Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI SABUN PADAT TRANSPARAN DENGAN SARI DAGING BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Amelia Nissy Theresia Jireh Dhara; Santi Sinala; St Ratnah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 1 (2023): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun padat transparan merupakan salah satu sediaan dalam bidang kefarmasian. Untuk membuat sediaan sabun padat transparan dilakukan serangkaian prosedur yang diharap tidak menimbulkan permasalahan guna mempertahankan kestabilan mutu fisik sediaan tersebut. Sebagai sediaan yang dikenal akan kealamiannya berdasarkan tampilan yang transparan, maka sediaan akan diformulasikan dengan bahan alam yaitu sari daging buah naga merah sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji stabilitas mutu fisik sedian sabun padat transparan yang diformulasikan bersama bahan alami sari daging buah naga merah sebagai antioksidan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil pengujian mutu fisik sediian sabun padat transparan dengan sari daging buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang meliputi uji organoleptik, transparansi sabun, Ph, stabilitas busa dan homogenitas sediaan dinyatakan sesuai dengan syarat mutu fisik sediaan.
Formulasi Emulgel Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Poiret) Dengan Variasi Gelling Agent Alfiyani Bakri; Santi Sinala; St. Ratnah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu mengandung senyawa antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ubi jalar ungu diformulasikan menjadi sediaan topical emulgel. Sediaan emulgel memiliki keuntungan dibandingkan sediaan gel atau sediaan emulsi saja karena emulgel merupakan gabungan dari emulsi dan gel yang terdiri atas dua fase yaitu fase minyak dan fase air sehingga dapat melarutkan bahan-bahan yang bersifat hidrofobik. Selain itu adanya fase minyak dapat membuat bahan obat akan menempel lebih lama pada kulit dengan daya sebar yang baik dan mudah dalam pengaplikasiannya di kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Dibuat 3 formulasi emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Formula 1 mengandung Carbopol 1%, formula 2 mengandung Carrageenan 1% dan formula 3 mengandung Carbopol 1% dan Carrageenan 1%. Uji fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji   daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe emulsi dan uji hedonik. Hasil dari pengujian stabilitas mutu fisik didapatkan formula 1 memenuhi semua syarat dalam pengujian dan merupakan formula paling baik diantara formula 2 dan formula 3. Pada formula 2, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas dan uji viskositas. Dan formula 3, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas. Namun, pada pengujian hedonik didapatkan nilai tertinggi dan yang paling banyak disukai oleh panelis adalah formula 3. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Carbopol sebagai gelling agent dapat memberikan stabilitas fisik yang baik pada sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu dibandingkan dengan penggunaan Karagenan.
Skrining Fitokimia Dan Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Buah Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Pertumbuhan Escherchia coli dan Staphylococcus aureus Nur Avitka; St. Ratnah; Tajuddin Abdullah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVRSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare menjadi salah satu masalah Kesehatan di negara berkembang seprti di Indonesia. Bakteri bisa menjadi penyebab utama dalam berbagai gangguan Kesehatan, seperti penyakit kulit, gangguan pencernaan, infeksi. Ekstrak Etanol Biji Pepaya memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, steroid yang berperan sebagai anti agen antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antibakteri ekstrak etanol biji buah pepaya (Carica papaya L) terhadap Escherchia coli dan Staphylococcus aureus berdasarkan diameter zona hambat dan juga untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung pada biji buah pepaya (Carica papaya L). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata pada bakteri Escherchia coli dengan konsentrasi 2% sebesar 6,6 mm konsentrasi 4% sebesar 7,3 mm konsentrasi 8% sebesar 8,6 mm kontrol positif sebesar 42,3 mm dan kontrol negatif 0 mm. Sedangkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 2% sebesar 6,3 mm konsentrasi 4% sebesar 6,6 mm konsentrasi 8% sebesar 9,3 mm kontrol positif sebesar 32,6 mm dan kontrol negatif 0 mm. Hasilnya menunjukkan konsentrasi 4% efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli dan Staphylococcus aureus.
Standardization of Kesambi Leaf Extract (Schleichera oleosa) from The Selayar Area: Standardisasi Ekstrak Daun Kesambi (Schleichera oleosa) yang Berasal dari Daerah Selayar Afra Azisah Azisah; Alfrida Monica Salasa; St. Ratnah
Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science) Vol. 8 No. 2 (2023): Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v8i2.348

