Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Limbah Kain Poliester terhadap Kinerja Marshall Campuran AC-WC Asbuton dengan Modifikasi Crumb Rubber dan Unsaturated Polyester Resin Senopati Wibisono Heru; Lalu Fitra Fajar Imani; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah kain poliester terhadap kinerja Marshall campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) berbasis Asbuton yang dimodifikasi dengan Crumb Rubber (CR) dan Unsaturated Polyester Resin (UPR), serta menentukan kadar optimum limbah kain poliester pada masing-masing sistem modifikasi. Penelitian menerapkan metode pencampuran basah (wet process), dengan Asbuton B 50/30 sebesar 8% terhadap berat campuran, CR sebesar 10%, dan UPR sebesar 5%, sedangkan limbah kain poliester divariasikan pada kadar 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% terhadap Kadar Aspal Optimum (KAO). Seluruh pengujian mengacu pada Pedoman Spesifikasi Teknis Campuran Beraspal dengan Asbuton Tahun 2013 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2025, dilengkapi dengan analisis statistik One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAO campuran AC-WC Asbuton diperoleh sebesar 6,5%. Pada campuran dengan CR, seluruh variasi kadar limbah kain poliester (1%-9%) memenuhi persyaratan Marshall, dengan performa terbaik pada kadar 9% (stabilitas 1946,413 kg; Marshall Quotient 676,064 kg/mm). Pada campuran dengan UPR, hanya kadar 3% dan 9% yang memenuhi seluruh parameter, dengan kadar optimum pada 3% (stabilitas 2281,175 kg; Marshall Quotient 712,755 kg/mm). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa variasi kadar limbah kain poliester berpengaruh signifikan terhadap stabilitas dan Marshall Quotient pada kedua sistem modifikasi, serta berpengaruh signifikan terhadap VIM, VMA, dan VFB pada sistem UPR. Kombinasi limbah kain poliester dengan crumb rubber terbukti memberikan rentang kadar aplikasi yang lebih luas dan kinerja campuran yang lebih stabil dibandingkan dengan UPR, sehingga lebih direkomendasikan untuk pemanfaatan limbah tekstil dan ban bekas secara maksimal pada konstruksi perkerasan jalan.
Pengaruh Penambahan Styrene Butadiene Rubber (SBR) terhadap Karakteristik Marshall Perkerasan AC-WC Asbuton Lisa Pepi Arumi W; Diska Pricilia Ayuka Putri; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal Buton (Asbuton) merupakan salah satu material yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan perkerasan jalan. Namun, sifatnya yang relatif kaku dan getas dapat menurunkan fleksibilitas campuran beraspal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan Styrene Butadiene Rubber (SBR) terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC berbasis Asbuton serta menentukan kadar SBR yang paling optimum. Campuran menggunakan Asbuton tipe B 50/30 sebesar 15% dari berat total campuran dengan variasi kadar SBR 4%, 5%, 6%, dan 7% terhadap berat aspal, serta kadar aspal 6%, 7%, dan 8%. Parameter yang dievaluasi meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB). Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, Two-Way ANOVA, dan Robust Test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SBR memberikan pengaruh terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC berbasis Asbuton. Berdasarkan hasil optimasi menggunakan metode grafik 3D, kadar SBR optimum diperoleh sebesar 5% dengan kadar aspal optimum (KAO) 6,72%, yang memenuhi seluruh persyaratan Spesifikasi Teknis Bina Marga 2025. Penerapan SBR mampu meningkatkan keseimbangan antara stabilitas dan fleksibilitas campuran, sehingga berpotensi meningkatkan kinerja perkerasan jalan.   Kata kunci: Aspal, Styrene Butadiene Rubber, Marshall, AC-WC, Asbuton.
