Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Masjid Berbasis Komunitas di Desa Kuripan II, Provinsi Sumatera Selatan Ashadi, Ashadi; Nur'aini, Ratna Dewi; Sumiahadi, Ade; Lissimia, Finta
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i07.2442

Abstract

Masyarakat Desa Kuripan 2, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan membutuhkan masjid. Pembangunan masjid dilatarbelakangi masjid eksisting yang kondisinya perlu diperbarui. Pembangunan masjid direncanakan di tanah kosong dengan bangunan baru. Perwakilan masyarakat berniat menggalang dana untuk pembangunan masjid tersebut. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat Desa Kuripan 2 mendesain masjid sesuai kebutuhan dan karakter lingkungan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pemahaman komunitas sasaran, perencanaan program, dan metode pelaksanaan. Metode pelaksanaan adalah kegiatan desain masjid dari data lingkungan dan diskusi dengan perwakilan masyarakat. Desain masjid yang dihasilkan bisa menampung kapasitas lebih besar dari masjid eksisting dengan gaya arsitektur minimalis vernakular. Gaya arsitektur minimalis vernakular adalah hasil diskusi tim pelaksana dengan masyarakat Desa Kuripan 2. Hasil akhir desain telah disetujui dan telah diserahterimakan kepada perwakilam masyarakat Desa Kuripan 2. Hasil desain adalah gambar denah, tampak, potongan, detail ornamen, perspektif eksterior, dan perspektif interior.
STRATEGI PENATAAN BANGUNAN SEBAGAI RESPON PERUBAHAN SPASIAL PADA HUNIAN VERNAKULAR DI KOTA LAMA KUDUS: (Kasus Studi : Rumah Kilungan) Anisa, Anisa; Nur'aini, Ratna Dewi; Nurjannah, Irma; Lissimia, Finta
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v21i2.18444

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan proses induktif pada hunian vernakular yaitu rumah kilungan di Kota Lama Kudus. Jumlah kasus penelitian 10 kasus, ditentukan pada saat observasi lapangan. Pengumpulan data menggunakan observasi lapangan dan wawancara bersamaan dengan analisis penelitian untuk mendapatkan temuan pada tiap kasus. Proses akhir analisis adalah melakukan dialog antar tema temuan sampai didapatkan strategi penataan bangunan pada hunian vernakular di Kota Lama Kudus. Hasil penelitian ini adalah adanya tiga konsep yang mendasari keberlanjutan dan perubahan spasial yaitu hirarki, sakralitas, dan adaptasi spasial. Ketiga konsep ini yang berpengaruh terhadap strategi penataan bangunan pada rumah kilungan. Strategi penataan bangunan berkaitan dengan penataan ruang, karena strategi penataan berkaitan dengan aspek mikro dan makro. Urutan pada strategi penataan ini berkaitan dengan hirarki dan sakralitas ruang. Sehingga temuan akhir adalah integrasi hirarki-sakralitas-adaptasi yang terwujud pada penataan bangunan pada hunian vernakular.  
FENOMENA PESANTREN DI KOTA LAMA KUDUS DALAM PERSPEKTIF ARSITEKTUR DAN BUDAYA LOKAL Anisa, Anisa; Nur'aini, Ratna Dewi
NALARs Vol. 25 No. 1 (2026): NALARs Vol 25 No 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam pembentukan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kudus, khususnya di wilayah Kudus Kulon atau Kota Lama Kudus. Namun demikian, kajian arsitektur di kawasan Kota Lama Kudus hingga kini masih didominasi oleh pembahasan rumah tradisional joglo pencu dan permukiman tradisionalnya. Sementara keberadaan pesantren belum banyak dikaji sebagai bagian dari struktur arsitektur kawasan bersejarah yang ada hingga saat ini. Dalam konteks budaya lokal, masyarakat Kudus Kulon dikenal dengan falsafah gusjigang (bagus akhlaknya, rajin mengaji, pandai berdagang) yang tidak hanya membentuk etos sosial dan ekonomi, tetapi juga memengaruhi pola kehidupan, ruang dan permukiman di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pesantren di Kota Lama Kudus dari perspektif arsitektur dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melalui observasi spasial, dokumentasi arsitektural, serta wawancara mendalam dengan pengguna pesantren, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren di Kota Lama Kudus berkembang secara organik, menyatu dengan pola permukiman tradisional, serta merepresentasikan nilai-nilai gusjigang dalam kesederhanaan bentuk, fleksibilitas tata ruang, dan keterbukaannya terhadap aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan keislaman, tetapi juga berperan sebagai simpul budaya yang menjaga kesinambungan tradisi keilmuan, keagamaan, dan identitas kawasan Kota Lama Kudus. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan pesantren sebagai arsitektur budaya lokal yang dipengaruhi oleh nilai gusjigang dan terintegrasi dengan struktur kawasan kota bersejarah. Boarding schools (pesantren) are Islamic educational institutions that play a crucial role in shaping the social and cultural life of the Kudus community, particularly in the Kudus Kulon area, also known as the Old City of Kudus. However, architectural studies in the Old City of Kudus have been dominated by discussions of the traditional joglo pencu houses and their traditional settlements. However, the presence of boarding schools (pesantren) within the historic area's architectural structure remains largely unexplored. Within the context of local culture, the people of Kudus Kulon are known for their gusjigang (good morals, diligent recitation of the Quran, and skillful trading) philosophy, which not only shapes their social and economic ethos but also influences patterns of life, space, and settlement within the area. This study aims to examine boarding schools in Kudus' Old City from the perspective of local architecture and culture. This research uses a qualitative approach, through spatial observation, architectural documentation, and in-depth interviews with boarding school users and the surrounding community. The results of this study indicate that Islamic boarding schools in Kudus' Old City developed organically, blending with traditional settlement patterns and representing the values of gusjigang through their simplicity of form, flexibility in spatial planning, and openness to the community's social and religious activities. Islamic boarding schools not only function as spaces for Islamic education, but also act as cultural hubs that maintain the continuity of scientific and religious traditions and the identity of the Kudus Old City area. The novelty of this study lies in interpreting Islamic boarding schools as local cultural architecture influenced by gusjigang values and integrated into the structure of the historic city area.
Perubahan Tata Ruang dan Fungsi Kampung Akuarium, Jakarta Ashadi, Ashadi; Nur'aini, Ratna Dewi; Lissimia, Finta; Anisa, Anisa; Wahab, Suriani Ngah Abdul
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 1 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i1.55928

Abstract

Kampung Akuarium is one of the historical places in the coastal area of North Jakarta. At the beginning, the area of Kampung Akuarium was dominated by swamps, so houses were built using stilt house construction. The development into a dense settlement which was then carried out evictions in the area and now it has become a residential area with the establishment of flats whose plans consist of 5 blocks. The purpose of this study is to explore in depth the changes that occur (especially regarding the function and spatial structure of the building and the surrounding environment) in Kampung Susun Akuarium. This study uses a qualitative descriptive method with historical and architectural approaches to analyze problems in depth by exploring social and architectural phenomena. from time to time through detailed and in-depth data collection sourced from observations, interviews, documents and object description reports. Changes that occurred in the Kampung Susun Akuarium Jakarta before and after the eviction were found in land function, type of building, spatial planning, building construction, house function, home ownership status, socio-economic conditions, and behavior.