUE HOTEL SERPONG Cahyo Abi Rasid; Ratna Dewi Nur'aini
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur modern vernakular merupakan sebuah konsep yang berasal dari aliran post modern. Modern vernakular merupakan perpaduan dari arsitektur modern dan arsitektur vernakular. Modern vernakular merupakan desain bangunan yang mengutamakan kesederhanaan dalam segi bentuk dan meninggalkan macam-macam ornamen. Hunian vertikal hotel merupakan salah satu bangunan yang terdapat nilai-nilai modern vernakular karena adanya penerapan unsur budaya sekitar pada bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan konsep modern vernakular pada hunian vertikal hotel. Pada penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Dengan adanya penelitian ini mampu mendeskripsikan penerapan konsep modern vernakular pada hunian vertikal hotel. Penelitian ini memiliki studi kasus yaitu bangunan Qubika Boutique Hotel Serpong. Dengan menerapkan ciri-ciri arsitektur modern vernakular pada penelitian ini maka dapat mempertahankan budaya lokal dengan era yang canggih. Pada penerapannya memiliki bentuk-bentuk standar yang memiliki arti baru, menampilkan bentuk tradisional yang dikemas secara modern, menyatukan bagian dalam ruangan dengan bagian luar, dan penggunaan material lokal pada setiap ruang.
KAJIAN ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA BANGUNAN MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) AL BINAA BOARDING SCHOOL (Universal Architecture Study of Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Binaa Boarding School) Dewinta Firda Giriana; Ratna Dewi Nur’aini
Tesa Arsitektur Vol 22, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v22i1.11426

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang melakukan berbagai macam aktivitas, seperti aktivitas sosial, ekonomi, politik, hingga pendidikan. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dilakukan di dalam ataupun luar bangunan. Bangunan yang digunakan perlu dapat memfasilitasi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, suatu bangunan perlu menerapkan arsitektur universal dalam konsepnya. Arsitektur universal memiliki tujuh prinsip dasar, yaitu kesetaraan penggunaan, fleksibilitas dalam penggunaan, penggunaan yang sederhana dan intuitif, informasi yang jelas, toleransi terhadap kesalahan, upaya fisik yang rendah, dan ukuran dan ruang untuk pendekatan pengguna. Al Binaa Boarding School dipilih karena terdapat bangunan pendidikan untuk anak sekolah dasar dan untuk melihat bagaimana penerapan prinsip arsitektur universal. Metode penelitian dilakukan dengan cara kualitatif deskriptif, hal ini agar mendapatkan hasil yang akurat dengan cara pendekatan secara langsung ke studi penelitian. Dari hasil yang didapatkan Madrasah Ibtidaiyah Al Binaa Boarding School cukup menerapkan beberapa prinsip arsitektur universal seperti penyediaan jalur pedestrian dan koridor yang baik, ukuran bukaan seperti pintu yang sesuai dengan standar bukaan, sirkulasi yang baik pada bangunan, informasi ruang, dan elevasi lantai yang rendah. Namun penerapan prinsip lain perlu ditambahkan, misalnya penyediaan jalur ramp diseluruh bangunan dan penggunaan guiding block pada jalur pedestrian dan koridor bangunan. Hal ini agar dapat meningkatkan kualitas fasilitas demi kenyamanan dan keamanan pengguna.
Understanding Changes in Architectural Form-Function-Meaning Relations: in the Case of Kampong Aquarium, Jakarta, Indonesia. Ashadi Ashadi; Ratna Dewi Nur'aini; Anisa Anisa; Finta Lissimia; Suriani Ngah Abdul Wahab
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 8, No 1 (2024): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.8.1.81-92

Abstract

The history of architectural theory can be seen as a debate between those who place more emphasis on form than function. or vice versa. It is around these themes that the differences between the architects of the late 19th century and the Modernists are best understood. Then came the architects of the postmodern period, in about the last quarter of the 20th century, who added aspects of meaning and considered them important in architecture. This paper aims to understand the form-function-meaning relation in architecture in the case of Kampong Aquarium, Jakarta, Indonesia, with an architectural qualitative descriptive method. The results of the study show that there has been a significant change in the form-function-meaning of Kampong Aquarium, especially since the evictions in 2016. Because the phenomenon of Architectural Change (form-function-meaning relationship) Kampong Aquarium is relatively new, there has not been much research on it. So that this research is expected to open up opportunities for further research with the same theme.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN PANTI WREDHA/SENIOR LIVING (STUDI KASUS: SENTRA TERPADU “PANGUDI LUHUR” BEKASI) Zahra, Latifah Az; Nur'aini, Ratna Dewi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.177-186