Abstract

Kesambi leaves are part of plant that’s commonly used as medicine, at Selayar district. In general, the monograph of a medicinal plant is listed in Indonesian Herbal Pharmacopoeia, but kesambi leaves haven’t been included in the book so standardization needs to be carried out. The purpose of this study is to determine the standard values of specific and non-specific parameters of Kesambi (Schleichera oleosa) leaf extract originating from the Selayar. The majority of testing methods refer to the standardization book issued by the Indonesian Ministry of Health. The results of the specific parameters of Kesambi Leaf extract are blackish brown, characteristic odor and thick taste. The total level of flavonoids was 1.2918% b/b and polyphenols were 9.738% b/b. Compounds dissolved in ethanol were 13.1866 ± 1.5894 and in water were 13.9474 ± 0.1561. Testing non-specific parameters obtained drying shrinkage of 33.4307 ± 5.7692, water content 5.1797 ± 0.5462, total ash content 2.5178 ± 0.2559, acid insoluble ash content 0.4394 ± 0.2906, as well as microbial contamination and heavy metal contamination that comply with the requirements.
Potensi Antibakteri Air Kelapa Muda Hijau Dan Merah (Cocos Nucifera L) Terhadap Escherichia Coli Dan Streptococcus Pyogenes Sri Lestari Ramahdani; St Ratnah; Sesilia Rante Pakadang
An-Najat Vol. 1 No. 2 (2023): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i2.199

Abstract

Infeksi saluran pencernaan merupakan masalah yang terjadi diakibatkan oleh Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes. Air Kelapa Muda memiliki senyawa aktif tanin yang bertindak sebagai antidotum serta antibakteri yang akan menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi antibakteri air kelapa muda yang berwarna hijau dan merah terhadap Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes berdasarkan diameter zona hambat. Metode kerja yang digunakan yaitu skrining fitokimia, pengujian aktivitas antibakteri dengan metode Difusi agar cakram (disc diffusion), sumuran (Cup-plate technique), Metode dilusi cair (broth dilution). Hasil penelitian menunjukkan Air Kelapa Muda tidak mengandung metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Pada hasil uji daya hambat menunjukkan bahwa Air Kelapa Muda tidak dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes.
Aktivitas Vermisida Ekstrak Daun Miana Terhadap Ascaris Lumbricoides dengan Metode Real Time Sesilia Rante Pakadang; St. Ratnah; Alfrida Monica Salasa; Djuniasti Karim
Media Farmasi Vol 19 No 2 (2023): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v19i2.168

Abstract

Soiled Transmitted Helminth (STH) is an infectious disease caused by earthworms. The type of worm identified as the cause of STH is dominated by Ascaris lumbricoides and 3 other types. Many studies have been carried out to monitor the results of worm death. This study aimed to determine the profile of vermicides including onset of action, duration, and effectiveness of miana leaf extract compared to the drug pyrantel pamoat. The research method is to gradually start preparing miana leaf extract using a maceration process with continuous stirring, preparing the extract, and treating worms. The worms are placed in a sterile cup, then the test material is added and observed every hour. Worm death profiles such as paralysis, death, and life were observed for each worm subject. The results showed the death profile of worms after administration of miana leaf extract concentrations of 10, 20, and 40 mg/ml and pyrantel pamoat 2.5 mg/ml gave onset of action data for 4, 3, 2, and 1 hour respectively. The working duration of the test material is 5, 5, 3, and 1 hour respectively.  The effective dose is generated by a concentration of 40 mg/ml which can kill worms starting 2 hours after administration of the test material, with a duration of 1 hour  Soiled Transmitted Helminth (STH) adalah salah satu penyakit infeksi akibat cacing tanah. Jenis cacing yang teridentifikasi sebagai penyebab STH didominasi oleh Ascaris lumbricoides dan 3 jenis lainnya, penelitian telah banyak dilakukan dengan memantau hasil akhir kematian cacing. Tujuan penelitian ini mengetahui profil vermisida meliputi onset of action, durasi dan efektivitas ekstrak daun miana yang dibandingkan dengan obat pyrantel pamoat. Metode penelitian secara bertahap mulai penyiapan ekstrak daun miana dengan proses maserasi dengan pengadukan kontinu, penyiapan ekstrak dan perlakuan terhadap cacing. Cacing dimasukkan dalam cawan steril, kemudian ditambahkan bahan uji dan diamati setiap jam. Profil kematian cacing seperti paralisis, mati dan hidup diamati setiap subyek cacing. Hasil penelitian menunjukkan profil kematian cacing setelah pemberian ekstrak daun miana konsentrasi 10, 20 dan 40 mg/ml dan pyrantel pamoat 2,5 mg/ml memberikan data onset of action berturut 4, 3, 2 dan 1 jam. Durasi kerja bahan uji berturut 5, 5, 3 dan 1 jam. Dosis efektif dihasilkan oleh konsentrasi 40 mg/ml yang dapat mematikan cacing mulai 2 jam setelah pemberian bahan uji, durasi 1 jam.
Skrining Fitokimia Dan Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Buah Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Pertumbuhan Escherchia coli dan Staphylococcus aureus Nur Avitka; St. Ratnah; Tajuddin Abdullah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 1 (2023): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v14i1.762