Pengaruh Penambahan Nano Silika (SiO₂) dan Crumb Rubber terhadap Karakteristik Marshall AC-WC Asbuton Shabrina Faza Zakiyya; Kayla Farah Salsabila; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan aspal di Indonesia yang masih bergantung pada aspal minyak impor mendorong pemanfaatan material lokal, salah satunya Aspal Buton (Asbuton), pada campuran perkerasan jalan. Penelitian ini mengkaji penggunaan Asbuton sebesar 15% pada campuran AC-WC, melebihi kadar standar Bina Marga (7–10%), yang dimodifikasi dengan Nano Silika (SiO₂) dan Crumb rubber untuk mengatasi peningkatan kekakuan sekaligus menjaga fleksibilitas campuran. Nano Silika digunakan sebesar 2% terhadap berat aspal, sedangkan Crumb rubber divariasikan sebesar 7%, 10%, 13%, dan 16% terhadap berat aspal, dengan variasi kadar aspal 6%, 7%, dan 8%. Karakteristik Marshall dianalisis menggunakan metode grafik pita dan grafik 3D, sedangkan pengaruh masing-masing faktor dianalisis secara statistik menggunakan Robust Tests of Model Effects. Hasil menunjukkan kadar aspal berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter Marshall dengan memengaruhi kepadatan dan pengisian rongga campuran, variasi aditif berpengaruh signifikan terhadap stabilitas, MQ, VIM, VMA, dan VFB melalui peningkatan daya rekat dan kepadatan namun tidak cukup mengubah kemampuan deformasi (flow), sedangkan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter, menunjukkan pengaruh kadar aspal yang berbeda pada tiap variasi campuran. Rentang kadar aspal optimum diperoleh sebesar 6,95–7,46% (grafik pita) dan 6,94–7,50% (grafik 3D) dengan kombinasi Nano Silika 2% dan Crumb rubber 7–16%, di mana seluruh parameter memenuhi spesifikasi Marshall. Penggunaan Asbuton 15% terbukti mampu mengurangi kebutuhan aspal minyak tanpa menurunkan kinerja campuran. Kata kunci : AC-WC Asb, Asbuton, Nano Silika, Crumb rubber, Marshall
PENGARUH VARIASI KADAR NANO ZEOLIT TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC ASBUTON PENGARUH VARIASI KADAR NANO ZEOLIT TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC ASBUTON Rahmadhani, Anidhea; Cantika Mutiara Mulyadi; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan di Indonesia mendorong pemanfaatan material lokal berupa Aspal Buton (Asbuton) sebagai substitusi aspal minyak impor. Peningkatan proporsi Asbuton dalam campuran beraspal berpotensi menekan ketergantungan terhadap aspal minyak, namun sifatnya yang relatif kaku meningkatkan risiko keretakan sehingga diperlukan bahan aditif berupa nano zeolit yang mengandung silika (SiO2), alumina (Al2O3), serta kation alkali dan alkali tanah (Na+, K+, Ca2+, Mg2+) untuk memperbaiki kinerja campuran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar nano zeolit terhadap karakteristik Marshall campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb) dengan kadar Asbuton 15%, serta menentukan kadar nano zeolit optimum yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Benda uji dibuat dengan aspal penetrasi 60/70, Asbuton B 50/30 sebesar 15%, dan nano zeolit pada kadar 0%; 0,6%; 0,8%; 1%; dan 1,2% terhadap berat campuran, pada variasi kadar aspal 6%, 7%, dan 8%. Parameter Marshall yang diuji meliputi stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), Void in the Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB), yang selanjutnya dianalisis melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan Generalized Linear Model (GLM) Robust, serta ditentukan kadar optimumnya melalui metode grafik pita dan pemodelan permukaan respon tiga dimensi (3D) menggunakan MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal, kadar nano zeolit, dan interaksi keduanya berpengaruh sangat signifikan (p < 0,05) terhadap seluruh parameter Marshall kecuali terhadap Flow secara mandiri. Metode grafik pita menghasilkan Kadar Aspal Optimum (KAO) pada rentang 6,89-7,69% untuk kadar nano zeolit 0,6-1,2%, sedangkan pemodelan permukaan respon 3D menetapkan titik komposisi paling optimum pada kadar aspal 6,91% dengan kadar nano zeolit 0,91%, yang menghasilkan karakteristik Marshall terbaik dan memenuhi seluruh persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Kata Kunci: Asbuton, AC-WC Asbuton, nano zeolit, karakteristik Marshall, kadar optimum
Studi Karakteristik Marshall Campuran Lapis Aus Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan Penambahan Serat Batang Pisang Abaka (Musa textilis) Immanuel, Timothy; Pramarta, Ananta; Bowoputro, Hendi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan jalan memerlukan campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan karakteristik Marshall yang baik. Penelitian ini memanfaatkan serat batang pisang abaka (Musa textilis) sebagai bahan tambah alami (additive) karena memiliki kekuatan tarik tinggi dan stabilitas termal yang baik pada suhu pencampuran Hot Mix Asphalt. Penelitian  bertujuan menganalisis pengaruh kadar serat dan kadar aspal terhadap karakteristik Marshall AC-WC serta menentukan kadar optimum sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Variasi kadar serat yang digunakan yaitu 0,15%, 0,30%, 0,45%, dan 0,60% terhadap  berat total campuran, sedangkan variasi kadar aspal sebesar 5,5%, 6,5%, dan 7,5% terhadap  berat total campuran. Data dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA, sedangkan kadar optimum ditentukan dengan Metode Grafik Pita dan Grafik 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar serat dan kadar aspal memengaruhi karakteristik Marshall, dengan kadar optimum serat sebesar 0,24-0,31% dan kadar aspal sebesar 6,53-6,71%  terhadap berat total campuran. Kombinasi tersebut memenuhi persyaratan Spesifikasi  Umum Bina Marga Tahun 2025. 