Abstract

ABSTRAK. Kesadaran terhadap kebutuhan pelayanan dan fasilitas bagi orang tua menurun, menciptakan masalah sosial. Pemerintah merespons dengan membentuk program kebijakan, termasuk pendirian panti wredha sebagai fasilitas perawatan pribadi bagi orang tua. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penghuni panti wredha adalah perempuan berusia 85 tahun ke atas. Motivasi para lanjut usia untuk memilih panti wredha melibatkan kekhawatiran akan kesendirian, ketidakmampuan untuk bergerak, dan perasaan kesepian di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menganalisis karakteristik dari panti wredha/senior living yang berkaitan dengan prinsip dan Konsep dari pendekatan arsitektur perilaku. Adapun objek yang akan menjadi bahan penelitian ini adalah Bangunan Sentra Terpadu “Pangudi Luhur” Bekasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survey lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hal ini mencakup desain bangunan yang mendukung aktivitas penghuni dan memperhatikan hubungan antara manusia dan lingkungannya. Hasil dari penelitian ini adalah Implementasi dari penerapan prinsip prinsip oleh sentra terpadu pangudi luhur seperti keamananan/ keselamatan yang memperhatikan beberapa aspek penting di dalamnya sampai ke aspek psikologis personalisasi yang membuat ruang jarak ke pada kehidupan sosial dengan kehidupan privat nya para lanjut usia, serta hasil dari aspek dari pendekatan arsitektur perilaku ruang personal, yang mencakup area tak kasat mata di sekitar individu, menjadi aspek kritis dalam memahami interaksi dan perilaku lanjut usia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.Kata Kunci: Arsitektur Perilaku, Panti Wredha, Senior Living, Sentra Terpadu “Pangudi Luhur” Bekasi. ABSTRACT. Awareness of the need for services and facilities for parents decreases, creating social problems. The government responded by establishing program policies, including the establishment of nursing homes as personal care facilities for the elderly. Research shows that the majority of nursing home residents are women aged 85 years and over. Motivations for elderly people to choose wredha underwear include concerns about being alone, inability to move, and feeling lonely at home. The aim of this research is to analyze the characteristics of nursing/senior living homes related to the principles and concepts of the behavioral architecture approach. The object that will be the material for this research is the Bekasi "Pangudi Luhur" Integrated Center Building. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through field surveys, interviews and literature studies. This includes building designs that support occupant activities and pay attention to the relationship between humans and their environment. The results of this research are the implementation of the principles by the Pangudi Luhur integrated center, such as security/safety which pays attention to several important aspects in it, up to the psychological aspects of personalization which create space for distance between social life and the private life of the elderly, as well as the results of aspects of the personal space behavioral architecture approach, which includes invisible areas around individuals, are important aspects in understanding the interactions and behavior of elderly people at the Pangudi Luhur Bekasi Integrated Center. Keywords: Behavioral architecture, nursing homes, senior living, Bekasi "Pangudi Luhur" Integrated     Center.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR TERITORI PADA GLOBAL SEVILLA SCHOOL PULOMAS Hasanah, Cecile Daraceti; Nur’aini, Ratna Dewi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.39-44

Abstract

ABSTRAKKepribadian dan kualitas individu dimasa dewasa sangat dipengaruhi oleh pengalaman pendidikan yang diperoleh selama masa kanak-kanak serta perlunya perhatian khusus pada pendidikan anak dalam perkembangannya. Sekolah Dasar adalah bentuk pendidikan formal paling dasar di Indonesia, perjalanan enam tahun untuk anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun. Dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi pada berbagai bidang. Dalam penelitian konsep arsitektur teritori pada sebuah bangunan sekolah dasar ini bertujuan mengidentifikasi teritori dan wilayah seseorang dalam bangunan pendidikan dengan lingkungan upaya pembentukan prilaku pada bangunan sekolah dasar. Dalam Indonesia masih kurangnya batasan-batasan yang di lakukan untuk beberapa manusia baik anak kecil ataupun dewasa hal ini mempengaruhi perkembangan dan kualitas lingkungan seorang anak makan dari itu di perlukan Penelitian ini menggunakan konsep Arsitektur teriotri pada bangunan pendidikan yang akan mempengaruhi prilaku sesorang. metode penelitian kuasi kualitatif. Penerapan konsep teritorialitas pada perilaku anak-anak dan dewasa, membantu adanya penyesuaian kebutuhan, privasi, dan kenyamanan. Dalam segi perilaku, dewasa memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti tidak ingin adanya gangguan dari anak-anak dan memerlukan ruang khusus untuk berinteraksi sesama dewasa maupun untuk dirinya sendiri begitupun juga dengan anak-anak membutuhkan privasi untuk dapat berinteraksi dengan temannya secara bebas.  Kata Kunci: Arsitektur, Arsitektur teritori, sekolah dasarABSTRACT. The personality and quality of individuals in adulthood is greatly influenced by the educational experience gained during childhood as well as the need for special attention to the education of children in their development. Primary school is the most basic form of formal education in Indonesia, a six-year journey for children aged 7 to 12 years old. With the times and advances in technology in various fields. In researching the concept of territorial architecture in educational buildings, the aim is to identify a person's territory and territory in an educational building with an environment to shape behavior in educational buildings. In Indonesia, there is still a lack of restrictions for some humans, both small children and adults, this affects the development and quality of the environment for a child to eat. This research uses the concept of territorial architecture in educational buildings which will affect a person's behavior.This research uses quasi-qualitative research methods. The application of the concept of territoriality to the behavior of children and adults, helps to adjust the needs, privacy and comfort. In terms of behavior, adults have a number of things that need attention, such as not wanting distractions from children and needing a special space to interact with fellow adults and for themselves as well as children needing privacy to be able to interact with their friends freely.Keywords: Architecture, Territorial architecture, Education, Behavioral architecture
KAJIAN KONSEP MODERN VERNAKULAR PADA GRAND SOLL MARINA HOTEL TANGERANG Rasid, Cahyo Abi; Nur'aini, Ratna Dewi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.79-84