Abstract

Diare menjadi salah satu masalah Kesehatan di negara berkembang seprti di Indonesia. Bakteri bisa menjadi penyebab utama dalam berbagai gangguan Kesehatan, seperti penyakit kulit, gangguan pencernaan, infeksi. Ekstrak Etanol Biji Pepaya memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, steroid yang berperan sebagai anti agen antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antibakteri ekstrak etanol biji buah pepaya (Carica papaya L) terhadap Escherchia coli dan Staphylococcus aureus berdasarkan diameter zona hambat dan juga untuk mengetahui senyawa kimia yang terkandung pada biji buah pepaya (Carica papaya L). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata pada bakteri Escherchia coli dengan konsentrasi 2% sebesar 6,6 mm konsentrasi 4% sebesar 7,3 mm konsentrasi 8% sebesar 8,6 mm kontrol positif sebesar 42,3 mm dan kontrol negatif 0 mm. Sedangkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 2% sebesar 6,3 mm konsentrasi 4% sebesar 6,6 mm konsentrasi 8% sebesar 9,3 mm kontrol positif sebesar 32,6 mm dan kontrol negatif 0 mm. Hasilnya menunjukkan konsentrasi 4% efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherchia coli dan Staphylococcus aureus.
Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Fungi Endofit Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus Zamra Hairani; St. Ratnah; Sesilia Rante Pakadang
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.349

Abstract

Avocado (Persea americana Mill) is a plant that contains antibacterial substances, especially in its leaves. Flavonoids, saponins and alkaloids are active compounds in avocado leaves which can prevent some bacterial growth. This study aims to isolate, identify and determine the antibacterial activity of avocado leaf endophytic fungal isolates growing P. aeruginosa and S. aureus. This type of research, namely experimental research, isolates endophytic fungi using avocado leaves inoculated on PDA media which has been added with 0.005% chloramphenicol in a petri dish and incubated at a temperature of 25oC for 5-7 days. Antibacterial activity was tested using a paper disk with the agar diffusion method. This research showed that young avocado leaves produced 3 isolates, namely isolate 1 was suspected to be Trichoderma sp., isolate 2 was suspected to be Rhizoctonia sp., and isolate 3 was suspected to be Fusarium sp. From the results obtained, it was concluded that the endophytic fungi of avocado leaves from isolate 2, and isolate 3 provided an inhibition zone against P. aeruginosa and isolate 1, and isolate 3 provided an inhibition zone against S. aureus.
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar Dalam Pemanfaatan Kulit Buah Kelengkeng Dalam Sediaan Permen Jeli Salasa, Alfrida Monica; Ratnah, St.; Pakadang, Sesilia Rante; Daswi, Dwi Rachmawaty; Arisanty, Arisanty; Dewi, Ratnasari
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i1.3368

Abstract

Community service activities in utilizing waste, especially organic waste, to improve family health have not been optimal. This is because people do not know the chemical compounds contained in waste. One type of organic waste is longan fruit skin. Longan fruit skin contains chemical compounds, polyphenols, and flavonoids which have antioxidant activity. Antioxidants are compounds that can ward off free radicals. This activity aims to increase partners' knowledge about the benefits of longan fruit peel waste in improving family health and to improve partners' skills in processing longan fruit peels into jelly candy preparations. This activity was carried out in several stages, namely socializing the benefits of longan fruit skin, and making jelly candy containing longan fruit skin juice. The partners of this activity are the people who live in the Sambung Jawa sub-district, Kec. Mamajang, Makassar City. The results of this activity are activity modules, longan fruit skin jelly candy products (Kuleng Candy) as well as videos of making jelly candy and service activities which are uploaded to YouTube media which can be accessed at the following links: video link https://youtu.be/glx8SE5pNAE and https://youtube/GC3nSlG2RpI. The conclusion of this activity is that community service activities have been carried out smoothly and met the targets that have been set and the output of this activity is in the form of activity modules, jelly candy products, and activity videos.Keywords: Longan Fruit Skin, Jelly Candy, Ex. Connect JavaKegiatan pengabdian masyarakat dalam memanfaatkan limbah khususnya limbah organik dalam peningkatan kesehatan keluarga belum maksimal yang disebabkan karena masyarakat tidak mengetahui kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam limbah. Salah satu jenis limbah organik adalah Kulit Buah Kelengkeng. Kulit buah kelengkeng mengandung senyawa kimia senyawa polifenol dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang manfaat dari limbah kulit buah kelengkeng dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan untuk meningkatkan ketrampilan mitra dalam mengolah kulit buah kelengkeng menjadi sediaan permen jeli. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu sosialisasi tentang manfaat kulit buah kelengkeng dan pembuatan permen jeli yang mengandung sari kulit buah kelengkeng. Mitra dari kegiatan ini adalah masyarakat yang tinggal di kelurahan Sambung Jawa Kec. Mamajang Kota Makassar. Hasil kegiatan ini adalah modul kegiatan, produk permen jeli kulit buah kelengkeng (Kuleng Candy) serta video pembuatan permen jeli dan kegiatan pengabdian yang diupload pada media youtube yang dapat diakses pada link berikut https://youtu.be/glx8SE5pNAE dan https://youtu.be/GC3nSlG2RpI . Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat  telah terlaksana dengan lancar dan memenuhi target yang terlah ditetapkan dan luaran dari kegiatan ini berupa modul kegiatan, produk permen jeli serta video kegiatan.Kata Kunci : Kulit Buah Kelengkeng, Permen jeli, Kel. Sambung Jawa
Pemanfaatan dan Pengembangan Tanaman Obat Keluarga dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Kelurahan Kapasa Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Asmawati, Asmawati; Salasa, Alfrida Monica; Ratnah, St.; Stevani, Hendra; Dewi, Ratnasari; Abdullah, Tajuddin
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v5i1.3440