Analisis Potensi Pengguna dan Tarif Jalan Tol Malang-Kepanjen Berdasarkan Metode Stated Preference, ATP, dan WTP Rafi, Helmi; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan volume kendaraan pada koridor Malang-Kepanjen menurunkan kinerja lalu lintas jalan eksisting sehingga mengganggu konektivitas antarwilayah. Penelitian ini bertujuan memprediksi potensi pengguna dan tarif ideal Jalan Tol Malang-Kepanjen menggunakan metode Stated Preference, ATP, dan WTP. Survei traffic counting 24 jam dilakukan pada ruas Pakisaji-Kepanjen dan Bululawang-Kepanjen, dilanjutkan Road Side Interview di lima lokasi dengan 400 responden Golongan I. Potensi peralihan dianalisis dengan model logit binomial yang menghubungkan VCR dengan skenario tarif. Pergerakan dominan terjadi pada rute Malang-Kepanjen sebesar 30,8% dari total pergerakan, mengindikasikan tingginya potensi peralihan ke tol. Tarif ideal Golongan I adalah Rp850,00/km, titik keseimbangan ATP-WTP, karena hasil Stated Preference Rp1.250,00/km melampaui kemampuan masyarakat. Pada jam puncak, probabilitas peralihan lebih dari 71%, setara 13.604 kendaraan/hari (Pakisaji-Kepanjen) dan 13.041 kendaraan/hari (Bululawang-Kepanjen). Tarif golongan lain: Rp1.275,00/km (II & III) dan Rp1.700,00/km (IV & V), sehingga struktur tarif ini dinilai paling realistis dan berkelanjutan.   Kata Kunci: Jalan Tol Malang-Kepanjen, potensi pengguna, stated preference, tarif tol, ability to pay, willingness to pay.
Pengaruh Penambahan Serat Kenaf Terhadap Kinerja Marshall pada Campuran (AC-WC) Anugrah, Ixco; Hendi Bowoputro; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat alam berpotensi meningkatkan kinerja campuran beraspal sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan tambah sintetis. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh panjang dan kadar serat kenaf terhadap karakteristik Marshall campuran asphalt concrete-wearing course (AC-WC) dan menentukan kombinasi yang memenuhi seluruh persyaratan kinerja. Aspal penetrasi 60/70 dan agregat terlebih dahulu dikarakterisasi. Kadar aspal optimum sebesar 6,5% ditetapkan dari seri kadar aspal 5%, 6%, dan 7% menggunakan metode grafik pita. Rancangan faktorial 3 x 3 terdiri atas panjang serat 6, 8, dan 10 mm serta kadar serat 0,2%, 0,3%, dan 0,4% terhadap berat agregat kering, dengan tiga ulangan untuk setiap kombinasi. Serat dikeringkan pada suhu ruang selama 24 jam, dicampurkan pada 160 °C, dan benda uji dipadatkan sebanyak 75 tumbukan pada setiap sisi. Parameter yang dianalisis meliputi VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan Marshall quotient (MQ). Dua kombinasi memenuhi seluruh batas rata-rata Bina Marga 2025, yaitu 8 mm/0,3% dan 10 mm/0,3%. Kombinasi 10 mm/0,3% dipilih karena menghasilkan stabilitas lebih tinggi, dengan VIM 4,67%, VMA 18,23%, VFB 74,63%, stabilitas 1.369,59 kg, flow 3,87 mm, dan MQ 355,08 kg/mm. Stabilitas tertinggi terjadi pada 10 mm/0,4%, tetapi kombinasi tersebut tidak memenuhi batas VIM, VFB, dan flow. ANOVA dua arah menunjukkan bahwa panjang serat berpengaruh signifikan terhadap VFB, stabilitas, flow, dan MQ; kadar serat hanya berpengaruh terhadap flow; dan seluruh interaksi tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi serat kenaf harus mempertimbangkan seluruh respons Marshall, bukan stabilitas saja. Kata kunci: AC-WC, serat kenaf, uji Marshall, panjang serat, bahan tambah alami, ANOVA dua arah.
