Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Antibakteri Fungi Endofit Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli dan Salmonella typhi Nur Aisyiah; St. Ratnah; Sesilia Rante Pakadang; Nurhasmi Nurhasmi
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik No 1 (2024): JIFFK Special Edition Suppl. 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v2i1.8634

Abstract

Daun Alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang memiliki beragam potensi farmakologis, termasuk sebagai sumber antioksidan, agen antihipertensi, antidiabetik, antikanker, dan memiliki aktivitas antibakteri. Di dalam Daun Alpukat terkandung senyawa bioaktif berupa flavonoid, alkaloid, tanin, serta saponin yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat Fungi Endofit dari daun Alpukat (Persea americana Mill.) yang memiliki potensi dalam menghasilkan senyawa antibakteri terhadap Escherichia coli dan Salmonella typhi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Metode yang diterapkan untuk menguji efek antibakteri dari fungi endofit terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Salmonella typhi adalah dengan menggunakan metode difusi agar menggunakan paper disc. Hasil penelitian diperoleh 5 isolat fungi endofit, diantaranya Isolat DAT1 diduga fungi Fusarium sp., isolat DAT2 diduga fungi Fusarium sp., isolat DAT3 diduga fungi Aureobasidium pullulans, isolat DAT4 diduga fungi Fusarium oxysporum, dan isolat DAT5 diduga fungi Penicilium sp. Uji aktivitas antibakteri menunjukan bahwa ketiga isolat fungi endofit dari Daun Alpukat mampu memberikan zona hambatan terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Salmonella typhi.
Kombinasi Daun Salam Dan Rimpang Jahe: Inovasi Minuman Herbal Untuk Mencegah ISPA Di Kelurahan Pa'baeng-Baeng Ratnah, St; Salasa, Alfrida Monica; Pakadang, Sesilia Rante
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v6i1.3490

Abstract

Pa'baeng-baeng Village, Tamalate District, Makassar City, is a densely populated area located in the middle of the city, connecting Makassar City and Kab. Gowa. Blocked drainage, dense population, and air pollution put people at risk of infection with infectious diseases such as ISPA. This condition can be prevented if people diligently consume immunomodulator products to improve their immune system. The immune system can be maintained and improved by using plants, and to make it easier it can be packaged in the form of herbal drinks (herbal tea and instant powder). This activity aims to increase partners' knowledge about the benefits of bay leaves and ginger rhizomes for health, processing bay leaves and ginger rhizomes into simplicia, and increasing partners' skills in processing bay leaf simplicia and ginger rhizomes as health herbal drinks. The activity was carried out in 2 stages, namely socialization and training in making herbal drinks for family health. The target audience is posyandu cadres, Pa'baeng-baeng Village, Tamalate District, Makassar City. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge from target partners by 71% regarding the benefits of bay leaves and ginger rhizomes for health, especially ISPA, the correct and correct way to make simplicia and making herbal drinks (herbal tea and instant powder) combining bay leaves and ginger rhizomes. Apart from that, draft articles, activity videos, product-making videos, modules, and herbal drink products were producedKelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar merupakan wilayah padat penduduk yang terletak di tengah kota menghubungkan Kota Makassar dan Kab. Gowa. Drainase yang tersumbat, padatnya penduduk dan polusi udara menyebabkan masyarakat beresiko terinfeksi penyakit menular seperti ISPA. Kondisi ini dapat dicegah apabila masyarakat rajin mengkonsumsi produk immunomodulator untuk meningkatkan system imun. Sistem imun dapat dijaga dan ditingkatkan dengan memanfaatkan tanaman dan untuk memudahkannya dapat dikemas dalam bentuk minuman herbal (teh herbal dan serbuk instan). Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra tentang manfaat Daun Salam dan Rimpang Jahe untuk Kesehatan, pengolahan Daun Salam dan Rimpang Jahe menjadi simplisia, dan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah simplisia Daun Salam dan Rimpang Jahe sebagai minuman herbal kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu sosialisasi dan pelatihan pembuatan minuman herbal untuk Kesehatan keluarga. Khalayak sasaran adalah kader posyandu Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari mitra sasaran sebesar 71% tentang manfaat Daun Salam dan Rimpang Jahe untuk kesehatan terutama ISPA, cara pembuatan simplisia yang baik dan benar serta pembuatan minuman herbal (teh herbal dan serbuk instan) kombinasi Daun Salam dan Rimpang Jahe. Selain itu dihasilkan draft artikel, video kegiatan, video pembuatan produk, modul dan produk minuman herba.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Siswa SMPN 24 Makassar Pakadang, Sesilia Rante; Ratnah, St.; Salasa, Alfrida Monica
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v6i1.3489