Abstract

The Utilization and Development of Family Medicinal Plants In An Effort To Improve Public Health Based On Local Wisdom In Kapasa District, Tamalanrea District, Makassar CityBackground: Community empowerment in the Kapasa village, Tamalanrea sub-district, Makassar city in the utilization and development of family medicinal plants to empower and improve the degree of public health based on local wisdom can be used to support the existence of the Kapasa village in the region. The aim of this activity: (1). Increase community knowledge, especially housewives, about the scientific uses of family medicinal plants, (2). Increase community knowledge, especially housewives, about the types and methods of planting medicinal plants, (3). Empowering and improving skills to utilize medicinal plants to the community, especially in Kapasa village, Tamalanrea sub-district, Makassar city. Methods: The implementation of community service is carried out by counselling, training and practice. Counseling and training to introduce the types and uses of family medicinal plants scientifically, cultivation, and utilization of family medicinal plants and practice processing family medicinal plants as raw herbal medicines. Outputs are scientific articles, community service modules Conclusion: After carrying out community service activities, it can be concluded as follows: Community service activities are one of the tri darma of higher education which is beneficial to the community, especially to residents of the Kapasa sub-district, Tamalanrea sub-district, Makassar city. The level of knowledge and understanding of medicinal plants before community service activities were carried out was still relatively low, namely around 10 people (28%), after the education was carried out there was an increase of 35 people (100%) in the level of knowledge and understanding of herbal plants.Keywords: Empowerment, Community, Toga, local wisdom.Latar Belakang: Pemberdayaan masyarakat di kelurahan Kapasa, kecamatan Tamalanrea, kota Makassar dalam pemanfaatan dan pengembangan tanaman obat keluarga dalam usaha Pemberdayaan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang berbasis kearifan lokal dapat digunakan untuk mendukung keberadaan kelurahan Kapasa dalam wilayah tersebut. Untuk itu dilakukan pengabdian masyarakat dengan Tujuan Kegiatan: (1). Menambah ilmu masyarakat khususnya ibu rumah tangga mengenai kegunaan tanaman obat keluarga secara ilmiah, (2). Menambah pengetahuan Masyarakat Khususnya ibu rumah tangga tentang jenis-jenis serta cara menanam tanaman obat, (3). Memberdayakan dan Meningkatkan keterampilan untuk memanfaatkan Tanaman obat kepada masyarakat khususnya di kelurahan Kapasa, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar. Metode Kegiatan: Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan penyuluhan, Pelatihan dan praktik. Penyuluhan dan pelatihan untuk memperkenalkan jenis – jenis dan kegunaan tanaman obat keluarga secara ilmiah, pembudidayaan, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga serta praktik mengolah tanaman obat keluarga sebagai baku obat herbal. Capaian Luaran adalah artikel ilmiah, modul pengabdian masyarakat Kesimpulan: Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu tri darma perguruan tinggi yang bermanfaat untuk masyarakat khususnya kepada warga kelurahan Kapasa kecamatan Tamalanrea kota Makassar. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang tanaman obat sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih tergolong rendah yaitu sekitar 10 orang (28%), setelah dilakukan edukasi ternyata terjadi peningkatan sebesar 35 orang (100%) tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang tanaman herbal.Kata Kunci : Pemberdayaan, Masyarakat, Toga, kearifan lokal.