Evaluasi Kebutuhan Bangunan Halte Bus Trans Jatim Koridor I Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal dan Metode IPA (Segmen Terminal Landungasari – Terminal Batu) Pamungkas, Tri Anggara; Hendi Bowoputro; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Layanan Bus Trans Jatim Koridor I pada segmen Terminal Landungsari-Terminal Batu menghadapi distribusi beban penumpang yang tidak merata dan kesenjangan prasarana halte terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian ini bertujuan menghitung aktivitas penumpang pada setiap halte, mengevaluasi kondisi fisik dan geometrik halte, menentukan prioritas peremajaan berdasarkan persepsi pengguna, serta menyusun rekomendasi desain prasarana. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui survei dinamis di dalam bus pada empat sesi perjalanan, observasi checklist 14 atribut fasilitas berdasarkan PM 29 Tahun 2015, pengukuran geometrik berdasarkan KP 271/1996, dan kuesioner skala Likert 1-5 kepada 108 pengguna. Data dianalisis menggunakan Gap Analysis dan Importance Performance Analysis (IPA). Survei mencatat 116 aktivitas naik-turun, terdiri atas 39 penumpang naik dan 77 penumpang turun. Terminal Batu menjadi halte tersibuk dengan 60 aktivitas atau 51,7%, sedangkan dua halte teratas menyumbang 61,2% dari seluruh aktivitas. Pemenuhan fasilitas tertinggi terdapat pada aspek keamanan sebesar 91,67%, sedangkan aspek kesetaraan sebesar 0%. Seluruh halte belum memenuhi panjang minimum ruang tunggu karena dimensi eksisting hanya 4,00 m dibandingkan standar 12,00 m. Sebanyak 21 dari 23 atribut memiliki gap negatif; kesenjangan terbesar terdapat pada lampu penerangan malam hari (-0,54). IPA menempatkan lima atribut pada Kuadran I, yaitu lampu malam, marka pembatas halte, pemisahan area tunggu dari lajur kendaraan, guiding block, dan ramp kursi roda. Terminal Batu ditetapkan sebagai prioritas sangat tinggi. Rekomendasi utama berupa halte 12,00 x 2,00 m berkapasitas 48 orang serta penambahan fasilitas keselamatan dan aksesibilitas pada empat halte prioritas.   Kata Kunci: Halte Bus, Trans Jatim, Standar Pelayanan Minimal, Importance Performance Analysis, Gap Analysis.
Pengaruh Penambahan Serat Eceng Gondok terhadap Karakteristik Marshall AC-WC Asbuton Haura Azzah Jalilah Samodra Putri; Nayaka Danang Sayyidina; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pemanfaatan Asbuton dilakukan untuk menekan ketergantungan pada aspal impor serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan yaitu dengan menambahkan serat eceng gondok sebagai bahan aditif dalam campuran beraspal. Eceng gondok merupakan gulma air yang mengandung selulosa sehingga berpotensi meningkatkan karakteristik campuran beraspal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan serat eceng gondok terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC, membandingkan karakteristik campuran dengan penggunaan Asbuton 8% dan 15%, serta menentukan rentang Kadar Aspal Optimum (KAO) dan kadar serat eceng gondok optimum. Penelitian menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan Asbuton tipe B 50/30 sebesar 8% dan 15% terhadap berat campuran. Campuran dibuat menggunakan metode pencampuran kering (Dry Method). Campuran Asbuton 8% menggunakan kadar aspal 6.5% dengan variasi kadar serat eceng gondok 5%, 6%, dan 7%, sedangkan campuran Asbuton 15% menggunakan variasi kadar aspal 6%, 7%, dan 8% serta kadar serat eceng gondok 4%, 5%, 6%, dan 7%. Karakteristik campuran dievaluasi melalui Penilaian karakteristik campuran dilakukan berdasarkan hasil pengujian Marshall yang meliputi parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, serta MQ. Analisis statistik dilakukan menggunakan Generalized Linear Model (GLM) Robust, sedangkan penentuan KAO dan daerah optimum dilakukan menggunakan metode grafik pita dan grafik tiga dimensi (3D) berbantuan MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Asbuton 15% menghasilkan karakteristik volumetrik yang lebih baik, sedangkan Asbuton 8% memberikan nilai stabilitas dan Marshall Quotient (MQ) yang lebih tinggi. Analisis GLM Robust menunjukkan bahwa interaksi kadar aspal dan kadar serat eceng gondok berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter Marshall. Metode grafik pita menghasilkan rentang KAO sebesar 7.12%–7.69% dengan kadar serat optimum 4%, 5%, dan 6%, sedangkan metode grafik 3D menghasilkan rentang KAO sebesar 7.48%–7.87% dengan kadar serat optimum 4.14%–5.70%. Kata kunci: AC-WC Asbuton, serat eceng gondok, serat selulosa, pengujian Marshall.