Abstract

 ABSTRAKArsitektur modern vernakular merupakan sebuah konsep yang berasal dari aliran post modern. Modern vernakular merupakan perpaduan dari arsitektur modern dan arsitektur vernakular. Modern vernakular merupakan desain bangunan yang mengutamakan kesederhanaan dalam segi bentuk dan meninggalkan macam-macam ornament. Hunian vertikal hotel merupakan salah satu bangunan yang terdapat nilai-nilai modern vernakular karena adanya penerapan unsur budaya sekitar pada bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan konsep modern vernakular pada hunian vertikal hotel. Pada penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif untuk mendeskripsikan keadaaan pada lapangan secara mendalam dan menghasilkan konsep modern vernakular. Dengan adanya penelitian ini mampu mendeskripsikan penerapan konsep modern vernakular pada hunian vertikal hotel. Penelitian ini memiliki studi kasus yaitu bangunan hotel Grand Soll Marina Hotel Tangerang. Dengan menerapkan ciri-ciri arsitektur modern vernakular dalam penelitian, maka dapat melestarikan budaya lokal seiring dengan kemajuan zaman. Dalam penerapannya menganut bentuk standar dengan makna baru, bentuk tradisional dengan dikemas dengan modern, mengintegrasikan ruang interior dan eksterior, serta menggunakan material lokal di setiap ruang. Kata Kunci: arsitektur modern, arsitektur vernakular, hotel, hunian vertikal, dan modern vernakular.  ABSTRACTModern vernacular architecture is a concept that originates from the post modern school. Modern vernacular is a blend of modern architecture and vernacular architecture. Modern vernacular is a building design that prioritizes simplicity in terms of form and abandons various ornaments. The vertical occupancy of the hotel is one of the buildings that has vernacular modern values due to the application of surrounding cultural elements to the building. This research was conducted to determine the application of modern vernacular concepts to vertical hotel occupancy. In this study, a qualitative description method was used to describe the situation in the field in depth and produce a modern vernacular concept. This research is able to describe the application of modern vernacular concepts to vertical hotel occupancy. This research has a case study, namely the Grand Soll Marina Hotel Tangerang hotel building. By applying the characteristics of vernacular modern architecture in research, it is possible to preserve local culture along with the progress of the times. In its application, it adheres to standard forms with new meanings, traditional forms packaged in a modern way, integrating interior and exterior spaces, and using local materials in each space. Keywords: Modern architecture, vernacular architecture, hotels, vertical residences, and modern vernacular.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR ISLAMI PADA BANGUNAN PESANTREN TAHFIDZ QURAN AL-HIKMAH BOGOR Satrio, Muhammad Ichsan; Nur’aini, Ratna Dewi
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 10 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i10.2569

Abstract

Konsep arsitektur islami dalam suatu bangunan sebagai salah satu cara seorang arsitek dalam memberikan kesan nilai dan prinsip pada suatu bangunan khususnya bangunan pesantren. Penerapan prinsip konsep arsitektur islami yang diterapkan pada bangunan pondok pesantren terdiri dari delapan prinsip yaitu prinsip pengingat kepada Tuhan, prinsip pengingat pada ibadah dan perjuangan, prinsip pengingat pada kehidupan setelah kematian, prinsip pengingat akan kerendahan hati, prinsip pengingat akan wakaf dan kesejahteraan publik, prinsip pengingat terhadap toleransi kultural, prinsip pengingat akan kehidupan berkelanjutan dan prinsip pengingat tentang keterbukaan. Dengan adanya prinsip arsitektur islami yang diterapkan pada bangunan menjadikan suatu ciri dan juga nilai-nilai islami yang terkandung didalamnya menjadi suatu konsep yang kuat terhadap suatu bangunan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan pendekatan deskriptif kualitatif dimana metode pendekatan ini merupakan penelitian yang bersifat mendeskripsikan penelitian dengan melalui data yang sudah terkumpul sehingga penelitian dapat diproses dan dapat dipertanggungjawabkan dengan berdasarkan data-data yang didapat pada saat pengumpulan data-data secara primer maupun sekunder.