Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perkebunan Karet dan Dinamika Ekonomi Petani: antara Harapan dan Kenyataan Ega Nasywa; Rusdi Effendi; Wisnu Subroto; Fitri Mardiani; Dewicca Fatma Nadilla; Rochgiyanti
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i1.18411

Abstract

Perekonomian merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia khususnya Desa Hukai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak dari perkebunan karet terhadap perekonomian petani karet dan untuk mengetahui pendapatan petani karet ini bisa mensejahterakan keluarga. Perkebunan karet mempunyai peranan penting dalam perekonomian perdesaan di Desa Hukai, karena menjadi sumber pendapatan paling utama masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perkebunan karet (Hevea brasiliensis) terhadap perekonomian petani di Desa Hukai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Karet merupakan salah satu komoditas utama yang berperan penting dalam perekonomian lokal, meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga dan perubahan cuaca. Dengan adanya perkebunan karet menjadikan sektor ini sebagai sumber utama pendapatan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data dari petani pemilik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani karet sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga karet di pasar global. Ketika harga karet tinggi, pendapatan petani meningkat, yang berimbas pada perbaikan kesejahteraan sosial dan ekonomi keluarga. Sebaliknya, fluktuasi harga yang tajam dan ketergantungan terhadap musim juga dapat menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan ekonomi petani karet di Desa Hukai memerlukan kebijakan yang mendukung peningkatan produktivitas dan diversifikasi produk karet, serta perlunya bantuan pemerintah dalam mengatasi permasalahan fluktuasi harga. Diversifikasi produk dan pemanfaatan teknologi pengolahan karet dapat menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung keberlanjutan sektor perkebunan karet di wilayah.
Revitalisasi Musik Panting Banjar melalui Workshop Partisipatif bagi Siswa Sekolah Menengah Atas di Banjarmasin Wisnu Subroto; Willy Alfarius; Mansyur Mansyur; Rusdi Effendi
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25967

Abstract

Musik panting Banjar merupakan salah satu warisan budaya musikal yang memiliki nilai artistik, sosial, dan identitas lokal yang penting bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Di tengah arus globalisasi, perubahan selera generasi muda, dan dominasi budaya populer digital, keberlanjutan musik panting menghadapi tantangan serius, terutama dalam aspek regenerasi pelaku dan perluasan ruang belajar bagi kalangan muda. Artikel ini bertujuan menganalisis pentingnya workshop musik panting Banjar sebagai strategi revitalisasi budaya bagi siswa sekolah menengah atas di Banjarmasin, sekaligus mendeskripsikan dokumentasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, dokumentasi kegiatan, dan evaluasi proses. Hasil kajian dan dokumentasi menunjukkan bahwa workshop musik panting dapat berfungsi tidak hanya sebagai media transfer keterampilan bermain musik, tetapi juga sebagai ruang pewarisan nilai budaya, pembentukan identitas lokal, penguatan kreativitas, dan pengembangan kompetensi sosial siswa. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa model workshop partisipatif mampu membangun keterlibatan siswa melalui demonstrasi instrumen, diskusi, praktik terbimbing, dan interaksi langsung dengan pegiat seni. Dengan demikian, workshop musik panting bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan strategi kebudayaan yang berorientasi pada keberlanjutan tradisi dalam kehidupan modern.