Co-Authors ., Mala Achmad Wicaksono Adi Ratriyanto Adi, Musyaffa Adif WIldan Waladilmawa Agung, Annisa Tri Kurnia Anugerah Cahya Syahputra Anugrah, Ixco Arief Rachmansyah Aushilna Rahma Rabbani Bambang Harianto Benito Viorian Egidius Deswert Cantika Mutiara Mulyadi Dhena Arthamevia Dilla Ananda Octaviani Dio Adelian Putra Diska Pricilia Ayuka Putri Duhita Driyah Suprapti Eny Setyaningsih, Eny Erick Luckita Saputra Fahrial, Rival Farida Khusnawati Fatkhul Ardy Arista, Ongki Pranata , Febrianto, lham Bimo Felicia Larasati Firdausy, Nuur Annisa Fitri Rachmawati Grenaldi, Angeli Gladis Harnen Sulistio Hary Putra, Achmad Prayoga Haura Azzah Jalilah Samodra Putri Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hermawan, Yoga Hidayat, Samsul Arif Immanuel, Timothy Intifada, Roizan Irfan Zain Al Anwar, Muhammad firman Bilhaq Jossie Mutiara Putri Juniawan, Diaz Muhammad Kayla Farah Salsabila Kefas Lambang El Shadai, Kefas Lambang El Shadai Khairunnisa, Rahmasari Kusumadewi, Intan Rosma Lalu Fitra Fajar Imani Lanjar Sumarno Lasmini Ambarwati Latuba Farma, Indira Thenisia Liliy A.C.S. Demotokay, Dinda Fitri Agustin , Lisa Pepi Arumi W Ludfi Djakfar M. Ruslin Anwar M. Zainul Arifin M.Arief Munandar, Aulia Rizki Fauzi Machsusiyah, Firanda Nuriszatul Marhaeni, Bunga Mega Martin Paidotua Pangaribuan Maulana, Hafiz Ilham Mikael Sihite Muhamad Panji Danisworo Muhammad Fajri Almunawar Muhammad Hanif Muhammad Insanul Qolby Muhammad Wahyu Hidayat Muhammad, Nabil Mukhammad Yusuf Mashuri Mustaqiem, Muhammad Nafiis Wirdiyan Natrisye Wahyuning Septiana Nayaka Danang Sayyidina Novyana, Teofani Rizkhy Nugraha Djoeddawi, Andi Hadid Septi Nugraha, Aviantara Wahyu Oktaviana, Priska Ika Pambuko, Galih Pamungkas, Tri Anggara Paramarta, Andrew Pradista, Luthfi Adya Pramarta, Ananta Pramono, Pradipta Bayuaji Pratama, Kukuh Putra, Bambang Perwira Putra, Septeryan Dwi Purnomo Putro, Bayu Bimantoro Rafi, Helmi Rahmadhani, Anidhea Ratih Artanti Rini Armin Rizky Mubarak Robby Fredyanto, MuhammadIqbal Zuhdi Romadhon, Firdausy Ilham Sahara, Ahmad Saifoe El Unas Salsabila Putri, Nadya Salsha Syarofiah Ariyanto Sandya Adhi Ramadhani, Randy Christopher Garing Satrio, Bagas Wisesa Senopati Wibisono Heru Shabrina Faza Zakiyya Sigit PRASTOWO Silmy Adani, Sakila Herfiana Sumantri, Rifky Wijaya Syahrir, Hardiyansah Tanjung Hidayat S.H, M. Rizal alfadin Teges Prameswari Puspa Amara Verlandes, Yuliasnita Wahyu Cahyo Budiarto Wibowo, Rizki Arif Wicaksono, Ahmad Wicaksono, Ahmad Widyas, Nuzul Winardy, Chanza Islamy Yashinta Petrina Sari, Fredda Setya H. A. A. , Yuda Ainur Rofiq