Abstract

Adolescents are individuals who are experiencing physical, psychological, and behavioral changes from childhood to adulthood. Teenagers are the future generation of the nation, so they need to be equipped with everything important to prepare for their future, including knowledge about reproductive health. The purpose of community service is to provide counseling to increase knowledge about reproductive organs and how to maintain reproductive health among adolescents. The activity methods are counseling, games, and discussions. The target audience of this program is grade VII students of SMPN 24 Makassar. Evaluation of activities with online pre-test and post-test questionnaires to assess the increase in participants' knowledge. The results of the activity demonstrated a high level of interest from the participants, as evidenced by their enthusiasm in participating in discussions and games, and an increase in knowledge, as indicated by the comparison of scores obtained in the pre-test and post-test. The conclusion is that there was an increase in participant knowledge from 27.6% to 96.5% after the counseling.Remaja adalah individu yang sedang mengalami perubahan fisik, psikis dan perilaku dari anak-anak menuju dewasa. Remaja adalah calon penerus generasi bangsa sehingga perlu dibekali segala hal yang penting untuk persiapan masa depannya termasuk pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.  Tujuan pengabdian adalah melakukan penyuluhan untuk  meningkatkan pengetahuan tentang organ reproduksi dan cara menjaga kesehatan reproduksi pada kalangan remaja. Metode kegiatan berupa penyuluhan, games dan diskusi. Khalayak sasaran program ini adalah siswa kelas VII SMPN 24 Makassar.  Evaluasi kegiatan  dengan kuisioner pre test dan post test secara online untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan minat yang baik dari peserta yang ditunjukkan oleh antusias peserta mngikuti diskusi dan games, peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan oleh perbandingan nilai yang diperoleh pada pre test dan post test.  Kesimpulan terjadi  peningkatan pengetahuan peserta dari 27,6 %   menjadi 96,5 % setelah penyuluhan. 
Isolasi, Identifikasi, Dan Aktivitas Antibakteri Fungi Endofit Daun Pegagan (Centella asiatica L.) Terhadap Staphylococcus epidermidis Dan Propionibacterium acnes: Isolation, Identification and Antibacterial Activity Of Fungi Endophyte Of Pegagan Leaves (Centella asiatica L.) against Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes Pakadang, Sesilia Rante; Ayuasrini, Ayuasrini; Ratnah, St.; Salasa, Alfrida Monica
Media Farmasi Vol 21 No 1 (2025): Media Farmasi Edisi April 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v20i2.600

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L.) is widely known as a traditional medicine with various properties, including as an antibacterial. This study aims to isolate endophytic fungi from Pegagan leaves that have the potential to produce antibacterial secondary metabolites against Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes. Isolation was carried out by leaf sterilization and inoculation on SDA media, followed by fermentation and extraction using ethyl acetate. Antibacterial activity tests were carried out using the agar diffusion method. Five isolates were obtained: PTH (Cylindrocladium), HJ (Aspergillus flavus), CRM (Aspergillus terreus), ABAB (Colletotrichum sp.), and CKT (Aspergillus niger). All isolates were bactericidal against S. epidermidis. Three isolates (HJ, CRM, and CKT) were bactericidal against P. acnes, while PTH and ABAB isolates were bacteriostatic. Tanaman Pegagan (Centella asiatica L.) dikenal luas sebagai obat tradisional dengan berbagai khasiat, termasuk sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengisolasi fungi endofit dari daun Pegagan yang berpotensi menghasilkan metabolit sekunder antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Isolasi dilakukan melalui sterilisasi daun dan inokulasi pada media SDA, dilanjutkan fermentasi dan ekstraksi menggunakan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Diperoleh lima isolat: PTH (Cylindrocladium), HJ (Aspergillus flavus), CRM (Aspergillus terreus), ABAB (Colletotrichum sp.), dan CKT (Aspergillus niger). Seluruh isolat bersifat bakteriosida terhadap S. epidermidis. Tiga isolat (HJ, CRM, dan CKT) bersifat bakteriosida terhadap P. acnes, sedangkan isolat PTH dan ABAB bersifat bakteriostatik.
Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Fungi Endofit Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi L.) Terhadap Propionibacterium acnes Dan Staphylococcus epidermidis Salasa, Alfrida Monica; Layuksugi, Defline Apriliana; Pakadang, Sesilia Rante; Ratnah, St.; Asmawati
Media Farmasi Vol 21 No 2 (2025): Media Farmasi Edisi Oktober 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v21i2.605

Abstract

Isolation, Identification, and Antibacterial Activity of Endophytic Fungi from Ziziphus spina-christi Leaves Against Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis Ziziphus spina-christi L. (Arabian bidara) has long been used in traditional medicine for preventing acne and enhancing skin health. Acne pathogenesis is closely associated with the proliferation of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. This study aimed to isolate endophytic fungi from bidara leaves and assess their ability to produce antibacterial secondary metabolites. Endophytes were isolated through surface sterilization and successive purification on Sabouraud Dextrose Agar, followed by fermentation on Potato Dextrose Agar and ethyl acetate extraction. Phytochemical profiling and antibacterial activity were evaluated using standard qualitative assays and the agar diffusion method on Mueller Hinton Agar, respectively.Six pure isolates were obtained: brown (Aspergillus niger), grey (Colletotrichum sp.), cream (Aspergillus terreus), green (Aspergillus flavus), turquoise (Aspergillus fumigatus), and white (Cylindrocladium sp.). Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, polyphenols, and tannins in varying combinations across isolates. Antibacterial testing showed that all isolates inhibited P. acnes and S. epidermidis, except the green isolate, which exhibited no bactericidal activity. These findings indicate that bidara leaf endophytes represent a promising source of antibacterial compounds with potential applications in acne management. Tanaman Bidara Arab (Ziziphus spina-christi L.) adalah tanaman tradisional yang diyakini secara empiris mencegah pertumbuhan jerawat dan menghaluskan kulit. Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis merupakan jenis bakteri yang dapat menimbulkan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat fungi endofit Daun Bidara Arab yang berpotensi menghasilkan metabolit sekunder sebagai antibakteri Propinobacterum acnes dan Staphylococcus epidermidis. Fungi endofit diisolasi dengan cara sterilisasi Daun Bidara Arab, selanjutnya diinokulasi berulang pada media Sabouraud Dextrose Agar hingga diperoleh isolat murni. Dilakukan fermentasi pada media Potato Dextrose Agar diekstraksi dengan etil asetat. Skrining fitokimia ekstrak etil asetat dilakukan untuk mendapatkan metabolit sekunder digunakan untuk pengujian antibakteri dengan metode difusi agar pada media Mueller Hinton Agar. Hasil penelitian didapatkan 6 isolat murni, yaitu isolat coklat diduga Aspergillus niger, isolat abu-abu diduga Colletotrichum sp, isolat crem diduga Aspergillus terreus, isolat hijau diduga Aspergillus flavus, isolat toska diduga Aspergillus fumigatus, serta isolat putih diduga Cylindrocladium. Hasil skrining fitokimia menunjukkan isolat coklat mengandung alkaloid, polifenol, tannin, isolat crem mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol dan tannin, isolat abu-abu mengandung polifenol dan tannin, isolat putih mengandung flavonoid, polifenol, tannin. Pengujian antibakteri didapatkan semua isolat pada Daun Bidara Arab berpotensi menghambat serta membunuh Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis sedangkan isolat hijau tidak berpotensi dalam membunuh Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis